Anda di halaman 1dari 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

Teori Umum Obat – obat anti inflamasi nonsteroid (AINS) merupakan suatu grup obat yang secara kimiawi tidak sama, yang berbeda aktivitas antiinflamasi, analgesic dan antipiretiknya. Obatobat ini terutama bekerja dengan jalan menghambat enzim siklo-oksigenase tetapi tidak enzim lipoksigenase.aspirin adalah prototip dari grup ini, yang paling umum digunakan, dan merupakan obat yang dibandingkan dengan semua obat anti-inflamasi. Namun, sekitar 15 % penderita menunjukkan tidak toleran terhadap aspirin karena itu obat-obat AINS lain bermanfaat bagi indifidu ini (Meycek, 2001). Aspirin adalah asam organik lemah yang unik diantara obat-obat AINS dalam asetilasi dan juga inaktivasi siklo-oksigenese ireversibel. AINS lain termasuk salisilat semuanya mengahambat siklo-oksigenase irreversible. Secara teori, penghambat COX-2 selektif mungkin menguntungkan karena dapat membatasi jaringan inflamasi. Aspirin cepat dideasetilasi oleh esterase dalam tubuh, menghasilkan salisilat, yang mempunyai efek anti - inflamasi, anti-piretik dan anlgesik. Suatu derivate diflurofenil assam salisilat, tidak dimetabolisme menjadi salisilat dan karena itu menyebakan intoksikasi salisilat (Meycek, 2001). Penggunaan lain aspirin digunakan untuk mencegah thrombus koroner dan thrombus vena-dalam berdasarkan efek penghambat agregasi trombosit. Laporan menunjukkan bahwa dosis aspirin kecil (325 mg/hari) yang diminum tiap hari dapat mengurangi incident infark miokard akut, dan kematian pada penderita angina tidak stabil (Tjay, 1978). Asam salisilat melalui esterifikasi gugus hidroksil fenolik asam salisilat dengan asam asetat, dicapai tidak hanya penerimaan tubuh local yang baik melainkan juga kerja analgetik, antipiretik dan antifisiologistik yang lebih kuat. (Mutschler, 1991). Tidak dapat diragukan bahwa obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia adalah derivate dari asam benzoate,asam o-hidroksi benzoat atau asam salisilat yang dibuat dari fenol dan karbondioksida. Meskipun cara kerja yang tepat dari asam salisilat tidak diketahui dengan baik, efek-efek berguna dari ester-ester dari asam ini telah diketahui sejak dahulu kala, daundaun yang mengandung jumlah yang cukup dari senyawa-senyawa penawar rasa sakit dan demam ini telah dikelola oleh Dokter dokter zaman dahulu kala. Asam salisilat merupakan suatu unsur aktif dari salisilat adalah obat penawar rasa sakit. Aspirin dengan esternya dengan asam asetat, kurang bersifat asam dan kurang mengiritasi.(Hammond, 1997). Cara yang paling umum untuk membuat suatu asam dalam laboratorium adalah reaksi antara suatu pereaksi grignard dengan karbondioksida. Karena hamper tiap halide dapat diubah menjadi pereaksi grignard, reaksi ini sangat bersifat umum dan hasilnya biasanya tinggi. Garam magnesium dari asam yang mula-mula terbentuk harus diasamkan untuk melepaskan asam bebas.(Hammond, 1997). Reaksi antara sulfat pekat dengan alcohol dapat menghasilkan ester sulfat monoalkil atau dialkil. Monoester diberi nama alkil hydrogen sulfat, asam alkilsulfat atau alkil bisulfat. Ketiganya sinonim. Nama diester dibentuk dari nama gugus alkil yang ditambahkan kata sulfat. Alkil hydrogen sulfat bersifat asam, sedangkan dialkil sulfat tidak.(Hammond, 1997). B. Uraian Bahan

