Anda di halaman 1dari 79

PEMICU 1

LEMBAR SATU Ny, N 25 tahun, hamil 2 bulan, datang ke dokter dengan keluhan pendarahan dari kemaluan yang disertai mual muntah berlebihan.

 LEMBAR

DUA Pada pemeriksaan tanda-tanda vital dijumpai kesadaran kompos mentis lemah, tekanan darah 110/80mmHg, denyut nadi 102x/menit Pemeriksaan fisik: Palpebra Pucat(+) Pemeriksaan Obstetri: Palpasi: TFU sesuai kehamilan 3 bulan. Pada pemeriksaan inspekula: Lividae(+), tampak darah mengalir dari OUE Pemeriksaan Urine: Plano test (+ve)

gambaran sarang lebah (honey comb) Pemeriksaan Labaratorium: Plano test positif sampe 4x pengenceran. LEMBAR 3 Pemeriksaan Fisik: Palpasi: Balotement(-) Pemeriksaan Ultrasonografi: tidak didapati gambaran janin. .

 Kompos Mentis  Palpebra Pucat  Lividae  OUE  TFU  Plano Test  Balotement .

TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan. tamapak darah mengalir dari OUE. . keluhan pendarahan dari kemaluan yang disertai mual muntah berlebihan. Lembar 1 Hamil 2 bulan.  Lembar 2 Kompos mentis. denyut nadi meningkat.

 Lembar 3 Tiada gambaran janin pada USG. Plano test positif sampai 4x pengenceran .

 Hyperemisis Gravidarum  Anemia Defiensi Besi  Mola Hidatidosa  Ulkus peptikum  Kehamilan Ektopik Terganggu  Pendarahan antepartum pada hamil muda .

 Degenerasi sel-sel endometrium kerana pendarahan.  Penglambatan pengeluaran isi lambung dan mual muntah kerana peningkatan hormon. Pendarahan kemaluan kerana peningkatan hormon.  Caiaran vagina berdarah  Abortus  Pembesaran bagian abdomen kerana pertumbuhan tumor/sel-sel kanker .

 Lividae  Plano test  Mekanisme pendarahan pada ibu hamil  Mekanisme mual muntah .

 JELASKAN KONDISI YANG MENYEBABKAN PENDARAHAN PADA TRIMESTER 1 DENGAN MUAL MUNTAH  BAGAIMANA TERJADINYA FERTILISASI?  BAGAIMANA TERJADINYA ADAPTASI HORMONAL PADA TRIMESTER AWAL?  BAGAIMANA TERJADINYA ADAPTASI SALURAN CERNA PADA TRIMESTER AWAL? .

ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOFI MOLA HIDATIDOSA.  JELASKAN DIAGNOSIS MOLA HIDATIDOSA  JELASKAN INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM MOLA HIDATIDOSA .  JELASKAN PENEGAKKAN DIAGNOSA KEHAMILAN MELALUI PEMERIKSAAN FISIK  JELASKAN CARA-CARA PEMERIKSAAN PALPASI. APAKAH PERUBAHAN ANATOMI IBU HAMIL PADA TRIMESTER AWAL?  DEFINISI.

 APAKAH PENATALAKSANAAN MOLA HIDATIDOSA?  FOLLOW-UP PASCA OPERASI TERHADAP MOLA HIDATIDOSA  APAKAH KOMPLIKASI. PROGNOSIS DAN INDIKASI RUJUK MOLA HIDATIDOSA .

.

Cytomegalovirus .(Toxoplasma.Rubella.dan Herpes virus tipe 1) . ∞INFEKSI -Infeksi pada jalan lahir dan serviks.Ini memicu perdarahan selama beberapa hari.yakni saat sel telur yang dibuahi menempal pada lapisan rahim. IMPLANTASI -keluarnya bercak-bercak darah.

∞KEGUGURAN Usia kehamilan muda-tahapan keguguran yang terjadi di dalam rahim Usia kehamilan tua-karena plasenta letaknya rendah  .kontak pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan.Karena adanya pertambahan jumlah pembuluh darah pada jaringan rahim saat kehamilan.POLIP SERVIKS -tumour jinak pada leher rahim yang rentan mengalami perdarahan pada masa kehamilan akibat level estrogen yang meniggi.

berwarna merah keunguan.kehamilan tidak dapat berlanjut. -95% kasusnya berupa calon janin menempel di saluran fallopian tube ∞KEHAMILAN MOLA HIDATIDOSA/HAMIL ANGGUR -Kehamilan yang tidak terdapat janin di dalamnya. KEHAMILAN EKTOPIK -(hamil di luar kandungan).melainkan hanya gelumbanggelumbang cairan berisi darah. .tempat implantasi akan robek sehingga terjadi perdarahan.

