P. 1
Deskripsi Batuan - Aris Bugol

Deskripsi Batuan - Aris Bugol

|Views: 81|Likes:
Dipublikasikan oleh Ari Setiyo Widodo

More info:

Published by: Ari Setiyo Widodo on Feb 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

PANDUAN DESKRIPSI BATUAN

1. BATUBARA (COAL) Hal yang perlu diperhatikan dalam mendeskripsi batubara: a. Tebal (Thickness) : ukur tebal batubara, sedapat mungkin yang diukur adalah tebal sebenarnya (true thickness), apabila yang diukur adalah tebal semu (apparent thickness) harus dilakukan koreksi sehingga didapat tebal sebenarnya. b. Warna (colour) : Tulislah warna sesuai yang dilihat (hitam/black, coklat/brown, hitam kecoklatan/brownish black, coklat kehitaman/blackish brown) c. Kilap (Luster) : Tulislah kilap sesuai yang dilihat (sangat kusam/very dull, kusam/dull, tanah/earthy, kaca/vitreous, mengkilap/bright, sangat

mengkilap/very bright), apabila kilapnya tidak seragam kadang dalam satu tubuh batubara dijumpai kilap yang tidak seragam maka tulislah kilap kusammengkilap/dull-bright. d. Kekerasan (Hardness) : Tulislah tingkat kekerasan dari batubara tersebut, apabila bisa diremas dengan tidak menggunakan tenaga disebut lunak/soft, apabila dengan menggunakan sedikit tenaga disebut sedang/medium hardness, apabila tdk bisa diremas menggunakan tangan dan harus dipukul disebut keras/hard. e. Rekahan pada batubara (Cleat) : Didalam batubara juga sering dijumpai rekahan atau yang disebut Cleat, sebutkan ada tidaknya cleat di batubara tersebut, apabila ada biasanya tingkat kehadiran bisa jarang/rare,

sedikit/moderate, melimpah/abundant. f. Spasi rekahan (Spacing between cleat) : ukurlah jarak antar cleat tersebut dan tuliskan, misal 1-3 cm, 2-5 cm, 5-10 cm. g. Gores (Streak) : gores adalah warna asli dari batubara tersebut, biasanya batubara tersebut digoreskan porselen atau ditumbuk sampai halus, apabila dilapangan ambilah sedikit batubara tersebut kemudian tumbuk/pukul sampai halus, kemudian tulislah warna batubara yang halus tersebut hitam/black, coklat/brown, hitam kecoklatan/brownish black, coklat kehitaman/brownish black.

h. Pecahan (Fracture) : Batubara apabila dipecah akan memberikan bentuk yang berbeda, apabila teratur kotak-kotak disebut blocky/even, tdk teratur/uneven, mengulit bawang/conchoidal i. Batuan Atap (Roof Lithology) : Batuan yang tepat diatas batubara disebut batuan atap/roof lithology, tulislah batuan atap tersebut apakah

batulempung/claystone, batulanau/siltstone j.

batupasir/sandstone,

batugamping/limestone,

Batuan Lantai (Floor Lithology) : Batuan yang tepat di bawah batubara disebut batuan lantai/floor lithology, tulislah batuan lantai tersebut apakah batulempung/claystone, batulanau/siltstone batupasir/sandstone, batugamping/limestone,

k. Pengotor (Parting) : Didalam batubara sering dijumpai pengotor/parting, sebutkan jenis pengotornya dan ukurlah tebal pengotor tersebut, misal pengotornya batulempung/claystone tebal/thickness tebal/thickness 1-2 cm, 1-2 cm,

batupasir/sandstone tebal/thickness 1-2 cm l.

batulanau/siltstone

Jurus dan Kemiringan (Strike and Dip) : ukurlah jurus dan kemiringan (strike and dip) batubara tersebut

m. Pengukuran Jurus dan Kemiringan (Measured at) : Pengukuran jurus dan kemiringan bisa saja dilakukan pada batubara/coal, batuan atap/roof lithology, batuan lantai/floor lithology atau bahkan pada pengotor/parting, sebutkan dimana pengukuran jurus dan kemiringan/strike-dip tersebut dilakukan. n. Mineral Lain (other mineral) : amati dengan seksama pada tubuh batubara tersebut dan sebutkan mineral-mineral yang dijumpai, misal

damar/resin/amber, pirit/pyrite untuk pirit sebutkan bentuk dari pirit tersebut apabila kotak/kubik, seperti jamur/framboidal, kuarsa/quartz, kalsit/calcite

Seringkali

batubara(coal)

berselingan

(intercalation)

atau

menyisip

(interbeded) di dalam serpih batubaraan (coaly shale) atau lempung batubaraan (coaly clay), apabila ini dijumpai yang diukur adalah tebal batubaranya bukan tebal coaly shale atau coaly clay nya.

