Anda di halaman 1dari 16

FITOPLANKTON 1. Anabaena sp.

KLASIFIKASI Kingdom : Bacteria Phylum : Cyanophyta Class : Cyanophyceae Order : Oscillatoriales Family : Nostocaceae Genus : Anabaena Spesies : Anabaena sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel Anabaena berukuran 6-10 m (Mizuno, 1969: 118). Anabaena memiliki sel khusus heterosista, yaitu sel yang berukuran lebih besar dari sel biasa yang berperan dalam penambatan nitrogen dari udara, sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman dan seringkali bersimbiosis dengan Pakis Haji (Cycas rumphii) dan paku air (Azolla pinnata) (Tjitrosoepomo, 2005: 26-27). Sel-sel Anabaena sp. berbentuk seperti manik-manik yang tersusun dalam filamen yang lurus, bengkok, atau hampir menggulung. 2. Merismopdedia sp. KLASIFIKASI Kingdom : Bacteria Phylum : Cyanophyta Class : Cyanophyceae Order : Chroococales Family : Chroococaceae Genus : Merismopedia Spesies : Merismopdedia sp. HABITAT : Perairan Tawar dan laut Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 61 meter (0 sampai 200 kaki) , Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel-sel Merismopedia berbentuk bulat atau elips dan memiliki panjang 3-6 m dan lebar 4,5 m. Sel tersebut umumnya ditemukan dalam bentuk colonial- coenobic, yaitu koloni dengan bentuk organisasi sel yang teratur (John et all.,2002: 613). Koloni berbentuk persegi atau persegi panjang yang terdiri dari selapis sel berwarna hiaju biru pucat, tersusun rapat dalam barisan dan diselimuti oleh matriks berlendir. 3. Oscillatoria sp. KLASIFIKASI Kingdom : Bacteria Phylum : Cyanophyta Class : Cyanophyceae Order : Oscillatoriales Family : Oscillatoriaceae

Genus : Oscillatoria Spesies : Oscillatoria sp. HABITAT : Perairan Tawar, Payau dan Laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Oscillatoria berbentuk filamen tak bercabang yang terdiri atas sel-sel pipih. Lebar sel dapat mencapai 6,8 m (Wehr & Sheat, 2003: 155). Filamen ada yang terlihat berwarna hijau, biruhijau, ungu, atau merah dan tidak memiliki heterosista. Filamen tersebut dapat bergerak dengan cara meluncur lambat. 4. Bulbochaete sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Chlorophyta Class : Chlorophyceae Order : Oedogenales Family : Oedogoniaceae Genus : Bulbochaete Spesies : Bulbochaete sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Bulbochaete berbentuk filamen bercabang, terdiri dari sel-sel yang panjang dengan lebar sel berkisar 10- 40 m. Setiap sel memiliki kloroplas berbentuk seperti jaring (Pantecost, 1984: 189). Sebagian besar sel membengkak pada bagian dasar dan beberapa bagian ujungnya dilengkapi dengan stuktur seperti rambut. 5. Chlamydomonas sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Chlorophyta Class : Chlorophyceae Order : Volvocales Family : Chlamydomonadaceae Genus : Chlamydomonas Spesies : Chlamydomonas sp. HABITAT : Perairan Tawar dan laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Chlamydomonas sp. berbentuk bulat telur dengan panjang 10-15 m dan lebar sel 8-14 m. Sel memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, 1 2 vakuola kontraktil, 1 nukleus serta kloroplas (Pantecost, 1984: 138). Sel dapat bergerak cepat dan memiliki stigma (bintik mata) yang terlihat jelas. 6. Closterium lanceolatum KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta

Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiaceae Genus : Closterium Spesies : Closterium lanceolatum HABITAT : Perairan Tawar dan Payau, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel berbentuk lanset, yaitu berbentuk seperti mata tobak dan tidak berlekuk. Panjang sel 145260 m dan lebar 30-32 m. Bentuk tepi ventral lurus dan tepi dorsal melengkung serta membengkak pada bagian tengah, sedangkan bentuk (apeks) ujung runcing (Rai & Misra. 2008: 47). Pada kloroplasnya terdapat garis longitudinal (ridge) berjumlah 4-5 dan terdapat 68 pirenoid. 7. Cosmarium cyclidium KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiaceae Genus : Cosmarium Spesies : Cosmarium cyclidium HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel berbentuk elips memanjang longitudinal dengan panjang 33-34 m dan lebar 47,5 - 57,5 m (John et all., 2002: 543). Sel terdiri dari 2 semi sel dengan tepi rata dan apeks membulat. Sel melekuk pada bagian tengah dengan sinus (lekukan) yang dalam dan tertutup. 8. Desmidium sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiac eae Genus : Desmidium Spesies : Desmidium sp. HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Filamen terdiri dari sel-sel berbentuk persegi panjang, dengan panjang sel 38-50 m dan lebar 12-21 m. Pada penampakan vertikal, sel berbentuk segitiga dengan lekukan sedang pada bagian tengahnya (John et all.,2002; 588). Semi sel memiliki apeks rata, sinus dangkal dan tertutup. 9. Euastrum ansatum

KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiaceae Genus : Euastrum Spesies : Euastrum ansatum HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6), Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Panjang sel 70-110 m dan lebar 32- 51 m. Pada bagian tengah sel terdapat lekukan dengan sinus yang dalam dan tertutup, tetapi terbuka di bagian luar (John et all., 2002: 544). Sel terdiri dari 2 semi sel yang berbentuk piramida dengan apeks agak rata. Bentuk tepi semi sel bagian bawah sedikit cembung sedangkan pada bagian atasnya lurus hingga ke apeks. 10. Gonatozygon monotaenium KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Mesotaeniaceae Genus : Gonatozygon Spesies : Gonatozygon monotaenium HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel berbentuk silindris memanjang dengan panjang 90-300 m dan lebar 8-12,5 m (John et all., 2002: 529). Apeks rata dengan dinding sel ditutupi oleh struktur seperti spine. Dalam setiap sel terdapat 2 kloroplas yang berbentuk seperti pita dengan banyak pirenoid. Gonatozygon dapat ditemukan soliter maupun dalam bentuk filamen. 11. Gloeocystis sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Chlorophyta Class : Chlorophyceae Order : Chlorococcales Family : Radiococcaceae Genus : Gloeocystis Spesies : Gloeocystis sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Koloni terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat atau elips dengan diameter 5-15 m. Dalam satu koloni dapat berjumlah 4 atau lebih sel. Kloroplas setiap sel umumnya berbentuk seperti

mangkuk dan memiliki 1 pirenoid (Werh & Sheath, 2003: 284). Koloni diselubungi oleh lapisan lendir dan sel jarang ditemukan dalam bentuk soliter. 12. Micrasterias fimbriata KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiaceae Genus : Micrasterias Spesies : Micrasterias fimbriata HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Bentuk sel hampir bulat dengan panjang sel 200- 280 m dan lebar 170-240 m. Pada bagian tengah sel terdapat lekukan yang dalam, sempit, lurus dengan sinus meruncing. Setiap semi sel terdiri atas 5 lobus (1 lobus polar, 2 lobus lateral di kiri dan 2 lobus lateral di kanan) (John et all., 2002: 558). Lobus lateral bagian atas berukuran lebih besar daripada lobus lateral bawahnya. Setiap lobus membentuk 2 lobulus (lekukan lobus) kemudian lobulus terbagi lagi oleh torehan yang berbentuk seperti huruf V dan ujungnya dilengkapi oleh spine yang melengkung. Dinding sel berbintik serta dihiasi oleh sebaris spine kecil. 13. Mougeotia sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Zygnemetaceae Genus : Mougeotia Spesies : Mougeotia sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Filamen tersusun atas sel yang berbentuk silindris. Lebar filamen berkisar 15-25 m (Pantecost, 1984; 194). Kloroplasnya berbentuk pita dan dilengkapi dengan sebaris pirenoid. Kloroplas biasanya memenuhi hampir seluruh ruangan sel dan terkadang terpilin. 14. Pleurotaenium kayei KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Charophyta Class : Charophyceae Order : Zygnemetales Family : Desmidiaceae Genus : Pleurotaenium

