Anda di halaman 1dari 26

2

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Pesan Direksi

Indahnya Berbagi
AlhAmdulillAh, Remaining Life Assessment (RLA) - Power Plant Working Group telah terbentuk dan dideklarasikan di Jakarta, 2 Juli 2012, oleh para pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan di tanah air. PJB patut berbangga karena telah mempelopori terbentuknya working group yang bertujuan sangat mulia tersebut, yaitu untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik dan ketahanan listrik nasional dalam menghadapi era perdagangan bebas. Melalui working group ini diharapkan terjadi sharing knowledge dan pengalaman tentang assessment power plant, serta membuka komunikasi dan kerjasama assessment power plant unit pembangkit PLN, anak perusahaan dan Independent Power Producer (IPP). Dengan demikian tercipta sinergi dalam mengeksplor kemampuan dan sumber daya yang dimiliki pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kapasitas dalam negeri di sektor industri pembangkit listrik. RLA-Power Plant memegang peranan penting dalam bisnis pembangkitan, karena akan berujung pada peningkatan Equivalent Availability Factor (EAF), penurunan Eqivalent Forced Outage Rate (EFOR) dan extension life peralatan pembangkit. Sudah lama PJB melaksanakan RLA-Power Plant dan bertekad menjadi perusahaan penyedia jasa RLA dengan standar kelas dunia. Ilmu dan pengalaman yang kita miliki akan sangat indah dan menyenangkan apabila kita bagikan kepada orang lain, demi kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara. Sama halnya dengan Tata Kelola Pembangkitan yang telah kita sebarluaskan kepada para pengelola pembangkit, RLA-Power Plant yang kita miliki juga akan kita sebarluaskan kepada mereka yang membutuhkan. Sebaliknya, kita sangat berharap mendapatkan masukan untuk melakukan continuous improvement. Semoga di bulan Suci Ramadhan yang penuh barokah ini apa yang kita lakukan diridloi Allah SWT dan menjadikan perusahaan yang kita cintai ini penuh dengan berkah. Amin.

Susanto Purnomo, Direktur Utama

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Daftar Isi

Laporan Utama

Teknik Assessment Kondisi Generator dan Transformator

11

PJB Bertekad wujudkan Produksi Bersih

24

PJB mendapat Pasokan Gas 130 mmSCFd dari Blok Kangean

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menandatangani deklarasi pembentukan RLA-Power Plant Working Group.

Pengukuran kehandalan generator dan transformator dalam operasional pembangkitan, menjadi salah satu fokus penting karena memiliki kontribusi sangat besar pada keseluruhan tingkat kehandalan pembangkit listrik.

Guna mewujudkan tekad produksi bersih sebagai strategi pengelolaan lingkungan, PJB telah me-launching Program Produksi Bersih dipusatkan di Unit Pembangkitan (UP) Cirata, Rabu, 11 Juli 2012

Peresmian penyaluran gas perdana dari Blok Kangean ke PT PJB Unit Pembangkitan Gresik dilakukan oleh Kepala BP Migas R Priyono Jumat 22 Juni 2012, di PT PJB UP Gresik, disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM.

Susunan Redaksi
Penasehat : Direksi PT PJB Pemimpin Redaksi : Sekretaris Perusahaan Wakil Pemimpin Redaksi : Senior Manajer Bidang Humas & CSR Dewan Redaksi : Pudjo Sulistio (Koordinator) I Nyoman Ngurah Widiyatna Adi Firmanto Dicky Maryono Sugiyanto Dedi Budi Utomo Sekretaris Redaksi : Siti Maesaroh Sitta Dhamayanti Sekretariat Redaksi : Bidang Humas & CSR Dokumentasi : Totot Sutrisno INFO PJB Online : Cahyadi Yerosaka Sirkulasi dan Distribusi : M. Chusyoyin Alamat Redaksi : Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya Telp. (031) 8283180 (hunting) Psw. 133 Facsimile : (031) 8298132 Email : info@ptpjb.com Konsultan Media & Pelaksana Cetak : PT. Giga Energi Prima

08 14 16 17 18 28

Remaining life Assessment Turbin uap


Sebagai salah satu peralatan utama pada mesin pembangkit, kerusakan pada rotor turbin akan menyebabkan penurunan efisensi turbin. Untuk itu diperlukan Pemeliharaan Preventive dan Predictive Maintenance melalui proses RLA.

31 32 33 35 36 38 40

6 unit PJB Raih Zero Accident


Salah satu tolok ukur keberhasilan penerapan K3 di PJB adalah diperolehnya penghargaan Zero Accident tahun 2011 oleh 6 Unit PJB .

Apresiasi Guru dan PJB Peduli Prestasi


Apresiasi Guru Dinas Pendidikan Surabaya dan PJB Peduli Prestasi Tahun 2012 yang diselenggarakan melalui kerjasama dengtan Pemkot Surabaya pada 23 Juni 2012, dihadiri oleh Menteri Pendidikan RI, Muhammad Nuh serta sekitar 6.000 guru se-Surabaya.

Optimalisasi Penyerapan Gas di uP Gresik, manfaatkan Trafo eks muara Karang


Karena kesiapan jaringan 150 kV tidak memadai, maka kapasitas pembangkit di UP Gresik tidak bisa dibangkitkan secara maksimal. Solusinya, PJB pro-aktif memodifikasi main trafo Muara Karang eks Demolish ke jaringan 150 kV.

Bersih-Bersih waduk Cirata


Sapu bersih Waduk Cirata selama lima jam, berhasil mengangkat 37 truk enceng gondok, plastik, sterefoam dan berbagai sampah lainnya.

Sertifikat PAS 55, Berharap menjadi Kado Terindah huT ke-17 PJB
Sertifikasi Asset Management Pas 55 memasuki babak akhir, begitu sembilan non conformity minor ini kita selesaikan, sertifikat langsung bisa diterbitkan dan bakal menjadi kado terindah HUT ke-17 PJB mendatang.

PJB CSR Award


Penilaian dan evaluasi kegiatan CSR di unit-unit PJB dimaksudkan untuk memberikan apresiasi penghargaan dalam bentuk CSR AWARD dan untuk memperoleh masukan bagi perbaikan.

BAhwA untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik dan ketahanan listrk nasional dalam menghadapi era perdagangan bebas, maka perlu dibentuk Remaining Life Assessment (RLA) - Power Plant Wo r k i ng Gr o up ya ng mengacu pada standar internasio nal. Dengan memohon Ridho Allah SWT dan diiringi niat yang luhur demi kemajuan Bangsa dan negara kami yang bertandatangan di bawah ini mendeklarasikan pembentukan RLA - Power Plant Working Group.

PlTu Paiton Baru lewati Performance Test


PLTU Paiton Baru telah beroperasi secara komersial , setelah berhasil melewati serangkaian performance test dengan baik yang berlangsung selama lima hari pada Mei 2012.

PJB Terangi Penduduk Tengah hutan


Dusun Beringin, Desa Talun, yang berada di kawasan hutan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kini dapat menikmati aliran listrik berkat terselesaikannya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) oleh tim CSR Unit Pembangkitan Brantas .

RLA-Power Plant Working Group

upaya Peningkatan Ketersediaan dan Ketahanan Energi listrik


eklarasi RLA - Power Plant Working Group ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2012, di sela-sela Seminar dan Exhibition Power Plant RLA yang digelar Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat (UPHB) PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB). Mereka yang bertandatangan antara lain: Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan, Agoes Triboesono, Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan, dan

Tiga Karya inovasi PJB lolos ke Tingkat Nasional


Dalam Lomba Karya Inovasi Tingkat Regional di Pontianak, Juli 2012, dari tujuh karya inovasi yang diikutkan PJB, tiga diantaranya berhasil meraih sebagai juara 2 dan 3, sehingga berhak mengikuti lomba karya inovasi tingkat nasional yang akan digelar Oktober 2012 mendatang.

mAKENuOuS, mencapai keunggulan melalui continuous improvement


MakeNuous (baca: Maknyus), istilah popular di UP Gresik yang kini dibukukan oleh Iwan Agung (GM UP Gresik) dan Hariyadi (Sekretaris GIM), sebagai upaya berbagi pengalaman riil dari program pembudayaan Continuous Improvement.

manajemen Overhaul berbasis 5S


Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur (UPHT) bertekad melaksanakan dan mengembangkan program Manajemen 5S secara kontinyu dan konsisten, caranya, mengintegrasikankan antara Manajemen pemeliharaan dan proyek dengan manajemen 5S.

Redaksi menerima tulisan berupa berita, artikel maupun opini. Tulisan diketik dalam satu spasi font 12 sepanjang 2 halaman kuarto. Redaksi berhak melakukan editing dengan tidak mengurangi arti. Naskah dikirim ke redaksi (Humas PT PJB) atau melalui email : info@ptpjb.com atau fax (031) 8298132.

manusia Sebagai investasi, Bukan Resources


Komisaris Adaro Energy, Ir. Palgunadi Tatit Setyawan Dipl. Ing:Betapa pentingnya faktor manusia, karena manusia bukanlah recources yang bisa habis dipakai, melainkan investasi yang semakin lama semakin mahal.

Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, Direksi PJB, Direksi Indonesia Power, dan sejumlah undangan yang hadir. Secara garis besar Seminar dan Exhibition Power Plant RLA terbagi menjadi 3 acara utama, yaitu; Deklarasi Working Group RLA, Seminar dan Pameran. Seminar terbagi dalam lima sesi dengan pembicara antara lain: w Henry Pariaman dan Tim UPHB : Implementasi RLA di PJB w Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur ((B2TKS)BPPT, Dr. Ir. Tri Wibowo, MSc : Life Assessment Boiler w Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Prof.Dr.Ir Bambang Teguh, DEA, APU : Life Assessment Generator & Trafo w Kepala Ketua Asosiasi Uji Tak Rusak Indonesia (AUTRI), Soeripto Soedarminto : NDT in Power Plant Sedangkan pameran terdiri dari tujuh stan, masing-masing memamerkan peralatan yang digunakan untuk melakukan life assessment.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 7

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Laporan Utama utama yang dipamerkan adalah: CB Analyzer, Protection Relay Test, Dummy Load Battery, Power Harmonic Analyzer, Insulation Tester, Gauss Meter, dan Digital Micro Ohm Meter. m Stan PT PJBS. Diikutsertakannya PJBS dalam acara ini karena untuk berbisnis keluar dengan pihak ke-3 dan yang menghitung biaya jasa RLA akan diserahkan kepada PJBS. Seminar dan Exhibition Power Plant RLA digelar sebagai ajang sharing knowledge dan pengalaman tentang assessment power plant dan membuka Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Agoes Triboesono (baju batik), Dirut PLN, Nur Pamudji, Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan, Dirut PJB, komunikasi dan kerjasama assessment power plant kepada unit pembangkit Susanto Purnomo dan Dirprod PJB, Muljo Adji, mengikuti Seminar RLA Power Plant. PLN, anak perusahaan dan Independent Power Producer (IPP). Selain itu juga untuk meningkatkan ketahanan listrik nasional Tujuh stan tersebut antara lain: dengan implementasi assessment power plant pada semua unit pembangkit di m Stan Boiler & HRSG. Peralatan Indonesia, dan mewujudkan kemandirian teknologi assessment di lingkungan PLN. utama yang dipamerkan adalah: Sementara RLA-Power Plant Working Group dibentuk dengan tujuan untuk Ultrasonic Phased Array, Ultrasonic menggalang dan mensinergikan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki Thickness Gauge, Corrosion Gage, pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kapasitas dalam negeri di Onsite Metallography, Metallurgical sektor industri pembangkit listrik. Sebagai tahap awal, keahlian yang Microscope, Long Range Ultrasonic, dikembangkan yaitu bidang keahlian RLA. Ruang lingkup kegiatan mencakup Chemical Composition Testing, penelitian & pengembangan, sertifikasi, penyelenggaraan kegiatan ilmiah dan Portable Hardness Testing, dan publikasi ilmiah. RLA-Power Plant Working Group juga merupakan langkah awal Videoscope. pembentukan Asosiasi RLA Pembangkit. m Stan Turbin. Peralatan utama yang Menurut General Manager UPHB, Bambang Anggono, RLA Power Plant sangat dipamerkan adalah: Ultrasonic penting karena akan berujung pada peningkatan EAF, penurunan EFOR dan Phased Array, Eddy Current extension life peralatan pembangkit. Di Indonesia, RLA belum mempunyai wadah Testing, Portable Hardness Tester, untuk komunikasi stakeholder, riset, pengembangan aplikasi, kerjasama nasional dan Corrosion Gage, Insitu internasional serta penyusunan standart life assessment pembangkit. RLA-Power Metallography, dan Chemical Plant Working Group diharapkan mampu mewadahi hal itu. Dengan implemetasi Composition Testing. RLA-Power Plant pada semua unit pembangkit di Indonesia, diharapkan bisa m Stan Generator & Transformator. meningkatkan ketahanan listrik nasional serta mewujudkan kemandirian teknologi Peralatan utama yang dipamerkan assessment di lingkungan PLN. Keterlibatan pemilik pembangkit, manufacturer, adalah: Insulation Analyzer, Partial akademisi, peneliti, penyedia teknologi alat assessment dan stakeholder lain menjadi Discharge Analyzer, Generator kunci penting dalam perkembangan teknologi RLA, kata Bambang. Rotor Shorted Turn Analyzer, RLA merupakan usaha untuk mengukur, memprediksi umur sisa suatu Insulation Resistence Tester, Surge peralatan, contoh boiler di suatu unit pembangit listrik. Dengan mengetahui umur Comparison Tester, Wedge Tightness Detector, Electromagnetic sisa suatu peralatan atau bagiannya, maka teknisi dapat merencanakan Core Imperferction Detector, Corona Probe, Dielectric Response Analyzer, Sweep Frequency Response Analyzer, Dielectric Breakdown Voltage of Insulating Oil, Universal Testing Device for Electric Diagnostics, Dissolve Gas Analyzer, dan Transfomer Test Set. m Stan Reverse Engineering. Peralatan utama yang dipamerkan adalah: 3D dan Mobile Spectro. m Stan Pendukung Mekanik. Peralatan utama yang dipamerkan adalah: Induction Bolt Heater, Hydraulic Unit Bolt, Complete Ser Hydraulic Torque, Multichanner Vibration Analysis & Monitoring, Multifunction Ultrasonic, Laser Alignment, Electric Hydraulic Pump, Lapping & Grinding Machine, Portable Dry Ice-Blasting, Coating Thickness, dan Oil Purifier. Suasana Seminar RLA Power Plant di UP Muara Karang. m Stan Pendukung Listrik. Peralatan
8 Info PJB
n

Laporan Utama penggantian atau perbaikan. Memang biasanya vendor sudah menghitung usia mesin/peralatan yang mereka buat. Namun untuk mencapai umur design diperlukan pola operasi dan metode pemeliharaan yang baik. Karena pola operasi dan metode pemeliharaan menentukan umur design dapat tercapai atau tidak. Ada ketidakpastian bila menentukan usia pakai dan rusak tidaknya suatu komponen equipment bila hanya berdasarkan waktu operasi. Diperlukan metode yang berdasarkan kondisi (condition base) komponen equipment untuk menentukan usia sisa dan rusak tidaknya komponen tersebut. Metode yang berdasarkan kondisi (condition base) disebut RLA. Saat ini rata-rata umur pembangkitan di Jawa Bali adalah 22,47 tahun untuk pembangkit thermal dan 47,79 tahun untuk pembangkit hydro. Untuk itu diperlukan metode khusus dalam pengoperasian dan pemeliharaan agar kerugian perusahaan dapat diminimalkan. RLA diaplikasikan untuk memprediksi atau mendeteksi kondisi yang berhubungan dengan keandalan suatu material atau peralatan yang tujuannya antara lain : v Membantu para pengambil kebijakan/keputusan pada industri pembangkit listrik (Power Plant), untuk memprediksi sisa umur yang masih bisa dioperasikan hingga saat ini. v Menjaga sedini mungkin terjadinya kerusakan yang lebih fatal. v Mengantisipasi kerusakan berikutnya apabila telah terjadi kerusakan yang lebih awal.

Pejabat Ditjen Ketenagalistrikan, PLN, PJB dan Indonesia Power usai menandatangani deklarasi pembentukan RLA-Power Plant Working Group.

Memprediksi waktu kerusakan sehingga berdasarkan informasi tersebut dapat dibuat jadwal inspeksi, perbaikan dan penggantian komponen yang lebih efektif. PJB mempunyai keahlian dan teknologi RLA, meliputi : l Boiler assessment l Turbin assessment l Generator assessment l Trafo assessment. PJB juga mempunyai pengalaman dalam assessment pembangkit, baik di lingkungan sendiri maupun di luar area kerja PJB, diantaranya : p Assessment Generator PLTG Muara Tawar (tahun 2010) p Assessment HRSG 1.1 Muara Karang (2011) p Assessment Boiler PLTU 5 Muara Karang (2011) p Assessment Generator dan Trafo PLTGU Gresik (2011) p Assessment Generator dan Trafo PLTA Brantas (2011) p Assessment Boiler PLTU #2 Paiton (2012) p Assessment Generator dan Trafo PLTA Way Besai Lampung (2011) p Assessment Gas Turbin PLTG Gilimanuk (2012) p Assessment Generator dan Trafo PLTG Duri (2012). PJB telah menyusun Roadmap RLA Power Plant, yaitu: n Tahun 2012 : Konsolidasi internal PJB, PLN Group dan eksternal (designer, manufacturer, cendekia, IPP dan lain-lain) dalam pengembangan aplikasi RLA n Tahun 2013 : PJB menjadi pusat pengujian peralatan atau material pembangkit dan kontributor utama RLA pada pembangkit di seluruh PLN. n Tahun 2014 : PJB menjadi pusat pengujian material pembangkit dan kontributor utama RLA tidak hanya di pembangkit PLN tetapi juga seluruh IPP di Indonesia. n Tahun 2015 : PJB menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi dan Training Center yang akan mengeluarkan sertifikat kompetensi bidang RLA pembangkit dengan Standar internasional. Melalui asosiasi RLA Power Plant. n Tahun 2016 : PJB menjadi penyedia jasa RLA dengan standar kelas dunia. Dalam kesempatan itu Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, mengungkapkan bahwa sebenarnya PLN telah melakukan life assessment sejak lama mulai dari sisi pembangkitan, penyaluran, dan distribusi. Pemeliharaan yang dilakukan PLN akan ganti metode, dari pemeliharaan yang fix waktunya kepada pemeliharaan yang berbasis kondisi. Pemeliharaan dilakukan tergantung pada kondisi peralatan, tidak lagi bergantung pada jam operasi atau waktu. Dan ini memerlukan kompetensi atau kemampuan mumpuni untuk menilai kondisi peralatan itu, kata Nur Pamudji. Dalam membangun RLA, Nur mengajak, agar dilakukan dengan kemampuan dalam negeri karena PLN telah bertekad mulai tahun ini, PLN harus meningkatkan kemandirian bangsa dan negara dengan menggunakan produk-produk dalam negeri baik boiler, turbin, generator, trafo, maupun peralatan komponen lainnya. Untuk produk-produk besar seperti pembangkit, lanjutnya, PLN tidak akan lagi mengimpor boiler-boiler, turbin maupun generator. Saat ini sudah ada pabrik boiler di Surabaya, juga Cilegon sudah bisa membuat turbin. Turbo Generator sudah bisa dibuat di Bandung oleh Siemens Industrial Power yang bekerja sama dengan Nusantara Turbin dan Pembangkit. Mulai saat ini, PLN akan menggunakan semaksimal mungkin produk-produk dalam negeri.(*)
v

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Laporan Utama

Laporan Utama dari Assessment pada prinsipnya diawali dari pengumpulan historical data mesin-mesin listrik berupa data operasi dan data pemeliharaan sebagai dasar evaluasi dan analisis, selanjutnya membuat perencanaan urutan pekerjaan berupa online assessment (before dan after), serta offline assessment. Assessment ini dapat melakukan pemeriksaan secara visual atau melakukan pengukuran pada komponen mesin listrik. Dengan melakukan data analisis operasi dan pemeliharaan dan juga memperhatikan hasil pengukuran serta pengujian maka dapat dilakukan evaluasi dan analisis hasil assessment berupa kondisi mesin listrik serta rekomendasinya. Hasil rekomendasi dari tahapan assessment dapat berupa good, fair, deterioration, bad bahkan damage. Hasil assessment yang diharapkan adalah menunjukkan kondisi baik dimana selanjutnya mesin dapat bekerja dengan sempurna sesuai dengan unjuk kerjanya. Apabila hasilnya fair penanganannya dapat dilanjutan dengan melakukan monitoring, sedangkan apabila hasil assessment terjadi deterioration maka perlu monitoring yang lebih intensif melalui monitoring online serta periodik, dan tentunya diperlukan penjadwalan yang baik. Apabila hasil assessment terlihat bad, maka penangannya adalah sebaiknya melakukan shutdown dan mesin perlu diperbaiki (repair). Apabila hasilnya damage, maka harus di-replace, Pada pelaksanaan Assessment mesin listrik terdapat assessment kondisi peralatan, yaitu membuat analisis dan rekomendasi berdasarkan penilaian total kondisi mesin listrik dengan memberikan bobot kepada setiap komponen yang penting berdasarkan hasil penilaian, pengujian dan evaluasi masing-masing komponen tersebut. Menentukan bobot pada setiap komponen merupakan langkah yang paling penting mengingat hasil keseluruhan berdasarkan bobot tersebut, sehingga dalam menentukan bobot tersebut diperlukan suatu analisis tersendiri dan expert judgement. Assessment Kondisi Generator Untuk Generator terdapat 3 step dalam melaksanakan assessment kondisi, yaitu : s Komponen apa saja yang termasuk dalam assessment kondisi generator yang mana lebih penting dibandingkan dengan lainnya. s Parameter apa saja yang di investigasi untuk dilakukan kuantifikasi atau penilaian bobot juga menentukan mana yang lebih penting komponen satu dengan lainnya. s Selanjutnya memberikan nilai atau rating criteria dengan angka pada komponen dan keseluruhannya, Adapun parameter utama yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan assessment kondisi generator adalah : kondisi visual, umur, level dan teknologi yang terpasang, batasan operasi, pengujian listrik stator, pengujian listrik rotor, pengujian inti stator dan kebutuhan pemeliharan. Kondisi parameter-parameter tersebut diberi skor berdasarkan pengujian dan pengukuran, data histori O&M, gambar awal disain, laporan-laporan hasil perbaikan atau rehabilitasi. Bobot ditentukan melalui konsensus para ahli di bidang generator, baik engineer maupun ahli O&M pada power plant. Penentuan rating criteria dapat juga ditentukan oleh para ahli dan juga dibantu oleh pekerja lapangan pada generator. Assessment Kondisi Transformator Pada prinsipnya melaksanakan assessment kondisi pada transformator hampir sama dengan assessment kondisi Generator, yang membedakan adalah parameter dari masing-masing mesin listrik tersebut. Untuk melakukan assessment pada transformator adalah harus didapat bobotnya dan rating criteria-nya dari masing-masing parameter. Adapun parameter yang digunakan adalah : kondisi visual, umur, level teknologi terpasang, batasan operasi, analisis dissolve gas in oil (dga), pengujian kelistrikan transformator, pengujian kualitas minyak isolasi, dan kebutuhan pemeliharaan.(*) *) Disarikan dari makalah Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa MK, Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia yang dipresentasikan pada Seminar Power Plant RLA di UP Muara Karang, 2 Juli 2012.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 11

