Anda di halaman 1dari 14

Data Statistik Vital Epidemiologi

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Epidemiologi Deskriptif

Disusun Oleh No. BP. Peminatan Semester Dosen Pengampu

: Nurdafrika Rahmadiana : 1210336044 : Epidemiologi : II/B : Vivi Triana, SKM, MPH

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT. yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan untuk menyusun makalah ini. Tak luput pula Shalawat beriring Salam Penulis hadiahkan untuk Nabi Besar Muhammad SAW. karena berkat Beliaulah Kita bisa menikmati keindahan dunia yang penuh ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Tak lupa juga Penulis berterimakasih kepada Dosen Pengampu, Ibu Vivi Triana, SKM, MPH yang senantiasa membimbing Penulis dalam mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan tugas ini. Penulis juga berterimakasih kepada semua pihak dan teman-teman yang membantu proses penyelesaian makalah ini. Makalah ini membahas tentang Data Statistik Vital epidemiologi. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar pembaca dapat lebih memahami tentang morbiditas, usia harapan hidup, angka kelahiran, angka kematian, data statistik pernikahan dan perceraian. Semoga makalah ini dapat dipergunakan dengan baik. Jika ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini, Penulis mohon dimaklumi, dan Penulispun mengharapkan kritik dan saran yang tentunya dapat menyempurnakan makalah ini.

Padang,

Februari 2013

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1 1.2 Tujuan ................................................................................................. 2 BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Data Statistik Vital .............................................................................. 3 2.1.1 Angka Kesakitan (Morbiditas) dan Usia Harapan Hidup ................ 3 2.1.2 Angka Kelahiran dan Angka Kelahiran Kasar................................. 6 2.1.3 Angka Kematian dan Akta Kematian pada Data Statistik Vital ...... 6 2.1.4 Data Statistik Perkawinan dan Perceraian ....................................... 7 2.2 Sumber Data Statistik Vital ................................................................ 8 2.3 Registrasi Kejadian Vital .................................................................... 8 BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 10 3.2 Saran ................................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Secara etimologis kata "statistik" berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara. Pada mulanya, kata "statistik" diartika sebagai "kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada "kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif)" saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data kualitatif) tidak lagi disebut statistik. Informasi kependudukan (demografi) dan data statistic vital memang berguna untuk bidang epidemiologi, kesehatan masyarakat dan layanan kesehatan masyarakat yang dapat diperoleh dari berbagai sumber. Dari sekian banyak sumber data, beberapa diantaranya memiliki kegunaan yang lebih dibandingkan sumber lainnya bagi epidemiologi. Keterterapan data tersebut juga harus dipertimbangkan. Data harus dikumpulkan dan didistribusikan dengan menggunakan sistem yang reliable dan metode standar yang rutin. Pembanding data dari Negara-negara lain sulit didapat karena kurangnya metode pengumpulan dan publikasi standard an hambatan masalah informasi umumnya. Data statistik vital epidemiologi antara lain adalah morboditas, mortalitas, kelahiran, perkawinan, perceraian dan usia harapan hidup, yang akan dibahas pada makalah ini.

1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan Umum Mengetahui data statistik vital epidemiologi. 1.2.2 Tujuan Khusus Mengetahui tentang angka kesakitan (morbiditas) dan usia harapan hidup Mengetahui tentang angka kelahiran dan angka kematian (mortalitas) Mengetahui tentang data statistik perkawinan dan perceraian

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Data Statistik Vital Data statistik vital disebut juga kejadian vital yang mengacu pada proses pengumpulan data dan penerapan metode statistik dasar pada data tersebut guna mengidentifikasi fakta-fakta kesehatan yang vital di dalam sutau masyarakat, populasi atau wilayah tertentu. Data morbiditas, mortalitas, pernikahan, perceraian, kelahiran semuanya merupakan data statistik vital.1 2.1.1 Angka Kesakitan (Morbiditas) dan Usia Harapan Hidup Setiap gangguan di dalam fungsi maupun struktur tubuh seseorang dianggap sebagai penyakit. Penyakit, sakit, cedera, gangguan dan sakit, semuanya dikategorikan di dalam istilah tunggal yaitu morbiditas. Morbiditas (kesakitan) merupakan derajat sakit, cedera atau gangguan pada suatu populasi. Morbiditas juga merupakan suatu penyimpangan dari status sehat dan sejahtera atau keberadaan suatu kondisi sakit. Morbiditas juga mengacu pada angka kesakitan yaitu ; jumlah orang yang sakit dibandingkan dengan populasi tertentu yang sering kali merupakan kelompok yang sehat atau kelompok yang beresiko. Di dalam Epidemiologi, Ukuran Utama Morbiditas adalah : Angka Insidensi & Prevalensi dan berbagai Ukuran Turunan dari kedua indikator tersebut. Setiap kejadian penyakit, kondisi gangguan atau kesakitan dapat diukur dengan Angka Insidensi dan Angka Prevalensi. Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari suatu negara. Meningkatnya perawatan kesehatan melalui Puskesmas, meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan,

mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan

memperpanjang usia harapan hidupnya. Angka harapan hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka harapan hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gisi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.

