Anda di halaman 1dari 9

Dielektrik adalah sejenis bahan Isolator listrik yang dapat dikutubkan (polarized) dengan cara menempatkan bahan dielektrik

dalam medan listrik. Ketika bahan ini berada dalam medan listrik, muatan listrik yang terkandung di dalamnya tidak akan mengalir, sehingga tidak timbul arus seperti bahan konduktor, tapi hanya sedikit bergeser dari posisi setimbangnya mengakibatkan terciptanya pengutuban dielektrik. Oleh karena pengutuban dielektrik, muatan positif bergerak menuju kutub negatif medan listrik, sedang muatan negatif bergerak pada arah berlawanan (yaitu menuju kutub positif medan listrik) Hal ini menimbulkan medan listrik internal (di dalam bahan dielektrik) yang menyebabkan jumlah keseluruhan medan listrik yang melingkupi bahan dielektrik menurun.[1] Jika bahan dielektrik terdiri dari molekul-molekul yang memiliki ikatan lemah, molekul-molekul ini tidak hanya menjadi terkutub, namun juga sampai bisa tertata ulang sehingga sumbu simetrinya mengikuti arah medan listrik.[2] Walaupun istilah "isolator" juga mengandung arti konduksi listriknya rendah, seperti "dielektrik", namun istilah "dielektrik" biasanya digunakan untuk bahan-bahan isolator yang memiliki tingkat kemampuan pengutuban tinggi yang besarannya diwakili oleh konstanta dielektrik. Contoh umum tentang dielektrik adalah sekat isolator diantara plat konduktor yang terdapat dalam kapasitor. Pengutuban bahan dielektrik dengan memaparkan medan listrik padanya merubah muatan listrik pada kutub-kutub kapasitor.[2] Penelitian tentang sifat-sifat bahan dielektrik berhubungan erat dengan kemampuannya menyimpan dan melepaskan energi listrik dan magnetik.[3] Sifat-sifat dielektrik sangat penting untuk menjelaskan berbagai fenomena dalam bidan elektronika, optika, dan fisika zat padat. Istilah "dielektrik" pertama kali dipergunakan oleh William Whewell (dari kata "dia" dari yunani yang berarti "lewat" dan "elektrik") sebagai jawaban atas permintaan dari Michael Faraday.[4]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• •

• •

1 Kerentanan kelistrikan (Susceptibility) o 1.1 Penyebaran (dispersi) dan hukum sebab-akibat 2 Pengutuban dielektrik o 2.1 Permodelan atom sederhana o 2.2 Pengutuban dwikutub o 2.3 Pengutuban ion 3 Dispersi dielektrik 4 Relaksasi dielektrik o 4.1 Relaksasi Debye o 4.2 Variasi persamaan Debye 5 Penerapan o 5.1 Kapasitor o 5.2 Resonator dielektrik 6 Dielektrik dalam praktek 7 Referensi

. yang pada akhirnya menentukan permitivitas listrik sehingga mempengaruhi sifat-sifat lain dalam bahan dielektrik tersebut. nilai kerentanan listrik ini didefinisikan melalui sebuah konstanta perbandingan antara medan listrik E dan pengkutuban bahan dielektrik P sedemikian rupa sehingga: dimana adalah Permitivitas ruang hampa. Respon pengutuban mendadak dapat terjadi karena Fungsi delta dirac dengan kerentanan . Perpindahan medan listrik D berhubungan dengan kerapatan pengkutuban P melalui: [sunting] Penyebaran (dispersi) dan hukum sebab-akibat Secara umum. misalnya nilai kapasitansi jika dipergunakan dalam kapasitor. sebuah bahan tidak dapat langsung terkutub (polarized) secara mendadak pada saat berada dalam medan listrik.• 8 Pranala Luar [sunting] Kerentanan kelistrikan (Susceptibility) Kerentanan kelistrikan Xe pada bahan dielektrik adalah ukuran seberapa mudah bahan ini dikutubkan dalam medan listrik. . Bentuk umum rumus sebagai fungsi waktu pengutuban ini adalah: Artinya pengkutuban terjadi sebagai bentuk pembelokan (konvolusi) terhadap medan listrik pada masa lampau (waktu sebelumnya) dengan nilai kerentanan listrik saat ini yang bernilai Batas atas dari integral ini dapat terus diperpanjang sampai tak terhingga karena untuk . yaitu: Kerentanan sebuah bahan memiliki hubungan dengan permitivitas relatifnya Sehingga dalam ruang hampa.

yaitu besaran vektor yang ditampilkan pada gambar sebagai panah biru dengan tanda M. Karena adanya teorema konvolusi. Tiap atom terdiri dari awan bermuatan negatif (elektron) terikat dan meliputi titik bermuatan positif di tengahnya. Perlu diperhatikan bahwa frekuensi sederhada ini bergantung pada nilai kerentanan. atau nilai permitivitas. sebuah bahan terbuat dari atomatom.Namun perhitungan menjadi lebih mudah dalam sistem linear jika menggunakan rumus Transformasi Fourier dan menulis persamaan ini sebagai fungsi frekuensi. Yang berperan . memiliki hubungan Kramers–Kronig pada kerentanan [sunting] Pengutuban dielektrik [sunting] Permodelan atom sederhana Interaksi medan listrik dengan permodelan atom dielektrik klasik. pengutuban . Lebih jauh. Hal ini dapat dipandang secara sederhana sebagai dwikutub (dipole) dengan menggunakan prinsip-prinsip superposisi. bentuk integral berubah menjadi perkalian sederhana. seperti yang terlihat pada gambar yang ataskanan . bahwa pengutuban hanya bergantung pada medan listrik pada waktu lampau (yaitu untuk ). Dalam pendekatan teori klasik tentang permodelan dielektrik. Dwikutub ini dicirikan oleh momen dwikutubnya. Dengan keberadaan medan listrik disekeliling atom ini maka awan bermuatan negatif tersebut berubah bentuk. Bentuk grafik kerentanan berdasar frekuensi ini memberi sifat dispersi pada bahan dielektrik. sebagai konsekuensi atas hukum sebab-akibat.

Permodelan di atas merupakan penggambaran sederhana saja. kutub-kutubnya akan berputar. namun penggambaran seperti ini biasanya masih sesuai untuk berbagai bahan. dan ini hanya merupakan penyederhanaan saja. Waktu yang diperlukan untuk berubah-ubah keadaan ini disebut waktu Relaksasi. yang akan mempertahankan sifat-sifat pengutuban walaupun medan listrik sudah hilang.membentuk perilaku dielektrik adalah Hubungan antara medan listrik dan momen dwikutubnya. Jarak waktu respon muatan listrik karena adanya medan listrik ini menimbulkan gesekan dan panas. namun. Karena perputaran ini tidak dapat terjadi secara mendadak. yang terkait dengan ikatan kimianya. lalu ditentukan fungsi F paling sederhana untuk mendapatkan hasil paling mendekati dari sifat yang diinginkan. [sunting] Pengutuban ion . (Catatan bahwa pada gambar momen dwikutub digambarkan mengarah pada arah yang sama dengan medan listrik. Permasalahan paling mendasar adalah: • • • Apakah medan listrik dalam bahan tersebut konstan ataukah berubah sejalan waktu? o Jika berubah sejalan waktu. [sunting] Pengutuban dwikutub Pengutuban dwikutub (dipole polarization) adalah pengutuban pada kutub-kutub molekulnya. grafiknya berbentuk penurunan secara ekponensial. yang mana pada bahan tertentu. seberapa besar perubahannya? Bagaimana ciri-ciri bahan tersebut? o Apakah arah medan listrik merupakan isotropi yang penting? o Apakah bahan tersebut homogen? o Adakah batasan-batasan yang harus diperhatikan? Apakah harus diperhatikan bila sistemnya linear atau nonlinear? Hubungan antara medan listrik E dan momen dwikutub M mempengaruhi perilaku bahan dielektrik. Pengutuban jenis ini membentuk pengutuban makroskopis. contohnya ikatan asimetris antara atom oksigen dan hidrogen pada air. pengutuban dwikutub belum terjadi ketika frekuensi pengutuban masih rendah. hal ini tidak selalu benar-benar terjadi. pada prakteknya perilaku dielektrik sangat bergantung pada situasinya. jarak antara muatan dalam atom. Putarannya tergantung pada torsi dan viskositas molekul yang bersangkutan. Ketika medan listrik dan jenis bahan telah ditentukan. atom-atom pada bahan tersebut kembali pada keadaan sebelumnya. dapat dicirikan melalui fungsi F dengan persamaan: . Pengutuban jenis ini berakibat pengutuban secara permanen.) Ketika medan listrik hilang. tidak berubah selama terkutub. Makin rumit situasinya (membutuhkan akurasi lebih) makin rumit pula permodelan yang harus dibuat untuk menjelaskan perilaku bahan dielektrik secara akrat. Jika medan listrik dari luar dipaparkan pada bahan tertentu.