Teknik Assessment Kondisi Generator dan Transformator


ada sebuah pembangkit listrik, generator merupakan salah satu peralatan yang sangat kritikal dalam sistem pembangkitan energi listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi primer menjadi energi listrik (sekunder). Sedangkan transformator berguna untuk mengkonversi tegangan generator ke tegangan transmisi atau distribusi. Dalam operasional pembangkitan, kehandalan generator dan transformator menjadi salah satu fokus penting karena memiliki kontribusi yang sangat besar pada keseluruhan tingkat kehandalan pembangkit listrik tersebut. Pengukuran Partial Discharge (PD) secara on-line sangat membantu dalam memonitor dan mengevaluasi secara akurat kualitas isolasi mesin dalam kondisi operasi yang sesungguhnya. Pada generator/motor dengan umur operasi yang relatif baru, adanya aktivitas PD dalam level yang rendah merupakan fenomena yang wajar dan tidak dapat dihindari akibat dari proses fabrikasi dan desain yang tidak sempurna. Berdasarkan data statistik dari IEEE (Institute of Electrical and Electronic Engineer) dan EPRI (Electric Power Research Institute), sekitar 30 persen kegagalan pada mesin berputar (motor/generator) diakibatkan dari permasalahan yang terkait dengan kegagalan listrik. Berdasarkan data tingkat kegagalan komponen, isolasi memiliki tingkat kegagalan yang relatif besar bila dibandingkan dengan komponen lain. Oleh karenanya, isolasi belitan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam kegiatan perawatan baik yang bersifat berkala (Preventive Maintenance) maupun yang bersifat prediksi dini (Predictive Maintenance). Pada aplikasi di industri dan pembangkit, umur rata-rata mesin berputar adalah sekitar 20 30 tahun sebelum mesin tersebut memerlukan perbaikan atau penggantian pada belitan. Proses penuaan pada isolasi belitan secara alamiah terjadi akibat deteriorisasi isolasi seiring dengan umur pengoperasian.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju deteriorasi pada isolasi, yang salah satunya adalah stres berlebih. Stres yang berlebih pada isolasi dapat diakibatkan oleh panas (Thermal), listrik (Electrical), kondisi sekitar (Ambient), dan mekanikal (Mechanical) atau di singkat TEAM. Terbentuknya PD atau peluahan sebagian pada sistem isolasi merupakan indikasi atau gejala yang timbulkan oleh adanya stres-stres tersebut. Selama hampir lebih dari 40 tahun, beberapa pabrik pembuat generator/motor dan sebagian dari pembangkit listrik yang melakukan pengukuran PD memberikan sebuah hipotesa bahwasanya secara praktis pengukuran aktifitas PD secara periodik dapat mendeteksi permasalahan pada isolasi belitan beberapa tahun sebelum terjadinya kegagalan. Dalam konsep perawatan terprediksi, hasil pengukuran aktifitas PD dapat diolah sedemikian sehingga dapat digunakan untuk memprediksi waktu perawatan yang tepat sehingga cost effective. Kegiatan perawatan yang dapat dilakukan seperti membersihkan dan memperbaiki isolasi belitan, merubah operasi mesin, atau mengganti belitan sehingga dapat memperpanjang umur pakai dan dapat mencegah kegagalan mesin yang tidak terduga. Tes, Pengukuran, Evaluasi dan Assessment Ada perbedaan yang signifikan antara tes, pengukuran, evaluasi dan assessment. Tes biasanya diartikan sebagai alat atau instrumen dari pengukuran yang digunakan untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang spesifik dari peralatan atau individu atau kelompok. Pengukuran merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui informasi atau data secara kuantitatif. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baik-buruknya, tidak menentukan siapa yang lulus dan tidak lulus. Dengan kata lain, pengukuran adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan

Iwa Garniwa MK

menggunakan alat ukur yang baku. Sementara yang dimaksud evaluasi adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis dan terencana dalam rangka untuk membuat alternatif-alternatif keputusan atas dasar pengukuran dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya atau suatu proses untuk memberikan atau menentukan nilai kepada obyek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Sedangkan Assessment adalah alih-bahasa dari istilah penilaian. Penilaian digunakan dalam konteks yang lebih sempit daripada evaluasi dan biasanya dilaksanakan secara internal. Penilaian atau assessment adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek, seperti baik-buruk, efektiftidak efektif, berhasil-tidak berhasil, dan semacamnya sesuai dengan kriteria atau tolak ukur yang telah ditetapkan sebelumnya. Assessment bertujuan untuk menyediakan informasi yang selanjutkan digunakan untuk keperluan informasi. Assessment Pada mesin listrik Mesin listrik terdiri dari mesin berputar seperti motor dan generator serta transformator sebagai mesin konversi tegangan dan arus. Pada prinsipnya struktur mesin-mesin tersebut sama baik generator maupun motor dan Transformator, yang membedakan adalah generator dan motor bekerja dengan adanya putaran sehingga mesin bekerja dinamis, sedangkan transformator bekerja statis. Adapun tahapan

General Manager UPHB, Bambang Anggono, Komisaris PJB Rachmat Harijanto dan undangan lainnya serius mengikuti seminar RLA Power Plant.
10 Info PJB
n

edisi 77, Juli 2012

Laporan Utama

Laporan Utama 2. ANAliSA STRuKTuR miKRO mATERiAl Data struktur mikro yang diambil dengan metode Replica (cetak tempel) atau langsung memakai Mikroskop Metalurgy pada daerah-daerah kritis (mengalami beban stress dan thermal) dianalisa dan dibandingkan dengan standar penelitian laboratorium. Dalam praktek standar yang sering digunakan adalah klasifikasi Stadium Kerusakan Material yang dikeluarkan oleh Laboratorium ERA Technology. 3. ANAliSA PERuBAhAN KEKERASAN (hARdNESS) mATERiAl Cara lain yang lebih akurat untuk memprediksi sisa umur material adalah melalui Uji Creep untuk mendapatkan angka Larson-Miller Parameter (LMP). Uji dilakukan dengan memberi beban (tegangan) pada specimen pada suhu tertentu (T) kemudian dicatat waktu yang diperlukan (t) sampai specimen tersebut putus. Angka LMP vs tegangan uji (s) ini kemudian diplot dalam grafik untuk kemudian dilakukan interpolasi dan ekstrapolasi (perhatikan gambar 1). Dengan diketahui tegangan nominal serta temperatur yang bekerja pada komponen peralatan tersebut maka dapat diprediksi umur komponen (t, jam) melalui angka LMP dimana : lmP = T(20+log t)/1.000 dan T= temperatur operasi (dalam derajat Kelvin) Dalam praktek, umumnya Uji Creep tidak bisa dilakukan karena komponen harus dirusak, disamping itu tegangan yang bekerja pada komponen turbin tidak mudah diukur. Untuk itu perlu diukur parameter lain dari material yang dipengaruhi oleh tegangan dan temperatur. Parameter ini adalah kekerasan (hardness). Tegangan dan temperatur yang bekerja pada material pada waktu yang lama menyebabkan material menjadi lunak dan berakhir dengan kerusakan. Dari perubahan kekerasan ini dapat diperkirakan tegangan yang bekerja pada komponen turbin. Formula empiris dikembangkan oleh peneliti Jepang Goto Toru Foto Mikro, lokasi Disk, Curtis 1 Row, Front atau dihitung dengan analisa perpindahan panas (heat transfer analisys). data Strukutur mikro (diambil pada daerah kritis)

Remaining Life Assessment Turbin Uap


Turbin merupakan salah satu peralatan utama pada mesin pembangkit yang merupakan penggerak, mengubah energi mekanis dalam bentuk torsi menjadi energi listrik. Kerusakan pada rotor turbin paling banyak dialami karena rotor turbin bekerja berputar, pada lingkungan bertemperatur dan tekanan tinggi dalam waktu lama. Selain itu secara desain, body rotor mengalami beban tegangan yang tidak merata antar bagian-bagiannya

Bambang Tedjo Narsoyo Manager Pemeliharaan UbjoM Rembang

erusakan pada rotor akan menyebabkan forced outage ataupun penurunan efisensi turbine. Untuk itu diperlukan Pemeliharaan Preventive dan Predictive Maintenance (PdM) pada turbin. Remaining Life Assesment (RLA) merupakan bagian dari kegiatan PdM yang bertujuan untuk: p Mengetahui kondisi turbin : perubahan kekerasan dan struktur mikro material, perubahan fisik karena erosi, korosi, atau keausan karena gesekan antar bagian. p Mengetahui prediksi umur sisa turbin dari prediksi umur sisa komponen yang paling kritis. p Membantu dalam menyusun rencana pemeliharaan yang tepat sebelum mengalami kegagalan selama operasi

Penetrant Test

Pengambilan Photo Micro

Struktur Ferrite bainite masih jelas terlihat (Ferrite bagian yang lebih terang dari bainite). Mulai Nampak spheroidisasi dan endapan carbide pada batas butir. Perkiraan kerusakan Stadium 2 (20%) sisa umur 80%

Spheroidisasi dan precipitasi karbid

Pelaksanaan RLA Turbin di PLTU 1 Gresik pada bulan januari 2012, pengambilan data kekerasan material .

Analisa Finite Element Methode untuk mengetahui konsentrasi tegangan pada rotor turbin.

lmP = T(20+log t)/1.000

Foto Mikro, Disk, Curtis 2 Row, Rear

Gambar 1 : Ekstrapolasi data Uji Creep untuk Material X20 Cr Mo V12-1

metode Pengujian Karena komponen turbin umumnya mahal maka pengambilan data umumnya dilakukan dengan metode uji tidak merusak (Non Destructive Test/NDT) yang meliputi: hardness test, photo micro, penetrant . test dan Pengujian lain diperlukan untuk mengetahui kondisi komponen terkait korosi dan erosi diantaranya uji komposisi kimia kerak, uji kualitas air.
12 Info PJB
n

metode Analisa Metode Analisa yang sering dipakai dalam kebanyak literatur dan best practice adalah : 1. FiNiTE ElEmENT mEThOd (FEm) Analisa FEM diperlukan di awal untuk menentukan titik pengambilan data yang tepat. Kesalahan dalam titik pengambilan data akan menyebabkan kesimpulan akhir yang keliru. Prediksi umur sisa peralatan harus ditentukan dari umur bagian peralatan tersebut yang paling rentan/kritis. Bagian ini umumnya lokasi yang mengalami konsentrasi tegangan (stress) atau konsentrasi temperatur (thermal). FEM akan membantu mengetahui dimana lokasi kritis ini berada. Beberapa software aplikasi dapat membantu diantaranya ANSYS, CATIA atau FLUENT.

dari persamaan LMP untuk mengetahui rasio penurunan kekerasan dan parameter pelunakan material. Angka rasio digunakan karena kekerasan awal part (saat kondisi masih baru) bisa berbeda antara satu dengan lain. Dengan diketahui rasio perubahan kekerasan maka dapat dihitung tegangan nominal yang bekerja pada komponen turbin. Selanjutnya umurnya dapat diperkirakan. 4. CONTOh PRAKTEK Berikut ini adalah contoh RLA Turbin dengan data diambil pada Rotor Turbin PLTU 1 Gresik saat Mean Inspection Januari 2012. data Operasi : PLTU mulai beroperasi sejak tahun 1981, temperatur pada sudu turbin T=510oC (temperature permukaan sudau dapat diperkirakan dari temperatur uap

Struktur Ferrite bainite masih jelas terlihat (Ferrite bagian yang lebih terang dari bainite). Mulai Nampak spheroidisasi dan endapan carbide pada batas butir. Perkiraan kerusakan Stadium 2 (20%) sisa umur 80 %

Spheroidisasi dan precipitasi karbid

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

13

Laporan Utama

Produksi

No 1 Cu rt i s Ro w Fro n t 2 Cu rt i s Ro w Fro n t 3 Cu rt i s Ro w Fro n t 4 Cu rt i s Ro w Re a r 5 Cu rt i s Ro w Re a r 6 Cu rt i s Ro w Re a r

Lokasi 1 1 1 2 2 2 Disk Disk Disk Disk Disk Disk

Posisi Nilai Kekerasan ( Skala Vickers) Rata* Rata** Unstress 259 258 258 259 259 261 260 259 229 Unstress 261 265 263 265 260 259 269 Stress 254 255 260 268 252 265 260 Unstress 266 261 260 260 262 266 263 Unstress 263 262 261 260 263 Stress 247 252 251 253 247 250 220 261 231 262 232 259 229 263 233

Jika sampai saat ini telah beroperasi 259.320 jam maka sisa umurnya = (660.693-259.320) jam = 208.415 jam atau sekitar 23 tahun Hasil analisa foto mikro memperlihatkan bahwa struktur mikro material telah memasuki Stadium 2 dimana mulai muncul partikel spheroid serta lepasnya karbon (karbida) dari larutan padat baja Fe-C. Karbida ini mengendap di batas butir struktur ferritebainite. Menurut standar ERA sisa umur stadium 2 masih 80%. Sesuai standar API RP 530 desain komponen yang bekerja pada temperatur tinggi adalah sekitar 250.000 jam atau sekitar 30 tahun (asumsi setelah dikurangi POH) sehingga diperkirakan sisa umurnya masih 24 tahun lagi. Angka ini tidak jauh beda dengan hasil analisa penurunan kekerasan material yang memberikan perkiraan umur sisa 23 tahun. Dengan mempertimbangkan kesalahan ploting data, tingkat keakuratan alat maka perkiraan umur sisa dapat dinyatakan dalam rentang 20 sd 25 tahun. Metode analisa, interpretasi serta prediksi sisa umur akan berbeda lagi jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan akibat korosi-erosi atau crack (retak-rambut) yang menimbulkan konsentrasi tegangan pada komponen. Jika ditemukan kondisi seperti ini maka analisa fracture mechanic yang dikombinasi analisa laju korosi-erosi perlu dilakukan. Meskipun secara struktur mikro dan kekerasan menunjukkan tingkat kerusakan ringan namun adanya crack dan konsentrasi tegangan akan menjadikan sisa umur komponen jauh lebih pendek. Karena itu meskipun umur sisanya masih diperkirakan 20 sd 25 tahun , standar ERA tetap merekomendasikan pemeriksaan ulang tiap 20.000 jam operasi (2 tahun) agar jika ditemukan pitting corrosion atau stress corrosion cracking dalam kurun waktu tersebut , dapat diambil tindakan pemeliharaan lebih awal.(*)

PJB Bertekad Wujudkan Produksi Bersih


PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) bertekad melaksanakan produksi bersih, sebagai strategi pengelolaan lingkungan yang mengarah pada pencegahan dan terpadu untuk mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan, serta meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan sumberdaya. Guna mewujudkan tekad tersebut, telah di-launching Program Produksi Bersih yang dipusatkan di Unit Pembangkitan (UP) Cirata, Rabu, 11 Juli 2012.

Rata* = Rata-rata sebelum kalibrasi, Rata** = Rata-rata sesudah kalibrasi

Analisa Dari data uji kekerasan, perbedaan nilai kekerasan terbesar ada di lokasi Curtis 2 Row rear dimana : HVStress = 220, HVUnstress = 232 Temperatur Sudu turbine = 510 oC atau 783 K Jam Operasi = 1981 2012 = 31 tahun. Dengan dipotong shutdown overhaul dalam kurun waktu 31 tahun yang diperkirakan 510 hari (asumsi SI = 18 hari, ME = 30 hari, SE= 45 hari) maka jam operasi = ((31 x 365)-510) x 24 jam = 259.320 jam Step 1 G= log [T(20+log t)] = log [783(20+log 259.320)] = 4,2988 (GUnstress) Dari plot grafik diperoleh HV/HV0 = 0.9825 dimana HV0 adalah kekerasan awal komponen ( kondisi baru) Untuk HV = HVUnstress , nilai HV0 = 232/0.9825 = 236 Step 2 Untuk HV = HVStress , HV/HV0 = 220/236 = 0.9322 dan dari plot grafik nilai ini bersesuaian dengan G = 4.3095 (GStress) Step 3 G= GStress - GUnstress dimana = 4.3095 - 4,2988 = 0.0107

Direktur Produksi Pjb, Muljo Adji, memberikan kata sambutan menjelang launching Program Produksi bersih.

Step 4 Tegangan sebesar 157.309 MPa ini yang menimbulkan efek pelunakan material. Kemudian nilai tegangan diplot pada grafik LMP untuk material baja rotor turbin (1 Cr-1Mo-1/4V) --> didapat LMP = 20.1 LMP 20.1 Log t t
14

G = 0.000217 (s-108), maka : 0.0107 = 0.000217 (s-108) = 157.309 MPa

= = = =

T(20+log t)/1000 783 (20+log t)/1000 [(20,1 x 1000)/783]-20 = 5,67 467.735 jam
n

aunching Program Produksi Bersih ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Produksi, Muljo Adji, dilanjutkan dengan penyerahan POB Produksi Bersih kepada seluruh General Manajer (GM) Unit, GM UBJOM, Kepala BPWC dan Senior Manajer Humas & CSR, disaksikan Asisten Deputi Standardisasi dan Teknologi, Kementerian Lingkungan Hidup, Dasrul Chaniago, dan para pecinta lingkungan. Bersamaan itu juga digelar Expo

Produksi Bersih serta Forum Produksi Bersih dengan tema Produksi Bersih Untuk Berkelanjutan, Kinerja Terbaik Pelestarian Lingkungan dan Komunitas. Launching program produksi bersih merupakan upaya strategis manajemen untuk mewujudkan komitmen manajemen, rasa kepedulian, kebersamaan dan kerjasama dari seluruh karyawan, mitra kerja dan pihak terkait lainnya dalam mendukung pelaksanaan program produksi bersih

yang konsisten dan berkelanjutan, kata Mohammad Yusa Senior Manajer LK3 selaku Koordinator Program Produksi Bersih. Program Produksi Bersih, lanjutnya, merupakan bagian dari program yang lebih besar yaitu Program Green and Clean Power Plant yang didalamnya meliputi program penghijauan lingkungan dana penataan landscaping yang di-launching pada tahun 2008 di UP Gresik yang kemudian dilanjutkan

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

15

Pr o du k s i Program Good House Keeping Berbasis 5S yang di-launching Tahun 2009 di UP Brantas. Dua program yang telah dijalankan sebelumnya itu (Green and Clean Power Plant dan Good House Keeping Berbasis 5S) telah berhasil mengubah tampilan seluruh unit di PJB menjadi lebih hijau, lebih bersih dan lebih tertib serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan memacu peningkatan produktivitas kerja. Kami berharap penerapan program produksi akan dapat memberi dampak yang lebih luas, yaitu dampak pada keberlanjutan kinerja terbaik, pelestarian lingkungan dan komunitas, mengingat konsep produksi bersih sebagai pendekatan pengelolaan lingkungan adalah mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan serta melibatkan upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku, bahan penunjang dan energi di seluruh tahapan produksi untuk pelestarian sumberdaya, tuturnya. Terkait dengan penerapan program produksi bersih tersebut, telah dilaksanakan beberapa kegiatan yang meliputi: v Pelatihan produksi bersih bekerjasama dengan provider pelatihan lingkungan dalam dua angkatan yang diikuti oleh 60 orang dari seluruh unit yang diharapkan jadi penggerak awal dari penerapan produksi bersih di seluruh unit. v Sosialisasi penerapan produksi bersih di seluruh unit, khususnya di unit pembangkitan thermal terkait dengan upaya perolehan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup. v Penyusunan POB produksi bersih sebagai panduan bagi seluruh unit dalam penerapan produksi bersih secara efektif, efisien dan sesuai dengan praktek terbaik. v Penyelenggaraan forum produksi bersih yang dirancang sebagai forum untuk membangun pola interaksi yang mampu memunculkan proses transfer knowledge, skill dan pengalaman dalam implementasi produksi bersih akan dilaksanakan sekurang-kurangnya setiap bulan. Dalam kesempatan itu Direktur Produksi, Muljo Adji, menegaskan bahwa produksi bersih merupakan bagian dari komitmen PJB terhadap lingkungan. Juga diingatkan bahwa manajemen PJB telah mengeluarkan kebijakan yang antara lain tentang komitmen PJB untuk menggunakan sumberdaya energi dan sumberdaya alam secara efisien dan bijaksana melalui pengendalian operasi dan pemeliharaan yang optimal, serta komitmen mewujudkan green and clean power plant dengan melaksanakan program penghijauan lingkungan, produksi bersih dan implementasi sistem manajemen 5S secara berkelanjutan. Kita bertekad selangkah lebih baik dalam pengelolaan lingkungan. Kalau biasanya kita baru lakukan sesuatu setelah terjadi, yaitu melakukan treatment atas limbah yang muncul, mulai sekarang kita bertekad bagaimana supaya tidak ada limbah. Ini membutuhkan tekad dan kerja keras yang terstruktur dan terencana. Melalui penerapan produksi bersih ini diharapkan dapat mencegah atau meminimalkan terbentuknya limbah dengan memperbaiki proses produksi ke arah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Contohnya, panas yang dihasilkan PLTU tidak kiita buang begitu saja, tetapi kita manfaatkan untuk memanaskan batubara, sehingga kita bisa memakai batubara kalori rendah yang harganya lebih murah. Kepedulian terhadap lingkungan, lanjutnya, juga dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Diantaranya, pembentukan dan pembinaan bank sampah di Surabaya, yang dalam waktu tiga pekan mampu mereduksi 30 ton sampah, papar Muljo Adji. Istilah produksi bersih mulai diperkenalkan oleh UNEP (United Nations Environment Program) pada bulan Mei 1989 dan diajukan secara resmi pada bulan September 1989 pada seminar The Promotion of Cleaner Production di Canterbury, Inggris. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, produksi bersih merupakan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara terus-menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait dengan proses produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimisasi risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan. Tujuannya produksi bersih adalah meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan sumberdaya dan mendorong performansi lingkungan yang lebih baik melalui pengurangan sumber-sumber pembangkit limbah dan emisi serta mereduksi dampak produk terhadap lingkungan. Strategi konvensional dalam pengelolaan limbah didasarkan pada pendekatan pengelolaan limbah yang terbentuk (end-of-pipe treatment), yang terkonsentrasi pada upaya pengolahan dan pembuangan limbah dan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan. Strategi ini dinilai kurang

Produksi musyawarah mufakat dari pada pengaturan secara command control. Jadi, pelaksanaan program produksi bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untuk mengubah sikap dan tingkah laku. Pola pendekatan produksi bersih dalam melakukan pencegahan dan pengurangan limbah yaitu dengan strategi 1E4R (Elimination, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery/Reclaim). Prinsip-prinsip pokok dalam strategi produksi bersih dalam Kebijakan Nasional Produksi Bersih dituangkan dalam 5R (Re-think, Re-use, Reduction, Recovery and Recycle). Elimination (pencegahan) adalah upaya untuk mencegah timbulan limbah langsung dari sumbernya, mulai dari bahan baku, proses produksi sampai produk. Re-think (berpikir ulang) adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan Direktur Produksi Pjb, Muljo Adji, menyerahkan Pob Produksi bersih kepada GM Unit beroperasi. Reduce (pengurangan) Pembangkitan, GM Unit Pelayanan Pemeliharaan, GM UbjoM, SM LK3 dan SM Humas & CSR. adalah upaya untuk menurunkan atau mengurangi timbulan limbah pada pencemaran dan kerusakan efektif karena kegiatan yang dilakukan sumbernya. Reuse (pakai ulang/ lingkungan serta risikonya terhadap sifatnya reaktif, yaitu bereaksi setelah penggunaan kembali) adalah upaya manusia. terbentuknya limbah (at the end of yang memungkinkan suatu limbah dapat p Perubahan dalam pola produksi dan pipe); bukan berupa pencegahan atau digunakan kembali tanpa perlakuan konsumsi berlaku baik terhadap preventif, tetapi kuratif atau perbaikan fisika, kimia atau biologi. Recycle (daur proses maupun produk yang setelah terjadi kerusakan atau ulang) adalah upaya mendaur ulang dihasilkan, sehingga harus dipahami pencemaran. Akibatnya diperlukan limbah untuk memanfaatkan limbah betul analisis daur hidup produk. biaya tinggi untuk perbaikan kerusakan dengan memrosesnya kembali ke proses p Upaya produksi bersih tidak akan lingkungan, dan kerusakan lingkungan semula melalui perlakuan fisika, kimia berhasil dilaksanakan tanpa adanya terus meningkat. dan biologi. Sedangkan Recovery/ perubahan dalam pola pikir, sikap dan Reclaim (pungut ulang, ambil ulang) Produksi bersih berfokus pada tingkah laku dari semua pihak terkait adalah upaya mengambil bahan-bahan usaha pencegahan terbentuknya baik dari pihak pemerintah, limbah, yang merupakan salah satu yang masih mempunyai nilai ekonomi masyarakat maupun kalangan dunia indikator inefisiensi. Dengan demikian, tinggi dari suatu limbah, kemudian industri (industriawan). Selain itu juga, dikembalikan ke dalam proses produksi usaha pencegahan tersebut harus perlu diterapkan pola manajemen di dilakukan sejak awal proses produksi dengan atau tanpa perlakuakn fisika, kalangan industri maupun pemerintah kimia dan biologi. dengan mengurangi terbentuknya yang telah mempertimbangkan aspek limbah serta pemanfaatan limbah yang Meskipun prinsip produksi bersih lingkungan. terbentuk melalui daur ulang. Beberapa dengan strategi 1E4R atau 5R, namun p Mengaplikasikan teknologi akrab kata kunci yang perlu dicermati dalam perlu ditekankan bahwa strategi utama lingkungan, manajemen dan prosedur pada Pencegahan dan Pengurangan produksi bersih adalah pencegahan, standar operasi sesuai dengan terpadu, terus-menerus dan (1E1R) atau 2R pertama. Bila strategi persyaratan yang ditetapkan. mengurangi risiko. Prinsip-prinsip pokok 1E1R atau 2R pertama masih Kegiatan-kegiatan tersebut tidak dalam produksi bersih adalah : menimbulkan pencemar atau limbah, p Mengurangi atau meminimumkan selalu membutuhkan biaya investasi baru kemudian melakukan strategi 3R penggunaan sumberdaya energi dan yang tinggi, kalaupun terjadi seringkali berikutnya (reuse, recycle, dan recovery) sumberdaya alam serta menghindari waktu yang diperlukan untuk sebagai suatu strategi tingkatan pemakaian bahan baku beracun dan pengembalian modal investasi relatif pengelolaan limbah. Tingkatan terakhir berbahaya serta mereduksi singkat. dalam pengelolaan lingkungan adalah p Pelaksanaan program produksi bersih pengolahan dan pembuangan limbah terbentuknya limbah pada ini lebih mengarah pada pengaturan apabila upaya produksi bersih sudah sumbernya, sehingga mencegah dari sendiri dan peraturan yang sifatnya atau mengurangi timbulnya masalah tidak dapat dilakukan. (*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 17