Spesies : Pleurotaenium kayei HABITAT : Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel berbentuk silindris memanjang dan terdiri dari 2 semi sel. Sel memiliki panjang 350-515 m dan lebar 45-60 m. Kloroplas berbentuk pita dan terletak parietal dengan banyak pirenoid (Mizuno, 1969: 283). Bentuk lateral margin setiap semi sel bergelombang, sedangkan pada bagian apeks agak rata (subtruncate) dan dikelilingi oleh struktur sepeti duri kecil (spine) dalam jumlah yang banyak. 15. Euglena oxyuris KLASIFIKASI Kingdom : Protozoa Phylum : Euglenophyta Class : Euglenophyceae Order : Euglenales Family : Euglenaceae Genus : Euglena Spesies : Euglena oxyuris HABITAT : Perairan Tawar yang kaya bahan organik, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Euglena merupakan uniseluler-motil yang dapat berubah-ubah bentuknya, namun umumnya silindris panjang. Panjang sel mencapai 140-190 m dan lebar 19-45 m. Setiap sel memiliki 1 stigma, kloroplas dan 1 flagel untuk berpindah tempat. (Mizuno, 1969: 11). Pada bagian apikal berbentuk lebar dan membulat dengan celah yang terbuka di bagian tengahnya, sedangkan pada bagian posterior lebar kemudian meruncing panjang. 16. Centronella sp. KLASIFIKASI Kingdom : Chromista Phylum : Brachiopoda Class : Rhynchonellata Order : Terebratulida Family : Fragilariaceae Genus : Centronella Spesies : Centronella sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Centronella dapat ditemukan pada perairan tawar maupun laut. Sel memiliki panjang katup 40-120 m (Pantecost, 1984: 136). Frustule (katup yang setangkup) berbentuk persegi panjang yang sempit atau seperti tulang panjang. Umumnya dalam bentuk koloni yang terdiri dari 3 frustule. 17. Dinobryon sp.

KLASIFIKASI Kingdom : Chromista Phylum : Ochrophyta Class : Chrysophyceae Order : Chromulinales Family : Dinobryaceae Genus : Dinobryon Spesies : Dinobryon sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Sel berbentuk oval memanjang dan berada dalam lorika transparan, berbentuk seperti vas bunga atau kerucut. Panjang lorica 21,2m, sedangkan panjang sel 12,7 m (Mizuno, 1969: 7). Setiap sel memiliki 2 flagel yang tidak sama besar, 2 kloroplas besar, 1-2 vakuola kontraktil dan stigma (Werh & Sheath, 2008: 498). Koloni bercabangcabang seperti bunga terompet. 18. Peridinium sp. KLASIFIKASI Kingdom : Protozoa Phylum : Myzozoa Class : Dinophyceae Order : Peridinales Family : Peridineaceae Genus : Peridinium Spesies : Peridinium sp. HABITAT : Perairan Tawar dan Sebagaian besar hidup di Laut, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Peridinium merupakan uniseluler yang berenang aktif dalam gerakan memutar. Sel berbentuk bulat dengan ukuran 13-30 m serta memiliki flagel (Wehr & Sheath, 2008: 707). Pada permukaan sel terdapat lempengan selulosa yang umumnya berbentuk heksagonal dan membungkus sel. Pada sisi dorsal terdapat lekukan transversal dan juga lekukan longitudinal pada sisi ventral. 19. Ulothrix sp. KLASIFIKASI Kingdom : Plantae Phylum : Chlorophyta Class : Ulvophyceae Order : Ulothricales Family : Ulothricaeae Genus : Ulothrix Spesies : Ulothrix sp. HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Bentuk filamen panjang tak bercabang dengan lebar 11-45 m. Pada setiap sel terdapat

kloroplas yang berbentuk seperti ladam/lempengan yang terletak pada bagian tepi ruangan sel dan dilengkapi dengan 1-2 pireniod (Mizuno, 1969: 207). Pada bagain luar filamen terdapat struktur seperti rambut. 20. Centritractus belenophorus KLASIFIKASI Kingdom : Chromista Phylum : Ochrophyta Class : Xanthophyceae Order : Mischococcales Family : Centritractaceae Genus : Centritractus Spesies : Centritractus belenophorus HABITAT : Perairan Tawar, Situ Cikedal, Pandeglang Banten KARAKTERISTIK : Panjang sel 40-90 m dan panjang spine 15- 32 m. Sel memiliki 1 atau 2 lebih plastid pipih tanpa pirenoid dan memiliki banyak granul (Werh & Sheath, 2008: 458). Sel berbentuk silindris lurus panjang dan pada kedua ujungnya terdapat spine panjang. ZOOPLAKTON 1. Acanthocyclops robustus KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Cyclopoida Family : Cyclopidae Genus : Acanthocyclops Spesies : Acanthocyclops robustus HABITAT : Biasanya ditemukan pada ketinggian 0-516 meter (0 sampai 1.693 kaki). Dalam danau yang sangat produktif, A. robustus lebih berhasil di zona litoral dari zona pelagik . A. robustus lebih memilih lapisan lumpur dari zona litoral selama tahap-tahap istirahat . A. robustus mentolerir perairan payau dari muara. KARAKTERISTIK : Prosome lebih besar dari urosome, antena Pertama memiliki 17 atau lebih segmen, membran Hyaline tidak ada, Edge of antennules halus dan tanpa membran ekstra memanjang dari antennule, Tidak ada tonjolan pada rami, setae Lateral dimasukkan sampai akhir rami. 2. Bythotrephes cederstroemii KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Cercopagididae