∞SOLUSIO PALSENTA -Plasenta terlepas sebelum waktunya saat kelahiran dimana pelekatan plasenta robek sebagian atau lepas. . PLASENTA PREVIA -Kondisi letak plasenta yang menutupi jalan lahir baik sebagian ataupun seluruhnya sehingga ketika terjadi kontraksi akan menimbulkan perdarahan.  VASA PREVIA -Pembuluh darah yang melewati bagian dalam mulut rahim.

. -akan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah. dan lain-lain. ∞KADAR STRESS -Kekhawatiran berlebihan terhadap proses kehamilan dan melahirkan.merasa belum siap menjadi seorang ibu.Selain itu.sehingga menyebabkan mual dan mutah.Akibatnya terjadi refluks asam dan lambung menyerap makanan.saluran cerna juga menjadi terdesak krn memberi ruang utk janin tumbuh.Kadar hormon hCG & esterogen yang meningkat.

 KELETIHAN -Keletihan fisik dan mental juga dapat meningkatkan resiko mual di pagi hari dan memperparah gejala.tubuh yang pertama kali mengalami kehamilan belum siap untuk mengalami peningkatan hormon dan perubahan lain dibandingkan dengan tubuh yang sudah pernah hamil.Secara fisik.mereka yang hamil untuk pertama kalinya cenderung peka terhadap berbagai kecemasan dan rasa takut yang akan mengganggu lambung .Secara emosional.

- .Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yg  akan menghasilkan zigot.terus sperma akan  bergerak menuju ke tuba falopii. - Pada saat ejukulasi akan dikeluarkan 40150 juta sperma.

Male FERTILISASI Female Sperm ZYGOTE Ovum .

- Sebelum itu ovarium ini akan terjadi ovulasi dan akan menghasilkan ovum lalu Ovum tersebut juga akan menuju ke tuba falopii . Dinding uterus juga mengeluarkan Cairan berupa lendir untuk menolong sperma berenang ke tuba falopii. Sperma ini bergerak dengan bantuan ekor. Kebanyakan sperma akan dihancurkan di uterus dan hanya satu sperma yang dapat membuahi sel ovum apabila satu sperma itu telah menuju ke ovum - - .

sperma melepaskan enzim hialuronidase utk Melubangi protein penyelubung telur maka sel sperma dapat masuk ke dalam telur. - .- Sebelum terjadi fertilisasi. Bagian yg masuk adalah bagian kepala dan bagian tengah.bagian ekor akan terputus dan tertinggal dan akhirnya terjadi fertilisasi dan akan menghasilkan Zigot.

.

Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh villi choriales ini berdampak pada meningkatnya produksi progesteron oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Hormon kehamilan ini hanya ditemukan pada tubuh seorang wanita hamil yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan dan karena pertumbuhan jaringan plasenta. Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan .

Hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat tes kehamilan yang melalui air seni. maka alat test kehamilan akan mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil test positif Dampak Kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual dan muntah (morning sickness). alat test kehamilan mendeteksi adanya peningkatan kadar hormon HCG dalam urine. . sebagai contoh diperkirakan HCG mempengaruhi toleransi imunitas pada kehamilan. Hormon kehamilan HCG mungkin mempunyai fungsi tambahan. Jika.

 Adalah hormon yang dihasilkan oleh plasenta.Kadar HPL yang rendah mengindikasikan plasenta yang tidak berfungsi dengan baik . Hormon kehamilan ini berperan penting dalam produksi ASI. merupakan hormon protein yang merangsang pertumbuhan dan menyebabkan perubahan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak.

Melembutkan leher rahim dan pubis symphisis. . Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta.

aliran darah yang mengalir ke rahim sepuluh kali lebih banyak selama awal sampai dengan akhir kehamilan  membantu meningkatkan jumlah sel-sel darah putih dalam darah. dengan demikian meningkatkan fungsi imun . menjamin bayi anda yang sedang tumbuh memperoleh cukup nutrisi. estrogen membantu meningkatkan aliran darah. Kenyataannya.

