Anda di halaman 1dari 6

SKENARIO 3 THE TRANSFUSION REACTION

STEP 1 1. Leukocytosis : Kelebihan sel darah putih. Jumlah leukosit melebihi nilai normal . Normalnya 4.000 11.000 . Peningkatan sel darah putih karena reaksi alergi dan inflamasi. 2. ITHR : Immediated Transfution Hemolitik Reaction, reaksi hemolisis yang terjadi segera atau saat transfuse yang dapat mengancam jiwa. 3. TRALI : transfusion related acute lung injury , diagnosis klinis yang berupa hipoksemia akut dan edema pulmonal bilateral yang terjadi setelah 6 jam transfusi. Cedera paru paru akut dari transfuse itu sendiri. 4. PRC Transfucion : Suatu kumpulan sel darah merah, komposisi terbanyak eritrosit dan sedikit trombosit dan leukosit. Terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit yang berindikasi untuk gagal ginjal, anemia, dan untuk meningkatkan HB tanpa menaikkan volume darah dan menaikkan Hb sesuai dengan yang kita inginkan dengan rumus tertentu . 5. DTHR : Delay transfution hemolitik reaction , karena adanya kerusakan eritrosit pada ekstravaskuler yang terjadi beberapa hari setelah transfuse. 6. TRIM : transfution related imun Modulation reaksi alogenik yang menyebabkan produk sitokin, sebagai resipien benda asing. Darah yang ditransfusikan mengandung zat zat asing yang tidak dapat diterima oleh resipien. 7. Reaksi anafilaksis : Reaksi alergi yang berlangsung cepat dan mengakibatkan syok dan sulit bernafas hipersensitivitas tipe 1. Dikarenakan pemberiandarah yang mengandung IgA terhadap pasien yang defisiensi IgA. 8. Reaksi Transfusi : Berupa respion tubuh saat diberikan transfuse darah karena virus, bakteri. Reaksi langsung ( segera ), muncul setelah transfuse Reaksi lambat, reaksi muncul diatas 24 jam. 9. G2P1A0 : Gravida , P = Partus, A = abortus , jadi, pasien tersebut kehamilan ke 2, kelahiran pertama, abortus tidak ada. 10. Transfusi : proses penyaluran darah / produk berbasis darah dari satu orang ke orang lain. 11. Alergi : reaksi yang dilakukan tubuh terhadap benda asing yang masuk ( Ag ). 12. Obstretist : orang yang ahli dalam bidang obstetric.

STEP 2 1. Mengapa diberikan PRC transfution dan tujuannya ? Diberikan untuk meningkatkan kadar Hb tanpa menaikkan volume darah dan punya kemampuan oksigenasi dengan transfuse darah lengkap. Keuntungannya mengurangi penularan penyakit dan reaksi imunologis 2. Injeksi apa yang akan diberikan dan fungsinya ? 3. Penyebab leukositosis ? Karena darah yang didonorkan memiliki komposisi leukosit yang banyak, dpat diatasi dengan darah disaring dengan sehingga yang masuk hanya eritrosit dan leukosit dapat digunakan pada px yang memerlukan. 4. Apa factor penyebab demam , bintik merah , dan menggigil pada scenario ? Apakah ada kaitannya dengan transfuse tersebut ? Gejala termasuk dalam alergi akibat dari transfuse itu sendiri. Bintik merah karena berkembangnya aloantibodi yang ditujukan kepada antigen trombosit terjadi pada px yang hamil atau pada seseorang yang telah melakukan transfuse darah. Demam karena antibody leukosit antigen, trombosit, dan senyawa pirogen karena pernah transfuse sebelumnya, pada kasus berat dapat timbul infiltrate baru. 5. Tehnik pengambilan darah dan macam macam nya ? Pengambilannya dimediana cubiti karena jika di arteri dapat menyebabkan bleeding. 1. Pasang tourniquet di proksimal 2. Pemilihan jarum 3. Sterilisasi daerah 4. Aspirasi 5. Cabut dan bisa diberi kapas Hemaferesis : Plasmaferesis : Sitaferesis : Plateletferesis / tromboferesis : Leukoferesis / granuloferesis : Transfusi autologus : 6. Bagaimana mekanisme reaksi anafilaksis ( hipersensitivitas tipe 1 ) ? Sel B terpapar antigen adanya ikatan antigen antibody mengeluarkan mediator histamine, prostaglandin, leukotrin 7. Jenis transfuse darah dan indikasi ? Jenis Transfusi Darah Lengkap : diberikan perdarahan aktif dan kehilangan diatas 25% Darah komponen : diberikan per komponen. Trombosit, eritrosit dan leukosit dan plasma diberikan secara sendiri sendiri. 8. Macam macam reaksi transfusi ? Panas , disebabkan oleh leukoaglutinin resipien . Pada penderita yang mendapat transfuse berulang, hamil

Alergi berupa utikaria, sesak nafas Anafilaktik Transfusi hemolitik Transfusi septik 9. Faktor resiko yang dapat terjadi akibat transfuse ?
Reaksi alergi
Beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap darah diberikan selama transfusi. Hal ini dapat terjadi bahkan ketika darah yang diberikan adalah golongan darah yang tepat. Reaksi alergi bisa ringan atau berat. Gejalanya bisa berupa:

Kegelisahan Dada dan / atau nyeri punggung Kesulitan bernapas Demam, menggigil, kemerahan, dan kulit lembap Sebuah pulsa cepat atau tekanan darah rendah Mual (perasaan sakit perut)

Seorang perawat atau dokter akan menghentikan transfusi pada tanda-tanda pertama dari reaksi alergi. Tim perawatan kesehatan menentukan seberapa ringan atau berat reaksi, perawatan apa yang diperlukan, dan apakah transfusi aman dapat dimulai kembali.

Virus dan Penyakit Infeksi


Beberapa agen infeksi, seperti HIV, dapat bertahan hidup dalam darah dan menginfeksi orang yang menerima transfusi darah. Untuk menjaga darah yang aman, bank darah dengan hati-hati menyaring darah yang disumbangkan. Risiko menangkap virus dari transfusi darah sangat rendah.

HIV. Risiko terkena HIV dari transfusi darah lebih rendah dari risiko terbunuh oleh petir. Hanya sekitar 1 dari 2 juta sumbangan mungkin membawa HIV dan menularkan HIV jika diberikan kepada pasien. Hepatitis B dan C. risiko memiliki sumbangan yang membawa hepatitis B adalah sekitar 1 dalam 205.000. Risiko untuk hepatitis C adalah 1 dalam 2 juta. Jika Anda menerima darah selama transfusi yang berisi hepatitis, Anda mungkin akan mengembangkan virus. Varian Creutzfeldt-Jakob (vCJD). Penyakit ini adalah versi manusia Penyakit Sapi Gila. Ini adalah gangguan, otak yang sangat jarang terjadi namun fatal.Ada risiko kemungkinan mendapatkan vCJD dari transfusi darah, meskipun risikonya sangat rendah. Karena itu, orang-orang yang mungkin telah terkena vCJD tidak memenuhi syarat donor darah.

Demam
Anda mungkin mendapatkan demam mendadak selama atau dalam satu hari dari transfusi darah Anda. Ini biasanya respon normal tubuh Anda untuk sel-sel darah putih dalam darah yang disumbangkan. Over-the-counter obat demam biasanya akan mengobati demam.

Beberapa bank darah menghilangkan sel darah putih dari darah utuh atau bagian yang berbeda dari darah. Hal ini membuat kecil kemungkinan bahwa Anda akan memiliki reaksi setelah transfusi.

Besi Overload
Mendapatkan transfusi darah yang dapat menyebabkan terlalu banyak zat besi untuk membangun dalam darah Anda (kelebihan zat besi). Orang yang memiliki kelainan darah seperti talasemia , yang membutuhkan banyak transfusi, beresiko untuk kelebihan zat besi. Kelebihan zat besi dapat merusak hati, jantung, dan bagian lain dari tubuh Anda. Jika Anda memiliki kelebihan zat besi, Anda mungkin membutuhkan zat besi khelasi (Ke-LAY-shun) terapi. Untuk terapi ini, obat diberikan melalui suntikan atau sebagai pil untuk menghapus besi ekstra dari tubuh Anda.

Cedera paru
Meskipun tidak mungkin, transfusi darah dapat merusak paru-paru, sehingga sulit untuk bernapas. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu sekitar 6 jam dari prosedur. Kebanyakan pasien sembuh. Namun, 5 sampai 25 persen pasien yang mengalami cedera paru-paru meninggal akibat cedera. Orang-orang ini biasanya sangat sakit sebelum transfusi. Dokter tidak sepenuhnya yakin mengapa transfusi darah merusak paru-paru. Antibodi (protein) yang lebih mungkin ditemukan dalam plasma wanita yang telah hamil dapat mengganggu dengan cara biasa bahwa sel-sel paru-paru kerja. Karena risiko ini, rumah sakit mulai menggunakan laki-laki dan perempuan berbeda plasma.

Reaksi hemolitik akut Immune


Reaksi hemolitik akut kekebalan sangat serius, tetapi juga sangat jarang. Ini terjadi jika golongan darah Anda dapatkan selama transfusi tidak cocok atau bekerja dengan golongan darah Anda. Tubuh Anda menyerang sel-sel darah merah baru, yang kemudian menghasilkan zat yang membahayakan ginjal Anda. Gejala-gejala termasuk menggigil, demam, mual, nyeri di dada atau punggung, dan urin gelap. Dokter akan menghentikan transfusi pada tanda pertama dari reaksi ini.

