Anda di halaman 1dari 17

Epidermophyton floccosum

A.ZULKIFLI.AS P1506210008

History
Jamur ini awalnya ditemukan oleh Carl Orro Harz tahun 1870, yang dinamakan Acrothecium floccosum Selanjutnya berganti nama menjadi Blastotrichum floccosum, nama ini diberikan oleh Rabenhort'sKrytpogamen Flora, (1907), Akhirnya berganti menjadi Epidermophyton floccosum oleh Ota and Langeron tahun 1923.

Epidermophyton floccosum
Tergolong jamur anthropophilic sering menyebabkan tinea pedis, tinea cruris, tinea corporis dan onychomycosis.

Description
The fungus is a moderate grower that reaches maturity after 10 days. The colonies are usually grainy, have a suede-like texture, and may be olive, yellow, or yellow-brown in color. The central region is raised slightly. Fluffy white sterile mycelia cover the colonies after several weeks.[4 Epidermophyton floccosum contains an unusual lipid of unknown function, 1(3),2-diacylglyceryl-3(1)-O-4(N,N,N-trimethyl)homoserine. Microconidia are usually absent

154

155