 Selain membantu mempertebal dinding rahim untuk mempersiapkan implantasi. sehingga rahim dapat meregang untuk mengakomodasi sang bayi yang sedang tumbuh . Itu dilakukan dengan meningkatkan ukuran sel-sel rahim. estrogen juga memainkan sebuah peran yang penting dalam meningkatkan ukuran rahim secara keseluruhan.

mencegah kontraksi/ oengerutan otot-otot rahim sehingga menghindari persalinan dini. danmenyiapkan payudara untuk menyusui. Hormon ini berfungsi membangun lapisan dinding rahim untuk menyangga plasenta. progesterone akan membuat pembuluh darah melebar . Di lain sisi.

dan ibu akan merasa pusing. seperti perut kembung atau sembelit. Terkadangmenyebabkan sistem pencernaan terganggu. Akibatnya tekanan darah menjadi turun. serta meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mual.mempengaruhi suasana hati ibu saat hamil. .

. Kavitas Mulut(Oral Cavity) Saliva meningkat akibat gangguan menelan yang berhubungan dengan mual yang terjadi pada awal kehamilan. Hipertropi dan gusi yang rapuh dapat terjadi akibat peningkatan hormon estrogren.

. Ini menyebabkan peningkatan penyerapan air dan sodium di usus besar yg mengakibatkan konstipasi. Waktu transit makanan yang melewati gastrointestinal melambat/lebih lama dibanding pada wanita yang tidak hamil. motilitas gastrointestinal mengalami penurunan akibat peningkatan progesteron yang dapat menurunkan produksi motilin yaitu suatu peptida yang dapat menstimulasi pengerakan otot usus. Motilitas Gastrointestinal Selama kehamilan.

. Produksi hormon gastin meningkat secara signifikan mengakibatkan peningkatan volume lambung dan penurunan pH lambung. Lambung Produksi lambung yaitu asam hidroklorik meningkat terutama pada trimester pertama kehamilan.

Posisi organ-organ tersebut kembali ke normal pada awal puepurium. Usus besar. usus kecil dan appendix Usus besar dan kecil bergeser ke atas dan lateral. appendix bergeser secara superior pada ruang panggul. .

SISTEM REPRODUKSI a. hipertropi otot polos dan pemanjangan vagina  . Dari 4 menjadi 6. jaringan ikat longgar.5 menyebabkan rentan terhadap infeksi vagina •Mengalami deskuamasi/pelepasan elemen epitel pada selsel vagina akibat stimulasi estrogenmembentuk rabas vagi na disebut leukore ( keputihan ) • •Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi se lama persalinan dg produksi mukosovagina yang tebal.Vagina dan Vulva •Minggu ke 8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tamp ak merah dan kebiruan ( tanda chatwick ) •pH vagina menjadi lebih asam.

Donald. fundus serviks mudah di fleksi yang disebut tanda Mc. Uterus • uterus membesar. bentuk dan posisi •Dinding otot kuat dan elastis. yang mengandung kolagen •Konsistensi serviks menjadi lunak disebut tanda goodell c. mengalami perubahan berat. Serviks Uteri • jaringan ikat banyak.b. me nekankandung kemih sehingga sering kencing •Itmus panjang dan lebih lunak disebut tanda hegar .

d. tegang dan tambah lebih hitam •Lebih sensitif . estrogen dan progesteron •Papila membesar. Ovarium • korpus luteum graviditatum dan korpus luteum gr aviditatis berdiameter 3 cm mengecil setelahplasenta terbentuk • korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron PAYUDARA / MAMAE •Payudara membesar dan tegang akibat hormon so matomamotropin.

dapat menyebab kan infeksi saluran kemih . volume renal meningkat 60ml • filtrasi glomerolus meningkat sekitar 50% sela ma kehamilan •Terdapat glukosa pada urine. pelvik ginjal dan ureter berdil atasi • ginjal bertambah panjang 1-1.5 cm. SISTEM PERKEMIHAN • fundus menekan kandung kencing sehingga w anita hamil sering kencing • laju GFT dan aliran plasma ginjal meningkat • minggu ke 10.