Tabel 1 : Estimasi Angka Harapan Hidup (eo) menurut Provinsi, 2000-2025 2 Periode 2000-2005 2005-2010 2010-2015 2015-2020 2020-2025 (2002) (2007) (2012) (2017) (2022) (1) (2) (3) (4) (5) (6) NAD 67.2 67.3 69.2 71.1 72.8 Sumatera utara 68.6 70.5 72.1 73.2 74.0 Sumatera barat 66.8 69.2 71.2 72.8 73.8 Riau 68.0 70.1 71.9 73.2 74.0 Jambi 67.0 69.1 70.8 72.0 72.9 Sumatera selatan 66.9 69.2 71.2 72.7 73.6 Bengkulu 66.8 68.9 70.7 72.3 73.4 Lampung 67.9 70.1 71.8 73.1 73.8 Kep. babel 66.9 69.0 70.8 72.1 73.0 Dki jakarta 73.0 74.0 74.7 75.4 75.8 Jawa barat 66.6 69.0 70.9 72.3 73.2 Jawa tengah 68.9 71.0 72.6 73.6 74.2 D I yogyakarta 73.0 74.0 74.7 75.4 75.8 Jawa timur 67.8 70.0 71.9 73.2 73.9 Banten 64.6 67.3 69.4 70.9 71.9 Bali 70.6 72.4 73.5 74.2 74.6 Nusa tenggara barat 60.9 64.4 67.2 69.3 70.8 NTT 66.1 68.4 70.3 71.9 72.9 Kalimantan barat 66.1 68.5 70.4 71.7 72.5 Kalimantan tengah 67.8 70.0 71.7 72.6 73.0 Kalimantan selatan 64.1 66.9 69.2 70.9 72.1 Kalimantan timur 69.6 71.6 73.1 74.1 74.6 Sulawesi utara 72.3 73.6 74.4 75.1 75.6 Sulawesi tengah 64.5 67.0 69.1 70.8 72.0 Sulawesi selatan 66.3 68.8 70.9 72.4 73.3 Sulawesi tenggara 66.9 69.1 70.8 72.1 72.9 Gorontalo 66.3 68.7 70.7 72.0 72.8 Maluku 65.3 67.7 69.8 71.3 72.5 Maluku utara 63.3 66.3 68.7 70.5 71.9 Papua 66.1 68.4 70.3 71.8 72.7 Propinsi

2.1.2 Angka kelahiran dan angka kelahiran kasar Angka kelahiran (birth rate) suatu populasi biasanya merupakan angka kasar (crude rate) dan angka ini mengacu pada keseluruhan populasi. Saat menggunakan angka kasar (kelahiran maupun kematian) perlu dilakukan pengkajian lebih lanjutb terhadap penggunaan rate spesifik dan distribusi usia karena karaktaristik penduduk sangat beragam sehingga angka kasar juga menjadi beragam dan tidak akurat. Usia merupakan variable yang dapat menyebabkan semua rate pada keseluruhan populasi menghasilkan data yang beragam pada kelompok yang berlainan. Angka kelahiran kasar--- crude rate birth --- (dan angka kematian kasar) merupakan indikator yang sangat berguna karena memberikan informasi ringkas, sekaligus data statistic umum dari populasi yang besar. Angka kasar (crude rate) dapat dipakai dalam perbandingan internasional sekaligus dalam perbandingan umum kejadian vital selama beberapa waktu.1 2.1.3 Angka Kematian dan akta kematian pada data stasitik vital Akta kematian juga termasuk dokumen yang penting bagi keluarga yang ditinggal. Alasan yang paling penting akta kematian sangat dibutuhkan adalah untuk memenuhi kebutuhan hukum. Kematian ditangani dengan serius dan hokum memberikan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kematian akibat kesalahan melalui penelusuran dan pendataan kematian dengan metode yang ketat. Kematian harus diregistrasi dan jika ada sesuatu yang mencurugakan, kematian tersebut akan diselidiki termasuk melakukan autopsy. Akta kematian juga dibutuhkan untuk mengajukan klaim pensiun dan asuransi jiwa. Angka kematian dan data relevan diperoleh dari proses registrasi akta kematian. The National Center for Health Statistics telah menetapkan akta kematian standar dan akta kematian standar

