• •

mempertahankan denyut jantung dalam batas normal menjaga kontraktilitas miokard Jika etiologi tidak segera jelas, maka pengobatan empiris dengan agonis reseptor α-

adrenergic (fenilefrin) harus dicoba. Tujuannya adalah untuk menjaga CPP sehingga jantung tidak termasuk ke dalam lingkaran setan iskemia ireversibel. Secara umum, agonis reseptor murni α-adrenergik adalah agen vasokonstriktor yang disukai karena agen ini tidak menyebabkan takikardia. Dengan cara ini, CPP meningkat dan waktu pengisian diastolik akan dipertahankan
7. Bagaimana Anda meng-anestesi pasien yang menjalani operasi kardiak atau

nonkardiak? Premedikasi pada pasien dengan stenosis aorta harus diberikan secara hati-hati. Sedasi yang berlebihan dapat menyebabkan hipotensi dan CPP yang menurun, sementara sedasi yang kurang dapat menyebabkan kecemasan pada pasien, takikardi cenderung menyebabkan iskemia miokard. Pasien dengan stenosis aorta secara kritis sensitive terhadap status preload dan volume intravaskuler yang sesuai harus dipastikan sebelum induksi anestesi. Resistensi vascular sistemik (SVR) harus dijaga setiap saat. Dengan demikian, anestesi neuraksial dengan risiko simpatolisis relatif dikontraindikasikan pada pasien dengan stenosis aorta. Disritmia kurang ditoleransi, sehingga pemeliharaan irama sinus merupakan suatu keharusan. Defibrilator harus siap tersedia di ruang operasi. Pemantauan perioperatif harus sesuai dengan rekomendasi American Society of Anesthesia. Pasien dengan stenosis aorta memiliki peningkatan risiko iskemia dan disritmia dan pemantauan harus mencakup lead II dan V5. Kepekaan kombinasi lead untuk mendeteksi iskemia miokard sekitar 80%. Kateter arteri pulmonalis secara rutin digunakan untuk memperkirakantekanan pengisian sisi kiri di beberapa pusat, tetapi masih kontroversial. Tujuan utama induksi anestesi pada pasien dengan stenosis aorta adalah untuk menghindari perubahan besar dalam preload, afterload, denyut jantung, dan kontraktilitas. Dengan demikian, etomidate opioid, dan midazolam adalah pilihan yang cukup baik, tetapi harus dititrasi untuk mencapai efek yang diharapkan. Vecuronium dan cisatracurium adalah pelumpuh otot dengan profil hemodinamik yang menguntungkan. Obat-obatan seperti ketamin dan pankuronium dapat meningkatkan denyut jantung dan obat ini harus dihindari. Thiopental dapat

afterload. dan nitrous oxide harus dititrasi seluruhnya. Dispnea adalah . seperti fenilefrin. dan kontraktilitas ditangani pada pasien dengan mitral stenosis? 3. PERTANYAAN 1. Opioid. Anestesi dapat dipertahankan selama preload. Kateterisasi jantung menunjukkan adanya stenosis mitral berat dengan hipertensi pulmonal dan regurgitasi trikuspid. dengan demikian. dan hilangnya ritme sinus merupakan masalah. Apakah etiologi dan patofisiologi stenosis mitral? 2. Takikardia. Pada banyak pasien. Demikian pula. propofol dikaitkan dengan hipotensi dan mungkin harus dihindari. α-agonis. adalah agen pilihan untuk mengatasi hipotensi. Bagaimana seharusnya preload. afterload. anestesi volatile kuat. KASUS 6 STENOSIS MITRAL Seorang wanita berusia 77 tahun. Pemantauan intraoperatif apakah yang tepat digunakan? 5. ada periode laten 30-40 tahun antara episode demam rematik dan timbulnya gejala klinis. bradikardia. Bagaimana seharusnya hipotensi pada pasien ditangani dengan stenosis mitral? 7. Pasien direncanakan untuk menjalani penggantian katup mitral dengan anuloplasti katup tricuspid. dan kontraktilitas dipantau untuk menghindari respon hemodinamik yang jelek. Stroke volume yang melewati katup aorta yang stenosis relatif tetap dan lebih rendah dari biasanya. denyut jantung. perhatian ditujukan untuk menjaga tekanan perfusi. Apakah etiologi dan patofisiologi stenosis mitral? Stenosis mitral rematik sering merupakan etiologinya. Bagaimana Anda meng-anestesi pasien ini? 6. benzodiazepin. Bagaimana Anda mengoptimalkan kondisi pasien sebelum dioperasi? 4. denyut jantung. Apa pengobatan untuk gagal ventrikel kanan selama operasi? 1. dengan berat 55 kg dirawat di rumah sakit dengan edema paru berat dan fibrilasi atrium dengan respon ventrikel yang cepat.menyebabkan penurunan preload dan mungkin harus dihindari.

