Anda di halaman 1dari 14

BAB 2 LAPORAN PENDAHULUAN 2.

1 Definisi • Struma disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya • • • Struma adalah Pembesaran tiroid menyeluruh atau sebagian (Martin Von Planta, 2002) Apabila pada pemeriksaan kelenjar tyroid teraba suatu nodul, maka pembesaran ini disebut struma nodosa. (Afiatma Tjokronegoro, dkk, 1996) Struma nodosa tanpa disertai hipertiroidisme disebut struma nodosa non-toksik. (Afiatma Tjokronegoro, dkk, 1996: Arif Mansjoeri, 1999) 2.2 Anatomi Fisiologi Kelenjar thyroid terletak di depan trakhea dan di bawah laryng yang terdiri atas dua lobus yang terletak disebelah dan kiri trakhea dan diikat bersama oleh secarik jaringan disebuit istmus yang melintasi pada cincin tulang trakhea dua dan tiga. Strktur thyroid terdiri atas sejumlah besar folikel dilapisi oleh cuboid membentuk ruang yang disebut koloid yaitu lumen substansi protein. epitelium Regulasi sekresi

hormon tyroid dipengaruhioleh sistim kerja balik antara kelenjar hipofisis atau pituitari lobus anterior dan kelenjarthyroid. Lobus anterior hipofisis mensekresi TSH yang berfungsi meningkatkan iodine, meningkatkan sintesis dan sekresi hormon thyroiid, meningkatkan ukuran kelenjar thyroid. Apabila terjadi penurunan hormon thyroid, hipofisis anterior merangsang peningkatan sekresi TSH dan mempengaruhi kelenjar thyroid untuk meningkatkan sekresi hormon rthyroid. a) b) Thyroxine (T4) berfungsi untuk mempertahankan metabolisme tubuh. Tridothyronin (T3), berfungsi untuk mempercepat metabolisme tubuh.

Fungsi utama kelenjar thyroid adalah memproduksi hormon tiroxin yang berguna untuk mengontrol metabolisme sel. Dalam produksinya sangat erat hubungannya dengan proses sintesa tyroglobulin sebagai matrik hormon, yodium dari luar, thyroid stimuliting hormon dari hipofise.

3

lobak.Nodul tiroid nontoksis Sidik tiroid Panas Hangat LThyroxin 4–5 bulan Sidik tiroid ulang Dingin USG Campuran Krista “FNA” (+Asp>) Padat “FNA” “FNA” Panas Observasi Dingin “FNA” 2. 2. Goitrogen juga terdapat dalam obat-obatan seperti propylthiouraci. padi-padian. Agent kimia penyebab struma adalah goitrogen yaitu suatu zat kimia yang dapat menggangu hormogenesis tiroid. expectorants yang mengandung yodium secara berlebih. lithium.2 Agent Agent adalah faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur hidup atau mati yang terdapat dalam jumlah yang berlebihan atau kekurangan. perbedaan seks tersebut hampir tidak ada.3. phenylbutazone.1 Host dengan bertambah beratnya endemik. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh dan imunitas seseorang yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Struma dapat menyerang penderita pada segala umur namun umur yang semakin tua akan meningkatkan resiko penyakit lebih besar.3. aminoglutethimide. Goitrogen menyebabkan membesarnya kelenjar tiroid seperti yang terdapat dalam kandungan kol.3 Etiologi Kasus struma lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki namun 2. 4 . singkong dan goitrin dalam rumput liar.

