Anda di halaman 1dari 1

DAPUS Sastrohamidjojo, Hardjono. 2009. Kimia Organik. UGM press : Yogyakarta. Martoharsono, Soeharsono. 2006. BIokimia Jilid 1.

UGM Press : Yogyakarta. Poedjiadi, Anna. 2007. Dasar - Dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press : Jakarta. Rahayu, Anny. 2009. Analisis Karbohidrat, Protein, dan Lemak pada Pembuatan Kecap Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) terfermentasi Aspergillus oryzae. Jurnal Fakultas MIPA UNS Surakarta. Vol. 2 No. 1. Sanusi, Aly. 2011. Peranan Bakteri Selulotik Cairan Rumen Pada Fermentasi Padi Terhadap Mutu Ringan. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Hassanudin. Vol.II No. 1

Protein mempunyai lebih dari 100 unit dasar penyusun yang berbeda. Unit dasar penyusun protein adalah asam amino. Dengan demikian protein dapat tersusun oleh rangkaian asam aminoyang bervariasi dan berderet, tidak hanya dalam komposisi protein tetapi juga dalam bentuk protein. [Sanusi, 2011] Reaksi - reaksi dan uji spesifik untuk mengidentifikasi asam amino dan protein antara lain : 1. Reaksi sakaguci. Reaksi Sakaguci dilakukan dengan menggunakan pereaksi naftol dan natrium hipobromit. Pada dasarnya reaksi inidapat memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. Jadi argonin atau protein yang mengandung argonin dapat menghasilkan warna merah. [Poedjiadi, 2007] 2. Reaksi Lowry-Folin Protein terlarut dianalisis berdasarkan metode Lowry-Folin dengan spektrofotometer. Penyiapan sampel contoh yaitu: 5 mL kecap ditambah akuades sampai volume 100 mL larutan kemudian disaring menggunakan kertas saring. Larutan tersebut diambil 1 mL dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambah Lowry D, segera digojog dengan vorteks dan inkubasi pada suhu kamar selama 15 menit. Lowry E (3,0 mL) ditambahkan kedalam cuplikan dan harus segera digojog, kemudian diinkubasi pada suhu ruang selama 45 menit dan segera diukur absorbansinya pada 590 nm. Dibuat kurva standar bovin serum albumin dengan konsentrasi 0,2; 0,4; 0,6; 0,8 ; 1 /mL H2O sehingga diperoleh garis regresi hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi protein. Berdasarkan garis ini kadar protein cuplikan bisa diketahui. [ Rahayu , 2009].