Anda di halaman 1dari 3

M. Yusuf Indrawan (A31109279) APLIKASI TEORI PADA REGULASI AKUNTANSI A.

Teori-Teori Dari Peraturan Yang Relevan Untuk Akuntansi Dan Audit 1. Teori Efisiensi Pasar. Teori ini berpendapat bahwa pasar mencapai fungsi nya yang terbaik tanpa campur tangan pemerintah. Meningkatnya pasar international mempengaruhi secara luas dalam arus informasi data dan modal. Bagaimanapun juga pemerintah juga harus turut campur dalam pasar,campur tangan yang paling baik adalah dengan tujuannya adalah untuk mengembangkan dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi. Para pendukung teori ini berpendapat akuntansi sebagai pemintaan informasi akuntansi oleh para pengguna,dan penawaran beberapa informasi dalam bentuk laporan keuangan. 2. Teori Agency. Teori keagenan: teori yang berkosentrasi pada kepercayaan pada satu orang. Principal : seseorang yang mempercayakan sesuatu kpd agen agar tujuan dari principal tersebut tercapai. Hubungan principal dengan agen agar tidak terjadi permasalahan (kesenjangan informasi): (1) Kontrak perjanjian antara principal dengan agen (2) Membuat laporan keuangan. 3. Teori Regulasi/Peraturan. Perekonomian terpusat adalah alasan dalam melindungi kepentingan umum. Dalam teori ini legislatif membuat aturan untuk melindungi pengguna lap.keu dengan meningkatkan kinerja ekonomi. a) Teori pembuatan peraturan Asumsi I teori pembuatan peraturan : masyarakat mempengaruhi peraturan yang mempengaruhi kemakmuran mereka. Asumsi II : bahwa pemerintah tidak independen dalam proses pembuatan peraturan maka dari itu kelompok berkepentingan melawan kendali pemerintah dari kekuatan koersif pemerintah untuk mencapai distribusi kesejahteraan yang mereka inginkan. Alasan utama pada teori ini berfokus pada fakta bahwa keputusan penetapan peraturan biasanya cenderung mempengaruhi peraturan berbagai industri. b) Teori kepentingan pribadi/individu Teori ini berpendapat bahwa dibutuhkan aturan-aturan / ketentuan-ketntuan dalam akuntansi. Pemerintah dibutuhkan peranannya untuk mengatur ketentuan2 tsb apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menentukan informasi. Ketentuan diperlukan agar semuanya (pemakai dan penyaji) mendapatkan informasi yang

sama dan seimbang. Teroi ini muncul karena kegagalan atau ketidak beresan dari teori keagenan.

B. Bagaimana Teori - Teori Peraturan Diterapkan Pada Praktek Akuntansi Dan Auditing? 1. Penerapan teori kepentingan umum. Teori ini menghiraukan studi penelitian yang mengindikasikan bahwa manajer suatu entitas bisnis memiliki dorongan yang kuat untuk membenarkan anggapan pasar yang salah mengenai aktivitas bisnis mereka. 2. Penerapan teori pembuatan peraturan. Dalam hal ini pada daasrnya profesi akuntansi membutuhkan pengesahan standard akutansi yang bisa dicapai hanya dengan standard yang dimilikinya mempunyai kekuatan hukum yang didukung oleh legislative. 3. Penerapan Teori Kepentingan Individu. Batasan pada teori peraturan ini adalah tidak terdapat hubungan mutual secara ekslusif, suatu kejadian yang diterangkan dengan satu teori mungkin bisa diterangkan sama baiknya menggunakan teori yang lain. 4. Penyusunan Standard sebagai Proses Politik. Penyusunan standard dipandang sebagai proses politik karena berpotensi secara signifikan menjadi sangat mempengaruhi dari berbagai kelompok berkepentingan. Oleh karena itu berbagai kelompok kepentingan berusahan mempengaruhi pengenalan peraturan. Atau secara singkatnya beda kelompok maka akan beda mempengaruhi peraturan akuntansi.

C. Kerangka Peraturan Untuk Pelaporan Keuangan Ada banyak pihak yang berperan aktif dalam laporan keuangan, mereka adalah pembuat laporan keuangan dan auditor eksternal serta pembuat peraturan seperti pemerintah dan departemennya. Kegiatan dari berbagai pihak akan terpengaruh oleh dimana laporan keuangan dibuat; yaitu hukum, politik social dan ekonomi. Di berbagai negara, terdapat banyak perbedaan mengenai kerangka peraturan akuntansi keuangan, tetapi ada beberapa unsur yang sama; yaitu 1. Persyaratan Wajib. Persyaratan wajib berperan sebagai insentif untuk menghasilkan laporan keuangan untuk diaudit. Di berbagai negara, peraturan perusahaan menyatakan bahwa direktur harus menyediakan akun yang diaudit. 2. Tata Pengelolaan Perusahaan. Tata pengelolaan perusahaan mengacu pada struktur, proses dan lembaga-lembaga dalam dan di sekitar organisasi yang mengalokasikan kekuasaan dan kontrol sumber daya di antara mereka. 3. Auditor dan Pengawasan. Auditor berperan penting dalam menjamin kualitas informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan. Auditor adalah

orang dengan kualifikasi tertentu, pengalaman dan ijin untuk berpraktek. Pengawasan diperlukan agar kinerja auditor dapat dipertanggungjawabkan dengan badan hukum daripada mengijinkan peraturan diri oleh auditor sendiri. 4. Badan Pelaksana Independen. Badan pelaksana independen adalah bagian dari keseluruhan system untuk pelaksanaan persyaratan pelaporan keuangan. Badan pelaksana independen berperan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur pembuatan laporan keuamgan, sebagaimana yang terkandung dalam hokum dan standar akuntansi

D. Struktur Kelembagaan Untuk Menetapkan Standar Akuntansi Dan Audit 1. Program konvergensi IASB dan FASB Program konvergensi membutuhkan IASB dan FASB untuk mengidentifikasi perbedaan diantara standar mereka masing-masing untuk mereview solusi yang ada dan mengambil penanganan yang lebih baik. Konvergensi merupakan proses yang rumit, karena terdapat perbedaan yang muncul karena perbedaan pokok dari 2 standar. 2. Standar Akuntansi Untuk Sektor Publik IASB menetapkan standar untuk sektor swasta, perbedaan standar dapat berlaku untuk sector publik. Sektor publik memiliki entitas yang berbeda dengan sektor swasta, karena sektor public memiliki tujuan yang berbeda dan stakeholder yang berbeda dibandingkan dengan sektor swasta. 3. Standar Auditing Internasional Standar auditing internasional atau yang biasa disebut ISA(International Stamdards on Auditing) dikembangkan oleh IAASB(International Auditing and Assurance Standards Board). IAASB bekerja dengan bantuan dari IFAC. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan dari standar akuntansi dan standar auditing dan keefektifanya dalam pelaksannaya adalah salah satu factor dari kesuksesan pengembangan keuangan diseluruh dunia. Kualitas dari auditing, pelaksanaan auditing yang baik, kualitas audit berdasarkan standar akuntansi dan tingginya kualitas standar auditing dan akuntansi ada pada tata kelola perusahaan di negara dengan perlindungan investor yang kuat.