Anda di halaman 1dari 16

SELASA, 22 MEI 2012

5 Fungsi Dan Komponen Panel Listrik

Panel Listrik Electrical switchboard atau lebih kita kenal dgn panel listrik terbentuk berdasarkan susunan komponen listrik yg sengaja disusun dalam sebuah papan control, sehingga dapat memudahkan penggunaanya. Tuk lebih mengenal fungsi dari panel listrik kita telebih dahulu mengenal komponen- komponen panel listrik dan harus memahami fungsi dari bagian-bagaian listrik itu sendiri Berikut beberapa komponen panel listrik beserta fungsinya yang perlu anda ketahui:

MCB, yg singkatan dari ( Miniature Circuit Board) merupakan komponen panel listrik yang berfungsi sebagai switch pembatas arus akibat dari kenaikan daya /tegangan yg melebihi batas dan atau hubung singkat. Komponen panel listrik ini biasanya terbatas pada arus nominal kecil sampai dgn kurang dari 100 Ampere. Bentuknya ada yg satu pole (satu input dan satu output), ada yg dua pole, tiga pole hingga empat pole.

MCCB, MCCB singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker. Circuit Breaker pembatas arus apabila terdapat arus beban yg melebihi batasbatasnya. MCCB ini dipakai hampir sama dgn MCB tetapi dgn batas arus beban yg lebih besar dari 100 Ampere sampai dgn 1600 Ampere.

GFCI/ RCCB/ ELCB, Ground Foult Circuit Interruption ialah semacam Circuit Breaker yg bereaksi lebih cepat dari MCB. Komponen panel listrik ini akan memantau listrik lebih rinci dan jika terdapat short atau kabel terkelupas dan mengenai manusia, tidak mengakibatkan kematian. Grounding, Grounding pada instalasi dan komponen panel listrik ini berfungsi sebagai pengaman listrik. Pengaman listrik akibat dari kabel kabel yg terkelupas dan mengenai body part peralatan elektonik atau peralatan listrik yg selanjutnya mengenai orang. Dgn adanya komponen panel listrik ini maka aliran arus listrik yg liar atau yg tak berfungsi akan dibumikan Warna kabel. Warna kabel instalasi listrik sudah ditetapkan diberbagai negara. Tuk Indonesia, warna kabel listrik ditentukan menurut standard SNI atau standatd IEC: a. warna merah, kuning, hitam berfungsi untuk fase b. warna biru muda (biru laut) berfungsi untuk netral c. warna kuning -hijau berfungsi untuk ground

CT, CT merupakan suatu komponen panel listrik dari bahan baja / metal dalam bentuk lingkaran (ring) atau gelang persegi dan tengahnya berlubang. Fungsi dari komponen panel listrik ini yaitu sebagai penurun arus dan atau tegangan pada box panel . Surge Arrest, peralatan atau komponen panel listrik ini sebagai pengaman listrik dari kejutan listrik yg berlebihan. Contohnya apabila ada kejadian tiba-tiba aliran listrik menjadi lebih tinggi akibat dari penambahan energi potensial

Standart operasional prosedur perawatan dan perbaikan panel listrik dan switch gear

Standart operasional prosedur perawatan dan perbaikan panel listrik dan switch gear Prosedur yang harus ditempuh sebelum melaksanakan pemeliharaan panel distribusi daya dan panel kontrol adalah: 1) Lapor ke instansi terkait, PLN bagian distribusi.

2) Menginformasikan pada pimpinan Industri dan pada konsumen yang bersangkutan 3) Siapkan tulisan/petunjuk/informasi umum yang diperlukan 4) Siapkan peralatan yang diperlukan 5) Fahami langkah kerja dan K3 yang berkaitan dengan panel Sop panel listrik Overhole (perawatan) Dari pengaman yang kapasitasnya terkecil ke pengaman yang kapasitasnya terbesar yakni: SSDP (Sub-Sub Distribution Panel) SDP (Sub Distribution Panel) panel APP (Alat Pelindung dan Peukur) panel induk. Comitioning ( pengoperasian ) Saat pengoperasian panel distribusi maka kita harus memulai dari pengaman yang kapasitasnya terbesar menuju ke yang terkecil. Yakni: panel induk panel APP (Alat Pelindung dan Peukur) SDP (Sub Distribution Panel) SSDP (Sub-Sub Distribution Panel) Sop switch gear Overhole pada sisi outgoing
1. 2.