2. Afterload (resistensi pembuluh darah sistemik) harus tetap tinggi untuk menjaga tekanan perfusi dalam menghadapi curah jantung yang relatif tetap. afterload. dan kontraktilitas dikelola pada pasien dengan stenosis mitral? Hal ini berguna untuk mempertimbangkan tujuan preload. gradien tekanan antara atrium kiri dan ventrikel kiri harus meningkat untuk mempertahankan aliran yang memadai. atau hemoptysis.0 cm2 dianggap kritis. menjadi kurang dari 2 cm2. terutama dengan adanya takikardia (Gambar 6. seperti kehamilan. \ Pada dewasa normal. New York Heart Association Classification). lubang katup mitral adalah 4-6 cm2.gejala yang paling umum. Hal ini mengganggu pengosongan atrium kiri dan pengisian ventrikel kiri. Tekanan atrium kiri menyebabkan kongesti vena pulmonalis yang tinggi. biasanya didasarkan pada keparahan gejala (berdasarkan. Meskipun ventrikel kiri "dilindungi" dari overload tekanan atau volume.1. tirotoksikosis. Dengan demikian. dan kontraktilitas sebagai prinsip utama membimbing manajemen intraoperatif pada pasien dengan stenosis mitral. bagaimanapun.1). jantung berdebar. Keputusan untuk melakukan operasi katup. Bagaimana seharusnya preload. Takikardia memperpendek diastole dan mengurangi waktu yang tersedia untuk aliran ke katup mitral. Tekanan atrium kiri harus tetap tinggi untuk mempertahankan preload. Gejala umum lainnya termasuk kelelahan. atau sepsis. Sebuah area katup mitral kurang dari 1. . Awalnya pasien sering datang karena sebuah episode atrial fibrilasi atau kondisi yang tidak terkait. afterload. Hipertensi pulmonal dan kegagalan RV sering dijumpai pada stenosis mitral. dan dekompensasi terjadi kemudian. kontraktilitas ventrikel kiri mungkin dirugikan oleh keterlibatan otot-otot papiler dan anulus mitral. Karena lubang menyempit. denyut jantung. hipovolemia dan obat venodilator harus dihindari. Kontraktilitas tidak boleh berkurang karena curah jantung sudah rendah pada pasien ini. Target hemodinamik pada stenosis mitral dirangkum dalam Tabel 6. Denyut jantung harus tetap lambat untuk memaksimalkan pengisian diastolik ventrikel kiri. Curah jantung yang menurun. Fungsi ventrikel kiri juga mungkin dirugikan oleh pergeseran septum interventriculare karena tekanan pada ventrikel kanan (RV) yang berlebihan. anemia. denyut jantung. yang akhirnya mengarah pada edema paru. peningkatan kongesti paru.

Transesophageal echocardiography (TEE) juga menyediakan informasi tentang fungsi biventricular. Denyit ventrikel harus lambat dan. dan setelah bypass kardiopulmonal mengenai fungsi katup prosthesis. Pengetahuan tentang tekanan arteri paru adalah sangat penting pada pasien disfungsi ventrikel kanan karena terapi yang sukses termasuk manipulasi afterload ventrikel kanan. Manfaat dari PAC mencakup kemampuan untuk mengumpulkan informasi tekanan pengisian atrium kiri. dan fungsi katup. ketika fibrilasi atrium dijumpai. benzodiazepin. Bagaimana Anda mengoptimalkan kondisi pasien sebelum operasi? Sebelum operasi. agen pelumpuh neuromuskular merupakan agen yang paling cocok untuk stenosis mitral seperti succinylcholine. Hipokalemia akibat diuretik dikoreksi untuk mencegah toksisitas digitalis dan disritmia. penting untuk mengoptimalkan kondisi fisik pasien dengan stenosis mitral. biasanya tanpa menyebabkan hipotensi. Secara teoritis. Bagaimana Anda meng-anestesi pasien ini? Phenylpiperidine opioid (fentanyl. sufentanil. 4.2). Meskipun pasien tersebut luar biasa sensitif terhadap narkotika dan depresan sistem saraf pusat. pergeseran septum interventrikular. Agen volatil menyebabkan depresi miokard dan vasodilatasi dan harus digunakan dengan hati-hati dalam konsentrasi rendah. remifentanil dan alfentanil). Ketamin merupakan kontraindikasi karena efek takikardinya. 5. Oksigen tambahan diindikasikan di ruangan transit ke ruang operasi. dan etomidate adalah pilihan untuk induksi anestesi pada pasien dengan mitral stenosis (Tabel 6.3. curah jantung. Pemantauan intraoperatif apa yang sesuai? Kateter intra-arteri dan kateter arteri pulmonalis (PAC) jelas ditunjukkan pada pasien ini dan harus ditempatkan sebelum induksi anestesi. dan resistensi pembuluh darah paru dan sistemik. TEE memberikan informasi tentang kontraktilitas pengisian ventrikel kiri. premedikasi anestesi yang memadai penting untuk mencegah takikardia akibat kecemasan. tekanan arteri paru. harus dikontrol dengan obat seperti glikosida jantung atau β-adrenergic blockers. fungsi ventrikel kanan. vecuronium. Obat ini berlanjut sampai saat operasi. rocuronium dan cisatracurium. dimensi atrium kiri. Opioid juga memiliki keuntungan meningkatkan tonus vagal dan memperlambat denyut jantung. Barbiturat Short-acting menyebabkan venodilatasi dan depresi miokard yang tidak diinginkan. Untuk .

