Anda di halaman 1dari 10

I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Mixer merupakan salah satu alat terpenting dalam rangkaian produksi pakan karena berfungsi sebagai alat pencampur bahan pakan agar merata (homogen). Pencampuran bahan pakan perlu diperhatikan faktor-faktor yang menentukan kerataan pencampuran antara lain adalah ukuran butiran dan berat dari masingmasing bahan pakan yang akan dicampur disamping sistem kerja alat dalam mencampur. mixer dibedakan menjadi 2 (dua) tipe yaitu tipe vertikal dan horizontal dimana perbedaan didasarkan pada arah gerakan pencampuran atau peletakan agitator di dalam mixer. Mixer horizontal besar dengan kapasitas produksi diatas 500 kg/mix biasa digunakan untuk pembuatan complete feed. Mixer ini juga dapat digunakan untuk mencampur bahan pakan dengan bahan cairan (misalnya tetes) yang tidak dapat dilakukan oleh mixer tipe vertikal.

1.2. Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan dalam pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui cara kerja mixer horizontal dalam menghomogenkan pakan secara merata dan mengetahui waktu yang tepat homogeny selesai.

1.3. Identifikasi Masalah 1. Berapa lama waktu yang digunakan agar pakan homogen 2. Berapa kapasitas yang efisien untuk memasukan pakan ke dalam mixer horizontal.

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Mixing Proses pencampuran berbagai bahan pakan yang belum digrinding (mixerI) maupun bahan yang telah digrinding (mixer II) menjadi satu bahan yanghomogen. Jenis mixer yang digunakan berupa mixer horizontal dan vertikal.Proses mixing ini bertujuan untuk menghomogenkan bahan yang akandiproses selanjutnya.

Homogenitas menjadi penting karena sebagai salah satupenentu tingkat kelancaran proses dan keseragaman produk. Mixer horizontal merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mencampur bahan atau raw material dlaam hal ini kita membahas feed mill yaitu pabrik pakan sehingga material yang divampur adalah bahan pakan. Mixer horizontal memiliki kemampuan mancampur bahan pakan lebih baik dibandingkan mixer vertikal karena mixer horizontal dapat menghasilkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi. Proses pencampuran antara konsentrat dengan jagung, dedak dan bahan tambahan lain terjadi di mixer. Dari mixer inilah ada jaminan bahwa semua bahan tercampur merata, sehingga kandungan obat dan nutrient dalam setiap sudut sama. Ini perlu diketahui oleh para peternak agar performa yang dihasilkan tetap optimal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses ini :

Jenis Mixer Semua jenis mixer dirancang untuk mencampur supaya bahan menjadi

homogen,

tetapi

setiap

jenis

mixer

berbeda-beda

tingkat

kemampuan

mencampurnya jika di hubungkan dengan kapasitas dan kecepatan (mixing time). Mixer ribon atau padle mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing, begitu juga antara mixer horizontal dan vertikal. Oleh karenanya pemilihan mixer sesuai dengan penggunaanya harus diperhatikan. Berat Jenis Bahan Beberapa bahan mempunyai density tinggi seperti tepung batu, DCP, namun beberapa lainya mempunyai density rendah seperti polard. Bahan baku yang mempunyai berat jenis tinngi akan cenderung bergerak kebawah sehingga waktu mixer yang dibutukan juga lebih tinggi jika dibandingkan pakan yang tidak banyak mengandung bahan yang densitynya tinggi. Walaupun tidak selalu pakan yang menggunakan bahan dengan density tinggi menghasilkan pakan dengan density tinggi. Kelebihan atau Kekurangan Kelebihan atau kekurangan volume bahan dalam mixer juga tidak baik, standart umum digunakan adalah 2/3 dari volume mixer. Contoh Volume Mixer 5 ton hanya bisa digunakan untuk 3.5-4 ton saja. Ini juga tergantung dari desity bahan yang digunakan seperti tersebut diatas, karena bahan yang densitynya rendah sangat memakan tempat. Oleh karena itu perlu di ingat ukuran mixer bukanlah

tonase tetapi M3 supaya ada keleluasaan seberapa banyak orang akan mengisi mixernya agar tetap homogen. Waktu Mixer

