Anda di halaman 1dari 7

Secara umum ilmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan

teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsipprinsip baru yang mendasar dalam ilmu. Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut. Pemodelan merupakan salah satu cabang dari analisis ilmiah. Kegiatan pemodelan meliputi: pembuatan konsep, pengorganisasian, komunikasi, pemahaman, analisis, ujicoba pengukuran lapangan, ramalan, prediksi, peringatan dini (early warning), dan optimasi pengambilan keputusan. Pemodelan dapat dipergunakan untuk membantu menjelaskan fenomena fisik, kimia, dan biologi yang mungkin terjadi dalam proses tersebut. Pemodelan Teknik Lingkungan adalah pengembangan keilmuan, metodologi, dan analisis logika dan model matematika untuk memecahkan permasalahan lingkungan dari pendekatan teknik dan manajemen. Pemodelan di Teknik Lingkungan terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu pemodelan manajemen lingkungan dan pemodelan proses fisik/kimia/biologi. Pemodelan manajemen lingkungan bertujuan untuk mempelajari parameter/variabel yang berperan dalam sebuah proses alam/sosial, dan juga interaksi yang terjadi antar parameter/variabel. Selain itu pemodelan manajemen lingkungan bertujuan untuk proses pembuatan keputusan manajemen, yaitu dengan cara membuat berbagai skenario manajemen yang kemudian dimasukkan ke dalam model, disimulasikan, dan dianalisis keluaran yang dihasilkan. Pemodelan proses fisik/kimia/biologi bertujuan untuk mengetahui proses fisik, kimia, dan biologi yang terjadi pada suatu objek/proses yang dipelajari, interaksi antar variabel/parameter, karakteristik transport (penyebaran), dan keluaran yang dihasilkan jika suatu skenario masukan dilakukan (proses simulasi).

Pemodelan fisik/kimia/bologi direpresentasikan dengan pemodelan matematika. Pemodelan matematika memiliki karakteristik: 1. KONSEPTUAL ATAU EMPIRIKAL Konseptual Definisi konseptual adalah pengertian konsep-konsep penelitian yang digunakan oleh peneliti. Dalam penelitian ini, definisi konseptual yang digunakan adalah kepuasan, yang terdiri dari Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). Kepuasan dapat diukur dengan menggunakan: 1. Gratification Sought (GS) Gratification Sought adalah kepuasan yang dicari seseorang dalam menggunakan media tertentu (McQuail, 1997). 2. Gratification Obtained (GO) Gratification Obtained adalah kepuasanyang diperoleh seseorang setelah menggunakan media tertentu (McQuail, 1997). Selanjutnya, indikator terjadinya kepuasan atau tidak adalah sebagai berikut : 1. Jika mean skor (rata-rata skor) GS lebih besar dari mean skor GO (mean skor GS> mean skor GO), maka terjadinya kesenjngan kepuasan, karena kebutuhan yang diperoleh lebih sedikit dibandingkan dengan yang diinginkan. Karena itu

kesimpulannya, media tidak memuaskan khalayaknya. 2. Jika mean skor GS sama dengan mean skor GO (GS=GO), maka tidak terjadi kesenjangan kepuasan karena jumlah kebutuhan yang diinginkan semuanya terpenuhi. 3. Jika mean skor GS lebih kecil dari mean skor GO (GS<GO), maka terjadi kesenjangan kepuasan karena kebutuhan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan yang diinginkan. Dengan kata lain bahwa media terseut memuaskan khalayaknya. Semakin besar kesenjangan mean skor yang terjadi, makin tidak memuaskan media tersebut bagi khalayaknya. Sebaliknya, semakin kecil kesenjangan mean skor yang terjadi, maka makin memuaskan media tersebut bagi khalayaknya (Kriyantono, 2009). Model Konseptual mungkin dinyatakan dalam istilah metaphor atau lebih abstrak direpresentasikan dalam suatu gambar atau diagram. Perancang selanjutnya akan menggunakan konsep ini untuk menggolongkan kemampuan sistem dan bagaimana hal tersebut dipilih/dieksekusi, dan komunikasi model tersebut melalui antarmuka pemakai. Representasi / penyajian sistem yang akurat, lengkap dan konsisten. Berpegang pada perancang sistem, para pemakai ahli dan pelatih.

Harus didasari pada kebutuhan tugas para pemakai, pengetahuan sebelumnya dan pengalaman, persepsi dan pembatasan teori.

