Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu sistem

yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masingmasing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Pengertian Etika ( Et i mo lo g i) , berasal dari bahasa Yunani adalah Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan ( c u s t o m) . Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu Mos dan dalam bentuk jamaknya Mores, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata moral yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata etika, maka secara etimologis, kata etika sama dengan kata moral karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata moral sama dengan kata etika, maka rumusan arti kata moral adalah nilai-nilai dan normanorma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu etika dari bahasa Yunani dan moral dari bahasa Latin. Kesimpulannya merujuk kepada standar personal tentang benar dan salah. Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia dan suatu

keyakinan seseorang tentang perhargaan sikap.

terhadap suatu standar / pegangan yang mengarah pada

Dalam keperawatan terdapat nilai etik moral untuk menjalankan profesinya, ada 5 teori etik, yaitu 1. 2. 3. 4. 5. Utilitarianisme Kantianism atau Ontologi Characteristic Ethics Communitanism Liberal Individualis

BAB II ISI Teori Etik Keperawatan A. Utilitarianisme Utilitarianisme adalah sebuah teori yang diusulkan oleh David Hume untuk menjawab moralitas yang saat itu mulai diterpa badai keraguan yang besar, tetapi pada saat yang sama masih tetap sangat terpaku pada aturan2 ketat moralitas yang tidak mencerminkan perubahan2 radikal di zamannya. Utilitarianisme secara utuh dirumuskan oleh Jeremy Bentham dan dikembangkan secara lebih luas oleh James Mill dan John Stuart Mill. Utilitarianisme terkadang disebut dengan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satusatunya kejahatan intrinsik. Bagi Bentham, moralitas bukanlah persoalan menyenangkan Tuhan atau masalah kesetiaan pada aturan-aturan abstrak, melainkan tidak lain adalah upaya untuk mewujudkan sebanyak mungkin kebahagiaan di dunia ini. Oleh karena itu, Bentham memperkenalkan prinsip moral tertinggi yang disebutnya dengan Asas Kegunaan atau Manfaat (the principle of utility). Para utilitarian menyusun argumennya dalam tiga langkah berikut berkaitan dengan pembenaran euthanasia (mercy killing): (1). Perbuatan yang benar secara moral ialah yang paling banyak memberikan jumlah kenikmatan dan kebahagiaan pada manusia. (2). Setidaknya dalam beberapa kesempatan, perbuatan yang paling banyak memberikan jumlah kenikmatan dan kebahagiaan pada manusia bisa dicapai melalui euthanasia. (3). Oleh karena itu, setidaknya dalam beberapa kesempatan, euthanasia dapat dibenarkan secara moral. Sekalipun mungkin argumen di atas tampak bertentangan dengan agama, Bentham mengesankan bahwa agama akan mendukung, bukan menolak, sudut-pandang utilitarian bilamana para pemeluknya benar-benar memegang pandangan mereka tentang Tuhan yang penuh kasih sayang. 3

Pada sisi lain, para utilitarian menolak eksperimen2 saintifik tertentu yang melibatkan binatang, lantaran kebahagiaan atau kenikmatan harus dipelihara terkait dengan semua makhluk yang bisa merasakannyaterlepas apakah ia mukhluk berakal atau tidak. Lagi2, buat mereka, melakukan hal yang menambah penderitaan adalah tindakan imoral. Jadi, utilitarianism adalah kebenaran/kesalahan diri, tindakan tergantung dari konsekuensi tindakan tersebut, baik dan buruknya suatu tindakan dilihat dari hasil yang telah dicapai, suatu teori yang menghasilkan asas yang bermanfaat juga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Hubungannya dengan keperawatan adalah apabila kirta melayani klien dengan baik, hasilnyapun akan baik untuk klien tersebut. B. Kantianism atau Ontologi Kantianism adalah moral berasal dari nalar bukan hati nurani atau penolakan terhadap hati nurani dan menurut Imanuel kant adalah moralitas mirip sesuatu yang murni berdasarkan nalar. Hubungannya dengan keperawatan adalah merawat klien harus dengan nalar bukan hanya dengan hati nurani saja.

C.

Characteristic Ethics Berfokus terhadap seseorang yang melakukan tindakan dan penentuan pilihan atau virtue

adalah dengan nilai-nilai moral seseorang / moral/ hati nurani. Contoh : Fidelity: ketaatan. Seorang perawat taat pada aturan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kebutuhan pasien. Veracity: kejujuran. Seorang perawat harus selalu jujur dalam pekerjaannya dan dalam memberikan pelayanan pada pasien. Integrity: ketulusan hati. Seorang perawat harus mempunyai jiwa yang tulus dalam membimbing dan merawat pasien, agar pasien merasa nyaman dan cepat sembuh. Compassion: keharuan atau perasaan haru.

Seorang perawat harus mengerti seberapa haru perasaan yang pasien rasakan, perawat harus lebih sensitive untuk mengetahui kondisi pasien. Discernment: ketajaman. Seorang perawat harus tajam dalam memperhatikan pasien, maksudnya adalah seorang perawat harus selalu waspada terhadap naik turunnya kondisi pasien. Trustworthiness: sifat dapat atau layak dipercaya. Seorang perawat harus bisa dipercaya dan menjaga kerahasiaan privasi pasien. Respecfullness: rasa hormat yang penuh atau menghargai. Seorang perawat harus mempunyai rasa menghargai pasien, dalam keadaan kondisi apapun.