2. BATUAN SEDIMEN A. Hal yang perlu diperhatikan apabila mendeskripsi batuan sedimen (batulempung/claystone, batupasir/sandstone, batulanau/siltstone): a. Warna (colour): sebutkan warna lapuk (coklat/brown, hitam/black) dan warna segar (putih/white, abu-abu/grey, abu-abu gelap/dark grey, hijau/green, putih kehijauan/greenish white, putih kekuningan/yellowish white). b. Struktur (structure): sebutkan struktur dari batuan sedimen tersebut apakah masif/massive, berlapis/bedded apabila tebal perlapisan lebih dari 1 cm, laminasi/lamination apabila tebal perlapisan kurang dari 1 cm, silang siur/cross bedding, perlapisan bersusun/graded bedding. Apabila batuan sedimen tersebut berlapis ukurlah dan tulislah tebal perlapisan tersebut. c. Tekstur (texture): hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati tekstur: Ukuran butir/grain size: tuliskan ukuran butir/grain size tersebut apakah lempung/clay apabila <1/256 mm, lanau/silt, pasir/sand sebutkan pasir sangat halus/very fine sand, pasir halus/fine sand, pasir sedang/medium sand, pasir kasar/coarse sand, pasir sangat kasar/very coarse sand. Derajat pemilahan/sortation: sebutkan jenis pemilahan/sortation, butiran sangat seragam/very well sorted, butiran seragam/well sorted, butiran tidak begitu seragam/medium sorted, perbedaan butir menyolok/poor sorted, perbedaan butir sangat menyolok/very poor sorted. Derajat pembundaran/roundness atau bentuk butir/grain shape: sebutkan jenis pembundarannya membundar sangat bundar/well rounded, menyudut

bundar/rounded,

tanggung/subrounded,

tanggung/subangular, menyudut/angular. Kemas/fabric: kemas adalah hubungan antar butir, apabila butiran tidak saling bersentuhan kemas terbuka/open fabric, butiran saling bersentuhan semua/close fabric d. Komposisi mineral (mineral composition): sebutkan mineral-mineral yang dijumpai di batuan sedimen tersebut, misal: kuarsa/quartz, glaukonit/glauconite, oksida besi/iron oxide, gipsum/gypsum

e. Semen (cement): sebutkan jenis semen pada batuan sedimen tersebut apakah silika/silica cement, oksida besi/iron oxide cement,

karbonat/calcite cement. f. Porositas (porosity): kemampuan batuan sedimen menyerap fluida, sebutkan apakah porositas baik/good porosity, jelek/poor porosity. g. Tingkat kekompakan (compactness): sebutkan tingkat kekompakan batuan sedimen tersebut, apakah masih lepas-lepas/loose, mudah diremas/friable, tidak mudah diremas/compact, sangat tidak mudah diremas/very compact/hard.

B. Hal yang perlu diperhatikan apabila mendekripsi breksi/breccia atau konglomerat/conglomerate: a. Warna (Colour) : sebutkan warna lapuk (coklat/brown, hitam/black) dan warna segar (putih/white, abu-abu/grey, abu-abu gelap/dark grey, hijau/green, putih kehijauan/greenish white, putih kekuningan/yellowish white). b. Struktur (Structure): sebutkan struktur dari batuan sedimen tersebut apakah masif/massive, berlapis/bedded apabila tebal perlapisan lebih dari 1 cm, perlapisan bersusun/graded bedding. Apabila batuan sedimen tersebut berlapis ukurlah dan tulislah tebal perlapisan tersebut. c. Tekstur (Texture): hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati tekstur/texture: Fragmen/Fragment, dalam mengamati fragmen/fragment yang perlu dilakukan: Jenis fragmen: amati satu persatu jenis fragmen pada breksi/breccia atau konglomerat/conglomerate apakah satu

macam/monomict atau bermacam-macam jenis/polymict, apabila fragmennya terdiri banyak campuran sebutkan jenis fragmen tersebut seperti andesit/andesite, dasit/dacite, fosil/fossil,

kuarsa/quartz, rijang/chert Bentuk fragmen/fragment shape: sebutkan bentuk fragmen tersebut, karena bentuk fragmen ini juga akan memberikan nama pada batuan tersebut, apabila bentuknya menyudut/angular sampai menyudut tanggung/subangular nama breksi/breccia,

apabila membundar/rounded sampai sangat membundar/well rounded nama konglomerat/conglomerate. Kemas/fabric: apabila didukung butiran disebut grain supported, apabila didukung matriks disebut matrix supported. Apabila butiran saling bersentuhan kemas tertutup/close fabric, butiran tidak saling bersentuhan kemas terbuka/open fabric. Matrik/matriks: sebutkan jenis matriknya, apabila

batupasir/sandstone, pasir tufan/tuffaceous sandstone Semen/cement: sebutkan jenis semen dari breksi/breccia atau konglomerat/conglomerate tersebut. Apakah silika/silica cement, karbonat/calcite cement atau oksida besi/iron oxide cement

