Anda di halaman 1dari 1

Penyuluhan Teknologi Biogas dari Kotoran Sapi Sebagai Solusi Kelangkaan Minyak Tanah dan LPG di Pulau Sapudi

Setyo Gunawan, Ph.D; Syafiudin; Ahmad Mas Udi; Kurniadi Muttaqin Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Kebijakan pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke LPG (Liquefied Petroleum Gas) mengalami berbagai hambatan terutama distribusi ke daerah pedalaman seperti Pulau Sapudi. Akibatnya, Harga LPG menjadi sangat mahal, mencapai 18.000,- untuk kapasitas 3 kg dan 85.000,- untuk kapsaitas gas LPG 12 kg. Pulau Sapudi di wilayah Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur merupakan kawasan sapi terpadat di dunia. Sekretaris Dinas Peternakan Jatim, Ir Heni Muhardini MSi, di Surabaya, Jumat (11/6/2010) mengatakan, di pulau seluas sekitar 35 kilometer yang terletak di sebelah timur Pulau Madura itu, setiap kilometernya rata-rata terdapat 175 ekor sapi. Biogas merupakan salah satu teknologi sederhana dan sangat cocok untuk daerah pedesaan. Oleh karena itu, biogas dari kotoran sapi merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan. Tujuan dari program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat ini adalah: (1) memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi Peternakan Sapi yang ada di Sapudi sebagai sebuah solusi Kelangkaan Minyak Tanah dan LPG di Pulau Sapudi, (2) memberikan pelatihan bagaimana cara memaksimalkan Potensi Peternakan Sapi tersebut, (3) memberikan metode untuk menerapkan Teknologi Biogas di Desa Prambanan Kecamatan Gayam Pulau Sapudi untuk mewujudkan Pulau Sapudi mandiri energi sebagai final jangka panjang. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat di Pulau Sapudi khususnya Desa Prambanan Kecamatan Gayam. Adapun metode yang dipakai dalam pelaksanaan kegiatan ini secara sistematis adalah pewacanaan isu biogas, penyuluhan dan pelatihan berupa pemaparan materi dan pemutaran video serta visualisasi dengan mini biogas, pembangunan pionir teknologi biogas, pendampingan, dan kontrol serta evaluasi. Materi penyuluhan mencakup pembangunan instalasi hingga perawatan teknologi biogas. Keberhasilan program ini diukur dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap biogas melalui postest dan pretest, banyaknya masyarkat yang mengaplikasikan teknologi biogas. Kata Kunci : kelangkaan LPG dan minyak tanah, penyuluhan, teknologi biogas, Pulau Sapudi.