Anda di halaman 1dari 13

ISSN 0215 - 8250

37

ANALISIS HUMAN RESOURCES INVESTMENT DALAM PENDIDIKAN


oleh I Ketut Suandi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali ABSTRAK Pendidikan sebagai bentuk investasi sumber daya manusia semestinya dikenakan prinsip-prinsip dan kriteria-kriteria investasi seperti, dalam dunia usaha lainnya. Analisis kriteria investasi, seperti nilai bersih, tingkat pengembalian internal, dan periode pengembalian investasi, yang biasanya diberlakukan dalam investasi dunia usaha, dapat diaplikasikan investasi sumber daya manusia dalam dunia pendidikan. Biaya pendidikan yang telah dikeluarkan selama mengikuti pendidikan dan pendapatan yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan dianalisis dengan menggunakan kriteria investasi tertentu. Dari hasil analisis dapat diketahui apakah investasi sumber daya manusia dalam pendidikan tersebut feasible atau tidak. Tidak tersedianya informasi yang relevan mengenai gaji pertama, waktu tunggu, dan lama pendidikan merupakan kendala-kendala yang dihadapi dalam menganalisis jenis investasi ini. Untuk mengatasi kendala yang terjadi, diperlukan manajemen database yang memadai untuk menyediakan data akurat dan informasi yang relevan. Kata kunci : investasi sumber daya manusia, kriteria investasi, database ABSTRACT Education as a form of human resources investment should be imposed the principles and investment criteria like in other businness. Such investment criteria analysis as ; net present value (npv), internal rate of
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

38

return (irr), and payback period (pp), that are usually applied in business, can be applied in human resources investment. Education expenditures over a period of study and revenues that the graduate obtained are analyzed by certain investment criteria. From the analysis results, it can be known, whether the human resources investment are feasible or not. Unavailability of relevant informations about first job salary, waiting time, and length of study is the constraints of this analysis. To deal with this constrains, reasonable database management are required to provide accurate data and relevant information. Key words : human resources investment, investment criteria, database

1. Pendahuluan Krisis multidimensi yang melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, politik, keamanan, dan dunia pendidikan masih terasa efeknya sampai sekarang. Efek dunia pendidikan adalah turunnya anggaran pendidikan. Anggaran sektor pendidikan dalam APBN 2003 hanya 4,15% atau sekitar Rp.13,6 triliun dari APBN. Persentase ini adalah terendah di Asia Tenggara. Masa pemerintahan sekarang, menganggarkan 20 persen dari APBN untuk pendidikan, namun itu masih sekadar wacana (http://mediaindo.i2.co.id). Rendahnya anggaran pendidikan sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Hal itu menyebabkan tidak tersedianya fasilitas penunjang pendidikan yang memadai, seperti ruang kelas yang nyaman, dan laboratorium yang representatif akan berpengaruh pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. Bukankah sebuah ironi yang tragis apabila mereka yang cerdas, pintar, dan cakap tidak bisa masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lantaran kondisi keuangan tidak memungkinkan. Sebaliknya, mereka yang intelektualnya di bawah standar dengan mudah mengakses pendidikan
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

39

karena kondisi keuangannya mapan. Dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari masalah ekonomi. Bagaimana memperoleh sumber dana pendidikan dan bagaimana memanfaatkan dana yang terbatas tersebut sehingga penggunaannya dapat digunakan untuk memaksimalkan kepuasan bagi yang terlibat dalam proses pendidikan dan yang lebih penting investasi dalam pendidikan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi. Investasi yang besar dalam dunia pendidikan perlu dievaluasi dengan alat analisis yang akurat, apakah investasi tersebut feasible atau tidak. Dengan menilai input yang terjadi atau input dikeluarkan dan menilai ouput yang dihasilkan dalam pendidikan, akan dapat dibandingkan apakah output yang dihasilkan sepadan dengan pengeluaran yang terjadi. Untuk mengetahuinya memerlukan alat analisis yang memadai dan sulit untuk dilaksanakan terutama pada negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia. Data dan informasi yang menyangkut variabel yang dianalisis tersedia sangat terbatas, seperti waiting time, first job salary, length of study dan lain sebagainya. Pendidikan merupakan suatu human investment, maka sepatutnya investasi tersebut diberikan perlakuan yang sama seperti halnya investasi pada dunia bisnis. Kapan investasi itu akan kembali dan berapa tingkat pengembalian investasi yang telah dilakukan tersebut. Hal itu, merupakan pertanyaan yang perlu mendapat jawaban secara kuantitatif. Sebagai dasar pembahasan, di bawah ini disajikan data hasil tracer study, yang dilakukan oleh Tim tracer study dalam penyusunan self evaluation, Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali. Data dan informasi yang dikumpulkan untuk kepentingan analisis adalah rata-rata dari length of study selama 3 tahun (diploma 3), rata-rata waiting time selama 2 bulan, dan rata-rata first job salary sebesar Rp.850.000. Biaya total yang dikeluarkan oleh mahasiswa untuk mengikuti pendidikan sebesar
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