Hubungannya dengan keperawatan adalah perawat harus memiliki sifat-sifat yang ada di contoh diatas. D. Communitanism Communitanism adalah nilai-nilai komunitas termasuk diantaranya pertimbangan terhadap kebaikan umum, tujuan-tujuan sosial dan tradisi. Sulit untuk mencapai consensus bagi masyarakat dalam komunitas yang kompleks. Contoh : suntik mati diperbolehkan di daerah barat namuntidak untuk daerah timur. Hubungannya dengan keperawatan adalah tidak semua wilayah atau komunitas memilii system keperawatan yang sama. Contohnya seperti hal diatas.

E.

Liberal Individualis Liberal individualism adalah penghargaan terhadap hak-hak manusia untuk memiliki hidup

merdeka dan berekspresi. Seseorang memiliki area privasi dimana ia merupakan tuan bagi takdir dirinya sendiri atau dapat disebut juga paham yang bersifat mutlak / relative. penekanan terhadap hak-hak individu akan menciptakan atmosfer penentangan. Contoh : seorang pasien yang mempunyai penyakit kanker lanjuti dengan penyakitnya. Hubungannya dengan keperawatan adalah klien memiliki hak untuk mengambil keputusan untuk menindaklanjuti atau tidak penyakit yang dideritanya. dan dia berhak untuk tidak mau ditindak Terdapat

BAB III KESIMPULAN

Teori yang cocok untuk asuhan keperawatan adalah teori character ethics sedangkan untuk teori yang lainnya yakni tergantung dengan konflik-konflik dan aspek-aspek lainnya.

PENUTUP Demikian makalah fundamental in nursing kelompok 11 A 2010 ini kami buat. Kami berharap makalah ini dapat berguna bagi kita, untuk sekarang maupun yang akan datang. Terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. Akhir kata, mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah kesempurnaan hanya milik Allah SWT dan kekurangan hanya berasal dari kami. ini. Karena

LAMPIRAN

Ultilitarianism Pertanyaan : 1. bagaimana kalo pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan eutnashia, tapi ada pihak yang tau dan merasa tindakan itu salah, lalu ia menuntut, bagai mana pertanggung jawaban pihak rumah sakit? 2. menurut teori ini, perbuatan yang benar secara moral ialah yang paling banyak memberikan jumlah kenikmatan dan kebahagiaan pada manusia. Tapi bagaimana kalo sebuah tindakan antara kerugian dan manfaatnya sama? 3. ultilitarianism menuntutmenurut teori yang pertama tindakan yang diambil adalah untuk kebaikan pasien terus bagaimana dengan halnya suntik mati ? jawab : 1. Tetap saja pihak luar tidak berpengaruh, karena sudah ada pernyataan (hitam di atas putih). 2. Harus di lihat dari sisi lain. Karena tidak mungkin sesuatu keadaan itu memiliki manfaat dan kerugian yang sama. 3. suntik mati diperbolehkan karena itu untuk kebaiakn pasien itu sendiri. Tetapi tetap saja sebelumnya pihak rumah sakit harus meminta persetujuan kepada pasien atau keluarga.

Kantianism Pernyataan : 1. melanggar janji seorang perawat apa tidak (kantianism)?

Jawab : 1. tergantung si perawat itu menganut apa, jika yang yang dianut itu kantianism ya sah-sah saja.

Characteristic ethnis Pertanyaan: 1. jelaskan tentang ketaatan dan ketajaman yang ada dalam sifat pemahaman tersebut dan berikan contohnya. Jawab : Fidelity: ketaatan.

Seorang perawat taat pada aturan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kebutuhan pasien. Contohnya : pemberian obat secar teratur sesuai jadwal. Discernment: ketajaman. Seorang perawat harus tajam dalam memperhatikan pasien, maksudnya adalah seorang perawat harus selalu waspada terhadap naik turunnya kondisi pasien. Contohnya : kepekaan perawat terhadap pasien.

Communitanism Pertanyaan : 1. Kita adalah orang timur sementara kita berkerja di negara barat dan memperbolehkan adanya euthanasia killing. Bagaimana sikap kita sebagai perawat sementara negara-negara bagian timur tidak memperbolahkan hal tersebut? Jawab : 1. - Kita berusaha seprofesional mungkin untuk melakuakan tindakan yang terabik bagi pasien. - Dan bisa juga memberikan saran kepada pasien untuk tidak melakukan tindakan tersebut.

Liberal individualis Pertanyaan : 1. Menurut teori liberal individual, pasien memiliki hak dalam mengambil keputusan untuk ditindak lanjuti atas penyakitnya. Lalu apakah keputusan selanjutnya benar-benar menuruti keinginan pasien atau bagaimana? Jawab : tetap semua keputusan ada di pasien, perawat hanya bisa sebagai pemberi informasi.