kulit kasar. konstipasi. Dairi. Gejala hipotiroidisme adalah penambahan berat badan. pendengaran terganggu dan penurunan kemampuan bicara. Goiter atau struma semacam ini biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali pembesaran pada leher yang jika terjadi secara berlebihan dapat mengakibatkan kompresi trakea.1. pegunungan Alpen. Adanya hipertiroidisme mengakibatkan efek radiasi setelah 5-25 tahun kemudian.2 Hipotiroidisme Hipotiroidisme adalah kelainan struktural atau fungsional kelenjar tiroid sehingga sintesis dari hormon tiroid menjadi berkurang. Banyak terjadi pada kasus anakanak yang sebelumnya mendapatkan radiasi pada leher dan terapi yodium radioaktif pada tirotoksikosis berat serta operasi di tempat lain di mana sebelumnya tidak diketahui. mensturasi berlebihan.1.4. Kegagalan dari kelenjar untuk mempertahankan kadar plasma yang cukup dari hormon. rambut rontok. Bali dan Sulawesi.3 Environment Struma endemik sering terdapat di daerah-daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium. dementia. 5 .4.Penggunaan terapi radiasi juga merupakan faktor penyebab struma yang merupakan salah satu agen kimia karsinoma tiroid.4 Klasifikasi 2. gerakan lamban.1 Eutiroidisme Eutiroidisme adalah suatu keadaan hipertrofi pada kelenjar tiroid yang disebabkan stimulasi kelenjar tiroid yang berada di bawah normal sedangkan kelenjar hipofisis menghasilkan TSH dalam jumlah yang meningkat. 2. Di Indonesia banyak terdapat di daerah Minangkabau.1 Berdasarkan Fisiologisnya Berdasakan fisiologisnya struma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 2. sensitif terhadap udara dingin.3. 2. Himalaya di mana iodinasi profilaksis tidak menjangkau masyarakat. Jawa. pegunungan Andes. 2. Beberapa pasien hipotiroidisme mempunyai kelenjar yang mengalami atrofi atau tidak mempunyai kelenjar tiroid akibat pembedahan/ablasi radioisotop atau akibat destruksi oleh antibodi autoimun yang beredar dalam sirkulasi. Gambar penderita hipotiroidisme dapat terlihat di bawah ini.4. sulit berkonsentrasi. Daerah-daerah dimana banyak terdapat struma endemik adalah di Eropa.

dan atrofi otot. mata melotot (eksoftalamus).4. 6 . tremor pada tungkai bagian atas. Selain itu juga terdapat gejala jantung berdebar-debar. kelelahan. diare. nafsu makan meningkat. Gejala hipertiroidisme berupa berat badan menurun. keringat berlebihan. sesak napas.1.2.3 Hipertiroidisme Dikenal juga sebagai tirotoksikosis atau Graves yang dapat didefenisikan sebagai respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan. rambut rontok. Gambar penderita hipertiroidisme dapat terlihat di bawah ini. sehingga tidak hanya produksi hormon yang berlebihan tetapi ukuran kelenjar tiroid menjadi besar. leboh suka udara dingin. haid tidak teratur. Keadaan ini dapat timbul spontan atau adanya sejenis antibodi dalam darah yang merangsang kelenjar tiroid.

Struma ini disebut sebagai simple goiter. Apabila dalam pemeriksaan kelenjar tiroid teraba suatu nodul. mengaktifkan reseptor tersebut dan menyebabkan kelenjar tiroid hiperaktif.1 Struma Toksik Struma toksik dapat dibedakan atas dua yaitu struma diffusa toksik dan struma nodusa toksik. maka pembesaran ini disebut struma nodusa. Jika tidak diberikan tindakan medis sementara nodusa akan memperlihatkan benjolan yang secara klinik teraba satu atau lebih benjolan (struma multinoduler toksik). muntah.2 Struma Non Toksik Struma non toksik sama halnya dengan struma toksik yang dibagi menjadi struma diffusa non toksik dan struma nodusa non toksik.4. penderita datang berobat karena keluhan kosmetik atau ketakutan akan keganasan. sulit berbicara dan menelan. koma dan dapat meninggal. pucat. Struma diffusa toksik (tiroktosikosis) merupakan hipermetabolisme karena jaringan tubuh dipengaruhi oleh hormon tiroid yang berlebihan dalam darah. Namun sebagian pasien mengeluh adanya gejala mekanis yaitu penekanan pada esofagus 7 . Biasanya tiroid sudah mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa.4. Kebanyakan penderita tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipotiroidisme atau hipertiroidisme. atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen yang menghambat sintesa hormon oleh zat kimia.2 Berdasarkan Klinisnya Secara klinis pemeriksaan klinis struma toksik dapat dibedakan menjadi sebagai berikut : 2. 2. mual.2.4.2. Gejala klinik adanya rasa khawatir yang berat. Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Penyebab tersering adalah penyakit Grave (gondok eksoftalmik/exophtalmic goiter).32 Apabila gejala gejala hipertiroidisme bertambah berat dan mengancam jiwa penderita maka akan terjadi krisis tirotoksik. Antibodi yang berbentuk reseptor TSH beredar dalam sirkulasi darah. bentuk tiroktosikosis yang paling banyak ditemukan diantara hipertiroidisme lainnya. Meningkatnya pembentukan antibodi kadar hormon tiroid cenderung konsentrasi menyebabkan hormon peningkatan sebagai sedangkan turunnya tersebut hasilpengobatan penyakit ini cenderung untuk menurunkan antibodi tetapi bukan mencegah pembentukyna. Struma nodusa tanpa disertai tanda-tanda hipertiroidisme dan hipotiroidisme disebut struma nodusa non toksik. Perjalanan penyakitnya tidak disadari oleh pasien meskipun telah diiidap selama berbulan-bulan. kulit dingin.2. Istilah diffusa dan nodusa lebih mengarah kepada perubahan bentuk anatomi dimana struma diffusa toksik akan menyebar luas ke jaringan lain. struma endemik.

