MASALAH PENELITIAN

Dosen Mata Kuliah: Dra. Rosni, M.Pd

Disusun Oleh:
Oswald Sitanggang NIM: 3113331025

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2013

SKEMA PENELITIAN Langkah 1 Memilih Masalah Penelitian Langkah 2 Studi Pendahuluan Langkah 3 Merumuskan Masalah Langkah 4 Merumuskan Anggapan Dasar Langkah 5 Memilih Pendekatan Langkah 4a Hipotesis Langkah 6a Menentukan Variable Langkah 6b Menentukan Sumber Data Langkah 7 Menentukan Instrumen Langkah 8 Mengumpulkan Data Langkah 9 Analisis Data Langkah 10 Menarik Kesimpulan Langkah 11 Menyusun Laporan .

. harus diadakan agar meningkat pula pencapaian usaha – usaha manusia. yaitu mencari tahu tentang kemungkinan penyebab kondisi yang menjadi permasalahan itu. Keingintahuan terhadap sesuatu 2. masalah adalah segala bentuk pertanyaan yang perlu dicari jawabannya. Pertanyaan itu biasanya muncul karena: 1. Padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Dalam pengertian umum. dan penelitian itu sendiri merupakan salah satu upaya menemukan jawaban atau pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. antara kondisi nyata dengan kondisi harapan. 1992) Apapun jenis penelitiannya selalu dimulai dari adanya permasalahan atau ganjalan yang merupakan suatu kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. Tanpa adanya penelitian. baik dengan menggunakan logika semata – mata atau analisis yang ditunjang oleh bukti – bukti empirik yang dikumpulkan melalui penelitian (Ali. Dengan adanya kesenjangan ini peneliti mencari teori yang tepat untuk mengatasi permasalahan melalui penelitian. Hasil dari penelitiannya akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dirasakan. Adanya kesenjangan antara kenyataan dan apa yang seharusnya Keberadaan masalah bisa bersifat sederhana dan bisa kompleks. Kesenjangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan kondisi. pengetahuan tidak akan bertambah maju.BAB I PENDAHULUAN Kegiatan penelitian dimulai dari adanya masalah. Upaya penemuan jawabannya pun ada yang hanya memerlukan analisis. Jadi penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan.

masalah – masalah ini akan timbul dalam bentuk keinginan untuk segera dilakasanakan pemenuhannya 1. dan ada masalah yang harus diatasi dengan melakukan penelitian. Hanya bedanya. Mengikuti konsep ilmiah Artinya mulai sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara – cara yang sudah ditentukan. Apabila sudah berpengalaman meneliti. ada masalah yang dapat diatasi seketika. setiap orang pasti memiliki masalah. Untuk itu diperlukan kepekaan dari calon peneliti. Dengan adanya kesenjangan ini peneliti mencari teori yang tepat untuk mengatasi permasalahan melalui penelitian. Akan tetapi ada masalah penelitian yang tidak dapat dipecahkan melalui penelitian karena berbagai sebab. sedikit maupun banyak. antara lain karena tidak tersedianya data. yaitu mencari tahu tentang kemungkinan penyebab kondisi yang menjadi permasalahan itu. dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien b. Memilih masalah bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah terutama bagi orang – orang yang belum banyak berpengalaman meneliti. Pengertian Masalah Penelitian Masalah Penelitian adalah Ganjalan yang merupakan suatu kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. . yaitu: a. Hasil dari penelitiannya akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dirasakan. Kesenjangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan kondisi. yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan Besar maupun kecil. Berencana Artinya dilaksanakan dengan adanya unsur dipikirkan langkah – langkah pelaksanaannya c. Sistematis Artinya dilaksanakan menurut pola tertentu.BAB II PEMBAHASAN Ada 3 persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian. antara kondisi nyata dengan kondisi harapan.

. 1. dan filosofis. Sehubungan dengan jenis permasalahan ini terjadilah penelitian deskriptif (termasuk di dalamnya survei). misalnya korelasi antara teriknya matahari dan larisnya es mambo Jenis – jenis permasalahan tersebut biasanya lalu dijadikan dasar dalam merumuskan judul penelitian. Contoh: Apabila peneliti ingin mengetahui berapa jumlah penduduk usia sekolah di suatu daerah. . penelitian historis. Masalah atau Problema Deskriptif Masalah untuk mengetahui status dan mendeskripsikan fenomena. Peneliti ingin mengetahui status sesuatu Apabila peneliti bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa dan bagaimana.”. yaitu menjelaskan atau menerapkan peristiwa. Masalah atau Problema Komparasi Dalam penelitian ini peneliti berusaha mencari permasalahan dan perbedaan fenomena.2.. Dengan permasalahan penelitian seperti ini maka judul penelitian dirumuskan sebagai “ Studi Deskriptif tentang. dan seterusnya. selanjutnya mencari arti atau manfaat dari adanya persamaan dan perbedaan yang ada. b. sejauh mana dan sebagainya..”. Ada 2 macam problema korelasi. berapa banyak.. Korelasi Sejajar. Masalah atau Problema Korelasi Masalah untuk mencari hubungan antara dua fenomena. maka penelitiannya bersifat deskriptif. yaitu: 1. bagaimana pendapat para guru tentang kegiatan supervisi yang sekarang ini sedang berlangsung. yaitu: a.. seberapa jauh buku paket penghapusan EBTA.”. dan sebaginya. “Penelitian Tentang pendapat. misalnya korelasi antara kemampuan berbahasa inggris dan kesetiaan ingatan 2.”Tanggapan masyarakat terhadap.. Menurut Suharsimi Arikunto. c. Korelasi Sebab – Akibat. Jenis Masalah Penelitian Masalah atau permasalahan dalam penelitian sering disebut problema atau problematik. problema ini dapat dikelompokkan kedalam 3 jenis.

Dalam penelitian korelasi (penelitian korelasional) peneliti memilih individu – individu yang mempunyai variasi dalam hal yang diselidiki. yaitu hubungan sejajar dan hubungan sebab – akibat. Menurut Borg & Gall penelitian korelasi dalam banyak hal sama dengan penelitian kausal komparatif. Semua anggota kelompok yang dipilih sebagai subjek penelitian diukur mengenai dua jenis variable yang diselidiki.2. Namun yang sering terjadi peneliti membandingkan dua fenomena terhadap suatu standar.. Borg & Gall menerangkan bahwa penelitian kausal komparatif digunakan apabila peneliti ingin mengetahui kemungkinan akibat dari suatu kejadian yang tidak dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen. Perbedaan antara keduanya adalah sebagai berikut: a. dipilih untuk diperbandingkan disebabkan karena antara kedua kelompok tersebut memiliki satu ciri (misalnya geger otak).. dan dalam kenyataannya koefisien korelasi biasanya dihitung dari data penelitian kausal komparatif. b. 3.. Tingkat pretasi belajar antara kelas IV A dengan IV B. Peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua fenomena atau lebih Hubungan ini ada 2 macam. . Dalam bukunya “Educational Research”. kemudian dihitung untuk diketahui koefisien korelasinya.. Dengan demikian maka judul penelitiannya akan berbunyi: “Penelitian Komparasi. Peneliti ingin membandingkan status dua fenomena atau lebih Dalam melakukan perbandingan peneliti selalu memandang dua fenomena atau lebih.” Satu jenis penelitian komparatis yang sering dipertanyakan oleh para mahasiswa adalah penelitian Kausal – komparatif (Causal Comparative Research). dengan. Penelitian hubungan lebih dikenal dengan istilah penelitian korelasi. Contoh: Perbandingan tingkat kelulusan antara SMP XI dengan SMP XV. ditinjau dari persamaan dan perbedaan yang ada. Dalam penelitian kausal komparatif dua kelompok individu yang secara umum mempunyai persamaan.