Head of Environment & Social Responsibility Division PT Astra, M. Riza Deliansyah, berbagi pengalaman tentang produksi bersih.
16 Info PJB
n

edisi 77, Juli 2012

Manajemen Energi PEmASOK PHE WMO HESS MKS KEI TOTAL HARGA AVERAGE JIKA HANYA DISERAP 200 BBTUD SELISIH 42 BBTUD YANG HARUS DIBAYAR PER HARI BBTud 110 53 27 52 242 4,17 uSd/mmBTu 3,00 3,96 5,87 5,96 KuRS uSd 9.000 9.000 9.000 9.000 RP/mmBTu 27.000 35.640 52.830 53.640

Manajemen Energi RP PER hARi 2.970.000.000 1.888.920.000 1.426.410.000 2.789.280.000 9.074.610.000 7.499.677.686 1.574.932.314

mENGOPTimAliSASi PENyERAPAN GAS di uP GRESiK

Eks demolish
P
asokan gas ke Unit Pembangkitan (UP) Gresik di tahun 2012 ini telah tercukupi, seiring dengan masuknya gas dari berbagai pemasok gas. Namun bersamaan itu muncul kabar kurang menggembirakan, karena besarnya pasokan gas tidak didukung dengan tersedianya infrastruktur jaringan tegangan tinggi yang memadai, sehingga pasokan gas berpotensi tidak dapat diserap seluruhnya. Apalagi PLTU Proyek Percepatan Deversifikasi Energi (PPDE) tahap pertama telah masuk sistem, yang tentunya lebih diutamakan masuk sistem. Senior Manajer Manajemen Energi, Edy Hartono mengungkapkan,

manfaatkan Trafo muara Karang

berdasarkan kontrak di tahun 2012, PJB mendapat pasokan gas sebesar 286 British Thermal Units per Day (BBTUD), dengan rincian 110 BBTUD dari PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), 53 BBTUD dari HESS, 27 BBDTU dari MKS dan 52 BBTUD dari PT PT Kemitraan Energi Industri (KEI). Berdasarkan sistem yang ada saat ini, dari 286 BBTUD hanya bisa diserap sekitar 200 BBTUD. Sehingga ada selisih sebesar 86 BBTUD. Dengan harga gas ratarata 3,9 dollar AS/BBTUD, maka selisih yang harus dibayar mencapai Rp 3,08 miliar per hari. Kalau toh

PRAKiRAAN REAliSASi 2012

KONTRAK 2012

PEmASOK PHE WMO HESS MKS KEI TOTAL HARGA AVERAGE Edy Hartono

BBTud 123 100 11 52 286

uSd/mmBTu 3,00 3,96 5,87 5,96 3,98

KuRS uSd 9.000 9.000 9.000 9.000

RP/mmBTu 27.000 35.640 52.830 53.640

RP PER hARi 3.321.000.000 3.564.000.000 581.130.000 2.789.280.000 10.255.410.000 7.171.615.385 3.083.794.615

JIKA HANYA DISERAP 200 BBTUD SELISIH 42 BBTUD YANG HARUS DIBAYAR PER HARI PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) secara pro-aktif dengan modifikasi pemindahan outlet 500 kV ke 150 kV supaya sehingga energi listrik yang dibangkitkan dari PLTGU Blok 2 dan 3 Gresik yang salama ini beroperasi di sistem 500 kV dapat disalurkan ke sistem, melalui jalur Gresik - Waru, Waru Rungkut yang relatif masih kosong. Kita mempunyai trafo yang masih dapat dimanfaatkan, yaitu main trafo Muara Karang eks Demolish PLTU 123 dengan kapasitas 3 x 100 MW yang sebelumnya digunakan sebagai trafo step-up dari 11,5kV ke 150 kV. Berdasarkan spesifikasi teknis dari name plate, trafo tersebut memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai main transformer untuk menaikkan dari 11,5 kV ke 150 kV di PLTGU Blok 3 Gresik. Trafo ditempatkan di samping PLTGU yang kini sedang dikerjakan PJB Services, papar Edy Hartono. Tanpa modifikasi outlet seperti itu, PJB berpotensi terkena penalti Take or Pay Clause akibat tidak dapat menyerap gas , karena P3B hanya membutuhkan pembangkit yang memasok ke sistem 150 kV, imbuhnya. Modifikasi pemindahan outlet 500 kV ke 150 kV PLTGU Blok 3 Gresik diperkirakan menelan biaya Rp 25 miliar, dengan riancian: biaya pembelian kabel Rp 6 miliar, biaya instalasi kabel Rp 3 miliar, dan biaya transportasi pemindahan trafo Rp 6 miliar. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harus membeli trafo baru sebanyak tiga buah yang harganya berkisar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar per buah. Pembelian ini pun harus menunggu waktu hingga 1,5 tahun. Alternatif lain, meminjam trafo

seandainya realisasi pasokan gas sebesar 242 BBTUD, masih ada selisih gas yang tidak terserap sekitar 42 BBTUD, atau sekitar Rp 1,6 miliar per hari, kata Edy Hartono. Penyerapan tidak bisa maksimal karena kesiapan jaringan 150 kV tidak memadai, khususnya jalur Gresik Tandes, Tandes - Perak, dan Perak Ujung. Dengan kondisi semacam ini, tentu kapasitas pembangkit di UP Gresik tidak bisa dibangkitkan secara maksimal. Selain itu, juga akan berdampak kurang baik terhadap program SARJITU (Pemasaran Siji Pitu) PLN Distribusi Jatim, yaitu program pemasaran dengan target pertumbuhan penjualan kWh sebesar 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Jika program ini tidak berhasil, besar kemungkinan pelanggan tidak terlayani karena kurang siapnya jaringan tegangan tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut,
18 Info PJB
n

dari Grati, sebelum membeli trafo baru. Biayanya tidak jauh beda dengan pemanfaatan trafo dari Muara Karang eks Demolish PLTU 123. Namun ada persoalan lain, yaitu masalah administrasi. Dari alternatif itu, akhirnya disepakati memanfaatkan trafo dari Muara Karang eks Demolish PLTU 123. Bila pasokan gas terealisasi sebesar 242 BBTUD misalnya, maka gas di PLTU 123 Gresik akan dipindahkan ke PLTGU, dimana selisih efisiensinya mencapai 8 persen. Dengan demikian, potensi penghematan PJB mencapai Rp 35 miliar per tahun, dengan perhitungan 8% x 100 MW x 2 unit x 275 hari x 24 jam (105.600 MWh). Bila harga jual energi listrik Rp 331/kWh, diperoleh angka penghematan 105.600 MWh x Rp 331/kWh (Rp 35 miliar). (*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 19

edisi 77, Juli 2012

Ma na je me n A s e t

UBJOM

Berharap Menjadi Kado Terindah HUT ke-17 PJB

ertifikasi Asset Management Pas 55 telah memasuki babak akhir. Assesor PAS 55 dari SGS United Kingdom, Mark Homer, telah menyelesaikan tugasnya melakukan assessment terhadap implementasi Asset Management PAS 55 di PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Jumat, 20 Juli 2012, dan merekomendasikan PJB mendapatkan sertifikat PAS 55. Kapan sertifikat diserahkan? Tergantung kita, karena masih ada sembilan non conformity minor. Begitu sembilan non conformity minor ini kita selesaikan, sertifikat langsung bisa diterbitkan oleh SGS United Kingdom dan diserahkan PJB, papar Ketua Tim OptiMA (Optimalisasi Manajemen Aset) PJB, Miftahul Jannah. Kami berharap sertifikat Pas 55 menjadi kado terindah HUT ke-17 PJB pada 3 Oktober 2012, kata Wakil Ketua Tim OptiMA, Sugianto. Untuk mendapatkan sertifikat Pas 55, PJB harus

melalui perjalanan panjang dan berliku. Maklum, di Indonesia belum ada konsultan PAS 55, sehingga segala sesuatunya harus disetting sendiri. Memang, Asset Management PAS 55 diperkenalkan di PJB akhir tahun 2010, namun baru sebatas pengenalan. Keseriusan baru terlihat pada Oktober 2011, diawali dengan Workshop Bedah & Pemahaman Guidance dan Spesifikasi PAS 55. Sejak itu, Tim OptiMA secara maraton melakukan pemenuhan terhadap persyaratan PAS 55 dan memberanikan diri mengundang auditor dari Inggris untuk melakukan pre-assesment, 2-6 April 2012. Saat itu PJB dinilai masih banyak ditemukan kelemahan, diantaranya: lemahnya pendokumentasian dan belum terintegrasinya antara Asset Management PAS 55 dengan PJB-IMS (PJB Integrated Management System). Juga perlu dilakukan penyempurnaan atas implementasi life

DIAGRAM I : PAS 55 Asset Management System

cycle management untuk memperpanjang umur pembangkit, dan implementasi manajemen risiko pada semua aktivitas. Hal itu sama sekali tidak melemahkan semangat tim. Sebaliknya mereka terpacu untuk bekerja lebih keras, untuk melakukan pemenuhan Oportunity for Inprovement (OFI) hasil preassessment tersebut. Hasilnya sungguh menggembirakan. Assesor dari SGS yang dikenal sangat disiplin, teliti dan njlimet, hanya menemukan sembilan non conformity, dan itupun sifatnya minor, bukan mayor. Manajemen PJB merasa bangga atas kerjasama dan dukungan seluruh Sub Direktorat dan Bidang di PJB Kantor Pusat dan di seluruh bagian di Unit Pembangkitan (UP) Gresik. Meskipun harus berdarah-darah akhirnya terselesaikan dengan baik. Semula kami memperkirakan non conformity minor-nya mencapai di atas 50, ternyata hanya sembilan. Pemenuhan perbaikan sembilan non conformity minor tersebut ditargetkan pada 10 Agustus 2012 sudah terkirim ke SGS, dan dapai di-close paling lambat 14 September 2012, sehingga target penyerahan Sertifikat PAS 55 pada saat Ulang Tahun ke-17 PJB pada 3 Oktober 2012 dapat terwujud, dan PJB menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat Pas 55, tutur Anggota Tim OptiMA, Agus Suliyantoko. Secara prinsip, lanjutnya, Asset Management PAS 55 merupakan kegiatan serta praktek yang dijalankan oleh suatu organisasi secara sistematis dan terkoordinasi dalam rangka untuk mengelola aset dan sistem asetnya secara optimal dan berkelanjutan, terkait kinerja, risiko dan biaya selama siklus hidup aset tersebut agar selaras dengan rencana strategis organisasi. Hal ini dapat dilihat pada diagram I.

PLTU Paiton Baru Lewati Performance Test

LTU Paiton Baru telah berhasil melewati performance test dengan baik, dan kini telah beroperasi secara komersial. General Manager (GM) Unit Bisnis Jasa Operation and Maintenance (UBJOM) PLTU Paiton Baru, Rahmat Aswin mengungkapkan, performance test berlangsung selama lima hari, 3-7 Mei 2012. Adapun kegiatan yang dilakukan sebelumnya adalah sebagai berikut: n First Synchronization (27 Desember 2011) n Over Speed Test of Turbine Generator (27 Desember 2011) n Variation Load Operation (28 Des 2011 - 10 Jan 2012) n Load Ramp Test & Runback Test (1 Februari 2012) n 50% Load Rejection (2 Februari 2012) n 100% Load Rejection (2 Februari 2012) n House Load Test (29 Februari 2012) n Unit Reliability Run (1 - 30 Maret 2012) n Unit Shutdown for Punch List (13 - 28 April 2012) n Performance Test (3 - 7 Mei 2012) n Unit Shutdown for Punch List (10 Mei 10 Juni 2012) n COD (9 Mei 2012) PLTU Paiton Baru 1 x 660 MW merupakan salah satu dari sejumlah proyek percepatan 10.000 MW tahap pertama. PLTU ini dibangun oleh konsorsium antara Harbin Power Engineering (HPE) dari Cina dan Mitra Selaras Hutama Energi (MSHE) dari Indonesia dengan nilai kontrak sebesar 389.206.488,60 dolar AS dan Rp.706.630.361.158,96. Fasilitas utama yang dibangun meliputi : Steam Turbine and Generator & Auxiliaries, Boiler & Auxiliaries, Electro Static Precipitator, Coal Handling System, Ash Handling System, 150 kV and 500 kV System, Instrumentation and Control System, FIRE Fighting System

Komisaris Utama Pjb, bagiyo Riawan dan Direktur Utama Pjb, Susanto Purnomo, berkunjung ke PLTU Paiton baru, didampingi General Manager UbjoM Paiton baru, Rahmat Aswin, 5 juni 2012, saat unit shutdown for punch list. berbagai hal ditanyakan terkait dengan persiapan PLTU Paiton baru beroperasi secara komersial.

(Water, Foam & CO2 system), Water Treatment Plant (WTP) and Waste Water Treatment Plant (WWTP), Water and Fuel Tank, Powerhouse, Control Building and Administration Building, Pump House and Cooling Water System, Intake Canal & Outlet Canal, serta Stack and Flue Liner 275 M. PLTU Paiton Baru ini akan dioperasikan oleh PT Pembangkitan

Jawa-Bali (PJB). Grand Design dari PLTU ini adalah mampu untuk dioperasikan dengan Capacity Factor (CF) sebesar 94 persen pada tahun 2016. Dengan beroperasinya PLTU Paiton Baru ini maka sistem kelistrikan di Jawa-Bali diharapkan semakin handal dan murah sehingga pemadaman bergilir yang masih sering terjadi dapat diminimalisir.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 21

20

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Inovasi

Inovasi

Tiga Karya Inovasi PJB Lolos ke Tingkat Nasional


nit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur (UPHT) berhasil mendominasi Lomba karya Inovasi di Lingkungan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) 2012. Dua karya inovasi yang diikutkan lomba berhasil meraih juara pertama dan kedua, yaitu: w Pembuatan Special Tool dalam Upaya Mengatasi Bongkar Pasang Blade Ring yang Macet pada GT MW-701D karya Mochamad Fauzi Iskandar, Witoyo dan Arif Hariyadi. w Modifikasi Aliran Udara Pendingin Flame Detektor Untuk Meningkatkan Keandalan PLTU Gresik Unit 3-4 kartya Budhy Hartono, Mohammad Mustakim, dan Yasfin Safir. Sementara juara ketiga ditempati Unit Pembangkitan Gresik, dengan inovasi berjudul Meningkatkan Keandalan Transformer PLTGU Dengan Menurunkan Kelembaban Udara pada Protection Tumetic karya Wasito, Mochamad Nur Sidik dan Rochmadi. Sedangkan juara empat dan lima ditempati UP Muara Karang dan UP Cirata, masing-masing untuk inovasi dengan judul: v Modifikasi System Instrumen Aktuator pada Check Valve Extraction Steam Heater karya Hendri Setiyadi, Rully Gumilar Mustari, dan Hendra Fauzan Akbar.

22

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Modifikasi Design Wiring Kontrol Tegangan Dc Untuk Mengantisipasi Efek Induksi Transient Petir karya Dony Kuncoro, Novie Andry Prahastyo, dan Rachmad Soeyudi. Kelima karya inovasi tersebut berhak diikutkan dalam Lomba Karya Inovasi Tingkat Regional di Pontianak, Kalimantan Barat 16-17 Juli 2012, Selain itu, mengingat setiap unit PLN dan anak perusahaan PLN diberi jatah untuk mengirimkan sembilan karya iniovasi ke tingkat regional, empat karya inovasi juga diberangkatkan ke Pontianak, yaitu: p Penambahan Alarm Temperatur Outlet Pulverizer sebagai Early Warning Spontaneous Combustion karya Admaji, Ida Bagus Surya dan Ide Bagus Hapsara dari UP Paiton. p SIMAK: Sistem Informasi Manajemen Alat Kerja karya Indra Yuliana Santoso, I Gusti Putu Yudiastawan, dan Ryan Aniestyo dari UP Muara Karang. p Mewujudkan Corporate University melalui Distance Learning LE untuk Mempercepat Tercapainya Transformasi Perusahaan (studi kasus OJT di UP Brantas) karya Feri Fahrur Rohman, Kartika Aditiarani, dan Yussri Febiyanto dari UP Brantas. p Meningkatkan akurasi dan perencanaan program jangka panjang perusahaan melalui penggunaan PIMS (Project and Initiatives Management System) karya I Wayan Santiyasa, Djoni Surjo AE, dan Kurniawan Dwi Hananto dari UP Gresik. Namun setelah diseleksi oleh panitia Lomba Karya Inovasi PLN, hanya tujuh yang berhak tampil dalam Lomba Karya Inovasi Tingkat Regional di Pontioanak. Dua karya inovasi tidak berhasil lolos, yaitu: SIMAK: Sistem Informasi Manajemen Alat, dan
v

Mewujudkan Corporate University melalui Distance Learning LE untuk Mempercepat Tercapainya Transformasi Perusahaan. Dalam lomba tingkat regional tersebut, dari tujuh karya inovasi PJB yang diikutkan lomba, tiga diantaranya berhasil meraih sebagai juara 2 dan 3 kategori pembangkitan, dan juara 3 kategori technical supporting. Ketiga karya inovasi tersebut antara lain: l Modifikasi Aliran Udara Pendingin Flame Detektor Untuk Meningkatkan Keandalan PLTU Gresik (juara 2 kategori pembangkitan). l Modifikasi System Instrumen Aktuator pada Check Valve Extraction Steam Heater (juara 3 kategori pembangkitan). l Pembuatan Special Tool dalam Upaya Mengatasi Bongkar Pasang Blade Ring yang Macet pada GT MW-701D (juara 3 kategori technical supporting) Selain mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang tunai, ketiga karya inovasi tersebut berhak mengikuti lomba karya inovasi tingkat nasional yang menurut rencana diselenggarakan Oktober 2012 mendatang. Special Tool Special tool dari material bekas karya Mochamad Fauzi Iskandar, Witoyo dan Arif Hariyadi dari UPHT terbuktu mampu mempercepat proses bongkar pasang blade ring dari 3 hari menjadi hanya 1 hari, sehingga perusahaan diuntungkan sebesar Rp.218. 381.108. Special tool ini dibuat setelah mengalami beberapa kali hambatan dalam mengeluarkan blade ring (lower) dalam pelaksanaan overhaul. Blade ring macet terkait dengan bertambahnya umur peralatan tersebut, sehingga pembongkaran tidak bisa dilakukan dengan mengacu pada maintenance instruction manual,

yaitu dengan menggunakan chain block. Pembongkaran harus dilakukan dengan menggunakan hydraulic jack. Namun cara ini membutuhkan waktu lama dengan berakibat pada kerusakan beberapa komponen seperti: q Deformasi pada labyrinth seal. q Goresan pada casing lower. q Lost material karena gesekan pada blade row 2. q Deformasi pada blade ring housing. q Patahnya baut pengikat. Seiring dengan bertambahnya umur peralatan, ditemukan kelainan yaitu clearence antara ujung blade dan ring segmen sangat kecil bahkan ada yang minus. Blade ring sudah oval. Kondisi oval ini merupakan fungsi waktu operasi karena telah terjadi deformasi pada blade ring. Dari kendala ini maka dibutuhkan peralatan (special tool) yang dapat digunakan untuk mengembalikan kebundaran (roundness) lower blade ring. Dengan tidak adanya ovality maka pembongkaran (roll-out) dan pemasangan (roll-in) blade ring diharapkan dapat dilakukan dengan mudah, tutur mereka. Setelah melalui pembahasan yang mendalam, Mochamad Fauzi Iskandar, Witoyo, dan Arif Hariyadi membuat special tool dengan memanfaatkan blade ring yang sudah di lepas vane segment-nya untuk dijadikan pasangan (dummy ring). Selanjutnya untuk menyatukan lower blade ring dan dumy ring, dibuatkan baut khusus di bengkel UPHT. Adanya pasangan lower blade ring, yaitu dummy ring, maka kebundaran blade ring saat proses rolling dapat terjaga, sehingga roll-out dan rool in blade ring dapat dilakukan dengan mudah. Selain menghemat biaya Rp. 218.381.108, keuntungan lain dengan menggunakan special tool adalah terjaganya kualitas hasil overhaul, karena kerusakan-kerusakan akibat

gesekan dengan blade ring saat roll-out dan roll-in dapat dihindari. Juga tidak terjadi kemunduran overhaul sehingga EAF Unit Pembangkitan dapat memenuhi target kinerjanya, dan tenaga kerja dapat bekerja lebih aman dan nyaman. modifikasi Aliran udara Sementara Modifikasi Aliran Udara Pendingin Flame Detektor Untuk Meningkatkan Keandalan PLTU Gresik Unit 3-4 karya Budhy Hartono, Mohammad Mustakim, dan Yasfin Safir, terbukti mampu menjaga kabel serat optik flame detector di main burner, sehinggga keandalan unit pembangkit terjaga. Modifikasi aliran udara pendingin dilakukan berawal dari gangguan pada flame detector di main burner, yaitu putusnya kabel serat optik yang disebabkan radiasi panas api dari furnace dan udara bakar (temperatur 200 C setelah air heater) dan sistem pendingin udara di flame detector tidak maksimal. Kerusakan pada serat optik flame detector di main burner ini mengakibatkan pembakaran (nyala api) main burner tidak dapat terdeteksi. Kondisi ini mengakibatkan main burner out service atau trip, sehingga proses produksi listrik terganggu, diantaranya berupa derating (penurunan daya mampu). Selain itu juga dapat menimbulkan potencial loss yaitu: n Gas Header Pressure Extreme High Trip maka boiler akan MFT (Master Fuel Trip), sehingga turbin TRIP ( bila menggunakan bahan bakar natural gas). n Critical Flame Loss, jika 5 pair burner trip maka boiler akan MFT, sehingga turbin akan TRIP ( bila menggunakan bahan bakar residu oil) Jika kondisi ini menggunakan bahan bakar residu oil, maka pressure fuel oil akan naik, efeknya lidah api akan semakin

panjang, kemungkinan lidah api tersebut bersentuhan dengan dinding pipa boiler sehingga dapat mengakibatkan pipa boiler akan pecah karena over heating. Bila menggunakan bahan bakar residu oil tetapi flame detector tidak bisa mendeteksi pembakaran main burner secara sempurna (sinyal flame ON di dummy atau di-bypass), maka akan mengakibatkan sisa-sisa bahan bakar (residu oil) akan menempel di dinding-dinding bailer yang dapat mengakibatkan over heating. Modifikasi dilaksanakan pada bulan Mei 2010 saat Simple Inspection PLTU Gresik Unit 3 tanpa material atau biaya modifikasi sebesar nol rupiah. Dari hasil pengamatan pada flame detector main burner, dapat disimpulkan bahwa modifikas berhasil dengan baik dikarenakan setelah overhaul SE PLTU # 3 tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 tidak terbit Work Order (WO). Modifikasi memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Jika terjadi trip akibat kerusakan pada serat optik flame detector di main burner, diperlukan waktu 7 hari untuk pemeliharaan. Karena PLTU Unit 3 memiliki daya mampu maksimum dari 190 MW, pemeliharaan selama 7 hari sama artinya dengan hilangnya pendalatan dari komponen A dan B sebesar Rp. 650.175.288 (biaya komponen A dan B PLTU Unit 3 sebesar Rp.92.882.184). Belum lagi jasa perawatan sebesar Rp.6.888. 000, dan biaya penggantian serat optik sebesar Rp.35.250.000. Keuntungan lain dari modifikasi aliran udara pendingin flame adalah keandalan unit terjaga dan level nyala api di boiler dapat dimonitor dari CCR. Modifikasi yang telah diimplimentasikan pada PLTU Unit 3 Gresik ini, tidak menutup kemungkinan untuk diimplementasikan pada unit lain dengan beberapa penyesuaian bila diperlukan tentunya.(*)

Selain mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang tunai, ketiga karya inovasi tersebut berhak mengikuti lomba karya inovasi tingkat nasional yang menurut rencana diselenggarakan Oktober 2012 mendatang.