40

Rp.8.150.000 per tahun (biaya langsung dan biaya taklangsung) dan belum termasuk forgone income rata-rata sebesar Rp.2.400.000 per tahun. Cost diasumsikan naik sebesar 10% dari tahun ke tahun, kecuali pada akhir tahun ke-3 ada tambahan pengeluaran untuk menyusun tugas akhir rata-rata sebesar Rp.1.500.000, dan cost of capital yang berlaku secara umum pada saat analisis rata-rata sebesar 12% p.a. Di samping itu, pendapatan diperkirakan naik 10% dari tahun ke tahun, kecuali 3 tahun pertama tetap sebesar minus Rp.2.400.000 sebagai forgone income. Untuk mengetahui apakah investasi yang ditanamkan dalam pendidikan tersebut feasible atau tidak, perlu dilakukan analisis secara cermat dengan menggunakan alat-alat analisis dalam investasi. Sehubungan dengan itu, dipandang perlu untuk menganalisis investasi sumber daya manusia dalam pendidikan, sehingga dapat diketahui apakah investasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi atau tidak. 2. Pembahasan 2.1 Fungsi Produksi, Investasi, Biaya Pendidikan dan Dana Pendidikan Fungsi produksi adalah hubungan antara input dengan output. Suatu organisasi dikatakan produktif kalau paling tidak memiliki keseimbangan antara output dengan input. Fungsi produksi menjadi tiga, yaitu fungsi produksi administrator, fungsi produksi psikologi dan fungsi produksi ekonomi (Pidarta, 2000:35). Menurut Simarmata (1986:155), investasi diartikan sebagai suatu kegiatan yang hendak menanamkan uang dengan aman bagi peningkatan kapasitas sistem produksi atau peningkatan asset capital. Sedangkan, menurut Fattah (2002:39), investasi merupakan pengorbanan sejumlah nilai tertentu saat ini untuk memperoleh nilai
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

41

(pengembalian) mendatang yang tentunya dengan harapan lebih besar dari pada nilai saat ini. Dalam kaitannya dengan pendidikan Schult (dalam Anwar,2004:154) berpendapat, bahwa pendidikan merupakan investasi manusia. Sebagai suatu investasi, maka pendidikan memberikan pengaruh pada produktivitas suatu negara. Simarmata (1985:156) mengelompokkan analisis investasi secara umum menjadi 2 bagian, yaitu analisis investasi statis (rentabilitas, payback period, B/C ratio, dan Return On Investment), dan analisis investasi dinamis (net present value, internal rate of return, dan Profitability Index). Setiap jenis analisis di atas, mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai suatu investasi. Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen masukan instrumental (instrumental input) yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Supriadi (2003:3) memberikan pengertian mengenai biaya dalam bidang pendidikan sebagai berikut. Biaya (cost) memiliki cakupan yang luas, yakni semua jenis pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang maupun barang dan tenaga yang dapat dihargakan dengan uang. Dana pendidikan merupakan isu yang kontroversial dalam ekonomi pendidikan karena terdapat ketidaksepakatan tidak hanya pada pemerintah sebagai satu-satunya yang berperan dalam pendidikan, tetapi juga seharusnya pemerintah hanya memainkan sebagian peranan dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam kaitannya dengan dana pendidikan, menurut Thomas (dalam Mulyasa,2003:168), dana pendidikan diklasifikasikan menjadi dana langsung, dan tidak langsung, dana masyarakat, dan dana pribadi. 2.2 Analisis Investasi Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