untuk kematian janin yang memperlihatkan informasi minimum yang harus ada pada akta. Masing-masing negara dapat mengembangkan aktanya sendiri dari akta standar ini. Rincian yang ada dalam akta kematian, selain penyebab kematian, juga ada penyebab utama kematian. Ada ruang yang memang dikosongkan dalam akta kematian untuk diisi dengan kondisi yang berkontribusi dalam kematian.1 2.1.4 Data statistik perkawinan dan perceraian Status perkawinan memengaruhi struktur keluarga, status sosial ekonomi, kesehatan mental, akses ke layanan kesehatan dan berbagai faktor lain yang berkaitan dengan status kesehatan. 1 Badan Pusat Statistik dalam publikasi hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2003 Propinsi Sumatera Barat menjelaskan bahwa status perkawinan sebagai ukuran kesejahteraan biasanya dilihat dari jumlah penduduk yang kawin pada usia muda dan tingginya angka perceraian. Perkawinan pada usia muda disamping disebabkan oleh faktor budaya juga berkaitan dengan faktor sosial ekonomi dan sebagian perceraian juga dilatarbelakangi oleh masalah ekonomi rumah tangga. Berdasarkan data statistik kesejahteraan Indonesia tahun 2003 yang dipublikasikan oleh BPS tercatat bahwa dari seluruh penduduk usia 10 tahun keatas di Sumatera Barat terdapat 1,99 % yang berstatus cerai hidup. Angka ini berada diatas persentase rata-rata cerai hidup penduduk Indonesia sebesar 1,45 %. Sumatera Barat merupakan peringkat kedua tertinggi dalam persentase perceraian di Indonesia setelah Nusa Tenggara Barat. Bila dilihat dari jenis kelamin, persentase penduduk perempuan yang cerai hidup jauh lebih besar daripada penduduk laki-laki yang masing-masing 2,2 % dan 0,8 %. Jika dibandingkan antara daerah pedesaan dan

perkotaan maka status cerai hidup lebih banyak dialami oleh penduduk perdesaan yaitu sebesar 1,53 % dibandingkan daerah perkotaan sebesar 1,34%. 2.2 Sumber Data Statistik Vital Data merupakan sumber informasi yang diperlukan oleh epidemiologi dalam melakukan perannya. Tanpa data, epidemiologi buta dan tidak mampu melihat mesalah kesehatan yang terjadi.2 Sumber data epidemiologi antara lain adalah :3 1. Data kependudukan Sensus penduduk Survey

2. Kelahiran dan kematian Pencatatan akta kelahiran dan surat keterangan mininggal Klinik umum/ klinik bersalin dan pelayanana kesehatan laiknnya

3. Data kesakitan Rekam medis (Medical record) rumah sakit Praktak dokter swasta Penelitian khusus

4. Data lainnya Penelitian/data sanitasi dan lingkungan Catatan imunisasi Pelaporan keluarga berencana

2.3 Registrasi Kejadian Vital Semua kejadian vital dicatat dan datanya dimasukkan dalam tabel dan grafik. Data statistik vital adalah data yang berkaitan dengan kejadian vital dalam kehidupan seperti kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, abortus dan

menderita penyakit serius tertentu. Namun, pelaporan morbiditas dan mortalitas dimasukkan dalam bab yang terpisah. Mekanisme pelaporan morbiditas, menyangkut informasi, perolehan data dan pengolahannya dilakukan dengan cara yang berbeda. Data morbiditas tidak selengkap data mortalitas dan kelahiran, sehingga informasi yang berasal dari sumber mortalitas dan kelahiran memiliki reliabilitas yang lebih baik. Registrasi adalah pencatatan kelahiran, kematian, status perkawinan, abortus dan penyakit yang harus dilaporkan, serta pencatatan dan penelusuran riwayat penderita penyakit tertentu. Registrasi kejadian khusus lainnya mungkin

menghasilkan data dan pemicu suatu penelitian, misalnya registrasi anak kembar. Penelitian pada anak kembar, khusunya yang dipisahkan pada usia yang sangat muda, dapat memberikan pengetahuan yang berharga yang tidak dapat diperoleh dalam kondisi lain, akibat susunan genetic identik yang dimiliki kembar tersebut.1

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan Data statistik vital epidemiologi terdiri atas data kesakitan (morbiditas), usia harapan hidup, kelahiran, kematian (mortalitas), data stetistik pernikahan dan perceraian. Sumber data tersebut dapat diperoleh dari sensus penduduk, survey, pencatatan akta kelahiran, rekam medis, dan lain-lain. 3.2 Saran Disarankan kepada pengguna atau pencari data agar memperoleh data yang akurat dan menggunakan data vital epidemiologi sesuai dengan yang dibutuhkan. Tidak merekayasa dan hendaklah sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Timmreck, T.C. 2004. Epidemiologi : Suatu Pengantar. Jakarta : EGC 2. http://www.datastatistik-indonesia.com, diakses tanggal 14-02-2013, pukul 21.00 WIB 3. Bustan, M.N., A. Arsunan. 1997. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : Rineka Cipta 4. Badan Pusat Statistik. 2012. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. 5. Badan Pusat Statistik Kota Padang. 2009. Padang dalam Angka.