P. 1
Pengkajian Keluarga

Pengkajian Keluarga

|Views: 24|Likes:
Dipublikasikan oleh Venie Zhoe Shantie
pengkajian
pengkajian

More info:

Published by: Venie Zhoe Shantie on Feb 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2014

pdf

text

original

1. Fungsi Keluarga a.

Fungsi Afektif Ibu Satuni mengatakan bahwa dirinya merasa nyaman tinggal di rumahnya tersebut walaupun hanya sendiri ditemani cucunya, yang bernama Firman. Ibu Satuni terkadang menegur cucunya yang menonton bola hingga larut malam karena besoknya harus sekolah. Meskipun cucunya terkadang pulang ke rumah Ibu Wahyuni, anak dari Ibu Satuni. Ibu Satuni tidak pernah merasa kesepian karena anakanaknya setiap hari menjenguknya dan terkdang membawakan makanan. Ketika Ibu Satuni jatuh sakit, beliau selalu menghubungi Ibu Wahyuni dan Ibu Wahyuni membawa beliau ke mantri terdekat ataupun Puskesmas terdekat. Kedua anak Ibu Satuni juga selalu membantu Ibu Satuni dalam memenuhi kebutuhannya. Mulai dari makan, sandang, dan papan. Jika Ibu Satuni sakit, kedua anaknya selalu menjaga secara bergantian, terkadang cucunya yaitu Firman ikut bergantian menjaga Ibu Satuni. Terakhir Ibu Satuni sakit dan orang pertama yang beliau hubungi adalah tetangganya sendiri yaitu adik dari Ibu Satuni, selanjutnya adiknya segera memberi tahu Ibu Wahyuni yang mana rumah dari Ibu Satuni dan Ibu Wahyuni sangatlah dekat dan masih dalam 1 llingkungan RW. b. Fungsi sosialisasi Ibu Satuni masih aktif dalam kegiatan sosial seperti pengajian yang dilaksanakan 1 kali dalam seminggu, yaitu setiap hari selasa. Ibu Satuni juga pernah mengikuti kegiatan olahraga lansia di lapangan satu RT. Tetapi olahraga tersebut sudah tidak diikuti lagi karena sudah tidak ada penggerak yang menggerakan acara tersebut. Terakhir Ibu Satuni mengikuti olahraga tersebut sudah lebih dari 3 bulan. Selain itu anak dari Ibu Satuni yaitu Ibu Wahyuni juga berperan aktif dalam kegiatan RW setempat. Ibu Wahyuni ditunjuk sebagai kader di daerah tersebut. c. Fungsi Ekonomi (1) Sumber pendapatan : Ibu (2) Cara Manajemen Keuangan : Dipegang Ibu (3) Keluarga belajar hidup hemat : (4) Tabungan dan asuransi : (5) Akses pelayanan ekonomi :d. Fungsi perawatan kesehatan (1) Keyakinan, nilai, perilaku :

Fungsi reproduksi (1) Jumlah anak : 1 perempuan ( th). SATUNI Composmentis GCS: 15 E4 M5V6 Cara Berpakaian Kebersihan Personal Tradisional. 1 laki-laki ( th) (2) Perencanaan anggota anak : (3) Metode perencanaan : 2. Stress dan koping keluarga a. magh. Stressor jangka pendek dan lemah jantung b. riwayat hipertensi Ibu ke anak perempuan e. Mekanisme koping keluarga : sering mengeluh hipertensi. : PEMERIKSAAN FISIK UMUM 1 Penampilan Umum Kesadaran Ny.(2) Konsep pengetahuan sakit : Kurang mengetahui (3) Praktek diet keluarga : jarang konsumsi daging. Mandi 1-2 kali sehari . kebanyakan mengkonsumsi tahu dan tempe (4) Kebiasaan tidur : jam 9 malam s/d jam 3 pagi (5) Latihan dan rekreasi : jalan-jalan setiap pagi >1jam (6) Kebiasaan penggunaan obat : obat hipertensi dan penurun asam lambung (7) Peran keluarga perawatan diri : (8) Praktik lingkungan :(9) Cara pencegahan penyakit : ketika langsung membawa keluarga ke puskesmas (10) Riwayat kesehatan keluarga : riwayat hipertensi bapak dari ibu. Stressor jangka panjang c.

Postur dan Cara Berjalan Bentuk dan Ukuran Tubuh Tanda-tanda vital Tegap. PEMERIKSAAN KULIT Kuning berwarna sawo matang. turgor kulit elastis. kornea tidak ikterik. tajam baik Kuku Bersih. tidak memakai kacamata . gerakan pipi. CRT < 2 detik. PEMERIKSAAN KEPALA Bentuk & Sensori Muka simetris. pupil isokor. tidak ada lesi.8 0C BB= 66 kg TB =158 cm 2 Status Mental dan Cara Berbicara Status Emosi Orientasi Stabil Baik. diameter pupil ± 2 mm. tidak terdapat joundis. reaksi cahaya +/+. sensitivitas terhadap benda tumpul. menggunakan logat bahasa madura. bola mata dapat mengikuti arah gerakan tangan pemerksa. tidak terdapat jari tabuh. ikal. cara berjala normal Tanggal : 1 Desember 2012 TD = 140/80 mmHg RR =20 x/ menit Nadi= 64 x/ menit Suhu: 37. rahang dan alis simetris Rambut Rambut bersih. tidak ada nyeri tekan. konjungytiva tidak anemis. terdapat sedikit uban Mata Normal. dapat mengenal waktu orang dan tempat Proses Berpikir Gaya bicara Gaya bicara lancar. tidak terdapat kelainan.

terdapat bulu hidung. lidah bersih. tidak terdapat benjolan. warna sama dengan kulit. batas paruparu normal Auskultasi : vesikuler. tidak ada nyeri tekan pada masteudeus. Dada ( pernapasan ) Inspeksi : Pergerakan dada simetris saat bernapas. tiroid. uji penciuman baik Telinga Daun telinga simetris kiri dan kanan. tidak terdapat suara tambahan Dada (cardiovaskuler) Inspeksi : tidak terdapat benjolan Palpasi: tidak ada nyeri tekan Auskultasi : tida terdapat bunyi murmur PERUT Inspeksi : perut datar. Dapat bergerak ke kiri dan ke kanan. . tidak terdapat lesi atau cairan. Palpasi : taktil fremitus sama kiri dan kanan. tidak ada polip. mukosa lembab.paru sonor. warna sama dengan kulit. warna sama dengan kulit. bersih. scar. mukosa hdung lembab. tidak pucat Leher Simetris.Hidung Simetris. Mulut Simetris. tidak ada benjolan. Perkusi : paru. lidah dapat di gerakkan ke kanan dan ke kiri. klien dapat mendengar. bersih. tidak bengkak. tidak terdapat pembesaran JVP. tidak terdapat bibir sumbing. tidak terdapat striae.

dan spider nevi Auskultasi : bising usus 10 x/ menit Perkusi : suara timpani Palpasi : perut lentur. kekuatan otot 5 5 5 5 Tidak dikaji . tidak teraba masa. bahu simetris. GENETALIA DAN ANUS EKSTREMITAS Ekstremitas atas dan bawah Dapat mengangkat dan menahan beban. tidak terdapat nyeri tekan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->