Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Johar Baru 1.1.1.

1 Keadaan Geografis Pada bulan Agustus 1966 di DKI Jakarta dibentuk beberapa kota administrasi. Berdasarkan lembaran daerah no 4/1966 ditetapkanlah lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, yang dilengkapi dengan 22 Kecamatan dan 220 Kelurahan. Pembentukan Kecamatan dan Kelurahan ini didasarkan atas asas teritorial dengan mengacu pada jumlah penduduk yaitu 200.000 jiwa untuk Kecamatan, 30.000 jiwa untuk Kelurahan perkotaan, dan 10.000 jiwa untuk Kelurahan pinggiran. Wilayah Kotamadya Jakarta Utara mempunyai luas 7.133,51 Ha, terdiri dari luas lautan 6.979,4 Ha dan luas daratan 154,11 Ha. Daratan Jakarta Utara membentang dari barat ke timur sepanjang kurang lebih 35 Km, menjorok ke darat antara 4-10 Km, dengan kurang lebih 110 pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Ketinggian dari permukaan laut antara 0-20 meter dari tempat tertentu ada yang dibawah permukaan laut yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa atau empang air payau. Wilayah Kotamadya Jakarta Utara merupakan pantai beriklim panas, dengan suhu rata-rata 270C, curah hujan setiap tahun rata-rata 142,54 mm dengan maksimal curah hujan pada bulan September. Kondisi wilayah yang merupakan wilayah pantai dan tempat bermuaranya Sembilan sungai dan dua banjir kanal menyebabkan wilayah ini merupkan wilayah rawan banjir, baik kiriman maupun banjir karena pasang air laut. Kecamatan Johar Baru termasuk wilayah Kotamadya Jakarta Pusat memiliki luas wilayah 237.70 Ha. Menurut data statistik 2004, peruntukan luas tanah tersebut terdiri dari perumahan 195,13 Ha; kantor dan gudang 26,87 Ha; taman 4,66 Ha; lahan tidur 3,52 Ha; dll 7,52 Ha. Secara administratif terdiri 4

kelurahan, 30 RW; 560 RT, 23.312 KK, 98 Posyandu dan 100.688 jiwa, dengan kepadatan penduduk 46.481/ km2, dengan batas wilayah : Utara Timur Selatan Barat : JL. Letjen Suprapto kec.Kemayoran : Sepanjang Rel Kereta Api Kec.Senen : JL. Percetakan Negara Raya Kec.Cempaka Putih : JL. Rawa Selatan Raya dan JL.Mardani Kec.Cempaka Putih

Kecamatan Johar Baru terdiri dari: (a) Kelurahan Johar Baru (b) Kelurahan Kampung Rawa (c) Kelurahan Tanah Tinggi (d) Kelurahan Galur 1.1.1.2 Keadaan Demografi Secara demografis penduduk di wilayah kecamatan Johar Baru sangat padat. Menurut data Biro Pusat Statistik Jakarta Pusat pada bulan Desember 2011, Kecamatan Johar Baru mempunyai jumlah penduduk sebanyak 104.299 jiwa. Berikut rincian jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Johar Baru bulan Desember 2011.

Tabel 1.1. Jumlah Penduduk di Wilayah Puskesmas Kecamatan Johar Baru Tahun 2011 No 1 2 3 4 Kelurahan Kelurahan Johar Baru Kelurahan Kampung Rawa Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Galur Jumlah Jumlah Penduduk 43.879Jiwa 15.758Jiwa 17.050 Jiwa 15.981 Jiwa 100.688 jiwa

Sumber : Laporan Kecamatan Johar Baru Tahun 2011 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Puskesmas Kecamatan Johar Baru menurut laporan Kecamatan Johar Baru bulan Desember 2011 adalah sebagai berikut Laki-laki 47.598 jiwa, Perempuan 53.090 jiwa. Berikut rincian kepadatan penduduk pada tiap kelurahan di Kecamatan Johar Baru pada Desember 2011. Tabel 1.2. Distribusi luas wilayah, KK, jumlah RW dan jumlah RT Di Kecamatan Johar Baru Tahun 2011 No Kelurahan Luas wilayah 1 2 3 4 (km2) Kelurahan Johar Baru 119,10 27.356 613 454 Kelurahan Kampung Rawa 30,11 11.853 11 174 Kelurahan Tanah Tinggi 62,29 9.500 14 196 Kelurahan Galur 26,20 3.278 7 84 Jumlah 237,7 51.987 654 908 Sumber : Laporan Tahunan Kecamatan Johar Baru Tahun 2011 KK RW RT