Model Empirik Model empirik (Empirical models) adalah model yang dikembangkan dari hubungan input dan output yang diperoleh dari data empirik atau secara deduktif. Model semi empiric (Semi empirical models) adalah model yang dikembangkan berdasarkan hukum dasar dan kecenderungan hubungan antar variabel yang diperoleh dari data empirik. Dalam perhitungannya, model ini hanya memperhitungkan jalur transmisi secara lurus pada bidang vertikal antara transmitter dan receiver. Jadi yang diperhitungkan hanyalah efek dari benda-benda yang segaris dengan jalur transmisi. A-15 Pada daerah urban di mana terdapat banyak gedung-gedung maka yang diperhitungkan hanyalah gedung-gedung yang dilalui bidang vertikal jalur transmisi. Tingkat ketepatan dari model Walfisch-Ikegami sangat tinggi, karena pada daerah urban perambatan yang terjadi melalui atap gedung (multiple diffraction) merupakan faktor yang sangatlah dominan dan paling berpengaruh. Hanya saja efek akibat refleksi yang berulang-ulang (multiple reflection) tidak diperhitungkan.

2. DETERMINISTIK ATAU STOKASTIK Deterministik Model deterministik merupakan model yang bersifat acak atau Random. Model deterministik menggunakan beberapa inputan variabel yang diproses melaui beberapa titik variabel peubahyang didapat dari hasil taksiran, sehingga hasilnya merupakan titik potong dari semuakeluaran yang ada. Hasil keluaran dari model ini merupakan titik-titik kemungkinan yang mungkin ada dari berbagai respons. Model ini sering berupa pernyataan matematika yang dijabarkan dari azas-azas kekekalan energi, massa dan momentum. Sebaliknya, ketidaklengkapan informasi mengenai aspek-aspek tertentu dari realitas, atau tidak tersedianya rumusan yang memadai untuk menyatakan hukum alam yang berlaku sering mendorong pembentukan model yang bersifat nondeterministik. Model jenis ini sering dikembangkan dengan menggunakan konsep peluang atau probabilitas, namun tidak tertutup kemungkinan model itu sematamata bersifat heuristik atau ad-hoc.

Stokastik Model Stokastik adalah model memiliki komponen input random, dan menghasilkan outputyang random pula. Model stokastik mengandung unsur acak atau distribusi peluang, sehinggatidak hanya membuat penaksiran keluaran yang defenitif tapi juga disertai dengan deviasi(variance). Semakin besar ketidak-pastian akan tingkah-laku suatu sistem, semakin penting penerapan model terjadi secara acak. Tingkah-laku sistem dapat menjadi deterministik apabilakuantitas besar dilibatkan, artinya variasi yang sangat kecil tidak begitu berarti dalam taksiranyang dihasilkan stokastik. Proses seperti kelahiran, migrasi, kematian, dan konversi kimia cenderung model. Kasus epidemiologi, dinamika populasi, pengendalian populasikadang-kadang dilakukan melalui pendekatan dengan model stokastik.

3. STEADY-STATE ATAU DINAMIK Dinamik Pemrograman Dinamik adalah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah atau tahapan sedemikian hingga solusi dari persoalan dapat dipandang dari serangkaian keputusan yang saling berkaitan. Penggunaan model ini erat berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang kompleks, yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu dengan bertambahnya waktu. Asumsi utama dalam paradigma dinamika sistem adalah bahwa tendensi-tendensi dinamik yang persistent (terjadi terus menerus) pada setiap sistem yang kompleks bersumber dari struktur kausal yang membentuk sistem itu. Oleh karena itulah model-model dinamika sistem diklasifikasikan ke dalam model matematik kausal (theory-like). Metodologi dinamika sistem pada dasarnya menggunakan hubungan-hubungan sebab-akibat (causal) dalam menyusun model suatu sistem yang kompleks, sebagai dasar dalam mengenali dan memahami tingkah laku dinamis sistem tersebut. Dengan perkataan lain, penggunaan metodologi dinamika sistem lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pengertian kita tentang bagaimana tingkah laku sistem muncul dari strukturnya. Persoalan yang dapat dengan tepat dimodelkan menggunakan metodologi dinamika sistem adalah masalah yang mempunyai sifat dinamis (berubah terhadap waktu); dan struktur fenomenanya mengandung paling sedikit satu struktur umpan- balik (feedback structure).

4. ANALITIKAL ATAU NUMERIKAL Analitikal Model analitikal adalah model matematik yang menghasilkan solusi kuantitatif. Model analitikal dapat memberikan hasil optimum tanpa proses coba-coba (trial and error). Model analitikal umumnya bersifat statis, prescriptive, deterministic atau probabilistic.