(disfagia) atau trakea (sesak napas). litium. Akan tetapi pasien 1. Struma non toxic disebabkan oleh beberapa hal.1 Struma non toxic nodusa Adalah pembesaran dari kelenjar tiroid yang berbatas jelas tanpa gejala-gejala hipertiroid. • • • 4. Sayur-Mayur jenis Brassica ( misalnya. Dishormonogenesis: Kerusakan dalam jalur biosynthetic hormon kelejar tiroid Riwayat radiasi kepala dan leher : Riwayat radiasi selama masa kanak-kanak penyakit tiroid autoimun mengakibatkan nodul benigna dan maligna (Lee. 2004) 8 . Dalam keadaan seimbang maka yodium yang masuk ke dalam tubuh hampir sama dengan yang diekskresi lewat urin. expectorants yang mengandung yodium Agen lingkungan : Phenolic dan phthalate ester derivative dan resorcinol berasal dari tambang batu dan batubara. phenylbutazone.3. Sedangkan defisiensi berat iodium adalah kurang dari 25 mcg/d dihubungkan dengan hypothyroidism dan cretinism. Etiologi : Penyebab paling banyak dari struma non toxic adalah kekurangan iodium. 2. dan goitrin dalam rumput liar. endemik sedang 20 % . 2. lobak cina. sedangkan istilah nodusa dan diffusa lebih kepada perubahan bentuk anatomi.3 Pembesaran kelenjar tiroid (kecuali keganasan) Istilah Toksik dan Non Toksik dipakai karena adanya perubahan dari segi fungsi fisiologis kelenjar tiroid seperti hipertiroid dan hipotyroid. Kelebihan yodium: jarang dan pada umumnya terjadi pada preexisting Goitrogen: Obat : Propylthiouracil. Kriteria daerah endemis gondok yang dipakai Depkes RI adalah endemis ringan prevalensi gondok di atas 10 %-< 20 %. Menurut American society for Study of Goiter membagi: 2. singkong. penyebabnya belum diketahui. aminoglutethimide. dengan pembentukan struma yang sporadis. kubis. berat ringannya endemisitas dinilai dari prevalensi dan ekskresi yodium urin. brussels kecambah). biasanya tidak disertai rasa nyeri kecuali bila timbul perdarahan di dalam nodul. yaitu: Kekurangan iodium: Pembentukan struma terjadi pada difesiensi sedang yodium yang kurang dari 50 mcg/d. padi-padian millet.29 % dan endemik berat >30 %. Makanan. Struma non toksik disebut juga dengan gondok endemik.4.4. 5. 3.

2005) 1. 13. dan penyakit granulomatosa parasit Keganasan Tiroid terhadap hormo tiroid.2004) 2. 9.2 Struma Non Toxic Diffusa Etiologi : (Mulinda. Defisiensi iodium yang mengakibatkan penurunan level T4 2. Stimulasi reseptor TSH oleh TSH dari tumor hipofisis. 2.3. dan/atau tiroid-stimulating immunoglobulin hormon tiroid.4. Aktivasi reseptor TSH 3. Defisiensi Iodium Autoimmun thyroiditis: Hashimoto oatau postpartum thyroiditis Kelebihan iodium (efek Wolff-Chaikoff) atau ingesti lithium. dan fibroblast growth factor. maka tanda dan gejala pasien struma adalah : a. insulin like growth factor-1.3. resistensi hipofisis Inborn errors metabolisme yang menyebabkan kerusakan dalam biosynthesis Terpapar radiasi Penyakit deposisi Resistensi hormon tiroid Tiroiditis Subakut (de Quervain thyroiditis) Silent thyroiditis Agen-agen infeksi Suppuratif Akut : bacterial Kronik: mycobacteria.3 Struma Toxic Nodusa Etiologi : (Davis. 2. 3. epidermal growth factor.3. 10. 5.4. fungal. 11. gonadotropin. 14. Mediator-mediator pertumbuhan termasuk : Endothelin-1 (ET-1). 4.2. 12. 8. 2. Mutasi somatik reseptor TSH dan Protein Gα 4. dengan penurunan pelepasan hormon tiroid. 7. Status Generalis (umum) 9 .4 Struma Toxic Diffusa Yang termasuk dalam struma toxic difusa adalah grave desease.4. yang merupakan penyakit autoimun yang masih belum diketahui penyebab pastinya (Adediji.5 Manifestasi Klinik Berdasarkan pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan. 6. 2005) 1.