sebuah inhibitor phosphodiesterase III. Namun. Pemantauan tekanan atrium kiri membantu menghitung resistensi vascular paru. efedrin. perawatan setelah bypass kardiopulmonal kadangkadang rumit karena adanya hipertensi pulmonal dan kegagalan ventrikel kanan. yang akan meningkatkan tekanan arteri dan penurunan denyut jantung melalui refleks baroreseptor. karena penting untuk mempertahankan perfusi organ vital dengan curah jantung yang tetap rendah. dobutamin. 6. Pankuronium relatif dikontraindikasikan karena menyebabkan takikardia. Obat obatan dengan aktivitas vasodilatasi paru yang digunakan setelah penghentian bypass kardiopulmonal yaitu nitroprusside. dan epinefrin merupakan kontraindikasi relatif sebelum perbaikan katup. asidosis. karena sering terdapat gradien antara pulmonary capillary wedge pressure dan tekanan atrium kiri. dan hipotermia) harus dikoreksi. mengoptimalkan preload ventrikel kanan. Vasokonstriksi diperlukan dalam hal ini. hipoksia. Dengan adanya hipertensi pulmonal yang sudah ada dan peningkatan resistensi vaskular paru. infuse intravena terus menerus merupakan pilihan yang baik untuk mempertahankan blockade neuromuskular yang memadai. Apa pengobatan untuk kegagalan ventrikel kanan selama operasi? Setelah penggantian katup mitral. meningkatkan kontraktilitas ventrikel kanan dan memiliki efek vasodilatasi paru. Milrinone. hiperkarbia. tidak ada di antara obat-obat ini yang selektif untuk sirkulasi paru-paru dan penggunaannya mungkin terbatas karena efek sistemiknya. Bagaimana seharusnya menangani hipotensi pada pasien dengan stenosis mitral? Hipotensi paling baik diobati dengan agonis α-adrenergik seperti fenilefrin. β-adrenergik agonis menyebabkan takikardi dan vasodilatasi. Tujuan utama manajemen anestesi kegagalan ventrikel kanan yaitu untuk mengurangi afterload ventrikel kanan. yang menurunkan konsumsi oksigen selama bypass kardiopulmonal. kegagalan ventrikel kanan akan memberikan respon yang menguntungkan dengan vasodilatasi paru. yang merupakan efek yang tidak diinginkan pada pasien stenosis mitral. Faktor-faktor yang mempengaruhi vasokonstriksi paru (misalnya. dan prostaglandin E1. 7.prosedur kardiotoraks yang lama. Profil farmakologis ini . dopamin. mempertahankan perfusi koroner ventrikel kanan. nitrogliserin. dan mendukung kontraktilitas ventrikel kanan. Dengan demikian.