Genus : Bythotrephes Spesies : Bythotrephes cederstroemi HABITAT : Bythotrephes adalah invasif di Amerika Utara dan asli utara Eropa dan Asia. Ini tak sengaja diperkenalkan ke dalam Danau Besar Amerika Serikat pada tahun 1982 dan telah menyebar ke danau yang lebih kecil di wilayah Great Lakes. KARAKTERISTIK : Tubuh dan kaki tidak tertutup kerang karapas ekor embel (ekor tulang belakang) sangat panjang dengan barbs dipasangkan beberapa Panjang tubuhnya berkisar 1,5-5 mm plus tulang belakang mm ekor tambahan 5-7 3. Ceriodaphnia dubia KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Daphniidae Genus : Ceriodaphnia Spesies : Ceriodaphnia dubia HABITAT : Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 747 meter (0 sampai 2.451 kaki). di daerah sirkumpolar . Ditemukan di perairan payau danau dan kolam batu kecil. KARAKTERISTIK : Tidak ada rostrum Kepala kecil dan tertekan Terdapat Serviks sinus Cakar Postabdominal dengan pecten pusat: dua morphotypes pecten telah ditemukan di C. dubia . Sebuah pecten baik morph yang terdiri dari 18-24 gigi sempit dengan sisi hampir paralel dan morph pecten jarang bergigi yang memiliki 7-14 gigi ovately meruncing dekat ditetapkan. Para pecten pada morph baik dapat dibedakan pada kekuatan magnifcation kurang dari 400x. 4. Cyclops scutifer KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Cyclopoida Family : Cyclopidae Genus : Cyclops Spesies : Cyclops scutifer HABITAT : Cyclops scutifer lebih suka dingin, danau air tawar dan sering terjadi pada kedalaman lebih dari 6 meter. Kepadatan maksimum terjadi pada musim semi dan awal musim panas ketika suplai oksigen yang cukup tersedia pada suhu sekitar 10 C. Populasi dipaksa ke dalam lapisan atas oksigen danau sebagai hypolimnion menjadi kehabisan oksigen . Jenis ini dapat mentolerir suhu sampai 15 C (2).

Cyclops scutifer adalah copepoda air tawar KARAKTERISTIK : Tubuh panjang sekitar 0,7-1,5 mm Pendek antena, memperluas tidak lebih dari setengah panjang tubuh Jauh lebih besar dari urosome Prosome 17 segmen atau lebih dalam 1 st antena Hyaline membran absen Ridge hadir pada punggung, sisi belakang rami 5. Daphnia magna KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Daphniidae Genus : Daphnia Spesies : Daphnia magna HABITAT : Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 747 meter (0 sampai 2.451 kaki). D. magna terjadi di daerah sirkumpolar. D. magna ditemukan di perairan payau danau dan kolam batu kecil. Ditemukan juga di selokan, kolam dangkal, dan waduk kecil eutrofik, semua rentan terhadap kekeringan . Batas atas kebohongan salinitas toleransi antara 4 dan 8 ppt. Pertumbuhan dan output reproduksi tertinggi ketika salinitas adalah 4 ppt; salinitas 8 ppt disebabkan penurunan yang signifikan dalam pertumbuhan dan reproduksi selain konsumsi oksigen berkurang dan lebih rendah ekskresi amonium . KARAKTERISTIK : Rostrum present Cervical sinus absent karapas meluas sebagai strip antara sisi perisai kepala Besar hingga 5 mm 6. Diacyclops thomasi KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Cyclopoida Family : Cyclopidae Genus : Diacyclops Spesies : Diacyclops thomasi HABITAT : D. thomasi didistribusikan secara luas di seluruh Amerika Utara dan merupakan copepoda yang paling umum dalam sampel zooplankton di Great Lakes . Contoh lokasi dilaporkan khusus meliputi Danau Michigan , Belews Lake, North Carolina , Oneida Lake, New York , Danau Ontario , dan Quimet dan Conneli Lakes, Montreal, Kanada . Sebuah Great Lakes (AS) studi ditentukan D. thomasi ditemukan setidaknya 0,3 m dari

75% bagian bawah waktu; ini menunjukkan sebagian besar individu adalah plankton bukan epibenthic (penduduk pada atau dekat bagian bawah). KARAKTERISTIK : Caudal rami panjangnya 6-7 kali. Tulang belakang lateral dimasukkan perkiraan jarak dari 55% dari pangkal ekor ramus ke puncak. 7. Epischura lacustris KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Calanoida Family : Temoridae Genus : Epischura Spesies : Epischura lacustris HABITAT : Biasanya ditemukan dalam air dengan kedalaman 0 sampai -112 meter (0 sampai -367 kaki). E. lacustris ditemukan di zona pelagik danau air dingin. KARAKTERISTIK : Perut betina membungkuk ke kanan Tiga ekor setae E. lacustris adalah omnivora, dan menampilkan perilaku berenang dan mencari makan waktu makan Konsumsi rotifera dan ganggang sangat penting bagi E. lacustris untuk mempertahankan reproduksi E. lacustris berhenti produksi telur oleh awal musim gugur. 8. Graptoleberis testudinaria KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Chydoridae Genus : Graptoleberis Spesies : Graptoleberis testudinaria HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut 3 meter (8 kaki). Graptoleberis testudinaria ditemukan berhubungan terutama dengan vegetasi daripada menjadi penghuni bawah. KARAKTERISTIK : Rostrum luas dan berbentuk setengah lingkaran Secara umum dengan dua gigi menonjol di sudut inferoposteal, spesimen dengan satu gigi telah diamati Postabdominal cakar dengan satu tulang basal menit karapas dan kepala dengan retikulasi mencolok

9. Heterocope septentrionalis KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Calanoida Family : Temoridae Genus : Heterocope Spesies : Heterocope septentrionalis HABITAT : ditemukan di zona pelagik danau air dingin Terdapat Terjadi musim semi melalui musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki). KARAKTERISTIK : ekor ramus dengan tiga setae ramus ekor dari kedua jenis kelamin dengan seta luar ramping yang sekitar sama panjang dengan ramus. 10. Ilyocryptus spp. KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Macrothricidae Genus : Ilyocryptus Spesies : Ilyocryptus spp. HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut 3 meter (8 kaki). Graptoleberis testudinaria ditemukan berhubungan terutama dengan vegetasi daripada menjadi penghuni bawah. Terjadi musim semi melalui musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki). KARAKTERISTIK : Antennules dua tersegmentasi Pada banyak spesies yang karapas lama tidak membuang selama molting, memberikan penampilan kerang bersarang besar dengan dentikel marjinal banyak dan setae lateral yang panjang Postabdomen Sering ditutupi dengan detritus 11. Keratella testudo KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Rotifera Class : Monogononta Order : Ploimida Family : Brachionidae

Genus : Keratella Spesies : Keratella testudo HABITAT : Hadir dalam danau dari musim semi sampai musim gugur. KARAKTERISTIK : Postero-lateral aspek pada permukaan dorsal lorica biasanya buka. Tidak ada pustula hadir pada permukaan lorica. Para punggungan horisontal anterior dari segi antero adalah tentang panjang yang sama dengan pegunungan lain dari segi memberikan bentuk jelas heksagonal. 12. Kurzia latissima KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Chydoridae Genus : Kurzia Spesies : Kurzia latissima HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut 8 meter (25 kaki). KARAKTERISTIK : Postabdominal cakar dengan satu tulang basal dan gigi sekunder di tengah Antennal setae rumus 1-1-3 / 0-0-3 Postabdomen dengan 10 sampai 12 dentikel marjinal Sedikit puncak di belakang saja, tidak ada di kepala. 13. Leptodora kindti KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Leptodoridae Genus : Leptodora Spesies : Leptodora kindtii HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut dari 34 meter (111 kaki) KARAKTERISTIK : Tubuh dan kaki tidak tertutup kerang karapas Enam pasang kaki agak rata, jelas tersegmentasi dan dpt memegang Tubuh panjang