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

23

Inovasi

Inovasi

Antisipasi Efek Induksi Transient Petir dengan Modifikasi Design Wiring Kontrol Tegangan DC
sasaran sambaran petir sehingga mengamankan atau melindungi jaringan transmisi kawat phasa dengan daerah atau zona tertentu. Sedangkan surge arrester adalah suatu alat pelindung bagi peralatan tenaga listrik terhadap petir. Alat pelindung ini berfungsi melindungi sistem tenaga listrik dengan cara membatasi tegangan yang lebih dan mengalirkannya ke tanah. Permasalahan yang terjadi adalah pada musim hujan yang disertai badai petir sering menyebabkan MCB tegangan 110 Volt DC untuk sistem kontrol generator trip dan berakibat tripnya generator. Ini terjadi di Unit Pembangkitan Cirata yang mengakibatkan generator unit 5, 6, 7 dan 8 mengalami trip. Tiga karyawan UP Cirata, Novie Andry Prahastyo (Assistant Enjinir Pemeliharaan Preventive Kontrol dan Instrumen), Dony Kuncoro dan Rachmad Soeyudi (Assistant Enjinir Pemeliharaan Corrective Kontrol dan Instrumen) mencoba mencari pennyebab dan sekaligus mencari solusi atas tripnya MCB tersebut. Mereka berkesimpulan tentang perlunya modifikasi design wiring control. Dengan modifikasi design wiring control pada sisi tegangan 110 Volt DC diharapkan dapat meningkatkan kehandalan unit pembangkit terhadap efek induksi transient yang diakibatkan oleh petir, tuturnya. Kesimpulan itu diambil setelah melakukan pengamatan terhadap beberapa faktor, antara lain: p Melakukan pengukuran pada tahanan tanah pada sistem overhead groundwire. p Melakukan pengamatan sistem arrester 500 kV dan unit. list dan alarm fault pada HMI. p Mencari penyebab tripnya MCB pada tegangan kontrol 110 Volt DC. p Kerusakan pada peralatan optocoupler, serta mempelajari laporan kerusakan yang disampaikan oleh regu operator maupun regu pemeliharaan baik dalam bentuk laporan lisan, diskusi ataupun dalam laporan tertulis. Sebenarnya Sistem pengamanan PLTA Cirata terhadap petir sudah sangat baik, dengan pemasangan overhead groundwire sebagai pengumpan dan pelindung terhadap sistem transmisi 500 kV dan Transformator dari sambaran petir. Kemudian dari sisi transmisi juga telah dilengkapi surge arrester pada transformator 500 kV apabila sistem jala-jala 500 kV ini dikenai sambaran petir maka energi lebih akibat dari sambaran petir ini akan langsung ditanahkan sehingga tidak merusak peralatan yang ada pada transformator. Kemudian pada sisi pembangkit juga telah dilengkapi surge arrester pada sisi 16.5 kV, sisi 20 kV dan sisi 380 V. Sehingga perlindungan terhadap petir di PLTA Cirata telah menerapkan sistem kaskade arrester yang ideal. Analisa gangguan pada tripnya MCB tegangan kontrol 110 Volt DC untuk sistem kontrol generator yang menyebabkan unit 5, 6, 7, dan 8 trip adalah disebabkan oleh short circuit pada optocoupler. Kejadian ini terjadi pada saat musim hujan yang disertai oleh badai petir, sehingga penyebab dari short circuit pada optocoupler ini adalah disebabkan oleh energi transient
p Event

Dony Kuncoro

Novie Andry Prahastyo

Rachmad Soeyudi

Petir merupakan fenomena alam yang pembentukannya terjadi apabila muatan di beberapa bagian atmosfer kuat medan listriknya mencapai nilai yang cukup tinggi sehingga timbul peralihan muatan listrik yang besar di udara. Petir bisa menimbulkan bermacam-macam gangguan yang tidak hanya membahayakan peralatan, namun juga bisa mengancam keselamatan jiwa manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
ehandalan operasi unit pembangkitan listrik akan menentukan kualitas tenaga listrik yang dihasilkan maupun kinerja unit pembangkit itu sendiri. Operasi yang baik ditandai dengan kemampuan unit dalam memberikan kontinuitas suplai daya pada konsumen saat dibutuhkan dan rendahnya waktu outage unit yang bersangkutan. Untuk dapat mencapai operasi unit yang baik dan handal akan tergantung pada performansi berbagai peralatan yang ada di dalamnya. Guna menjaga keandalan unit pembangkitan, maka sistem proteksi terhadap petir harus mendapat perhatian serius, terutama sistem proteksi terhadap petir yang digunakan untuk mengamankan generator dan jaringan transmisi yang menggunakan kawat tanah (overhead groundwire) dan surge arrester. Prinsip penggunaan kawat tanah ini adalah mengumpankan kawat tanah untuk menjadi
24 Info PJB
n

yang dihasilkan dari induksi petir. Transient dapat terjadi dalam bentuk pulsa berulang atau acak. Transient berulang seperti misalnya pada commutating spike dalam sirkuit konversi daya, pemutusan beban induktif dan sebagainya. Transient berulang lebih mudah diamati, ditentukan dan ditekan. Sedangkan transient acak lebih sulit dipahami dan waktu kejadiannya tidak dapat diperkirakan. Efek dari transient ini adalah : n Efek pada semikonduktor. Kebanyakan peralatan semikonduktor tidak ada toleran dari tegangan transient lebih dari tegangan rating. Bahkan transient yang singkat dalam beberapa mikrosekon dapat menyebabkan semikonduktor rusak catastrophically atau mungkin memperpendek lifetime dari peralatan tersebut. n Efek pada kontak elektromekanik. Tegangan tinggi dihasilkan oleh pemutusan arus pada induktor dengan relay mekanik dapat menyebabkan lubang (pitting), pengelasan (welding), pemindahan material atau erosi pada kontak. Sifat kerusakan pada kontak tergantung pada faktor-faktor jenis metal yang dipakai, kontak bounce, temperatur, dan yang paling penting adalah banyaknya energi yang dapat didisipasi pada tiap kontak beroperasi. n Efek pada isolasi. Tegangan transient dapat mengakibatkan kerusakan isolasi, hasilnya bisa berupa gangguan temporer dari peralatan atau kegagalan seketika. Menurut Novie Andry

Prahastyo, Dony Kuncoro dan Rachmad Soeyudi, untuk mengurangi efek dari transient petir yang bersifat acak perlu dilakukan modifikasi wiring tegangan kontrol 110 Volt DC pada optocoupler untuk sistem kontrol generator dengan penambahan metal oxide varistor. Modifikasi penambahan metal oxide varistor pada wiring optocoupler sistem kontrol generator dilakukan sendiri oleh divisi pemeliharan kontrol dan instrumen Unit Pembangkitan Cirata. Metal oxide varistor yang dinilai paling tepat adalah model disk ukuran 20 mm. Penambahan metal oxide varistor mampu mengamankan dan melindungi optocoupler dari efek induksi transient acak yang diakibatkan oleh petir. Metal oxide varistor adalah salah satu jenis TVSS jenis voltage clamping devices. Karakteristik breakdown dari metal oxide varistor tajam dan simetris sehingga memungkinkan metal oxide varistor dapat menekan transient dengan baik. Susunan pokok dari metal oxide varistor adalah zinc oxide dengan campuran bismuth, cobalt, manganese dan logam oksida lainnya. manfaat Biaya modifikasi sebesar Rp. 19.394.000, yang dipergunakan antara lain untuk membeli 60 buah varistor untuk 4 unit Rp. 17.994.000 (Rp.299.900/buah), dan membeli kabel 3 roll Rp. 1.400.000. Sementara kerugian 4 unit tidak berproduksi akibat petir mencapai Rp. 1.152.000.000. Dengan demikian, inovasi tersebut mampu menyelematkan kerugian perusahaan sebesar Rp.1.132.606.000 (Rp.1.152.000.000 Rp.19.394.000).

Ilustrasi peralatan menggunakan surge protection device

Ilustrasi topologi optocoupler sebelum re-design

Ilustrasi topology optocoupler hasil re-design

Sedangkan manfaat non finansial dari modifikasi design tegangan kontrol 110VDC untuk wiring optocoupler dengan penambahan varistor pada sistem kontrol generator adalah: s Mengurangi risiko induksi transient pada tegangan 110 Volt DC yang di akibatkan oleh sambaran petir. Menghindari tripnya MCB s tegangan kontrol tegangan 110 Volt DC pada sistem kontrol generator terhadap transient acak yang diakibatkan oleh petir. s Menghindari kerusakan pada optocoupler. Kehandalan unit s pembangkitan menjadi lebih baik.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 25

edisi 77, Juli 2012

Anak Perusahaan site di tengah malam menemani rombongan Direktur Operasi Indonesia Timur PT PLN, Vickner Sinaga. PLTU Kendari merupakan unit PLTU Program PPDE luar Jawa yang pertama kali beroperasi dan masuk sistem PLN, sampaisampai Vicker secara berkelakar, Akhirnya bisul PPDE pecah juga. PLTU Kendari di desain oleh pihak China. Peralatan Turbin Generator dan Boiler berasal dari China. Peralatan lain berasal dari lokal, Indonesia. Secara prosentase, komponen lokal untuk Kendari adalah sekitar 40 persen. Peran teknisi Cina waktu itu masih sekitar 4 orang saat pengujian. Kedua Unit PLTU Kendari tersebut telah menyelesaikan Reliability Run (RR), masing-masing 30 hari. Itupun merupakan rekor program PPDE, karena belum ada unit di luar Jawa yang mampu mencapainya. RR 30 hari adalah periode yang panjang dan berat, karena unit tidak boleh mati, kecuali yang disebabkan oleh gangguan dari luar. Sampai pertengahan Mei 2012, PLTU Kendari telah menyalurkan listrik lebih dari 22 GWh ke sistem PLN. Dengan jumlah listrik yang telah dihasilkan tersebut, bila dihitung, atas biaya solar yang harus dibeli PLN, karena semua pembangkit di Kendari saat itu menggunakan diesel, dibanding dengan PLTU Kendari yang menggunakan batu bara kalori rendah, sudah hampir Rp 40 miliar yang dihemat. Untuk PLTU Tanjung Balai Karimun, basic dan detail design seluruhnya dikerjakan oleh engineer PT Rekadaya Elektrika. Semua peralatan berasal dari lokal, Indonesia, kecuali barang yang belum bisa di buat di Indonesia, yaitu turbin dan generator. Sehingga, bila dihitung, komponen lokal untuk PLTU Tanjung Balai Karimun adalah sekitar 70 persen. Ini berarti, 70 persen dari nilai pembangkit, uangnya berputar di Indonesia, hanya 30 persen yang dibelanjakan dengan menggunakan devisa. Bandingkan dengan mobil Kijang yang telah puluhan tahun di Indonesia, komponen lokalnya saat ini hanya berkisar 60 persen, tandas Didi Hasan. Pembangunan PLTU PPDE memang sempat membuat keuangan PT Rekadaya Elektrika mengalami bleeding yang sangat dalam, berdarah-darah, sebagai imbas kenaikan barang akibat Olimpiade Beijing tahun 2008. Hal yang sama juga dialami oleh semua EPC Kontraktor Nasional lain. Bahkan Rekadaya Elektrika berencana menghentikan proyeknya karena tidak mampu lagi melanjutkan. Namun pada tahun 2010, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sebagai pemegang saham Rekadaya Elektrika memberikan suntikan utang, bahkan belakangan berupa tambahan modal, sehingga Rekadaya Elektrika dapat melanjutkan proyeknya, walau masih dalam kondisi tidak bisa full speed. Direktur Utama PLN (waktu itu Dahlan Iskan), bersama dengan Direktur Operasi Indonesia Barat, Harry Jaya Pahlawan dan beberapa pejabat PLN, saat mengunjungi PLTU Tanjung Balai Karimun, pesimis proyek itu dapat diselesaikan. Bahkan Pak Dahlan Iskan sempat berkata, Saya mau bubarkan saja Rekadaya Elektrika. Beri saya penjelasan apa yang akan kamu lakukan? Saat itu, dengan tubuh yang lunglai dan berkeringat dingin, Didi Hasan mencoba jelaskan masalah dan usaha yang akan dilakukan oleh Rekadaya Elektrika. Setelah beberapa saat, Dahlan Iskan akhirnya bisa memahami dan malah mendorong Rekadaya Elektrika untuk tetap maju. Atas nama seluruh personil Rekadaya Elektrika saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dahlan Iskan yang masih memberikan kepercayaan kepada Rekadaya Elektrika, kata Didi Hasan. Setelah milestone Tanjung Balai Karimun, masih tersisa 5 unit PLTU lagi yang harus diselesaikan oleh Rekadaya Elektrika, yaitu 1 unit di Tanjung Balai Karimun, 2 unit PLTU Ende yang terletak di pulau Flores

Anak Perusahaan dan 2 unit lagi di PLTU Tidore, Maluku Utara. Daerah terpencil, fasilitas dan uang perusahaan yang terbatas dan permasalahan yang silih berganti masih akan dihadapi. Tantangan masih berlanjut. Namun, ibarat berjalan, ujung jalannya sudah nampak. Doa, bantuan dan dorongan semua pihak masih diharapkan untuk menuntaskan semua proyek PLTU yang sedang dikerjakan Rekadaya Elektrika, sehingga cita-cita Rekadaya menjadi bagian dalam mewujudkan PLTU Merah Putih di bumi Indonesia tercinta ini suatu saat, dalam waktu yang tidak lama lagi, bisa terwujud.(*)

PLTU Tanjung Balai Karimun

SI KECIL YANG MEMPUNYAI ARTI BESAR


Ketegangan dan kecemasan menyelimuti Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Didi Hasan Putra saat berada di control room PLTU Tanjung Balai Karimun, 8 Mei 2012 pukul 01.00 waktu setempat. Bagaimana tidak? Disaat persiapan telah matang dilakukan, dan putaran turbin sudah mencapai rated speed-nya, yaitu 3000 rpm, ternyata control panel AVR tidak merespon dengan baik. Akibatnya, sinkronisasi gagal dilakukan.
PLTU Paiton Baru misalnya, yang memiliki kapasitas 1 x 660 MW. Meski demikian mempunyai arti yang sangat besar bagi masyarakat setempat. Beban puncak puncak pulau itu hanya sekitar 14 MW, dan beban off peak hanya sekitar 10 MW. PLTU Tanjung Balai Karimun mampu meng-cover 100 persen total beban puncak di pulau yang berjak 1 jam perjalanan menggunakan ferry dari pulau Batam tersebut. Itu sebabnya Didi Hasan Putra dini hari itu merasa perlu datang, untuk menyaksikan sinkronisasi PLTU unit 2 dan sekaligus memberi support karyawan PT Rekadaya Elektrika. PLTU Tanjung Balai Karimun merupakan salah satu proyek yang sedang ditangani PT Rekadaya Elektrika selaku Engineering Procurement Construction (EPC) Kontraktor. Proyek ini termasuk Proyek Percepatan Diversifikasi Energi (PPDE) 10.000 MW tahap I. Sebenarnya PLTU Tanjung Balai Karimun unit 2 sejak Februari 2012 telah melakukan sinkronisasi, namun karena adanya beberapa perbaikan terpaksa dimatikan terlebih dahulu. Pengelola sistem kelistrikan (PLN) di Pulau Tanjung Balai Karimun memberikan izin agar unit bisa masuk ke sistem pukul 01.00 dini hari. Alasan izin diberikan pada jam tersebut, apabila unit mengalami gangguan atau trip, sistem di pulau tidak akan terpengaruh. Sementara start-up pembangkit telah dimulai sejak pukul 14.00 waktu setempat, dengan menghidupkan boiler. Didi Hasan merasa bangga melihat semangat karyawan Rekadaya Elektrika. Lebih bangga lagi, dalam proses sinkronisasi itu hampir semua dikerjakan oleh tanaga kerja dalam negeri. Hanya ada 1 orang asing yang berasal dari China yang merupakan vendor (pemasok) turbin. Hanya satu orang. Hal yang langka yang saya temui. Dulu, bila ada proyek yang dalam proses sinkron di awal seperti yang dilakukan di PLTU Tanjung Balai Karimun, mayoritas yang menanganinya adalah tenaga asing dari Amerika, Eropa atau Jepang. Mereka biasanya dalam jumlah cukup banyak. Di PLTU Tanjung Balai Karimun hanya 1 orang asing dari China, dan itupun hanya bertanggung jawab atas turbin saja. Boleh dikata dia hanya figuran, pelengkap. Keberadaannya dibutuhkan semata-mata hanya karena Rekadaya Elektrika membeli turbin dari partner yang berasal dari China. Sebagai pemasok, mereka berkewajiban mengirim Engineer saat pemasangan dan uji coba. Untuk boiler, balance of plant, termasuk ahli turbin, adalah orang Indonesia. Ini sangat membanggakan, kata Didi Hasan. Rasa bangga seperti itu pernah dia rasakan saat sinkronisasi PLTU Kendari, yang juga dibangun oleh Rekadaya bersama partner Konsorsium, Shandong Machinery dari China. Saat PLTU Kendari unit ke 2 masuk sistem tahun lalu, Didi Hasan juga berada di

Didi Hasan Putra

ejumlah personil yang berada di control room sibuk membenahi peralatan tersebut, dan yang lain sibuk mengecek ulang peralatan yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Begitu juga mereka yang berada di boiler, turbin dan bagian-bagian lain, terus melakukan pemantauan. Alhamdulillah, kurang dari satu jam persoalan dapat teratasi. Tepat pukul 01.45 dini hari, sinkronisasi PLTU Tanjung Balai Karimun terlaksana. Sungguh melegakan. Ketegangan, kecemasan dan kepenatan langsung sirna, kata Didi Hasan Putra mengenang detik-detik mendebarkan tersebut. PLTU Tanjung Balai Karimun memang kecil, hanya 2 x 7 MW. Tak ada artinya dibandingkan
26 Info PJB
n

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

27

Ba h a n B a k a r

Bahan Bakar
Kepala BP Migas R Priyono menandatangani prasasti penyaluran perdana gas dari dari lapangan Terang Sirasun Batur.

PJB Mendapat Pasokan Gas 130 MMSCFD dari Blok Kangean

Kepala BP Migas R Priyono menekan tombol tanda dimulai penyaluran perdana gas dari lapangan Terang Sirasun Batur, disaksikan Wamen ESDM, Direktur Pertamina Hulu Energi, Direktur Produksi PJB, GM Karya Energy Indonesia Ltd, & GM JOB Pertamina Petrochina East Java.

KANGEAN Energy indonesia ltd telah menyalurkan gas dari lapangan Terang Sirasun Batur, Blok Kangean, dengan kapasitas pasokan mencapai 315 juta standar kaki kubik per hari (million Standard Cubic Feet per day/mmSCFd). Peresmian penyaluran gas perdana dilakukan Jumat 22 Juni 2012, di PT Pembangkitan Jawa-Bali unit Pembangkitan Gresik (PJB uP Gresik).

kata Priyono dalam peresmian penyaluran gas perdana Lapangan Terang Sirasun Bantur. Lapangan Terang Sirasun Batur merupakan bagian dari Blok Kangean yang dikembangkan berdasarkan Plan of Development (POD) revisi yang disetujui BPMIGAS pada tahun 2005. Gas dari lapangan ini diproduksikan melalui 9 sumur yang dikumpulkan dan diproses hingga memenuhi spesifikasi gas jual di Floating Production Unit (FPU) Joko Tole dan selanjutnya gas jual tersebut dikirim ke pembeli melalui pipa 18 inchi East Java Gas Pipeline (EJGP). Pengaliran gas perdana Lapangan Terang Sirasun Batur ini merupakan tonggak penting dalam proses pengembangan lapangan yang diharapkan dapat memproduksikan gas hingga 300 - 315 MMSCFD. Pengaliran gas perdana Lapangan Terang Sirasun Batur ini merupakan tonggak penting dalam proses pengembangan lapangan yang diharapkan dapat memproduksikan gas hingga 315 MMSCFD. Kementerian ESDM optimistis produksi gas dari lapangan Terang Sirasun Batur Blok Kangean dapat mewujudkan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena dapat menekan penggunaan BBM. Untuk PJB saja, dengan pemakaian gas sebesar 130 MMSCFD dapat Rp 20 miliar per hari atau setara dengan Rp 7,2 triliun per tahun. Sementara dari sisi penerimaan negara, gas memberikan kontribusi sebesar 2,05 milyar dollar AS atau 42 persen total pendapatan lapangan Terang Sirasun Batur ini. Menurut Wamen ESDM, Rudi Rubiandini, penyaluran gas tidak hanya memberi efek pada regional Jawa Timur sehingga meningkatkan rasio elektrifikasi dan perekonomian daerah, namun secara nasional juga

memberikan efek yang baik dalam hal diversifikasi sehingga mengurangi ketergantungan terhadap BBM, terutama konsumsi yang sangat tinggi oleh PLN. Sebagai catatan cadangan minyak Indonesia hanya 0,3 persen cadangan dunia, dibandingkan dengan cadangan gas Indonesia yang mencapai 1,2 persen cadangan dunia. Jika diekuivalensikan, cadangan gas sekitar 4-5 kali cadangan minyak. Dalam strategi Kementerian ESDM, kebijakan jangka pendek adalah

enyaluran perdana gas dari dari lapangan Terang Sirasun Batur ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti oleh Kepala BP Migas R Priyono disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM, Direktur Pertamina Hulu Energi, Direktur Produksi PJB, GM General Manager Karya Energy Indoneisa Ltd, dan General Manager JOB Pertamina Petrochina East Java. Apa yang dilakukan Kangean Energy merupakan sebuah langkah yang cukup signifikan di Jawa Timur. Saat kalangan industriawan menginginkan tambahan gas dan pada saat yang sama pula Lapangan Terang Sirasun Batur bisa mensuplainya sebesar 300-315 MMSCFD, kata Wakil Menteri

ESDM Rudi Rubiandini saat memberikan keynote speech-nya pada peresmian penyaluran perdana gas Lapangan Terang Sirasun Batur, Blok Kangean. Semua gas dari Lapangan Terang Sirasun Batur tersebut dipasok untuk kebutuhan industri di Jatim, yaitu : w PJB (UP Gresik) 130 MMSCFD w Petrokimia Gresik 65 MMSCFD w Pertamina Gas (anak perusahaan Pertamina) 100 MMSCFD w Indogas 20 MMSCFD. Ini mempertegas komitmen BPMIGAS dan pelaku industri hulu migas untuk memprioritaskan pemenuhan gas bagi kebutuhan dalam negeri,

Wamen ESDM, Rudi Rubiandini dan Kepala BP Migas R Priyono meninjau control room UP Gresik.

28

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

29

Ba h a n B a k a r

Knowledge Management

listrik Prabayar Sebagai Proses Kaizen Layanan Listrik


ebagai keluarga besar PLN, karyawan PT Pembangkitan Jawa-bali (PJB) dituntut tidak hanya memahami sisi pembangkitan, tetapi juga seluruh sisi mulai dari hulu hingga hilir. Dengan demikian dapat turut serta membantu mensosialisasikan program-program PLN atau paling tidak mempunyai pemahaman untuk diri sendiri. Untuk itu, Direktur Keuangan Direktur Keuangan Pjb, Hudiono PJB, Hudiono, mengundang Manajer PLN Distribusi Jatim Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surabaya Selatan, Risbudiarta untuk berbicara dalam forum Media Club Pustaka PJB Kantor Pusat. Saya ingin mengajak teman-teman PJB tidak hanya melihat sisi pembangkitan, tetapi juga melihat sisi lain dari PLN, khususnya sisi pelayanan kepada masyarakat. Saya melihat di PJB belum banyak yang menggunakan listrik prabayar, padahal listrik prabayar sudah lama di kembangkan di PLN dan kebetulan saya ikut merintis listrik prabayar model sekarang. Ini artinya penetrasinya belum bagus. Kami berharap pak Kris (Manajer APJ Surabaya Selatan, Risbudiarta) berbicara banyak mengenai listrik prabayar dan produkproduk lain PLN Distribusi Jatim, kata Hudiono, mengawali diskusi dalam Forum Media Club Pustaka, 20 Juni 2012. Dalam kesempatan itu, Risbudiarta memaparkan banyak hal mengenai layanan yang diberikan PLN Distribusi Jatim, lengkap dengan berbagai persoalan yang harus dihadapi saat berhubungan dengan pelanggan yang terdiri dari berbagai macam latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya. Namun mantan operator PLTGU Gresik tahun 1993 itu lebih fokus memaparkan tentang pemanfaatan listrik prabayar yang merupakan program yang sedang digalakkan PLN. Diungkapkan, listrik prabayar digalakkan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan listrik paska bayar. Penggunaan listrik paska bayar selama ini banyak menimbulkan persoalan, diantaranya: n Cenderung boros karena tidak mudah memantau pemakaian listriknya. n Pencatatan pemakaian energi dilakukan sebulan sekali, sehingga privasi pelanggan akan terganggu. n Jika rumah kosong pada saat pencatatan stand kWh meter tidak bisa akurat karena hanya didasarkan perkiraan. n Pelanggan tidak leluasa melakukan pembayaran, karena jadwal pembayaran rekening listrik telah ditentukan. n Risiko diputus sementara oleh petugas pemutusan listrik jika tidak bayar sesuai periode atau jadwal yang ditentukan dan juga dikenakan biaya keterlambatan. Listrik disambung kembali apabila tagihan rekening listrik dan biaya keterlambatan telah dilunasi. Namun jika pelunasan lebih dari 60 hari, PLN berhak membongkar instalasi PLN dan memberhentikan pelanggan tersebut sebagai pelanggan PLN. Jika ingin menjadi pelanggan PLN lagi, maka harus melunasi tunggakan dan membayar biaya penyambungan baru serta memenuhi persyaratan sebagaimana calon pelanggan. PLN telah mengambil kebijakan untuk sambungan satu phasa diupayakan dilayani dengan prabayar. Selain itu juga dilakukan migrasi dari listrik pasca bayar ke listrik prabayar, kata Risbudiarta. Banyak keuntungan listrik prabayar diantaranya;

penghematan BBM, demi menjaga stabilitas APBN karena sudah tidak mungkin menaikkan harga BBM dengan Undang-Undang APBN yang ada, sedangkan kebijakan jangka menengah, yaitu diversifikasi BBM ke gas harus berhasil dan kebijakan jangka panjang sampai tahun 2025, yaitu diversifikasi energi secara menyeluruh, misalnya pemanfaatan geothermal (40 persen cadangan dunia), biosolar, solar cell dan batubara. Jika kebijakan jangka panjang ini tidak berhasil maka Indonesia akan mengalami apa yang dinamakan net importer energi. Faktanya, saat ini Indonesia sudah masuk ke net importer minyak, sehingga dengan kebijakan yang tepat Indonesia tidak akan terjerumus ke net importer energi, paparnya. Saat mengunjungi Central Control Room (CCR) PLTGU Unit Pembangkitan Gresik, Wamen ESDM yang didampingi Kepala BP Migas, Priyono dan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, mendapatkan penjelasan dari Direktur Produksi PJB, Muljo Adji dan GM UP Gresik Iwan Agung bahwa sejak Januari 2012 seluruh mesin Unit Pembangkitan Gresik sudah beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas. Dan dengan masuknya gas dari Kangean Energy Indonesia Ltd ini maka keandalan dan efisiensi mesin UP Gresik menjadi sangat optimal, disamping subsidi BBM yang berkurang

sangat signifikan. Dengan masuknya gas dari Terang Sirasun Batur sebesar 130 MMSCFD, maka PJB bisa mendapatkan margin penghematan atau pengurangan subsidi sampai lebih dari Rp 20 Milyar per hari, atau sekitar Rp 7,9 Triliun per tahun. Bersamaan dengan penyaluran gas perdana dari lapangan Terang Sirasun Batur, juga dilakukan perayaan keberhasilan JOB Pertamina-PetroChina East Java (JOB-PPEJ) memproduksikan 100 juta barel minyak dan pengapalan minyak yang ke 500 dari Lapangan Sukowati, Bojonegoro. Ini adalah pencapaian, karena tidak banyak wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama yang telah mencapai tingkat produksi melebihi 100 juta barel, ujar Priyono. Saat ini JOB-PPEJ mengoperasikan 5 lapangan di wilayah Jawa Timur yaitu: r Lapangan Mudi (Tuban) yang mulai berproduksi pada akhir 1997 r Lapangan Sukowati (Bojonegoro) yang mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2004 r Lapangan Gondang (Lamongan) yang mulai berproduksi pada September 2005 r Lapangan Lengowangi (Gresik) yang mulai berproduksi pada Juni 2011 r Lapangan Saut Bungoh (Gresik) yang mulai berproduksi pada bulan Agustus 2011. (*)

v Pelanggan dapat lebih mengatur biaya listrik sesuai kebutuhan dan kemampuan. Melalui meter elektronik, pemakaian listrik dapat dipantau setiap saat. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengerem pemakaian listriknnya. v Privasi terjaga dan bebas kesalahan catat meter. Meter prabayar secara otomatis mencatat penambahan dan pemakaian listrik, sehingga privasi lebih terjaga karena tidak perlu ada petugas yang datang ke rumah untuk mencatat listrik. v Bebas biaya keterlambatan dan pemutusan listrik. Tidak ada lagi tambahan bayar listrik akibat lupa bayar tagihan listrik, serta bebas dari pemutusan listrik oleh petugas Untuk mendapatkan listrik prabayar, baik pelanggan baru maupun pelanggan lama yang hendak bermigrasi, sangat mudah, cukup mendaftar melalui website PLN (www. pln.co.id), telepon ke Call Center PLN 123 atau datang ke loket-loket PLN terdekat. Setiap pelanggan prabayar akan diberikan nomor meter & kartu kendali untuk memudahkan dalam membeli token (setrum) serta komunikasi dengan PLN. Yang dimaksud token atau setrum adalah isi ulang energi listrik. Apabila token habis, otomatis listrik akan padam. Untuk menghidupkan listrik karena token habis meter prabayar harus diisi ulang. Token sekali pakai dan hanya untuk nomor seri meter tertentu. Ada banyak pilihan token, mulai dari nominal Rp 5.000 hingga Rp. 1.000.000. Token dapat dibeli di loket-loket Bank, PLN, Kantor Pos, di Penjual token eceran, melalui ATM Mandiri, BNI, Bukopin, NISP, BCA, BRI, melalui SMS Banking, melalui internet banking atau melalui T-Cash (SMS). Salah satu contoh adalah aplikasi T-Cash dari operator Telkomsel. Melihat begitu banyak keuntungan listrik prabayar, baik bagi PLN maupun pelanggan, Hudiono minta supaya perkantoran dan rumah jabatan PJB menggunakan listrik prabayar, dan berharap karyawan PJB juga melakukan hal yang sama. Alhamdulillah, kini rumah jabatan PJB dan beberapa perkantoran sudah bermigrasi ke listrik prabayar. Listrik prabayar merupakan proses Kaizen layanan listrik di Indonesia. Dulu pelanggan sulit bayar listrik, karena harus ke loket KUD, PLN atau Bank tertentu, harus antri lama dan sebagainya. Sekarang dengan adanya listrik prabayar maka pelanggan dapat bayar kapan saja di banyak tempat pilihan. Dulu dalam penyambungan baru, PLN harus minta jaminan instalasi, sekarang begitu pelanggan bayar biaya penyambungan, PLN langsung pasang, papar Hudiono.(*)

Manajer APj Surabaya Selatan, Risbudiarta saat presentasi di Forum Media Club Pustaka Pjb kantor Pusat.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 31

30

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Opini

Opini

Manajemen Overhaul berbasis 5S


Manajemen 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) atau Manajemen Good House Keeping sudah lama diimplementasikan di PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), yaitu sejak Tahun 2009, dan diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja yang tertanam dalam setiap insan PJB. Namun demikian penerapannya masih sebatas pada penataan dan kebersihan pada area perkantoran, bengkel, gudang, produksi dan lingkungan.

Pemasangan Matras/vinyl.

Identifikasi peralatan/part

melebihi target waktu. Waiting : Menunggu material/spare part. Non utilized talent : Tidak memberdayakan karyawan yang kompeten. l Transport : Memindahkan material /tools yang jauh. l Inventory : Persediaan melebihi kebutuhan. l Motion : Mencari-cari tools /material/komponen. l Excess processing : Inspeksi yang berlebihan. Dengan menerapkan Manajemen Overhaul berbasis 5S, diharapkan dalam pelaksanaan Overhaul dan Proyek dapat mengendalikan faktor-faktor yang mungkin timbul dari pengaruh safety, quality, cost, delivery, moral, dan environmental. Hal ini dapat terlaksana dengan baik bilamana adanya komitmen bersama antara Manajemen UPHT dan seluruh karyawan untuk melakukan dan menjalankan program Manajemen Overhaul berbasis 5S.
l l

oleh: Yoseph.S, Specialist UPHT

Pemasangan pagar one gate.

ini, manajemen 5S juga dikembangkan di lingkungan pemeliharaan. Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur (UPHT) bertekad melaksanakan dan mengembangkan program Manajemen 5S tersebut secara kontinyu dan konsisten untuk mencapai produktivitas individu maupun perusahaan secara berkesinambungan (kaizen). Caranya, mengintegrasikankan antara Manajemen pemeliharaan dan proyek yang merupakan core business mereka dengan manajemen 5S. Hal ini dituangkan dalam Surat Keputusan General Manajer UPHT, Nomor : 022.K/021/ UPHT/2012 tertangggal 06 Juni 2012 tentang Struktur Organisasi Penanggungjawab 5S dan Overhaul Berbasis 5S. Manajemen Overhaul berbasis 5S diterapkan pada setiap tahapan dalam pelaksanakan pemeliharaan (Overhaul dan Proyek ) yang dilakukan UPHT sehingga mampu memberikan produktivitas dan efisiensi dengan cara : t Persiapan yang optimal t Informasi progress Overhaul & proyek yang up to date t Penataan layout kerja yang baik t Identifikasi peralatan dan tools yang akurat
32 Info PJB
n

Identifikasi dan penanganan limbah Kecepatan dan ketepatan dalam mobilitas t Tenaga kerja yang kompeten t Area kerja yang bersih, rapi, aman dan nyaman Keputusan ini ditindaklanjuti dengan penyusunan dan penetapkan Prosedur Operasi Baku (POB) Overhaul Berbasis 5S. Penyusunan POB Overhaul Berbasis 5S melibatkan seluruh bagian teknik maupun non teknik, yang selanjutnya ditetapkan sebagai acuan dalam melaksanakan setiap kegiatan Overhaul dan Proyek yang dilaksanakan UPHT. Adapun misi perubahan yang diinginkan dengan diterapkannya Overhaul berbasis 5S dimulai dari tempat kerja--> perilaku --> kebiasaan --> sikap --> budaya kerja dengan azas konsisten, kontinyu dan sederhana. Ada 8 pemborosan di dalam pelaksanaan Overhaul yang perlu dikelola dan sedapat mungkin dihindarkan agar hal-hal tersebut tidak terjadi. Delapan pemborosan itu dikenal dengan sebutan DOWN TIME (Defects, Overproduction, Waiting, Non utilized talent, Transport, Inventory, Motion, dan Excess processing) Pemborosan dimaksud: l Defects : Mengulang-ulang proses pekerjaan l Overproduction : Pelaksanaan
t t

Tahapan proses Overhaul berbasis 5S Preparation : Sebagai suatu acuan bagaimana melakukan kegiatan sebelum pelaksanaan Overhaul dimulai dengan menyiapkan menempatkan dan memasang segala sesuatu yang diperlukan di area kerja sehingga memudahkan untuk menemukan jika diperlukan serta mencegah terjadinya kesalahan, kerusakan, kehilangan dan kecelakaan kerja yang terdiri dari : - Papan informasi 5S. - Struktur organisasi, layout area, jadwal. - Pagar untuk one gate, matras dan safety line. - Spanduk, rambu-rambu K3 dan 5S. - Peralatan identifikasi. - Perlengkapan untuk kebersihan. - Peralatan kerja (tools). - Alat simpan dan atribut kerja. - IK, SOP, as built drawing. - Consumable material. - Rompi untuk helper. - Perlengkapan APD. l Disassembly : Mengatur tentang prosedur pembongkaran peralatan unit pembangkit sesuai skop overhaul serta menempatkan peralatan / part yang telah dibongkar pada area kerja yang telah ditentukan untuk mencapai kondisi rapi, bersih, aman dan nyaman yang meliputi : - Memastikan kesiapan tools, IK/SOP ,rambu-rambu dan area kerja. - Menempatkan peralatan (part) yang
l

dibongkar pada matras/vinyl/triplek sesuai lay out dan mengelompokan sesuai dengan fungsinya. Mekanik (warna biru), Listrik (warna kuning), Kontrol (warna hijau). - Memberikan identifikasi pada peralatan (part) yang dibongkar. - Monitoring jumlah personil dan kompetensinya. - Monitoring personil/helper terhadap skop pekerjaan dan kaidah K3/5S. - Dokumentasi. Cleaning : Mengatur tentang acuan bagaimana urutan dan cara melakukan pembersihan terhadap peralatan/part yang telah dibongkar dan memberikan kemudahan untuk mendukung proses kerja berikutnya sesuai ketentuan 5S : - Memastikan perlengkapan untuk melakukan cleaning telah tersedia (chemical, brush, majun dan lain-lain). - Mengelompokkan dan mengidentifikasi limbah hasil cleaning sesuai jenis dan klasifikasinya (UU 18 tahun 208). - Menempatkan part hasil cleaning pada matras dan diberikan identifikasi. - Mengelola limbah hasil cleaning sesuai POB 5S PT PJB Measureament : Mengatur tentang acuan bagaimana urutan dan cara melakukan pengukuran terhadap peralatan/part agar diperoleh hasil yang akurat sesuai IK/SOP dan ketentuan 5S.: - Memastikan perlengkapan dan peralatan untuk proses pengukuran telah tersedia ( tools, IK/SOP, form, spotcheck, contact blue dan lain-lain). - Menempatkan hasil pengukuran pada matras (bilamana perlu) dan diberikan identifikasi. - Dokumentasi. Assembly : Mengatur tentang acuan bagaimana cara dan urutan memasang peralatan/part agar memberikan kecepatan dan akurasi sesuai IK/SOP dan ketentuan 5S : - Memastikan tools, IK/SOP, as built drawing telah tersedia. - Memastikan part/perlatan telah siap dipasang. - Mengelola sisa part (bekas/ baru) yang tidak terpakai. - Mengelola limbah yang dihasilkan dari pemasangan. - Monitoring
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 33

edisi 77, Juli 2012

Opini
l

Penghargaan Individual test : Mengatur tentang acuan bagaimana cara dan urutan pelaksanaan individual test terhadap peralatan yang sesuai dengan IK/ SOP serta bagaimana penempatan peralatan uji agar selalu siap digunakan untuk mendukung kemudahan, kecepatan dan akurasi pengujian : - Memastikan tools, IK/SOP, as built drawing telah tersedia. - Memastikan peralatan (terpasang) telah siap untuk dilakukan individual test. - Memasang tagging pada peralatan yang diuji. - Memastikan hasil pengujian telah sesuai dengan standar. - Monitoring. Performance test : Mengatur acuan bagaimana urutan dan cara pengujian peralatan secara sistem yang sesuai dengan IK/SOP dan mengatur /menempatkan peralatan uji agar selalu siap dipergunakan untuk mendukung kecepatan, kemudahan dan akurasi pengujian : - Memastikan tools, IK/ SOP, as built drawing telah tersedia. - Memastikan peralatan/unit telah siap untuk dilakukan performance test. - Memastikan lantai/area kerja sudah bersih dari kotoran dan barang tidak terpakai. - Koordinasi dengan bidang terkait (UP). - Memastikan hasil pengujian telah sesuai standar. - Monitoring. Finishing : Mengatur tentang acuan bagaimana menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tersisa setelah selesai melakukan pengujian sistem agar penyelesaian pekerjaan overhaul dapat dilakukan dengan sempurna dan memudahkan untuk monitor, evaluasi dan tindak lanjut pada overhaul saat ini maupun di masa mendatang serta memberikan kepuasan bagi pemberi jasa (pelanggan) yang meliputi : - Memastikan IK, as built drawing, form data telah tersimpan pada tempatnya. - Memastikan tools umum & spesifik telah didata dan ditata sesuai klasifikasinya. - Memastikan kondisi lantai/area telah bersih dari pagar one gate, matras, ramburambu dan papan informasi 5S. - Mengelola sampah/kotoran dan proses pembuangan/pemusnahannya. - Mengidentifikasi peralatan K3, ramburambu & alat kebersihan. - Melakukan Evaluasi. Untuk mengukur keberhasilan implementasi Overhaul berbasis 5S dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepuasan ke pelanggan dan melalui assessment tim UPHT. Kuisioner berisikan pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban Sangat Puas, Puas, Cukup Puas, kurang Puas dan Tidak Puas. Pertanyaan yang diajukan antara lain: m Bagaimana program Overhaul berbasis 5S yang diimplementasikan UPHT. m Pemasangan pagar one gate di area kerja (turbin dan generator). m Pemasangan matras di area kerja (turbin dan generator). m Pemasangan spanduk di area strategis. m Pemasangan rambu-rambu peringatan. m Pengaruh terhadap hasil overhaul. m Kepedulian terhadap LK3. m Kepedulian terhadap aset perusahaan. m Memahami seluk-beluk peralatan di area pekerjaan. m Kepedulian kebersihan area kerja. m Koordinasi dan komunikasi. Berdasarkan kuisioner yang diedarkan di UP Paiton maupun di PT Barata Indonesia, memperlihatkan kedua pelanggan UPHT tersebut merasa sangat puas atas pelaksanaan overhaul berbasis 5S yang dilaksanakan.(*)

6 Unit PJB Raih Penghargaan Zero Accident


P
T Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) telah menerapkan pengendalian operasi K3 dalam kegiatan operasi & pemeliharaan unit-unit pembangkitnya. Salah satu tolok ukur keberhasilannya adalah tercapainya Zero Accident atau kecelakaan nihil tahun 2011 yang dicapai Unit Pembangkitan (UP) Gresik, UP Brantas, UP Muara Tawar, UP Muara Karang, UP Cirata dan Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur (UPHT). Atas pencapaian prestasi Zero Accident tahun 2011, keenam unit tersebut mendapatkan penghargaan Zero Accident yang diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tanggal 25 April 2011 di Smesco Convention Center, Jakarta. Selain PJB banyak perusahaan yang memperoleh penghargaan serupa. Secara nasional tercatat 739 perusahaan berhasil meraih penghargaan Zero Accident tahun 2011, meningkat sebesar 44,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 512 perusahaan. Sedangkan penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diberikan kepada 254 perusahaan yang berhasil menerapkan SMK3 berdasarkan evaluasi hasil audit dari Lembaga Audit. Jumlah ini meningkat 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 238 perusahaan. Sementara penghargaan bagi pembina K3 untuk tingkat pimpinan pemerintah daerah (Pemda) berhasil diraih oleh 15 Gubernur dan 21 Bupati/Walikota. Pemerintah memberikan apresiasi kepada Gubernur, Bupati/Walikota, para pengusaha, pekerja dan masyarakat yang telah melaksanakan K3 dalam setiap kegiatan sehingga mampu meningkatkan aspek perlindungan, mutu kerja dan produktivitas, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar. Penerapan SMK3 di Indonesia bersifat wajib, karena diatur dalam peraturan perundangundangan dan pada tahun 2003 diperkuat dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003. Bahkan pada tanggal 16 April 2012, Presiden telah mengesahkan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah tersebut, diharapkan pelaksanaan K3 di Indonesia semakin maju dan berkembang sehingga dapat mengejar negara-negara maju lainnya.(*)

Penyerahan piagam penghargaan Zero Accident oleh Menakertrans, Muhaimin Iskandar. overhaul berbasis5S
34 Info PJB
n

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

35

C S R P e n di dik a n

CSR Lingkungan

Apresiasi Guru dan PJB Peduli Prestasi


GuNA memberikan penghargaan atas dedikasi dan kerja keras para guru, serta sebagai wujud kepedulian terhadap siswa berprestasi, Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menggelar acara Apresiasi Guru Dinas Pendidikan Surabaya dan PJB Peduli Prestasi Tahun 2012. Kegiatan yang digelar di Supermall Surabaya Convention Center, 23 Juni 2012, dihadiri oleh Menteri Pendidikan RI, Muhammad Nuh, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Produksi PJB, Muljo Adji, serta sekitar 6.000 guru se-Surabaya.

Bersih-Bersih Waduk Cirata


wAduK Cirata merupakan salah satu waduk kaskade yang terdapat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Jawa Barat yang pada saat pembangunannya ditujukan sebagai pembangkit tenaga listrik. Waduk ini terbentuk dari adanya genangan air seluas kurang lebih 62 km2 yang membendung Sungai Citarum. Genangan waduk tersebut tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Cianjur, Purwakarta dan Bandung Barat. Waduk Cirata mempunyai fungsi utama sebagai pembangkit energi listrik dan fungsi tambahan antara lain untuk budi daya ikan jaring terapung, lalu lintas air, sebagai reservoir atau penyediaan air, pertanian, dan pengembangan ekonomi lainnya.
BPWC, Maman Suherman. Sejumlah pejabat juga hadir, diantaranya: Danrem Taruma Negara, Kolonel Infanteri Surawahadi, Kasi Teritorial Korem Taruma Negara Letkol Inf Daseng, Dandim Bandung Letkol Inf Novi Helmi Prasetya, Kapolres Cimahi AKBP Anwar, Wakil Bupati Bandung Barat Ernawan Natasaputra, dan Muspika. Sapu bersih diawali penanaman penghijauan di sekitar Waduk, lalu secara serempak sekitar 500 peserta dengan membawa perlengkapan seperti gantar bambu dan jaring turun ke waduk mengggunakan 3 buah speed boat dan 20 perahu tempel. Dalam waktu lima jam mereka berhasil membersihkan kawasan sekitar 20 hektar dan mengangkat 37 truk enceng gondok, plastik, sterefoam dan sebagainya. Khusus untuk enceng gondok diolah menjadi pupuk organik. Selain membersihkan Waduk Cirata dari sampah dan enceng gondok, BPWC juga melakukan langkah preventif berupa penanaman pohon di sepanjang greenbelt Cirata. Ratusan ribu tanaman keras sudah ditaman untuk menjaga kelestarian alam Cirata. Program Sapu Bersih Waduk Cirata rencananya akan kami agendakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak lagi stakeholders, ungkap Maman. Sehari sebelumnya, bersama PMI Kabupaten Bandung Barat, BPWC mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah yang diikuti 60 peserta. Selain itu juga diadakan Sosialisasi Lingkungan dengan pemateri Kepala BPWC dan Dandim Cimahi yang dihadiri 50 Perwakilan Tokoh Masyarakat sekitar Waduk Cirata.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 37

Menteri Pendidikan, M. Nuh dunia pendidikan. Ia mengingatkan betapa bahayanya jika guru melakukan malpraktek. Dibandingkan dengan dokter, yang dampaknya malpraktik hanya pada fisik. Untuk guru, kalau terjadi malpraktik dalam pendidikan justru akan merusak jiwa dan masa depan bangsa. Jadi, UKA itu sebenarnya untuk mengarahkan guru menjadi lebih profesional, karena kalau guru tidak profesional justru akan melakukan malpraktik dan dampaknya adalah merusak jiwa dan kehidupan anak didik. Kalau guru salah, ya dampaknya bersifat jangka panjang. Itu yang harus disadari, katanya. Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, ikhtiar membenahi kualitas guru itu sama halnya dengan membenahi negara, karena pendidikan itu merupakan rekayasa sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat. Karena itu, saya merasa tradisi apresiasi itu harus dibudayakan, karena guru itu perlu dikembangkan, kalau dia diberi apresiasi, maka dia akan merasa dihargai, kalau dihargai, maka akan berprestasi, katanya. Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengajak para guru untuk bersama-sama berjuang meningkatkan kualitas pendidikan. Guru harus komitmen mengabdikan diri untuk memberikan pendidikan terbaik buat anak-anak kita. Sebab, anak-anak ini merupakan penerus bangsa. Kalau kualitas pendidikan mereka baik, maka bangsa ini juga akan maju. Karena, berada di tangan penerus bangsa yang berkualitas, kata Risma. Risma menilai profesi guru sangat mulia. Ditangan guru kualitas anak-anak Surabaya bisa terjaga dengan baik. Anak-anak tidak hanya berkualitas dalam bidang akademik saja. Namun, agama dan sosial juga harus ditanamkan kepada mereka. Dengan begitu kita punya generasi penerus bangsa yang benar-benar komplit.(*)

Sekitar 6.000 guru se-Surabaya mendengarkan paparan dari Menteri Pendidikan M. Nuh.

enurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, kegiatan akbar tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada guru dan kepala sekolah. Tujuannya untuk menyenangkan hati guru yang selama ini telah bekerja keras menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Mereka disuguhi berbagai hiburan dan sekolahsekolah berprestasi di Surabaya mendapatkan apresiasi dari Pemkot Surabaya. Para kepala sekolah yang sekolahnya berprestasi mendapatkan kupon berhadiah. Hadiah yang telah disiapkan diantaranya lemari es, televisi, serta sepeda motor. Sementara itu PT Pembangkitan Jawa-Bali memberikan apresiasi kepada siswa SD, SMP, SMA dan SMK di Surabaya yang berprestasi dalam Ujian Nasional Tahun 2012. Peraih Rangking I SMA dan SMK mendapatkan penghargaan Rp.10.000.000, rangking II Rp.8.000.000 dan rangking III mendapat Rp.6.000.000. Rangking I SMP mendapatkan penghargaan Rp.8.000.000, rangking II Rp.6.000.000 dan rangking III mendapat Rp.4.000.000. Rangking I SD mendapatkan penghargaan Rp.6.000.000, rangking II Rp.4.000.000 dan rangking

III mendapat Rp.2.000.000. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Produksi PJB, Muljo Adji. Peran serta PT PJB dalam kegiatan apresiasi guru dan PJB Peduli Prestasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. Melalui programprogram CSR bidang pendidikan yang dilakukannya, PJB berharap agar dapat ikut serta berperan aktif dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Guru Sebagai Kunci Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan RI, Muhammad Nuh mengatakan bahwa guru patut mendapatkan apresiasi, karena guru mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan bangsa. Mewujudkan bangsa yang besar, harus mendidik penerus bangsa dengan baik. Untuk menuju ke sana, kuncinya ada di tangan para guru. Tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi guru. Untuk itu, kita harus bangga sebagai guru, kata Muhammad Nuh, disambut tepuk tangan ribuan guru. Untuk menjadi guru yang mulia, lanjutnya, yang pertama dilakukan adalah menata niat. Ada yang menempatkan profesi guru sebagai pekerjaan, namun ada juga yang niat menjadi guru untuk pengabdian sebagai salah satu bentuk perjuangan dan ibadah. Dari ketiga niat tersebut tidak perlu dipisahkan karena saling berkaitan. Guru sesungguhnya bukan hanya merupakan pekerjaan, tapi di dalamnya juga ada unsur pengabdian. Guru jangan sampai melalukan malpraktik, karena dampaknya akan merusak masa depan bangsa, kata Nuh yang berjanji untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan, Uji Kompetensi Awal (UKA) yang dilakukan untuk guru itu untuk mencegah malpraktik dalam

Kepala bPWC, Maman Suherman.

erada di tengah-tengah sistem kaskade Sungai Citarum menjadikan Waduk Cirata berfungsi sebagai filter kedua dari DAS Citarum. Jika semua "kotoran" dari hulu Citarum telah tersaring terlebih dahulu di Waduk Saguling, seharusnya kondisi Waduk Cirata jauh lebih baik daripada Saguling. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Kerusakan yang hampir sama terjadi di Cirata, karena aktivitas di catchment area (daerah tangkapan air) Waduk Cirata tak kalah mengkhawatirkan. Catchment area Waduk Cirata meliputi tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat. Ada lima anak Sungai Citarum yang bermuara pada waduk Cirata, yaitu Cimeta, Citarum, Cisokan, Cikundul, dan Cibaladung. Kondisi area itu tidak jauh dari hutan gundul dan alih fungsi lahan menjadi permukiman dan pertanian. Di Puncak misalnya, sebagai hulu dari Sungai Cibaladung lebih kaya akan palawija sehingga tidak ada penahan erosi. Alhasil, Sungai Cibaladung menyumbang sedimentasi besar kepada Cirata. Penyebab sedimentasi lainnya adalah endapan pakan ikan yang tidak termakan. Ini karena budidaya ikan dengan jaring apung di Waduk Cirata sudah melewati batas. Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat Nomor. 41 tahun 2002, jumlah jaring apung di Waduk Cirata dibatasi sebanyak 12.000 unit, tetapi pada tahun 2007 kegiatan budidaya ikan karamba jaring apung sudah jauh melampaui jumlah yang telah ditetapkan tersebut yaitu sebesar 51.418 unit. Banyaknya pakan ikan yang menjadi sampah diperparah dengan dibuangnya perkakas tak terpakai dari jaring apung, seperti

bersih-bersih Waduk Cirata hingga di setiap sudut tepian waduk

sterefoam, drum, dan bambu ke dalam waduk. Belum lagi tanaman enceng gondok yang tumbuh subur di waduk tersebut. Mengingat Waduk Cirata merupakan obyek vital nasional dan juga menstimulusasi perkembangan ekonomi berbagai sektor, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) berharap seluruh stakeholders memberikan perhatian serius. Alhamdulillah, banyak yang peduli terhadap Waduk Cirata. Dalam acara Sapu Bersih Waduk Cirata yang kami selenggarakan pada tanggal 10 Juli 2012 banyak pihak yang turut ambil bagian, mulai dari TNI, Polri, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), petani penggarap lahan, petani Kolam Jaring Apung (KJA) dan sebagainya, termasuk Viking (pendukung Persib Bandung) Cipeundeuy, ungkap Kepala

36

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

C S R L in gk u n ga n

CSR

PJB Peroleh Penghargaan dari Pemkot Surabaya

PJB CSR Award


anggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah konsep dimana perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Agar kegiatan CSR ini tepat sasaran dan bermanfaat bagi para stakeholder, maka perlu adanya manajemen CSR yang bagus agar memenuhi prinsip prinsip yang diamanahkan oleh undang undang dan sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional, yaitu ISO 26000, Sustainability Report, Baldrige, dan Pas 55. Untuk memastikan manajemen dan pelaksanaan CSR sesuai dengan kaidah-kaidah tersebut diatas maka perlu adanya kegiatan evaluasi dan penilaian kinerja program CSR yang sudah dilaksanakan. Kegiatan penilaian dan evaluasi kegiatan CSR di unit-unit PJB dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembekalan, pendampingan dan penilaian program CSR di masing masing unit. Kriteria yang digunakan memakai delapan aspek penilaian yang memenuhi kriteria yang disyaratkan dalam standar ISO 26000 tentang CSR. Evaluasi dilakukan di delapan unit PJB terhadap 39 kegiatan yang terbagi kedalam 4 bidang yaitu; Bidang Pendidikan & Pelatihan, Bidang Kesehatan, Bidang Ekonomi dan Sosial Keagamaan, serta Bidang Kamtibmas & Lingkungan Hidup, Penilaian dan evaluasi juga dimaksudkan sebagai dasar dalam memberikan apresiasi penghargaan dalam bentuk CSR AWARD dan masukan untuk peluang perbaikan (Opportunity for Improvement). Kegiatan penilaian dan evaluasi dilaksanakan sejak bulan Januari sampai bulan Juni 2012 oleh tim independen (tim konsultan expertindo). Kriteria yang digunakan memakai 8 aspek penilaian yaitu: Kesesuaian program, Tingkat capaian program, Manfaat, Kontinuitas, Transparansi dan Publikasi, Accesibility, Administrasi dan Manajemen, serta Keterlibatan Stakeholder. Dari hasil penilaian berdasarkan 8 kriteria didapatkan Juara 1 dan 2 untuk masing masing kegiatan, sebagai berikut:

Salah satu bank Sampah binaan tengah memberikan layanan pada warga

bunga Kana bermekaran di taman-taman Kota Surabaya

GM UP Paiton, Nurhadi dan GM UP brantas, Agus Nurwahyudi, menerima CSR Award dari Direktur Pengembangan dan Niaga, Hariyanto Widodo.

PT PEmBANGKiTAN JAwA-BAli (PJB) memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya karena dinilai sangat berjasa dalam kelestarian lingkungan hidup. Penghargaan diserahkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini kepada Sekretaris Perusahaan PJB, Hari Suharso, usai upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-719 Kota Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya, Kamis 31 Mei 2012. Dua program CSR PJB terkait kelestarian lingkungan yang dinilai Pemkot sangat menonjol adalah penanaman 20.000 Bunga Kana, dan pendirian bank sampah di 50 lokasi kampung di Surabaya. Bunga Kana itu kini telah bermekaran menambah keindahan sejumlah taman kota. Sementara Program Bank Sampah selain berhasil mereduksi sampah juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, menambah penghasilan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kegotong-royongan warga.

Relokasi PKl Jl Kapten dulasim Gresik


ebanyak 35 Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jl Kapten Dulasim Gresik akhirnya bersedia direlokasi ke kios yang dibangun UP Gresik di lahan PLN yang ada di kawasan tersebut. Mereka bersedia pindah setelah sebelumnya enggan direlokasi, dan lebih memilih berjualan di tepi jalan, hingga sangat mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan beberapa kali terjadinya kecelakaan. Relokasi ini memerlukan proses panjang. Alhamdulillah, mereka akhirnya bersedia di relokasi. Dalam relokasi ini, pembangunan kios merupakan program CSR PJB UP Gresik, dan kios ini hanya untuk tempat berjualan, bukan sebagai tempat tinggal, supaya kebersihan dan keindahan tetap terjaga, tutur General Manager UP Gresik, Iwan Agung. Relokasi dilakukan Rabu, 6 Juni 2012 malam, disaksikan para pejabat dan ratusan warga setempat. (*)

l Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Juara 1 adalah Pelatihan O&M Kelulusan SMK (Kantor Pusat), Juara 2 adalah Pemberian Fasilitas Gedung PAUD (UP Muara Karang). l Bidang Kesehatan: Juara 1 adalah Pelatihan Kader Kesehatan dan Bantuan Susu Balita (UP Paiton), Juara 2 adalah Pemeriksaan Papsmear (UP Brantas). l Bidang Ekonomi dan Sosial Keagamaan : Juara 1 adalah Budidaya Ayam Buras (UP Cirata), Juara 2 adalah Usaha pengelasan (UP Muara Tawar). l Bidang Kamtibmas dan lingkungan hidup, Juara 1 adalah Bank Sampah (PJB Kantor Pusat), dan Juara 2 adalah Bantuan Alat Decomposter (UP Paiton). CSR Award baru pertama kali dilakukan, dan Insya Allah akan kami lakukan setiap tahun, kata Senior Manajer Humas dan CSR, Muhammad Munir. Penghargaan bagi para juara diserahkan oleh Direksi PJB pada hari kedua Rakor PJB Semester I-2012 yang berlangsung di PJB Kantor Pusat, 17 Juli 2012. Bersamaan itu pula diserahkan penghargaan bagi unit yang memperoleh skor tertinggi dalam penilaian berdasarkan kriteria Baldrige.(*)

Salah satu stan PKL yang direlokasi

Hijaukan Pantai, Lindungi Abrasi


mEmPERiNGATi Hari Lingkungan Hidup 2012, PT PJB UP Paiton melakukan aksi Penanaman 10.000 Mangrove di Pantai Desa Sumberjo Kecamatan Paiton. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Seminar dan Lokakarya yang diselengggarakan pada tanggal 12 Juni 2012 di Aula Perumahan PJB Paiton dengan nara sumber KeSEMat, UNDIP Semarang. Penanaman dilakukan bersama Siswa MAN Karanganyar Paiton, MTsN Karanganyar Paiton, MA Nurul Hidayah Sumberjo, SMU Negeri Paiton serta utusan dari beberapa Pemda setempat dan Muspika Kecamatan Paiton. Muspika Kecamatan Paiton bangga melihat kerjasama PJB dan Yayasan Jagat Lestari. Yayasan Jagat Lestari perlu diacungi jempol karena merupakan kumpulan anak muda yang masih menyempatkan diri untuk peduli dalam melestarikan lingkungan. Dan PJB sudah banyak berkontribusi terhadap masyarakat Paiton dengan CSR-nya, puji Komandan Koramil Paiton, mewakili Muspika setempat.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 39

Tanam Mangrove di Avour Wonorejo


dAlAm rangka menyambut HUT Surabaya ke 719 dan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, warga Surabaya melakukan penanaman 15.000 mangrove di tanggul sungai Avour Wonorejo, Minggu 27 Mei 2012, dipimpin Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Dalam kegiatan ini, PT Pembangkitan JawaBali (PJB) turut ambil bagian dengan menanam 1.500 mangrove. Kepedulian terhadap ekosistem mangrove serta pengelolaan yang baik membuat Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah seminar mangrove tingkat ASEAN pada November 2012 dan Februari 2013 mendatang. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini bermanfaat bagi masyarakat dan anak cucu kita kedepan, kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.(*)

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini

GM UP Paiton, Nurhadi bersama TNI, Polri, pelajar dan masyarakat menanam mangrove di Pantai Desa Sumberejo.

38 38 Info PJB n edisi 77, 77, Juli 2012 Info PJB n edisi Juli 2012

C S R L in gk u n ga n

PJB Terangi Penduduk Tengah Hutan


Beringin. Pasalnya, Dusun Beringin yang merupakan sumber air yang mengairi Telaga Ngebel, masyarakatnya tidak menikmati aliran listrik. Padahal Telaga Ngebel dikenal sebagai penghasil listrik karena memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel. Sungguh ironi. Saya sangat gembira sekarang masyarakat Dusun Beringin bisa menikmati listrik. Masih ada dua dusun lagi yang sampai sekarang belum bisa menikmati listrik. Kami berharap PJB juga memperhatikan mereka, tuturnya. Sebagai rasa syukur atas masuknya aliran listrik ke rumah mereka, warga Dusun Beringin, Desa Talun mengadakan syukuran sekaligus peresmian PLTMH tersebut. Syukuran berlangsung di halaman salah seorang warga, dihadiri Genaral Manager UP Brantas, Agus Nurwahyudi, serta Muspika dan pejabat Perhutani setempat, dengan dihibur tiga penyanyi dangdut yang didatangkan dari Kota Ponorogo, 28 Juni 2012. Peresmian ditandai dengan penekanan stop kontak untuk menyalakan lampu yang mengalir dari PLTMH, dilanjutkan pengguntingan pita, dilakukan GM UP Brantas bersama Muspika, pejabat Perhutani dan Kepala Desa setempat. GM UP Brantas, Agus Nurwahyudi merasa haru melihat sambutan warga terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) UP Brantas. Kami memberi dana stimulan sebesar Rp 17,5 juta. Ternyata warga secara swadaya juga mengumpulkan dana dan terkumpul kurang lebih sekitar Rp 15 juta. Belum lagi tenaga kerja dan konsumsi selama berlangsung pembangunan PLTMH ini mencapai sekitar Rp 19 juta. Kebersamaan sangat terasa. Siang malam mereka bersama tim CSR UP Brantas mengerjakan pembangunan PLTMH ini dengan satu harapan segera menikmati aliran listrik, ungkap Agus Nurwahyudi. Dusun Beringin, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, sebenarnya tidak terlalu jauh dari PLTA Ngebel, hanya sekitar 8 km. Namun lokasinya yang terpencil di atas gunung, dan tidak dilewati jaringan distribusi PLN membuat dusun ini tidak dapat menikmati aliran listrk PLN. Dan ini bukan satu-satunya dusun yang tidak menikmati aliran listrik. Masih ada beberapa dusun lagi yang memiliki nasib serupa. Mudah-mudahan kami bisa membantu mereka yang belum menikmati listrik. Kami akan survei terlebih dahulu, kalau memang mempunyai potensi bagus, Insya Allah kami akan membantu mereka melalui program CSR. Apalagi dukungan masyarakat dan apartur pemerintahan serta Perhutani di daerah ini sangat bagus, kata Agus Nurwahyudi. Kami bukan sekadar membantu dalam pembangunannya, tetapi juga akan mendidik warga setempat bagaimana cara mengoperasikan dan merawat PLTMH, sehingga bila terjadi gangguan mereka dapat mengatasi sendiri, imbuhnya. Pihak perhutani sama sekali tidak keberatan kawasan hutan dijadikan sebagai lokasi PLTMH, karena dibenarkan oleh ketentuan perundangan. Bahkan pihaknya merasa sangat terbantu karena lebih mudah untuk menyadarkan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup.(*)

Berita Foto

Peresmian PLTMH Dusun beringin, Desa Talun, ditandai pengguntingan pita oleh GM UP brantas, Agus Nurwahyudi.

eceriaan menghiasi warga Dusun Beringin, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Mereka menikmati listrik, menyusul terselesaikannya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang dilakukan tim CSR Unit Pembangkitan Brantas. PLTMH tersebut menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 5000 watt, dan dapat menerangi 35 rumah warga. Alhamdulillah, berkat bantuan PJB akhirnya warga bisa menikmati listrik, ungkap Miskan, warga setempat. Lelaki tua berambut keriting itu menuturkan bahwa sejak tahun 1952 warga secara swadaya mencoba membangun pembangkit listrik minihidro, namun hasilnya tidak bisa maksimal. Hidup sebentar, mati lagi. Tegangannya juga tidak bisa normal, sehingga lampu tidak bis menyala terang. Ibarat pepatah, hidup segan mati tak mau. Hal serupa diungkapkan Kepala Desa setempat. Ia merasa prihatin melihat kondisi dusun

CATAT REKOR : Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang mencatat rekor dengan membangkitkan 1.445 MW. Angka tertinggi sepanjang sejarah berdirnya itu terjadi mulai 17 Juli 2012 pukul 08.00 wib. Yang sangat menggembirakan, pencapaian itu diperoleh tanpa menggunakan bahan bakar minyak (BBM), tetapi menggunakan bahan bakar gas.

PJB Services dirikan Kantor Perwakilan di Jakarta


uNTuK lebih meningkatkan pelayanan kepada customer, PJB Services berencana mendirikan beberapa kantor perwakilan di beberapa kota besar di Indonesia. Saat ini, kantor perwakilan yang telah di buka adalah kantor perwakilan di Jakarta yang berlokasi di Gedung Perwata Tower Lantai 6 Suite A No.11 Jl. Pluit Selatan Raya Kav 1 Jakarta Utara. Kantor ini diresmikan oleh Direksi PJB Services 11 Mei 2012, dihadiri oleh beberapa partner kerja PJB Services. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Direktur Utama PJB Services, Bernadus Sudarmanta. Dengan acara peresmian yang cukup sederhana, manajemen PJB Services mengharapkan agar kantor perwakilan ini nantinya dapat memberi kontribusi positif untuk pelayanan customer maupun ekspansi market di wilayah Indonesia Barat. Kantor perwakilan berfungsi secara efektif sebagai perpanjangan tangan dari kantor pusat di Surabaya sejak 1 Juli 2012.(*)

JAGA PERFORmANCE : Untuk menjaga perfomance, ketahanan fisik seorang Satpam sangat diperlukan, Karena itu, setidaknya satu kali dalam seatu bulan, para Satpam PJB Kantor Pusat melakukan latihan fisik dengan berlari mengelilingi jalan-jalan di sekitar kantor. Selain itu mereka secara rutin juga latihan kesamaptaan.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 41

40

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Be da h B u k u kecepatan eksekusi, dan pilar best practices. Pilar-pilar yang diciptakan itu sejatinya merupakan kumpulan alur-alur keunggulan yang sudah ada. Buku keempat karya Iwan Agung ini merupakan hasil rekam perjalanan MakeNuous di UP Gresik yang berjalan melalui bentuk formal seperti presentasi maupun aktivitas informal yang sudah menjadi budaya. Iwan Agung dan Muhammad Hariyadi menggunakan beragam literatur untuk membantu memaknai seluruh pembelajaran. Buku ini berisi beragam kiat dan inspirasi, yang merupakan suatu bentuk nasehat bagi pembacanya. Buku yang di-launching dalam Rakor PJB Semester I-2012, 17 Juli 2012 ini terbagi dalam lima bab. Pada Bab I (MakeNuous : Perbaikan Berkesinambungan) dan Bab II (Membangun Budaya MakeNuous), dipaparkan tentang bagaimana UP Gresik memaknai proses belajar kami dalam ber-MakeNuous dengan berbagai literatur, pemahaman dalam berbagai eksekusi di organisasi serta pengalaman-pengalaman Supervisor UP Gresik dan Tim Manajemennnya. Pengalamanpengalaman mereka di-capture dan menjadi bagian penting buku ini. Pada Bab III (Hasil MakeNuous Periode I UP Gresik) menyajikan melihat hasil-hasil MakeNuous yang disampaikan oleh para Supervisor yang bermanfaat bagi performance maupun peningkatan proses di UP Gresik. Karya dan foto mereka ditampilkan pada bab ini. Lalu pada Bab IV (Evaluasi dan Tindaklanjut Hasil Makenuous) disajikan evaluasi dan tindak lanjut MakeNuous sebagai bagian dari continuous improvement itu sendiri. Sedangkan Bab V (Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas) disajikan elemen pondasi Rumah Keunggulan UP Gresik selain continuous improvement, yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Makna dari ketiga kerja tersebut berkaitan dengan improvement yang harus selalu diupayakan. Bagian akhir (Bab VI menampilkan Profil PJB UP Gresik. Buku ini merupakan salah satu wujud bagaimana cara kami belajar, bagaimana kami mendokumentasikan dan memaknai pengalaman yang telah berjalan. Sebagaimana layaknya suatu continuous improvement, maka buku ini bukanlah suatu sumber inspirasi yang sempurna. Melalui buku ini kami juga belajar dan dengan senang hati kami menerima benchmark dan nasehat untuk penyempurnaan budaya MakeNuous di UP Gresik, kata Iwan Agung. Dalam implementasi program ini, setiap Supervisor yang berjumlah 42 orang setiap bulannya diwajibkan harus mempresentasikan satu lembar presentasi dengan format kondisi sebelum perbaikan, perbaikan/ improvement yang dilakukan, dan kondisi setelah perbaikan. Presentasi itu sangat sederhana, satu lembar dan mudah mengisinya. Penulisan hasil nyata setelah perbaikan menunjukkan keefektifan program ini. Memang format itu belum mencerminkan suatu continuous improvement, karena baru ada Plan (kondisi lalu yang akan di-improve), Do (perbaikan) dan Check (kondisi setelah perbaikan). Belum ada Action-nya. Action (A) dalam siklus PDCA dirancang setelah presentasi, setelah diskusi yang berfungsi sebagai validasi, konfirmasi, coaching dan keputusan tindak lanjutnya. Diskusi yang dilakukan terjadi antara Supervisor dan Tim Manajemen yang terdiri dari para Manajer dan GM. Juga dapat dilakukan antar sesama Supervisor yang lain yang mengikuti forum Continuous Improvement setiap minggu. Pada akhirnya, format terakhir adalah kondisi sebelum perbaikan. Perbaikan atau improvement yang dilakukan, kondisi setelah perbaikan dan action plan. Pentingnya makeNuous Menurut psikolog Carl Rogers dalam bukunya On Becoming A Person, setiap manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan emosional untuk mengaktualisasikan diri, untuk menjadi unggul dan lebih baik. Sejak lahir kita semua telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Pemurah segala bentuk potensi untuk meraih tujuan

Bedah Buku hidup dan menjadi manusia yang seutuhnya. Maka setiap dari kita, dengan izin Allah SWT, pasti mampu berkembang menjadi lebih baik, dan terus lebih baik. Dan hal ini hanya bisa ditempuh dengan terus melakukan continuous improvement. MakeNuous sangat identik dengan perubahan. yaitu perubahan menjadi lebih baik. Namun berubah menjadi lebih baik tidak lantas selalu berjalan lancar. Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Salah satu masalah yang paling sering adalah penolakan atas perubahan itu sendiri. Penolakan atas perubahan tidak selalu negatif karena justru adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Maknyus.....Enak rasanya, mudah ditelan dan dicerna. Sebuah buku yang mengupas secara runtut dan sederhana berdasarkan pengalaman dan praktek langsung bagaimana mengimplementasikan continuous improvement dalam sebuah organisasi kerja untuk mencapai keunggulan dibidangnya. Selamat buat Saudara Iwan Agung yang telah berhasil melakukan manajemen perubahan di UP Gresik, komentar Susanto Purnomo setelah membaca buku tersebut. Komentar serupa diungkapkan Head Environment & Social Responsibility Division PT Astra Internasional Tbk, Riza Deliansyahviron. Untuk maju,perlu melakukan lebih banyak dari yang diperlukan, dan apabila konsep ini diterapkan terus menerus (continuous),maka kita akan sustain pada bidang apapun yang kita tekuni. Sebuah buku yang memberikan contoh-contoh aplikasi langsung dilapangan pada perusahaan besar yang sudah menerapkannya,sehingga akan bermanfaat bagi praktisi manajemen dan pengelola dilapangan, katanya.(*)

M KE
[dibaca: maknyus]
Iwan Agung Firstantara Muhammad Hariyadi

Mencapai keunggulan melalui continuous improvement

Unit Pembangkitan (UP) Gresik merupakan salah satu unit PJB yang senantiasa berusaha memperkuat semangat continuous improvement. Unit ini bukan hanya membangun dan mengeksekusi program continuous improvement, tetapi membudayakannya dengan mewajibkan setiap supervisor melakukan improvement setidaknya satu kali dalam satu bulan.
eneral Manager (GM) UP Gresik, Iwan Agung Firstantara dan Sekretaris Gresik Improvement Management (GIM), Mohammad Hariyadi, mencoba berbagi pengalaman dalam pemaknaan, penyadaran dan implementasi riil dari program pembudayaan yang terstruktur tersebut melalui sebuah buku yang diberi judul, MakeNuous: Mencapai Keunggulan Melalui Continuous Improvement, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Dan Kerja Ikhlas. MakeNuous (baca: MakNyus), merupakan istilah popular di UP Gresik yang merupakan singkatan plesetan dari Let's Make Continuous Improvement. Istilah ini pertama kali dilontarkan Manajer Keuangan
42 Info PJB
n

UP Gresik, Gunawan Yudhi. MakeNuous merupakan proses yang berlangsung secara inkremental, yang berarti terdiri dari banyak langkah-langkah kecil ke depan. Sebagai suatu proses, MakeNuous merupakan bagian yang terbangun secara integral di dalam organisasi UP Gresik, yang berperan dalam mentransformasi input seperti kreativitas, antusiasme, energi, dan semangat belajar menjadi output seperti peningkatan kualitas dan kehandalan, efisiensi dan keuntungan perusahaan. MakeNuous bukanlah suatu proyek yang memiliki titik akhir pelaksanaan, melainkan akan terus berjalan. Karena pada dasarnya, continuous improvement

adalah suatu keharusan sebagai proses pengembangan dan bahkan untuk mempertahankan eksistensi. Program yang saat ini dijalankan di UP Gresik diperuntukkan membangun sebuah budaya MakeNuous yang lebih terstruktur dan motivasional MakeNuous merupakan bagian dari fondasi Rumah Keunggulan UP Gresik yang terbangun atas aspek continuous improvement, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Bahkan proses dan hasil MakeNuous merupakan perwujudan dari kerja cerdas itu sendiri. Fondasi Rumah Keunggulan adalah dasar dari pilar-pilar keunggulan UP Gresik, yakni pilar juara, pilar pelopor, pilar

Supervisor setiap bulan memaparkan continuous improvement yang telah dilakukan.