CB (circuit breker dioffkan terlebih dahulu,karena bekerja dalam keadaan ada beban). DS (disconnecting switch) dioffkan secara interlock ES akan on sehingga tegangan yang tersisa akan terbuang ketanah.

3.

Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.

Overhole pada sisi matering


1. 2. 3. 4.

Pada sisi outgoing harus dalam kondisi off kemudian DS pada sisi matering di offkan ES pada metering akan On Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.

Overhole pada sisi incoming

1. 2. 3. 4.

Pada sisi outgoing dan matering harus dalam kondisi off kemudian DS pada sisi matering di offkan ES pada metering akan On Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.

Prosedur k3 Dalam melakukan perawatan dan perbaikan pada panel listrik dan switch gear maka perlu diperhatikan keselamatan dan kesehatan kerjanya yang meliputi:
1.

Diri sendiri.

K3 diri sendiri berarti orang yang melaksanakan pekerjaan harus memperhatikan dan menggunakan alat-alat pelindung diri.contohnya : a. Memakai baju pengaman / baju kerja b. Memakai Sarung tangan karet,dll
2.

Orang lain.

Pada saat melakukan pekerjaan harus diperhatikan pula keselamatan orang lain salah satu contohnya yaitu a. Memberi tanda atau peringatan b. Menempatkan barang-barang yang jauh dari jangkauan orang lain.
3.

Peralatan kerja.

Peralatan yang digunakan harus sesuai dengan apa yang seharusnya menjadi tugas dari peralatan tersebut.
4.

Lingkungan .

kegiatan pemeliharaan Ada empat jenis pemeliharaan yaitu: a) Predective Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara mempredeksi kondisi suatu peralatan listrik.

b) Preventive Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya peralatan secara tiba-tiba dan untuk memeper-tahankan untuk kerja peralatan yang optmum sesuai umur teknis peralatannya. c) Corrective Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berencana pada waktu-waktu tertentu d) Breakdown Maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan setelah terjadi kerusakan mendadak yang waktunya tidak tertentu dan sifatnya darurat. Pemeliharaan cubicle 20 kv dapat dibedakan menjadi 4 macam,yaitu:
1. 2. 3. 4.

Pemeliharaan rutin Pemeliharaan korektif Pemeliharaan prediktif Pemeliharaan darurat (emergency)

1) Pemeliharaan rutin
a.

Harian (inpeksi)

Faktor berikut ini yang akan mempengaruhi keputusan kapan untuk inspeksi: 1). Skedul shutdown (turn around). 2). Emergency Shutdown 3). Kondisi tidak normal atau tidak biasa. 4). Terjadi gangguan pada penyulang atau bus. 5). Kondisi atmosfir yang ekstrim seperti: panas, dingin, heavy cold, rain, snow high wind, fog, smog, salt spray, high humidity, perubahan temperatur yang tidak biasa dan lain-lain. 6). Persyaratan dan jadwal pemeliharaan. Inspeksi sebagian mungkin saja dilakukan jika bagian lain tidak diperbolehkan untuk tidak beroperasi.

b.

Mingguan yaitu Pemeliharaan berupa monitoring keadaan panel ataupun switch gear yang dilakukan oleh petugas patroli setiap Mingguan serta dilaksanakan dalam keadaan operasi.

c. d. e.

Bulanan (kondisi operasi) Enam bulanan /semesteran ( kondisi padam ) Tahunan adalah pemeliharaan yang berupa Pengukuran dan pengujian untuk Kompnen panel dan switch gear dan dilakukan oleh petugas Pemeliharaan setiap tahun dan dilaksanakan dalam keadaan Padam

2) Pemeliharaan korektif
a. b. c. d. e. f.

