Anda di halaman 1dari 3

The Manifesto of Communist

ulisan ini berada dalam konteks Manifesto Komunis yang dibuat Marx & Engels pada tahun 1848 sebagai program Liga Komunis. Pada tahun 2011, selama satu semester, saya banyak belajar mengenai sosialisme dengan mengikuti kelas Teori Sosialisme yang diampu oleh Eric Hiariej, M.Phil. Dan tulisan inilah sedikit hasil belajar di kelas tersebut. Nantinya bisa kita lihat, saya tidak sedang mempelajari komunis yang berhubungan dengan anti-agama atau suatu keyakinan tidak ber-Tuhan. Secara umum, Manifesto Komunis terbagi menjadi tiga bab, yaitu Kaum Borjuis dan Proletar, Kaum Proletar dan Komunis, serta Literatur SosialisKomunis. Pertanyaan-pertanyaan yang ada adalah dalam rangka mencoba memahami inti pemikiran Manifesto tersebut. Q: The history of all hitherto existing society is the history of class struggles. Apa yang Anda pahami dari kalimat itu? A: Dalam kalimat itu, dapat dipahami bahwa masyarakat yang ada di sepanjang sejarah umat manusia memperlihatkan adanya perbedaan. Marx & Engels menunjukkan beberapa perbedaan: antara manusia bebas dan budak, ningrat dan rakyat jelata, atau tuan tanah dan budaknya. Perbedaan yang ada itu kemudian berujung pada sifat yang antagonistik. Antagonistik yang dimaksud adalah bahwa antara satu dan lainnya memiliki hubungan subordinat, di mana sebagai contoh diketahui bahwa seorang serf mesti patuh pada tuannya, bahkan bila itu merupakan suatu penindasan. Marx membuat perbedaan antagonis itu lebih sederhana dengan menyebut antara oppressor and oppressed. Ia kemudian menunjukkan keadaan masyarakat di masa lalu, saat zaman Romawi Kuno dan Zaman Pertengahan, di mana kelas-kelas yang telah disebutkan itu eksis dan membentuk gradasi sub-ordinat. Struktur itu lah yang selalu memunculkan perjuangan kelas. Dengan begitu, dalam keadaan masyarakat di setiap zaman memiliki kesamaan perjuangan, yaitu perjuangan kelas. Pada akhirnya, dalam masyarakat modern, menurut Marx & Engels, secara keseluruhan, terdapat kelas baru yang bisa dibagi menjadi dua kelas besar: Borjuis dan Proletar. Di antara borjuis dan proletar tersebut borjuis merupakan kelas penindas dan proletar merupakan kelas tertindas. Perjuangan kelas dalam masyarakat modern pun terjadi saat kaum proletar menuntut dan bergerak demi penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi yang dikuasai kaum borjuis. Di sini sejarah berlanjut dan berulang. Q: Kelas borjuis bisa dilihat sebagai kekuatan revolusioner yang membawa perubahan signifikan ke seluruh dunia, tapi juga sekaligus kekuatan yang destruktif dan menghancurkan banyak sendi kehidupan. Bagaimana The Manifesto of Communist menguraikan dan menjelaskan kontradiksi ini?