Ketika titik setimbang ini tidak setimbang. Pengutuban listrik benar-benar tidak mungkin terjadi ketika frekuensi memasuki daerah ultraungu sekitar 1015 Hz. misalnya pada NaCl). Sedang transisi yang disebabkan oleh pengutuban ion dalam kristal disebut transisi fase pergeseran. Titik setimbang ini mempengaruhi simetri sebaran muatan listrik. [sunting] Dispersi dielektrik Dalam ilmu fisika. Karena adanya jeda waktu antara pengutuban dan perubahan medan listrik. Pengutuban dwikutub tidak mungkin mengejar perubahan medan listrik ketika memasuki daeran gelombang mikro sekitar 1010 Hz. Pengutuban ion menyebabkan transisi feroelektrik dan juga pengutuban dwipolar. 2. Transisi yang disebabkan berubahnya urutan arah kutub permanen sepanjang garis tertentu. Ketika frekuensi meningkat: 1. titik setimbang muatan positif dan negatif mungkin tidak berada pada lokasi yang sama. Karena permitivitas merupakan kekuatan hubungan antara medan listrik dan pengutuban. Inilah pengutuban ion. disebut transisi fase order-disorder. dimana ε0 adalah permitivitas ruang hampa. jika pengutuban tidak lagi merespon medan listrik.Pengutuban ion adalah pengutuban yang terjadi karena adanya perpindahan relatif antara ion negatif dan positif dalam molekul yang bersangkutan. pengkutuban terjadi dalam kristal atau molekul tersebut. distribusi muatan listrik disekitar atom kristal atau molekul cenderung positif atau negatif. permitivitas bahan dielektrik menjadi sangat rumit. . Dalam frekuensi di atas ultraungu. Sering kristal atau molekul tidak terdiri hanya satu jenis atom saja. pengutuban ion tidak lagi merespon terhadap medan listrik. Jeda ini biasanya disebabkan oleh jeda waktu yang diperlukan molekul bahan sampai terkutub (polarized) ketika mengalami perubahan medan listrik disekitar bahan dielektrik (misalnya. Kejadian umum atas fenomena ini disebut sebagai dispersi bahan: yaitu respon yang tergantung pada frekuensi dari suatu bahan untuk menghantarkan gelombang (wave propagation). permitivitas mendekati nilai konstanta ε0 untuk semua bahan. dispersi dielektrik adalah ketergantungan bahan dielektrik pada nilai permitivitasnya pada frekuensi tertentu ketika adanya medan listrik. [sunting] Relaksasi dielektrik Relaksasi dielektrik adalah komponen jeda waktu dalam konstanta dielektrik suatu bahan. Hal ini sangat penting dalam penggunaan bahan dielektrik dan analisis sistem pengutuban. Akibatnya. maka permitivitas menurun. 3. Ketika memasuki daerah infra-merah atau infra-merah-jauh sekitar 1013 Hz. diperlukan fungsi dengan bilangan kompleks dari frekuensi medan listrik. ketika getaran molekul menginduksi perpindahan muatan dalam atom.

