Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PERANCANGAN ALAT PROSES STORAGE LIQUID

DISUSUN OLEH :
1. 2.

MEYTA RAHMA

: 03101403036 : 03101403037 : 03101403046 : Leily Nurul Komariah S.T., M.T.

YOHANNES CHRISTIAN

YOLANDA MULIANA Dibimbing oleh

TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

LIQUID STORAGE A. Deskripsi Prinsip Proses Dalam industri kimia, umumnya lebih banyak digunakan bahan-bahan proses dalam bentuk cair. Dengan demikian, tempat penyimpanan cairan yang diperlukan juga lebih banyak. Cairan pada akhirnya disimpan dalam bejana. Disini faktor-faktor seperti korosi, kemungkinan terbakar, temperatur didih dan tekanan uap memegang peranan penting. Untuk menghadapi kemungkinan kebocoran cairan yang berbaahaya (misalnya yang muda terbakar, mudah mendidih atau beracun) harus dilakukan tindakan-tindakan dalam pengamanan khusus yang sebagian ditentukan oleh undang-undang. Cara Penyimpanan untuk Jumlah Besar Cairan dalam jumlah besar disimpan di dalam tangki-tangki penyimpanan berbentuk silinder. Tangki-tangki ini bisa diletakkan vertikal maupun horizontal, secara tunggal maupun dalam jumlah banyak. Sedangkan, tempat penyimpanan bisa di atas atau di bawah tanah(misalnya digudang tangki bawah tanah), di luar atau di dalam bangunan. Tangki-tangki ini biasanya diletakkan dalam bak-bak penanpungan(cangkir) yang berfungsi untuk menampung cairan yang bocor. Pangisian dan pengosongan tangki dilakukan dengan pompa, instalasi pengangkutan bertekanan, atau dengan gaya berat. Pengamanan terhadap pengisian berlebih berfungsi mencegah terjadinya peluapan pada waktu pengisian. Alat pengukur tinggi permukaan berfungsi sebagai alat pengontrol isi tangki. Instalasi pensorpsi di dalam saluran-saluran pengeluaran udara mencegah ikut mengalirnya gas-gas beracun juga mencegah masuknya udara lembab. Untuk caira-cairan yang mudah membeku diperlukan tangki-tangki yang khusus yang dapat dipanaskan, sedangkan untuk cairan-cairan yang mudah menguap diperlukan tangki yang dapat didinginkan (misalnya dengan pelinangan). Tangki untuk cairan yang mudah terbakar harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam peraturan undang-undang. Tangki-tangki tersebut harus dilengkapi dengan : - Pembumian tangki dan pipa-pipa saluran - Ventilasi (dalam ruang bawah tanah atau ruang lain)

- Instalasi-instalasi listrik yang aman ledakan - Pengamanan terhadap api balik (dalam saluran pengeluaran udara) - Instalasi alarm kebakaran (alat pemberi tanda kebakaran) - Instalasi pemadam kebakaran (instalasi penyemprot dan penyiraman) 1. Tanki Atmosferik Terdapat beberapa jenis dari tanki timbun tekanan rendah yaitu : Fixed cone Roof tank , digunakan untuk menimbun atau menyimpan berbagai jenis fluida dengan tekanan uap rendah atau amat rendah ( mendekati atmosferik ) atau dengan kata lain fluida yang tidak mudah menguap namun pada literatur lainnya menyatakan bahwa fixed roof ( cone atau dome ) dapat digunakan untuk menyimpan semua jenis produk ( crude oil, gasoline , benzene, fuel dan lain lain termasuk produk atau bahan baku yang bersifat korosif , mudah terbakar, ekonomis bila digunakan hingga volume 2000 m3, diameter dapat mencapai 300 ft ( 91.4 m ) dan tinggi 64 ft ( 19.5 m )

