Anda di halaman 1dari 3

Novelita Mesah

0810710087 / PD-A 2008

Senin, 20 September 2010 Ruang 3.02

Modul Task Neuro-Oncology

1. Factor risiko yang telah diinvestigasi dalam studi epidemiologi dari tumor otak primer

o

Host factors/Intrinsik: seperti menopause, immuno-suppression, bre

ast cancer & stroke dapat

meningkatkan risiko.

o

Faktor lingkungan/Ekstrinsik: electronik, industri pharmaceutical & manufacturing, radiasi ion. Bahan kimia, virus, dan medan elektromagnetik mungkin juga berperan.

2. Klasifikasi dari tumor CNS primer : Intrinsik Ekstrinsik

Klasifikasi patologis dari

embrional:

Pinealoma, Oligodendroglioma, Lymphoma, Neuroma, Medull

Adenoma, Choroid plexus papilloma, Hemangioma, Dermoid, Epidermoid tumors etc.

Genetic markers

fibrillary acidic protein)

tumors.

International classification

WHO in 1979,

berdasarkan asal jaringan

Astrocytoma, Neuroblastoma, Ganglioneuroma, Meningioma, Craniopharyngioma,

dapat memodifikasi klasifikasinya di masa yang akan datang

untuk glial cells

dan EMA

Epithelial membrane antigen

oblastoma, Ependymoma, Pituitary

Molecular &

contoh: GFAP (glial untuk metastatic

3. Gambaran klinis tumor otak

Symptoms & signs

karena efek sekunder dari peningkatan intra-cranial pressure, local edema dan hydrocephalus.

Positive symptoms: headache, seizures

Negative symptoms: loss of function (weakness, loss of vision, sensory loss)

Gejala mulai tersembunyi, progressing berminggu-minggu, bulan, dan terkadang beberapa tahun bergantung lokasi dan tipe.

Pada tumor otak umumnya terdapat 1 dari 3 sindrom berikut

subakut; (2) seizure; atau (3) nonfocal neurologic disorder seperti headache,

personality, atau gait disorder. Adanya gejala klinis seperti malaise, weight loss, anorexia, atau demam menunjukkan suatu metastatik daripada suatu tumor otak primer.

disebabkan efek direct tumor dan kompresi struktur yang berdekatan atau

: (1) deficit neurological fokal progresif

dementia, perubahan

o

Deficit neurological fokal progresif

disebabkan kompresi neuron dan white matter tracts oleh

ekspansi tumor dan dikelilingi edema.

 

o

Tumor sering dikaitkan dengan perdarahan meliputi high-grade gliomas dan metastatic melanoma

dan choriocarcinoma.

o

Seizures dapat disebabkan gangguan cortical circuits. Tumor yang menginfasi atau menekan korteks serebral, sekalipun meningiomas kecil , lebih cende rung berhubungan dengan seizures daripada neoplasma subkortikal.

o

Nonfocal neurologic dysfunction umumnya merefleksikan peningkatan intracranial pressure (ICP), hydrocephalus, atau penyebaran tumor difus.

o

Tumors pada beberapa bagian otak dapat menyebabkan behavioral disorders; seperti, frontal lobe tumors dapat menyebabkan personality change, dementia, atau depresi.

o

Headache dapat diakibatkan oleh focal irritation atau displacement dari atau dari peningkatan general ICP.

pain-sensitive structures

o

Peningkatan ICP dapat menyebabkan

papilledem, walaupun tidak selalu tampak pada

infant atau

pasien berumur 55 tahun ke atas.

o

Karnofsky performance scale berguna dalam mengukur dan mengikuti perkembangan pasien tumor otak. Score > 70 mengindikasikan pasien rawat jalan dan mandiri dalam self-care activities.

4. Sindrom klinis yang disebabkan oleh tumor otak berdasarkan lokasinya

Frontal Lobe

Contralateral Weakness ( Hemiparesis)

Personality Changes

Gait Abnormalities, Urinary Incontinence

Expressive Dysphasia (dominant lobe)

Focal Motor Seizures Parietal Lobe

Contralateral Sensory Defects

Contralateral Inferior quadrantanopia

Focal Sensory Seizures

Temporal Lobe

Contralateral superior quadrantanopia

Personality & Memory changes

Receptive Dysphasia (dominant lobe)

Complex Partial Seizures Occipital Lobe

Hemineglect Syndrome (non-dominant

Dysphasias (dominant lobe)

Contralateral Homonymous Hemianopia

lobe)

Visual Seizures

Corpus Callosum

Word Blindness

Apraxias

Hypothalamus & Pituitary

Endocrine Disturbances

Personality Problems

Vegetative Dysfunctions

appetite,

temperature, thirst regulations

Autonomic Disturbances

Bitemporal Hemianopia optic chiasm Cavernous Sinus

Cranial Nerves III to VI

Proptosis

Sebagai tambahan, Supratentorial Tumors In dapat melibatkan Nervus Kranial I dan II

Cerebellum

Gait Ataxia (Truncal Imbalance)

Ipsilateral Extremity Ataxia,

Incoordination, Dysmetria, Dysdiadochokinesis, Intentional Tremors, Rebound & Hypotonia Brain Stem

Cranial Nerves III to XII

Long Tract Signs & Crossed Manifestations

Flapping Tremors (red nucleus)

Vomiting, Hiccough (medulla)

5. Diagnosis banding lesi masa intracranial selain tumor otak Chronic subdural hematomas, abses intracranial, dan giant aneurysms. Hidrosefalus obstruktif dari penyebab nonmalignant dapat menyebabkan suatu kemiripan tanda dengan tumor intracranial. DD lain dipertimbangkan pada bagian pada headeache dan epilepsy.