Vasopresin atau norepinefrin sangat efektif untuk pengobatan hipotensi sistemik pada pasien dengan kegagalan ventrikel kanan. dan mungkin dapat digunakan selama operasi di masa depan. Pasien mana yang harus menerima profilaksis endokarditis? . PERTANYAAN 1. Prostasiklin bekerja pada reseptor spesifik prostaglandin dan juga telah terbukti mengurangi hipertensi pulmonal setelah operasi jantung. Inhalasi milrinone aerosol merupakan terapi eksperimental yang dapat digunakan selektif untuk vasodilatasi paru jika penelitian telah membuktikan efektivitasnya. Berbagai analog prostasiklin terbaru sekarang diberikan untuk hipertensi pulmonal kronis. vasodilatasi yang tidak selektif untuk pembuluh darah paru dan sistemik dapat menyebabkan hipotensi dapat terjadi. sianosis sejak usia 5 tahun. Apa hubungan antara bakteri endokarditis dengan penyakit jantung struktural? 3. Epinefrin merupakan katekolamin yang sering dipakai pada pasien dengan hipertensi ppulmonal dan kegagalan ventrikel kanan ketika kontraktilitas ventrikel kanan diduga terganggu.membuat inhibitor phosphodiesterase III sangat menarik untuk pengobatan kegagalan ventrikel kanan. Inhalasi nitrat oksida (NO) merupakan terapi yang ditetapkan untuk hipertensi paru dan gagal ventrikel kanan setelah operasi katup mitral. Vasopressin (hormon antidiuretik) adalah hormone hipofisis anterior yang menyebabkan vasokonstriksi dan efek antidiuretik tergantung kepada dosisnya. Ia memiliki riwayat jantung berdebar. Saturasi oksigen pada udara kamar yang diukur dengan oksimetri nadi yaitu sebesar 75%. dan toleransi latihan yang terbatas. KASUS 7 EISENMENGER SINDROM (PROFILAKSIS ENDOKARDITIS BAKTERIAL SUBAKUT) Seorang wanita berusia 25 tahun dengan defek septum ventrikel yang tidak terkoreksi datang untuk menjalani ekstraksi impaksi gigi molar multiple. Apa pertimbangan anestesi untuk pasien dengan sindrom Eisenmenger? 2. NO merupakan vasodilator yang berasal dari endotel dan ketika dihirup secara selektif menyebabkan relaksasi pembuluh darah paru. Bagaimanapun.

sistemik lebih besar dari 2:1 (shunting dari kiri ke kanan). Mereka biasanya dianestesi untuk prosedur darurat serta persalinan. Patogen apa yang paling mungkin terlibat dalam endokarditis bacterial subakut. dengan PVR begitu tinggi dimana usaha pembedahan untuk memperbaiki kelainan jantung dapat menyebabkan gagal ventrikel kanan karena terjadi peningkatan impedansi untuk ejeksi. Pertimbangan anestesi sama dengan pertimbangan pada pasien CHD dan shunting kanan ke kiri. Setelah terjadi shunting dari kiri ke kanan. seperti defek septum atrium. dan antibiotic apa yang dipakai sebagai pengobatannya? 1. . kelainan jantung tidak lagi diperbaiki melalui pembedahan. defek septum ventrikel. terutama jika mengalami dehidrasi. Sindrom Eisenmenger yang tidak dikoreksi akan dikaitkan dengan prognosis jangka panjang yang jelek. Satu-satunya kemungkinan koreksi bedah adalah transplantasi jantung-paru. resistensi pembuluh darah paru (PVR) meningkat ke titik di mana terjadi pembalikan aliran yang melewati bagian jantung yang rusak dan mengakibatkan sianosis (shunting dari kiri ke kanan). Pasien-pasien ini memiliki peningkatan risiko untuk prosedur elektif. Flebotomi atau donor darah autolog sebelum operasi harus didpertimbangkan jika hematokrit > 55-60%. atau patent ductus arteriosus (PDA). Pasien-pasien ini juga berisiko tinggi mengalami embolisasi paradoks dan endokarditis bakterial.4. Pada sindrom Eisenmenger. Apa pertimbangan anestesi untuk pasien dengan sindrom Eisenmenger? Sindrom eisenmenger terjadi pada pasien dengan penyakit jantung bawaan (CHD) yang telah lama mengalaim shunting darah ke paru-paru dengan aliran darah ke paru dan tekanan yang berlebihan. Polycythemia merupakan perhatian utama selama pre operasi pada pasien yang berisiko memiliki komplikasi trombotik. dengan rasio aliran darah paru-ke. Perhatian ditujukan pada manajemen pasien yang mengalami dekompensasi karena peningkatan shunting kanan-ke-kiri dengan hipoksemia yang memburuk dan / atau disfungsi miokard. Hal ini terjadi setelah beberapa tahun pada pasien dengan lesi pada jantung yang tidak dikoreksi. Karena terjadi perubahan ireversibel pada pembuluh darah paru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful