Anda di halaman 1dari 1

Tanya Bagaimana hukumnya seorang wanita yang tetap mempertahankan rumah tangganya dengan seorang suami yang tidak

sholat? Sementara itu mereka berdua telah memiliki beberapa orang anak. Juga bagaimana hukum menikah dengan orang yang tidak sholat? Jawab Jika seorang wanita menikah dengan seorang suami yang tidak sholat sama sekali, baik di masjid maupun di rumah, maka tidak ada hubungan nikah antara keduanya. Wanita tersebut bukanlah istri bagi laki-laki tadi disebabkan ia meninggalkan sholat. Wanita tersebut juga tidak boleh memperkenankan laki-laki tadi untuk menyetubuhinya. Lakilaki tadi tidak memiliki hak untuk melakukan hal-hal yang diperbolehkan layaknya pasangan suami istri, karena wanita tersebut bukan lagi apa-apanya. Wanita tersebut wajib meninggalkan laki-laki tadi dan pulang ke rumah walinya. Dia harus berusaha sepenuh kemampuan untuk menyelamatkan diri dari laki-laki tadi, karena laki-laki tadi berstatus orang kafir disebabkan meninggalkan sholat. Inilah pendapat kami. Kami berharap seluruh umat Islam menyadari bahwa wanita manapun yang memiliki suami yang tidak sholat tidak boleh tetap hidup bersamanya, meski mereka berdua telah memiliki beberapa anak. Dalam kondisi seperti ini anak-anak tersebut harus mengikuti ibunya. Disebabkan bapak tidak memiliki hak untuk merawat mereka karena tidak ada hak perawatan anak (hadhanah) untuk orang kafir. Keharusan setiap muslim yang masih memiliki rasa takut kepada Allah untuk mencamkan baik-baik bahwa menikahkan anak wanita dengan seorang laki-laki yang tidak sholat adalah akad pernikahan yang batal dan tidak sah, meski dicatat oleh petugas pencatat pernikahan yang resmi. karena ada sebagian orang yang menutup-nutupi realita sebenarnya kepada petugas pencatat pernikahan. Bertakwalah kepada Allah dalam perkara anak-anak wanita, jangan dijadikan sebagai kelinci percobaan sebagaimana tindakan sebagian orang saat ini. Mereka menikahkan anak wanitanya dengan orang yang tidak sholat lalu berapologi, "Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada suaminya!" Ingatlah firman Allah: "Jika kalian telah mengetahui bahwa para wanita tersebut adalah wanita-wanita beriman, maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada suami-suami mereka kafir. Tidaklah wanita-wanita tersebut halal bagi mereka dan mereka pun tidaklah bagi wanita-wanita beriman tersebut." (QS. Al Mumtahanah: yang yang halal 10)

Adapun untuk suami yang telah bertaubat dan mau menegakkan sholat maka harus diadakan akad nikah yang baru. ~ Majmu' Fatawa Ibnu 'Utsaimin 12/98 dalam Fatawa liz Zaujain [Fatawa liz Zaujain Kepada Pasangan Suami Istri] : Ibnu 'Utsaimin ~