Tabel 1.3. Tingkat Kepadatan Penduduk di Kecamatan Johar Baru Desember 2011 Kelurahan Luas (km2) Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk (per

Kelurahan Johar Baru 119,10 43.789 Jiwa Kelurahan Kampung Rawa 30,11 15.758 Jiwa Kelurahan Tanah Tinggi 62,29 17.050 Jiwa Kelurahan Galur 26,20 15.981 Jiwa Jumlah 237,7 100.688 jiwa Sumber : Laporan Kecamatan Johar Baru Desember 2011.

km2) 277 613 718 626 533

A. Data Penduduk Menurut Umur Tabel 1.4. Jumlah Penduduk menurut Umur di Wilayah Puskesmas Kecamatan Johar Baru bulan Desember 2011 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 . 11 . 12 . 13 . 14 . 15 . 16 . Jumlah 100.688 jiwa Sumber : Laporan Kecamatan Johar Baru Desember 2011 Kelompok Umur (tahun) 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-39 30-34 35-39 40-44 45-49 50- 54 55-59 60-64 65-69 70-74 >75 Jumlah 6177 7086 7877 7483 9391 8062 7461 7020 7555 7332 7560 6620 3901 3902 2387 874

B. Data Penduduk Menurut Agama dan Kepercayaan Tabel 1.4. Jumlah Penduduk menurut Agama dan Kepercayaan di Wilayah Kecamatan Johar Baru Desember 2011 Agama Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Tanah tinggi Kampung Rawa Galur Johar Baru Jumlah 89.775 6.606 3.303 651 353 100.688

33.248 14.305 15.010 27.212 2.026 844 592 3.144 1.721 543 143 896 34 38 200 379 76 28 36 213 37.105 15.758 15.981 31.844 Sumber : Laporan Kecamatan Johar Baru Desember 2011

1.1.1.3 Keadaan Lingkungan A. Sosio Ekonomi Wilayah Kecamatan Johar Baru yang terletak di Pusat Kota Jakarta terdapat wilayah Kawasan Berikat Nusantara (KBN), diwilayah tersebut banyak terdapat industri besar, sedang, dan Kecil sebagai penompang dalam menambah Pendapatan Asli Daerah khususnya Kota Jakarta dan sebagai penambah pendapatan devisa Indonesia, karena kawasan tersebut adalah salah satu sentra produksi andalan dalam memacu perekonomian Indonesia. B. Sarana dan Prasarana Wilayah Kecamatan Johar Baru memiliki sarana ibadah, sarana pendidikan, sarana kebudayaan dan kesenian, sarana olah raga, sarana kesehatan masyarakat dan keluarga berencana. Sarana dan prasaran kesehatan yang yang ada saat ini banyak diminati oleh masyarakat luas yang ada di wilayah Johar Baru dan sekitarnya, hal ini terkait dengan lokasi dan banyaknya penduduk yang bekerja di wilayah Johar Baru tetapi tidak berdomisili di daerah tersebut. Agar semua dapat memperoleh kesempatan mendapat pelayanan kesehatan yang merata dengan biaya terjangkau, maka pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan diharapkan dapat

meningkatkan

sumber

daya

manusia

yang

berkualitas,

meningkatkan

kesejahteraan keluarga dan masyarakat, dan dapat masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

