Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN DEMAM BERDARAH DENGUE

T A H U N 2008

BAB I
PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG
Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud Derajat Kesehatan Masyarakat yang optimal. Untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan pro aktif dengan melibatkan semua sektor terkait, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat . Dalam program pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) peran serta berbagai sektor seperti diatas menjadi hal yang sangat penting dan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan. Secara geografis Kabupaten Ketapang yang terbagi menjadi dua wilayah / daerah, yaitu daerah pantai dan daerah pedalaman , banyaknya lokasi yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk ( baik dipantai maupun dihutan / perkebunan ) , serta semakin terbukanya Kabupaten Ketapang dengan daerah lain baik melalui darat, laut maupun udara ,semakin tingginya mobilitas penduduk menjadikan kabupaten Ketapang harus semakin waspada terhadap terjadinya kemungkinan penyebaran penyakit dari daerah lain.

A.

P 2. DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Kegiatan program pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue tahun 2008 dilaksanakan berdasarkan stratifikasi wilayah desa/kelurahan terhadap penyakit DBD, dengan melakukan kewaspadaan dan tindakan secara dini terhadap kasus DBD, melakukan pemberantasan secara intensif di wilayah kasus / fokus dan mengadakan penyuluhan serta penggerakan masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN) Kegiatan Program ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dengan tujuan khusus yaitu : a. Mengurangi kecenderungan penyebaran wilayah terjangkit DBD atau membebaskan wilayah terjangkit DBD. b. Mengurangi kecendrungan peningkatan jumlah kasus DBD, sehingga insiden rate tidak melebihi 5 per 100.000 penduduk pertahun. c. Mengusahakan Angka Kematian ( CPR ) penyakit DBD tidak melebihi 1 persen Per tahun. Gambaran kasus DBD dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 4. Angka Kesakitan dan Kematian akibat DBD Di Kabupaten Ketapang Tahun 2006 s/d 2008
JML PENDDK. JML PENDRT IR PER SERATUS RIBU PENDDK CFR (%)

TAHUN

KEMATIAN

2006 2007 2008

458.369 527.423 425.427

46 16 5

10 3 1

0 0 0

0 0 0

Dari Tabel 4. diatas terlihat bahwa pada tahun 2006 jumlah kasus DBD di Kabupaten Ketapang 46 dengan Insiden Rate 10, ( 10 / 100.000 penduduk ) sedangkan angka kematian ( CFR ) tidak ada, sementara pada tahun 2007 terjadi penurunan yang cukup besar dengan jumlah kasus 16 dengan Insiden Rate ( IR = 3 / 100.000 penddk.) dengan angka kematian ( CFR ) tetap tidak ada. Yang tidak

kalah penting adalah data / jumlah penderita pada tahun 2008 tercatat 5 kasus / penderita, dengan Insident Rate ( IR ) sebesar 1 ( 1 / 100.000 penduduk ) serta angka kematian yang tetap kosong. Terjadi penurunan yang begitu signifikan dari tahun 2006 sampai tahun 2008, tentu kondisi seperti ini harus senantiasa dipertahankan bahkan ditingkatkan agar suatu saat nanti Ketapang menjadi daerah bebas Demam Berdarah. Berikut ini adalah lokasi kegiatan penyemprotan / fogging sarang nyamuk dan larvasidasi tahun 2008.

No 1 2 3 4 5 6 7

Desa / Kelurahan Sampit Sukaharja Kantor Tengah Payak Kumang Sukabangun Mulia Baru Jumlah

Jml Lokasi 3 3 2 2 2 1 1 14

Dana : Pembiayaan kegiatan Pemberantasan Demam Berdarah dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Darah ( APBD ) Kabupaten Ketapang, sebesar Rp.95.000.000,- dengan Realisasi sebesar Rp. 27.775.000,- ( 29,18 % ).

Hambatan / Masalah : Kasus penyakit DBD mempunyai siklus tahunan yang cenderung berulang pada suatu daerah . 2. Kurangnya peran serta masyarakat dalam kegiatan PSN, masih adanya anggapan bahwa dengan penyemprotan / fogging lebih baik.

3.

Tingginya curah hujan dan kurangnya pemeliharaan penampungan air

hujan (PAH) oleh masyarakat dapat mengakibatkan meningkatnya media populasi nyamuk Aides Aegepty. Pemecahan Masalah / Saran : Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya PSN dengan melibatkan semua unsur yang ada, termasuk kegiatan PSN yang dilakukan oleh anak sekolah. 2. Pembinaan peran serta masyarakat, agar mereka mau melaksanakan larvasidasi terhadap PAH. 3. Peningkatan mutu kebersihan lingkungan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

BAB III

PENUTUP Demikian Laporan pelaksanaan kegiatan Program dan Demam Berdarah Dengue ( DBD ) di Kabupaten Ketapang Tahun 2008, disusun dalam bentuk suatu evaluasi sebagai alat untuk melihat sejauh mana indikator keberhasilan dari tujuan program yang ingin dicapai, melalui upaya-upaya yang telah dilaksanakan, yaitu berdasarkan cakupan sasaran, target yang telah dicapai, serta permasalahan yang timbul untuk dicari jalan pemecahannya. Diharapkan laporan evaluasi ini dapat digunakan sebagai landasan atau dasar untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya dan menjadi bahan pertimbangan bagi para penentu dan pengambil kebijakan untuk mendukung baik secara moril maupun dalam bentuk persetujuan terhadap kebutuhan dana yang diperlukan bagi kepentingan upaya-upaya kegiatan program selanjutnya. Terima kasih.