Anda di halaman 1dari 39

Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) dan metode kontrasepsi lainnya

Meliani Fitri 0810312082 Bagian Ilmu Kandungan dan Kebidanan RSUD MA Hanafiah SM Batusangkar 2012

• Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti ‘mencegah’ atau ‘melawan’ dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan • Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi moderen

• Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontrasepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly, atau tablet berbusa (vaginal tablet).

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan pil. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap. dan norplant. suntikan. yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) vasektomi (sterilisasi pada pria) .• Kontrasepsi modern dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen.

Senggama Terputus • Senggama dilakukan sebagaimana biasa. alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. . tetapi pada puncak senggama.

Maksudnya untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. .Pembilasan Pasca Senggama • dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah berhubungan seks.

• Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 24 jam setelah ejakulasi. • Untuk menentukan masa subur istri dipakai tiga patokan yaitu: • Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang.Pantang berkala • tidak melakukan persetubuhan pada masa subur istri. • Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. .

yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi.• Jadi. . koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam).

. walaupun jarang. berupa reaksi alergik. yaitu bahan kimia yang mematikan sperma (nonilfenoksi polietanol). • Efek sampingan.Obat Spermatisid • Preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen. dan medium yang dipakai berupa tablet busa. krim atau agar.

pelumas kurang. • keuntungan kondom ialah: murah. • kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut robek oleh karena kurang hati-hati.Kondom • menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina. tidak memerlukan pengawasan. mudah didapat (tidak perlu resep dokter). • Efek Sampingan: Pada sejumlah kecil kasus terdapat reaksi alergik terhadap kondom karet. dan mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin. sehingga pembuahan dapat dicegah. . atau karena tekanan pada waktu ejakulasi.

Pil • Pil dapat diminum secara aman selama bertahun-tahun. cara-cara jangka panjang lainnya seperti spiral atau sterilisasi. hendaknya juga dipertimbangkan. bagi wanita-wanita yang telah mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak lagi menginginkan kehamilan selanjutnya. . • Tetapi.

Tisu KB • Tisu KB berbentuk kertas tipis yang mudah hancur apabila dimasukkan ke dalam liang kemaluan perempuan. • mengandung zat aktif untuk menetralkan sperma .

Obat suntikan ini sangat cocok diberikan pada ibu-ibu yang sedang menyusui karena cara kerjanya tidak mengganggu laktasi. .Suntik Hormon • Obat ini bekerja dengan jalan menekan pembentukan hormon dari otak sehingga mencegah terjadinya ovulasi.

yaitu norplan dan implanon .Susuk/implan • Ada dua macam susuk yang biasa dipergunakan untuk kontrasepsi.

.• Sterilisasi (tubektomi dan vasektomi) Tubektomi menutup atau memotong indung telur dengan cara tertentu sehingga yang bersangkutan tidak dapat hamil lagi. Vasektomi  pengikatan atau pemotongan pada saluran sperma (vas deferens) yang mengakibatkan seorang laki-laki tidak bisa menghamili lawan jenisnya.

. . karena pasangan muda frekuensi bersenggama tinggi sehingga akan mempunyai kegagalan tinggi.Penggunaan prioritas kontrasepsi pil oral.Penggunaan Kontrasepsi Menurut Umur A.Penggunaan kondom kurang menguntungkan. Umur ibu kurang dari 20 tahun: Umur di bawah 20 tahun sebaiknya tidak mempunyai anak dulu. .

.Segera setelah anak pertama lahir. dianjurkan untuk memakai spiral sebagai pilihan utama.B. Pilihan kedua adalah norplant atau pil. Umur ibu antara 20--30 tahun .Merupakan usia yang terbaik untuk mengandung dan melahirkan. .

Umur ibu di atas 30 tahun Pilihan utama menggunakan kontrasepsi IUD atau norplant. Metode mantap dengan cara operasi (sterlilisasi) dapat dipakai dan relatif lebih baik dibandingkan dengan spiral.C. maupun pil dalam arti mencegah . Kondom bisa merupakan pilihan kedua. kondom.

AKDR (ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM) /IUD (INTRA UTERINE DEVICE) .

.alat yang dibuat dari polietilen dengan atau tanpa metal/steroid yang ditempatkan di dalam rahim.

yang terbuat dari plastic halus . . terdapat beberapa macam Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). antara lain : • Lippes Loop yang terbuat dari plastic dan berbentuk spiral • Multi Load C 250. terbuat dari bahan plastic yang batangnya dililiti dengan logam tembaga.Jenis-jenis AKDR Dalam Program KB Nasional. berbentuk T. yang berbentuk angka 7. yang berbentuk jangkar dan dililiti logam tembaga • Copper T 200 B. dan dililiti logam tembaga • Copper 7.

.