Pemeliharaan terminal Mengatasi suara getaran akibat korona Pengecekan partial discharge kabel daya Mengganti minyak PMT Penggantian/menambah gas SF6 Pengukuran keserempakan kontak PMT

3) Pemeliharaan prediktif Pemeliharaan prediktif yang dilakukan antara lain:


a.

Pengukuran partal discharge yaitu pengukuran tingkat kebocoran isolasi pada permukaan terminasi pada kabel daya jika terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan isolasi.

b.

Pengukuran titik panas dengan infra red thermovision , dimaksudkan untuk memonitor suhu pada sambungan atau klem klem peralatan jika terlalu tinggi (overheathing) akan merudak peralatan.

4) Pemeliharaan darurat (emergency) Pemeliharaan ini hanya dilakukan pada saat terjadi suatu problem/masalah tertentu dan bersifat mendadak saja. Menerapkan data hasil survey dalam kegiatan di sekolah Setelah melakukan survey kita dapat mempelajari dan menerapkanya dalam kegiatan pelajaran di sekolah seperti: Pada saat pengambilan data survey kita mengamati dan member kesimpulan tentang fungsi kontaktor yang upnormal karena sudah sering dipakai sehingga kontaktor tersebut sudah berdebu didalamnya sehingga kontak kontak kontaktor tidak menghubungkan aliran arus listrik dengan sempurna maka kita membongkar kontaktor tersebut dengan tujuan membersihkan bagian dalamnya. Pada kegiatan belajar disekolah kita menemukan kondisi kontaktor yang sama pada kondisi seperti diatas maka kita sudah bisa menebak tempat permasalahan kontaktor tersebut.

Melakukan perawatan ringan panel tenaga

Melakukan perawatan ringan panel tenaga

Panel distribusi daya adalah tempat menyalurkan dan berfungsi untuk mendistribusikan energi listrik dari panel daya atau sumber listrik ke beban (konsumen) baik untuk instalasi tenaga maupun untuk instalasi penerangan untuk itu dilakukan pemeliharaan dan perawatan panel listrik dan switch gear. Fungsi pemeliharaan peralatan panel daya listrik adalah untuk menjamin kontinyuitas penyaluran tenaga listrik dan keandalan. Panel ditribusi listrik harus memperhatikan persyaratan sesuai dengan PUIL yaitu: a) Semua penghantar/kabel harus disusun rapi b) Semua komponen harus dipasang rapi c) Semua bagian yang bertegangan harus terlindung d) Semua komponen terpasang dengan kuat e) Jika tejadi gangguan tidak akan meluas f) Mudah diperluas/dikembangkan jika diperlukan g) Mempunyai keandalan yang tinggi
Melakukan perawatan ringan panel tenaga berarti melakukan kegiatan untuk memelihara kondisi seluruh bagian dari panel daya demi untuk menjaga fungsi dari panel tersebut tanpa melakukan kegiatan kegiatan yang menuju untuk mengganti atau melakukan perubahan. misalnya: Membersihkan debu debu yang ada pada panel tenaga. Membersihkan kotoran kotorn ataupun benda-benda yang mengganggu kerja dari komponen panel tenaga. Melukan pengecekan Setiap komponen harus memenuhi syarat syarat di bawah ini; (a) Jenis komponen harus sesuai dengan kegunaanya. (b) Kemampuan harus sesuai dengan keperluannya, dan lain lain. Kebutuhan alat dan bahan

Peralatan yang diperlukan saat pemeliharaan panel bertegangan adalah: 1. Alat ukur Volt meter

2. Sarung tangan karet, 3. Tespen, 4. Clear contac, 5. pengaman untuk melindungi badan dari sentuhan listrik, 6. bila saat panel dalam keadaan tidak bertegangan dengan alat pembersih panel, Obeng, meger ohm, dan alat tangan lainnya
Melakukan perawatan sesuai sop 1. 2. Buatlah jadwal perawatan rutin. Pada saat melakukan yang mengharuskan mematikan panel maka ininlah urutanya:

Dari pengaman yang kapasitasnya terkecil ke pengaman yang kapasitasnya terbesar . Buatlah catatan hasil perawatan setiap kali melakukan perawatan agar kita dapat mengetahui kondisi komponen dan kapan waktu kita untuk menggantinya