Vascular Problems

AVM

Infarct dengan edeme Infection

Hematomas

Encephalitis

Trauma

Subdural Hematoma

Contusion

Congenital

Toxoplasmosis

Subarachnoid cysts

Abscess

Porencephaly

Tuberculoma

Obstruksi foramen of Munro

Sarcoidosis

6. Cara mendiagnosis tumor intracranial Laboratory Examination

o

Primary brain tumors tidak memproduksi abnormalita

s serologic seperti

peningkatan

sedimentation rate at au tumor-specific antigens terkait dengan systemi

c cancers. Sebaliknya,

metastasis ke the nervous system, bergantung tipe

d an luasnya primary tumor,

dapat terkait

dengan systemic signs of malignancy.

o

Lumbar puncture dapat mengakibatkan brain herniation pada pasien dengan lesi masa dan harus

dilakukan hanya pada pasien dengan kecurigaan infeksi CNS ataumeningeal metastasis.

o

Temuan cerebrospinal fluid (CSF)

pada paseien dengan primary dan m etastatic nervous system

tumors dapat meliputi peningkatan opening pressure, peningkatan protein level, dan lymphocytic

pleocytosis ringan. CSF jarang mengandung malignant cells, leptomeningeal metastases, primary CNS lymphoma, dan

dengan pengecualian pendting pada

primitive n

euroectodermal tumors,

termasuk medulloblastoma. Neuroimaging

o

Computed tomography (CT) and magnetic resonance imaging (MRI) dapat menunjukkan pengaruh

massa dan peningkatan contrast. o Mass effect merefleksikan volume

jaringan neoplastic seperti surrounding edema. Brain

tumors memproduksi suatu vasoge nic pattern of edema, dalam white matter.

dengan akumulasi peningkatan air

o Contrast enhancement

merefleksikan kerusakan

blood-brain

barrier

dalam tumor,

gliomas tidak menunjukkan contrast

menyebabkan kebocoran

contrast agent. Lowgrade

enhancement.

o

Positron emission tomography (PET)

dan single-photon emission

tomography (SPECT)

memiliki

peran pendukung dalam imagin g brain tumors, secara primer membedakan tumor ulangan dari jaringan necrosis yang dapat terjadi seterleah irradiation.

o

Electroencephalography (EEG) berperan dalam evaluasi pasien dengan seizures.

 

o

Imaging dengan PET, MRI,

atau magnetoencephalography berguna dalam rencana surgical atau

radiosurgical untuk menetapkan relasi anatomis tumor dengan the primary motor or language cortex.

7. Management tumor intracranial

critical brain regions seperti pada

Terapi berbeda bergantung situasi klinis, ukuran tumor, eloqunsi bagian otak yang terkena dengan tumor. Tujuan terapi variatif dari kuratif hingga paliatif.

o Management presurgical

STEROID THERAPY

Load 12 mg. Dexamethasone IV 4mg QID

Secara dramatis mereduksi edema (vasogenic)

Tidak mereduksi tumor growth

Replacement therapy pada sellar/pituitary tumors

o

Terapi surgical (1.) Resective surgery (2.) Palliative surgery

o

Craniotomy, Burr-hole, Craniectomy, Trans-sphenoidal & Trans-oral routes

o

Biopsy, partial or complete tumor resection, internal decompression

o

Radiotheraphy (1.) Primary Radiotheraphy (2.) Palliative Radiotheraphy

o

Mega-voltage Xrays

 

o

Gamma rays dari cobalt

o

Electron beam dari linear accelerator

o

Accelerated particles dari sebuah cyclotron” – neutrons, inti helium

o

Possible dose tertinggi untuk region spesifik dicapai dari:

 

o

Stereotactic irradiation

o

Interstitial implants dari radio-active seeds (brachytherapy)

o

Conformal therapy radio-active beams digunakan untuk mengetahui bentuk tumor

o

Chemotheraphy Umumnya menggunakan agen yang meliputi:

Nitrosureas (BCNU, CCNU etc.)

 

Procarbazine

Vincristine

Methotrexate

Limited Usefulness-prolongs survival pada beberapa tumor

Digunakan sebagai terapi pada

Malignant astrocytoma, Medulloblastoma, Lymphoma, Germ cell

tumors. Masalah: supresi sumsum tulang, akses obat yang buruk, dan resistensi sel tumor terhadap agen.

o

Pendekatan terbaru

 

Cell Targeting

Monoclonal antibodies digunakan pada carrier, targeting drugs ke lokasi tumor Improving access

Merusak BBB dengan mannitol atau ikatan preliminary dengan liposom

mendahului terapi

(chemotherapy, toxin dan antibodi)

Injeksi intra-carotid

Intraoperative placement dari slow release, biodegradable polymers dari BCNU In vitro chemosensitivity testing

8. Komplikasi neurologist umum dari kanker

9. Mekanisme metastasis otak

10. Berapa lama lower intracranial pressure akut menyebabkan tumor intracranial?