Tertunda hemolitik Reaksi


Ini adalah versi yang jauh lebih lambat dari reaksi hemolitik akut kekebalan tubuh.Tubuh Anda menghancurkan sel-sel darah merah sangat lambat sehingga masalah bisa pergi tanpa diketahui sampai merah darah Anda tingkat sel yang sangat rendah. Reaksi hemolitik baik yang akut maupun yang tertunda yang paling umum pada pasien yang memiliki transfusi sebelumnya.

Graft Versus-Host-Penyakit
Graft-versus-host penyakit (GVHD) adalah suatu kondisi di mana sel-sel darah putih dalam darah baru menyerang jaringan Anda. GVHD biasanya berakibat fatal. Orang-orang yang sistem kekebalannya melemah adalah yang paling mungkin untuk mendapatkan GVHD. Gejala mulai dalam waktu satu bulan dari transfusi darah. Mereka termasuk demam, ruam, dan diare. Untuk melindungi terhadap GVHD, orang-orang yang telah melemahkan sistem kekebalan tubuh harus menerima darah yang telah dirawat sehingga sel darah putih tidak dapat menyebabkan GVHD.

10. Apa saja yang harus dilakukan sebelum transfuse darah ?

Syarat-syarat donor darah :


1. Usia Pendonor diantara 18 - 60 Tahun. 2. Berat Tubuh Minimal 45 Kg. 3. Hemoglobin (HB) tidak boleh kurang dari 12.5 gr% (Untuk pria) dan tidak boleh kurang dari 12.0 gr% (Untuk Wanita) 4. Denyut Nadi antara 48 - 100 denyut /menitTidur Malam Sebelum donor minimal 5 Jam

Hal yangmenyebabkan tidak boleh mendonor :


1. Membahayakan pendonor darah 2. Membahayakan penerima darah

Donor darah tidak disarankan oleh orang yang :


1. Sedang Hamil atau setelah melahirkan 6 bulan sebelumnya 2. Jika Kamu sudah donor darah tetapi jarak waktunya kurang dari 3 bulan 3. Jika Baru melakukan operasi besar atau habis sembuh sakit 4. Jika sedang haid, setelah melahirkan atau lagi menyusui

Orang yang tidak Boleh ikut donor Darah :


1. Jika Kamu seorang penderita diabetes militus, epilepsi dan beresiku aids dan HIV 2. Jika Kamu habis begadang 3. Jika Kamu peminum-minuman keras 4. Jika kamu pernah berkunjung kesuatu negara yang dinyatakan endemik malaria dalam 6 bulan sebelumnya 5. Jika kamu menderita hemofolia atau pernah mendapatkan zat anti pembeku darah sebelumnya 6. Jika kamu pernah menjalani terapi akuputur 4 bulan sebelumnya 7. Jika Kamu pernah menyuntikan zat adiktif atau narkotik walaupun hanya sekali 8. Jika kamu pernah ditindik atau ditato 4-5 bulan sebelumnya 9. Jika kamu pernah menderita hepatitis 12 bulan terakhir

11. Komplikasi transfuse darah ! Imunologi : purpura, alergi, debris transfuse, kerusakan paru , aloimunisasi, transfuse hemolitik ( DTHR / ITHR ) Non imunologi :kelebihan volume darah, transfuse massif, infeksi, malaria, hepatitis A, B , C 12. Patogenesis terjadinya alergi setelah transfuse ! 13. Tujuan transfuse Memperbaiki hemostasis, meningkatkan oksigenasi jaringan, mengganti komponen selular atau kimia darah, memelihara dan mempertahankan kesehatan pendonor. 14. Syarat pendonor darah Tidak donor darah selama 3 bulan terakhir

15.

16. 17. 18.

BB diatas ketentuan, BB diatas atau sama dengan 50 kg. Tidak menstruasi Tidak hamil Usia sekitar 17 65 tahun dan dalam keadaan sehat Frekuensi dan irama nadi normal TD diastole 50-100 mmHg atau systole 90-180 mmHg Tidak menderita TBC, asma bronchial, kejang , perdarahan abnormal, malaria, HIV, Hb min 8 g/dL Tidak mengalami lesi kulit yang parah Apa yang harus dilakukan setelah transfuse dihentikan ? dan kenapa transfuse dihentikan ? jika transfuse masih dilanjutkan, apa yang akan terjadi ? Penghentian transfusi diganti dengan infuse NaCl 0,9%, antipiretika setelah demam reda dapat dilanjutkan. Adakah hubungan gejala pada scenario dengan riwayat pasien yang pernah mengalami perdarahan ? Apakah perlu dilakukan cek lebih lanjut pada kasus ini ? Interpretasi vital sign ! Tensi : normal Pulse rate : normal ( 60 100/ menit ) RR : tinggi ( 8 16/menit , dewasa 16- 24/menit ) Suhu : tinggi ( 36,5 37,2 ) LO : - Jelaskan Sebelum transfuse, Saat transfuse , Setelah transfuse ( education untuk orang setelah transfuse ) - Penatalaksanaan secara komprehensif