Melakukan perawatan ringan pada panel control

Melakukan perawatan ringan pada panel control Melakukan perawatan ringan pada panel control berarti kita hanya melakukan usaha dimana usaha yang kita lakukan hanya sebagian kecil saja yakni melakukan perawatan pada bagian luar panel ataupun komponen dalam panel saja .misalnya: Membersihkan debu debu yang ada pada panel control. Membersihkan kotoran atau benda-benda yang ada pada komponen panel control.agar tidak mengganggu fungsi komponen, Melukan pengecekan kondisi komponen panel. Setiap komponen harus memenuhi syarat syarat di bawah ini; (a) Jenis komponen harus sesuai dengan PENGGUNAANNYA (b) Kemampuan harus sesuai dengan keperluannya, dan lain lain.

Peralatan peralatan yang digunakan saat pemeliharaan panel listrik Peralatan yang diperlukan saat pemeliharaan panel bertegangan adalah:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Alat ukur Volt meter Sarung tangan karet, Tespen, Clear contac, pengaman untuk melindungi badan dari sentuhan listrik, bila saat panel dalam keadaan tidak bertegangan dengan alat pembersih panel, Obeng, meger ohm, dan alat tangan lainnya

Melakukan perawatan sesuai sop 1. 2. Buatlah jadwal perawatan rutin. Pada saat melakukan yang mengharuskan mematikan panel maka ininlah urutanya:

Dari pengaman yang kapasitasnya terkecil ke pengaman yang kapasitasnya terbesar .


3. Buatlah catatan hasil perawatan setiap kali melakukan perawatan agar kita dapat mengetahui kondisi komponen dan kapan waktu kita untuk menggantinya. 4. Setelah selesai melakukan pemeriksaan maka kita harus melaporkanya kepada pihak yang brwenang untuk menindak lanjuti keadaan panel control tersebut.

panel listrik dan switch gear


Jenis jenis panel listrik dan switch gear
Switchgear

panel distribusi yang mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Dalam bahasa Indonesia artinya Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan sedangkan untuk tegangan rendah disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board). Pada pelaksanaannya banyak pelaku dilapangan menggunakan istilah yang berbeda-beda, kadang ada yang menyebut Distribution Board, Switchgear, MCC, Panel dan sebagainya. BAGIAN BAGIAN SWITCHGEAR Cubicle 20 kV adalah komponen peralatan-peralatan untuk memutuskan dan menghubungkan, pengukuran tegangan, arus, maupun daya, peralatan proteksi, dan kontrol,Disebut cubcle karena peralatan-peralatan tersebut dikemas plat blok berbentuk almari denga pintu di badian depan yang bisa di buka dan di tutup menurut standar Operasi yang diminta,Cubicle 20 kV atau Swichgear 20 kV ini berisi peralatan-peralatan :

Bus bar Circuit Breaker Load Break Switch (. LBS ) Disconnecting Switch ( DS ) atau Switch ( S ) Earthing Switch ( ES ) Current Transformer (Trafo Arus ), ( CT ) Potential Transformer ( Trafo Tegangan ), ( PT' ) Peralatan Ukur ( Volt meter, ampere meter, dsb ) Rele proteksi Interlocking ( kontrol )

Dikatakan cubicle 20 KV atau Switchgear 20 kV, karena peralatan-peralatan tersebut bekerja pada tegangan nominal fasa-fasa 20 kV, vang termasuk kategori tegangan menengah ( > I KV hingga 35 kV )

Setelah melalui gardu induk PLN ,tegangan 20 KV tersebut memasuki Switch Gear Panel .dimana didalam 20 KV Switch Gear Panel terdiri dari 3 macam bagian yaitu: 1. Incoming Switch Gear. 2. Matering Panel. 3. Load Break Switch 1. Incoming Switch Gear. Didalam Incoming Switch Gear terdapat bagian bagian tertentu yaitu: GCB (Gas Circuit Breker). Adalah breker utama yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus power supply yang masuk dari PLN .GCB menggunakan media isolasi SF6,dimana sf6 adalah sebagai media isolasi yang berfungsi untuk meredam bunga apiyang terjadi pada saat Switching dan SF6 ini merupakan gas yang tidak berbau dan tidak mudah terbakar. ACB (Air Citcuit Breker).

