Anda di halaman 1dari 21

Cara Pasang Meter Prabayar

Listrik 5/11/2012 nur huda

banyak sobat yang belum tahu bagaimana memesang KWh Meter Prabayar kalau sobat sobat buka web PLN percuma disitu tak ada...ya..mungkin artikel ini bisa sedikit membantu bagi sobat untuk bisa memecahkan masalah meter prabayar...bahkan aku juga sempat emosi sob...ketika aku tanya teknik

listrik...dia gak mau bicara...ya kita tahukan...kalau gak ada uang mana mungkin dia mau...hehehehe...buat teknik PLN di UPJ kalau anda baca artikel ini maaf bukan aku mencela anda tapi inilah kenyataan di daerahku...aku yakin anda lebih profesional. ok sob...sebagai contoh pemasangan KWh meter prabayar aku pakai gambar KWh meter Reguler yang sudah lawas...coba kita lihat gambar di atas 1.kabel merah pada fasa 2.biru netral 3.hijau grounding atau arde sekarang kita rubah cara pemasangan di atas.seperti uraianku di bawah ini 1.kabel merah di sebelah kiri(sesuai gambar di atas) dan mungkin yang berlaku kabel twist.ini hanya mempermudah penjelasan saja. 2.kabel biru di sebelah kanan yang no.2 dan dijadikan satu dengan grounding/arde 3.untuk output Fasa masih sama seperti gambar 4.untuk output netral di sebelah kanan kira-kira sampean masih bingung gak???????? ya kalau bingung silahkan baca kembali...untuk cara memasukkan kode token akan saya bahas di postigan berikutnya. segitu aja ya sob info yang bisa aku bagi..semoga bermanfaat buat kalian kalau kalian masih bingung silahkan kirim email

jangan dihapus dan jangan marah kalau aku sertakan Links Read more: http://javashared.blogspot.com/2011/12/cara-pasang-meter-prabayar-infokucom.html#ixzz2C4N7Opcb Under Creative Commons License: Attribution

Tuesday, November 23, 2010

Teknik : Diagram Pengawatan KWH Meter

Gambar : Penyambungan/Diagram Pengawatan KWH meter 1 Fasa

KWH meter digunakan untuk mengukur energi listrik yang menentukan besar kecilnya rekening listrik pemakai. mengingat pentingnya arti KWH meter, baik bagi PLN maupun konsumen maka perlu

diperhatikan benar cara penyambungannya. Menentukan Pembatas ( Zekring) A = VA : V ===> A = 900 : 220 = 4,09 A A = Arus listrik VA = Daya terpasang V = tegangan listrik Jadi untuk pemakaian daya pada rumah tangga 900 VA menggunakan Zekring pilih 4 Ampere

Cara Mencatat/ Membaca KWh Meter

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Angka Piringan Tutup MCB

Stand Angka

(Tuas

Meter Meter Segel Pengaman Segel Hidup/Mati)

Dari gambar Meter kWh (gambar atas) ada bagian Meter kWh yang disebut COUNTER atau RECORDER yang berfungsi untuk menghitung pemakaian listrik perbulan dari pelanggan. COUNTER terdiri dari bagian sbb:

Pembacaan & Pencatatan Stand Meter Meter kWh dibaca/dicatat setiap bulan dan pada tanggal yang tetap, Dari contoh gambar COUNTER diatas, dimisalkan bulan ini adalah bulan Maret 2008 dan bulan lalu bulan Februari 2008. Pemakaian listrik kWh adalah jumlah kWh yang dipakai pelanggan pada setiap bulan. Cara menghitungnya adalah: STAND BULAN INI dikurangi STAND BULAN LALU. maka pemakaian pada 03781 - 03660 = 121 kWh bulan Februari 2008 adalah:

CONTOH PERHITUNGAN REKENING LISTRIKPak Andi pelanggan tarif R-1 dengan daya tersambung 1.300 VA. Stand kWh - Meter yang dicatat pada akhir Februari 2008 adalah 03781 kWh, dan yang dicatat bulan sebelumnya adalah 03660 kWh. Berapa rekening listrik yang harus dibayar untuk periode tersebut?

1. Biaya Beban = 1.3 kVA x Rp. 26.271,-

(Rp. 26.271 /kVA) = Rp. 34.152 dibulatkan = Rp. 4.150,-

2. Biaya Pemakaian Blok I Pemakaian kurang dari 20 KWh (tarif Rp. 396 /kWh) = 20 kWh x Rp. 396 = Rp. 7.920,-

3. Biaya Pemakaian Blok II Pemakaian 20 kWh - 60 kWh = 40 kWh (tarif Rp. 422 /kWh) = 40 kWh x Rp. 422 = Rp. 16.880,-

4. Biaya Pemakaian Blok III = 121- 60 kWh = 61 kWh x Rp. 601 = Rp. 36.660,Ket : (Blok III adalah Selisih jumlah kWh dari pemakaian Blok I dan Blok II, tarif Rp. 601 /kWh)

5. PTLB = (1.95%) x Rp. 95.610 = Rp. 1.864,-

6. Pajak Penerangan Jalan = 5 % x Rp. 95.610 = Rp. 4.780,-

7. Info Billing = Rp. 1.500,-

Total = Rp. 102.254,-

KWH METER LISTRIK PRABAYAR

Adalah cara baru bagi pelanggan untuk mengelola dan mengendalikan sendiri pemakaian listrik sesuai kebutuhan dan keinginan Pelanggan. Gambar alat ukur disamping adalah meter prabayar merk Itron. Meter Prabayar tersebut memiliki akurasi kelas 1, yang diabuat sesuai standar ISO 9001 secara lengkap untuk menjamin kehandalan meter

Pelanggan Listrik PLN yang mau pasang baru listrik saat ini menggunakan Kwh meter listrik Prabayar. Ini berlaku untuk seluruh pelanggan di seluruh Indonesia. Manfaat dari listrik prabayar adalah

1. Lebih Mudah Berhemat


Pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat Pelanggan dapat mendisiplinkan diri sendiri untuk menggunakan listrik sesuai anggaran belanja Pelanggan dengan mudah dapat mengendalikan pemakaian dan biaya listriknya sehingga terhindar dari pemborosan

2. Praktis dan Nyaman

Pelanggan bisa membeli Stroom Prabayar (isi ulang energi listrik) di payment point dan ATM dengan jaringan yang luas Pelanggan tidak perlu repot membukakan pintu rumah karena tidak akan didatangi petugas pencatat meter Tidak akan ada kesalahan pencatatan meter Tidak ada istilah menunggak, sehingga tidak akan didatangi petugas penagihan Privasi pelanggan tidak terganggu

Bagaimana menggunakannya? 1. Membeli Stroom prabayar / voucher Stroom prabayar dapat dibeli melalui jaringan online PLN dengan outlet berupa:

Loket-loket PPOB Mitra Bank (PC, EDC, maupun PP SMS):Bukopin, BNI, BNI Syariah, Danamon Syariah, BRI, Bank Jabar, BPRKS, NISP, Mandiri, Bank Artha Graha Loket-loket kantor POS Bank Bukopin : Teller, ATM, SMS Banking Bank BPRKS : Teller, ATM, Internet Banking, ADM (unt. Non Nasabah) Bank NISP : ATM

Nilai Stroom Prabayar:


Nilai Stroom Prabayar terdiri dari unsur kWh, PPJ dan Materai Pilihan Stroom Prabayar tertentu (Rp.20.000, Rp.50.000, Rp.100.000, Rp.250.000, dan Rp.1.000.000,-) Pilihan Stroom Prabayar bebas / Flexible (Rp.20.000, s/d Rp.1.000.000,-)

Cara Pembelian listrik Prabayar

Datang ke loket-loket pembayaran Listrik PPOB atau Bank Terdaftar Tunjukan ID meter atau nomor seri meter kepada Operator. (Nomor ID meter tercetak di Kartu Pelanggan) Beritahukan jumlah pulsa kWh yang ingin dibeli kepada Operator Anda akan menerima 20 angka kode voucher yang dicetak pada tanda terima

2. Masukan kode voucher ke meter


Masukan 20 angka kode voucher lalu tekan ENTER untuk mengakhiri Gunakan tombol Back Space untuk mengoreksi/menghapus, kesalahan Display AccEPt kode terima Display rEJEct ditolak, ulangi dari awal

Pengawatan Meter Prabayar dan Munculnya Tulisan PERIKSA


Published January 17, 2012 | By ILR

Bargainser tipe digital yang dipasang di instalasi listrik rumah Sejak artikel Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah dirilis, ternyata banyak pertanyaan yang muncul mengenai sambungan grounding pada kWh-meter. Hal pang paling sering ditanyakan berkisar seputar Meter PraBayar (MPB) atau Listrik PraBayar (LPB). Dari survey kecil yang dilakukan, setidaknya ada dua hal besar yang sering ditanyakan :

Apakah kabel grounding perlu disambung pada meter prabayar atau tidak? Bagaimana seharusnya sambungan kabel atau pengawatan pada meter prabayar dan juga pada MCB Box. Meter prabayar mengalami masalah dengan munculnya gambar TANGAN dan tulisan PERIKSA pada display-nya. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Jika anda pernah mengalami hal ini dan belum tahu penyebabnya, atau sedang mempertimbangkan untuk melakukan migrasi ke meter prabayar, kami berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan mencerahkan. Jadi sobat ILRsilahkan dilanjut..