Metode Numerikal Metode Numerikal adalah teknik dimana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika. Metode numerik dapat menyelesaikan persoalan di dunia nyata yang seringkali nonlinier, dalam bentuk dan proses yang sulit diselesaikan dengan metode analitik. Model matematika yang rumit ini adakalanya tidak dapat diselesaikan dengan metode analitik yang sudah umum untuk mendapatkan solusi sejatinya (exact solution). Yang dimaksud dengan metode analitik adalah metode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku (lazim). Kebanyakan persoalan matematika tidak dapat diselesaikan dengan metode analitik. Metode analitik disebut juga metode sejati karena iamemberi solusi sejati (exact solution) atau solusi yang sesungguhnya, yaitu solusi yang memiliki Galat (error ) sama dengan nol. Metode numerik ini disajikan dalam bentuk algoritma-algoritma yang dapat dihitung secara cepat dan mudah. Pendekatan yang digunakan dalam metode numerik merupakan pendekatan analisis matematis, dengan tambahan grafis dan teknik perhitungan yang mudah.

5. SECARA SPASIAL TERAGREGASI ATAU TERDISTRIBUSI Komputasi terdistribusi adalah suatu solusi untuk memudahkan pekerjaan computer dengan sistem membagi kinerja sehingga memecahkan masalah dalam skala besar tidak terasa sulit dan memakan waktu lama. Secara ilmiah ,komputasi terdistribusi adalah bidang ilmu komputer yang mempelajari sistem terdistribusi. Sebuah sistem

terdistribusi terdiri dari beberapa otonom komputer yang berkomunikasi melalui jaringan komputer . Komputer berinteraksi satu sama lain untuk dalam mencapai sistem tujuan

bersama. Sebuah program

komputer yang

berjalan

terdistribusi

disebut program didistribusikan, dan pemrograman terdistribusi adalah proses penulisan program tersebut.

Cara Kerja Komputasi Terdistribusi Sistem share atau multitasking yang cara kerja komputasi terdistribusi adalah beban kerja akan didistribusikan ke komputer-komputer yang terhubung untuk diselesaikan dimana semua itu dikendalikan oleh suatu sistem operasi. Pengguna hanya cukup melakukan pengaturan sistem operasi, kemudian sistem operasilah yang akan melakukan tugasnya mengorganisasi kemampuan dan tugas ke komputer-komputer itu.

Kegunaan Komputasi Terdistribusi Terdapat berbagai tipe sistem komputer terdistribusi dan banyak tantangan selama perancangan dan implementasinya. Tujuan utama dari sistem komputasi terdistribusi adalah untuk menghubungkan para pengguna dan sumber daya dalam cara yang transparent, open dan scalable. Idealnya, ini akan membuat sistem lebih fault-tolerant daripada sistem komputer stand-alone. Openness merupakan properti dari sistem terdistribusi dimana setiap subsistem secara kontinyu terbuka untuk berinteraksi dengan sistem lain. Protokol web services adalah standard yang memungkinkan sistem terdistribusi di-extend dan di-scale. Secara umum, suatu sistem terbuka yang bersifat scalable memberikan keuntungan lebih dibandingkan sistem yang tertutup dan self-contained (menyatu).

Kelemahan dan Kerugian Banyak tipe komputasi tidak cocok bagi lingkungan terdistribusi, biasanya yang berhubungan dengan jumlah komunikasi jaringan atau sinkronisasi yang dibutuhkan antar node. Jika bandwidth, latency, atau persyaratan komunikasi begitu signifikan, maka tidak ada keuntungan dari distributed computing dan kinerja dapat lebih buruk daripada lingkungan non-distributed. Jika tidak direncanakan dengan tepat, suatu distributed system dapat menurunkan reliabilitas total dari komputasi jika ketidak tersediaan dari suatu node dapat menyebabkan gangguan bagi node-node lain. Troubleshooting dan diagnosing terhadap masalah dalam distributed system dapat menjadi lebih sulit, karena perlu analisis yang berkaitan dengan node jauh atau menginspeksi komunikasi antar node di dalam sistem.

Dampak Komputasi Terdistribusi Komputasi terdistribusi memiliki dampak baik dan buruk bagi kehidupan umat manusia antara lain manusia lebih mudah dan lebih cepat untuk mendapatkan informasi

yang mereka inginkan, membantu manusia untuk melakukan perhitungan yang sangat besar supaya dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan akurat, membantu perusahaanperusahaan besar dalam masalah basis data perusahaan, dan lain sebagainya. Selain itu sistem komputasi terdistribusi juga memiliki dampak yang kurang baik karena membuat manusia semakin tergantung kepada komputer atau mesin, komputasi terdistribusi juga sering disalah gunakan untuk hal-hal yang kurang baik atau untuk kejahatan, dan penggunaan komputasi terdistribusi oleh personal kadang kala menjadi suatu pemborosan karena mereka tidak memiliki masalah sebesar perusahan atau institusi.