Menuju Perusahaan Kelas Dunia 43

edisi 77, Juli 2012

Mo t i v a s i

Motivasi
dan membuka cakrawala. Meyakini nilai akan menuntun seseorang dan menumbuhkan semangat yang menghidupkan hati. Selanjutnya membuat konsep dan menyusun roadmap berisi target dan sasaran yang dilandasi dengan kerendahan hati. Hal itu membutuhkan kompetensi yang diperoleh dengan belajar tiada henti. Yang tidak kalah penting adalah meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, bahwa apa yang kita kerjakan itu atas nama Tuhan, bersama Tuhan dan untuk Tuhan, kata Palgunadi. Ia mengingatkan bahwa semangat dan kompetensi harus dilandasi integritas dan etika, serta kerendahan hati. Ini sangat penting supaya apa yang kita lakukan meninggalkan bekas-bekas kebajikan, sehingga ketika kita meninggal dunia maka kita sudah memancangkan tonggaktonggak kebajikan pada sepanjang perjalanan hidup kita. Jangan sia-siakan hidup kita. Jangan pancangkan umur hanya pada batu nisan yang menyebut nama, tanggal lahir dan tanggal wafat. Tapi buatlah tonggak-tonggak kebaikan dan kemuliaan yang selalu dikenang orang, kata Palgunadi. Menurut Palgunadi, kalau PJB memiliki karyawan yang mempunyai integritas dan selalu membangun kerjasama, mempunyai keunggulan dalam memberikan pelayanan, serta sadar lingkungan, maka perusahaan ini merupakan merupakan kumpulan orang baik, yaitu orang-orang yang bersaing dalam berbuat kebaikan, yang setiap hari meluruskan niat, dan menyempurnakan ikhtiar. Kalau semua pegawai bekerja seperti itu maka perusahaan akan menjadi perusahaan publicity love, perusahaan yang dicintai dan disayangi publik, tutur Palgunadi Dalam kesempatan itu Palgunadi banyak menceritakan sederet perusahaan yang ada di bawah PT Astra Internasional Tbk, seperti PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Astra Agro Lestari, dan juga Adaro Energy. Intinya, perusahaan-perusahaan itu berhasil karena bukan hanya dikelola oleh orang yang memiliki kompetensi, tetapi yang lebih penting adalah memiliki integritas tinggi, memiliki etika dan kerendahan hati. Spiritual Company Apa yang diungkapkan Palgunadi sejalan dengan pemikiran Dosen Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ahmad Imam Mawardi MA tentang kehebatan spiritual company, yaitu; perusahaan yang mengedepankan aspek spiritualitas berupa implementasi etika dan moralitas dalam berbisnis. Perusahaan yang memiliki penekanan pada modal spiritual lebih dari pada modal finansial, dan menekankan pada peran kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam processing dan controlling jalannya perusahaan. Ketika memberikan tausiah di PJB Kantor Pusat beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan bahwa dalam perusahaan yang memisahkan antara praktik bisnis dengan spiritualitas yang berlandaskan moralitas agama cenderung memorosotkan sumber daya, mengabaikan generasi mendatang, despiritisasi personal, kepemimpinan egoistik, memicu stres dan menonjolkan kepentingan diri sendiri. Sementara spiritual company cenderung memelihara dan memperbaharui sumber daya, melihat generasi mendatang sebagai stakeholder, mengilhami orang banyak, menumbuhkan dedikasi, melahirkan harapan dan mendatangkan kepuasan. Spiritual company paling tidak dapat memberikan manfaat bagi karyawan atas lima hal, yaitu: menciptakan optimisme dan motivasi yang tinggi, meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan kreativitas dan inovasi, menjadi karyawan yang pembelajar (learning people), dan meningkatkan awareness dan loyalitas terhadap perusahaan. Sementara bagi perusahaan, setidaknya ada enam manfaat dari penerapan aspek spiritualitas dalam bisnis, yaitu: l Perusahaan terhindar dari kecurangan (fraud) yang sangat merugikan berbagai pihak yang dapat mengakibatkan kebangkrutan. l Produktivitas & kinerja perusahaan menjadi meningkat, karena karyawan dapat bekerja secara optimal. l Suasana kerja menjadi harmonis, karena terdapat sinergi yang bagus antara karyawan dan manajemen perusahaan. l Citra (image) positif perusahaan menjadi meningkat. l Perusahaan menjadi tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan (sustainable company). l Menurunkan perpindahan (turnover) karyawan. Ia mengisahkan bagaimana Merck & Co menjadi perusahaan farmasi terbesar di Amerika dan sering dipilih oleh Majalah Fortune dan Business Week sebagai perusahaan yang paling disegani dan paling ajaib. Pada akhir tahun 1970-an di Afrika, Timur Tengah dan Amerika Selatan 340.000 orang mengalami kebutaan akibat digigit sejenis lalat hitam yang dapat mengakibatkan kebutaan, 18 juta kebutuhan parsial dan 85 juta berisiko penyakit yang sama. Ilmuwan Merck menemukan satu jenis senyawa anti river blindness yang diberi nama mectizan. Pada awalnya tidak ada yang mau membiayai dan mendistribusi mectizan karena pangsa pasarnya adalah dunia ketiga dan negara miskin. Meskipun tahu prospek keuntungannya suram, Merck memutuskan terus memproduksi mectizan dan memberikannya secara cuma-cuma kepada yang membutuhkannya. Apakah menguntungkan bagi Merck? Dalam jangka pendek, secara materiil tentu tidak menguntungkan, tetapi secara spiritual sangat menguntungkan. Dan dalam jangka panjang, baik secara materiil maupun spirtual sangat menguntungkan dan itu telah terbukti Merck & Co menjadi perusahaan farmasi terbesar Amerika, tutur Imam Mawardi.(*)

Manusia Sebagai Investasi, Bukan Resources


Seorang Kapten memerintahkan salah seorang anak buahnya berpangkat Letnan untuk melakukan penyelamatan korban yang terhempas ombak di tengah laut. Sang Letnan diberi keleluasan untuk memilih apakah menggunakan powerboat dengan membawa 4-5 personil, atau menggunakan perahu dayung dengan 12 personil. Ternyata sang Letnan memilih mengunakan perahu dayung dengan 12 personil, dan berhasil menyelematkan korban.

Sekilas Sosok Palgunadi


algunadi Tatit Setyawan adalah anak tertua dari lima bersaudara. Ia lahir di Tegal, 12 Maret 1939. Kondisi kehidupan keluarganya yang cenderung paspasan, menempa pribadi Palgunadi kecil. Pada usia 8 tahun ia diajak kakek nya yang bekerja sebagai juru gambar di Perusahaan Jawatan Kereta Api pergi ke pelabuhan, Tegal. Disana ia melihat crane yang teronggok rusak. Mengapa crane itu dibiarkan rusak, Mbah? Tanya Pal kecil, dengan polos. Sang kakek menjelaskan bahwa yang bisa memperbaikinya adalah insinyur Belanda (yang pada saat itu, 1947, banyak orang Belanda yang pulang ke negerinya). Karena itu, kamu nanti harus menjadi insinyur agar bisa memperbaiki crane itu, demikian lanjut sang kakek. Katakata itu tertancap dalam dada Palgunadi. Setamat SMA ia masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Bandung (sejak 1959 berubah menjadi Institut Teknologi Bandung). Lucunya, sampai di depan loket, ia tidak tahu harus masuk jurusan apa. Terpaksa ia pun keluar dari antrian dan bertanya kepada orangorang disekitar itu tentang jurusan tukang memperbaiki crane. Dari jawaban yang ia dapatkan, Palgunadi mengambil jurusan Teknik Mesin. Setamat dari ITB, ia masuk lingkungan TNI AD dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Pada saat di TNI AD inilah ia pernah mengikuti pendidikan kemiliteran sampai Seskoad. Palgunadi pernah mendalami bidang balistik di University of Belgrade Yugoslavia Militer Sains dan menyandang gelar Dipl. Ing. Balistician. Ilmu itulah yang menjadi bekal baginya untuk memimpin Pindad hingga ia pensiun tahun 1983. Pensiun dari Pindad ia kemudian bekerja di PT United Tractor, dan selanjutnya di PT Astra International Tbk sebagai corporate communicator. Ia berhasil membangun fondasi yang kukuh mengenai budaya perusahaan (corporate culture), yang diberi nama Catur Dharma di tubuh Astra, yang masih dijalankan sampai saat ini. Pada saat meninggalkan Astra tahun 1997, Palgunadi tercatat sebagai Senior Vice President. Selepas dari Astra, Palgunadi dipinang perusahaan Amerika Inggris, GIBB Ltd., dengan posisi Regional Director untuk Asia. Selesai dari GIBB, ia diminta konglomerat Raja Garuda Mas untuk melakukan hal yang sama seperti di Astra dengan pangkat lebih tinggi, Executive Vice President. Saat ini ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jakarta Propertindo, Komisaris Adaro Energy, anggota Komite Audit PT Info Asia Tbk, Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Kepala Lembaga Manajemen & Kewirausahaan Pengembangan Al Azhar Indonesia (UAI) University, Konsultan Independen Tata Kelola Perusahaan, Internal Audit dan Corporate Budaya. (*)

ang Kapten merasa heran atas pilihan anak buahnya tersebut. Mengapa memilih menggunakan perahu dayung dengan risiko yang tinggi? Mengapa tidak memilih powerboat yang lebih hebat? Saya tidak bisa mengandalkan mesin. Katanya berkekuatan sekian horse power, tetapi kalau tidak bisa saya kontrol, saya bisa kehilangan power tersebut dan tidak berhasil menyelamatkan korban. Saya lebih percaya kepada 12 orang pendayung yang saya tidak bisa ukur kekuatannya, karena saya tahu kalau dalam keadaan terjepit mereka akan mengeluarkan kekuatan yang luar biasa, papar sang Letnan. Cerita di atas diungkapkan Komisaris Adaro Energy, Ir. Palgunadi Tatit Setyawan Dipl. Ing, saat berbicara pada hari kedua Rapat Koordinasi Semester I-2012 PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Kantor Pusat, 17 Juli 2012. Mantan Senior Vice President PT Astra Internasional itu sengaja diundang untuk memberikan pencerahan dan motivasi peserta rapat (Direksi dan Senior Leader PJB), serta karyawan PJB Kantor Pusat. Filosofi dari cerita di atas adalah betapa pentingnya faktor manusia.
n

Manusia bukanlah recources yang bisa habis dipakai, melainkan investasi yang semakin lama semakin mahal. Karena itu, sejak tahun 1983 di PT Astra tidak ada lagi Human Resources karena telah digantikan Human Capital, kata Palgunadi. Palgunadi mengkritik analisa SWOT: Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) yang banyak dipergunakan oleh perusahaan sebelum melakukan sesuatu. Inti dari analisis SWOT adalah untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan. Dari analisa SWOT perusahaan menentukan strategi untuk memanfaatkan peluang yang berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki, memperbaiki kelemahan yang ada, dan mengatasi ancaman yang datang dari luar. Menurut Palgunadi cara seperti itu tidak tepat karena hanya melahirkan kesombongan. Ditegaskan Palgunadi, semua yang terjadi merupakan cerita atau kehendak Tuhan. Karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai kemajuan, yaitu meyakini nilai, mendirikan konsep, membangun pengetahuan, membangun amanah, meluruskan niat

44

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

45

Kesehatan

Kesehatan

Menjaga Kesehatan Selama Lebaran

Lebaran merupakan suatu yang spesial dan merupakan salah satu hari besar umat Islam dan juga sebuah prestasi bagi yang telah berpuasa dengan sebaikbaiknya di Bulan Ramadhan. Sudah menjadi kebiasan di Indonesia tentang yang namanya Mudik Lebaran. Setiap mudik lebaran selalu diringi dengan meningkatnya aktivitas umat Islam demi memeriahkan Lebaran. Kadang, cara apapun selagi halal akan dilakukan untuk mudik alias pulang kampung. Karena meningkatnya aktivitas itulah masalah kesehatan sering tidak berkompromi.
eperti halnya mudik dengan perjalanan yang jauh, ada pula yang tidak mudik tetapi mengalami peningkatan tamu yang dadakan, sehingga dapat menyebabkan peningkatan aktivitas sebelumnya. Belum lagi kontak melalui telpon, SMS, e-mail serta jejaring sosial, membuat seseorang menjadi super sibuk. Ada juga yang makan dengan lahapnya sehingga lupa akan kesehatan. Maklum setelah berpuasa sebulan, godaan untuk makan sepuasnya dan berpesta bersama sanak keluarga. Orang sering kali berpikir: Tidak apa-apa melanggar pantangan dokter sekali kali toh lebaran
46 Info PJB
n

menyempitkan pembuluh darah. Peredaran darah menjadi kurang lancar yang memicu terjadinya penyakit jantung. Kebanyakan gula juga tidak baik. Kandungan gula pada makanan yang berasal dari karbohidrat akan memicu naiknya insulin. Efek buruk kelebihan gula adalah naiknya gula darah. Ini penyakit yang bisa dicegah hanya dengan menjalani gaya hidup sehat dan menjaga pola makanan. Kalau berlebihan makan makanan manis saat hari Lebaran, maka risiko diabetes sangat besar. Selain itu, saat nafsu makan Anda tidak terkendali, muncul pula risiko gangguan pencernaan. Kondisi itu bisa terjadi, karena selama puasa, perut mencerna makanan sedikit demi sedikit. Namun ketika lebaran, tiba-tiba lambung langsung diberi banyak makanan untuk dicerna. Jadi lebih baik makan secukupnya saat lebaran dan pilihlah jenis makanan sehat demi kebaikan kesehatan. Kesehatan Anak Setelah lebaran biasanya kasus kunjungan anak sakit ke rumah sakit atau dokter biasanya meningkat tajam. Meskipun tiap rumah sakit sudah menyediakan dokter piket 24 jam, tetapi ketika lebaran tiba dokter pun ikut sibuk mudik saat lebaran. Sehingga pasien yang berobat seringkali menumpuk paska lebaran. Selain itu bisa saja setelah lebaran jumlah angka kesakitan pada anak memang meningkat drastis. Beberapa kondisi dan keadaan menjelang lebaran atau saat lebaran memang berisiko menimbulkan masalah kesehatan tersendiri pada anak. Mengapa banyak anak sakit setelah Lebaran? Salah satunya disebabkan asupan makanan yang juga berbeda dibandingkan hari biasa. Dalam keadaan hari raya variasi makanan dan minuman yang tersedia jadi lebih banyak baik kuantitas maupun jenisnya. Pada penderita alergi ataupun intoleransi

hanya setahun sekali. Namun perlu diingat risiko dari berpesta dan makan banyak bagi orang yang mempunyai penyakit metabolik dapat berbahaya. Kejadian stroke biasanya meningkat setelah lebaran. Ini karena menu yang disantap umumnya jenis masakan bersantan dan berlemak, seperti opor ayam, rendang, dan sebagainya. Kudapan dan minuman kaya gula juga tidak kalah banyaknya. Semua itu memang makanan lezat namun dapat menimbulkan risiko kesehatan. Lemak yang berlebihan akan menaikkan kolesterol, trigliserida, dan

makanan bila tidak cermat beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu gangguan seperti diare, konstipasi (sulit buang air besar), muntah, batuk, pilek atau sesak bagi penderita asma. Beberapa keadaan dan aktifitas anak yang meningkat dapat mengakibatkan daya tahan tubuh anak menurun. Keadaan ini dapat memicu semakin mudahnya anak terserang infeksi. Penyakit yang sering terjadi adalah infeksi virus yang menyerang saluran napas atas seperti flu, faringitis (infeksi tenggorok), dan sebagainya. Gejala yang timbul adalah panas, batuk dan pilek. Infeksi lain yang mudah terjadi adalah infeksi saluran cerna. Gejala yang ditimbulkan adalah muntah, panas dan diare. Keluhan ini lebih mudah terjadi pada anak yang sebelumnya sering mengalami gangguan infeksi berulang seperti panas, batuk, pilek yang sebelumnya juga dalami dalam setiap bulan. Pada penderita alergi makanan dan intoleransi makanan masalah kesehatan yang sering timbul adalah kekambuhan penyakit yang pernah diderita sebelumnya seperti asma, batuk, pilek, diare, sulit buang air besar, dermatitis (gatal karena alergi kulit), nyeri perut, epitaksis (mimisan), mudah muntah, sariawan dan sebagainya. Tips bagi ortangtua Persiapan selama perjalanan mudik harus disesuaikan benar dengan kondisi dan kesehatan anak. Pertimbangkan betul pemilihan jenis kendaraan sesuai dengan kondisi anak, apakah harus dengan kendaraan umum atau kendaran pribadi. Bila menggunakan kendaraan pribadi pertimbangkan rute atau lama perjalanan dan tempat istirahat sesuai dengan kondisi anak. Termasuk memperhitungkan kemungkinan

kemacetan dijalan.Jangan terlalu sering menghentikan atau menambah kecepatan secara mendadak terutama bila ada anak yang mudah mabuk kendaraan. Kalau perlu minum obat anti muntah sebelumnya, khususnya untuk anak yang punya riwayat mudah muntah. Persiapkan perbekalan makanan dan minuman yang sesuai dengan kondisi anak dan lama perjalanan. Siapkan susu dan air panas dalam tempat yang mudah dijangkau bila anak masih minum botol. Pilih makanan yang praktis, bergizi dan tidak mudah basi dan tidak merangsang perut, seperti arem-arem, roti isi, bakpau, dan sebagainya. Pilih makanan ringan yang tidak merangsang perut, seperti biskuit crackers, keripik dan sebagainya. Sebaiknya jangan sediakan makanan yang berisiko terutama pada penderita alergi makanan seperti seafood, coklat, keju, kacang tanah dan sebagainya. Hindari makanan bersoda dan pilih minuman yang tidak merangsang lambung seperti air mineral, teh kemasan rasa netral netral (bukan rasa buah) dan semacamnya. Jangan biarkan anak membaca terlalu lama selama di dalam kendaraan. Persiapkan bantal, guling atau selimut bila harus melakukan perjalan jauh. Persiapkan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan anak seperti obat panas, anti diare, oralit, obat muntah, obat batuk dan

pilek, atau kebutuhan khusus pada anak tertentu seperti obat asma, obat anti kejang, obat epilepsi, anti alergi dan sebagainya. Perhitungkan kemungkinan kemacetan, tertundanya jadwal pesawat dan kemungkinan keterlambatan lainnya. Dalam perjalanan perhatikan dengan cermat kondisi anak dan waktu istirahat anak, terutama saat melakukan kunjungan ke saudara dan teman yang cukup kadang cukup melelahkan. Perhatikan dengan cermat makanan dan minuman yang hendak dimakan anak. Karena semua makanan yang disajikan belum tentu cocok atau diterima pada anak tertentu. Pada anak yang mudah sakit atau sering mengalami infeksi berulang bila mendatangi tempat yang dihadiri banyak orang atau ada yang sakit sebaiknya jangan terlalu lama .Pada kondisi anak tertentu dengan permasalahan kesehatan khusus, alangkah baiknya melakukan konsultasi ke dokter menjelang mudik lebaran. Selamat berlebaran, semoga hari yang fitri ini dilalui anak dan keluarga kita dalam keadaan sehat dan bahagia.(*dari berbagai sumber)

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

47

Ti p s sedang merayakan pesta Lebaran. Merujuk pada pemahaman seperti itu, dapat dijelaskan kembali bahwa anak usia dini adalah anak usia dini. Mereka bukan anak dewasa yang bisa dijejali dengan sejumlah informasi atau materi pembelajaran yang berat. Karena secara psikologi, bermain bagi seorang anak usia dini merupakan salah satu tugas dalam tahap perkembangannya. Dengan bermain atau metode permainan itu pula, kematangan dan kedewasaan anak kita akan berkembang secara normal dan optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi kita atau orang tua hal yang paling penting itu adalah menciptakan lingkungan sosial sebagai lingkungan belajar yang penuh suasana psikologis yang menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan psikologinya. Usaha ini adalah usaha yang relevan dan sangat mendukung untuk membangun lingkungan pendidikan di rumah bagi anak-anak di usia dini. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan pengalaman spiritual dan pengalaman sosial kepada anak usia dini. Dalam hal ini, kata kunci dalam usaha memaknakan lebaran kepada anak usia ini, adalah memberikan pengalaman nyata kepada anak didik. Usaha memberikan pengalaman nyata, merupakan usaha yang sangat penting bagi penciptaan lingkungan anak usia ini. Bahkan, dapat dikatakan bahwa memaknakan lebaran kepada anak usia dini, bukanlah dengan cara menceramahi, atau berdiskusi dengan anak usia dini mengenai makna lebaran, melainkan memberikan pengalaman spiritual atau pengalaman sosial kepada anak didik, mengenai suasana lebaran. Pemberian pengalaman nyata ini, dapat dilakukan ketika salat Idulfitri, bersilaturahmi dengan orang tua, sanak saudara, tetangga, atau berziarah ke makam. Rangkaian lebaran tersebut, merupakan rangkaian sosial yang strategis dan penting untuk meningkatkan penghayatan anak-anak terhadap lebaran. Banyak orangtua yang khilaf terhadap pentingnya pempartisipasian anak-anak dalam berLebaran. Orang tua banyak yang membiarkan anak-anaknya untuk berlebaran dengan gayanya masing-masing, misalnya bermain petasan atau nonton TV belaka. Sementara usaha untuk silaturahmi ke tetangga dan sanak saudara, lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak mereka lebih banyak dibiarkan dalam suasana hidupnya sendiri. Alangkah lebih baiknya, para orang tua membawa anak-anaknya untuk berkunjung ke sanak saudara, atau karib kerabat. Bahkan, akan lebih baik lagi, bila mereka bertemu dengan anak-anak yang seusianya, kemudian mereka berinteraksi dengan suasana keanak-anakan. Pertemuan antar anak-anak tersebut, akan bermanfaat bagi proses pendidikan sosial. Bahkan, lebih jauhnya lagi, pertemuan antar anak dalam suasana lebaran ini, berpotensi sebagai bagian dari proses peningkatan kecerdasan emosional anak didik. Karena dengan bertemu dengan anak seusianya, maka setiap anak akan merasakan suasana hidup lebaran yang lebih bermakna.(*) Tips mengajak Si Kecil Silaturahmi m Untuk anak-anak usia pra-sekolah, utamakan kenyamanan bagi mereka. Ajang silaturahmi sangat baik untuk memperkenalkan mereka terhadap keluarga besar sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi, jangan sampai terhalang karena baju yang tidak nyaman. Jangan salah, baju baru seringkali mengundang ketidaknyamanan. Penyebabnya bisa dari bahan baju atau kegiatan anak yang terlalu banyak sehingga ia berkeringat. Oleh karena itu, lebih baik bawa baju ganti serta bedak agar anak kembali nyaman. Bawa segala keperluan anak seperti susu, makanan kesukaan serta boneka yang biasa menemaninya. Hal ini diperlukan agar Anda tidak repot menghadapi permintaan anak terhadap kebiasaan yang dilakukannya sehari-hari Untuk anak-anak usia sekolah dasar yang sudah bisa diajak berkomunikasi, berikan pengertian sebelum berangkat silaturahmi. Jelaskan keadaan dan kondisi yang sekiranya akan dihadapi, misalnya bertemu saudara-saudara dari luar kota atau bertemu kakek nenek yang dirindukannya. Biasanya jika anak sudah menginjak remaja, mereka lebih senang berkumpul dengan temanteman sebaya. Usahakan agar acara silaturahmi keluarga Anda juga dihadiri oleh para sepupu mereka. Pahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Ada anak yang dengan mudah bersalaman pada orang yang baru ditemui, sementara itu ada juga anak yang pemalu. Biarkan beberapa waktu agar anak Anda terbiasa dengan lingkungan yang baru ditemuinya, lalu ajak ia bertemu dengan saudara atau teman yang sebaya. Ingat, Anda sebagai orangtua adalah panutan yang utama bagi anak. Setiap gerak-gerik Anda saat bersilaturahmi akan dilihat dan diserap kemudian dicontoh oleh anak-anak. (*dari berbagai sumber)

