Anda di halaman 1dari 20

Judul Penelitian

Pengaruh Poggendorff Illusion dan Garis Bersayap Keluar dan ke Dalam terhadap Kesalahan Persepsi

Fenomena/tujuan
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan apakah teori Poggendorff Illusion dan garis bersayap keluar dan ke dalam berpengaruh terhadap kesalahan persepsi.

Identifikasi Masalah
Apa pengaruh Poggendorff Illusion dan garis bersayap keluar dan ke dalam terhadap kesalahan persepsi?

Teori
ILUSI Menurut Bimo Walgito (2004: 131) menjelaskan bahwa ilusi yaitu kesalahan individu dalam memberikan persepsi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. Orang seringkali mempersepsi suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di sekitarnya. Dalam mempersepsi tersebut seringkali terjadi kesalahan, karena dalam mengartikan suatu stimulus ini melibatkan perasaan dan pemikiran. Kesalahan dalam mempersepsi stimulus ini wajar terjadi pada individu.

Beberapa factor yang mempengaruhi kesalahan persepsi atau terjadinya ilusi, yaitu :

1. Factor kealaman Kesalahan persepsi terjadi karena fakrot alam, misalnya illusi echo (gema), illusi kaca.

2. Factor stimulus Stimulus yang memiliki makna ambigu, memberi peluang terjadinya persepsi ganda. Stimulus yang tidak dianalisis lebih lanjut, yang memberikan impresi secara total.

3. Factor individu
Ini dapat disebabkan karena adanya kebiasaan dan juga kesiapan psikologis dari individu.

Garis Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.

PERSEPSI Persepsi yaitu pengorganisasian, penginterpretasikan terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan suatu yang berarti dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu (Bimo Walgito, 2004:88). Dengan demikian persepsi merupakan proses dari diterimanya stimulus oleh alat indera yang kemudian disalurkan ke syaraf sensori yang dikirimkan ke otak untuk kemudian diproses dan akhirnya stimulus bisa diinterpretasikan.

Factor yang berperan dalam persepsi, yaitu:

a. Objek yang dipersepsi


Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera, yang sebagian besar datang dari luar individu itu sendiri.

b. Alat indera, syaraf, dan pusat susunan syaraf Alat indera atau reseptor benfungsi sebagai alat untuk menerima stimulus, kemudian syaraf untuk melanjutkan stimulus yang diterima oleh alat indera untuk kemudian diteruskan ke pusat susunan syaraf (otak) untuk diproses dan akhirnya direspon melalui syaraf motoric.

c. Perhatian

Perhatian merupakan konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditijukan kepada sesuatu objek, sebegai tahap awal untuk melaksanakan persepsi, yang merupakan syarat psikologis.

Metode dan Design


Metode : Two Group Independent Design: Randomized Block Design

IV dan DV
IV: Poggendorff Illusion dan garis bersayap keluar dan ke dalam Operasionalisasinya: sebelum subjek menyamakan garis bersayap pada alat ukur Muller Lyer Perception, subjek diminta untuk melihat gambar ilusi garis diproyeksikan pada dinding.

DV: Kesalahan Persepsi Operasionalisasinya: dilihat dari angka yang dihasilkan pada saat subjek menyamakan garis bersayap keluar ke dalam pada alat ukur Muller Lyer Perception.

Alat Ukur
Muller Lyer Perception

Hipotesa
Hipotesis penelitian: terdapat pengaruh Poggendorff dan garis bersayap keluar dan ke dalam terhadap kesalahan persepsi. Hipotesis statistik: H0 : Tidak terdapat pengaruh Poggendorff dan garis bersayap keluar ke dalam terhadap kesalahan persepsi. H1 : terdapat pengaruh Poggendorff dan garis bersayap keluar dan ke dalam terhadap kesalahan persepsi.

Variabel Dikontrol dan Tidak dikontrol


Variabel yang Dikontrol: 1. Kriteria subjek:

Uji Statistik
Skala interval yang memakai T-Test

Contoh Poggendorff Illusion

Coba lihat garis hitam tersambung kemana? Kehitam kemerah? Jawabannya adalah kehitam, sama seperti persepsi muller lyer yang menitik beratkan pada persepsi sama panjang

The Poggendorff Illusion adalah ilusi yang melibatkankan persepsi otak kita terhadap interaksi antara garis diagonal, garis horizontal dan tepi vertikal. Dinamai dari Johann Poggendorff (1796-1877), seorang physicist Jerman yang pertama menjelaskan hal ini tahun 1860. Pada gambar kiri diatas kelihatannya kalau garis hitam itu bersambung dengan garis biru padahal kalo kita ihilangkan penghalang balok abu - abu itu pada gambar sebelah kanan atas, ternyata garis hitam adalah sambungan dari garis merah.