Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.

) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat
Rani Resdiani, Nurdianto Jiwanjono, Khaidir Ibrahim, Amanda Nadhira, Maryanna Istiqomah Pratiwi, Febiana Rima Diputri

Abstrak Stroberi dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan vitamin dan mineral. Stroberi mengandung berbagai zat yang penting bagi sistem reproduksi jantan. Komponen tersebut antara lain vitamin C, zink, dan selenium. Ketiga zat tersebut diperlukan untuk pembentukan sperma yang sehat. Selain dikenal memiliki berbagai zat yang baik bagi kesehatan sperma, stroberi juga merupakan ikon pariwisata Kabupaten Bandung. Produksi stroberi di Kabupaten Bandung cukup melimpah sehingga mudah diperoleh. Kabupaten Bandung terletak di daerah dataran tinggi sehingga lingkungan di Kabupaten Bandung sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan stroberi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stroberi terhadap kualitas sperma mencit jantan yang sebelumnya didedah MSG. Parameter kualitas sperma yang digunakan adalah jumlah dan persentase abnormalitas pada sperma mencit jantan. Mencit yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok. Mencit kelompok K1 didedah MSG dengan kadar 50% w/v selama 2 hari dan dibiarkan hidup selama 4 hari. Mencit kelompok K2 didedah MSG dengan kadar 50% w/v selama 2 hari dan dibiarkan hidup selama 8 hari. Mencit kelompok P1 didedah MSG dengan kadar 50% w/v selama 2 hari, kemudian di dedah stroberi dengan kadar 2.32% w/v selama 4 hari. Mencit kelompok P2 didedah MSG dengan kadar 50% w/v selama 2 hari, kemudian di dedah stroberi dengan kadar 2.32% w/v selama 8 hari. Pendedahan dilakukan secara oral gavage dengan volume 0.1 mL. Persentase abnormalitas masing-masing kelompok dari yang persentase abnormalitas paling tinggi secara berturut-turut adalah K1 (78%), K2 (69%), P1 (42.33%), dan P2 (27.74%). Kualitas sperma meningkat setelah pemberian stroberi karena zat-zat yang terkandung dalam stroberi berpengaruh dalam pembentukan sperma. Sedikitnya terdapat tiga zat yang memiliki pengaruh bagi sperma, yaitu vitamin C, zink, dan selenium. Kadar vitamin C yang tinggi dalam stroberi berperan sebagai zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dari MSG, sementara selenium penting bagi biosintesis testosteron dan perkembangan spermatozoa yang normal. Selain itu, zink merupakan kofaktor enzim yang berperan dalam anabolisme atau katabolisme hormon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stroberi dapat meningkatkan jumlah sperma dan menurunkan persentase abnormalitas pada sperma. Semakin banyak stoberi yang dikonsumsi, semakin bagus kualitas sperma yang dihasilkan, baik dari segi jumlah maupun morfologi sperma.
Kata kunci :stroberi ,monosodium glutamat,sperma, jumlah, abnormalitas

Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

Pendahuluan Reproduksi merupakan salah satu ciri yang dimiliki makhluk hidup. Reproduksi berperan penting dalam keberlangsungan eksistensi suatu organisme. Salah satu parameter reproduksi pada organisme jantan adalah jumlah sperma yang banyak dengan kualitas yang baik. Nutrien merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan kualitas sperma. Nutrien-nutrien yang dibutuhkan untuk membentuk sperma dengan kualitas baik antara lain, zink, asam amino, antioksidan, serta vitamin C. Stroberi merupakan salah satu buah-buahan yang baik untuk sperma, sebab stroberi memiliki kandungan yang lengkap bagi pertumbuhan dan perkembangan sperma diantaranya kadar vitamin B6 tinggi, 98% vitamin C, niasin, asam pantotenik dan asam folat. Selain itu, stroberi mudah didapat di Bandung bahkan telah menjadi ikon pariwisata, dengan harga yang relatif murah. Monosodium glutamat (MSG) adalah bubuk kristal putih yang merupakan garam sodium dari asam amino esensial, asam glutamat (Furst and Stehle, 2004). MSG biasa digunakan sebagai penambah rasa pada makanan, terutama di daerah Asia dan Afrika. (Farombi and Onyema, 2006). MSG dapat menimbulkan efek radikal yang dapat menurunkan jumlah sperma. Berdasarkan pernyataan tersebut, kami tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh stroberi tehadap jumlah dan persentase abnormalitas sperma pada mencit yang telah dipapari MSG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stroberi terhadap jumlah dan persentase abnormalitas sperma. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jangka waktu pemberian stroberi terhadap jumlah dan persentase abnormalitas sperma pada mencit yang telah dipapari monosodium glutamat. Metodologi Pemeliharaan Hewan Percobaan Mencit yang digunakan sebagai hewan model dalam penelitian ini adalah 12 ekor mencit jantan dari galur Swiss-Webster dengan berat berkisar antara 26,8-51,4 gr yang dibagi menjadi empat kelompok. Dua kelompok perlakuan serta dua kelompok kontrol. Masing-masing kelompok ditempatkan dalam kandang. Kandang-kandang tersebut ditempatkan pada ruangan dengan suhu 254oC dengan siklus 12 jam terang dan 12 jam gelap. Persediaan makan dan minum diberikan setiap hari secara ad libitum. Pendedahan Monosodium Glutamat dan stroberi Pada penelitian ini, terdapat dua jenis zat dedah yang diberikan, yaitu MSG dan stroberi. MSG dalam bentuk kristal kecil terlebih dahulu dilarutkan dalam air, 50 g MSG dalam 100 ml air. Sedangkan stroberi ditimbang seberat 2,32 gram, lalu dihaluskan dengan menggunakan mortar dan alu. Setelah itu dilarutkan dalam 100 ml air. Mencit dibagi secara acak ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol dibagi menjadi dua subkelompok masing-masing terdiri dari empat ekor mencit sebagai berikut: Kelompok (K1): Mencit didedahkan MSG selama 2 hari secara oral gavage, kemudian dibiarkan hidup selama 4 hari. Pada hari terakhir, mencit dibedah untuk kemudian diambil data fertilitas.

Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

Kelompok (K2): Seperti kelompok K1, mencit didedahkan MSG secara oral gavage dalam waktu 2 hari. Setelah itu mencit dibiarkan hidup selama 8 hari dan dibedah. Kelompok perlakuan dibagi menjadi dua subkelompok masing-masing terdiri dari empat ekor mencit sebagai berikut: Kelompok (P1): Mencit pada kelompok ini didedahkan MSG selama 2 hari, kemudian didedahkan stroberi selama 4 hari. Kedua pendedahan dilakukan secara oral gavage. Pada hari terakhir mencit dibedah. Kelompok (P2): Mencit pada kelompok ini didedahkan MSG selama 2 hari, kemudian didedahkan stroberi selama 8 hari. Kedua pendedahan dilakukan secara oral gavage. Pada hari terakhir mencit dibedah. Mencit pada masing-masing grup menerima zat dedah yang sama yaitu MSG 0,1 ml larutan MSG 50% w/v setiap kali pendedahan. Sementara mencit pada semua kelompok perlakuan menerima zat dedah larutan stroberi 2,32 mg/100 ml akuades atau 2,32% w/v sebanyak 0,1 ml setiap kali pendedahan. Dibawah ini adalah skema pembagian kelompok perlakuan pada mencit:

12 ekor mencit

Kelompok Kontrol

Kelompok Perlakuan

K1 Diberikan MSG selama 2 hari, dibiarkan hidup 4 hari, kemudian dibedah

K2 Diberikan MSG selama 2 hari, dibiarkan hidup 8 hari, kemudian dibedah

P1 Diberikan MSG selama 2 hari, diberikan stroberi selama 4 hari, kemudian dibedah