sifat dan jenis penelitian b. Judul penelitian yang lengkap diharapkan mencakup hal sebagai berikut: a. Masalah – masalah tersebut datang dari berbagai arah. Merumuskan Judul Ada orang yang berpendapat bahwa sebaiknya judul penelitian ditulis selengkap mungkin sehingga dengan membaca judul dapat diketahui kehendak peneliti dengan kegiatannya itu. . tahun/waktu terjadinya peristiwa 4. Suatu penelitian sering tidak mampu memecahkan semua masalah yang ada. Bacaan Bacaan yang berasal dari jurnal-jurnal penelitian yang berasal dari laporan hasilhasil penelitian yang dapat dijadikan sumber masalah. Sumber Masalah Penelitian Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal dari suatu kegiatan penelitian. Jika pembaca ingin tahu lebih lanjut apa yang dimaksudkan oleh si peneliti. yaitu sebagai berikut: a. yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Hal ini menuntut adanya penelitian lebih lanjut dengan mengangkat masalah-masalah yang belum terjawab.3. menentukan atau memilih masalah penelitian bukan pekerjaan yang mudah. Sebaliknya. karena laporan penelitian yang baik tentunya mencantumkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Selain jurnal penelitian. Selain itu sumber masalah juga bisa di dapat dari berbagai hal. subjek penelitian d. karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. karena keterbatasan penelitian. objek yang diteliti c. Dari mana masalah diperoleh? Yang pasti. Bagi orang yang belum berpengalaman meneliti. Orang ingin mengadakan penelitian. bacaan lain yang bersifat umum juga dapat dijadikan sumber masalah misalnya buku-buku bacaan. harus membaca penjelasan di bagian lain. lokasi/daerah penelitian e. ada pula orang lain yang berpendapat bahwa judul penelitian sebaiknya sesingkat mungkin. masalah harus merupakan bagian dari “kebutuhan” seseorang untuk dipecahkan.

f. Dengan pertemuan ilmiah dapat muncul berbagai permasalahan yang memerlukan jawaban melalui penelitian. e.b. Pengalaman seseorang baik yang diperolehnya sendiri maupun dari orang lain. baik secara sepintas ataupun dalam jangka waktu yang cukup lama. konfrensi dan sebagainya. Contoh: Seorang pendidik menemukan masalah dengan melihat (mengamati) sikap dan perilaku siswanya dalam proses belajar mengajar. Tetapi tidak semua pengalaman yang dimiliki seseorang itu selalu positif. dapat melahirkan suatu masalah. Demikian juga dengan menyebarkan angket kepada masyarakat akan dapat menemukan apa sebenarnya masalah yang dirasakan masyarakat tersebut. masalah penelitian tersebut muncul dalam pikiran manusia pada saat-saat yang tidak terencanakan. Intuisi Secara intuitif manusia dapat melahirkan suatu masalah. diskusi. Pertemuan Ilmiah Masalah dapat diperoleh melalui pertemuan-pertemuan ilmiah. dan dapat dijadikan sumber masalah penelitian. . c. seperti seminar. Kegiatan ini dilakukan biasanya sebagai studi awal untuk mengadakan penjajakan tentang permasalahan yang ada di lapangan dan juga untuk menyakinkan adanya permasalahan-permasalahan di masyarakat. Pengalaman Pengalaman dapat dikatakan sebagai guru yang paling baik. Observasi (Pengamatan) Pengamatan yang dilakukan seseorang tentang sesuatu yang direncanakan ataupun yang tidak direncanakan. Wawancara dan Angket Melalui wawancara kepada masyarakat mengenai sesuatu kondisi aktual di lapangan dapat menemukan masalah apa yang sekarang dihadapi masyarakat tertentu. d. Lokakarya.