42

Pendidikan sebagai bentuk modal produktif merupakan investasi manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. Sebagai barang modal yang produktif, perlu adanya suatu analisis terhadap investasi tersebut. Dengan memperhitungkan biaya pendidikan total dan pengembalian dari investasi tersebut, dapat diketahui apakah investasi tersebut feasibel atau tidak. Teknik analisis yang dapat digunakan untuk menganalisis adalah sebagai berikut. (1) Payback Period (PP), yaitu suatu periode waktu yang menunjukkan periode kembalinya suatu investasi pendidikan. Dengan menggunakan kriteria ini, semakin cepat investasi tersebut dapat ditutup dengan pendapatan dari pendidikan atau minimal sama dengan umur ekonomis dari barang modal pendidikan, maka investasi tersebut semakin feasible. Dari data di depan, payback period dapat ditentukan seperti tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Perhitungan Payback Period
Period 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Total Rp Rp Rp Cost/Investment 8.150.000,00 8.965.000,00 11.361.500,00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Revenue/Opp.Cost (2.400.000,00) (2.400.000,00) (2.400.000,00) 10.200.000,00 11.220.000,00 12.342.000,00 13.576.200,00 14.933.820,00 16.427.202,00 18.069.922,20 89.569.144,20 26.562.000,00 1.914.500,00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Total (2.400.000,00) (4.800.000,00) (7.200.000,00) 3.000.000,00 14.220.000,00 26.562.000,00 40.138.200,00 55.072.020,00 71.499.222,00 89.569.144,20 6 tahun 1,7 bulan 6 tahun, 1,7 bulan

Rp 28.476.500,00 Total periode ke 6 Periode ke 7 Payback Periode (PP)

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

43

Dari tabel 1 di atas, dapat dijelaskan bahwa, dengan investasi sebesar Rp.28.476.500.00, dapat dikembalikan dalam waktu 6 tahun 1,7 bulan. Dengan estimasi umur ekonomis dari investasi rata-rata 10 tahun, maka dengan payback period 6 tahun 1,7 bulan, investasi dalam pendidikan dapat dikatakan feasible. (2) Net Present Value (NPV). Metode ini diterapkan dengan cara membandingkan antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang pendapatan. Kriteria yang ditetapkan dari metode ini adalah, jika selisih antara total nilai sekarang suatu investasi dengan total nilai sekarang pendapatan dari pendidikan lebih besar dari nol, maka investasi dalam pendidikan feasible. Formula dan penerapan model analisis dari metode ini adalah sebagai berikut. NPV =

(1 + r )
k =0

Rk C k
k

Keterangan : Rk = revenue tahun ke k Ck = biaya-biaya tahun ke k r = tingkat bunga riil k = periode waktu

Perhitungan rinci dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Perhitungan Net Present Value
Per. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Cost/Investment Rp 8.150.000,00 Rp 8.965.000,00 Rp 11.361.500,00 Revenue/Opp.Cost Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp (2.400.000,00) (2.400.000,00) (2.400.000,00) 10.200.000,00 11.220.000,00 12.342.000,00 13.576.200,00 14.933.820,00 Df(12%) 1,0000 0,8929 0,7972 0,7118 0,6355 0,5674 0,5066 0,4523 0,4039 0,3606 PV-Investment Rp 8.150.000,00 Rp 8.004.464,29 Rp 9.057.318,24 PV-Revenue Rp (2.400.000,00) Rp (2.142.857,14) Rp (1.913.265,31) Rp 7.260.158,53 Rp 7.130.512,84 Rp 7.003.182,25 Rp 6.878.125,43 Rp 6.755.301,76 Rp Rp 6.634.671,37 6.516.195,10

Rp 16.427.202,00 Rp 18.069.922,20 Total P.V. of Revenue

Rp 41.722.024,82

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

44

Total P.V. of Investment Net Present Value (NPV)