P2 Diberikan MSG selama 2 hari, diberikan stroberi selama 8 hari, kemudian dibedah

Skema 1 Pembagian kelompok Perlakuan Mencit Pengukuran Jumlah dan Abnormalitas pada Sperma a) Pengukuran Jumlah Sperma Parameter fertilitas yang dipakai adalah jumlah sperma serta persentase abnormalitas pada sperma. Saat pembedahan, mencit terlebih dahulu didislokasi, kemudian bagian caudal epididimis disolasi dalam larutan PBS masing-masing pada wadah yang berbeda. Setelah itu, suspensi spermatozoa yang dibuat dengan mencampurkan sperma yang telah diisolasi dengan larutan PBS. Hasil suspensi diteteskan pada kaca arloji dan ditambahkan PBS sebanyak 10 tetes, lalu diteteskan pada hemacytometer. Jumlah sperma dihitung pada 25 kotak bagian tengah hemacytometer.
Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

b) Pengamatan Morfologi Sperma Sperma mencit diisolasi dengan cara mencacah caudal epididimis dalam larutan PBS masingmasing pada wadah yang berbeda dengan jarum jara, kemudian sperma yang sudah terisolasi dipindahkan ke kaca arloji dengan menggunakan pipet tetes lalu dilarutkan dalam larutan PBS sebanyak 10 tetes. Campuran sperma dengan larutan PBS lalu diteteskan pada kaca objek yang ujungnya telah diteteskan pewarna nigrosin eosin. Kaca objek lainnya kemudian ditempelkan kepada apusan sehingga larutan menyebar keseluruh ujung kaca lalu digeserkan sampai mendekati tetesan pewarna dan kaca objek dipindahkan pada tetesan pewarna kemudian digeserkan lagi ke ujung lainnya. Hal-hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Kemudian apusan sperma diamati. Hasil Pengamatan Di bawah ini merupakan diagram dan tabel hasil pengamatan pengaruh stroberi terhadap jumlah dan abnormalitas sperma mencit jantan yang telah dipapari MSG.
31 % 69 % 42, 33 % 57, 67 %
Normal

22%

Normal Abnor mal

Normal Abnor mal

27, 74 % 73, 26 %

Normal Abnor mal

78%

Abnorm al

(a)

(b) (c) (d) Diagram 1 Persentase Abnormalitas Mencit Perlakuan (a) 1; (b) 2; (c) 3; (d) 4

Tabel 1 Jumlah Sperma Perlakuan I Hari 7 pembedahan Jumlah Sperma 7.4 (juta)

