Anda di halaman 1dari 33

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tumbuhan paku merupakan suatu divisi yang warganya telah jelas mempunyai kormus, artinya tubuhnya dengan nyata dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang dan daun. Namun demikian, pada tumbuhan paku belum dihasilkan biji. Seperti warga divisi–divisi yang telah dibicarakan sebelumnya, alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah spora. Warga tumbuhan paku amat heterogen, baik ditinjau dari segi habitus maupun cara hidupnya, lebih–lebih bila diperhitungkan pula jenis paku yang telah punah. Ada jenis–jenis paku yang sangat kecil dengan daun–daun yang kecil–kecil pula dengan struktur yang masih sederhana, ada pula yang besar dengan daun–daun yang mencapai ukuran panjang sampai 2 m atau lebih dengan struktur yang rumit. Tumbuhan paku purba ada yang mencapai tinggi sampai 30 m dengan garis tengah batang sampai 2 m, dari segi cara hidupnya ada jenis– jenis paku yang hidup teresterial (paku tanah), ada paku epifit, dan ada paku air. Bedasarkan uraian tersebut maka perlu diadakannya praktikum yang tentang paku (Pteridophyta) untuk dapat mengenal lebih jauh serta sebagai bahan perbandingan terhadap teori-teori yang telah dikemukakan.

B. Tujuan Tujuan yang hendak dicapai dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Untuk melihat morfologi beberapa jenis tumbuhan paku Untuk mengetahui ciri-ciri umum tumbuhan paku Untuk mengetahui daur hidup tumbuhan paku Untuk mengetahui peranan tumbuhan paku dalam kehidupan

C. Manfaat Manfaat praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Dapat melihat bentuk, struktur dan bagian-bagian paku Dapat mengidentifikasi jenis-jenis paku Dapat mengetahui peran paku tertentu. Dapat memberikan informasi tentang paku bagi pembaca Dapat dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan paku merupakan salah satu divisi yang marganya telah jelas mempunyai kormus, artinya tumbuhan dengan nyata dibedakan tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang, dan daun. Namun demikian pada tumbuhan paku belum dihasilkan biji. Seperti tumbuhan tingkat rendah lainnya, tumbuhan paku (Pteridophyta) berkembang biak dengan menggunakan spora

(Tjitrosoepomo, 1989:219). Pada bagian daunnya dijumpai bagian yang berwarna kecoklatan atau kehitaman berbentuk bintil-bintil. Hal itu terlihat jelas pada jenis suplir. Bagian bintik-bintik kecoklatan atau kehitaman yang berada dibagian daun tersebut dinamakan sorus. Sorus berisikan sekumpulan kotak spora (sporangium). Di dalam sporangium berisi ribuan butir-bitir spora yang tampak bagian serbuk. Bagian sorus tadi dilindungi oleh selaput pelindung yang dinamakan indisium. Daun yang tidak mengandung spora disebut daun steril., sedangkan daun yang mengadung spora disebut daun fertile. Daun steril disebut juga daun tropofil sebagai tempat fotosintesis, sedangkan daun fertil disebut juga daun sporofil karena menghasilkan spora (Tim Dosen. 2010:193-194). Paku tersebar di seluruh dunia, tetapi terbanyak di daerah tropic lembab. Kebanyakan paku memiliki perawakan yang khas, sehingga tidak mudah keliru dengan macam tumbuhan lain. Sebagian dari kekhasan itu adalah adanya daun muda

Paku-pakuan yang biasa kita lihat adalah generasi saprofit. seluruh struktur ini membentuk generasi saprofit dewasa (Kimball. Jika panggkal rhizomanya mati. Banyak paku-pakuan bereproduksi dengan vegetative. Rhizoma yang menjalar bercabang-cabang selama pertumbuhannya menembus tanah atau kumpulan daun. cabang-cabangnya tetap hidup sebagai tumbuhan terpisah. Daun-daunnya merupakan satu-satunya tumbuhan yang tampak di atas tanah. Demikianlah cara pembentukan koloni paku-pakuan. Spora merupakan badan reproduksi yang terdiri atas satu atau beberapa sel (propagula) yang melepaskan diri dari tetua dan membentuk langsung atau tidak langsung individu baru (Abercrombie. Ukuran dan bentuk paku sangat bervariasi yang berkisar dari paku pohon yang dapat mencapai tinggi sekitar 5 meter sampai paku mini berlapis tipis yang daunnya hanya selapis sel dan sering tertukar dengan lumut (Loveless. 1983:340).yang bergelung yang akan membuka jika dewasa. Tumbuhan paku umumnya dicirikan oleh pertumbuhan pucuk yang melingkar. Selain itu pada permukaan bawahnya adalah bintik yang kadang-kadang tumbuh teratur dalam barisan atau tersebar. Paku-pakuan bereproduksi secara vegetative sedemikian cepatnya sehingga diklasifikasikan sebagai gulma yang menyebar di padang rumput dan padang gembala yang keasaman tanahnya serta lingkungannya mendukung pertumbuhan paku-pakuan tersebut (Tjitrosoepomo. 1989). berasal dari batang bawah rhizome yang juga mengeluarkan akar-akar. 1983:110). Sebenarnya bintik itu adalah spora yang dikenal . 1993:593). cirri yang hamper unik ini disebut vernasi bergelung.