mempertinggi kesadaran

Pelayanan kesehatan diberikan kepada semua golongan, dan tidak membedakan umur, pekerjaan, status sosial ekonomi, agama, ras dan lain-lain, akan tetapi lebih diprioritaskan bagi golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. C. Fasilitas Kesehatan Wilayah kerja puskesmas Kecamatan Johar Baru sangat minim fasilitas kesehatan yang ada. Keadaan fasilitas kesehatan di Kecamatan Johar Baru ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Tabel 1.7 Fasilitas Kesehatan Kecamatan Johar Baru Tahun 2011 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Uraian Galur Johar Bru tinggi Rawa Rumah sakit Rumah Bersalin 1 1 1 1 Puskesmas 1 1 1 1 Balkesmas/ Bpn Dr. Umum Praktek 1 2 Dr. Spesialis Prakterk 4 5 5 6 Praktek 24 jam 1 1 Bidan Swasta 1 1 1 7 Apotik 6 5 4 9 Laboratorium 1 4 Posyandu 18 24 15 15 Toko Obat 2 2 3 Drg. Praktek 1 3 2 4 Jumlah 32 43 33 53 Sumber : Laporan Kecamatan Cilincing Tahun 2010 Tanah Kampung Jumlah 0 4 4 0 3 20 2 10 24 5 72 7 10 161

1.1.2 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Johar Baru 1.1.2.1 Sejarah Puskesmas Kecamatan Johar Baru merupakan Puskesmas pembina sesuai dengan SK Gubernur tahun 1992. Puskesmas ini berada di alamat Jl.Tanah tinggi

XXI Johar Baru Jakarta Pusat. Puskesmas Kecamatan Johar Baru membawahi 7 Puskesmas yaitu 1 Puskesmas tingkat kecamatan, 6 Puskesmas tingkat kelurahan, 3 Puskesmas terletak di Kelurahan Johar Baru (Johar Baru I, Johar Baru II, Johar Baru III) dan Puskesmas Kelurahan Tanah Tinggi, Puskesmas Kelurahan Kampung Rawa dan Puskesmas Kelurahan Galur. Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru adalah membawahi enam Puskesmas kelurahan di empat kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Johar Baru, yaitu : 1) Puskesmas Kelurahan Johar Baru I Puskesmas Kelurahan Johar Baru I beralamat di Jl. Mardani Raya 36 RT 2/5. 2) Puskesmas Kelurahan Johar Baru II Puskesmas Kelurahan Johar Baru II beralamat di Jl.Percetakan Negara II. 3) Puskesmas Kelurahan Johar Baru III Puskesmas Kelurahan Johar Baru III beralamat di Jl. Keramat Jaya Gg IX. 4) Puskesmas Kelurahan Galur Puskesmas Kelurahan Galur beralamat di Jl.Kampung Rawa tengah Gg IX. 5) Puskesmas Kelurahan Tanah Tinggi Puskesmas Kelurahan Tanah Tinggi beralamat di Jl. Tanah Tinggi Gg. VII/12. 6) Puskesmas Kelurahan Kampung Rawa Puskesmas Kelurahan Kampung Rawa beralamat di Jl. Rawa Selatan 1 RT 11/4. Gambar 1.1 Peta Letak Puskesmas se- Kecamatan Johar Baru

Sumber: Profile Puskesmas Kecamatan Johar Baru 1.1.2.2 Sumber Daya Manusia Sarana yang tersedia di Puskesmas Kecamatan Johar Baru antara lain: A. Tenaga Kerja Medis & Nonmedis Medis: Dokter spesialis Dokter umum Dokter gigi Apoteker

Perawat Perawat gigi Bidan Ahli Gizi

Non medis (SD,SLTP,SLTA,SPK,SMK,STM)

Tabel 1.5 Jumlah Tenaga Kerja medis dan non medis di sarana pelayanan kesehatan di Wilayah Puskesmas Se-Kecamatan Johar Baru Desember 2011
Jumlah Tenaga Kerja Dokter Spesialis Kec. Johar Baru Kel Johar Baru I Kel.Johar Baru II Kel.Johar Baru III Kel.Kampung Rawa Kel.Galur Kel.Tanah Tinggi Jumlah 1 0 0 0 0 0 0 1 Dokter Umum 5 1 1 1 1 1 1 11 Dokter Gigi 3 1 1 1 1 1 1 9 Apoteker 1 0 0 0 1 0 0 2 Bidan 3 1 2 1 1 1 1 10 Perawat 5 2 2 1 2 2 1 15 Perawat Gigi 1 1 1 0 1 0 0 4 Ahli gizi 2 0 0 0 0 1 0 3 Tenaga Nonmedis 14 5 2 2 3 2 2 30 Jumlah 32 11 9 6 9 7 6 86

Puskesmas

Sumber : Laporan Kecamatan Johar Baru Desember 2011 B. Alat medis non medis Medis: Peralatan Laboratorium (pemeriksaan darah, urine dan sputum)