II 11 8.1 33.25 76.25 26 180

III 14 220 336 226.25

IV 18 414.375 213.125

Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

300 250 200 150 100 50 7,75 juta/ ml 0 K1 K2 P1 45,167 juta/ ml 238,667 juta/ ml

284,583 juta/ ml

P2

Diagram 2 Rata-rata Jumlah Sperma Tiap Kelompok

Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata jumlah sperma pada kelompok K1, K2, P1, dan P2 secara berturut-turut adalah sebesar 7,75 juta/ml, 45,167 juta/ml, 238,667 juta/ml, dan 284,583 juta/ml. Persentase abnormalitas sperma pada kelompok K1, K2, P1, dan P2 secara berturutturut adalah 78%, 69%, 42,33%, dan 27,74%. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah sperma pada kelompok K1 dan K2 menunjukan hasil yang rendah dan tingkat abnormalitas sperma sangat tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh efek radikal bebas yang ditimbulkan oleh monosodium glutamat. Monosodium glutamat memberikan efek pada CNS (Central Nervous System) yang pada konsentrasi tinggi memberikan efek degenerasi dan kematian pada sel saraf hipotalamus (Ortiz et al., 2006 ; Burde et al., 1971. Kematian pada sel saraf ini mengganggu regulasi hipotalamus- ptiutari- testis (Nenemroff et al, 1981). Terganggunya regulasi hipotalamus- ptiutari- testis tersebut berdampak pada penurunan kadar testosteron (Urban, 1999). Testosteron merupakan salah satu komponen dari androgen. Androgen diproduksi sebanyak 95% oleh sel leydig pada testis, sementara sel pada korteks kelenjar adrenal, androgen diproduksi sebesar 5% (Urban, 1999). Jadi, monosodium glutamat tidak mempengaruhi organ testis secara langsung, tetapi hanya mempengaruhi regulasi hipotalamus-ptiutari-testis. Stroberi merupakan salah satu buah-buahan yang baik untuk pertumbuhan sperma. Hal ini karena pada storberi terdapat berbagai zat yang baik bagi sperma. Pada stroberi terdapat vitamin C, selenium, serta zink yang merupakan zat-zat yang dibutuhkan bagi pertumbuhan sperma. Vitamin C atau asam askorbat merupakan suatu nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan.Vitamin C disintesis secara alami baik dalam tanaman maupun hewan, dan mudah dibuat secara sintesis dari gula dengan biaya yang sangat rendah (Winarno, 1997). Vitamin C diserap secara aktif dan non-aktif melalui difusi pada bagian atas usus halus. Vitamin C kemudian masuk ke peredaran darah melalui vena porta (pembuluh darah besar yang menuju ke hati lalu ke jantung). Vitamin C kemudian dibawa ke
Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

semua jaringan, konsentrasi tertinggi ada di dalam jaringan adrenal, ptiuitari, dan retina (Winarno, 1997). Pituitari merupakan hormon yang mengatur sekresi androgen oleh sel Leydig. Tingkat sekresi androgen bergantung pada tingkat fungsional kelenjar pituitari (Nalbandov, 1990). Androgen adalah hormon steroid yang merangsang atau mengontrol perkembangan dan pemeliharaan karakteristik vertebrata jantan dengan mengikat reseptor androgen yang juga merupakan pendukung aktivitas organ seks pria dan pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki. Androgen yang utama adalah testosteron. Jenis sel yang bertanggung jawab untuk produksi testosteron yang penting untuk pemeliharaan spermatogenesis adalah sel leydig. Sel-sel Leydig terletak dalam wilayah intertubular dari testis dan ditemukan berdekatan dengan pembuluh darah dan tubulus seminiferus. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa vitamin C dapat meningkatkan jumlah sperma dan menurunkan abnormalitas sperma dengan cara meningkatkan kinerja kelenjar pituitari (ODonnell, 2012). Pada level molekuler, selenium memiliki peran untuk memicu kerja selenoprotein. Selenoprotein merupakan protein spesifik fungsional yang berhubungan langsung dengan sistem reproduksi jantan. Setidaknya terdapat dua jenis selenoprotein yang bertanggung jawab untuk menghasilkan efek dari nutrisi yang dikandung Se, salah satunya yakni selenoprotein P, protein yang dihasilkan dari hati dan bertugas sebagai sumber utama Se untuk testis. Lebih lanjut lagi pengujian oleh x-rays memperlihatkan distribusi Se pada testis dan sperma yang menunjukkan peran selenoprotein selama proses spermatogenesis. Defisiensi Se berakibat pada rusaknya motilitas sperma hingga perubahan/mutasi pada morfologi kepala dan ekor sperma yang menunjukan bentuk infertilitas (Hatfield, 2012). Selenium banyak tertumpuk pada bagian tengah sperma dan berkorelasi positif dengan banyaknya jumlah protein sistein. Selenoprotein pada testis dapat berupa fosfolipid hidroperoksida glutationperoksidase (GPx4). GPx4 memiliki konsentrasi yang tinggi saat fase spermatid, tapi menjadi tidak aktif pada sperma dewasa. Berdasarkan sifat enzimatiknya, GPx4 berfungsi melindungi sel dari kerusakan oksidatif selama pertumbuhan sperma. Kekurangan GPx4 juga mengakibatkan turunnya berat testis dan menurunnya jumlah spermatozoa yang dihitung pada epididimis (Hatfield, 2012). Pada membran sel, zink berperan sebagai ujung dari protein dasar reseptor. Zink juga berperan sebagai kofaktor dalam anabolisme dan katabolisme hormon dengan cara berikatan dengan peptida hormon hingga menjadikan konfigurasi aktif spasial bagi hormon tersebut atau dengan mengubah bentuk reseptor hormon pada membran atau reseptor pada inti. Defisiensi pada zink akan menyebabkan hipogonadisme, oligospermia dan azospermia hingga impoten (Favier, 1992). Kesimpulan Pemberian stroberi sangat berpengaruh dengan jumlah dan persentase abnormalitas sperma. Pemberian stroberi akan meningkatkan jumlah sperma pada mencit serta menurunkan persentase abnormalitas sperma. Selain itu, diketahui bahwa jangka waktu pemberian stroberi berbanding lurus dengan jumlah sperma yang diproduksi serta berbanding lurus terhadap penurunan abnormalitas pada sperma. Semakin lama stroberi didedahkan pada mencit, semakin baik kualitas sperma. Daftar Pustaka
Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB

Pengaruh Stroberi (Fragaria sp.) Terhadap Jumlah dan Abnormalitas Sperma Mencit (Mus musculus) Jantan yang Telah Dipapari Monosodium Glutamat

Burde, R. M., B. Schainker, J. Kayes. 1971. Acute effect of oral and subcutaneous administration of monosodium glutamat on the arcuate nucleus of the hypothalamus in mice and rats. Nature 233, 58-60. Farombi, E O, O. O. ONYEMA. 2006. Monosodium glutamat-induced oxidative damage and gentotoxity in the rat: modulatory role of vitamin C, vitamin E and guercetin. Human Experimental Toxicol. 125, 251-259. Favier, Alain Emile. 1992. The Role of Zinc in Reproduction : Hormon Mechanisms. Biological Trace Elements Reserach. 32.363-367 Furst, P. P, Stehle. 2004. What are the essential elements needed for the determination of amino acid requirements in humans? J. Nutri. 34, 1558S-1565S. Hartfield, D L., Marla J. B. 2012. Selenium: Its Molecular Biology and Role in Human Health. New York : Springer Nalbandov AV. 1990. Fisiologi Reproduksi pada Mamalia dan Unggas. Cetakan Pertama. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press). Nemeroff, C. B., C. A. Lamartiniere, G. A. Mason, R. E. Squibb, J. S. Hong, S. C. Bondy. 1981. Marked reduction in gonadal steroid hormone levels in rats treated neonatally with monosodium-Lglutamat: Further evidence for disruption of hypothalamic-pituitarygonadal axis regulation. Neuroendocrinol. 33, 265-267. ODonnell, L & David M de K. 2012. Endocrinology of the Male Reproductive System. Clayton: Princes Henrys Institute of Medical Research. Ortiz, G.G., Bitzer-Quintero., Beas Zarate, C., Rodriguez-Reynoso, S., Larios-Arceo, F.,VelaquezBrizuela, I.E., Pacheco-Moises, F. And Rosales Corral, S.A.. 2006. Monosdium Glutamat Induced Damage In Liver and Kidney : a Morphological and Biochemical. Biomedicine & Pharmacotherapy.60: 89-61 Urban, R. J. 1999. Effects of testosterone and growth hormone on muscle function. J. Lab. Clin. Med. 134, 7-10. Winarno F.G.1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Laporan Penelitian Kecil Kelompok 7

Proyek Anatomi dan Fisiologi Hewan Biologi-SITH ITB