Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU 1 DAN 2 MATAKULIAH PEMIKIRAN KLINIS

FLOW CHART ANAMNESIS GASTRITIS KRONIS LEVEL EVIDANCE BASE MEDICINE GASTRITIS KRONIS

Dosen Pengampu : dr. Linda Rosita

Disusun oleh: AUSE LABELLAPANSA 11917117

MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2012

FLOW CHART ANAMNESIS GASTRITIS KRONIS


Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori (Brunner dan Suddart, 2000, hal : 188).
Mulai

Input data pribadi : nama, umur, jenis_kelamin, agama, suku bangsa, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, alamat

Apakah anda merasakan sakit berupa nyeri panas dan pedih di bagian atas perut (epigastrium) ?

Tidak

Anda tidak diduga suspek penyakit gastritis

Ya
Apakah anda merasa mual?

Tidak

Ya
Apakah anda punya riwayat sakit maag?

Tidak

Apakah pendarahan?

Tidak terjadi

Ya

Anda diduga/ suspek gastritis akut

Ya
Apakah anda sering mengalami sakit di bagian perut atas (nyeri ulu hati) tersebut pada saat anda makan?

Tidak Tidak
Apakah sakit di bagian Ya perut atas (nyeri ulu hati) tersebut timbul beberapa jam sesudah makan dan pada malam hari ?

Ya

Anda diduga/ suspek tukak peptik

Ya Ya
Apakah anda biasa mengkonsumsi obat antasids (penghilang sakit pada lambung) ?

Ya
Anda diduga/ suspek gastritis kronis

LEVEL EVIDANCE BASE MEDICINE GASTRITIS KRONIS


Judul Paper: Gastritis: The histology report Penulis: Massimo Rugge, Gianmaria Pennelli, Emanuela Pilozzi, Matteo Fassan, Giuseppe Ingravallo, Valentina M. Russo, Francesco Di Mario Nama jurnal: Elsevier Ltd Tahun : 2011 Pembahasan: Gastritis didefinisikan sebagai peradangan mukosa lambung. Secara histologis, itu dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu non-atrofik dan atrofi. Di mukosa lambung, atrofi didefinisikan sebagai hilangnya kelenjar yang sesuai. Ada jenis etiologi beberapa gastritis, etiologi yang berbeda yang berhubungan dengan manifestasi klinis yang berbeda dan fitur patologis. Gastritis atrofi (dihasilkan terutama dari lama infeksi Helicobacter pylori) merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya (tipe usus) kanker lambung. Luas dan lokasi perubahan atropik berkorelasi secara signifikan dengan risiko kanker. Format saat ini untuk pelaporan histologi dalam kasus gastritis gagal untuk membuat sebuah link langsung antara fenotipe gastritis dan risiko keganasan. Sebuah kelompok internasional patolog (Operative Link for Gastritis Assessment /OLGA) telah mengusulkan sebuah sistem menempatkan fenotipe histologis gastritis pada skala risiko kanker lambung mulai dari yang terendah (Tahap 0) ke tertinggi (Tahap IV). Kesimpulan: Jurnal tersebut memiliki level evidance IV dimana evidance didapat dari laporan expert committee/pendapa ahli dengan cara membuat sebuah sistem yang diberi nama OLGA. Adapun ruang lingkup jurnal tersebut adalah diagnosis dikarenakan sistem dibangun untuk mampu mendiagnosa tahapan penyakit gastritis mulai dari level terendah sampai tertinggi.