10

2 Unit Dental Unit USG Alat Apotek 7 buah Tempat tidur (untuk pemeriksaan fisik pasien)

Non medis: Alat perlengkapan Kartu diagnosis Kartu pasien, Formulir Laporan

1.1.2.3 Sarana dan Prasarana Puskesmas Kecamatan Johar Baru memiliki fasilitas gedung terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Luas bangunan Luas tanah Daya listrik Air Telepon Fax Komputer Laptop Printer AC Mobil dinas Motor Swing fog Dental unit Rontgen unit Unit mata : 1.305 m2 : 1.782 m2 : 45.000 W : tanah : 7 unit : 1 unit : 20 unit : 4 unit : 13 unit : 26 unit :2 :8 :4 :9 ::-

Mobil Puskesmas keliling : 1

11

Puskesmas Kecamatan Johar Baru terdiri dari 3 lantai: Lantai 1: A. B. C. D. E. F. Lantai 2: A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. Lantai 3: A. Ruang Kepala Puskesmas Balai Pengobatan Umum Balai Pengobatan Askes Poli Gigi Poli KIA Poli KB Poli mata Poli jiwa Poli Gizi Apotek Laboratorium Loket (Loket Pendaftaran dan Loket Medical Record) Rumah Bersalin (buka 24 jam) Unit Gawat Darurat (buka mulai pkl. 16.00- 07.00 WIB) Ruang Jaga Dokter Ruang Metadon Ruang Jaga Bidan dan Perawat

12

B. C. D. E. F.

Ruang Pemulihan Ruang Tata Usaha Ruang Bina Kesehatan Masyarakat Ruang Rapat Aula

Gambar 1.2 Alur Pelayanan Pasien di Puskesmas Kecamatan Johar Baru

LOKET

GIGI KIA KB

BP

OBA T

SELES AI

MATA GIZI JIWA LABORATORIUM TINDAKAN 13

Sumber: Puskesmas Kecamatan Johar Baru

Gambar 1.3 STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU KEPALA PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU dr.Savitri Handayana, MM SEKRETARIAT Balkiswati, S.kep
KEPEGAWAIAN Drs. Supadi KEUANGAN Lena Morita Herni Syahfitri PERENCANAAN dr. Linda SDK Dra.Eri Yuniati

YANKES dr. Yohana

KESMAS
(dr. Budiarsinta)

PMK dr.Linda

UNIT GAWAT DARURAT

PROMKES

(lili Rohili) UNITBALAI UNIT BALAI UNIT KI-KB PENGOBATAN UMUM PENGOBATAN GIGI (Yulianis) DAN RUMAH UNIT ANAK (drg.Sartikasari BERSALIN (dr. Yohana & dr. Suryahadi)
(Sri Narwati) Fitri)

(dr.Fitri Damayanti) 14
GIZI PPSM KESLING (Lena Morita) (Wiwik Lestari) SURVEILANCE (Yenizar)

MUTU (dr.Fitri Damayanti)

JIWA NAPZA (Hj.Pudjiastuti, S.Kep)

FARMAKMIN (Dra.Eri Yunarti)

PENYAKIT MENULAR & TIDAK MENULAR (Balkiswati, S.Kep)

Sumber: Puskesmas Kecamatan Johar Baru

1.1.2.4 Visi, Misi, Kebijakan Mutu dan Motto Puskesmas Kecamatan Johar Baru A. Visi Puskesmas Kecamatan Johar Baru Terwujudnya Puskesmas Kecamatan Johar Baru yang memberikan Pelayanan prima, berorientasi pada kepuasan menuju masyarakat sehat dan mandiri. B. Misi Puskesmas Kecamatan Johar Baru 1. Memberikan Pelayanan kesehatan prima dan merata.