Fixed Cone Roof with Internal Floating Roff Sumber : http://www.astanks.com/EN/Fixed_roof_EN.html Tanki umbrella, kegunaanya sama dengan fixed cone roof bedanya adalah bentuk tutupnya yang melengkung dengan titik pusat meredian di puncak tanki Tanki tutup cembung tetap ( fixed dome roof ) , bentuk tutupnya cembung ,ekonomis bila digunakan dengan volume > 2000 m3 dan bahkan cukup ekonomis hingga volume 7000 m3 ( dengan D < 65 m ) , kegunaanya sama dengan fix cone roof tank

Tanki Horizontal, tanki ini dapat menyimpan bahan kimia yang memiliki tingkat penguapan rendah ( low volatility ) , air minum dengan tekanan uap tidak melebihi 5 psi, diameter dari tanki dapat mencapai 12 feet ( 3.6 m ) dengan panjang mencapai 60 feet ( 18.3 m ).

Sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#cylind Tanki Tipe plain Hemispheroid, digunakan untuk menimbun fluida ( minyak ) dngan tekanan uap ( RVP ) sedikit dibawah 5 psi

Sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#cylind Tanki tipe Noded Hemispheroid, untuk menyimpan fluida ( light naptha pentane ) dengan tekanan uap tidak lebih dari 5 psi. Tanki Plain Spheroid , tanki bertekanan rendah dengan kapasitas 20.000 barrel Baik Fixed cone dan dome roof dapat memiliki internal floating roof, biasanya dengan penggunaan floating roof ditujukan untuk penyimpanan bahan bahan yang mudah terbakar atau mudah menguap , kelebihan dari penggunaan internal floating roof ini adalah :

Level atau tingkat penguapan dari produk bisa dikurangi Dapat mengurangi resiko kebakaran

2. Pressure Tank Dapat menyimpan fluida dengan tekanan uap lebih dari 11,1 psi dan umumnya fluida yang disimpan adalah produk produk minyak bumi Tanki peluru ( bullet tank ) , tanki ini sebenarnya lebih sebagai pressure vessel berbentuk horizontal dengan volume maksimum 2000 barrel biasanya digunakan untuk menyimpan LPG, LPG , Propane, Butane , H2, ammonia dengan tekanan diatas 15 psig

sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#cylind Tanki bola ( spherical tank ) , pressure vessel yang digunakan untuk menyimpan gas gas yang dicairkan seperti LPG, O2, N2 dan lain lain bahkan dapat menyimpan gas cair tersebut hingga mencapai tekanan 75 psi, volume tanki dapat mencapai 50000 barrel , untuk penyimpanan LNG dengan suhu -190 ( cryogenic ) tanki dibuat berdinding double dimana diantara kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi seperti polyurethane foam , tekanan penyimpanan diatas 15 psig

sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#cylind Dome Roof tank , untuk menyimpan bahan bahan yang mudah terbakar, meledak , dan mudah menguap seperti gasoline, bahan disimpan dengan tekanan rendah 0.5 15 psig

sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#bullet

Terdapat juga tanki penyimpanan khusus yang digunakan untuk menyimpan liquid ( H 2, N2, O2, Ar, CO2 ) pada temperature yang sangat rendah ( cryogenic ) , dimana untuk jenis tanki ini diperlukan isolasi ( seperti pada spherical tank ) dan dioperasikan pada tekanan rendah.

Sumber : http://chemresponsetool.noaa.gov/containers_guide/storage_tank.htm#bullet

B. Rules Of Thumb Liquid Storage 1. Untuk kapasitas kurang dari 1000 galon, menggunakan tangki vertikal 2. Kapasitas antara 1000 sampai dengan 10.000 galon, menggunakan tangki horizontal (concrete support) 3. Untuk kapasitas yang melebihi 10.000 galon, menggunakan tangki vertikal (concrete foundation) 4. Cairan yang mudah menguap disimpan dengan tangki yang memiliki atap yang sedemikian rupa, untuk menjaga cairan tersebut tidak menguap 5. Jarak antara permukaan cairan dengan permukaan atas tangki (freeboard) adalah 15% untuk kapasitas kurang dari 500 galon, dan 10% untuk kapasitas lebih dari 500 galon 6. Kapasitas 30 hari biasanya dispesifikasikan untuk raw material dan produk, tapi bergantung pada connecting transportation equipment schedules (kendaraan pengangkut) 7. Kapasitas tangki penyimpaan paling tidak 1,5 kali lebih kecil dari ukuran pengangkutnya