Mekanismepasti dari AKDR belum diketahui. Dari penelitian terakhir. Pergerakan ovum yang bertambah cepat di dalam tuba fallopi. Gangguan / terlepasnya blastocyst yang telah berimplantasi di dalam endometrium. Immobilisasi spermatozoa saat melewati cavum uteri. yang menyebabkan terhambatnya implantasi. Mekanisme kerja yang kerja AKDR • namun ada beberapa mekanisme kerja yang telah diajukan: Timbulnya reaksi radang lokal yang non-spesifik di dalam cavum uteri sehingga implantasi sel telur yang telah dibuahi terganggu. disangka bahwa AKDR juga • • • • • . Produksi lokal prostaglandin yang meninggi.

dimana Cu menghambat reaksi carbonic anhydrase sehingga tidak memungkinkan terjadinya implantasi dan mungkin juga menghambat aktivitas alkali phospatase. • Mengganggu pengambilan estrogen endogenous oleh mucosa uterus. . • Mengganggu jumlah DNA dalam sel endometrium. • Mengganggu metabolisme glikogen.Untuk AKDR yang mengandung Cu : • Antagoisme kationic yang spesifik terhadap Zn yang terdapat dalam enzim carbonic anhydrase yaitu salah satu enzim dalam traktus genitalia wanita.

• Lendir serviks yang menjadi lebih kental/ tebal karena pengaruh progestin.• Untuk AKDR yang mengandung hormon progesterone : • Gangguan proses pematangan proliteratif –sekretoir sehingga timbul penekanan terhadap endometrium dan terganggunya proses implantasi (endometrium tetap berada dalam fase decidual/ progestational). .

tidak perlu kembali ke klinik jika tak ada masalah Dapat disediakan oleh petugas kesehatan terlatih Tidak mahal (CuT380A) .Keuntungan AKDR per 100 wanita • Efektivitasnya tinggi: 0.6-0.8 kehamilan • • • • • • • • dalam tahun pertama penggunaan (Tembaga T 380A) Segera efektif dan efek sampingnya sedikit Metode jangka-panjang (perlindungan sampai 10 tahun jika menggunakan Tembaga T 380A) Tidak mengganggu proses sanggama Kesuburan cepat pulih setelah AKDR dilepas Tidak mengganggu produksi ASI Bila tak ada masalah setelah kunjungan ulang awal.

.Kerugian AKDR antara lain: • Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS • Tidak baik digunaka pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan • Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri • Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal.

haid lebih lama dan banyak. • Keluhan suami . dan perdarahan (spotting) antar menstruasi dan saat haid lebih sakit.Efek SampingPenggunaan AKDR Efek samping yang umum terjadi: • Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan).

Efek lainnya yang mungkin terjadi : • Merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan • Perforasi dinding uterus(sangat jarang apabila pemasangan benar) .

Indikasi dan Kontra indikasi Yang boleh menggunakan IUD adalah: • • Usia reproduktif • • Keadaan nulipara • Menginginkan menggunakan • kontrasepsi jangka panjang • Perempuan menyusui yang • menginginkan menggunakan kontrasepsi • Setelah melahirkan dan tidak • menyusui • • Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi Risiko rendah dari IMS Tidak menghendaki metoda hormonal Tidak menyukai mengingatingat minum pil setiap hari Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama Perokok Gemuk ataupun kurus .

terutama persangkaan Gonorhoe atau Chlamydia. • Kehamilan atau persangkaan kehamilan .Kontraindikasi • Kontraindikasi Absolut : • Infeksi pelvis yang aktif (akut atau sub-akut).

• Kelainan darah yang tidak diketahui sebabnya. postpartum endometritis atau abortus febrilis dalam tiga bulan terakhir.• Kontraindikasi relatif kuat • Partner seksual yang banyak. . • Cervitis akut purulent. • Kelainan pembekuan darah. • Pernah mengalami infeksi pelvis satu kali dan masih menginginkan kehamilan selanjutnya. • Pernah mengalami infeksi pelvis atau infeksi pelvis yang rekuren. • Kesukaran memperoleh pertolongan gawat darurat bila terjadi komplikasi. • Riwayat kehamilan ektopik atau keadaan-keadaan yang menyebabkan predisposisi untuk terjadinya kehamilan ektopik.

• Stenosis serviks yang berat. • Uterus yang kecil sekali • Endometriosis • Myoma uteri • Polip endometrium • Kelainan kongenital utrerus • Dismenorhe yang berat • Darah haid yang banyak. haid yang ireguler atau perdarahan bercak (spotting) • Alergi terhadap Cu atau penyakit Wilson yaitu penyakit gangguan Cu yang turun temurun • Anemia • Riwayat Gonorhoe. Syphilis atau herpes • Actinomycosis genitalia • Riwayat reaksi vaso-vagal yang berat atau pingsan • inkompatibilitas golongan darah misalnya Rh negative • Pernah mengalami problem ekspulsi AKDR • Leukore atau infeksi vagina • Riwayat infeksi pelvis • Riwayat operasi pelvis .• Keadaan –keadaan lain yang dapat merupakan kontraindikasi relatif untuk insersi AKDR: • Penyakit katup jantung • Keganasan endometrium atau serviks. Chlamydia.

. • Setelah menderita abortus(segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala infeksi. Perlu diingat.Waktu penggunaan • Setiap waktu dalam siklus haid.. selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca persalinan. • Segera setelah melahirkan. • Hari pertama sampai ke-7 siklus haid. setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL). angka ekspulsi tinggi pada pemasangan segera atau selama 48 jam pascapersalinan. yang dapat dipastikan pasien tidak hamil.

Pemasangan AKDR .

.

.

Pencabutan .