15

2. Meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan, medis dan non medis Puskesmas. 3. Menggalang kemitraan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. 4. Mengembangkan upaya kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan. C. Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Johar BaruPuskesmas Kecamatan Johar Baru bertekad memberikan pelayanan prima, menuju masyarakat sehat yang mandiri secara berkesinambungan sesuai dengan peraturan dan perundang- undangan yang berlaku, serta senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambugan untuk mencapai kepuasan pelanggan. D. Komitmen bersama Puskesmas Kecamatan Johar Baru adalah Prima Sehat Mandiri untuk semua

1.1.3

Program Promosi Kesehatan Puskesmas

Setiap masalah kesehatan, pada umumnya disebabkan tiga faktor yang timbul secara bersamaan, yaitu : 1. Adanya bibit penyakit atau pengganggu lainnya penyakit 3. Adanya perilaku hidup manusia yang tidak peduli terhadap bibit penyakit dan lingkungannya. Oleh sebab itu, sehat dan sakitnya seseorang sangat ditentukan oleh perilaku hidup manusia sendiri. Karena masalah perubahan perilaku sangat terkait dengan promosi kesehatan maka peran promosi kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas dari masalah-masalah kesehatan. Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah, Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dan, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, agar 2. Adanya lingkungan yang memungkinkan berkembangnya bibit

16

mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Secara operasional, upaya promosi kesehatan di Puskesmas dilakukan agar masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bentuk pemecahan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya, baik masalah-masalah kesehatan yang diderita maupun yang berpotensi mengancam, secara mandiri. Disamping itu, petugas kesehatan Puskesmas diharapkan mampu menjadi teladan bagi pasien, keluarga dan masyarakat untuk melakukan PHBS.

1.1.3.1 Strategi Sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1193/Menkes/SK/X/2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah, strategi dasar utama Promosi Kesehatan adalah: 1. Pemberdayaan : individu, keluarga dan masyarakat 2. Bina Suasana 3. Advokasi, serta dijiwai semangat 4. Kemitraan 1.1.3.2 Pendukung Dalam Pelaksanaan Promosi Kesehatan Dalam pelaksanaannnya, strategi promosi kesehatan harus diperkuat dengan: 1. Metode dan media yang tepat 2. Sumber daya yang memadai Saat ini, di Puskesmas Kecamatan Johar baru ada dua kegiatan pada program promosi kesehatan masyarakat ini, yaitu : A. Penyuluhan kesehatan dalam dan luar gedung B. UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)

17

Berikut paparan singkat mengenai kegiatan kegiatan tersebut : A. Penyuluhan Kesehatan Dalam dan Luar Gedung Topik yang diangkat dalam penyuluhan kesehatan umumnya merupakan masalah aktual yang sedang dialami masyarakat. Hal ini dapat diketahui dari analisis data sekunder laporan bulanan setiap program di Puskesmas maupun observasi dan wawancara langsung ke masyarakat pada saat kegiatan RW siaga. Tabel 1.9 Penyuluhan Dalam Gedung di Wilayah Puskesmas Se-Kecamatan Johar Baru Pada Bulan Januari Agustus Tahun 2012 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 PROGRAM YANG DITUNJANG KIA KB Gizi Imunisasi Diare Demam Berdarah AIDS Hepatitis ISPA Rokok & Narkoba Keganasan / Kanker Penyakit Degeneratif Air & Kesehatan Lingkungan TBC Kusta Kesehatan Gigi & Mulut Kesehatan Mata Kesehatan Jiwa Kesehatan Kerja Kecacingan Lain-lain Jumlah FREK 8 8 7 8 15 10 4 4 21 22 0 0 10 16 0 0 0 0 0 5 0
141

TM 12 49 20 25 64 47 12 15 79 129 0 0 24 75 0 0 0 0 0 2 0
539

PENGUNJUNG MU MS 140 0 360 0 173 0 200 0 174 144 208 201 49 65 144 52 250 228 231 205 0 0 0 0 139 139 188 198 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 33 64 0 0
2.19 7 1.32 1

JUMLAH 152 409 193 226 382 456 125 129 557 581 0 0 299 450 0 0 0 0 0 121 0
11.217

18

Tabel 1.10 Cakupan Penyuluhan Dalam Gedung Berdasarkan Program Yang Ditunjang di Wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru Pada Bulan Januari Agustus Tahun 2012 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 PROGRAM YANG DITUNJANG KIA KB Gizi Imunisasi Diare Demam Berdarah AIDS Hepatitis ISPA Rokok & Narkoba Keganasan / Kanker Penyakit Degeneratif Air & Kesehatan Lingkungan TBC Kusta Kesehatan Gigi & Mulut Kesehatan Mata Kesehatan Jiwa Kesehatan Kerja Kecacingan Lain Lain Jumlah TARGET (kali) 8 8 8 8 8 8 8 7 8 8 7 7 8 8 7 7 8 7 7 7 7
175