C. Hal yang perlu diperhatikan apabila mendeskripsi batugamping/limestone: a. Warna (colour): sebutkan warna lapuk (weathered) dan warna segar (fresh) b. Struktur (Structure): sebutkan struktur dari batugamping/limestone tersebut masif/massive, berlapis/bedded, berfosil/fossiliferous

3. BATUAN BEKU Hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati batuan beku: a. Warna (colour): sebutkan warna lapuk/weathered dan segar/fresh, warna lapuk/weathered coklat tua/dark brown, coklat muda/light brown, hitam/black; warna segar/fresh abu-abu/grey, abu-abu tua/dark grey, merah muda/pink, putih kehitaman/blackish white, hitam kehijauan/greenish black b. Struktur (structure): kenampakan megaskopis dilapangan batuan beku bisa berupa masif/massive, kekar tiang/coloumnar joint, kekar lembar/sheeting joint, lubang-lubang terisi mineral sekunder/amygdaloidal, berlubang ada berlubang tidak teratur/scoria, berlubang teratur/pumice, berstruktur

bantal/pillow. c. Tekstur (texture): dalam mengamati tekstur/texture yang perlu diperhatikan: - Derajat kristalinitas/degree of crystallinity: apabila batuan tersebut semuanya dari mineral/kristal disebut holokristalin/holocrystalline, apabila campuran antara kristal dengan gelas atau masa dasar disebut hipokristalin/hipocrystalline, holohialin/holohyalline - Ukuran butir/grain size: tuliskan ukuran butir pada batuan beku tersebut, apabila tidak bisa diamati dengan mata telanjang disebut apabila semuanya dari gelas

afanitik/aphanitic apabila bisa dibedakan mineralnya dengan mata telanjang disebut fanerik/phaneritic, apabila fanerik/phaneritic masih bisa dibedakan menjadi fanerik kasar/coarse phaneric bila mineralnya mempunyai ukuran >5mm, fanerik sedang/medium phaneric bila

mineralnya berukuran 1-5mm, fanerik halus/fine phaneric bila mineralnya berukuran <1mm - Bentuk kristal/grain shape: apabila bentuk kristal dibatasi bidang geometri yang jelas disebut euhedral, apabila kristalnya sebagian dibatasi bidang yang jelas dan sebagian tidak jelas disebut subhedral, apabila kristalnya dibatasi bidang yang tidak jelas disebut anhedral - Hubungan antar kristal: perhatikan keseragaman bentuk kristal pada batuan beku tersebut, bila tersusun oleh mineral yang euhedral disebut panidiomorfik/idiomorphic granular, apabila tersusun oleh mineral yang subhedral disebut hipidiomorfik/hypidiomorphic granular, apabila tersusun oleh mineral anhedral disebut alotriomorfik/allotriomorphic granular.

- Kemas/fabric: apabila

perhatikan

keseragaman

ukuran

mineral/kristalnya, disebut tidak yang besar mineral

ukuran

mineral/kristalnya apabila ukuran

seragam mineral/kristalnya Untuk yang

ekuigranular/equigranular, seragam disebut

inekuigranular/inequigranular. perhatikan kecil mineral/kristal gelas, oleh

inekuigranular/inequigranular dikelilingi oleh mineral

yang

atau

apabila

besar/fenokris/phenocryst kecil/groundmass disebut

dikelilingi

mineral-mineral apabila gelas mineral disebut

porfiritik/porphyritic, dikelilingi oleh

besar/fenokris/phenocryst vitrofirik/vitrophyric. d. Komposisi mineral (mineral

composition):

amati

mineral-mineral

penyusun dari batuan beku tersebut dan sebutkan jenis mineralnya yang ada, misal plagioklas/plagioclase, ortoklas/orthoclase, olivin/olivine,

biotit/biotite, hornblenda/hornblende, muskovit/muscovite, piroksen/pyroxene, kuarsa/quartz.

Istilah-istilah: Cerah/sunny, berawan/cloudy, hujan/rainy, hujan lebat/heavy rain, gerimis/drizzle, jalan setapak/footpath, bekas galian/former quarry, sumur/well, parit/ditch,

sawah/rice field, ladang berpindah/moving field, hutan/forest, hutan primer/primary forest, hutan sekunder/secondary forest, semak/bush, kebun karet/rubber plantation, kebun sawit/oil palm plantation, sungai/river, anak Sungai Melak/tributary

Melak/tributary of Melak river, tepi sungai/riverside, tebing sungai/river bank, lereng bukit/slope of the hill, jalan logging/logging road, jalan desa/rural road, jalan beraspal/paved road, morfologi bergelombang/undulation, bergelombang

lemah/weak undulation, bergelombang sedang/moderate undulation, bergelombang kuat/strong undulation, berbukit/hilly, desa/village, barat/west, kecamatan/district, utara/north,

kabupaten/regency, selatan/south,

propinsi/province,

timur/east,

timurlaut/northeast, jelek/poor,

tenggara/southeast,

baratdaya/southwest, jarang/rare,

baratlaut/northwest, melimpah/abundant.

bagus/good,

sedang/moderate,

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->