Anda di halaman 1dari 14

THERMODYNAMIC

Resume of Critical Properties Estimation of Polymethyl Benzene


Hamzah Fansuri Vania Mitha Pratiwi Bangkit Gotama Christina Wahyu Kartikowati 2311 201 205 2311 201 207 2312 201 003 2312 201 009

A. Polymethyl Benzene Benzene adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus molekul (C6H6) yang tersusun dalam ikatan cincin dan terdiri dari 3 ikatan rangkap tunggal dan 3 ikatan rangkap ganda. Benzene yang berikatan dengan alkil methyl (-CH3) akan membentuk polymethyl benzene. Karena benzene hanya memiliki 6 atom C, maka jumlah polymethyl benzene berjumlah 6 kelompok senyawa yang masing-masing memiliki beberapa isomer. Beberapa senyawa polymethyl benzene, yaitu : - Methyl benzene (toluene) dengan 1 alkil methyl - Di-methyl benzene (xylenes) dengan 2 alkil methyl - Tri-methyl benzene dengan 3 alkil methyl - Tetra-methyl benzene dengan 4 alkil methyl - Penta-methyl benzene dengan 5 alkil methyl - Hexa-methyl benzene dengan 6 alkil methyl Beberapa gambar struktur polymethyl benzene sebagai berikut :

Methyl Benzene (Toluene)

Di-methyl Benzene (Xylene)

Tri-methyl Benzene (Mesitylene)

Tetra-methyl Benzene (Durene)

Penta-methyl Benzene

Hexa-methyl Benzene (Mellitene)

B. Method of Joback Metode Joback adalah metode estimasi critical properties yang dikembangkan oleh Joback (1984,1987) dengan menggunakan metode group contribution. Untuk menentukan nilai dari critical properties (critical temperature, Tc; critical pressure, Pc; dan critical volume, Vc) diperlukan nilai-nilai kontribusi baik untuk Tc, Pc, maupun Vc, yaitu tck, pck dan vck. Nilai-nilai tersebut berbeda untuk tiap grup kontribusinya. Berikut persamaan estimasi critical properties untuk metode ini : [ { } { } ]

Dalam estimasti Tc diperlukan nilai boiling point (Tb) dimana dapat menggunakan nilai estimasi maupun eksperimen Tb. Untuk mengestimasi Tb dapat menggunakan persamaan berikut :

Tabel 1. Hasil perhitungan Critical Properties of Polymethyl Benzene dengan Method of Joback
Component % Absolut Error Tc (Tb exp) Tc (Tb est) Pc Vc

Benzene (C6H6) Methyl Benzene (C7H8) Di-methyl Benzene (C8H10) Tri-methyl Benzene (C9H12) Tetra-methyl Benzene (C10H14) Penta-methyl Benzene (C11H16) Hexa-methyl Benzene (C12H18) % Average Absolut Error (AAE) B.1. Critical Temperature
4.00% 3.50% 3.00% % Absolut Error 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 Based Tb Estimated Based Tb Experimental

0.07% 0.16% 0.54% 0.58% 0.24% 0.42% 1.34% 0.48%

1.37% 0.80% 1.13% 1.41% 0.78% 2.01% 3.62% 1.59%

2.47% 0.35% 2.28% 3.68% 3.14% 0.10% 0.11% 1.73%

5.40% 1.11% 0.76% 0.65% 2.04% 0.00% 0.00% 1.42%

3 Alkyl Methyl

Grafik 1. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Tc pada Method of Joback Berdasarkan grafik 1, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error akan cenderung semakin meningkat, baik pada estimasi Tc dengan Tb exp maupun Tb est. Hal ini menunjukkan bahwa metode Joback memiliki keakuratan paling baik pada estimasi Tc berdasarkan Tb exp dengan jumlah alkil metil dibawah 3 alkil.

B.2. Critical Pressure


4.00% 3.50% 3.00% % Absolut Error 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 2. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Pc pada Method of Joback Pada grafik 2, semakin meningkatnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Pc akan selalu berubah-ubah. B.3. Critical Volume
6.00% 5.00% % Absolut Error 4.00% 3.00% 2.00% 1.00% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 3. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Vc pada Method of Joback Berdasarkan grafik 3, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Vc akan cenderung semakin menurun. Hal ini menunjukkan bahwa metode Joback memiliki keakuratan cukup baik pada polymethyl benzene yang memiliki alkil metil yang lebih banyak.

C. Method of Constantinou-Gani Metode Constantinou-Gani adalah metode estimasi critical properties yang dikembangkan oleh Constantinou-Gani (1994) dengan menggunakan metode group contribution berdasarkan UNIFAC groups. Pada metode ini menggunakan perhitungan Second Order Level, dimana merupakan pelengkap dari First Order Level yang memiliki keterbatasana terutama untuk isomer, senyawa yang memiliki struktur resonansi. Penggunaan second order estimasi ini dapat memperkecil nilai error yang dihasilkan dari perhitungan first order. Untuk menentukan nilai dari critical properties (critical temperature, Tc; critical pressure, Pc; dan critical volume, Vc) diperlukan nilai-nilai kontribusi baik untuk Tc, Pc, maupun Vc, yaitu tc1k, tc2j, pc1k, pc2j, vc1k, dan vc2j. Dalam estimasti Tc tidak diperlukan nilai boiling point (Tb) sehingga dapat mempermudah perhitungan. Nilainilai tersebut berbeda untuk tiap grup kontribusinya. Berikut persamaan estimasi critical properties untuk metode ini : [ ]

Tabel 2. Hasil perhitungan Critical Properties of Polymethyl Benzene dengan Method of Constantinou-Gani
Component % Absolut Error Tc Pc Vc

Benzene (C6H6) Methyl Benzene (C7H8) Di-methyl Benzene (C8H10) Tri-methyl Benzene (C9H12) Tetra-methyl Benzene (C10H14) Penta-methyl Benzene (C11H16) Hexa-methyl Benzene (C12H18) % Average Absolut Error (AAE)

0.21% 0.53% 1.08% 1.39% 1.83% 4.22% 6.87% 2.30%

0.23% 2.14% 2.79% 4.14% 1.99% 1.33% 1.26% 1.98%

0.46% 1.82% 1.01% 0.54% 2.55% 2.27% 103.04% 15.95%

C.1. Critical Temperature


8.00% 7.00% 6.00% % Absolut Error 5.00% 4.00% 3.00% 2.00% 1.00% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 4. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Tc pada Method of Constantinou-Gani Berdasarkan grafik 4, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error akan cenderung semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa metode Constantinou-Gani memiliki keakuratan paling baik pada estimasi Tc dengan jumlah alkil metil yang lebih kecil. C.2. Critical Pressure
4.50% 4.00% 3.50% % Absolut Error 3.00% 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 5. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Pc pada Method of Constantinou-Gani

Pada grafik 5, semakin meningkatnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Pc akan selalu berubah-ubah. Pada grafik tersebut, % absolute error Pc akan cenderung naik dan kemudian akan menurun pada jumlah alkil metil lebih dari 4. C.3. Critical Volume
3.00% 2.50% % Absolut Error 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 Alkyl Methyl 3 4 5

Grafik 6. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Vc pada Method of Constantinou-Gani Berdasarkan grafik 6, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Vc akan cenderung berubah-ubah. D. Method of Wilson-Jasperson Metode Wilson-Jasperson adalah metode estimasi critical properties yang dikembangkan oleh Wilson-Jasperson (1996) dengan menggunakan metode group contribution baik untuk senyawa organik dan anorganik. Pada metode ini menggunakan perhitungan Second Order dan First Order. Pada first order, menggunakan metode atomic contributions bersama dengan boiling point dan jumlah ikatan cincin. Pada second order menggunakan group contributions sebagai penyempurna perhitungannya. Pada metode ini hanya dapat mengestimasi critical temperature, Tc dan critical pressure, Pc. Untuk menentukan nilai dari critical properties diperlukan nilai-nilai kontribusi baik untuk Tc, dan Pc, yaitu tck, tcj, pck, dan pcj. Dalam estimasti Tc diperlukan nilai boiling point (Tb). Nilai-nilai tersebut berbeda untuk tiap grup kontribusinya. Berikut persamaan estimasi critical properties untuk metode ini : [ [ ] ]