C. Tahap Perancangan Tangki penyimpanan

Dalam tahap Perancangan ini kami mengambil tahan perancangan tangki penyimpanan untuk cairan kriogenik. Perancangan Tangki Dalam Ketebalan dinding tangki bagian dalam harus mampu menopang beban cairan kriogenik, tahan terhadap tekanan operasi dan adanya gaya tekuk (bending force). Untuk tangki dalam ini khusus untuk cairan kriogenik harus mempunyai material yang cocok dengan kondisi kriogenik. Bahanbahan yang biasa yang digunakan adalah stainless steel, aluminum, monel dan sebagian tembaga. Material ini harganya relatif lebih mahal dibandingkan carbon steel yang biasa digunakan untuk tangki pada umumnya. Sehingga seorang perancang harus bisa menentukan ketebalan tangki yang optimal sehingga bisa menghemat anggaran. D. Perhitung Perancangan Perancangan Tangki Dalam Untuk itu tangki bagian dalam ini dirancang untuk tahan terhadap gaya tekuk dan tekanan di dalam tangki. Ketebalan minimun dari tangki silinder ditentukan oleh persamaan: ti = pD 2( s a c w 0.6 p ) p = tekanan dalam tangki D = diameter tangki dalam sa = tekanan yang diperbolehkan cw = efisiensi pengelasan Nilai-nilai untuk tegangan yang diperbolehkan untuk beberapa material yang digunakan untuk tangki kriogenik bisa dilihat pada Tabel 1, sedangkan untuk nilai efisiensi pengelasan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1.1 Tegangan maksimum yang diperbolehkan pada suhu kamar Material Carbon Steel Spesifikasi material SA-30 firebox A SA-120 grade A SA-120 grade C SA-299 SA-202 grade B Minimum tensile strength (MPa) 379 276 95 517 586 Maximum allowable stress (MPa) 95 69 95 129 147 (1.1)

dengan ti = ketebalan tangki dalam

Low alloy Steel

Aluminium Copper Stainless Steel

Monel

SA-353 grade B (9% Ni) SA-410 SB-209 (11000-0) SB-11 SA-240 (304) SA-240 (304L) SA-240 (316) SA-240 (410) SB-127

655 414 76 207 517 48 517 448 483

164 103 16 46 129 121 198 112 121

Tabel 1.2 Efisiensi pengelasan


Tipe sambungan Sambungan butt dengan tekanan penuh Single welded butt joint with backing strip Single welded butt joint without backing strip Double full fillet lap joint 0.65 0.6 0.9 0.8 0.65 Radiograpi penuh 1.00 Pemeriksaan spot 0.85 Pemeriksaan non spot 0.7

Jika diameter tangki luar yang diketahui, maka : t = ( p Do ) /{2( s a c w 0.4 p )} Dimana Do = diameter luar dari shell Ketebalan dari eliptical dan hemispherical head dapat dihitung dengan persamaan : th = th = dimana: D = inside diameter spherical atau inside major diameter elliptical Dc = outside diameter spherical atau outside major diameter elliptical K = konstanta = 1/6 {2 + (D/D1)2} (1.5) pDK 2s a c w 0.2 p pDK 2s a c w + 2 p ( K 0.1) (1.3) (1.4) (1.2)

Untuk torispherical head maka persamaan 7.3 dan 7.4 dapat digunakan jika D=2 (crown radius) dan K = 0.885. Cincin penguat tangki dalam berfungsi untuk mendukung berat cairan dalam tangki seperti digambarkan pada Gambar 7.1. Momen tekuk dapat dipecahkan dengan teori energi elastik. 1. Untuk 2M / WR = 0.5 cos + sin - (-) sin + cos + cos sin2 (1.6)
2.

