Anda di halaman 1dari 16

PRESSURE GAUGE DENGAN KATUP SEBAGAI PARAMETER KONDISI INTERCOOLER

2012

Oleh: Rhino Fieldianto (8610237Z) PLTD Trisakti, Banjarmasin

Intercooler

Kondisi saat Intercooler Kotor


Surging

Beda Tekanan pada Filter

Semakin kotor filter

Semakin besar beda tekana

IN

OUT

Penggunaan Pressure Gauge

Semakin kotor intercooler,


Semakin besar beda tekanan

IN

OUT

Kekurangan Penggunaan Gauge

Saat terjadi surging, pressure gauge di posisi sebelum intercooler akan rusak

Penggunaan Pipa U

Semakin kotor intercooler,


Semakin besar beda tekanan

Kekurangan Penggunaan Pipa U


Saat terjadi surging, cairan pengisi pipa U habis terhisap ke dalam mesin Pengisian air relatif sulit dilakukan berulangulang Apabila pipa sudah kotor, besarnya beda tekanan menjadi sulit terbaca

Spesifikasi Ideal Intercooler

Penurunan tekanan maksimal pada intercooler sebesar 60 mmH2O (pada 428 rpm tanpa pembebanan) Konsumsi udara sebesar 85900 kg/h Debit air pendingin sebesar 140 m3/h

dengan Katup Penggunaan Pressure Gauge

Semakin kotor intercooler,


Semakin besar beda tekanan

IN

OUT

Alasan Penggunaan Gauge berkatup

Besar beda tekanan yang diukur adalah hanya pada saat mesin berputar 428 rpm tanpa beban Melindungi pressure gauge dari kerusakan akibat tekanan berlebih saat terjadi surging Kemudahan dalam pembacaan nilai tekanan

Lokasi Pemasangan Pressure Gauge

Contoh Hasil Pencatatan p


Beban (MW) 0 (428 rpm) normal 40-60 23-07-2010 150 12-2010 1000 05-2010 15-06-2010 -

1
2 3 4 5 6 7 8 9

160
180 200 230 280 310 360 410 -

190
340 -

250 340

1000 mmH2O = 0.098 bar = 1.42

Kesimpulan

Dengan menggunakan alat ukur beda tekanan, kondisi intercooler dapat diamati Pengamatan kondisi tersebut penting untuk perencanaan pemeliharaan

TERIMA KASIH