ligamen serta tingkatkan jumlah cairan synovial •Tulang dan gigi tidak berubah pada kehamilan normal •Bersamaan dengan membesarnya ukuran uterus s ebabkan perubahan yang drastis pada kurva tulang belakang (ciri khas ibu hamil) •Perubahan tersebut membuat ketidaknyamanan dan rasa sakit pada bagian belakang yang bertambah seiring penambahan umur kehamilan  . SISTEM MUSKULOSKELETAL • Peningkatan kadar hormon estrogen dan prgester on akibatkan relaksasi dari jaringanikat..kartilago .

peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor . SISTEM INTEGUMEN •Perubahan keseimbangan hormon terjadi peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal hiperpigmentasi. percepatan aktivitas kelenjar Keringat. •Sebasea. pertumbuhan rambut dan kuku.

biasanya berat badan menurun Karena mual dan muntah SISTEM PERNAFASAN • Kebutuhan oksigen ibu meningkat • terjadi peningkatan volume nafas satu menit sekitar 26% disebuthiperventilasi • beberapa wanita mengeluh dipsnu saat istirahat . BERAT BADAN DAN INDEKS MASA TUBUH Pada trimester ke-1 atau kehamilan 13 bulan.

. SISTEM PERSYARAFAN • kompresi syaraf panggul atau statis vaskuler • lordosis dorsolumbal • edema yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome • rasa nyeri dan gatal di tangan • nyeri kepala akibat tegangan umum timbul saat ibu merasa cemas .

. villi Khorialis tumbuh berganda berbentuk gelumbung kecil berisi cairan jernih(asam amino. mineral) menyerupai buah anggur sehingga penderita sering dikatakan hamil anggur. Mola Hidatidosa adalah penyakit yang berasal dari jaringan trofoblast yang bersifat dimana pertumbuhan atau proliferasi sel-sel trofoblast yang berlebihan dengan stroma mengalami degenerasi hidropik(terutama sinsititrofoblast).

namun faktor utamanya adalah keadaan sosio-ekonomi yang rendah.  INFEKSI VIRUS dan FAKTOR KROMOSOM YANG BELUM JELAS .  FAKTOR OVUM: Ovum memang sudah patologik sehingga mati tetapi lambat dikeluarkan.  IMMUNOSELEKTIF DARI TROFOBLAST  KEKURANGAN PROTEIN  KEHAMILAN PADA USIA <20 tahun dan >35 tahun. Penyebab Mola Hidatidosa tidak diketahui secara pasti.

. hampir seluruh villi khorialis mengalami perubahan hidropik. Merupakan suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak ditemukan janin. Mola Hidatidosa komplet(Klasik): Jika tidak ditemukan janin. berisi cairan jernih dengan ukuran yang bervariasi beberapa milimeter sampai 1-2cm. Secara makroskopik ditandai gelumbunggelumbung putih. tembus pandang.

 Mola hidatidosa inkomplet(parsail): Jika disertai janin atau bagian janin. . Secara makroskopis. tampak gelumbung mola yang disertai janin atau bagian dari janin. umumnya janin mati pada bulan pertama.  Merupakan keadaan dimana perubahan mola hidatidosa bersifat lokal serta belum begitu jauh dan masih terdapat janin atau setidaknya kantong kehamilan.

. Kerana ini terjadi gangguan peredaran darah sehingga terjadi pembendungan caiaran dalam jaringan mesenkim villi dan akhirnya terbentuklah gelumbung-gelumbung. TEORI MISSED ABORTION Mudigah mati pada kehamilan 3-5minggu.

. Hal ini menyebabkan gangguan peredaran darah dan kematian mudigah. di mana terjadi reabsorbsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehingga timbul gelumbung. TEORI NEOPLASMA DARI PARK Pada kehamilan dapat terbentuk sel-sel trofoblast yang mempunyai fungsi abnormal.

warna tengguli tua atau kecoklatan seperti bumbu rujak.  Pembesaran uterus tidak sesuai (lebih besar) dengan tua kehamilan seharusnya  Keluar jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada) yang merupakan diagnosa pasti  .1. tidak teratur. Anamnesis  Terdapat gejala-gejala hamil muda yang kadang-kadang lebih nyata dari kehamilan biasa  Kadangkala ada tanda toksemia gravidarum  Terdapat beberapa perdarahan yang sedikit atau banyak.

