P. 1
Metode Dan Pendekatan Geografi Ekonomi

Metode Dan Pendekatan Geografi Ekonomi

|Views: 1,147|Likes:
Dipublikasikan oleh Oswald Sitanggang

More info:

Published by: Oswald Sitanggang on Feb 28, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/16/2015

BAB I PENDAHULUAN

Geografi adalah Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dan konteks keruangan. Geografi Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas ekonomi penduduk yang dipengaruhi oleh aspek – aspek dari lingkungan alam baik fisik maupun sosial/manusia. Kegiatan ekonomi manusia pada umumnya dapat kita golongkan pada 3 golongkan, yaitu aktivitas dalam bidang: produksi, pertukaran barang, dan pemakaian barang. Kebutuhan hidup manusia harus dipenuhi dan dipelihara agar dapat terjamin secara layak dan kontiniu, hanya bisa terwujud melalui usaha/kerja manusia yang disebut dengan “Aktivitas Ekonomi”. Dengan adanya aktivitas ekonomi, maka manusia akan menghasilkan. Aktivitas ekonomi manusia yang bentuknya sistematis dan terorganisir, dikenal dengan istilah industri. Sedangkan usaha menciptakan/mengadakan barang dan jasa melalui suatu industri disebut “Ekonomi Produksi” Di dalam Geografi Ekonomi kita membahas “Problem of making a living” yang mengutamakan pemabahasan aktivitas ekonomi penduduk, maka sektor manusia menjadi titik pusat pembahasan. Manusia sebagai pusat yang memproduksi, mentransport, mengkonsumsi, menghancurkan, ataupun manusia sebagai man power. (Achiruddin, 1987)

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

BAB I PEMBAHASAN

A. Pendekatan Geografi Ekonomi Berbagai cara pendekatan dapat kita laksanakan didalam studi geografi ekonomi. Tetapi pada umumnya dan secara garis besar, dapat kita kemukakan 3 cara dasar kerja para sarjana geografi, yaitu: 1. Pendekatan Regional (Regional Approach) Pendekatan regional dengan analisis regional berarti gambaran tentang region, wilayah dalam berbagai macam aktivitas ekonomi yang ada. Pengertian “region” ada yang menyebut area, daerah, wilayah, zone, land, belt dan sebagainya.

Pengertian Region menurut para ahli: a. John W. Alexander Region is any fortion of the earth surface that is homogeneous in terms of any selected geografhyc element or group of elements (suatu bagian wilayah dari permukaan bumi dimana terdapat perbedaan – perbedaan dan persamaan yang dipengaruhi oleh unsur atau kelompok geografi tertentu, sehingga dapat dibedakan dari daerah lain)

b. Preston E. James dan C.F. Jones A region is an area of any size that’s homogeneaus in terms of specific criteria and that is distinguished from bordering areas by a particular kind of association of areally related features (suatu region adalah suatu daerah dengan luas tertentu serta homogen yang memperlihatkan keseragaman berdasarkan kriteria tertentu, dan dapat dibedakan dari daerah sekitarnya oleh suatu relasi atau hubungan tertentu daripada gejala – gejala yang ada di daerah itu.

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

c. William Kirt Region merupakan gabungan daripada unsur – unsur geografi yang saling berinteraksi satu dengan yang lain sehingga membentuk suatu daerah yang khas yang berbeda dengan daerah lain sebagai hasil jalin menjalin serta pengaruh mempengaruhi antar unsur – unsur geografis yang terdapat pada ruang tertentu

