Anda di halaman 1dari 8

EFEK FOTOLISTRIK FAIZATUL FITRI 1010442009 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS

Faidza@yahoo.com

Abstrak Eksperimen ini dilakukan di laboratorium fisika atom dan inti, jurusan fisika Universitas Andalas dengan menggunakan alat utama yaitu h/e, lampu mecury, filter transmisi, filter warna, dan multimeter. Eksperimen ini dibagi menjadi dua, yaitu cahaya sebagai gelombang dan cahaya sebagai photon dan konstatnta plank. Eksperimen efekfotolistrik bertujuan untuk menentukan nilai konstanta plank serta menentukan harga fungsi kerja (word function) logam katoda. Dari eksperimen diperoleh bahwa efek fotolistrik terjadi bila energi photon yang datang lebih besar dari fungsi kerja. Kata kunci: Efek fotolistrik, konstanta planck.

I. PENDAHULUAN Eksperimen efek fotolistrik bertujuan untuk menentukan konstanta plank dan harga fungsi kerja (word function) logam katoda. Efek fotolistrik adalah peristiwa

lepasnya elektron dari permukaan suatu logam karena logam tersebut disinari cahaya (photon) yang memiliki energi yang lebih besar daripada fungsi kerja.

Gambar 1 Efek Fotolistrik Pertama kali peristiwa ini ditemukan oleh Hertz pada tahun 1887. Ia memperhatikan bahwa latu pada celah transmiter terjadi bila cahhaya ultra ungu diarahkan pada salah satu bola logamnya. Ia tidak melanjutkan eksperimen tersebut, akan tetapi ahli fisika lainnya meneruskan eksperimen tersebut. Interaksi antara berkas cahaya dan elektron-elektron logam menunjukkan menunjukkan beberapa sifat yang belum dikenal sebelumnya, yaitu : 1. Efek fotolistrik hanya terjadi pada frekuensi cahaya yang lebih besar daripada harga frekuensi ambang yang bergantung pada jenis logam yang disinari. 2.Terjadi efek fotolistrik hampir bersamaan dengan saat datangnya sinar pada plat logam. 3.Energi kinetik maksimum elektron fotolistrik pada logam tertentu hanya bergantung pada frekuensi berkas cahaya yang datang, tidak bergantung pada intensitas cahaya yang datang. 4.Besar arus fotolistrik sebanding dengan intensitas cahaya yang datang. Sifat-sifat di atas hanya dapat dijelaskan jika cahaya yang datang pada permukaan logam diperlakukan sebagai paket-paket energi yang disebut foton (Einstein,

1905). Dengan mengadopsi teori radiasi benda hitam (Planck, 1901). Einstein menyatakan bahwa besar energi masing-masing foton tersebut hanya ditentukan oleh frekuensi ( f ) foton, yaitu: E = h f (1) (1)

dengan h suatu konstanta yang besarnya 6,626 x 10-34 J.s dan selanjutnya dikenal sebagai konstanta Planck. Efek fotolistrik hanya dapat terjadi jika energi foton datang lebih besar daripada rata-rata energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari permukaan logam. Energi ini dikenal sebagai fungsi kerja yang besarnya bergantung pada jenis logam dan sering disimbolkan(w0). Besaran inilah yang menentukan frekuensi minimum atau frekuensi ambang (f0) yang dapat menghasilkan efek fotolistrik pada suatu permukaan logam, yaitu - w0 = eV - h f0 (2)

Dalam interaksi antara foton datang dan elektron logam yang menghasilkan efek fotolistrik, energi seluruh foton diserap oleh elektron. Jika energi foton lebih besar daripada fungsi kerja logam maka selisih antara energi foton dan fungsi kerja akan terbawa oleh elektron sebagai energi kinetik (Ek = eV) sehingga elektron-elektron tersebut dapat melintasi ruang vakum antara kedua plat logam dan menghasilkan arus fotolistrik dalam rangkaian. Besar muatan elektron fotolistrik dapat ditentukan dengan memberikan potensial perintang atau stopping potential, dalam rangkaian untuk menghentikan arus fotolistrik.

II. METODE PERCOBAAN 2.2.1 Set up alat Set up merupakan tahap awal dalam melakukan praktikum ini. Kita harus merangkai alat praktikum. Alat (h/e) dilengkapi dengan sumber daya 2 buah baterai didalamnya, sebelum melakukan percobaan diukur beda tegangan sumber dengan Voltmeter, ujung-ujung kontak sumber ini terletak pada bagian atas kotak alat (h/e), jika tegangan sumber ini kurang dari 8 Volt maka baterai harus diganti. Apabila tegangan lebih atau sama dengan 8 volt, lalu lampu mercuri dihidupkan dan ditutup bagian belakang kotak lampu dengan lempeng warna hitam persegi empat dan kemudian ditunggu kira-kira 5 menit. Lalu, lensa dan kisi (bersatu) dipasang pada lampu mercuri dan diatur sedemikian rupa sehingga sinar yang diuraikan kisi dapat dilihat dengan jelas. Alat (h/e) diatur agar sinar yang diuraikan kisi bisa tepat masuk ke dalam kotak (h/e). Ditekan On pada alat (h/e) dan diusahakan salah satu jenis warna sinar masuk ke dalam celah dan dipasang filter sesuai warna yang akan diukur. 2.2.2 Cahaya Sebagai Gelombang Tahap kedua, filter transmisi variabel diposisikan didepan selubung pemantul putih (jika menggunkan filter, diletakkan diatas filter) sehingga cahaya yang dilewatkan sesuai dengan persentase filter. Potensial yang terbaca pada Voltmeter digital dicatat sebagai potensial penghenti (stopping potential). Tombol discharge ditekan, dilepaskan, dan diamati berapa waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke tegangan semula. Dicatat pada approx. charge time. Langkah 1 dan 2 diulangi untuk penyaring transmisi yang lain (100%,80 %, 60 %, 40 % ,20 %). Langkah 1,2,3 diulangi untuk warna yang lain.