Struma vaskulosa • Tampak pembuluh darah (biasanya arteri). • Palpasi : permukaan. • Hipertoni simpatis : kulit basah dan dingin. bergerak waktu menelan. • Inspeksi : benjolan.• Tekanan darah meningkat (systole) • Nadi meningkat • Mata : Exophtalamus Stellwag sign : jarang berkedip Von Graefe sign : palpebra mengikuti bulbus okuli waktu melihat ke bawah. berdenyut • Auskultasi : Bruit pada neoplasma dan struma vaskulosa 10 . permukaan. warna. b. suhu Batas atas : kartilago tiroid Batas bawah: incisura jugularis Batas medial: garis tengah leher Batas lateral: m. f. c. • Fluktuasi (+) d. Struma Nodusa • Batas jelas • Konsistensi : Kenyal sampai keras • Bila keras curiga neoplasma. Morbius sign : sukar konvergensi Jeffroy sign : tak dapat mengerutkan dahi. tremor • Jantung : takikardi. Status Lokalis : Regio Colli Anterior. Struma kistik • Mengenai 1 lobus • Bulat. permukaan licin. • Kadang multilobularis. Rossenbach sign : tremor palpebra jika mata ditutup. batas tegas. sebesar kepalan. umumnya berupa adenocarsinoma tiroidea e. Struma Difusa • Batas tidak jelas • Konsistensi biasanya kenyal.sternokleidomastoid. lebih kearah lembek.

• Kelenjar getah bening : Paratracheal Jugular Vein 2.6 Patofisiologi 11 .

2.1 Pencegahan Primer Pencegahan primer adalah langkah yang harus dilakukan untuk menghindari diri dari berbagai faktor resiko. jumlah nodul. Cara ini memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan garam karena dapat terjangkau daerah luas dan terpencil.6. tidak dianjurkan memberikan garam sebelum memasak untuk menghindari hilangnya yodium dari makanan. Sasaran pemberiannya adalah semua pria berusia 0-20 tahun dan wanita 0-35 tahun. termasuk wanita hamil dan menyusui yang tinggal di daerah endemis berat dan endemis sedang. Memberikan suntikan yodium dalam minyak (lipiodol 40%) diberikan 3 tahun sekali dengan dosis untuk dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun 1 cc dan untuk anak kurang dari 6 tahun 0.2. yodida yang diberikan dalam air yang mengalir. perlu diperhatikan beberapa komponen yaitu lokasi. Memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal merubah pola perilaku makan dan memasyarakatkan pemakaian garam yodium b. ukuran. Iodisai air minum untuk wilayah tertentu dengan resiko tinggi. bentuk (diffus atau noduler kecil).2-0. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya struma adalah : a. menghambat progresifitas penyakit yang dilakukan melalui beberapa cara yaitu : 2. f. Mengkonsumsi makanan yang merupakan sumber yodium seperti ikan laut c. 12 . e. Mengkonsumsi yodium dengan cara memberikan garam beryodium setelah dimasak. mengupayakan orang yang telah sakit agar sembuh. Jika terdapat pembengkakan atau nodul.8 cc. gerakan pada saat pasien diminta untuk menelan dan pulpasi pada permukaan pembengkakan.7. dan penambahan yodida dalam sediaan air minum. Memberikan kapsul minyak beryodium (lipiodol) pada penduduk di daerah endemik berat dan endemik sedang.7. Iodisasi dilakukan dengan yodida diberikan dalam saluran air dalam pipa. Dosis pemberiannya bervariasi sesuai umur dan kelamin. 2. d.7 Pencegahan 2.2 Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah upaya mendeteksi secara dini suatu penyakit.1 Inspeksi Inspeksi dilakukan oleh pemeriksa yang berada di depan penderita yang berada pada posisi duduk dengan kepala sedikit fleksi atau leher sedikit terbuka.

