Anda di halaman 1dari 7

Makalah : PEMBIAYAAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Written by D. CHANDRA dan DEFRI Friday, 03 June 2011 15:02 A.

Metode Pembiayaan Perdagangan Internasional

1. Pembayaran di Muka (Prepayment) Eksportir tidak akan mengirimkan barang sebelum pembeli mengirimkan pembayaran ke eksportir. Pembayaran dilakukan dalam bentuk transfer internasional ke rekening bank eksportir atau dalam bentuk draft bank asing. Metode ini menyajikan perlindungan terbaik bagi pemasok dan disyaratkan untuk pembeli baru yang kredibilitasnya tidak diketahui atau berasal dari negara yang sedang mengalami krisis keuangan.

2. Letter of Credit (L/C) Instrumen yang diterbitkan oleh bank atas nama importir yang berisi janji untuk membayar eksportir setelah dokumen pengiriman bersamaan dengan perjanjian yang ditentukan diserahkan. Dampaknya adalah bank memberikan kredit kepada pembeli. Eksportir mendapatkan kepastian menerima pembayaran dari bank penerbit selama eksportie dapat memberikan dokumen sesuai L/C. importir tidak perlu membayar barang hingga pengiriman dilakukan dan dokumen disajikan dengan lengkap. Bank penerbit wajib membayar L/C tanpa mempertimbangkan kemampuan atau keinginan pembeli untuk membayar barang tersebut.

3. Dokumen Pertukaran (Draft) Permintaan tanpa syarat yang dikeluarkan suatu pihak (ekportir) yang meminta pembeli untuk membayar jumlah nominal yang tertera setelah draf diserahkan. Draft merupakan permintaan formal dari eksportir untuk mendapatkan pembayaran dari pembeli.

a)

Draft Berjangka (Time Draft)

Eksportir menginstruksikan bank pembeli untuk memberikan dokumen pengiriman sebelum draft ditandatangani. Pembeli berjanji untuk membayar eksportir pada suatu waktu di masa depan.

b)

Draft Atas Unjuk (Sight Draft)

Eksportir akan dibayar setelah pengiriman dilakukan dan draft diberikan pada pembeli untuk memperoleh pembayaran. Bank pembeli tidak akan memberikan dokumen pengiriman pada pembeli sebelum pembeli membayar draft.

4. Konsinyasi Eksportir mengirim barang pada imprtir tetapi mempertahankan kepemilikan barang. Importir memiliki akses terhadap barang tetapi tidak perlu membayar hingga barang terjual ke pihak ketiga. Eksportir mempercayai importir untuk mengirim pembayaran barang yang telah terjual.

5. Penundaan Pembayaran

Kebalikan dari pembayaran di muka adalah transaksi utang (open account) dimana eksportir mengirim barang dan mengharapkan pembeli mengirim pembayaran sesuai perjanjian yang telah disepakati. Metode ini digunakan jika pembeli dan penjual saling percaya dan telah saling berhubungan.

Waktu Pembayaran Pembayaran Sebelum pengiriman di muka

Metode

Saat Barang Tersedia Setelah pembayaran

Risiko Eksportir Tidak ada

Risiko Importir Sepenuhnya mengandalkan eksportir untuk mengirim barang yang dipesan Pengiriman pasti dilakukan, namun mengandalkan eksportir untuk mengirim barang sesuai dokumen Sama seperti di atas dengan pengecualian importir dapat memeriksa barang sebelum dibayar Seperti di atas

Letter of credit

Saat pengiriman

Setelah pembayaran

Risiko kecil atau tanpa risiko, tergantung dari syarat kredit

Sight draft, dokumen setelah pembayaran

Saat draft diberikan kepada pembeli

Setelah pembayaran

Barang telah dikirim sekalipun draft tidak dibayar

Time draft, dokumen setelah barang diterima

Pada saat draft jatuh tempo

Sebelum pembayaran

Mengandalkan pembeli untuk membayar draft

Konsinyasi

Pada saat pembeli menjual barang

Sebelum pembayaran

Sesuai Penundaan pembayaran persetujuan

Sebelum pembayaran

Memungkinkan importir untuk menjual barang sebelum membayar eksportir Sepenuhnya mengandalkan pembeli untuk membayar jumlah yang disepakati

Tidak ada; memperbaiki arus kas pembeli

Tidak ada

B. Metode Pembiayaan Perdagangan

1. Pembiayaan Piutang Usaha Bank akan memberikan pinjaman pada eksportir dengan jaminan piutang usaha. Jika importir gagal membayar eksportir karena alasan apapun, eksportir bertanggung jawab untuk melunasi pinjaman ke bank. Jangka waktu pembiayaan biasanya antara satu hingga enam bulan. Untuk memindahkan risiko tambahan dari piutang asing, eksportir dan bank mensyaratkan asuransi kredit ekspor sebelum melakukan pembiayaan piutang asing.

2. Anjak Piutang Karena terdapat risiko bahwa pembeli tidak dapat membayar, perusahaan eksportir dapat mempertimbangkan untuk menjual piutang pada pihak ketiga. Perusahaan anjak piutang akan mengambil alih kewajiban administrasi yang diperlukan untuk menagih pembeli serta eksposur kredit terkait. Perusahaan anjak piutang biasanya membeli piutang dengan diskon dan juga menerima komisi dengan jumlah tetap. Anjak piutang memberikan beberapa keuntungan pada eksportir, seperti berikut ini: Dengan menjual piutang, eksportir tidak perlu khawatir mengenai proses administrasi yang terkait untuk mempertahankan dan memonitor buku besar piutang. Perusahaan anjak piutang mengambil alih eksposure kredit pembeli, sehingga eksportir tidak perlu mempekerjakan karyawan untuk menilai kelayakan kredit seorang pembeli asing. Dengan menjual piutang pada perusahaan anjak piutang, ekportir menerima pembayaran segera dan memperbaiki arus kasnya.

3. Letter of Credit (L/C) L/C merupakan pengambilalihan oleh bank untuk melakukan pembayaran atas nama pihak tertentu untuk penerima manfaat berdasarkan kondisi tertentu. Eksportir (penerima manfaat) dibayar setelah menyerahkan dokumen yang diminta sesuai dengan persyaratan pada L/C. L/C melibatkan dua bank, baik importir dan bank eksportir. Bank penerbit yang memberikan kredit pada importir. Bank tersebut

menjamin pembayaran pada eksportir, jika eksportir memenuhi persyaratan dan kondisi pada L/C. L/C yang terkait dengan perdagangan disebut commercial letter of credit atau import/export letter of credit. Terdapat 2 jenis L/C: dapat dibatalkan dan tidak dapat dibatalkan. Bank yang menerbitkan L/C dinamakan bank penerbit (issuing bank). Bank koresponden yang menerima L/C dari bank penerbit adalah bank yang berlokasi di negara pihak penerima manfaat yang dinamakan bank penjaminan (advising bank). Tiga bentuk dokumen L/C: a. Draft merupakan perjanjian tanpa syarat yang dibuat suatu pihak (eksportir), untuk meminta importir membayar jumlah yang tertera pada draf saat diserahkan atau pada tanggal tertentu di masa depan.Jika draft berbentuk sight draft, maka draft akan dibayar saat dokumen diberikan. Jika draft harus dibayar pada tanggal tertentu di kemudian hari (time draft), dan diterima oleh importir, maka draft tersebut dikenal sebagai trade aceptance. Bankers acceptance b. Dokumen penerimaan (konosemen) Dokumen ini merupakan tanda terima pengiriman dan berisi biaya pengiriman, dan yang lebih penting, dokumen ini memindahkan hak milik barang. c. Faktur komersial Deskripsi barang yang dijual untuk pembeli dari eksportir (penjual).

Beberapa jenis L/C yang bermanfaat untuk membiayai perdagangan: a. L/C standby digunakan untuk menjamin pembayaran pada pemasok. L/C menjanjikan pembayaran pada penerima manfaat jika pembeli gagal membayar sesuai kesepakatan. b. Transferable L/C merupakan variasi dari L/C komersial standar yang memungkinkan penerima manfaat pertama untuk memindahkan sebagian atau seluruh L/C pada pihak ketiga. c. Assigment of proceeds. Penerima manfaat awal L/C menjanjikan pembayaran untuk pemasok akhir setelah L/C diterima. Pemasok akhir memiliki jaminan dari bank bahwa jika dan ketika dokumen diserahkan sesuai kesepakatan pada L/C bank akan membayar pemasok akhir sesuai dengan instruksi penjaminan.

4. Akseptasi Bank Dokumen pertukaran atau time draft, yang dibuat dan diterima oleh suatu bank. Merupakan kewajiban bank penerima untuk membayar pemegang draft pada saat jatuh tempo. Jika ekportir menahan akseptasi bank hingga jatuh tempo, maka eksportir yang menyediakan pembiayaan bagi imortir seperti pembiayaan piutang. Manfaat akseptasi bank bagi eksportir: a. Eksportir tidak memikirkan risiko kredit importir dan karenanya dapat menembus pasar asing baru tanpa mempertimbangkan risiko kredit calon konsumen. b. Eksportir hanya menghadapi sedikit eksposure dari risiko politik atau pengendalian kurs yang dikenakan pemerintah. c. Eksportir dapat menjual akseptasi bank dengan diskon sebelum pembayaran jatuh tempo dan karenanya memperoleh dana sebelum dikeluarkan oleh bank penerbit.

Manfaat akseptasi bank bagi importir: a. Adanya akses yang lebih besar untuk membeli perlengkapan dan produk lain dari pasar asing. b. Dokumen yang menyertai akseptasi bank, menjamin importir bahwa barang telah dikirim. c. Karena akseptasi bank memungkinkan importir untuk membayar kemudian, maka importir memperoleh pembiayaan hingga akseptasi bank jatuh tempo. Bank penerbit akseptasi bank memperoleh manfaat dari komisi penerbitan akseptasi bank.

5. Pendanaan Modal Kerja Akseptasi bank memungkinkan eksportir menerima dana lebih cepat, serta memungkinkan importir menunda pembayaran hingga suatu waktu tertentu di masa depan. Bank dapat memberikan pinjaman jangka pendek setelah periode akseptasi bank. Bagi importir, pembelian dari luar negeri biasanya merupakan pembelian persediaan. Pinjaman tersebut membiayai siklus modal kerja yang dimulai dengan membeli persediaan, berlanjut dengan penjualan barang, timbulnya piutang, dan konversi piutang menjadi kas. Bagi eksportir, pinjaman jangka pendek dapat membiayai pembuatan barang yang ditujukan untuk ekspor (pembiayaan sebelum ekspor) atau jangka waktu dari saat penjualan hingga pembayaran dari pembeli diterima.

6. Pendanaan Barang Modal Jangka Menengah Forfaiting merupakan pembelian obligasi keuangan, seperti dokumen pertukaran atau wesel bayar, tanpa recourse dari pemegang awal, biasanya eksportir. Pada transaksi forfait, importir mengeluarkan wesel bayar untuk membayar eksportir atas barang impor dengan jangka waktu tertentu, biasanya antara tiga hingga tujuh tahun. Kemudian eksportir akan menjual wesel bayar tanpa recourse pada bank forfaiting.

7. Perdagangan Tandingan (countertrade) Countertrade mengacu kepada seluruh bentuk transaksi perdagangan asing dimana penjualan barang pada satu negara dikaitkan dengan pembelian atau pertukaran barang dari negara yang sama. Bentuk umum perdagangan tandingan : a. Barter merupakan pertukaran barang antara dua pihak tanpa menggunakan mata uang sebagai sarana pertukaran. b. Kompensasi atau penciptaan rekening sementara atau rekening kliring, pengiriman barang ke satu pihak dikompensasi dengan pembelian kembali sejumlah produk pembeli oleh penjual. Perjanjian membeli kembali dapat dilakukan senilai sebagian dari penjualan awal (partial compensation) atau lebih dari 100 persen nilai penjualan awal (full compensation). c. Pembelian tandingan (counterpurchase) mengacu pada pertukaran barang antara dua pihak berdasarkan dua kontrak terpisah yang dinyatakan dalam satuan mata uang. Pengiriman dan pembayaran kedua jenis barang secara teknik merupakan transaksi terpisah.