d. George T. Renner “... the kernel characteristic of a region is that it’s an area within which certaid types of socio-economic adjustment to the environment have been made by man so generally as to constitute the real regionality of the area, and therefore to provide the reason for separating that area from adjacent areas which are characterized by different types adjustment to the environment” (sifat khas atau ciri suatu region adalah suatu daerah yang didalamnya terdapat bentuk – bentuk tertentu daripada penyesuaian sosio – ekonomi terhadap lingkungan yang diciptakan manusia, begitu jelas mendasar kenyataan regionalitas daerah itu sehingga terdapat alasan untuk memisahkan daerah itu daripada daerah sekitarnya yang bercirikan perbedaan bentuk- bentuk penyesuaian terhadap lingkungan) Didalam pendekatan regional (regional approach), daerah dibagi – bagi kedalam “Geonomics region” atau Geonomic section” yang dalam istilah umum disebut juga “geographic regions” bagi geografi ekonomi jelaslah bahwa yang penting dalam geographic region adalah dalam arti geonomic region. Pengertian geographic region dalam geografi ekonomi adalah suatu daerah yang pada umumnya memperlihatkan keseragaman daripada hasil kerja segolongan penduduk yang berada di daerah itu di dalam mengambil faedah atau manfaat daripada sumber – sumber kekayaan alam yang terdapat di daerah itu dengan membedakan diri daripada prinsip yang terdapat di daerah sekitarnya. Didalam geonomic regions, hasil kerja manusia itulah yang menonjol disebut oleh Jones dengan istilah “Preductivel Occupation”.hal ini tidak hanya terbatas pada pemakaian tanah saja, tetapi juga exploitasi pertambangan, industri, dll.

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

Untuk regionalisasi dapat dipergunakan landasan atau dasar – dasar: iklim, tanah, fisiografi, atau berdasarkan aktivitas sosial – ekonomi, politis, atau kultural. Dalam bidang pertanian misalnya kita mengenal regionalisasi seperti: corn belt, wheat belt, dll. Jadi secara singkat kita dapat mengadakan regionalisasi baik berdasarkan physic maupun cultural. Bagi geonomics jelas bahwa aktivitas ekonomilah yang penting, walaupun dalam hal ini kita masih mungkin mempergunakan dasar iklim atau tanah yang menjadi persoalan biasanya dalam penentuan geographic region itu yang kadang – kadang tidak jelas dan memperlihatkan adanya daerah transisi, inipun dapat dianggap sebagai suatu region pula. Pengertian dari “economic region” adalah suatu daerah yang pada umumnya memperlihatkan suatu keseragaman daripada hasil kerja segolongan penduduk di daerah itu dalam mengambil manfaat dari sumber – sumber alam yang ada dengan membedakan daerah itu dengan apa yang terdapat didaerah orang lain. Dalam geografi ekonomi, hasil kerja manusia yang disebut “productive ocupation” (jones), merupakan aspek yang menonjol, baik yang ada hubungannya dengan penggunaan tanah maupun aspek – aspek lain. Dalam pengertian ini dapat berarti. Aktivitas ekonomi yang pokok yang dilakukan oleh sebagian besar dari penduduknya.

2. Pendekatan Topik (Topical Approach) Pendekatan topik merupakan suatu cara pendekatan terhadap suatu fenomena tertentu atau suatu gejala-gejala pembentuk fenomena. Topik atau pokok pembicaraan, pokok pembahasan biasanya suatu gejala/fenomena yang menonjol. Pendekatan ini dibagi dua, yaitu: a. Commodity approach (commodity = barang perdagangan) b. Activity approach

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

Dalam commodity approach kita mengambil topik salah satu macam barang perdagangan (komoditi), misalnya tentang karet. Dalam hal ini kita memberikan uraian tentang sejarah dan perkembangannya, tentang produksi dan cara-cara produksi, apabila tanaman diuraikan pula tentang cara bertanamnya,