A: Manifesto of The Communist Party menjelaskan elemen utama kekuatan borjuis yang terpenting: kemajuan. Kemajuan-kemajuan borjuis tersebut dimulai secara mendasar sejak penemuan benua Amerika. Yang terjadi kemudian adalah pengelanaan ke daerah lain, suatu ekspansi, membuka pasar di Cina dan Hindia Timur, serta kolonisasi Amerika. Ekspansi-ekspansi tersebut mengakibatkan pertukaran perdagangan yang semakin meluas. Industri modern telah memunculkan pasar dunia. Hasilnya, sesuai tuntutan pasar yang semakin luas, terciptalah era revolusi industri. Revolusi industri tersebut adalah reaksi penting dalam perdagangan dunia. Selama revolusi ini muncul banyak penemuan baru, mesin-mesin baru, jalur-jalur kereta api, yang dimanfaatkan untuk mendukung perdagangan, navigasi, dan komunikasi. Di sini sistem manufaktur mendapat tempat kunci. Dan menurut Marx & Engels, perkembangan tersebut mendorong masyarakat dalam bentuk kelas-kelas seperti pada Zaman Pertengahan, selain perubahan-perubahan luar biasa yang tengah terjadi di dunia. Kemudian, perkembangan borjuis mengarah pada kerjasama dengan negara. Hal itu dilakukan untuk kepentingan borjuis sendiri, untuk terus memperoleh keuntungan yang mapan. Dengan memiliki kekuatan politik yang besar dan kuat, bahkan Marx menyebut borjuis sebagai third estate dalam konteks Prancis, kelas borjuis dapat terus mengamankan industri modern dan pasar dunia. Namun perubahan-perubahan yang terjadi itu dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Borjuis telah melakukan eksploitasi, yang ditutupi dengan ilusi politik dan agama, dan bahkan pantas disebut brutal exploitation. Borjuis telah mengubah apa yang ada di masyarakat, yaitu relasi famili, dengan relasi berdasarkan uang. Tujuan kapitalisme bukan untuk memproduksi barang, tetapi untuk memperoleh uang sebanyakbanyaknya. Borjuis, melalui eksploitasi pasar dunia, juga telah memberikan karakter yang kosmpolit dalam produksi dan konsumsi di setiap negara. Pasar dibuka sebebas-bebasnya. Hal itu menghancurkan industri nasional yang tak kuat. Yang penting bagi kapitalisme borjuis adalah kepentingan egoistik, yaitu kepentingan untuk cari untung sendiri sebagai nilai tertinggi. Dengan pandangan itu, anggota kelas menengah tak dapat bertahan dan akhirnya menjadi bangkrut, dan kemudian masuk kelas buruh. Begitu juga dengan para ahli, the physician, the lawyer, the priest, the poet, the man of science, bisa menjadi buruh biasa. Dengan kata lain, terdapat kontradiksi-kontradiksi kapital yang muncul. Di satu pihak alat-alat produksi, ketrampilan tenaga kerja, dan teknologi maju terus menerus. Namun, di pihak lain, kelas-kelas atas berusaha mencegah segala perubahan dalam struktur kekuasaan. Kontradiksi ini kemudian membawa Marx & Engels percaya bahwa buruh akan sadar mengenai eksistensi dan perjuangannya. Keadaan yang semakin buruk akan memunculkan perlawanan buruh, dari sendiri-sendiri, ke tingkat nasional, bahkan ke kesadaran kelas. Mereka tak lagi meminta kenaikan upah, tetapi menginginkan penghapusan hak milik kelas kapital atas alat-alat produksi. Atas kontradiksi-kontradiksi itu borjuasi memproduksi kelas yang akan menghancurkan mereka sendiri: proletar the weapons with which the bourgeoisie felled feudalism to the ground are now turned against the bourgeoisie itself.

Q: Bagaimana Marx dan Engels membedakan sosialisme yang mereka kembangkan dengan sosialisme-sosialisme versi lainnya? A: Eksploitasi dan penghisapan kapital, menurut Marx & Engels, hanya dapat tercapai dengan penghapusan hak milik pribadi. Keadaan itulah yang disebut sosialisme. Namun, yang membedakan sosialisme mereka dengan yang lain ialah bahwa mereka mengklaim sosialisme mereka ilmiah. Ilmiah yang dimaksud di sini adalah bahwa pandangan mereka berdasarkan syarat-syarat objektif perkembangan masyarakat. Artinya, Marx & Engels tidak mendasarkan sosialisme mereka pada pertimbangan moral, misalnya karena baik dan tidak baik. Sosialisme terwujud karena, dan hanya jika, penghapusan hak milik atas alat-alat produksi bisa dipenuhi. Penghapusan hak milik pribadi itulah syarat-syarat objektifnya. Sedangkan hukum dasar perkembangan masyarakatnya adalah bahwa produksi kebutuhan material manusia akan menentukan bentuk masyarakat dan pengembangannya. Dalam istilah lain yang biasa disebut, Marx menyebutnya dengan pandangan materialis sejarah. Dapat dipahami dari hukum tersebut bahwa keadaan sosial yang ada menentukan kesadaran untuk bergerak, dan bukan sebaliknya. Keadaan sosial itu, yang berwujud keadaan material manusia, bisa dijelaskan dalam cara manusia menghasilkan apa yan dibutuhkan, cara berproduksi. Dengan alur berpikir itu cara berproduksi kapital melahirkan dua kelas sosial yang memiliki kesadaran kelas, yaitu borjuis dan proletar. Selain itu, Marx & Engels menekankan pada langkah-langkah revolusioner dalam mewujudkan sosialisme. Mereka menyebut sosialisme yang diajarkan Proudhon, Owen, dan tokoh-tokoh lainnya sebagai utopis.