Untuk 2M / WR = 0.5 cos - ( - ) sin + + cos + cos sin2 (1.7) M = momen tekuk pada lokasi W = berat cairan yang disangga oleh cincin penguat R = rata-rata jari-jari cincin = sudut penyangga

dengan:

Untuk kurang dari 70, momen tekuk maksimal terjadi pada titik penyangga dengan = , sehingga momen tekuk menjadi 2M / WR = (1.5 +sin2) cos - ( - ) sin (1.8)

Fungsi ini diplot pada Gambar 7.2. Untuk sudut penyangga lebih besar dari 70, momen tekuk maksimal harus menggunakan persamaan 7.6 dan 7.7. Setelah momen tekuk maksimum dari cincin penguat ditentukan, ukuran cincin penguat kemudian dapat ditentukan dari persamaan beban tekuk: Z = Mmax / sa (1.9) dengan Z adalah bagian modulus untuk luas cincin antara poros sejajar terhadap poros cincin. Contoh 1.1 Rancanglah ineer shell dan stiffening rings (cincin penguat) yang akan digunakan untuk menyimpan 28,000 gal oksigen cair. Tangki akan diangkut dengan kereta, sehingga diameter maksimum kontainer sebesar 13 ft karena adanya jembatan, dan sebagainya selama perjalanan. Tangki menggunakan 12 inch perlit sebagai insulasi, sehingga diameter inner shell harus 24 inch lebih kecil dari diameter outer shell. Bentuk head dari inner dan outer shell adalah

hemispherical. Tekanan internal sebesar 100 psig dan 10 % ullage volume (ruang kosong di atas cairan). = 80. Material yang digunakan adalah 304 stainless steel. Jawab: V = 28,000 + (28,000 x 10 %) = 30,800 gal = 4120 ft3 Misalkan kita memilih diameter dalam untuk inner shell adalh D = 10 ft V = D2L + D2 = 78.5 L + 524 = 4120 ft3 Sehingga panjang shell, L = 45.8 ft Ketebalan shell minimum dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 1.1. Dari Tabel 7.1 didapatkan allowable stress untuk jenis material yang digunakan sebesar 18,750 psi dan efisiensi pengelasan, cw= 100 %. T = (115 x 120) / {2 x (18,750 69)} = 0.369 in Sehingga kita akan memilih besar ketebalan = 7/16 in (0.437 in) dengan mempertimbangkan toleransi ketebalan sebesar 12.5 %. Ketebalan head minimum dapat digunakan dengan menggunakan persamaan 1.3, dimana besarnya K adalah : K = 1/6 x (2+1) =0.5 th = 115 120 0.5 (2 18,750) (0.2 115)

th = 0.1841 in Dengan mempertimbangkan toleransi ketebalan 12.5 %, maka digunakan ketebalan head sebesar in (0.25 in). Berat dari 28,000 gal oksigen cair (9.53 lbm/gal) adalah: W1= (28,000) x (9.53) = 267,000 lb Total berat dari tangki dalam adalah W2 = (D + t) tL + (D + th)2 th = (0.286) () (120.44) (0.4375) (549.6) + (0.286) () (120.25)2 (0.25) = 26,000 + 3250 = 29,250 lb Total berat yang harus disokong oleh stiffening rings adalah 267,000 + 29,250 = 296,250 lb 30,000 lb. Anggap digunakan 4 stiffening rings dengan jarak 13 ft. Sehingga beban berat untuk satu ring adalah: W = 300,000/4 = 75,000 lb