25.211.782,53 Rp 16.510.242,30

Discount factor (df 12%) merupakan cost of capital, yaitu beban bunga riil yang ditanggung karena menggunakan sejumlah dana tertentu dari sumber tertentu. Dengan membandingkan antara kedua total present value tersebut, diperoleh nilai net present value positif Rp.16,510.242,30. Ini berarti, investasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi (feasible). (3) Internal Rate of Return (IRR). Dengan menggunakan metode ini, dapat diketahui pada tingkat bunga riil (cost of capital) berapakah, total nilai sekarang dari investasi dalam pendidikan sama dengan total nilai sekarang dari pendapatan. Kriteria alat analisis ini adalah jika tingkat IRR lebih besar dari pada cost of capital, maka investasi dalam pendidikan feasible. Untuk memperoleh IRR dapat menggunakan teknik interpolasi dan coba-coba dengan formula sebagai berikut. IRR = r2 + NPV2 (r2 r1 ) , NPV1 NPV2

dimana,

r2 r1 NPV1 NPV2

= = = =

tingkat bunga pada NPV 2 tingkat bunga pada NPV1 Net Present Value pada r1 Net Present Value pada r2

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

45

Untuk interpolasi, hasil perhitungan Net Present Value (NPV) pada tingkat df 22% dan 23% adalah sebagai berikut.

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

46

Tabel 3 Perhitungan Net Present Value


Per. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Cost/Investment Rp 8.150.000,00 Rp 8.965.000,00 Rp 11.361.500,00 Revenue/Opp.Cost Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp (2.400.000,00) (2.400.000,00) (2.400.000,00) 10.200.000,00 11.220.000,00 12.342.000,00 13.576.200,00 14.933.820,00 Df(22%) 1,0000 0,8197 0,6719 0,5507 0,4514 0,3700 0,3033 0,2486 0,2038 0,1670 PV-Investment Rp 8.150.000,00 Rp 7.348.360,66 Rp 7.633.364,69 PV-Revenue Rp (2.400.000,00) Rp (1.967.213,11) Rp (1.612.469,77) Rp 5.617.210,25 Rp 5.064.697,77 Rp 4.566.530,77 Rp 4.117.363,81 Rp 3.712.377,21 Rp Rp 3.347.225,35 3.017.990,07

Rp 16.427.202,00 Rp 18.069.922,20 Total P.V. of Revenue Total P.V. of Investment Net Present Value (NPV)

Rp 23.463.712,35 23.131.725,34 Rp 331.987,01

Tabel 4. Perhitungan Net Present Value


Per. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Cost/Investment Rp 8.150.000,00 Rp 8.965.000,00 Rp 11.361.500,00 Revenue/Opp.Cost Rp (2.400.000,00) Rp (2.400.000,00) Rp Rp Rp Rp Rp (2.400.000,00) 10.200.000,00 11.220.000,00 12.342.000,00 13.576.200,00 Df(23%) 1,0000 0,8130 0,6610 0,5374 0,4369 0,3552 0,2888 0,2348 0,1909 0,1552 PV-Investment Rp 8.150.000,00 Rp 7.288.617,89 Rp 7.509.749,49 PV-Revenue Rp (2.400.000,00) Rp (1.951.219,51) Rp (1.586.357,33) Rp 5.481.315,97 Rp 4.901.989,89 Rp 4.383.893,40 Rp 3.920.555,07 Rp Rp Rp 3.506.187,46 3.135.614,80 2.804.208,36

Rp 14.933.820,00 Rp 16.427.202,00 Rp 18.069.922,20 Total P.V. of Proceed Total P.V. of Investment Net Present Value (NPV)

Rp 22.196.188,11 22.948.367,37 Rp (752.179,26)

Berdasarkan tabel-3 dan tabel-4 di atas, maka nilai IRR dapat dipastikan berada antara 22% dan 23%. Dengan menggunakan formula
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

47

interpolasi di atas, didapat hasil perhitungan IRR sebesar 22,31% dengan perhitungan sebagai berikut. IRR = 23% + 752.179,26 (23% 22%) = 22,31% 331.987,01 (752.179,26)