C. Badan yang Memungkinkan Terselenggaranya Perdagangan Internasional

1. Export-Import Bank of The United States Ex-Imbank mempunyai misi membiayai dan memfasilitasi ekspor barang dan jasa AS dan mempertahankan daya saing perusahaan AS di pasar luar negeri. Program ExImbank umumnya didesain untuk mendukung sektor swasta untuk membiayai perdagangan ekspor dengan mengambil alih beberapa kredit risiko terkait dan memberikan pembiayaan langsung pada importir asing ketika pemberi pinjaman swasta tidak bersedia. Ex-Imbank menawarkan program yang dikelompokkan menjadi: a) Penjaminan Program penjaminan modal kerja mendorong bank komersial untuk memberikan pembiayaan ekspor jangka pendek untuk eksportir yang layak dengan memberikan jaminan komprehensif atas 90 hingga 100 persen dari pokok dan bunga pinjaman. Program penjaminan mendorong peminjam komersial untuk membiayai penjualan barang modal dan jasa AS untuk pembeli asing yang telah disetujui. Ex-Imbank menjamin 100 persen dari pokok dan bunga pinjaman. Program ini didesain untuk membiayai produk yang dijual dalam jangka menengah, dengan periode pelunasan berkisar 1 hingga 5 tahun.

b) Pinjaman Melalui program pinjaman langsung, Ex-Imbank menawarkan pinjaman dengan suku bunga tetap langsung pada pembeli asing untuk membeli barang modal dan jasa AS untuk jangka menengah atau jangka panjang. Program pinjaman pembiayaan proyek memungkinkan bank atau Ex-Imbank atau gabungan keduanya untuk memberikan pembiayaan jangka panjang atas barang modal dan pelayanan terkait untuk proyek besar.

c) Asuransi bank Kebijakan L/C bank memungkinkan bank untuk mengkonfirmasi L/C yang diterbitkan bank asing untuk pembelian ekspor AS. Kebijakan kredit pembeli institusi keuangan diterbitkan atas nama bank. Kebijakan ini memberikan asuransi atas pinjaman bank pada pembeli asing dalam jangka pendek.

d) Asuransi kredit ekspor Kebijakan usaha kecil menyediakan perlindungan untuk eksportir baru dan usaha kecil.

Kebijakan payung diberikan pada administrator seperti bank, perusahaan perdagangan, pialang asuransi, atau agen pemerintah. Kebijakan pembeli lebih dari satu digunakan oleh eksportir berpengalaman. Kebijakan pembeli tunggal memungkinkan eksportir untuk memilih mengasuransikan transaksi jangka pendek tertentu untuk pembeli yang telah disetujui.

2. Private Export Funding Corporation PEFCO, suatu perusahaan swasta, dimiliki oleh konsorsium bank komersial dan perusahaan industri. Bekerja sama dengan Ex-Imbank, PEFCO menyediakan pembiayaan jangka panjang dan menengah dengan suku bunga tetap untuk pembeli asing. Ex-Imbank menjamin seluruh pinjaman ekspor yang melalui PEFCO. Sebagian besar pinjaman PEFCO digunakan untuk membiayai proyek keuangan besar, sehingga memiliki jangka waktu panjang (5 hingga 25 tahun). PEFCO juga bertindak sebagai pembeli pasar sekunder atas pinjaman ekspor dari bank AS. PEFCO memperoleh dana dari pasar modal dengan menjual obligasi jangka panjang.

3. Overseas Private Investment Corporation OPIC merupakan badan negara federal yang berdiri sendiri dan bertanggung jawab untuk mengasuransikan investasi langsung AS di negara asing terhadap risiko mata uang yang tidak dapat ditukar, pengambilalihan, dan risiko politik lain. Melalui pinjaman langsung atau program penjaminan, OPIC akan memberikan pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada investor AS yang melakukan kerja sama di luar negeri. OPIC juga menawarkan perlindungan khusus untuk eksportir yang mengikuti lelang atas kontrak asing.