14. Monostyla lunaris KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Rotifera Class : Monogononta Order : Ploimida Family : Lecanidae Genus : Monostyla Spesie : Monostyla lunaris HABITAT : Hadir dalam danau dari musim semi sampai musim gugur. Terjadi musim semi melalui musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada ketinggian 0 sampai 86 meter (0-282 kaki). KARAKTERISTIK : Panjang: plat ventral 118 m, jari kaki (dengan cakar) 66 m Lebar: lorica 86 m 15. Notholca caudate KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Rotifera Class : Monogononta Order : Ploimida Family : Brachionidae Genus : Notholca Spesies : Notholca caudata HABITAT : Notholca spp. adalah stenotherms dingin, hidup hanya dalam kisaran terbatas suhu dingin. Ini rotifera adalah plankton tetapi mungkin juga pesisir. Notholca spp. berkembang dalam kisaran pH 6 sampai 8. KARAKTERISTIK : Memiliki proses ekor Notholca caudata adalah spesies terbesar dan paling langka dari genus Notholca. 16. Onychodiaptomus sanguineus KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Calanoida Family : Diaptomidae Genus : Onychodiaptomus Spesies : Onychodiaptomus sanguineus HABITAT : Ditemukan di zona pelagik danau air dingin Terdapat Terjadi musim semi melalui musim gugur dengan kelimpahan puncak di musim panas. Biasanya ditemukan pada ketinggian 0

sampai 86 meter (0-282 kaki). KARAKTERISTIK : Panjang : ventral plate 118 m, jari kaki (dengan cakar) 66 m Setiap ramus ekor dengan lima setae Ketiga segmen dari ujung antena yang tepat dengan proses ramping yang melengkung dan biasanya menunjuk. Proses ini lebih pendek dari segmen kedua dari ujung antena yang sama Kedua proses dari exopod kelima kiri tidak digitiform atau tumpul, yang satu jelas falsiforme Kiri kelima endopod tidak sempurna juga bukan ditandai dengan striae melintang kelima kanan endopod lebih pendek dari bagian pertama yang exopod Terminal segmen kelima kanan exopod ramping dan memanjang kaki kelima Kiri tidak mencapai akhir dari segmen pertama dari kanan exopod Spesimen sekitar 1,4-2,1 mm. 17. Pleuroxus straminius KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Chydoridae Genus : Pleuroxus Spesies : Pleuroxus striatus HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut 8 meter (25 kaki). KARAKTERISTIK : Postabdominal cakar dengan dua duri basal sudut Superoposteal melampaui batas posterior dari katup Inferoposteal sudut titik yang tajam Dua marjinal dentikel distalmost biasanya bergabung di dasar panjang dengan kurva sedikit Postabdomen 18. Rhynchotalona falcate KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Branchiopoda Order : Diplostraca Family : Chydoridae Genus : Rhynchotalona Spesies : Rhynchotalona falcata HABITAT : Biasanya ditemukan di zona pasang surut di tepi air pada jarak rata-rata dari permukaan laut 21 meter (68 kaki). KARAKTERISTIK : Postabdominal cakar dengan satu tulang basal Postabdomen dengan dua sampai empat dentikel marjinal besar dan serangkaian panjang

dentikel lateral yang mimbar bengkok dan memanjang masa lalu antennules

19. Skistodiaptomus pygmeus KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Maxillopoda Order : Calanoida Family : Diaptomidae Genus : Skistodiaptomus Spesies : Skistodiaptomus pygmaeus HABITAT : Ditemukan di danau dan kolam negara bagian timur laut. KARAKTERISTIK : Setiap ramus ekor dengan lima setae segmen ketiga dari akhir pada antena kanan memiliki embel-embel tidak kelima kaki kiri lebih pendek dari kaki kelima yang tepat dan mencapai luar segmen pertama dari kanan exopod Endopod kaki kelima kanan lebih panjang dari exopod pertama dari kelima kaki kanan Terminal cakar kaki kelima hak untuk tidak miring panjang specimen sekitar 1mm 20. Trichocerca multicrinis KLASIFIKASI Kingdom : Animalia Phylum : Rotifera Class : Monogononta Order : Ploimida Family : Trichocercidae Genus : Trichocerca Spesies : Trichocerca multicrinis HABITAT : Sering dikaitkan dengan perairan eutrofik. KARAKTERISTIK : Tubuh bulat telur. Single anterior mucro. Panjang Tubuh = 180 - 200 m, jari kaki = 90 - 100 m. Trichocerca dapat menggunakan pedal kelenjar untuk memproduksi sekresi lendir untuk melampirkan substrat. Sekresi juga dapat menjadi mekanisme energik untuk tetap tersuspensi dalam kolom air.