pertumbuhannya sampai pemungutan hasil. Diuraikan pula tentang relasi antara barang-barang komoditi tersebut dengan faktor lingkungan alam (iklim, morfologi daerah, tanah, vegetasi, dll). Activity approach atau disebut juga “occupational approach” adalah suatu cara pendekatan yang mengutamakan segi aktifitasnya, yaitu aktifitas manusia dalam mengusahakan dan memanfaatkan sumber-sumber alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, jadi segi okuvasinyalah yang menjadi pusat perhatian. Sebenarnya antara commodity approach dan activity approach tidak ada perbedaan yang prinsipil. Hanya saja approach bidangnnya lebih jelas. Dengan occupational approach kita akan memperoleh uraian yng integral daripada seluruh gejala-gejala dan dengan occupational approach kita akan memperoleh uraian yang integral daripada seluruh gejala-gejala dan dengan occupational approach dapat dihindarkan adanya uraian yang hanya bersifat inventarisasi belaka, yang menyebutkan fakta-fakta saja daerah perdaerah atau commodity per commodity

3. Pendekatan Prinsip (Principel Approach) Yaitu suatu cara pendekatan dengan mencoba melihat peranan berbagai unsur utama yang dapat mempengaruhi dan memberi ketentuan pada kegiatan ekonomi. Berdasarkan unsur fisis maupun kultural yang erat hubungannya dengan pembentukan suatu fenomena yang bersifat kegiatan ekonomi. Perbedaannya dengan pendekatan yang lain hanya terdapat pada stress dan tidak dalam outline. Sebagai contoh misalnya pembahasan tentang eksploitasi mineral atau industry barang tambang, cara terjadinya letak barang tambang itu dipermukaan atau dekat permukaan, pengaruhnya terhadap cara eksploitasinya dan terhadap cultural landscape,

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

bagaimana penggunaannya, faktor yang mempengaruhi eksploitasi yang mendorong dan menghambat, misalnya faktor: lokasi, jumlah persediaan, kadar mineralnya, susunan kimiawinya, tingkat teknologi penduduk, mudah tidaknya dalam eksploitasi, tentang kebutuhan dan fasilitas transport.

B. Metode Aktivitas Ekonomi Disamping itu juga dalam pendekatan topik ini menyangkut pendekatan aktivitas ekonomi itu sendiri misalnya: pertanian tebu rakyat, perkebunan kelapa sawit dan sebaginya. Dalam mempelajari geografi ekonomi harus dapat membahas 3 macam pertanyaan yang merupakan dasar, hubungan dengan metode dan pendekatannya itu. Pertanyaan dasar itu dikemukakan oleh John W Alexander (Economic Geography), yaitu: a. Where is the economic activity located? Dalam geografi masalah lokasi merupakan hal pokok, sehingga apabila kita akan mempelajari/menyelidiki suatu industri/pabrik baja misalnya, maka pertama kali yang harus diketahuinya adalah “dimanakah terdapatnya pabrik – pabrik baja itu?” jadi pertanyaan ini membahas mengenai lokasi, pola distribusi dari aktivitas ekonomi. Kenapa faktor lokasi itu penting dan bagaimana mengetahuinya? Diperlukan alat yang paling tepat, yaitu mempergunakan “peta” terutama peta yang memuat penyebaran industri baja. Melalui peta dapat diketahui hubungan areal. Areal adalah suatu bagian dari muka bumi yang mempunyai kesamaan dari sejumlah unsur geografi, sehingga dapat dibedakan bagian dari muka bumi yang lainnya. Area penyebaran industri dapat dianalisa, sehubungan dengan fenomena geografi yang lain yang saling menunjang untuk menentukan berhasil atau tidaknya industri tersebut, jadi jelas faktor lokasi merupakan hal penting dibicarakan pertama kali.