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Stroom Listrik Prabayar yang mengijinkan untuk mengutip sebagian materinya sebagai bahan tulisan ini. Juga untuk diskusinya yang sangat mencerahkan yang sangat membantu kami melakukan analisa dengan lebih baik.

Karakteristik Meter Prabayar


Disini kita tidak membicarakan secara detail mengenai kelebihan dan kekurangan LPB dibanding dengan Listrik PascaBayar secara umum. Tunggu kesempatan berikutnya ya MPB mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan kWh-meter model lama. Selain menggunakan teknologi digital (yang model lama berteknologi analog dan piringan berputar), dengan aplikasi mikroprosessor, MPB ini juga dilengkapi Contact Relay di dalam meter yang berfungsi memutuskan arus listrik. Jadi bisa saja listrik di rumah padam karena sesuatu masalah, tetapi MCB tidak trip. Selain itu, MPB juga melakukan pengukuran pemakaian daya listrik dengan sensor arus listrik pada sisi kabel phase dan netral-nya. Arus phase yang masuk ke instalasi rumah harus sama dengan arus netral yang keluar. Jika terjadi perbedaan atau jika hanya salah satu penghantar saja (netral atau phase) yang mengalirkan arus listrik, maka MPB akan memunculkan alarm. Seringkali munculnya alarm ini adalah karena cara pengawatan atau penyambungan kabel netral dan grounding pada MPB dan MCB Box yang tidak sesuai. Penyambungannya harus pada titik yang benar. Jika tidak, sangat besar kemungkinan terjadi aliran arus pada kabel netral yang melewati MPB bahkan disaat pelanggan tidak menggunakan energi listrik sama sekali di rumahnya. Akibatnya sensor arus netral akan mendeteksi seolah-olah ada pemakaian dan tentunya bisa merugikan konsumen. Bila kasus ini terjadi, MPB akan memunculkan tulisan PERIKSA dan gambar TANGAN. Artinya ada masalah dengan grounding dan netral-nya pada sistem instalasi listrik di rumah tersebut. Pertanyaannya : Kok bisa ya ada arus netral mengalir walaupun tidak ada pemakaian listrik sama-sekali? Nah..kita simak penjelasan yang agak teoritis ini :

Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase PLN mempunyai Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380V yang disuplai oleh Trafo Distribusi 20kV/380V dengan sistem listrik 3 phase, yang menyebarkan daya listrik ke perumahan. Sisi tegangan rendah trafo (380V) yang menyuplai ke perumahan mempunyai sistem 3 phase yang terhubung bintang ( Y-connection) dengan titik netral yang di-ground-kan ke tanah. Bila beban listrik pada sistem 3 phase tadi seimbang maka titik netral ini mempunyai nilai nol Ampere. Tetapi jika system 3 phase PLN itu (yang menyuplai ke perumahan) mengalami ketidakseimbangan beban listrik, maka akan ada arus listrik melewati penghantar netral (nilainya tidak 0 Ampere lagi). Arus netral inilah yang mengalir ke perumahan, kearah MPB dan melewati grounding dari instalasi listrik rumah untuk kembali lagi ke grounding titik netral di trafo distribusi tadi (arus listrik selalu membentuk loop tertutup). Kalau masih dirasa njlimet, coba simak lagi penjelasan singkatnya : Pada intinya, bila terjadi ketidakseimbangan beban listrik pada trafo distribusi yang menyuplai listrik ke rumah kita, maka akan terjadi arus netral yang masuk ke sistem instalasi rumah, walaupun tidak ada sama sekali pemakaian energi listrik di rumah itu. Arus netral tadi sebenarnya ingin mengalir menuju tanah melewati jalur grounding instalasi listrik rumah untuk kembali lagi ke titik netral di trafo distribusi tadi (sehingga membentuk loop). Nahkondisi ini yang harus dicermati agar arus netral yang menyelinap itu tidak sampai melewati MPB. Jika masih bingung, harap terima aja dulu yahatau silahkan baca dalam artikel selanjutnya yang lebih detail (Sistem Listrik 3-Phase). Jadi..Bagaimana menghindari hal ini? Yahsetidaknya kita harus memahami cara pegawatan MPB yang benar dan di MCB Box. Marisilahkan lanjut terus.

Pengawatan Meter Prabayar.


Pengawatan MPB yang benar harus seperti gambar dibawah ini. Warna hitam adalah penghantar phase, warna biru adalah penghantar netral dan warna hijau adalah penghantar grounding.