. INSEPKSI Muka dan badan kelihatan pucat yang disebut mola(mola face) Kalau gelumbung mola keluar dapat dilihat jelas. Terdapat bercak coklat gelap pada akhir trimester 1.

darah dan gelumbung mola keluar dari fundus uteri turun naik lagi kerana terkumpulnya darah. Palpasi Uterus membesar tidak sesuai dengan usia dengan umur kehamilan. terasa lembek. . juga gerakan janin. Tidak teraba bagian-bagian janin dan ballotement. Adanya fenomena harmonika.

Terdengar bunyi bising dan bunyi khas. Auskultasi Tidak terdengar denyut jantung janin. .

pemeriksaan panggul.  Pemeriksaan prenatal berfokus pada halhal penting yang harus segera dikenali dan perubahan kondisi sesuai bertambahnya usia kehamilan. palpasi dan auskultasi.  Pemeriksaan panggul bertujuan untuk mengetahui luas pintu atas panggul (PAP) dan penggolongan jenis panggul . Pemeriksaan dasar obstetric pada umumnya adalah pemeriksaan/perawatan prenatal.

 Pemeriksaan palpasi leopold pertama dilakukan untuk menentukan tinggi fundus uteri dengan tujuan untuk mengetahui usia kehamilan. dll.PALPASI bertujuan untuk mengetahui usia kehamilan. menentukan batas samping rahim kanan dan kiri dan pemeriksaan leopold ketiga dilakukan untuk menentukan bagian presentase janin serta pemeriksaan leopold keempat untuk menentukan apakah bagian terbawah janin tersebut telah memasuki atau melewati pintu atas panggul  .  Pemeriksaan palpasi yang dilakukan untuk seorang ibu hamil adalah pemeriksaan dengan cara Leopold. pemeriksaan leopold kedua dilakukan untuk menentukan letak punggung janin. letak janin.

 Leopold I : Menentukan tinggi fundus uteri (TFU) yg dilakukan pada usia kehamilan 2032 minggu. TFU ekivalen dengan usia kehamilan . Dilakukan dengan mengukur dengan menggunakan pita pengukur yg diletakkan menempel dengan dinding abdomen mulai dari simfisis pubis hingga puncak fundus uteri.

. menentukan batas samping rahim kanan dan kiri. Dilakukan dengan meletakkan kedua tangan ke kanan dan kiri uterus dan kemudian merasakan begian uterus yg lebih tegang (punggung janin) dan merasakan bagian-bagian kecil janin. Leopold II : Untuk menentukan letak punggung janin.

Dilakukan dengan meletakkan tangan kanan di atas simfisis dengan posisi mencengkeram halus kemudian menentukan bagian yg teraba keras dan melenting (kepala) dan bagian yg teraba lunak (bokong). . Leopold III : Untuk menentukan bagian presentase janin.

 Leopold IV : Untuk menentukan apakah bagian terbawah janin tersebut telah memasuki atau melewati pintu atas panggul (PAP) dan biasa dilakukan pada usia kehamilan >37 minggu. Dilakukan dengan memosisikan telapak tangan di kiri dan kanan bagian terbawah janin. jika kedua tangan masih bisa bertemu (konvergen) maka bagian terbawah janin belum memasuki PAP .

maka berapa jari yg tersisa yg dapat diraba di atas simfisis. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara Partogram. Jika 5 jari yg tersisa : 5/5 bagian Jika 4 jari yg tersisa : 4/5 bagian Jika 3 jari yg tersisa : 3/5 bagian Jika 2 jari yg tersisa : 2/5 bagian Jika 5 jari yg tersisa : 1/5 bagian .Jika kedua tangan tidak dapat bertemu (divergen) maka bagian bawah janin sudah memasuki PAP. Bila keseluruhan kepala dianggap ukurannya adalah 5 jari.

 Foto thoraks. ada gambaran emboli udara atau matastase ke paru  USG menunjukan gambaran badai salju (snow flake pattern)  Pemeriksaan sonde uterus (Hanifa). misalnya Galli Mainini pada mola hidatidosa kadar gonadotropin dalam darah dan urin sangat meningkat maka reaksi Galli Mainini dilakukan secara kuantitatif. dimana sonde mudah masuk ke dalam  Cavum uteri. pada kehamilan biasanya ada tahanan oleh janin  .Pemeriksaan -hCG atau Serum.