Fungsi ACB ini merupakan saklar utama yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung power supply yang masuk dari PLN . Akan tetapi pada ACB ini menggunakan media isolasi dengan udara yang berfungsi meredam bunga api. Incoming Available Light. Adalah lampu indikasi yang akan menyala jika ada power dari PLN (bertegangan). DC Control Source Light. Adalah sebuah lampu indikator yang berfungsi sebagai indikator power supply DC untuk control MDP. CB On Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi On. CB Off Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi Off. CB Trip Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi Trip atau terdapat gangguan. CB Spring Changed Light. Adalah lampu indikator untuk mengetahui Pompa Circuit Breker telah bekerja. Emergency Stop Button. Adalah sakelar tekan untuk memutuskan hubungan power supply apabila dalam keadaan Emergency / Darurat. Alarm Reset Button. Adalah sakelar tekan untuk mereset alarm. 2. Matering Panel Didalam metering panel terdapat bagian-bagian yaitu: Ampere Meter(R-Y-B). Adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus yang mengalir melalui fasa (R-Y-B) Power Factor Meter. Adalah alat yang digunakan untuk mengukur factor daya (cos ) dari PLN.. KWh Meter. Adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang digunakan oleh PT.ETERIDO NUSA GRAHA (ENG). Frequensi Meter. Adalah alat yang digunakan untuk mengukur frekuensi tegangan dari PLN.

Watt Meter. Adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang disupply dari PLN.

Alarm Stop Button. Adalah tombol tekan yang digunakan untuk mematikan alarm saat terjadi gangguan. Reset Button. Adalah tombol tekan yang digunakan untuk mengembalikan posisi kontak-kontak sakelar otomatis dalam kondisi normal. Buzzer. Adalah pengubah gelombang gelombang listrik menjadi getaran suara yang digunakan sebagai alarm (peringatan). Earth Fault Relay. Adalah sakelar otomatis yang akan trip jika adanya arus bocor ketanah. Over Current Relay. Adalah sakelar circuit breker yang akan trip jika kelebihan arus. Current Test Terminal (CTT). Adalah terminal yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya arus listrik di Matering Panel. Volt Test Terminal (VTT). Adalah terminal yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya tegangan listrik di Matering Panel. 3. Load Breker Switch Panel. Didalam panel terdapat LBS (Load Breker Switch) yang digunakan sebagai pengaman LBS yang terpasang ini mempunyai kemampuan menahan arus sampai sebesar 400A dan LBS ini mempunyai 3 lampu tanda yaitu: LBS On Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi On. LBS Off Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi Off. LBS Trip Light. Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi Trip.

Setelah melewati 20 KV Switch Gear Panel power supply yang bertegangan 20 KV tersebut dihubungkan dengan sisi primer atau sisi tegangan tinggi Transformator. Transformator tersebut menurunkan tegangan (Step Down Transformer) dan mempunyai kapasitas sebesar 4000 KVA,3 Fasa , 50 Hertz , Macam macam panel listrik 1. panel tenaga . panel ini digunakan untuk membagi tenaga atau daya listrik. 2. panel control ( pengendali ). Panel kontrol listrik adalah peralatan yang berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan beban listrik di bengkel listrik atau industri yang menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Setiap beban motor listrik berdaya besar diindustri selalu dilengkapi dengan panel kontrol listrik. Guna mengoperasikan motor listrik dimana motor listrik dapat dikendalikan dari dekat maupun jauh diperlukan alat kontrol sebagai penghubung sekaligus sebagi pengatur. Agar motor dan alat kontrolnya dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya, banyak faktor yang harus dipertimbangkan baik mesin maupun alat kontrolnya. Dalam praktek penggunaan alat kontrol disesuaikan kebutuhannya contohnya: 1. Pengontrolan permulaan jalan (start) 2. Pengontrolan berhenti (Stop) 3. Pengontrolan membalik arah putaran (Forward Reverse) 4.Pengontrolan pengaturan kecepatan (speed regulation) Fungsi dan karakteristik Komponen pada panel kontrol listrik 1. Saklar magnet / Magnetic Contactor Kontaktor magnet adalah suatu alat penghubung rangkaian listrik(saklar) yang bekerja atas dasar magnet lstrik. Kontaktor itu ada dua jenis yaitu kontaktor magnet arus searah dan kontaktor dengan arus bolak-balik. Kontaktor arus searah kumparannya tidak menggunakan kumparan hubung singkat, sedang kontaktor arus bolak-balik inti magnet dipasang kumparan hubung singkat. Kontaktor dibedakan menjadi 2 (dua) bagian:

a) Kontaktor utama

b) Kontaktor bantu

2. Pengaman motor ( Over Load ) Over Load/saklar termis selalu dipasang seri dengan beban yang berfungsi sebagai pengaman. Apabila terjadi kelebihan beban, hubung singkat atau gangguan lainnya yang mengakibatkan naik arus secara otomatis, saklar termis akan bekerja memutuskan arus listrik dengan beban sehingga keamanan beban terjagaAdapun saklar termis bekerja atas dasar panas. Saklar termis ini dibuat dari dua logam yang disatukan yang dikenal dengan bimetal yang masing-masing mempunyai koefisien muai yang berbeda (yang satu mudah memuai dan yang lainya tidak mudah memuai). Dengan demikian apabila kena panas akibat arus listrik melewati ketentuan, plat bimetal akan membengkok menjauhi plat yang tidak mudah memuai akhirnya plat tidak sambung, dan apabila arus yang mengalir normal atau panas normal maka plat tersebut akan ke posisi semula yang akhirnya arus listrik akan mengalir lagi. Perhatikan gambar berikut:

3. MCB/miniatur circuit breaker MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan rangkaian apabila ada arus yamg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik melebihi dari kemampuanya. Misalnya adanya konsleting dan lainnya. Pemutus tenaga ada yang untuk satu phase dan ada yang untuk 3 phase. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phase yang disusun menjadi satu kesatuan. Pemutus tenaga mempunyai posisi saat menghubungkan maka antara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak. Pada posisi saat ini MCB pada kedudukan 1 (ON), dan saat ada gangguan MCB dengan sendirinya akan melepas rangkaian secara otomatis kedudukan saklarnya 0 (OFF), saat ini posisi terminal masukan dan keluaran MCB tidak sambung.

4. Time Delay relay (TDR) Relai penunda waktu digunakan untuk memperoleh periode waktu yang dapat diatus/sistel menurut kebutuhan. Setelah distel ia tidak boleh dirubah sampai pada saat yang ditentukan, posisinya akan berubah sendiri.Relai ini dapat digunakan untuk instalasi otomatis seperti: 1.Mengubah hubungan bintang segitiga secara otomatis pada motor 2.Mengubah arah putaran motor secara otomatis 3.Mengubah kecepatan putaran motor secara otomatis dan sebagainya.

cara kerja Apabila arus listrik mengalir pada terminal 2 dan 7(kumparan) dan waktu sudah diatus maka posisi semula titik 31 dan 68 terbuka sedangkan titik 41 dan titik 5-8 tertutup. Setelah waktunya sudah tercapai maka posisi sekarang menjadi: titik 31 dan 6-8 menutup dan titik 41 dan 58 membuka. Posisi tersebut akan tidak berubah, kecuali aliran listriknya terputus posisinya kembali ke semula. Coba perhatikan gambar konstruksi dari soket/kedudukan TDR dan TDR dibawah ini:

5. Tombol Saklar tekan/tombol (push button), ada dua macam yaitu tombol tekan normally open (NO) dan tombol tekan normallly close (NC). Konstruksinya tombol tekan ada beberapa jenis, yaitu jenis tunggal ON dan OFF dibuat secara terpisah dan ada juga yang dibuat satu tempat. Jenis ini untuk satu tombol dapat untuk ON dan OFF tergantung keinginan penggunaannya. Tombol tekan tunggal terdiri dari dua terminal, sedang tombol tekan ganda terdiri dari empat terminal