P. 1
003 - Penyajian Data

003 - Penyajian Data

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Aulia Fadhli Sani Lubis

More info:

Published by: Aulia Fadhli Sani Lubis on Feb 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2014

pdf

text

original

OLEH : NAZARUDDIN

Standard . Contoh : Nomor punggung pemain sepakbola tdk menunjukkan yg satu lebih dari yg lain Ordinal : membedakan kelompok yg satu dengan yg lainnya beserta urutannya. II. I. Contoh : Sem.1. III. dst Kwalitas produk : .Normal Ordenya .Scrap . Interval dan Rasio Nominal : data yg bersifat hanya untuk membedakan antara yg satu dengan yg lainnya. Nominal dan Ordinal II.Premium . Jenis Data Dilihat dari segi alat ukur data bersifat : I.

mis: data temp.Data Interval : data yg mempunyai range tertentu dan titik nolnya jelas. mis: data pendapatan masyarakat ada yg bersifat kontinu dan diskrit kontinu : umur manusia diskrit : jumlah barang yg diproduksi per satuan waktu Data Rasio: hampir sama dengan data interval hanya saja ttk nolnya tdk jelas dengan perkataan lain berdasarkan atas suatu konvensi. 0o C = air membeku ≠ 0o F Pada kelompok I : tdk berlaku operasi matematis Pada kelompok II : berlaku hukum/operasi matematis .

mudah dipahami  di interprestasikan  disimpulkan  mengambil keputusan .2. dll Preferensi 1 2 3 4 5 Jumlah = Frekwensi 16 15 20 20 15 Untuk data yg bersifat interval dan rasio maka penyajian data dikelompokkan menurut aturan-aturan tertentu (dlm suatu interval) Penyajian data: .untuk membuat gambaran dgn distribusi Frekwensi . pernyataan. Penyajian Data •Dalam bentuk Tabel Distribusi Frekwensi  Tabulasi Preferensinya jelas Preferensi dapat dinyatakan dlm bentuk angka.

6 46.4 37.1 25.9 23.1 21.3 35.3 21.9 13.6 27.3 46.3 37.9 12.6 13.7 15.1 20.6 26.3 27.5 19.7 37.1 20.1 33.3 37.8 44.8 25.2 28.3 26.6 33.8 43.3 18.Untuk data yg bersifat interval atau rasio harus ada interval classnya yg disebut distribusi frekwensi.1 29.2 15.9 26.6 33.3 36.5 33.1 .8 22.7 14.0 16.0 9.8 27.7 22.4 26.3 27.1 37.1 24.5 11.6 28.1 33.2 27.3 26.1 28.3 36.6 21.3 37.3 33.3 31.8 19.5 36.0 13.3 17.1 22. dengan aturan-aturan sbb: Contoh : Ingin diketahui potensi pasar produk X.7 24.6 83.5 21.8 14.4 58.9 26.9 42.3 26.8 29.2 22.4 23.1 5.3 32.3 10.1 41.0 46.6 26.1 9.1 7.2 26.4 39.1 24.8 4.9 47.8 27.0 17.6 39.0 11. untuk itu dilakukan penelitian terhadap 92 daerah pemasaran dan hasilnya sebagai berikut : 39.3 36.1 23.

Untuk membuat distribusi frekwensinya: 1) Tentukan data min dan max dmin = 4. Untuk membantu: tentukan lebar kelasnya.6 2) Tentukan Range-nya R = dmax – dmin = 83.  Pilih lebar yg wajar dan mudah dan tinjaudigit dari data sehingga jelas pengklasannya  jangan sampai ada data yg double interval dan semua data harus masuk ke interval kelas.8 = 78. .6 – 4.8 dmax = 83.8 3) Menentukan banyaknya kelas Dalam penentuan ini tdk ada rumus yg pasti Pada hakekatnya jumlah interval kelas ( 4 – 20) kelas.

Frekwensinya menjadi : .9 20 – 29. 0.9.9 10 – 19.9 60 – 69. 1  sebaiknya class interval diperbaiki shg distr.Tabel 1. Tabulasi Data Class 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Class Interval 0 .9 80 – 89.9 50 – 59. 0.9 Jumlah //// //// //// //// //// / Frekwensi = 5 //// //// // = 17 //// //// //// //// //// //// /// = 38 //// //// //// // = 22 /// = 8 = 1 = 0 = 0 = 1 = 92 / Karena ada frekwensi yg 1.9 30 – 39.9 70 – 79.9 40 – 49.

9.9 30 – 39.9 10 – 19.9 40 – 49.Tabel 2. Distribusi Frekwensi (Revisi) Class 1 2 3 4 5 6 Class Interval 0 .9 ≥ 50 Jumlah Frekwensi 5 17 38 22 8 2 92 Me BKB = Batas kelas bawah BKA = Batas kelas atas .9 20 – 29.

sehingga di treatment sama Distribusi Frekwensi Relatif Class 1 2 3 4 5 6 Class Interval 0 .9.9 10 – 19.Tidak ada perbedaan antara nilai data yg berada dalam satu kelas.9 ≥ 50 Frekwensi Relatif 5/92 17/92 38/92 22/92 8/92 2/92 Dalam persen  lebih mudah menginterprestasikan dlm persen .Arti lebar kelas : 1.9 30 – 39.9) maka data yg mempunyai nilai 0 sampai 9.9.9 dianggap sama 3.9 40 – 49.Data yg berada pada interval tsb memberi arti yg sama walaupun angkanya berbeda 2. (0 .9 20 – 29.Mis.

95 29. Kum ≤ 5/92 22/92 60/92 82/92 90/92 92/92 Catatan : skala terkecil 0.95 29.95 19.05 9. Kum ≥ 92/92 87/92 70/92 32/92 10/92 2/92 Frek.95 39.95 Frek.Distribusi Frekwensi Kumulatif ≤ atau ≥ Harus ditentukan boundry dari kelas (batas kelas) yaitu : BATAS KELAS ATAS : Nilai kelas teratas + ½ skala terkecil BATAS KELAS BAWAH: Nilai kelas bawah – ½ skala terkecil Class 1 2 3 4 5 6 BKB -0.1 lebar kelas = 10 .95 19.95 BKA 9.95 39.95 ≥ 49.95 49.

Penyajian Dalam Bentuk Grafik Poligon : st persentasi dari grafik dengan menentukan nilai tengah (class mark) 40 30 25 20 15 10 5 5 5 9.95 2 17 8 22 38 Class Mark = ½ (BKA + BKB) .Umumnya dalam bentuk Histogram Histogram : bentuk penyajian data dari frekwensi biasa dengan menentukan batas tengah dari tiap interval kelas 3.

95 29.OGIVES: bentuk penyajian dari frekwensi kumulatif ≤ ≥ 9.95 49.95 39.95 19.95 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->