Waktu yang dibutuhkan oleh mixer agar semua bahan dapat homogen disebut dengan Mixing Time. Walaupun kapasitas mixer sama tetapi tidak semua produk mendapat perlakuan yang sama dalam hal mixing time agar produk bisa homogen. Penentuan waktu mixing dipengaruhi oleh ke-4 hal tersebut diatas dan terutama hasil tes homogenitas mixer itu sendiri. 2.2. Homogenitas Homogenitas ini menjadi salah satu tolak ukur apakah pakan yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan kualitas dan keamananya bagi ternak. Walaupun secara formulasi telah memenuhi standar, namun jika proses mixer kurang baik dalam artian homogenitasnya maka performance ternak secara keseluruhan tidak akan bagus. Bahkan bisa membahayakan kesehatan ternak itu sendiri karena ketidak homogenan obat didalamnya. Oleh karena itu perlu adanya teknik untuk mengetahui apakah hasil mixer sudah homogen atau belum. Teknik ini sangat diperlukan baik oleh feed mill atau farm-farm yang biasa mencampur pakan sendiri.

III Alat, Bahan dan Prosedur Kerja 3.1 Alat 3.2 Bahan Bahan pakan sapi potong (50 Kg) - Dedak 20% - Ampas Kecap 10% - Urea 0,5% - Mineral 0,5% - Kapur 2% - Tetes 10% - Pollard 25% - Bungkil Kelapa 20% - Bungkuil Kedelai 6% - Jagung 10% 10 Kg 5 Kg 0,25 Kg 0,25 Kg 1 Kg 6 Kg 12,5 Kg 10 Kg 3 Kg 5 Kg

Alat timbang Mixer Horisontal Baki Karung

- Protein 15,5% dan Tdn 70%

3.3 Prosedur Kerja Timbang bahan pakan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan, hingga mencapai berat 50 kg Nyalakan mesin mixer horisontal Campurkan bahan yang kental (molases) dengan bahan pakan yang masanya lebih banyak (dedak, jagung, polard) Masukan semua bahan pakan ke dalam mixer Tunggu selama 10 menit Matikan mesin mixer Tunggu beberapa saat, hingga ransum yang sudah jadi tidak terapung. Keluarkan bahan pakan lalu masukan ke dalam karung

IV PEMBAHASAN

Mesin mixer horizontal ini memiliki kapasitas 200 kg yang digunakan dalam praktikum kali ini. Daya listrik yang digunakan mixer horizontal kurang lebih 3000 watt. Homogenisasi sangat dipentingkan dalam mixer ini. Pakan yang dimasukan sangat bergantung untuk homogenisasi. Mesin mixer ini memiliki pisau pengaduk 2 buah yang berbentuk lingkaran. Memiliki fungsi sebagai pengaduk atau sendok dalam adukan mixer tersebut. Penggunaan mixer dalam memasukan pakan bisa dilakukan dengan memasukan satu persatu atau dimasukan semuanya dengan tujuan efisiensi. Setelah pakan masuk kedalam mixer horizontal, pakan tersebut homogen dengan waktu 10 menit, lebih efisien dibandingkan dengan pengolahan biasa. Homogenitas ini menjadi salah satu tolak ukur apakah pakan yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan kualitas dan keamananya bagi ternak.

V KESIMPULAN

Teknologi pakan sangat berkembang sampai saat ini, terbukti dengan adanya 2 mesin pakan mixer horizontal dan vertikal. Mesin horizontal memiliki tingkat efisien yang tinggi karena dapat memiliki daya tampung lebih. Waktu yang di tempuh agar homogeny yaitu 10 menit. Kapasitas mixer yaitu 200 Kg. Semakin banyak pakan yang dimasukan akan mempengaruhi lamanya homogenisasi. Mixer horizontal ini memiliki roda pengaduk yang efisien dibandingkan vertikal yang perlu diperlukan tingkat perhitungan homogenisasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/93111771/Laporan-Inpak-Mixing Diakses Oktober 2012 pukul 13.00 http://ilmuternakkita.blogspot.com/2010/04/mixer-horizontal.html Diakses Oktober 2012 13.00