09 : Mengandung tidak kurang dari 95.0 % C7H6O3 dihitung terdiri zat yang telah dikeringkan Titik lebur : antara 158o dan 161o Berat molekul : 138. mudah larut dalam etanol. 1995) Nama IUPAC : Acidum acetylsalicylium Sinonim : Asam asetilsalisilat Berat molekul : 180. 1979) Nama IUPAC : Asam 2 hidroksi benzoat Sinonim : Asam salisilat / asetosal Rumus molekul : C7H6O3 : Tidak kurang dari 99. tidak berwarna.0% C4H6O3 : Dapat bercampur dengan air. 1995) Nama IUPAC : Aquadestillata Sinonim : Air suling. etanol 95% P Pennyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Kegunaan : Sebagai pelarut 3. Aquadest Berat molekul : 18. Aspirin (DITJEN POM edisi IV. tiodak berbau. 1979) Nama Resmi : Acidum acetic anhidrate Sinonim : Asam asetat anhidrat % unsur : (CH3CO) (Mr = 99) Rumus molekul : (CH3CO)2O Berat Molekul : 102. Acidum acetic anhidrate (DITJEN POM edisi III. rasa asam : Agak sukar larut dalam air.44 Kelarutan : Sukar larut dalam air dan benzen mudah larut dalam air mendidih.agak sukar larut dalam kloroform Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat : Sebagai bahan dasar pembuat aspirin Kegunaan umum : Keratolitikum dan antifungi 2. antipiretikum 4. Asam sulfat (DITJEN POM edisi III. . tidak berbau atau hampir tidak berbau.12 Bobot jenis : 1. berbau tajam. atau serbuk hablur putih.0 % C4H6O3 : Cairan jernih tidak berwarna. Air suling (DITJEN POM edisi IV.16 : Hablur tidak berwarna.n Acidum salycilicum (DITJEN POM edisi III. tidak berasa : Dibuat dengan menyuling air yang dapat diminum : Dalam wadah tertutup baik : Sebagai pembilas atau pencuci 5.02 Berat Jenis : 1 gr/vol : Cairan jernih. larut dalam kloroform Kegunaan umum : Analgetikum. mengandung kurang dari 95. 1979) 1.5% dan tidak lebih dari 101.

BAB III KAJIAN HASIL PRAKTIKUM A. Alat Yang dipakai .0% dan tidak lebih dari 98.bebas warna jingga dari garam hidrat Kelarutan : larut dalam air. tambahkan batu didih ke dalam labu dan pasang peralatan dengan pendingin allihn. Tuangkan campuran reaksi ke dalam corong pisah 125 ml. biarkan campuran mengalami refluks selama 2-3 jam. Menurut penuntun (Anonim . Hati-hati memisahkan campuran yang mengandung ester.Nama resmi : Acidum sulfaricum Sinonim : Asam sulfat Rumus molekul : H2SO4 Berat molekul : 98. Cuci ester pada saat ketiganya dengan 30 ml air.2 :Hablur atau serbuk.. Besi (III) (DITJEN POM edisi IV.5 gr kalsium klorida anhidrat selama semalam.9 gr (0. 1995) Nama resmi : Ferri klorida Sinonim : Besi (III) Klorida Rumus molekul : FeCl3 Berat molekul : 162. 0. Masukkan 6. Panaskan campuran sampai mendidih menggunakanpemanas mantel atau tangas minyak.0% b/b H2SO4 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Kegunaan : Sebagai katalisator 7. hitam kehijauan. dan pisahkan lapisan.05 mmol) asam salisilat dan 24 gr (30 ml.75 mol) metanol absolut dalam labu. Pisahkan dan buang lapisan airnya. larut berapolaensi Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Kegunaan : Sebagai penguji aspirin C.0 gr. Dinginkan larutan dalam reaksi denngan mencelupkan labu dalam tangas es kemudian tambahkan 50 ml air. Keringkan produk dengan membiarkannya bersama 0.84 gr/vol : Asam sulfat mengandung tidak dari 95. Hasil ester kasar yang diperoleh kira-kira 7. 2012) Dilakukan refluks dedngan menggunakan labu alas bulat 100 ml.Prosedur Kerja 1. Cuci ester kasar dengan 50 ml NaHCO 3 5 % ke dalam corong pisah dan kocok campuran beberapa saat. Tambahkan secara hati-hati 8 ml asam sulfat pekat secara hati-hati ke dalam campuran. Pisahkan lapisan dan pindahkan ester ke dalam erlenmeyer 25 ml. aduk labu secara berlahan-lahan agar reaktan bercampur semua.07 Berat Jenis : ± 1.

Cawan Porselin. Erlenmeyer ditambahkan 2. Bunsen. Cara Kerja Pertama-tama disiapkan alat dan bahan. karena jika terdapat air maka kristal dari aspirin akan terurai menjadi asam salisilat dan anhidrat asetat kembali atau dengan kata lain reversible (reaksi bolak-balik). Air suling dan Es batu. Kertas saring. Penggunaan anhidrat asetat juga dimaksudkan agar mencegah adanya air. Corong. kemudian Ditimbang asam salisilat sebanyak 2 gram dan di masukkan ke dalam Erlenmeyer dan ditambahkan dengan 5 ml anhidrida asetat. Kristal disaring dengan menggunakan corong dan kertas saring sebanyak 3 kali. Asam Anhidrat asetat.5 ml anhidrat asetat disertai dengan penambahan 3 tetes asam sulat. dimana aspirin atau senyawa asam asetil salisilat merupakan senyawa obat bebas yang memiliki efek analgetik dan antiinflamasi. Gelas ukur 250 ml. Aspirin merupakan salah satu obat yang memiliki efek analgesik maupun antiinflamasi yang dibuat dengan cara mensintesis atau mereaksikan asam salisilat dengan anhidrat asetat. Bahan Yang digunakan Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah Asam salisilat. Setelah terbentuk kristal putih. Setelah itu Ditambahkan dengan 5 tetes asam sulfat pekat. 10 ml.Pipet tetes.Adapun alat yang dipakai adalah Alumunium foil. jadi asam sulfat tidak berfungsi untuk mempercepat terjadinya sintesa dengan cara menurunkan energi aktivasi sehingga energi yang diperlukan dalam sintesa sedikit. dan Sendok tanduk. Gelas ukur 50 ml. Larutan tadi dipanaskan selama 5 – 10 menit di nyala Bunsen kemudian Didinginkan pada suhu kamar kemudian erlenmeyer didinginkan di baskom berisi es sambil sampai terbentuk endapan atau kristal. Penambahan asam sulfat pekat pada larutan campuran asam salisilat dengan anhidrida asetat adalah berfungsi sebagai katalisator. maka ditambahkan 50 ml air. hal ini bertujuan untuk menghilangkan zat-zat pengotor yang ada pada bahan sehingga aspirin yang diperoleh nanti memiliki kemurnian tinggi. Pembahasan Sintesa adalah reaksi kimia antara dua zat atau lebih untuk membentuk suatu senyawa baru. B.Dikeringkan kristal aspirin yang didapat dari penyaringan. pada percobaan ini dilakukan adalah sintesa aspirin. Selain itu fungsi dari pemanasan adalah untuk mempercepat kelarutan dari asam salisilat sehingga dapat bercampur dengan sempurna. Setelah itu ditimbang berat aspirin yang didapatkan dan dihitung rendamennya. B. Sintesa asam asetil salisilat berdasarkan reaksi asetilasi antara asam salisilat dengan anhidrat asetat dengan menggunakan asam sulfat pekat sebagai katalisator. Kemudian dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml. Larutan dipanaskan selama 15 menit. Baskom. Batang pengaduk. digunakan anhidrat asetat dimaksudkan karena anhidrat asetat tidak mengandung air dan akan dengan mudah menyerap air sehingga air yang dapat menghidrolisis aspirin menjadi salisilat dan asetat dapat dihindari. B. Aspirin atau asetosal atau asam asetilsalisilat adalah turunan dari senyawa asam salisilat yang diperoleh dari simplisia tumbuhan Cortex salicis. Erlenmeyer 250 ml. dan dikocok hingga asam salisilat larut. Gelas kimia 100 ml. Pertama-tama. Asam sulfat pekat. disipkan alat dan bahan yang akan digunakanDitimbang asam salisilat diatas kertas timbang sebanyak 2 gram. jadi reaksi berjalan lebih cepat.Setelah asam salisilat tercampur sempurna maka larutan dipanaskan dengan menggunakan bunsen. hal ini dikarenakan proses .

Setelah didapatkan kristal aspirin pada kertas saring. . Kristal yang terbentuk. Ketika didinginkan dinding erlenmeyer digores-gores dengan menggunakan batang pengaduk bertujuan untuk mempercepat pembentukan kristal aspirin. selain kesalahan pada penimbangan dan pengukuran juga dapat mempengaruhi jumlah kristal aspirin yang didapatkan. adalah 76%. BAB V PENUTUP A. Setelah dipanaskan. dikumpul dengan menggunakan kertas saring melalui corong.pemanasan akan mempercepat gerak kinetik dari molekul-molekul yang ada dalam larutan sehingga laju reaksi akan semakin cepat dan reaksi berjalan cepat. Erlenmeyer tidak langsung diletakkan pada wadah berisi es batu dikarenakan perubahan suhu yang terlalu tajam dapat mengakibatkan erlenmeyer pecah. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor kesalahan diantaranya adalah ketidakmurnian bahan-bahan yang digunakan. Setelah kering maka ditimbang massa aspirin yang telah disintesa. ternyata hasilnya berbeda dengan perhitungan massa aspirin secara teoritis. maka kristal tersebut di keringkan dalam oven selama beberapa menit. Kesimpulan Dari hasil pengamatan maka dapat diketahui berat aspirin secara teoritis adalah 2. sedangkan berat aspirin hasil praktek adalah 1. Ketika didinginkan dinding erlenmeyer digores-gores dengan menggunakan batang pengaduk bertujuan untuk mempercepat pembentukan kristal aspirin. 968 gr.56 gr. erlenmeyer didinginkan terlebih dahulu pada suhu kamar hingga dingin. Setelah massa aspirin didapatkan. Setelah terbentuk kristal ditambahkan air sebanyak 50 ml agar reaksi pembentukan kristal berjalan sempurna dan dimaksudkan untuk menghidrolisis kelebihan asam yang terdapat dikristal aspirin. Kristal yang telah diperoleh diuji dengan larutan FeCl3 untuk membuktikan apakah dalam kristal masih mengandung asam salisilat. Sehingga diperoleh nilai rendamen pada proses sintesis aspirin. Selanjutnya dilakukan dilakukan penghitungan rendamen.