Mola hidatidosa parsial : gambaran edema vilinya fokal dan proliferasi trofoblasnya ringan dan terbatas pada lapisan sinsitiotrofoblas . degenerasi hidrofik vili khorialis dan berkurangnya vaskularisasi/ kapiler dalam stromanya  . dengan tang abortus gelembung mola dapat dikeluarkan  Pemeriksaan T3 dan T4 bila ada gejala tirotoksikosis  Pemeriksaan histologik :  . Tes Acosta Sison.Mola hidatidosa komplit : gambaran proliferasi trofoblas.

 Test

Hitungan Darah Lengkap  Test Fungsi Ginjal  Test Fungsi Hati  Test Kuantitatif Serum HcG  Test Pembekuan Darah  USG  Kemoterapi

Test Pencitraan 1. CT Scan 2. MRI Perut 3. Chest X-Ray 4. Kemoterapi

 Ada
 1.

tiga tahapan:

Perbaikan keadaan umum  a) pemberian transfusi darah utk membaiki anemia, preeklampsia, tirotoksikosis dan koreksi dehidrasi.

dilakukan dgn sendok kuret biasa yg tumpul. Pengeluaran Jaringan Mola a) Vakum Kuretase..dilakukan setelah keadaaan umum diperbaiki. diberikan obat uterotonika . .utk membaiki uterus. .darah disediakn sbg backup bila terjadi pendarahan yg byk. 1 kali shj .

.umur tua dan faktor paritas tinggi merupakan fakktor prediposisi utk terjadinya keganasan mola. B) histerektomi .batasan umur 35 thn dan puunyai anak hidup 3 .dilakukan pd perempuan yg cukup umur dan cukup punyai anak .

 Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan (timbul tumor ganas) setelah uterus dikosongkan (20%)  Untuk tidak megacaukan pemeriksaan selama periode follow up. pasien dianjurkan untuk tidak hamil dulu dengan menggunakan: a) Kondom b) Diafragma c) Pantang berkala d) Pil kontrasepsi .

.  Waktu rata-rata kadar beta HCG mencapai normal adalah 9 minggu setelah evakuasi. Pasien dianjurkan untuk tidak hamil selama periode follow-up kerana dapat menekan pembentukan LH di hipofisis yang dapat mengpengaruhi kadar HCG dan supaya titer HCG negative untuk satu tahun.

tidak turun malah meningkat menunjukkan keganasan. Kadar HCG: Biasanya setelah pengeluaran jaringan mola. kadar HCG akan menurun dan normal kembali(<10miu/dl) dan ini terjadi sekitar 2 minggu setelah pengeluaran mola. kadar yang turun lambat. .

Yang diikuti dengan pemeriksaan setiap bulan sampai hasil normal selama 6 bulan berturut-turut. . Waktu follow-up: Pemeriksaan beta HCG setiap minggu sampai pemeriksaan normal selama 3 minggu berturut-turut.

yang paling sering ke paru-paru atau vagina. traktus genitalis bagian bawah untuk metastase. disarankan chemotherapy dgn pemberian Methotrexate atau Dactinomycin. Pelvic diperiksa secara berkala untuk menilai ukuran uterus. .  CHEMOTHERAPY: Apabila ditemukan metastasis pada foto thoraks.  FOTO THORAKS: Dilakukan apabila kadar beta HCG meningkat atau stabil kerana pasien menderita metastase yang keluar batas uterus.

.

 Komplikasi  1. Pendarahanberulang menyebabkan anemia  3. Infeksi sekunder  4. Menjadi ganas pada kira-kira 18-20% kasus menjadimoladestruens atau koriokarsinoma . Pendarahan hebat sampai syok  2. Perforasi karena tindakan dan keganasan  5.

.56% kasus.Prognosis Setelah operasi pengangkatan mola biasanya pasien akan sehat kembali. Tetapi pada sekelompokwanita justru berubah menjadi keganasan seperti koriokarsinoma pada 5. dan ini harus ditangani oleh onkologi ginekologi.

maka mola hidatidosa berada pada kompetensi II.Indikasi Rujuk Menurut Standar Kompetensi. yaitu dokter mampu merujuk secara relevan ke spesialis dan menindaklanjuti selanjutnya .

 Ny. N yang berumur 25 tahun ini menderita penyakit Mola Hidatidosa dan perlu melakukan kuretase serta followup setelah pasca-operasi. .