batang. Sistem anatomi batang berbeda tergantung jenis-jenisnya dan sudah mempunyai pembuluh angkut yang bersifat konsentris (Saktiono. spora paku yang jatuh ditempat yang cocok untuk tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan gametogonium yang berupa anteridium dan arkegonium. Paku ini sangat umum karena sering dipakai untuk menyusun karangan bunga (Soemarwoto. 1984:116-117) . Cara hidup autotroph karena memiliki klorofil sebagai epifit. berakar serabut dan ujung dilindungi oleh kaliptra. Tumbuhan paku mempunyai akar. Anteridium dapat menghasilkan sel ovum. batang. Helaian daun secara menyeluruh disebut ental. 1991:116). Beberapa spesies membentuk sporaspora pada ujung cabang yang pendek dan lurus dan berbentuk ganda. 1980:1). Paku meupakan Cormophyta.dengan istilah sporangium. dan daun sejati. dan daun. Pada permukaan daun bagian bawah tumbuh sporangia (Sastrapraja. Tumbuhan dalam subdivision Lycophytina kecil-kecil jarang mencapai tinggi 40 cm. Daun paku ada yang tunggal majemuk dan ada yang menyirip ganda. sehingga telah memiliki akar. Tumbuhan paku mengalami metagenesis. dan menjalar dengan batang yang bercabang-cabang pada permukaan tanah atau sedikit dibanding bagian tumbuhan yang paling menyolok adalah batang yang tumbuh tegak dari batang yang mendatar ini. Sel-selnya mudah terdeferensiasi. protalium menghasilkan sel kelamin (Prawirohartono. hidup di atas tanah dan air. 1991:98).

Bahan Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut : a. j. Nephrolepis falcata . i. Acrostichum speciosum Gleichenia linearis Lygodium flexuosum Christella dentate Christella parasitica Nephrolepis hirsutula Nephrolepis biserrata h. f. Drynaria sparsisara Pitryogramma columelanes Lycopodium cernuum Adiantum parvum Pteris vittata Kegunaan Menggambar dan menulis pengamatan m. bertempat di Laboratorium Pendidikan Unit Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari. g. Adiantum fragrans n. Alat yang digunakan pada praktikum ini beserta kegunaannya No Nama Alat 1 Alat tulis 2. b. Tabel 1. Alat Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada tabel 1. Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu.BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM A. c. B. e. d. tanggal 19 Juni 2012 pukul 08. Alat dan Bahan 1. l.00-10.30 WITA. k.

Nephrolepis biserrata. Menggambar dan memberikan keterangan bagian-bagiannya. 3. Nephrolepis hirsutula. Prosedur kerja Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut : 1. Mengambil tumbuhan paku spesies Acrostichum speciosum. Pitryogramma columelanes. . Christella parasitica.C. dan Adiantum fragrans yang telah disediakan. Pteris vittata. Gleichenia linearis. Christella dentate. Drynaria sparsisara. Adiantum parvum. Lygodium flexuosum. Mengamati morfologi tumbuhan paku tersebut satu per satu. Lycopodium cernuum. 2.

Ental 2. Tangkai 4. Sorus 5. Akar 3. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Filiceae Polypodiaceae Nephorolepis Nephorolepis hirsutula (Tjitrosoepomo. 1989:279) . Hasil Pengamatan 1. Pengamatan pada Nephrolepis hirsutula Keterangan : 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

2. Sorus 5. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Filiceae Polypodiaceae Nephorolepis Nephorolepis bisserata (Tjitrosoepomo. Ental 2. 1989:279) . Akar 3. Tangkai 4. Pengamatan pada Nepholepis bisserata Keterangan : 1.

