P. 1
Pengertian Sastra Anak

Pengertian Sastra Anak

|Views: 57|Likes:
Dipublikasikan oleh Ingeu Widyatari Heriana
Sastra Anak
Sastra Anak

More info:

Published by: Ingeu Widyatari Heriana on Feb 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

Pengertian Sastra Anak Menurut saya, untuk mendefinisikan suatu kompositum dimulai dari mengartikan satu demi satu

kata untuk mendapatkan pengertian secara utuh dan harfiah. Sastra anak terdiri dari dua kata, yaitu sastra dan anak. Dari ilmu yang saya dapat di mata kuliah Pengantar Pengkajian Sastra, secara etimologi sastra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta terdiri dari dua kata, yaitu sas berarti mengarahkan, mengajarkan, dan memberi petunjuk dan tra berarti alat, sarana, atau media. Dari pernyataan tersebut saya mengambil simpulan bahwa pengertian sastra adalah alat untuk mengajarkan, buku petunjuk atau pengajaran mengenai nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, dan pendidikan. Arti anak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat adalah (n) 1 keturunan yg kedua; 2 manusia yg masih kecil; 3 binatang yg masih kecil; 4 pohon kecil yg tumbuh pd umbi atau rumpun tumbuh-tumbuhan yg besar; 5 orang yg berasal dr atau dilahirkan di (suatu negeri, daerah, dsb); 6 orang yg termasuk dl suatu golongan pekerjaan (keluarga dsb); 7 bagian yg kecil (pd suatu benda); 8 yg lebih kecil dp yg lain. Saya menyimpulkan pengertian anak adalah bukan manusia dewasa. Simpulan tersebut juga dikemukakan dalam UU Kesejahteraan, Perlindungan, dan Pengadilan anak, yakni Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan; UU RI No. 4 tahun 1979 anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. Batas 21 tahun ditentukan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial, kematangan pribadi, dan kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut; Dharma Wanita, No. 92, 1993 anak adalah bukan orang dewasa dalam bentuk kecil, melainkan manusia yang oleh karena kondisinya belum mencapai taraf pertumbuhan dan perkembangan yang matang, maka segala sesuatunya berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Jadi, sastra anak adalah alat untuk mengajarkan, media petunjuk atau pengajaran yang menempatkan sudut pandang anak mengenai nilai-nilai kebenaran, keindahah, kebahagiaan. kejujuran, keadilan, dan pendidikan. Dari pernyataan tersebut dapat diambil contoh dongeng, fabel, lagu, puisi, legenda, cergam dan sebagainya yang pasti menyimpan nilai moral yang bisa dipahami lantas diterapkan anak dalam kehidupan yang sama-sekali cerminan tingkah laku manusia. Terlepas dari ukuran, profesi, atau pun usia sang pengarang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->