Tabel 3. Hasil perhitungan Critical Properties of Polymethyl Benzene dengan Method of Wilson-Jasperson
Component % Absolut Error Tc Pc

Benzene (C6H6) Methyl Benzene (C7H8) Di-methyl Benzene (C8H10) Tri-methyl Benzene (C9H12) Tetra-methyl Benzene (C10H14) Penta-methyl Benzene (C11H16) Hexa-methyl Benzene (C12H18) % Average Absolut Error (AAE) D.1. Critical Temperature
4.00% 3.50% 3.00% % Absolut Error 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl

3.34% 2.74% 2.11% 1.66% 1.49% 0.81% 2.18% 2.05%

6.88% 3.34% 1.64% 3.13% 1.10% 9.43% 12.66% 5.45%

Grafik 7. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Tc pada Method of Wilson-Jasperson Berdasarkan grafik 7, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error akan cenderung semakin menurun. Hal ini menunjukkan bahwa metode Wilson-Jasperson memiliki keakuratan paling baik pada estimasi Tc dengan jumlah alkil metil yang lebih kecil. Tetapi pada garfik tersebut terdapat penyimpangan pada jumlah alkil metil 6 (hexamethyl benzene). Hal itu dikarenakan pada hexamethyl benzene, hanya memiliki unsur group contribution : [(=C<) Ring

Groups dan (-CH3)] sedangkan pada jumlah alkil metil 0-5, terdapat group contribution : [(=CH-) Ring Groups ; (=C<) Ring Groups dan (-CH3)] sehingga mempengaruhi % absolute error-nya. D.2. Critical Pressure
14.00% 12.00% % Absolut Error 10.00% 8.00% 6.00% 4.00% 2.00% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 8. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Pc pada Method of Wilson-Jasperson Berdasarkan grafik 8, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Pc akan cenderung berubah-ubah. E. Method of Marrero-Pardillo Metode Marrero-Pardillo adalah metode estimasi critical properties yang dikembangkan oleh Marrero-Marejon dan (1996) dengan menggunakan metode bondcontribution. Untuk menentukan nilai dari critical properties (critical temperature, Tc; critical pressure, Pc; dan critical volume, Vc) diperlukan nilai-nilai kontribusi baik untuk Tc, Pc, maupun Vc, yaitu tcbk, pcbk dan vcbk. Nilai-nilai tersebut berbeda untuk tiap grup kontribusinya. Berikut persamaan estimasi critical properties untuk metode ini : [ ( ) ( ) ]

Dalam estimasti Tc diperlukan nilai boiling point (Tb) dimana dapat menggunakan nilai estimasi maupun eksperimen Tb. Untuk mengestimasi Tb dapat menggunakan persamaan berikut :

Tabel 4. Hasil perhitungan Critical Properties of Polymethyl Benzene dengan Method of Marrero-Pardillo
Component % Absolut Error Tc (Tb exp) Tc (Tb est) Pc Vc

Benzene (C6H6) Methyl Benzene (C7H8) Di-methyl Benzene (C8H10) Tri-methyl Benzene (C9H12) Tetra-methyl Benzene (C10H14) Penta-methyl Benzene (C11H16) Hexa-methyl Benzene (C12H18) % Average Absolut Error (AAE) E.1. Critical Temperature
4.00% 3.50% 3.00% % Absolut Error 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 Based Tb Estimated Based Tb Experimental

0.32% 0.03% 0.35% 0.61% 0.19% 0.86% 0.35% 0.39%

2.45% 2.20% 1.62% 1.57% 0.91% 1.64% 3.63% 2.00%

1.85% 2.84% 2.58% 3.47% 3.75% 0.59% 0.86% 2.28%

1.00% 1.08% 0.92% 0.55% 2.85% 3.88% 5.17% 2.21%

3 Alkyl Methyl

Grafik 9. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Tc pada Method of Marrero-Pardillo Berdasarkan grafik 9, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Tc akan cenderung berubah-ubah baik pada estimasi Tc dengan Tb exp maupun Tb est.