2.2.3 Cahaya sebagai Photon dan konstanta Planck Tahap ketiga, pengukuran Stopping potensial diukur dengan menggunakan Voltmeter dengan menekan tombol PUSH TO ZERO yang ada pada kotak alat (h/e). Angka yang tertera pada voltmeter dicatat pada kolom stopping potensial ketika tegangan tidak naik lagi . Langkah 1 diulangi untuk garis yang lain, pengukuran dilakukan minimal 5 kali untuk setiap jenis sinar yang sama. Untuk sinar ultraviolet tidak menggunakan filter dan akan terlihat dua garis violet dan garis yang lebih dekat kearah biru adalah garis violet yang akan diukur.

III. HASIL Tabel 1 : Cahaya Sebagai Gelombang % TRANSMISI STOPPING POTENTIAL (V) APPROX. CHARGE TIME (s) 100 80 60 40 20 0,85 0,80 0,76 0,62 0,43 2,11 1,76 1,48 2.21 1,26

JENIS SINAR Kuning Hijau Biru Ungu UltraUngu

FREKUENSI (Hz) 5,18672 x 1014 5,48996 x 1014 6,87858 x 1014 7,40858 x 1014 8,20264.1014

-w0 2,609 x 10-19 2,761 x 10-19 3,459 x 10-19 3,726 x 10-19 4,125.10-19

Tabel 2 : Cahaya Sebagai Photon dan Konstanta Planck

JENIS NO WARNA 1 2 3 4 5 Kuning Hijau Biru Ungu UltraUngu 5,18672 x 1014 5,48996 x 1014 6,87858 x 1014 7,40858 x 1014 8,20264.1014 FREKUENSI

FILTER HIJAU

FILTER KUNING

S.POT 0,15 V 0,11 V 0,008 V 0,007 V 0.005 V

h (J.s) 0,46 x 10-34 0,32 x 10-34 0,086 x 10-34 0,015 x 10-34 0,975 x 10-34

S.POT 0,19 V 0,19 V

h (J.s) 0,058 x 10-34 0,06 x 10-34 0,23 x 10-34 0,013 x 10-34

0,037 V 0,086 x 10-34 0,11 V 0,007

Grafik 1 : Grafik Frekuensi versus Stopping Potensial untuk Filter Hijau

Grafik 2 : Grafik Frekuensi versus Stopping Potensial untuk Filter Kuning

IV.

PEMBAHASAN Berdasarkan pratikum yang telah dilakukan yaitu Percobaan pertama cahaya sebagai gelombang. Pada filter transmisi terdapat % transmisi yang digunakan untuk mendapatkan nilai dari stopping potensial yang berbeda-beda bila % transmisinya diubah-ubah, semakin kecil % transmisi yang digunakan maka waktu yang dibutuhkan untuk stopping potensial juga semakin kecil begitupun untuk approx. charge time. Hasil yang didapat praktikan dapat dilihat pada tabel 1, meskipun ada data yang sama, praktikum ini sudah dapat dikatakan berhasil. satu lagi nilai yang dapat dilihat yaitu nilai dari fungsi kerja yang dapat dikaitkan dengan frekuensi. Apabila frekuensi dari sinar besar maka didapatkan fungsi kerja yang besar pula. Sesuai dengan literatur yang ada yaitu menurut Einstein, fungsi kerja berbanding lurus dengan frekuensi sehingga didapatkan fungsi kerja besar karena frekuensi sinar yang besar. Percobaan selanjutnya yaitu cahaya sebagai photon dan konstanta plank. Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa berapapun frekuensi sinar yang digunakan, hasil konstanta plank yang praktikan dapatkan hampir sama dikarenakan konstanta plank merupakan nilai tetapan. Sedangkan hubungan antara stopping potential dengan frekuensi dapat dilihat pada grafik, semakin kecil frekuensi suatu sinar maka akan semakin besar stopping potensialnya, meskipun ada beberapa data yang sama dan tidak sesuai, tetapi hasil yang dominan yang didapat prktikan dapat dikatakan sama dengan literature yaitu stopping potential dan frekuensi berbanding terbalik.

V.

KESIMPULAN % transmisi berpengaruh terhadap nilai stopping potential dan approx. charge time , semakin kecil % transmisi maka nilai stopping potential dan approx. charge time juga akan semakin kecil pula. Begitupun hubungan antara frekuensi dan fungsi kerja yaitu nilainya berbanding lurus. Pada percobaan cahaya sebagai photon dan konstanta plank, nilai konstanta plank sama

meskipun frekuensi sinarnya berbeda-beda. Secara keseluruhan, praktikum yang dilakukan sudah dapat dikatakan berhasil.

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur. 1998. Konsep-konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Muttaqin, Afdhal. 2012. Modul Praktikum Fisika Eksperimen 1. Padang: Jurusan Fisika. http://www.elka.ac.id/radiasi_benda_hitam/12/10/2012/17.00 WIB http://www.forum_radiasi.ac.id/gelombang-elektromaknet/12/10/2012/17.30 WIB