Karena IRR berada diatas cost of capital (12%), maka dapat dinyatakan investasi dalam pendidikan tersebut feasibel. 2.3 Kendala Analisis Human Resources Investment Di negara-negara sedang berkembang, menghitung harga atau menentukan nilai pada fungsi produksi ekonomi tidak mudah. Konsekuensi logis dari keadaan tersebut, analisis terhadap human resources investment sulit untuk dilakukan. Menurut Pidarta (2000:240), ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menganalisis investasi sumber daya manusia, antara lain : Pertama, adanya waktu tunggu (waiting time) antara waktu peserta didik tamat dengan waktu memperoleh pekerjaan pertama kali. Kalau peserta didik tamat, belum tentu mereka langsung bekerja. Walaupun sudah bekerja atau ada yang segera bekerja, tetapi persentase yang belum bekerja jauh lebih besar. Keadaan ini akan menyulitkan untuk melakukan analisis. Kedua, selama waktu tunggu (waiting time), mungkin mereka telah bekerja seadanya dan pekerjaan tersebut mungkin tidak sesuai dengan disiplin ilmunya. dengan memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu. Penghasilan yang diperoleh dari pemberi kerja tersebut cenderung tidak tetap sehingga sulit dipakai sebagai dasar untuk melakukan analisis. Ketiga, penghasilan yang diperoleh dari usaha dengan modal sendiri jumlahnya cenderung tidak teratur dalam suatu periode tertentu. Hal
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

48

ini terjadi karena penghasilan yang diperoleh dari sumber ini sangat berfluktuasi tergantung dari kondisi perekonomian sehingga akan menyulitkan dalam melakukan analisis. Keempat, disamping telah memperoleh penghasilan yang teratur melalui pekerjaan tetap, ada penghasilan tambahan yang diperoleh secara tidak teratur dari pekerjaan sampingan. Mencari penghasilan tambahan yang jumlahnya tidak teratur sangat mungkin terjadi dalam usaha untuk menambah penghasilan. Kondisi seperti ini juga akan menyulitkan melakukan analisis. Kelima, bekerja di sektor swasta dengan gaji dan upah yang bervariasi. Gaji dan upah bervariasi pada perusahaan-perusahaan. Disamping itu struktur gaji dan upah yang diterapkan juga bervariasi. Kondisi seperti ini akan mendapatkan hasil analisis investasi sumber daya manusia yang tidak akurat. 3. Penutup Berdasarkan uraian di depan, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan beberapa model analisis investasi dalam pendidikan, baik statis maupun dinamis, seperti payback period, internal rate of return dan net present value, dapat diketahui bagaimana investasi yang telah dilakukan dalam pendidikan, apakah feasible atau tidak. Dengan metode payback period, semakin cepat atau pendek periode tersebut semakin feasible suatu investasi yang ditanamkan. Dengan menggunakan metode net present value, semakin besar selisih antara total present value of proceed dengan total present value of initial investment semakin feasible investasi dalam pendidikan. Suatu investasi dalam pendidikan akan semakin feasibel jika

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005

ISSN 0215 - 8250

49

internal rate of return semakin besar selisihnya dengan cost of capital yang berlaku pada saat analisis dilakukan. Banyak kendala yang dihadapi dalam menerapkan model analisis investasi sumber daya manusia dalam dunia pendidikan di Indonesia, hal ini terjadi karena tidak tersedianya data yang relevan yang berkaitan dengan variabel-variabel yang dianalisis. Untuk dapat menganalisis investasi sumber daya manusia dalam pendidikan diperlukan database yang memadai dalam dunia pendidikan, sehingga semua variabel yang mendukung dalam melakukan analisis tersedia setiap saat. Tracer study yang dilakukan secara periodik adalah pendekatan yang terbaik untuk mengumpulkan dan mengupdate database lulusan. DAFTAR PUSTAKA Dedi Supriadi. 2003. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. Bandung :Remaja Rosdakarya. Dj.A.Simarmata. 1984. Pendekatan Sistem Dalam Analisa Proyek Investasi. Jakarta : Gramedia. Fattah, Nanang. 2002. Ekonomi & Pembiayaan Pendidikan. Bandung PT Remaja Rosdakarya. H.Moch.Idhoci Anwar. 2004. Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Pidarta, Made. 2000. Landasan Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta. McMahon Walter,W, dkk. 2001. Improving Education Finance in Indonesia. Policy Research Center, Institute for Research and Development, MONE, UNICEF and UNESCO. Mulyasa. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah, konsep, strategi dan implementasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXVIII Juli 2005