1989:279) . Ental 2. Tangkai 4. Pengamatan pada Nepholepis falcata Keterangan : 1. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Filiceae Polypodiaceae Nephorolepis Nephorolepis falcata (Tjitrosoepomo. Sorus 5.3. Akar 3.

Tangkai 4. Ental 2. Akar 3.4. Sorus asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Psilophytales Gleicheniaceae Gleichenia Gleichenia linearis (Tjitrosoepomo. 1989:273) . Pengamatan pada Gleichenia linearis Keterangan : 1.

Ental 2. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Polypodiales Polypodiaceae Acrostichum Acrostichum aureum (Tjitrosoepomo. Akar 3. 1989:297) .5. Pengamatan pada Acrostichum aureum Keterangan : 1.

Pengamatan pada Drynaria sparsisora Keterangan : 1. 2009:279) . Ental 2.6. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Filices Polypodiaceae Drynaria Drynaria sparsisora (Tjitrosoepomo. Akar 3. Daun steril 4.

7. Pengamatan pada Lygodium flexuosum Keterangan : 1. 2009:286) . Ental 2. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Simplicer Schizaeaceae Lygodium Lygodium flexuosum (Tjitrosoepomo.

8. Ental 2. Pengamatan pada Adiantum fragrans Keterangan : 1. Tangkai 4. 1989:286) . Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Psilophytales Polypodiaceae Adiantum Adiantum fragrans (Tjitrosoepomo. Akar 3.

Pengamatan pada Adiantum parvum Keterangan : 1. 1989:286) . Akar 3. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Psilophytales Polypodiaceae Adiantum Adiantum parvum (Tjitrosoepomo.9. Ental 2. Tangkai 4.

Pengamatan pada Lycopodium cernuum Keterangan : 1. Akar 3. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Lycopodiinae Lycopodiales Lycopodiacene Lycopodium Lycopodium cernuum (Tjitrosoepomo. Ental 2. 1989:237) .10.

1989:100) . Ental 2. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Mixtae Thelypterideceae Christella Christella dentata (Tjitrosoepomo. Pengamatan pada Christella dentata Keterangan : 1. Akar 3.11. Akar 2. Daun fertil 1.

3. Ental 2. 5. Daun fertil 1. Pengamatan pada Christella parasitica Keterangan : 1.12. Ental Akar Tangkai Sorus Daun fertil sif Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Mixtae Thelypterideceae Christella Christella parasitica (Tjitrosoepomo. 2. Akar 3. 4. 2009:285) .

Pengamatan pada Pteris vittata Keterangan : 1. Ental 2. Tangkai 4. Akar 3. 2009:162) . Sorus 5.13. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Mixtae Polypodiaceae Pteris Pteris vittata (Tjitrosoepomo.

14. Daun fertil asifikasi Regnum Divicio Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : : : Plantae Pteridophyta Filicinae Superficiales Polypodiaceae Pitgrogramma Pitgrogramma cacomelanos (Tjitrosoepomo. Akar 3. Ental 2. Pengamatan pada Pitgrogramma cacomelanos Keterangan : 1. Tangkai 4. 2009:288) .

15. Daur hidup Pteridophyta .

daging daun dan tulang daun. Mikrofil . Berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya. Makrofil merupakan daun yang berbentuk kecil-kecil seperti rambut atau sisik. yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat disekeliling organ reproduksi. belum memperlihatkan diferensiasi sel. embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium. tidak bertangkai dan tidak bertulang daun. dan tidak dapat dibedakan antara epidermis. pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang. Pteridophyta memiliki 4 struktur penting. batangnya sangat pendek sekitar 0. kutikula pada bagian luar dan yang paling penting adalah sistem transpor internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah.5 m. Struktur daun paku-pakuan terdiri dari makrofil dan mikrofil. yaitu mempunyai akar. daun paku dibedakan antara epidermis. Batang. mungkin menjalar atau sedikit tegak. ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel–sel yang dapat dibedakan dengan sel–sel akarnya sendiri.B. batang. Pembahasan Peridophyta merupakan tumbuhan berkormus. Jika muncul di atas permukaan tanah. Pteridophyta memiliki akar yang bersifat seperti akar serabut. Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. dan tulang daun. dan daun. akan tetapi ada batang bebrapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon/paku tiang yang panjangnya mencapai 5 m dan kadang–kadang bercabang misalnya : Alsophilla dan cyathea. daging daun.

