Anda di halaman 1dari 2

SPONDILITIS TB • Definisi : Infeksi kuman Tuberkulosis pada vertebrae (terutama pada bagian korpus) yang pada perjalanan penyakitnya

dan menimbulkan gangguan pada medula spinalis sehingga menimbulkan deficit neurologis (sensorik, motorik dan/atau otonom) • Etiologi : Mycobacterium tuberculosis tipika (90-95%) dan Mycobacterium tuberculosis atipika (5-10%) • Epidemiologi : 10% dari kasus TB ekstra pulmoner • Patogenesis : Infeksi kuman TB yang berasal dari fokus infeksi di paru atau dalam darah secara hematogen atau limfogen menyerang bagian sentral, depan atau epifisial korpus vertebrae. Kemudian terjadi hiperemi dan eksudasi yang menyebabkan osteoporosis dan perlunakan korpus. Kerusakan korpus bias menyebabkan terjadinya kifosis. Kemudian eksudat yang terbentuk pada daerah torakal dapat tetap tinggal dan menempati daerah paravertebral sehingga menekan medula spinalis dan timbul paraplegia. • Faktor resiko : Endemik TB, kondisi social ekonomi, infeksi HIV, Malnutrisi, Alkoholisme, penggunaan steroid dan Diabetes mellitus. • Gejala klinis : Manifestasi penyakit TB (badan lemah/lesu, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, demam terutama malam hari) disertai rasa nyeri pada punggung, gibus,

• Penatalaksanaan : • Prognosis : tergantung derajat beratnya kerusakan medula spinalis (derajat I-IV) Bed rest dan nutrisi yang adekuat Pemasangan brace pada penderita yang dioperasi maupun tidak. rontgen thorax PA. pemeriksaan sputum BTA. CT-scan vertebra.paraparesis. LED. LCS : peningkatan julmah protein. paraplegia. lesi tuberkulosa. OAT (regimen:INH+Rifampisin 9 bulan atau INH+Rifampisin+Etambutol 2 bulan dilanjutkan INH+Rifampisin 7 bulan) Operatif : bila terdapat cold abses. gejala sensorik setinggi penekanan abses paravertebral dan gejala otonom. kultur darah. MRI medula spinalis. . • Pemeriksaan penunjang : Laboratorium : Darah lengkap. diff count predominan PMN Tes Tuberkulin: 50% negatif pada dewasa Radiologi : rontgen vertebra AP/Lateral. pleiositosis. kifosis. penurunan glukosa.