[sunting] Relaksasi Debye Relaksasi Debye adalah respon relaksasi dari sekumpulan dwikutub yang tak berinteraksi satu sama lain. Dalam ilmu fisika. Relaksasi dielektrik ketika terjadi perubahan medan listrik dapat dipersamakan dengan adanya histerisis ketika terjadi perubahan medan magnet (dalam induktor atau transformer).[5] [sunting] Variasi persamaan Debye • Persamaan Cole–Cole . Relaksasi ini sering diterangkan dalam permitivitas sebagai fungsi terhadap frekuensi. dalam sistem ideal. komposisi. dapat dinyatakan dalam persamaan Debye. dan adalah ciri waktu relaksasi dari bahan yang bersangkutan. Biasanya nilainya dinyatakan sebagai permitivitas kompleks dari bahan sebagai fungsi terhadap frekuensi medan listrik : dimana adalah permitivitas pada batas frekuensi tertinggi. relaksasi dielektrik mengacu pada waktu respon relaksasi bahan dielektrik atas medan listrik dari luar pada frekuensi gelombang mikro. Jumlah panjang gelombang yang bisa dipancarkan sebagai radiasi ketika terjadinya relaksasi dielektrik dapat ditemukan menggunakan Hukum Hemmings yang pertama dimana n adalah jumlah panjang gelombang yang bisa dipancarkan sebagai radiasi adalah jumlah tingkat energi. Jeda waktu antara munculnya medan listrik dan terjadinya pengutuban berakibat berkurangnya energi bebas (G) tanpa dapat dikembalikan. oleh karena itu relaksasi diukur sebagai nilai relatif terhadap keadaan dielektrik stabil yang diharapkan (equilibrium).kapasitor yang dialiri arus listrik). relaksasi secara umum berarti jeda waktu sebelum respon yang diinginkan muncul. Namun di lain pihak. secara ideal. dimana merupakan permitivitas statis berfrekuensi rendah. Dalam sistem linier. Model relaksasi seperti ini pertama kali diperkenalkan (dan dinamai sesuai yang memperkenalkan) oleh Peter Debye pada tahun 1913. dan lingkungan sekitar dari bahan. Ciri proses pergeseran sangat bergantung pada struktur. yang mana. pergeseran pengutuban ion dan pengutuban elektron menunjukkan perilaku sejenis resonansi atau osilasi. atas berubahnya medan listrik dari luar.

Kapasitor yang diproduksi untuk komersial biasanya menggunakan bahan dielektrik padat yang memiliki permitivitas tinggi sebagai pemisah antara muatan positif dan negatif yang disimpan.• • • Persamaan Cole–Davidson Relaksasi Havriliak–Negami Fungsi Kohlrausch–Williams–Watts (Transformasi Fourier atas fungsi ekponensial diregangkan) [sunting] Penerapan [sunting] Kapasitor Artikel utama untuk bagian ini adalah: kapasitor Pemisahan muatan listrik dalam lempengan konduktor sejajar menimbulkan medan listrik internal. Bahan dielektrik (oranye) mengurangi medan internal sambil menambah kapasitansi.[6] Keuntungan yang jelas terlihat jika menggunakan bahan dielektrik semacam ini adalah mencegah dua plat konduktor yang mana terdapat muatan listrik saling berhubungan langsung. . bisa kita lihat bahwa semakin besar ε makin besar pula muatan yang disimpan (σε) dan akhirnya makin besar pula nilai kapasitansinya. Dan yang lebih penting. Kerapatan muatan listrik σε yang bisa disimpan jika menggunakan bahan dielektrik linear dengan permitivitas ε dan ketebalan d untuk memisah dua konduktor dapat dihitung dengan dan kapasitansi per satuan luas adalah Dari sini. permitivitas tinggi memungkinkan lebih banyak muatan listrik yang tersimpan pada potensial yang sama. Bahan ini sering pula disebut sebagai "dielektrik kapasitor".

biasanya pada pita gelombang mikro. Bahan dielektrik khusus yang disebut elektret dapat menyimpan muatan listrik cukup lama. Sifat ini disebut sebagai sifat piezoelektrik. Udara. Bahan piezoelektrik merupakan jenis dielektrik yang sangat berguna dalam berbagai alat. Beberapa bahan dielektrik mampu menghasilkan potensial listrik ketika mengalami tekanan. Bahkan. zat cair. yang dapat dimodifikasi oleh medan listrik dari luar. kaca. ruang hampa-pun dapat dianggap bahan dielektrik walaupun konstanta dielektrik relatifnya merupakan identitas (bernilai 1). dan sebagian besar plastik.Dielectric Resonator Oscillator) adalah komponen elektronika yang menghasilkan resonansi dalam rentang frekuensi sempit. [sunting] Dielektrik dalam praktek Bahan dielektrik dapat berupa zat padat. Komponen ini terdiri dari "puck" keramik yang memiliki konstanta dielektrik besar dan faktor lesapan (dissipation factor) rendah. Perilaku ini . atau gas. [sunting] Resonator dielektrik Osilator resonator dielektrik (DRO -. Namun demikian kadang kala kejadian seperti ini justru diinginkan seperti dalam generator Van De Graff atau elektroforus. Bahan dielektrik cair memiliki konstanta dielektrik yang lebih tinggi. dan belerang hexafluoride adalah tiga gas yang umum digunakan sebagai bahan dielektrik. Hal ini dapat terjadi secara tidak sengaja ketika bahan dielektrik tergesek atau tersentuh bahan lain sehingga terjadi efek tribolistrik. dan banyak zat padat merupakan isolator yang baik. sehingga bisa dipergunakan dalam kapasitor tegangan tinggi sehingga mencegah terjadinya muatan bocor bila terjadi korona dan juga meningkatkan nilai kapasitansi. atau dapat berubah bentuk ketika diberi potensi listrik. • • • • • • Pelapis industrial seperti parylene bertindak sebagai penghalang dielektrik antara bahan yang dilapisi dan lingkungan sekitar. hampir seperti magnet yang mampu menyimpan medan magnet. Nampaknya dielektrik dalam bentuk padat lebih umum dipergunakan dalam ilmu kelistrikan. Minyak yang digunakan dalam transformer (terutama yang besar) berguna sebagai bahan dielektrik cair dan sebagai pendingin. Beberapa contoh antara lain porselen. Resonator dielektrik tak-terlindung (unshielded) dapat ditemui pada Antena Resonator Dielektrik (DRA -. permukaan bahan dielektrik bisa saja menangkap muatan listrik berlebih yang terlepas.Bahan dielektrik yang digunakan dalam kapasitor juga dipilih yang sulit terionisasi agar kapasitor dapat dipergunakan pada potensial tinggi tanpa khawatir bahan dielektrik terionisasi dan mengalirkan arus (arus bocor). Karena bahan dielektrik menghambat arus listrik. Resonator semacam ini digunakan untuk mendapatkan frekuensi acuan dalam rangkaian osilator. Beberapa bahan dielektrik dalam bentuk kristal ion dan polimer memiliki momen dwikutub sendiri. atau dapat pula kejadian ini malah merusak seperti dalam pelepasan listrik statis.Dielectric Resonator Antenna). nitrogen.

Bahan feroelektrik sering kali memiliki konstanta dielektrik yang sangat besar.disebut efek feroelektrik. . Bahan-bahan ini berperilaku seperti bahan feromagnetik ketika terpapar medan magnet. sehingga bahan-bahan jenis ini sangat berguna dalam pembuatan kapasitor.