E.2. Critical Pressure


4.00% 3.50% 3.00% % Absolut Error 2.50% 2.00% 1.50% 1.00% 0.50% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 10. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Pc pada Method of Marrero-Pardillo Berdasarkan grafik 10, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error Pc akan cenderung berubah-ubah. E.3. Critical Volume
6.00% 5.00% % Absolut Error 4.00% 3.00% 2.00% 1.00% 0.00% 0 1 2 3 Alkyl Methyl 4 5 6

Grafik 11. Hubungan Kenaikan Jumlah Alkil Methyl terhadap % Absolut Error Vc pada Method of Marrero-Pardillo Berdasarkan grafik 11, dengan bertambahnya jumlah alkil metil pada polymethyl benzene, % absolute error akan cenderung semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa metode Marrero-Pardillo memiliki keakuratan paling baik pada estimasi Vc dengan jumlah alkil metil yang lebih kecil.

F. Suitable Method for Critical Temperature (Tc)


2.5%

2.0% % Absolute Average Error

1.90%

1.91%

1.5%

1.0% 0.47%

0.5%

0.39%

0.0% J CG Method *) J = Method of Joback; CG = Method of Constantinou-Gani; WS = Method of Wilson-Jasperson; dan MP = Method of Marrero-Pardillo WS MP

Grafik 12. Nilai %Average Absolut Error (AAE) Tc (based Tb exp)


1.8% 1.6% % Absolute Average Error 1.4% 1.2% 1.0% 0.8% 0.6% 0.4% 0.2% 0.0% J CG Method *) J = Method of Joback; CG = Method of Constantinou-Gani; WS = Method of Wilson-Jasperson; dan MP = Method of Marrero-Pardillo WS MP 1.37% 1.71%

Grafik 13. Nilai %Average Absolut Error (AAE) Tc (based Tb est) Dari hasil perhitungan critical temperature dari berbagai metode (Joback dan Marrero-Pardillo) dan grafik 12, dapat disimpulkan bahwa metode Marrero-Pardillo memberikan nilai % Average Absolut Error (AAE) Tc (based Tb exp) paling kecil dibandingkan metode lainnnya, dengan nilai 0.39%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

metode yang tepat untuk perhitungan critical temperature Tc (based Tb exp) adalah metode Marrero-Pardillo dan metode Joback. Sedangkan berdasarkan grafik 13 untuk Tc (based Tb est) ,metode yang lebih tepat adalah metode Joback dibandingkan dengan metode Marrero-Pardillo. G. Suitable Method for Critical Pressure (Pc)
4.5% 4.0% % Absolute Average Error 3.5% 3.0% 2.5% 2.0% 1.5% 1.0% 0.5% 0.0% J CG Method *) J = Method of Joback; CG = Method of Constantinou-Gani; WS = Method of Wilson-Jasperson; dan MP = Method of Marrero-Pardillo WS MP 2.33% 2.73% 2.44% 3.84%

Grafik 14. Nilai %Average Absolut Error (AAE) Pc Dari hasil perhitungan critical pressure dari berbagai metode (Joback; ConstantinouGani; Wilson-Jasperson; dan Marrero-Pardillo) dan grafik 14, dapat disimpulkan bahwa metode Joback memberikan nilai % Average Absolut Error (AAE) Pc paling kecil dibandingkan metode lainnnya, dengan nilai 2.33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode yang tepat untuk perhitungan critical temperature Tc adalah metode Joback dan metode Marrero-Pardillo.

H. Suitable Method for Critical Pressure (Vc)


2.0% 1.8% % Absolute Average Error 1.6% 1.4% 1.2% 1.0% 0.8% 0.6% 0.4% 0.2% 0.0% J CG Method *) J = Method of Joback; CG = Method of Constantinou-Gani; WS = Method of Wilson-Jasperson; dan MP = Method of Marrero-Pardillo WS MP 1.30% 1.40% 1.85%

Grafik 15. Nilai %Average Absolut Error (AAE) Vc Dari hasil perhitungan critical volume dari berbagai metode (Joback; ConstantinouGani; dan Marrero-Pardillo) dan grafik 15, dapat disimpulkan bahwa metode Joback memberikan nilai % Average Absolut Error (AAE) Vc paling kecil dibandingkan metode lainnnya, dengan nilai 1.30%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode yang tepat untuk perhitungan critical temperature Vc adalah metode Joback dan metode Constantinou-Gani.