Anda di halaman 1dari 3

Aktifitas : Rutinitas vs Pergerakan

Organisasi, secara singkat bisa diartikan, merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama yang telah ditentukan sebelumnya dan bekerja pada jalur yang sudah ditetapkan sesuai AD / ART organisasi ataupun perencanaan – perencanaan lainnya. Apa yang kita lakukan dalam suatu organisasi / komunitas bisa kita sebut aktivitas. Nah sudah 2 bulan terakhir ada sesuatu yang mengusik pikiran saya yaitu ‘Apa perbedaan aktivitas yang bersifat “rutinitas” dan “pergerakan ?’..sekian lama saya berorganisasi saya sudah sering mendengar dua kata tersebut namun tidak terpikir sama sekali apa pengertian dua kalimat tersebut. Setelah berpikir dan berdiskusi dengan beberapa orang maka saya mencoba untuk menjabarkan perbedaan kedua kata tersebut. Yang boleh dipastikan yaitu, semua aktivitas (yang dilakukan seseorang atau suatu organisasi) sudah harus merupakan turunan dari visi sehingga aktivitas (misi) yang dilakukan jangan sampai tidak bermanfaat ataupun tidak tepat guna..semoga kriteria – kriteria di bawah ini bisa membantu kita mengerti apa itu Rutinitas maupun pergerakan dalam kehidupan kita sehari – hari khususnya kehidupan organisasi I. Rutinitas ( hal yang biasa dilakukan) 1. Konsep tindakan : statis, sama dari waktu ke waktu ataupun bisa mengalami perubahan kecil untuk menyesuaikan zaman 2. Sasaran aktivitas (untuk siapa kita beraktivitas) : pribadi / internal organisasi 3. Tingkat kesulitan : ringan – sedang 4. Ranah kerja : lebih bersifat manajerial (bersentuhan dengan stakeholder namun jarang) 5. Skala (jumlah orang yang terlibat dalam aktivitas) : kecil – sedang (bisa juga besar) 6. Tujuan : untuk mempertahankan keberadaan orang / organisasi tersebut 7. Hasil : Eksistensi (Contoh : dari sudut pandang organisasi yaitu adanya penambahan sumber daya manusia) dan memperkuat tali silahturami (kesolidan) antar komponen yang terlibat Contoh aktifitas yang bersifat rutinitas : Rapat kerja LKMM Upgrading pengurus Peringatan Hari tematik: misal Hari tanpa tembakau sedunia, hari kesehatan nasional dsb (momentum yang bisa menjadi pijakan pergerakan) Seminar Pengiriman delegasi Audiensi (rutinitas yang bisa menjadi sebuah langkah aktifitas yang bersifat pergerakan) Fund raising dan masih banyak lagi yang belum teridentifikasi Pergerakan

II.

dimana mahasiswa mendesak pemerintah sambil berdiskusi juga untuk mencari solusi mengapa UU SJSN belum dilaksanakan oleh pemerintah lalu melanjutkannya ke ranah advokasi. Contoh : Kajian UU SJSN. aktivitas yang bersifat “rutinitas” maupun “pergerakan” dibutuhkan dalam tiap pribadi kita (dalam hal ini organisasi). (misal) “menggodok” RUU BPJS yang menjadi salah satu bagian terbesar yang belum terbentuk dalam pelaksanaan UU SJSN lalu jika RUU BPJS sudah disetujui dan UU SJSN diimplementasikan maka setiap warga negara Indonesia mendapat kesejahteraan yang dijamin penuh oleh pemerintah. Skala : seringkali besar 5. Analisa isu dalam ranah pendidikan khususnya pendidikan kedokteran contohnya yaitu internship yang menyangkut kelanjutan proses pembelajaran seorang dokter dengan kurikulum KBK yang “fresh graduate”.. Maka (untuk organisatoris) tidak boleh ada yang kecil hati di departemen / divisi di manapun anda ditempatkan karena semua aktivitas yang kita lakukan sudah di jalan yang benar untuk mencapai visi. Sasaran : orang banyak / masyarakat (lebih dari 1 orang) 3. Ranah kerja : sering bersentuhan dengan ranah politik sehingga sering bertemu dengan pejabat atau elite politik (stakeholder) 6. bisa berbentuk sebuah sistem yang baru maupun suatu era / peradaban yang baru ataupun kepentingan suatu kelompok bisa tersalurkan dan dikembalikan manfaatnya untuk kelompok tersebut Contoh aktifitas yang bersifat pergerakan: Aksi yang didalangi oleh ribuan mahasiswa( angkatan ’98) yang menuntut lengsernya Almarhum Mantan Presiden Soeharto dari jabatannya sehingga membentuk suatu era yang disebut era reformasi.1. Hasil : perubahan yang nyata. dan masih banyak lagi (kalau anda tertarik mungkin anda yang membaca bisa membantu saya mengidentifikasinya :D ) - - - - - Kesimpulannya. Mengkaji / Analisa Isu  dengan tujuan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat lalu solusi tesebut dapat diterapkan sehingga membentuk suatu kondisi kehidupan yang baru. Lakukan segenap hati seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia! . Tingkat kesulitan : sedang – berat 4.keduanya sama – sama merupakan “akar” aktivitas dalam sebuah organisasi karena tanpa keduanya organisasi bisa dibilang mati. Tujuan : memperjuangkan kepentingan orang banyak 7. Konsep tindakan : dinamis / berubah – ubah menyesuaikan keadaan target perubahan 2. kajian RUU pendidikan kedokteran ataupun IPE (interprofessional education) dsb yang menyangkut nasib seluruh mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa kesehatan lainnya di Indonesia Desa binaan (yang biasanya dilakukan oleh bidang pengabdian masyarakat) yang bertujuan membina serta memampukan warga sasaran program – program kesehatan yang telah disusun agar mengalami kemajuan nyata dalam mengejar kehidupan yang sehat bagi warga desa tersebut juga merupakan sebuah pergerakan.

Memang betul yang terpenting bukan pembagian aktivitas yang telah saya jabarkan namun yang terpenting adalah kalimat yang saya sukai ketika awal berorganisasi di tingkat kemahasiswaan yaitu : satu tindakan lebih berarti daripada seribu kata – kata. Tulisan ini memilki kekurangan ataupun keterbatasan karena mungkin belum terbukti secara ilmiah :P.maka besar harapan penulis bahwa orang – orang yang “terusik” akan adanya tulisan ini bisa memberikan kritik maupun saran agar tulisan serta pemikiran kita bisa berkembang.. mari bergerak tuntaskan perubahan ! semoga tulisan ini bisa memperkaya wawasan kita dalam beraktivitas sehari – hari. Sumber : Pengalaman berorganisasi dan berbincang dengan banyak orang Yeremia Prawiro Mozart Runtu Mahasiswa Kedokteran Indonesia .