Paku Peralihan. Reproduksi Tumbuhan Paku dapat secara aseksual (vegetative). misalnya Lycopodium (paku kawat). yang merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis. jaringan bunga karang. merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora. Secara seksual (generative) melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat-alat kelamin (gametogonium). yang berfungsi untuk menghasilkan spora. sehingga disebut pula sebagai troposporofil. yang menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan. fdan secara seksual (generative). Secara aseksual. Ditinjau dari fungsinya . yaitu Paku Homospora (isospora) yang menghasilkan satu jenis spora . yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang. . Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Paku Heterospora.merupakan daun yang bentuknya besar. yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina. misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda). yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya. daun tumbuhan paku dibedakan atas Tropofil. serta stomata (mulut daun). bertangaki dan bertulang daun. misalnya : Marsilea (semanggi). tulang daun. satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina. Sporofil. Selaginella (paku rane). tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis. serta bercabang-cabang. Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan . Sel–sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi. tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan.

Lycophyta. contoh yang sudah dikenal adalah Psilotum sp. Lycophyta. yaitu merupakan gamet betina yang akan membentuk arkegonia. Sphenophyta dan Pterophyta. dapat menghasilkan spora tunggal yang akan berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki organ jantan maupun betina. Lycodium sp. Sellaginella sp merupakan tanaman heterospora. 350 meter diatas permukaan laut terutama didaerah lembab. Spora yang berukuran besar disebut megaspore. Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda. Seperti halnya tumbuhan lumut.Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum). terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah. lereng gunung. tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan). karena dapat menghasilkan dua jenis spora. Tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. Psilophyta merupakan tumbuhan paku sederhana dan hanya memiliki dua genera. Yang tersebar luas didaerah tropic dan subtropik. . Spora yang berukuran kecil disebut mikrospora yang akan membentuk gamet jantan atau anteridia. yaitu Psilophyta. Peristiwa meiosis pada tumbuhan ini terjadi dalam sporangia dan akan menghasilkan spora haploid. dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain. tetapi dapat melakukan fotosintesis dan hidup secara bebas. Habitat tumbuhan paku didarat. Gametofit yang berkembang dari spora berukuran sangat kecil. tepi pantai.

biasanya tidak bercabang). Dryopteris filixmas. Ada 2 jenis daun yaitu negafil dan mikrofil. batang dan akar. Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam. Penghasil obat-obatan misalnya : Aspidium sp. misalnya Azolla piñata. dan Lycopodium clavatum. Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga. sedangkan mikrofil adalah daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut. suplir (Adiantum sp) dan paku rane (Selaginella sp). paku pterophyta mempunyai daun – daun yang lebih besar dibandingkan divisi lainnya. megafil mempunyai sistem percabangan pembuluh. Contohnya Marsilea crenata dan Asplenium nidus. Bentuk daunnya yaitu bersisik lembut serta pada bagian pangkal dan dasar daunnya tidak memiliki bentuk dan ukuran yang sama. diantaranya: Dipelihara sebagai tanaman hias. ada yang berupa pohon (paku pohon. Pengamatan pada Nephrolepis bisserata memiliki ciri-ciri yaitu memiliki daun. misalnya Lycopodium cernuum. misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). epifit. paku sarang burung (Asplenium sp).Pterodophyta banyak terdapat dihutan subtropis maupuan didaerah tropis . `Tumbuhan paku memiliki peranan dalam kehidupan manusia. hidrofit. mengapung di air. Pada bagian dasar . tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi. Sebagai bahan pupuk hijau. Sebagai sayuran. misalnya semanggi (Marsilea crenata) dan Pteridium aqualium. Memiliki kotak spora yang terletak pada bagian tepi daunnya. ental.