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

b. What are the characteristic of the economic activity? Pertanyaan ini menyangkut bagaimana keadaan suatu dan sifat dari aktifitas ekonomi itu. Setelah diketahui lokasi industri baja tersebut, maka selanjutnya kita mulai menguraikan tentang keadaan dan sifat industri tersebut yaitu: mengenai apa bahan dasar (bahan bakunya), bahan baku tambahan, apa fungsi bahan tambahan itu, bagaimana prosesnya, bagaimana keadaan tempat/gedungnya, luas areal industri, hasil/bahan jadinya. Seandainya aktifitas tersebut usaha pertanian misalnya, maka perlu juga diketahui: luas tanah yang diusahakan, tanaman apa, produktifitasnya, tanaman selingan/tambahan, fungsi tanaman bagi manusia dan banyak lagi sifat yang lain seperti misalnya hasilnya tersebut mudah rusak atau buduk dan sebagainya

c. To what other phenomena is the economic activity related? Untuk mengetahui dan menyelidiki hubungan aktivitas ekonomi itu dengan fenomena lain, dapat dilakukan dengan 4 macam cara analisa dan pendekatan, yaitu: 1. Analisa Hubungan sebab akibat Hubungan sebab akibat ini memungkinkan kita dalam menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan seperti:       Mengapa daerah gandum terletak di canada? Apa akibat atau pengaruh tanaman gandum terhadap tanah? Mengapa industri pengalengan ikan terletak ditepi pantai atau diatas kapal? Mengapa produksi kelapa didataran rendah lebih tinggi daripada di dataran tinggi? Apa pengaruh tambah batubara ombli terhadap penggunaan tanah di sawah lunto? Apakah pengaruh industri semen indarung terhadap ekonomi penduduk disekitarnya?

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

2. Analisa Hubungan Fisis dan Kultural Dalam hal ini aktivitas ekonomi dikaitkan dengan faktor- faktor dan kondisi dari lingkungan alam (fisis) seperti: temperatur, curah hujan, keadaan tanah, faktor air, morfologi, dan sebaginya dan bagaimana latar belakang cultural (kebudayaan) termasuk sosial ekonomi dan politik yang terdapat pada suatu daerah Manusia harus berusaha memanfaatkan lingkungan fisis, sesuai dengan kebutuhannya, dan diusahakan sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan prinsip ekonomi. Contohnya: daerah dapat ditanami jagung dan tebu, dilihat kebutuhan tebu lebih baik tetapi syarat tanaman tebu didaerah itu kurang baik, maka diusahakan dengan berbagai jalan dengan menciptakan syarat yang dikehendaki tebu tersebut sehingga terciptalah “artificial habitat” atau lingkungan buatan, misalnya dengan perbaikan komposisi mineral tanah, drainase, pemupukan, dan sebaginya Dari penjelasan diatas tampak bahwa kebudayaan memegang peranan. Suatu gambaran antara afrika utara dengan australia yang mempunyai keadaan alam yang sama. Di afrika utara peternakan masih bersifat nomaden dan hasilnya sedikit. Tetapi di australia peternakannya sangat komersial dan hasilnya sangat tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan negara lain yang membutuhkan daging, kulit, susu maupun wool. Jadi jelas sekali perbedaanya, dimana hal ini disebabkan oleh faktor kebudayaan yang lebih tinggi di australia dibanding di afrika utara.

3. Relasi Intern dan Ekstern Cara ini dipakai untuk menganalisa hubungan antara variable ruang (spatial variables), yaitu dengan menghubungkan fenomena – fenomena yang terdapat pada suatu daerah dan kemudian menghubungkannya dengan daerah lain.

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

4. Analisa Korelasi Analisa korelasi mempergunakan data statistik. Misalnya dimana angka kepadatan penduduk tinggi, maka jumlah prosentase orang yang berusaha dibidang pertanian kecil. Sebaliknya makin jarang penduduk (angka kepadatan kecil), maka presentase jumlah orang yang mata pencahariannya bertani semakin besar. Jadi, ada korelasi yang erat antara kepadatan penduduk dengan jenis mata pencaharian (dalam contoh ini, yaitu: usaha pertanian.

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Tumiar Sidauruk, M.Si, dkk. Geografi Ekonomi. FIS UNIMED 2013

Metode dan Pendekatan Geografi Ekonomi Oswald Sitanggang – Pendidikan Geografi UNIMED

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->