Setelah itu. Mengurai berbagai pertanyaan tentang tema tertentu. Menampilkan indikasi terjadinya masalah penelitian yang bisa dikaitkan dengan kebutuhan informasi. yaitu kebutuhan informasi. Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Dalam menentukan masalah penelitian. Dengan demikian. Dengan bertanya. bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. maka dapat memperoleh jawaban sementara tentang masalah – masalah yang terkait dengan kebutuhan informasi. Hasil akhir dari perumusan masalah tersebut diwujudkan dalam judul penelitian. pertanyaan dapat membuka wawasan terhadap masalah yang menjadi perhatian untuk diteliti. ide dan motivasi untuk melakukan suatu penelitian. b.5. antara lain: a. . Hal ini dimaksudkan untuk membantu menemukan gejala. dilakukan identifikasi terhadap suatu masalah dengan cara. Dalam proses berpikir dan merenung tersebut. dsb). terlebih dahulu dilakukan kegiatan berpikir dan merenung guna memperoleh gagasan. survey. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian. Perumusan masalah dilakukan dengan menggabungkan antara fokus masalah penelitian dengan teori – teori sebelumnya yang berkaitan. c. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi. Hal ini dimaksud untuk memperoleh gambaran secara utuh tentang suatu masalah. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah adalah pengenalan masalah atau inventarisir masalah. dilakukan pengamatan atau survei mengenai subyek dan obyek dari masalah yang terjadi disuatu tempat. Merumuskan masalah dalam suatu kalimat yang dapat mewakili dan mendeskripsikan penelitian yang akan diteliti. Indikasi suatu masalah juga membantu menguraikan parameter dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. variable dan indikator yang akan dibahas dari suatu masalah.

Masalah atau permasalahan penelitian dapat dilihat dari rumusan judulnya. Melakukan pengamatan terhadap situasi atau kejadian – kejadian di lingkungan d. Disamping menarik. Mengahadiri kuliah atau ceramah-ceramah profesional c. Masalah dan Judul Penelitian Telah disebutkan bahwa penelitian akan berjalan sebaik – baiknya jika peneliti menghayati masalah. Namun apabila Judul atau masalah penelitian sesuai dengan minat peneliti maka akan mendorong dan membangkitkan semangat kerja dalam setiap langkah kegiatan penelitian. Mengunjungi berbagai perpustakaan untuk mencari topik yang dapat diteliti h. 6.Selain itu ada hal lain yang dapat membantu agar peneliti dapat mengidentifikasi permasalahan. Menghadiri seminar – seminar hasil penelitian g. Mengumpulkan bahan bahan yang berhubungan dengan bidang masalah yang diteliti. Dalam memilih judul atau masalah penelitian yang perlu diperhatikan antara lain: a. Memikirkan kemungkinan ditemukannya permasalahan – permasalahan dari materi kuliah e. Agar penelitian dapat dikerjakan dengan peneliti harus memilih judul atau masalah penelitian dengan baik. Penelitian Harus sesuai dengan minat peneliti Apabila permasalahan atau judulnya tidak sesuai dengan minat. Melakukan penelitian – penelitian kecil dan mencatat hasil atau temuan yang diperoleh f. . Menarik saja belum cukup menjamin terlaksananya penelitian. Membaca sebanyak-banyaknya literatur yang berhubungan dengan bidang permasalahan yang akan diteliti dan bersikap kritis terhadap apa yang dibaca b. maka peneliti tidak akan bergairah untuk melaksanakannya. Dia tentu akan lebih senang menghayati masalah yang dihayatinya daripada tidak. yaitu: a. peneliti harus memikirkan masalah – masalah lain.