Pengamatan pada Lygodium flexuosum merupakan jenis tumbuhan Paku yang merambat. Memiliki daun yang kadang-kadang bercangap sempurna. Pada bagian bawah ental terdapat daun fertil yang dapat berkembang menjadi individu baru. dan akar. Dimana. batang dan ental. Pengamatan pada Glichenia linearis pada bagian tubuhnya terdapat daun. sedangkan pada sisi yang steril. Entalnya menyirip dan terletak pada batangnya dengan ental yang membengkok. Ental pada Paku ini tampak lurus dan kaku tanpa memiliki rambut maupun sisik. Dimana. Pengamatan pada Lycopodium cernuum memiliki bagian-bagian tubuh seperti akar. Daun pada tumbuhan ini merupakan daun yang tergolong kaku menyirip pada sisi kiri dan kanan dari percabangan ental. bentuk daunnya besar dan menyirip ganda sampai beberapa kali. Pengamatan pada Drynaria sparsisora memiliki bagian tubuh yang terdiri atas daun. daun. batang. Rhizoma pada Paku ini berfungsi sebagai alat untuk menempel pada tumbuhan lain serta berhabitat pada tempat-tempat yang banyak mengandung bahan-bahan organik. akar (rimpang) dan serabut akar.daunnya khususnya pada bagian yang fertil memiliki bentuk yang lancip. dasar daunnya memiliki bentuk yang tumpul. kaku sperti kawat. Sporangiumnya terletak pada sisi dibawwah daun dan mempunyai dinding yang tebal. tangkai daun. Daun entalnya seringkali membulat sehingga mudah dibedakan dari jenis lainnya. lebih kecil dari ental semulanya. batangnya bercabang-cabang . Memiliki ental yang lebih subur. ciri tumbuhan ini yaitu memiliki batang yang kecil dan menjalar. batang. Sorus sering berlekatan menjadi sporangium.

tidak berdaun. Habitat dari Paku jenis ini adalah didaerah bukit yang agak terjal dan terbuka. dapat digunakan sebagai tanaman hias. organ penghasil ovum atau sel telur). tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya). Sorusnya terdapat pada setiap anak daun yang penyebarannya terbatas disepanjang tulang daun. yang tersusun dalam bentuk bulir yang disebut strobili. Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan.dan tidak beraturan. Daunnya kecil dan tumbuh rapat menutupi batang hingga tangkai. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju . yang letaknya tegak dan seperti bumbung. Paku jenis ini. mirip lumut hati. dan ental. Entalnya kecil dan kaku tanpa ditumbuhi oleh rambut atau sisik. yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Paku ini biasanya membentuk rumpun pada akar yang sama. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium. Pengamatan pada Pteris vittata terlihat adanya daun. organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium. tidak berbatang. akar. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dimana. yang terdiri dari dua fase utama yaitu gametofit dan sporofit. bentuk daunnya menyirip pada sepanjang ental disisi kanan dan kirinya. memiliki daun yang subur.

yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot.archegonium. .

Pterydophyta merupakan tumbuhan berkormus. 3. dan daun. 2. yaitu Psilophyta. penghasil obat-obatan. Simpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan pada praktikun ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. sebagai sayuran. Lycophyta. 4. yang terdiri dari dua fase utama: gametofit dan sporofit. batang. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau biasa disebut metagenesis. dan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga. Tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi 4 subdivisi. . Sphenophyta dan Pterophyta.BAB V PENUTUP A. Struktur daun paku-pakuan terdiri dari makrofil dan mikrofil. yaitu mempunyai akar. Peranan tumbuhan paku dalam kehidupan manusia. diantaranya: sebagai tanaman hias. sebagai bahan pupuk hijau.

B. Saran Sebaiknya dalam melakukan praktikum tentang paku. asisten pembimbing di tambah. agar proses praktikum lebih cepat dan lebih baik lagi. .

1989. 1983. Erlangga. Biologi Umum 3. 1994. Jakarta Prawirohartono. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan. J. Angkasa. 1983. Jakarta Saktiono.. 1989. Biologi. Erlangga. Yogyakarta. Jenis Paku Indonesia. Botani Umum 3. 1983. Taksonomi Tumbuhan Rendah. Jakarta Loveless. Gadjah Mada University Press. Jakarta Kimball. Biologi Jilid II. . Biologi. Kendari Tjitrosoepomo. 1993. Gramedia. Unhalu. Soemarwoto. Erlangga. 2010. Kamus Lengkap Biologi.W. 1994. Bahan Ajar Biologi. 1980. Erlangga. Balai Pustaka. Bandung Tjitrosoepomo. G. Jakarta..DAFTAR PUSTAKA Abercrombie. Angkasa. Tim Dosen. Jakarta.. G. Jakarta Sastrapraja.

Pd LABORATORIUM PENDIDIKAN UNIT BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVESITAS HALUOLEO KENDARI 2012 . S.PRAKTIKUM IV PTERIDOPHYTA OLEH : NAMA STAMBUK PROGRAM STUDI JURUSAN KELOMPOK ASISTEN : : : : : : TEGUH SHALEH TAHIR A1C2 10 040 PENDIDIKAN BIOLOGI PENDIDIKAN MIPA II (DUA) ANDI MUSI.