Tips

Memberi makna Lebaran pada Anak

Lebaran atau Idul fitri, seringkali hanya menjadi ritual orang dewasa. Kekhusyukan atau kesyahduan berlebaran lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sudah aqil baligh (dewasa secara agama). Idul fitri yang mengandung makna sebagai sebuah hari kembalinya kefitrahan manusia, hanya dipahami dan termaknai secara baik oleh mereka yang telah memiliki kemampuan pemahaman (nalar) yang tinggi.
ementara bagi anak-anak, lebaran kurang dapat mencapai makna yang sejati. Berlebaran, bagi mereka adalah suasana hari yang tidak lebih dari kesan selebritis semata. Arti selebritis di sini bukan kesannya mirip kesan para artis melainkan makna lebaran bagi anak-anak kita yang masih berada di tingkat usia pendidikan pra-sekolah maupun di tingkat pendidikan dasar, lebih banyak memahami dan memaknai lebaran sebagai pesta sosial, yang penuh keceriaan, gelak tawa, penuh makanan, dan ramai. Bahkan, untuk tahun-tahun yang lalu, berlebaran adalah bermain petasan, kembang api, dan makan
48 Info PJB
n

ketupat, serta makan kari ayam. Dari pengalaman seperti itu, maka nilai perayaannya (celebrite) lebih menonjol, dibandingkan dengan nilai kesyahduannya lebaran sebagai hari fitri. Sebagai orangtua, kita memiliki kewajiban memberikan penjelasan kepada anak mengenai makna lebaran, sehingga mereka mampu mengangkat denyut makna hari suci. Namun perlu diketahui, anak di usia dini, tidak mesti dan bahkan jangan sekali-kali memberikan beban pembelajaran yang tidak patut untuk diberikan kepadanya. Oleh karena itu, anak di usia dini tidak boleh dibebani dengan muatan kepentingan yang

aneh-aneh. Kalau memang anakanak kita baru mampu memahami lebaran sebagai sebuah pesta kebahagiaan, biarkanlah mereka pahami seperti apa adanya. Jika bagi mereka makna Lebaran itu adalah makan ketupat, biarkanlah berkembang seperti itu adanya. Sebab, jika mereka diceramahi tentang makna lebaran, terlebih lagi diceramahi dengan dalil agama atau kajian ilmiah, mereka akan semakin bengong, bingung dan tidak menyukai datangnya Lebaran. Hal yang paling penting bagi kita saat ini, adalah memberikan suasana lingkungan lebaran, sebagai bagian dari usaha sadar orangtua dalam membimbing dan membina tahapan perkembangan anak-anak. Inilah poin penting, dan kesadaran penting yang perlu kita garis bawahi dengan benar. Kita tidak mungkin merubah pesta sosial lebaran anak-anak. Yang akan kita lakukan, adalah memberikan sentuhan pembelajaran atau sentuhan edukatif kepada anak-anak yang

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

49

UP Zakat

Mutasi Jabatan
NO. NAmA Bulan maret 2012 Sukarni Mamat Rahmat Moh Shoheh Sehan Sutrisno Eko Rusmadi Farid Suprijadi Mokhamad Baidowi Adi Trisaksono Mohammad Hariyadi Ashari G. Purwanto Juri Wibowo Muhammad Al Ahyudi Taurus Andi Purnomo Purwasito Ludfi Hariyono Akmal Akbar Sambodo Sutriyono Henry Christijanto Djuwarno Bambang Dwiyono Maryono M. Yani Taufik Vodegel Ign Rido Desanda Andon Wicaksono Nid JABATAN lAmA JABATAN BARu

Info

Zakat Untuk Pemberdayaan Penghuni Pesantren


Dana zakat, infaq dan shodaqoh karyawan PJB yang terkumpul melalui Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (UPZ) PJB Kantor Pusat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan hidup para penerimanya, tetapi juga untuk memberdayakan penghuni pesantren, sehingga bisa membantu biaya operasional pesantren. Hanya saja, pesantren dan santri penerima harus benar-benar layak untuk mendapatkan dana tersebut.
peningkatan ekonomi masyarakat melalui media pembinaan mental spiritual. Saat ini Yayasan SPMAA dihuni kurang lebih 400 orang yang terdiri dari golongan orang Jompo, anak jalanan, bayi terlantar yang dibuang atau sengaja di titipkan orang tua, juga orang yang kurang normal. Saat tim melakukan peninjauan, banyak pemandangan yang sangat memprihatinkan yang bisa membuat hati trenyuh. Ada nenek-nenek tua renta yang tiduran di atas dipan, bapak-bapak tua yang dengan ramah menyambut kedatangan tamu, anak-anak yang masih sangat membutuhkan kasih sayang, dan beberapa bayi tanpa dosa yang ditinggal orangtuanya dan sebagainya. Walaupun dalam kondisi yang demikian, ada satu hal yang terlihat berbeda dari penghuni yayasan tersebut yaitu menemui kami dengan sopan dan penuh rasa kasih sayang, tutur Arifin. Dalam diskusi dan pertemuan antara Tim UPZ PJB Kantor Pusat dan pengelola Yayasan SPMAA, salah satu materi pembahasan adalah pemanfaatan dana Zakat. Tim UPZ bersepakat sebisa mungkin untuk dana zakat tersebut tidak hanya dipergunakan sebagai pemenuhan kebutuhan konsumtif belaka, akan tetapi bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan santri sehingga bisa membantu biaya operasional pesantren. Beberapa ide dan gagasan yang sempat tercetus saat itu adalah pemanfaatan lahan tambak, peternakan kambing lokal dan pertukangan kayu. Sejak pertemuan itu, UPZ PJB Kantor Pusat telah menyalurkan Dana Zakat dari Karyawan PT PJB Kantor Pusat sebesar Rp 2 juta setiap bulan (pengeluaran dana rutin) untuk pengelola yayasan (kategori fisabilillah). Atas inisiatif dari beberapa tim yang ikut saat itu, UPZ ikut berpartisipasi membangun sebuah ruang untuk mengaji santri putri. Di ruang inilah pada setiap hari Jumat ada kegiatan rutin disamping mengaji juga tidak lupa mendoakan karyawan PJB agar selalu istiqomah di jalan Allah, serta berdoa untuk kemajuan PJB. Dari pertemuan tersebut ada satu ikatan emosi spiritual diantara kami, semoga membawa barokah, kata Arifin.(*)

Pengurus UPZ dan Karyawan Pjb saat kunjungan di SPMAA.

Sekilas Pemandangan Panti Wreda di SPMAA, lamongan. Iswanto (Ketua Bidang Penyaluran UPZ PJB), M.Arifin (Anggota Bidang Penyaluran), Totok Supriadi (Bidang Pengumpul Dana), Eni Wulansari ( Bendahara UPZ), serta Kesti dari Satuan Pengadaan, Endang (SDMUM), Budianto dan H. Setyantoro (SDM). Mereka diterima salah satu putra Pendiri Yayasan SPMAA, Warosatul Al Anbiya (Gus Waros). Yayasan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (Yayasan SPMAA) didirikan Muhammad Abdullah Muchtar pada tanggal 27 Oktober 1961. Yayasan ini bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, lingkungan hidup dan
ZAKAT Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 800.000 1.500.000 1.190.000 Rp 125.000 500.000 350.000 1.800.000 1.000.000 1.200.000 2.000.000 2.000.000 1.000.000 500.000 13.840.000 Rp 14.165.000 iNFAQ Rp 200.000

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

7193051JA 7093037JA 6692077JA 6283036JA 5782073JA 6485090JA 6485029JA 6991045JA 7292106JA 6485069JA 6488022JA 7493069JA 7092095JA 7393089JA 8309014JA 7192075JA 9111140JA 7806124JA 6991056JA 7091069JA 6792066JA 6484081K3 5777122K3 7703014JA 7706027JA

Assistant Analyst Rendalhar UP Paiton Supervisor Senior Pemeliharaan Listrik UP Paiton Analyst Outage Management PLTU UP Gresik Supervisor Senior Kimia & Laboratorium UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTGU C UP Gresik Supervisor Senior Niaga UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTU / PLTG 12 A UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTGU D UP Gresik Supervisor Senior Pemeliharaan Kontrol & Instrumen PLTGU UP Gresik Supervisor Senior Rendal Operasi PLTGU UP Gresik Analyst Kimia & Laboratorium UP Gresik Operator Control Room PLTGU D UP Gresik Engineer Pemeliharaan Corrective Kontrol & Instrumen PLTGU UP Gresik Assistant Officer Sarana UP Gresik Assistant Analyst Rendal Operasi PLTU UP Gresik Assistant Engineer Pemeliharaan Corrective Mesin PLTGU UP Gresik Junior Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik PLTUG UP Gresik Assistant Analyst Rendal Pemeliharaan PLTGU UP Gresik Assistant Officer Sekretariat UP Gresik Assistant Officer Akuntansi UP Gresik Assistant Analyst Rendal Pemeliharaan PLTUG UP Gresik Supervisor Senior Pengadaan & Kontrak Bisnis UP Muara Karang Senior Engineering II Pemeliharaan UP Muara Karang Analyst Niaga Direktorat Niaga Assistant Officer Anggaran & Keuangan UP Paiton

Supervisor Senior Sarana UP Paiton (Pjs) Supervisor Senior Rendalhar UP Paiton Supervisor Senior O & M PLTGU UP Gresik Analyst Kimia & Laboratorium UP Gresik Engineer Operasi UP Gresik Supervisor Senior Rendal Operasi PLTGU UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTU / PLTG 12 B UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTGU C UP Gresik Engineer Pemeliharaan UP Gresik Engineer Operasi UP Gresik Supervisor Senior Kimia & Laboratorium UP Gresik Supervisor Senior Produksi PLTGU D UP Gresik Supervisor Senior Kontrol & Instrumen PLTGU UP Gresik Supervisor Senior Sarana UP Gresik (Pjs) Assistant Analyst Rendal Operasi PLTGU UP Gresik Assistant Analyst Rendal Pemeliharaan PLTGU UP Gresik Junior Operator Lokal PLTGU D UP Gresik Assistant Analyst Outage Management PLTGU UP Gresik Assistant Engineer Knowledge Owner UP Gresik Assistant Officer Sekretariat UP Gresik Assistant Engineer Pemeliharaan Preventive mesin PLTUG UP Gresik Supervisor Senior Administrasi & Hubungan Industrial UP Muara Karang Manajer Operasi UP Muara Karang Tuga karya PT Komipo Pembangkitan Jawa Bali Assistant Officer Keuangan UBJOM Pacitan Bulan April 2012 Assistant Pemeliharaan Preventive Listrik UP Paiton Assistant Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Paiton Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Paiton Assistent Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Paiton Assistant Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Paiton Assistant Operator Main Unit PLTU C UP Paiton Assistant Officer K3 UP Paiton Assistant Analyst Rendalhar UP Paiton Supervisor Senior Mesin I PLTU / PLTG UPHT Supervisor K3 UPHT Supervisor Senior Enjiniring Proses & Quality Control UPHT Supervisor Senior Perencanaan & Pengendalian UPHT Engineer Listrik UPHT Analist Enjiniring Proses & Quality Control UPHT Engineer Bengkel UPHT Analyst Logistik UP Muara Tawar Engineer UP Muara Tawar Supervisor Senior Kimia & Laboratorium UP Muara Tawar Analyst Audit Kepatuhan UP Muara Tawar Supervisor Senior Lingkungan UP Muara Tawar Assistant Analyst Lingkungan UP Muara Tawar Assistant Analyst Rendal Har UP Muara Tawar Junior Operator PLTGU UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Mesin UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Kontrol Instrumen UP Muara Tawar Assistant Officer Remunerasi UP Muara Tawar Assistant Officer Pelatihan SDM UP Muara Tawar Assistant Engineer Component Analyst UP Muara Tawar Assistant Engineer Technology Owner UP Muara Tawar Assistant Officer Sekretariat UP Muara Tawar Junior Officer Sarana UP Muara Tawar Junior Officer Pengadaan & Kontrak Bisnis UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Muara Tawar Junior Engineer Technology Owner UP Muara Tawar Junior Engineer System Owner UP Muara Tawar Junior Engineer Component Analyst UP Muara Tawar Supervisor Senior Knowledge Owner (Pjs) UP Muara Tawar Senior Engineer II LK3 UP Muara Tawar Senior Specialist I Niaga

alah satu pesantren yang dipandang layak adalah pesantren yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Alloh (SPMAA) di Desa Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Yayasan ini dikategorikan mustahik yang berhak menerima santunan untuk fisabilillah. Tim penyaluran UPZ PJB Kantor Pusat telah melakukan survei pada tanggal 19 Juni 2012 dan melihat sendiri aktivitas di sana, tuttur M Arifin, anggota penyalur UPZ PJB Kantor Pusat. Tim yang berkunjung ke pesantren itu antara lain: H. Bambang
KEPERluAN

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Biaya Operasional TPQ Terpadu-Masjid Baitul Makmur Honor Guru TPQ Terpadu Masjid Baitul Makmur Bea Siswa Rumah Zakat Bea Siswa Yayasan Assalam Surabaya Bulletin Assalam 5 x 100 lembar @ Rp. 2.500 Honor Guru TPQ Rumah Syukur Gresik Honor Guru TPQ 177 Baitun Nur Gresik Mukafaah Dai Yayasan Manarul Ilmi Honor Ustadz Griya Al Quran Sidoarjo Dana Zakat untuk Honor Guru TPQ Al-Islah Santunan Mustahik Fi Sabilillah (SPMAA Lamongan) (Zakat) Santunan Mustahik Fi Sabilillah (Pondok Millenium) Santunan a/n Bp. Suparno u/ Bp. Zainal Abidin (Non Rutin) Santunan a/n Sdr. Rahmad Haryadi u/ Ibu Fatimah (Non Rutin) Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37.

Drajat Aribowo Marwoto Adi Susanto Agus Wahyudi Arief Setiabudi Fauzan Fathur Rozi Heri Supriyanto Wahyu Rochmansyah Ramu Sugartis Mochamad Fauzi Iskandar Nonot Purwanto Sugianto saeran Purwantono Mariyana Dulali Jon Effendi Adri Wiyono Trio Suryono Agus Haryadi Sudasli Ady Rogo Priyono Lukman Budiono Pranoto Yulistyo Anwar Gojali

7194024JA 7393032JA 8506058JA 8409017JA 8509018JA 6893228JA 7394076JA 7393021JA 6792066JA 6585030JA 6283251JA 7093160JA 6585197JA 6185038JA 5982048JA 6284079K3 6385125K3 5878161K3 6484312K3 7092124K3 6793462K3 6892128K3 9211179JA 8811111JA 9011121JA 9011190JA 8510099JA 8409020JA 7806113JA 8008067JA 6483396K3 8911115JA 8305045JA 9111189JA 8305117JA 8506040JA 9011186JA 6792099K3 5780015K3 6392923Z

Assistant Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Paiton Assistant Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Paiton Junior Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Paiton Assistant Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Paiton Assistant Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Paiton Assistant Operator Common Unit PLTU C UP Paiton Assistant Operator Common Unit PLTU D UP Paiton Assistant Officer Sarana UP Paiton Supervisor Senior Mesin 2 PLTGU UPHT Supervisor Senior Mesin I PLTU / PLTG UPHT Superviusor Senior Perencanaan Pengendalian UPHT Supervisor Senior K3 UPHT Supervisor Senior Listrik UPHT Supervisor Senior Enjiniring Proses & Quality Control UPHT Supervisor Senior Bengkel / Sipil / AAB UPHT Officer Pengadaan & Kontrak Bisnis UP Muara Tawar Engineer Pemeliharaan UP Muara Tawar Supervisor Senior Lingkungan UP Muara Tawar Engineer Component Analyst UP Muara Tawar Supervisor Kimia & Laboratorium UP Muara Tawar Assistant officer Humas & CSR UP Muara Tawar Supervisor Pemeliharaan Prventive Mesin UP Muara Tawar Junior Officer K3 UP Muara Tawar Junior Analyst Niaga UP Muara Tawar Junior Analyst Rendal Har UP Muara Tawar Junior Analyst Rendal Har UP Muara Tawar Assistant Officer Sekretariat UP Muara Tawar Assistant Officer Administrasi SDM UP Muara Tawar Assistant Engineer Knowledge Owner UP Muara Tawar Assistant Analyst Lingkungan UP Muara Tawar Junior Officer Sarana UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Mesin UP Muara Tawar Junior Analyst Niaga UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Preventive Listrik UP Muara Tawar Junior Engineer Technology Owner UP Muara Tawar Junior Engineer Pemeliharaan Corrective Listrik UP Muara Tawar Pjs Supervisor Senior Rendal Pemeliharaan UP Muara Tawar Supervisor Senior Knowledge Owner UP Muara Tawar Tugas Karya PT PLN (Persero)

Rp 325.000

Jumlah Total Pengeluaran Rutin dan Non Rutin

Catatan : saldo hinggga Juni 2012 sebesar Rp 95.841.064

Latifa Noor Hakiki Peny Lia Pritaningtyas Firman Novarianto Dedy Hidayat Yusman Buhori Roni Susanto Ade Nugroho Rosid Ari Setiawan Hendra Suhariadi Eko Supriyanto Muhammad Mursid Nur Ichsan 38. Machrif Heriansjah 39. Heri Ken Suheni 40. Wawan Darmawan

50

Info PJB

edisi 77, Juli 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

51

Info
NO. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. NAmA Yuswarmin Sukin Fatchur Rozi Artanina Hasan Soedarmono Sugianto Saeran Satrio Adhi Kusumo Agus Wahyu Purwanto Muchamad Ali Saifuddin Ayu Purwaningtyas Muh. Furqon Akhsani Totok Irwanto Aryo Jati Kusumo Deden Saefulrohman Rudini Desma Puspita Yusa Pridasa Nid 5982054K3 6383084JA 8208110JA 5678013J 6185038JA 7906030JA 7393082JA 7393167JA 8610065JA 8108050JA 7192018JA 8106001JA 6083152K3 8511078JA 8108108JA 7803039JA 6183070JA 5883067JA JABATAN lAmA Senior Specialist I Niaga Analyst Analisa & Evaluasi Anggaran SDM dan Fasilitas Assistane Officer Pengembangan SDM Manajer SDM & Administrasi UP Paiton Supervisor Senior Enjiniring Proses & Quality Control UPHT Aasistant Officer Pengadaan & Kontrak Bisnis UP Gresik Supervisor Senior Produksi B UBJOM Rembang Supervisor Produksi Common Unit PLTU C UP Paiton Assistant Officer Pelatihan SDM UP Gresik Assistant Analyst Rendalhar UP Brantas Assistant Officer Sistem Informasi & data UPHT Assistant Officer Pengadaan & Kontrak Bisnis UP Muara Karang Senior Specialist II SDM UPHB Assistant Officer Gaji dan Emolumen Assistant Officer Pelayanan Kontrak Kerjasama Perusahaan Afiliasi Supervisor Senior Niaga UP Muara Tawar Officer Pengelolaan Kendaraan Officer Pengelola Kantor & Peralatan JABATAN BARu Tugas Karya UBJOM Rembang Manajer Administrasi (pjs) UBJOM Rembang Assistant Officer Administrasi SDM UPHT Senior Specialist II Pelatihan Teknik SDM pada SDLAB Tugas Karya PT PJB Services Assistant Officer Logistik & pengadaan UBJOM Pacitan Supervisor Senior Quality & Risk Management UBJOM Rembang Supervisor Senior Produksi B (pjs) UBJOM Rembang Assistant Officer Administrasi SDM Assistant Analyst Rendalhar PLTU UP Gresik Assistant Analyst Rendal Operasi & Pemeliharaan SDROP Assistant Officer Logistik & Pengadaan UBJOM Indramayu Senior Specialist II SDM & Administrasi BPWC Assistant Officer Pelatihan Non Teknik SDLAB Assistant Officer Pembinaan CSR Senior Engineer II Operasi UP Muara Tawar Officer Kesekretariatan Bidang Umum Officer Pengelola Kendaraan

56. Ubaedi Susanto 57. Bambang Edi Santoso 58. Sutarto Erwin Bulan Mei 2012 1. Basuki Rachmad 2. Daryanto 3. Loetfi 4. Fedrico Sihombing 5. Charles Sitorus 6. Siswo Yuwono 7. Rachmat Hidayat 8. Hendra Hartanto Efendi

6493025Z 6084475K3 7093029JA 6992126K3 6386011JA 5883105JA 6793147Z 8007011JA

Tugas Karya PT PJBS Tugas karya KOMIPO PJB Supervisor Senior Produksi C UBJOM Indramayu Assistant Officer PLTU 4-5 A UP Muara karang Tugas Karya PT PLN (Persero) Analyst Rendalhar UP Brantas Senior Specialist I Niaga Assistant Analyst Niaga UP Muara Karang

Senior Specialist I Sekper Analyst Telemetering & Manajemen Energi Tugas Karya ke KOMIPO PJB Pjs Supervisor Senuor Produksi C UBJOM Indramayu Supervisor Senior Gudang UBJOM Pacitan Senior Enginerring II Pemeliharaan UP Brantas Tugas Karya PT PLN (Persero) Assistant Analyst Telemetering & Manajemen Energi Bulan Juni 2012 Senior Specialist I Produksi Senior Specialist I Niaga Assistant Officer Engineering Estimate pada Bidang Pengadaan

1. 2. 3.

Tedjo Lelono Syarifudin Wisnu Tri Mulyanto

5979028K3 5675221K3 8007039JA

Tugas Karya PT PLN (Persero) Tugas Karya PT PLN (Persero) Assistant Analyst Rendalhar UP Paiton

Karyawan Purna Tugas


NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Siswoyo Budi Dewantoro Supono Sri Amin Mohamad Makmur Yudi Saksono Priyadi NAMA NID 5682206JA 5682005JA 5676017J 5675223K3 5689035JA 5677130K3 UNIT KERJA Bulan Juni 2012 Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Kantor Pusat Kantor Pusat Unit Pembangkitan Cirata Unit Pembangkitan Brantas Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat

Bulan Juli 2012 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Sutrisno Bari Sunardi Suharminto Charles Picauli Tubi Sudaryanto Juni Ekowati Mudjiono Nasib Soegijo Djamil J Siahaan Sumono Suprijoto Budi Tjahjo Purnomo Sukirmin Haryanto Nano Sudiono Suhermanto 5682053JA 5678017J 5682009JA 5683241K3 5680017K3 5678024J 5677135K3 5677164JA 5679034J 5681041K3 5676024J 5677045J 5677014J 5677133K3 5676128K3 5693262JA Unit Pembangkitan Gresik Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pembangkitan Cirata Unit Pembangkitan Paiton Kantor Pusat Kantor Pusat Unit Pembangkitan Paiton Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pembangkitan Muara Karang Unit Pembangkitan Gresik Unit Pembangkitan Gresik Kantor Pusat Unit Pembangkitan Muara Karang Unit Pembangkitan Muara Karang Unit Pembangkitan Gresik

52

Info PJB

edisi 77, Juli 2012