Pengawatan MPB dengan Titik Ground pada MCB Box Kabel Netral dan kabel grounding harus disambung di titik sebelum MPB dan harus terpisah total setelah MPB. Sedangkan posisi grounding rod-nya sendiri (yang tertanam di tanah) bisa berada lebih dekat ke MPB atau MCB Box. Sisi sebelah kiri (P-N, dengan N ditanahkan) adalah bagian dari Trafo Distribusi PLN yang netral-nya ditanahkan. Sedangkan yang paling kanan adalah stop kontak.

Pengawatan MPB dengan Titik Ground di kWh-Meter Seperti penjelasan sebelumnya, saat terjadi ketidakseimbangan beban pada trafo distribusi, akan ada arus netral yang mengalir kearah MPB. Walaupun saat itu tidak ada pemakaian energi listrik di rumah (MCB OFF). Dengan pengawatan yang seperti ini, maka arus netral penyelinap tadi bisa dialirkan ke grounding tanpa melewati MPB (lihat gambar dibawah ini) :

Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang

Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang

Munculnya Tanda PERIKSA

Bila ada sambungan antara kabel grounding dan netral pada titik setelah MPB, seperti pada pengawatan seperti di bawah ini, maka arus netral penyelinap tadi bisa mengalir melewati MPB. Walaupun konsumen sama sekali tidak menggunakan energi listrik dan juga posisi MCB OFF. Arus netral penyelinap seperti ini akan mengakibatkan sensor arus netral MPB mengukur seolah-olah ada pemakaian dan bisa merugikan konsumen. Karena itu di MPB akan muncul tulisan PERIKSA dan gambar TANGAN. Kabel netral dan ground disambung kembali pada MCB Box, akibatnya ada sebagian arus netral yang mengalir melewati MPB.

Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di MCB Box Sedangkan pada gambar berikut ini, kabel ground dan netral disambung pada titik setelah MPB. Akibatnya arus netral yang tidak diinginkan tadi bisa melewati MPB.

Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di MCB Box Untuk kasus lain lagi, ground dan netral dihubungkan di MPB tapi pada titik keluar terminal netral. Sehingga arus netral penyelinap tersebut masih melewati sensor MPB.

Arus Netral Dari Beban 3 Phase Tidak Seimbang Melewati MPB Karena Ground-Netral Tersambung di Titik Keluar Netral MPB

Mengatasi Tanda PERIKSA

Bila tulisan PERIKSA tadi masih berkedip-kedip, maka masih ada ground yang terhubung ke netral (masih belum murni terpisah). Bisa diperiksa pada MPB atau MCB Box. Jika pengawatan MPB sudah sesuai dengan petunjuk pada gambar diatas, tetapi masih muncul tulisan PERIKSA, maka kemungkinan ada terjadi hubungan ground dan netral pada alat listrik atau beban listrik, misal : komputer, AC atau TV. Salah satu caranya : coba lakukan pemutusan satu persatu alat listrik atau beban listrik tadi, apakah tulisan PERIKSA tadi tidak berkedip-kedip atau hilang (sudah clear). Jika ada ditemukan hal seperti itu, kemungkinan alat listrik tadi mengalami masalah dan harus diperiksa. Jika tidak ada peralatan listrik yang bermasalah, kemungkinan berikutnya adalah pada sistem instalasi listriknya. Hal yang paling mudah dilakukan adalah memeriksa sambungan pada stop kontak. Bila merasa kesulitan atau khawatir kesetrum, lebih baik memanggil instalatir listrik yang kompeten. Jika tulisan PERIKSA tadi sudah tidak berkedip lagi, artinya ground dan netral sudah bersih. Kita bisa menghubungi PLN untuk meminta clear tamper token agar bisa mereset tulisan tadi.

Pertanyaan Lainnya

Banyak juga yang meminta gambar detail koneksi kabel pada MCB Box. Karena memang instalasi listrik setelah MPB adalah tanggung jawab pelanggan (tentunya pemasangan dilakukan oleh instalatir listrik yang kompeten dan bersertifikasi). Sedangkan pemasangan MPB atau kWh-meter adalah tanggung jawab PLN. Pelanggan tinggal terima beres saja. Gambarnya adalah seperti ini (dengan skema titik grounding ada di MCB Box ini, bukan di MPB) :

Pengawatan Kabel Phase-Netral-Ground di MCB Box dengan 2 MCB Jadi terminal Netral dan Grounding (PE) tidak digabung lagi di MCB Box ini. Bagi yang ingin tahu macam-macam sistem pentanahan pada instalasi listrik dan sistem mana yang diaplikasikan pada perumahan, bisa lihat nanti pada artikel lain yang juga akan rilis berikutnya (Sistem Pentanahan pada Instalasi Listrik Rumah). Baiklah sobat ILRsemoga bermanfaat bagi anda semua. Silahkan jika ada koreksi agar lebih sempurna lagi isi artikel ini. Salam,