Data disini dimaksudkan pula data sekunder dari kepustakaan yang ada untuk memperoleh teori dan konsep-konsep yang kelak digunakan pula untuk menyusun hipotesa penelitian. yang mungkin kita meragukan hasil yang diperoleh. menyusun alat pengumpulan data. Karena penelitian kita telah dilakukan dengan susah payah dan akhirnya ejekan yang akan tejadi. c. dan menyusun laporannya. . artinya cukup memiliki fisik yang kuat untuk merencanakan. artinya menguasi teori yang melatarbelakangi masalah dan menguasai metode untuk memecahkannya. Penelitian dapat dilaksanakan Ada 4 hal sebagai pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan atau tidak. ketertiban umum. dan lain – lain. dan sebagainya. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah. yaitu. hal ini perlu dijelaskan dalam penelitian kita. d. Peneliti mempunyai waktu yang cukup sehingga ketika melakukan penelitian tidak asal – asalan. tetapi peneliti harus memperhatikan peraturan hukum. 2. Serta situasi lapangan yang memungkinkan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan oleh peneliti. Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya. atau kita ingin menyempurnakan lebih lanjut. 4. orang sering mengatakan salah satunya tiruan atau plagiat.b. mengumpulkan data. biaya fotocopy. Penelitian harus didukung dengan ketersediaan data Pemilihan judul penelitian hendaknya didukung oleh data yang cukup tersedia dan meyakinkan peneliti untuk menelitinya. dimana masalah yang ingin diteliti tidak menyangkut masalah politik. alat tulis menulis. Penelitian tidak bertentangan dengan hukum Banyak hal menarik untuk diteliti. ditinjau dari diri peneliti. Hal bisa terjadi jika melakukan penelitian ulang atas penelitian orang lain. 3. Peneliti mempunyai dana secukupnya untuk biaya transportasi. Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain Jika terdapat judul yang sama. e. Hendaknya hal seperti ini tidak terjadi. sebagai berikut: 1. keamanan.

Rumusan Masalah. Ilmiah. “apakah manfaat penelitian anda?” Seorang ahli penelitian. dan Konsisten. peneliti harus meninjau kembali pada data yang terkumpul dan pada proses analisanya. sebaiknya langsung mencermati kembali. c. sehingga kelihatan bukan buatan sendiri. meningkatkan efektivitas kerja atau mengembangkan sesuatu. dan benar. Keempat bagian ini harus menunjukkan adanya sambungan yang harmonis. Untuk apa kegiatan tersebut dilakukan jika tidak menghasilkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Ketika peneliti sudah selesai menyusun laporan. Suhardjono dari Universitas UNIBRAW memberikan petunjuk kepada peneliti mengenai persyaratan penelitian yang baik dengan menggunakan istilah yang mudah di ingat. baik mahasiswa penyusun skripsi ataupun peneliti lain sudah harus siap dengan jawaban andai kata orang mengajukan pertanyaan. Penelitian yang baik apabila berbeda dari peneliti yang sudah pernah diteliti oleh orang lain. Asli Bukan jiplakan dari atau mengganti – ganti penelitian orang lain. Ilmiah Menggunakan proses yang dibenarkan oleh teori penelitian. b. tetapi ingin menyumbangkan hasil penelitian untuk kemajuan ilmu pengetahuan. yaitu APIK: Asli. Hasil penelitian bermanfaat Melakukan penelitian adalah pekerjaan yang sangat sulit. Penting Hasil penelitian itu bermanfaat dan penting bagi peningkatan mutu pendidikan.f. Dr. Kesimpulan merupakan jawaban dari rumusan masalah dan memenuhi harapan yang tertera dalam tujuan. waktu. yaitu Prof. Kajian Pustaka d. Apabila belum runtut. Penelitian tindakan dikatakan ilmiah apabila terdiri dari: Pendahuluan. a. Kita melakukan penelitian tidak hanya ingin mahir melakukan penelitian. runtut. apakah butir – butir pada kesimpulan sudah runtut dengan rumusan dan tujuan penelitian atau belum. dan biaya. Penting. Oleh karena itu setiap peneliti. Konsisten Ada keruntutan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. . yaitu mengikuti sistematika penelitian yang lazim berlaku. membutuhkan energi.

1999: 12-13). maka paradigma kuantitaif yang lebih tepat. dan (2) jika penelitian ingin menjawab pertanyaan yang penerapannya luas dengan obyek penelitian yang banyak. Masing-masing paradigma atau pendekatan ini mempunyai kelebihan dan juga kelemahan. Paradigma Penelitian Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori.7. Penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. Penelitian kuantitatif Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variable penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. paradigma penelitian diklasifikasikan dalam 2 kelompok yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif (Indiantoro & Supomo. Penggabungan kedua pendekatan diharapkan dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan yang terdapat dikedua paradigma. maka pendekatan yang sebaiknya dipakai adalah paradigma kualitatif. Hasil penelitian akan memberi kontribusi yang lebih besar jika peneliti dapat menggabungkan kedua paradigma atau pendekatan tersebut. a. ekperimental atau empiris. 1988: 89-115). Jika penelitian yang dilakukan untuk mendapat kesimpulan umum dan hasil penelitian didasarkan pada pengujian secara empiris. Penggabungan kedua pendekatan ini diharapkan dapat memberi nilai tambah atau sinergi tersendiri karena pada hakikatnya kedua paradigma mempunyai keunggulankeunggulan. . Paradigma ini disebut juga dengan paradigma tradisional. Secara umum. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah. Penggabungan paradigma tersebut dikenal istilah triangulation. sehingga untuk menentukan pendekatan atau paradigma yang akan digunakan dalam melakukan penelitian tergantung pada beberapa hal di antaranya (1) jika ingin melakukan suatu penelitian yang lebih rinci yang menekankan pada aspek detail yang kritis dan menggunakan cara studi kasus. serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian (Guba & Lincoln. maka pendekatan naturalis lebih baik digunakan. maka sebaiknya digunakan paradigma kuantitatif. dan jika penelitian ingin menjawab pertanyaan yang mendalam dan detail khusus untuk satu obyek penelitian saja. positivis.

. Penelitian kualitatif Paradigma kualitatif ini merupakan paradigma penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistis. atau perspektif post-modern.b. kompleks. dan rinci. Penelitian yang menggunakan pendekatan induksi yang mempunyai tujuan penyusunan konstruksi teori atau hipotesis paradigma kualitatif. Paradigma ini disebut juga dengan pendekatan konstruktifis. naturalistik atau interpretatif.

Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Korelasi Sejajar b. pertemuan ilmiah. Masalah atau Problema Deskriptif 2. Masalah atau Problema Korelasi: a. Hasil dari penelitiannya akan digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dirasakan. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian. yaitu: 1. Selain itu sumber masalah juga bisa di dapat dari berbagai hal. Penelitian harus didukung dengan ketersediaan data d. Secara garis besar. wawancara dan angket. Masalah atau Problema Komparasi 3. bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak . Orang ingin mengadakan penelitian. Kesenjangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan kondisi. masalah harus merupakan bagian dari “kebutuhan” seseorang untuk dipecahkan. yaitu mencari tahu tentang kemungkinan penyebab kondisi yang menjadi permasalahan itu. jenis permasalahan terbagi 3. Hasil penelitian bermanfaat Identifikasi masalah adalah pengenalan masalah atau inventarisir masalah. Penelitian Harus sesuai dengan minat peneliti b. pengalama dan intuisi Dalam memilih judul atau masalah penelitian yang perlu diperhatikan antara lain a. karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Penelitian dapat dilaksanakan c. Dengan adanya kesenjangan ini peneliti mencari teori yang tepat untuk mengatasi permasalahan melalui penelitian. Penelitian tidak bertentangan dengan hukum f.KESIMPULAN Masalah Penelitian adalah Ganjalan yang merupakan suatu kesenjangan yang dirasakan oleh peneliti. Korelasi Sebab – Akibat Dari mana masalah diperoleh? Yang pasti. Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain e. Masalah – masalah tersebut datang dari berbagai arah. yaitu melalui Bacaan literatur atau jurnal – jurnal ilmiah. antara kondisi nyata dengan kondisi harapan. observasi.

scribd._KURIKULUM_DAN_TEK. http://id.upi.DAFTAR PUSTAKA Suharsimi Arikunto. Suatu Pendekatan Praktik.edu/Direktori/FIP/JUR.pdf 2. Prosedur Penelitian. Jakarta: RINEKA CIPTA Website: 1.com/doc/6611007/02-Masalah-Penelitian . http://file._PENDIDIKAN/1 96610191991021-RUDI_SUSILANA/PM2-Modul-Penelitian_2.