kortikosteroid. Tes T3 Nilai Rujukan: • • • Dewasa : 0. Pemeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba tiroid dengan menggunakan ibu jari kedua tangan pada tengkuk penderita. obat2an seperti androgen. neonatus. penyakit ginjal. Tes T4 Nilai Rujukan: • • • • Dewasa Anak-anak Lanjut usia : 50-113 ng/L (4. Kadar tinggi pada pasien hipotiroidisme sebaliknya kadar akan berada di bawah normal pada pasien peningkatan autoimun (hipertiroidisme). Uji ini dapat digunakan pada awal penilaian pasien yang diduga memiliki penyakit tiroid. leher dalam posisi fleksi. pemberian kontrasepsi oral : meningkat Infant dan anak-anak kadarnya lebih tinggi.5 mg/dl Interpretasi:  Meningkat : hipertiroidisme.6.  Menurun b. methadone. diabetes mellitus.2.2. antitiroid (propiltiouracil).0 mg/dl : menurun sesuai penurunan kadar protein plasma Wanita hamil. a.5mg/dl) : diatas 15. Kadar TSH plasma sensitif dapat dipercaya sebagai indikator fungsi tiroid. kahamilan.2.2 Tes Fungsi Hormon Status fungsional kelenjar tiroid dapat dipastikan dengan perantara tes-tes fungsi tiroid untuk mendiagnosa penyakit tiroid diantaranya kadar total tiroksin dan triyodotiroin serum diukur dengan radioligand assay. estrogen. Kadar TSH plasma dapat diukur dengan assay radioimunometrik. Wanita hamil.8 – 2.7. penyakit hati kronik. pemberian kontrasepsi oral: meningkat diatas 16. 2.0 ng/ml (60-118 ng/dl) : hipotiroidisme. tiroiditis akut.1 Palpasi Pemeriksaan dengan metode palpasi dimana pasien diminta untuk duduk. Tes ambilan yodium radioaktif (RAI) digunakan untuk mengukur kemampuan kelenjar tiroid dalam menangkap dan mengubah yodida. dll. Tiroksin bebas serum mengukur kadar tiroksin dalam sirkulasi yang secara metabolik aktif. hipoproteinemia. Interpretasi: 13 . obat-obatan: heroin. antikonvulsan.

kontrasepsi oral  Menurun : hipotiroidisme (walaupun dalam beberapa kasus kadar T3 normal). propanolol.6. USG dapat memperlihatkan ukuran gondok dan kemungkinan adanya kista/nodul yang mungkin tidak terdeteksi waktu pemeriksaan leher.2.6.1 Operasi/Pembedahan Pembedahan menghasilkan hipotiroidisme permanen yang kurang sering dibandingkan dengan yodium radioaktif.5 Sidikan (Scan) tiroid Caranya dengan menyuntikan sejumlah substansi radioaktif bernama technetium99m dan yodium125/yodium131 ke dalam pembuluh darah. adenoma. 2. iodida. Terapi ini tepat untuk para pasien hipotiroidisme 14 . propylthiuracil. obat-obatan: heparin.4 Ultrasonografi (USG) Alat ini akan ditempelkan di depan leher dan gambaran gondok akan tampak di layar TV.3 Foto Rontgen leher Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat struma telah menekan atau menyumbat trakea (jalan nafas). dextrothyroxine. Kerugian pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif palsu karena lokasi biopsi kurang tepat. penurunan TBG. 2. starvasi. T3 tirotoksikosis.7. Biopsi aspirasi jarum tidak nyeri. Meningkat : hipertiroidisme. 2. 2.2. Selain itu teknik biopsi kurang benar dan pembuatan preparat yang kurang baik atau positif palsu karena salah intrepertasi oleh ahli sitologi. tiroiditis akut.2. Lithium.6 Biopsi Aspirasi Jarum Halus Dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan. dan kemungkinan karsinoma. obat-obatan:T3 dengan dosis 25 mg/hr atau lebih dan obat T4 300 mg/hr atau lebih. bentuk lokasi dan yang utama adalh fungsi bagian-bagian tiroid. 2.6. hampir tidak menyebabkan bahaya penyebaran sel-sel ganas.2. reserpin. phenylbutazone.6. steroid. Kelainan-kelainan yang dapat didiagnosis dengan USG antara lain kista. Hasil pemeriksaan dengan radioisotop adalah teraan ukuran. peningkatan TBG. Setengah jam kemudian berbaring di bawah suatu kamera canggih tertentu selama beberapa menit.8 Penatalaksanaan Medis Ada beberapa macam untuk penatalaksanaan medis jenis-jenis struma antara lain sebagai berikut : 2.