Dari plot persamaan 1.6 dan 1.7, didapatkan gaya tekuk maksimum terjadi di lokasi =68.5 = 1.1952 rad. Dengan menggunakan pers 1.6: 2M max = (0.5)(cos 68.5) + (1.1952)(sin 68.5) ( 1.3962)(sin 80) + (cos 68.5(sin 80) 2 WR = 1.8287 1.7189 = 0.1098 Dengan mengasumsikan besarnya diameter dalam dari inner shell sama dengan jari-jari rata-rata dari ring dan nantinya asumsi ini akan diperbaiki setelah besarnya cross section dari ring telah ditetapkan. Mmax = (75,000 x 60 x 0.1098)/(2) = 78,700 in lbf Z = 78,700 / 18,750 = 4.2 in2

Perancangan Tangki Luar Tekanan kritis untuk sebuah silinder panjang dapat dicari dengan: pc = 2 E (t / D o ) 3 1 v 2 (1.10) (1.11)

p c = (4)(1.27) p a dimanaE = modulus Young t = ketebalan tangki luar Do= diameter tangki luar v = rasio Poisson material tangki pa = tekanan atomosfir pada outer shell nilai 4 adalah faktor safety dan 1.27 adalah faktor out of roundeness

Yang termasuk tangki silinder panjang adalah tangki yang memenuhi ratio panjang terhadap diameter sbb : L / Do > 1.5357(1 v 2 ) (t / D0 )
1 2 1 2

(1.12)

Sedangkan untuk tangki berbentuk silinder pendek pc = 2.42 E (t / Do ) 5 / 2 (1 v 2 ) 3 / 4 [ L / Do 0.45(t / Do )]1 / 2 (1.13)

dimana L = panjang silinder yang tidak disangga

Untuk kepala tangki luar harus tahan terhadap tekanan atmosfir dan kegagalan dari ketidakstabilan elastisitas. Tekanan kritis untuk kepala berbentuk bola dirumuskan dalam persamaan pc = 0.5 E (t h / R o ) 2 [3(1 v 2 )]1 / 2 (1.14)

dengan Ro adalah jari-jari luar kepala bola. Jari-jari mahkota dari torispherical head atau jari-jari dari elliptical head. Jari-jari untuk elliptical head dapat dicari dengan Ro=K1D,dimana D adalah diameter utama dan K1 adalah konstanta yang dapat dilihat di Tabel 3. Luas momen inersia minimum untuk intermediate stiffening rings dapat ditentukan dengan : I1 = dimana pc = tekanan eksternal kritis (4 kali dari tekanan yang diperbolehkan) Do = diameter luar dari tangki luar L = jarak antara cincin penguat E = modulus Young dari bahan material untuk cincin Tabel 3 Equivalent radius for elliptical head under external pressure D/D1 3 2.8 2.6 2.4 2.2 2 Contoh 1.2 Rancanglah tangki luar untuk penyimpanan oksigen cair sebanyak 28,000 gal dengan kondisi operasi seperti contoh 1.1. Material yang digunakan adalah carbon steel SA-285 grade C. Titik penyangga adalah 1 = 70 dan 2 = 110. Physical properties untuk carbon steel yang dibutuhkan : E = 29 x 106 psi Jawab: v = 0.26 sa = 13,750 psi K1 1.25 1.27 1.18 1.08 0.99 0.9 D/D1 1.8 1.6 1.4 1.2 1 K1 0.81 0.73 0.65 0.57 0.5 p c Do L 24 E
3

(1.15)

Anggap kita menggunakan dua cincin penguat utama dan tiga cincin penguat tambahan dengan jarak antar tiap cincin sebesar 0.75 ft. Tekanan kritis untuk tekanan eksternal sebesar 15 psi adalah pc = (5) (15) = 75 psi Ketebalan shell dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan 1.13, dengan perkiraan pertama kita mengabaikan t/Do pada penyebut. Dengan menggunakan diameter luar tangki 12 ft, maka p (1 v 2 ) 3 / 4 ( L / Do ) t = c D0 2.42 E sehingga t = (0.0038)(144) = 0.530 in Sehingga kita akan menggunakan ketebalan sebesar 5/8 in (0.625 in). Dengan memasukkan angka ini kedalam persamaan 1.13, maka didapatkan tekanan kritis: pc = (2.42)(29)(10 6 )(0.625 / 144) 5 / 2 = 107 psi (0.949) (9.75 / 12) (0.45)(0.625 / 144) 5 / 2
5/2 5/2

