Anda di halaman 1dari 2

inverting

Rangkaian diatas adalah aplikasi rangkaian op amp yang dirangkai dalam model penguat inverting. Disebut model penguat inverting karena bagian masukan positif dari op amp dihubungkan dengan ground. Dalam rangkaian ini, sebagian dari keluaran op amp dialirkan kembali ke bagian masukan negatif op amp yang terhubung dengan sumber sinyal ac. Jika diperhatikan selama simulasi, maka arus hanya akan mengalir dari sumber sinyal kemudian melewati sambungan umpan balik tanpa masuk ke bagian masukan op amp. Hal ini adalah wajar karena salah satu syarat op amp yang ideal adalah tidak ada arus yang mengalir di bagian masukan op amp. Selain itu, selama simulasi op amp akan berwarna abu-abu yang menandakan tidak ada tegangan yang bekerja di op amp terutama di bagian masukan karena syarat lain dari op amp ideal adalah V+ - V- = 0. Namun pada kenyataannya terdapat tegangan panjar yang bekerja pada op amp berupa tegangan dc. Op amp adalah komponen yang memiliki fungsi menguatkan tegangan. Pada simulasi, dengan masukan sebesar 5 V keluaran yang dihasilkan konstan pada nilai 4.99 V. Terjadi penurunan sekitar sebesar 0.01 V karena terdapat sistem umpan balik yang bekerja. Sistem ini akan mengecilkan nilai sinyal keluaran namun nilai yang dihasilkan tetap stabil atau konstan.

Non inverting

Rangkaian diatas masih termasuk dalam aplikasi rangkaian op amp dalam model penguat non inverting. Dalam penguat non inverting, bagian masukan positif op amp dihubungkan dengan sumber sinyal. Inilah yang membedakannya dengan rangkaian penguat inverting sebelumnya. Di model ini juga digunakan sistem umpan balik yang mana keluaran op amp dialirkan kembali ke bagian masukan negatif op amp. Jika diperhatikan, selama simulasi arus hanya terdapat di bagian keluaran tanpa sekalipun masuk ke sistem umpan balik. Ini terjadi karena mengacu pada syarat op amp ideal yang tidak terdapat arus di bagian masukan. Selain itu, pada simulasi kali ini terdapat tegangan masukan yang bekerja pada op amp. Ini ditandai dengan berwarnanya kedua bagian masukan op amp secara bersamaan. Secara bersamaan agar V+ - V- = 0 sebagai syarat op amp ideal. Dengan masukan sebesar 5 V akan dihasilkan keluaran sebesar 6.06 V yang stabil tanpa adanya pelemahan.

Push-pull

Rangkaian diatas merupakan rangkaian penguat push pull kelas B. Rangkaian ini menggunakan dua buah transistor. Di sebelah atas berfungsi sebagai push sinyal dan sebelah bawah berfungsi sebagai pull sinyal. Dalam kerjanya transistor ini akan bekerja secara bergantian. Transistor push akan menguatkan setengah siklus sinyal positif sementara transistor pull akan menguatkan setengah siklus sinyal negatif. Pada akhirnya sinyal keluaran akan dikeluarkan melalui pertemuan antara emitor transistor push dan kolektor transistor pull. Sehingga keluaran yang dihasilkan masih sama dengan sinyal masukan. Dioda pada rangkaian diatas berfungsi untuk membatasi temperatur pada transistor supaya tidak terjadi kerusakan pada transistor selama ia bekerja akibat daya yang berlebih. Berdasarkan simulasi, maka didapatkan penguatan sinyal yang stabil meskipun terjadi pelemahan.