2. obat ini ini biasanya diberikan empat minggu setelah operasi. Obat anti-tiroid 15 . m. sternocleidomastoideus dan m. Kemudian diberikan obat tiroksin karena jaringan tiroid yang tersisa mungkin tidak cukup memproduksi hormon dalam jumlah yang adekuat dan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan struma dilakukan 3-4 minggu setelah tindakan pembedahan. Near total tiroidectomi: isthmulobectomy dextra dan lobectomy subtotal sinistra dan sebaliknya. Isthmulobectomy: mengangkat isthmus b. kadar hormon tiroid total tampak meningkat. vena jugularis eksterna dan interna.yang tidak mau mempertimbangkan yodium radioaktif dan tidak dapat diterapi dengan obatobat anti tiroid.2 Yodium Radioaktif Yodium radioaktif memberikan radiasi dengan dosis yang tinggi pada kelenjar tiroid sehingga menghasilkan ablasi jaringan. sebelum pemberian obat tiroksin. f. e. RND (Radical Neck Dissection): mengangkat seluruh jaringan limfoid pada leher sisi yang bersangkutan dengan menyertakan nervus accessories. Lobectomy: mengangkat satu lobus. Tiroidectomi total: semua kelenjar tiroid diangkat d. selama ini diyakini bahwa pertumbuhan sel kanker tiroid dipengaruhi hormon TSH. Tiroidectomy subtotal bilateral: mengangkat sebagian lobus kanan dan sebagian kiri. sebelum pembedahan tidak perlu pengobatan dan sesudah pembedahan akan dirawat sekitar 3 hari.3 Pemberian Tiroksin dan obat Anti-Tiroid Tiroksin digunakan untuk menyusutkan ukuran struma. Yodium radioaktif tersebut berkumpul dalam kelenjar tiroid sehingga memperkecil penyinaran terhadap jaringan tubuh lainnya. atau kelainan genetik35 Yodium radioaktif diberikan dalam bentuk kapsul atau cairan yang harus diminum di rumah sakit. Oleh karena itu untuk menekan TSH serendah mungkin diberikan hormon tiroksin (T4) ini juga diberikan untuk mengatasi hipotiroidisme yang terjadi sesudah operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Terapi ini tidak meningkatkan resiko kanker. leukimia. 2. omohyoideus serta kelenjar ludah submandibularis. Pembedahan dengan mengangkat sebagian besar kelenjar tiroid. bila subtotal sisa 3 gram c. Pasien yang tidak mau dioperasi maka pemberian yodium radioaktif dapat mengurangi gondok sekitar 50 %. Pada wanita hamil atau wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (suntik atau pil KB). Reaksi-reaksi yang merugikan yang dialami dan untuk pasien hamil dengan tirotoksikosis parah atau kekambuhan.7.7. Hal ini disebabkan makin banyak tiroid yang terikat oleh protein maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar T4 sehingga dapat diketahui keadaan fungsi tiroid. a.

Setelah pengobatan diperlukan kontrol teratur/berkala untuk memastikan dan mendeteksi adanya kekambuhan atau penyebaran.(tionamid) yang digunakan saat ini adalah propiltiourasil (PTU) dan metimasol/karbimasol. sosial terapi yaitu dengan rehabilitasi sosial dan rehabilitasi aesthesis yaitu yang berhubungan dengan kecantikan. fisik dan sosial penderita setelah proses penyakitnya dihentikan.4 Pencegahan Tertier 21 Pencegahan tersier bertujuan untuk mengembalikan fungsi mental. Melakukan rehabilitasi dengan membuat penderita lebih percaya diri. b. 16 . Menekan munculnya komplikasi dan kecacatan c. 2. psikoterapi yaitu dengan rehabilitasi kejiwaan. Upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : a.7. fisik segar dan bugar serta keluarga dan masyarakat dapat menerima kehadirannya melalui melakukan fisioterapi yaitu dengan rehabilitasi fisik.