(75)(0.949)(9.75 / 12) = 4 (2.42)(29)(10 )

= 0.00368

nilai ini lebih besar dari 75 psi, berarti ketebalan 5/8 in ini dapat digunakan. Sedangkan untuk ketebalan hemispherical head dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan 7.14: t h p c (3(1 v 2 )) 1 / 2 = R0 0.50 E Maka, tA = (0.00294) (72) = 0.212 in maka kita akan menggunakan ketebalan head sebesar in (0.25 in) Luas momen inersia dari cincin penyangga dapat dicari dengan menggunakan persamaan 1.15: I1 = (75)(144) 3 (117) = 37.6 in4 6 (24)(29)(10 )
1/ 2 1/ 2

(75)( 3 )(0.966) = 6 (0.50)(29)(10 )

= 0.00294

Ukuran yang dapat digunakan untuk cincin penguat adalah 6x6 by 20 lb/ft WF beam (yang memiliki luar momen inersia = 38.8 in4). Dari persamaan 1.16 dan 1.18, kita dapat menentukan bahwa momen tekuk maksimum untuk = 70 dan = 110 terjadi pada lokasi = 90.

Dengan persamaan 7.17 kita dapat menentukan momen tekuk maksimum untuk cincin penyangga:
2M = (1.9199)(sin 110) (1.2217)(sin 70) + cos 110 cos 70 + 0 (sin 110 sin 90) WR

= 0.1615 Total berat untuk tangki dalam dan isinya adalah 300,000 lb (dari contoh 1.1). Berat yang harus ditahan oleh tiap cincin penguat utama adalah W = (300,000) = 150,000 lb Sebagai perkiraan awal, kita akan mengasumsikan rata-rata jari-jari cincin sama dengan diameter luar dari tangki luar dan akan mengkoreksi asumsi ini setelah kita menentukan cincin yang digunakan. Momen tekuk maksimum: M max = (150,000)(72)(0.1615) = 278,000 in lbf 2

Anggap kita menggunakan 8 by 8 in WF section, dimana c = 4 in I2 = M max c (278,000)(4) = = 80.8 in4 sa 13,750

Perkiraan awal untuk momen inersia dari cincin penguat adalah I = I1 + I2 = 37.6 + 80.8 = 118.4 in4 Sebuah 8 by 8 in by 40 lb/ ft WF beam memiliki I = 146.3 in4 dan c = 4.125 in. Jika bentuk ini yang digunakan, maka rata-rata jari-jari cincin adalah R = 72 + 4.125 = 76.125 in dan momen tekuk maksimum menjadi M max = dan I2 = (294,000)(4.125) = 88.2 in4 13,750 (150,000)(76.1)(0.1615) = 294,000 in lbf 2

Luas momen inersia cincin yang dibutuhkan adalah I (dibutuhkan) = 37.6 + 88.2 = 125.8 in4 Nilai ini lebih kecil dari 146.3 in4,, sehingga bentuk 8 by 8 by 40 lb/ft WF beam dapat memenuhi kebutuhan dan aman untuk digunakan.

DAFTAR PUSTAKA B, Bernasconi., H, Gerster., H, Hauser., H, Stauble. & E, Schneiter. (1995). Teknologi Kimia Bagian 1 (diterjemahkan oleh H, Lienda). Jakarta: PT. Praditya Paramita. Cheremisinoff, Nicholas P. (2005). Handbook of Chemical Processing Equipment. United State : Butterworth-Heinemann. Stanley M, Wallas. (1988). Chemical Process Equiment Selection and Design. United State : Butterworth-Heinemann. Perry, R.H. (2007) Perry's Chemical Engineers' Handbook 8th Edition United State : McGrawHill