PENCAPAIAN (kali) 8 8 7 8 15 10 4 4 21 22 0 0 10 16 0 0 0 0 0 5 0
141

PERSENTASE (%) 100 100 87.5 100 187,5 125 50 57,5 262,5 275 0 0 125 200 0 0 0 0 0 71,4 0
80,5

19

Tabel 1.9 Penyuluhan Luar Gedung di Wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru Pada Bulan Januari Agustus Tahun 2012 PENGUNJUNG MU MS 182 0 154 0 232 0 266 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
831 0

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

PROGRAM YANG DITUNJANG KIA KB Gizi Imunisasi Diare Demam Berdarah AIDS Hepatitis ISPA Rokok & Narkoba Keganasan / Kanker Penyakit Degeneratif Air dan Kesehatan Lingkungan TBC Kusta Kesehatan Gigi & Mulut Kesehatan Mata Kesehatan Jiwa Kesehatan Kerja Kecacingan Lain Lain Jumlah

FREK 6 6 6 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
41

TM 34 23 38 39 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
134

JUMLAH 216 177 267 292 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0


1252

Tabel 1.12 Cakupan Penyuluhan Luar Gedung Berdasarkan Program Yang Ditunjang di Wilayah Puskesmas Se-Kecamatan Johar Baru Pada Bulan Januari Agustus Tahun 2012 NO 1 2 3 KIA KB Gizi PROGRAM YANG DITUNJANG TARGET (kali) 8 8 8 PENCAPAIAN (kali) 6 6 6 PERSENTASE (%) 75 75 75

20

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Imunisasi 8 Diare 8 Demam Berdarah 8 AIDS 8 Hepatitis 7 ISPA 8 Rokok & Narkoba 8 Keganasan / Kanker 7 Penyakit Degeneratif 7 Air & Kesehatan Lingkungan 8 TBC 8 Kusta 7 Kesehatan Gigi & Mulut 7 Kesehatan Mata 8 Kesehatan Jiwa 7 Kesehatan Kerja 7 Kecacingan 7 Lain-lain 7 175 Jumlah B. UKBM (Unit Kegiatan Berbasis Masyarakat) a. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) b. Kesehatan Jiwa dan NAPZA c. Unit Kesehatan Sekolah 1. Posyandu

13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
41

162,5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 23,4

Bentuk kegiatan kesehatan di masyarakat yang dikenal dengan UKBM:

Jenis UKBM yang paling penting di masyarakat dewasa ini adalah Posyandu. Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan di Posyandu meliputi : Promosi Kesehatan, Pengendalian Penyakit Menular, KIA, KB, Imunisasi, dan Perbaikan Gizi. Pelaksanaan kegiatan Posyandu dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 18 3 (tanggal 15 s/d 21), dengan sistem lima meja, di mana empat meja pertama dikelola oleh kader dan

21

satu meja terakhir merupakan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Adapun yang dimaksud dengan sistem lima meja di sini bukan menunjukkan pada arti harfiah meja, melainkan menunjuk pada jumlah dan jenis pelayanan, yang masing masing pelayanan dilaksanakan secara terpisah. Posyandu yang ada di Kecamatan Johar baru dapat dibagi menjadi lima strata, yaitu: a. Posyandu Pratama, artinya Posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin serta jumlah kader sangat terbatas, yakni kurang dari lima orang, dilaksanakan kurang dari delapan kali dalam satu tahun, cakupan KIA, KB, imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) kurang dari 50%, tidak terdapat program tambahan serta cakupan dana sehatnya kurang dari 50%. b. Posyandu Madya, artinya Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari delapan kali dalam satu tahun, dengan rata rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan KIA, KB, imunisasi dan rata - rata partisipasi masyarakat (D/S) kurang dari 50%, tidak terdapat program tambahan serta cakupan dana sehatnya kurang dari 50%. c. Posyandu Purnama, artinya Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari delapan kali dalam satu tahun, dengan rata rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan KIA, KB, imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50%. d. Posyandu Mandiri, artinya jumlah kader lima orang atau lebih, dilaksanakan delapan kali atau lebih dalam satu tahun, cakupan KIA, KB, imunisasi dan partisipasi masyarakat (D/S) lebih dari 50%, terdapat program tambahan serta cakupan dana sehatnya lebih dari 50%. e. Posyandu Mandiri Plus, sama seperti posyandu mandiri namun memiliki program tambahan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

22

Berdasarkan empat strata posyandu di atas, di bawah ini dapat diketahui pembagian posyandu per kelurahan di wilayah Puskesmas Johar Baru berdasarkan strata masing- masing.

23

3. a. b. c. d. e. 4.

Kelompok Lansia (Lanjut Usia) Kegiatan yang dikembangkan di kelompok usia lanjut antara lain : Pemeriksan aktifitas sehari-hari. Pemeriksaan status gizi, dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Pengukuran tekanan darah. Pengukuran Hb. Olahraga, misalnya : senam, gerak jalan santai, dll. Bina Kemitraan LSM

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mempunyai banyak potensi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di Kecamatan Johar baru mempunyai dua LSM yang terkait, yaitu : Wahana Visi dan MERCY Corps. LSM Wahana Visi telah berdiri selama lima tahun dan memprioritaskan wanita dan anak-anak (ibu hamil dan balita). Sedangkan MERCY Corps, telah berdiri selama tiga tahun dan memprioritaskan ASI Ekslusif 5. Kesehatan Jiwa dan NAPZA

Penyuluhan kesehatan khususnya NAPZA dan Jiwa, yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang bagaimana bahaya NAPZA, deteksi dini penyalahgunaan NAPZA dan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA. Penyuluhan Kesehatan Jiwa dilakukan di dalam gedung kepada semua pasien jiwa. 1. RW Siaga

RW Siaga adalah RW yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya, kemampuan dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan bencana, dan kegawatdaruratan/Kejadian Luar Biasa (KLB) secara mandiri. Ciri-ciri RW Siaga : a. Mandiri dalam dana kesehatan (Tabulin, dana sehat).

23

b. c. d. e. f.

Adanya poskesdes dan surveilance. Memiliki safe community yang berfungsi dengan baik. Adanya tokoh masyarakat yang peduli kesehatan. Public Health Organization. Perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuh aspek RW Siaga :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pos RW Siaga = PIK (Pusat Informasi dan Konsultasi) keluarga. UKBM (donor darah siaga, transport siaga, posyandu, dll). Surveilance berbasis masyarakat. Sistem GADAR (Gawat Darurat). Pembiayaan kesehatan = JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat). Lingkungan sehat. KADARZI dan PHBS. Konsep Operasional RW Siaga :

a.

Tiap RW memiliki satu buah pos (bisa pos/sekretariat RW) yang dapat dimanfaatkan untuk pusat informasi kegiatan siaga di tingkat RW di kelurahan siaga.

b. c.

Memiliki satu orang pamong/toma sebagai penanggung jawab pos di RW Siaga. Memiliki satu orang tenaga kesehatan/bidan/perawat yang berperan mengelola kegiatan promotif dan preventif serta mengkoordinir pengelolaan informasi.

d.

Memiliki dua orang kader yang membantu kegiatan di pos RW Siaga.

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat.

24

Upaya pengembangan program promosi kesehatan dan PHBS yang lebih terarah, terencana, terpadu dan berkesinambungan, dikembangkan melalui Kabupaten/Kota percontohan integrasi promosi kesehatan dengan sasaran utama adalah PHBS Tatanan Rumah Tangga (individu, keluarga, masyarakat) dan diharapkan akan berkembang kearah Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan Kabupaten/Kota sehat. Indikator PHBS adalah suatu alat ukur untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Indikator mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Ada 10 indikator PHBS yang terdiri dari 6 indikator perilaku dan 4 indikator lingkungan. Dengan rincian sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan Ibu hanya memberikan ASI kepada bayinya Keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM) Anggota keluarga tidak merokok Olah raga atau melakukan aktifitas fisik secara teratur Makan dengan menu gizi seimbang (makan sayur dan buah setiap hari) Tersedia air bersih Tersedia Jamban Kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni Lantai rumah bukan dari tanah

25

2. UKS (Unit Kesehatan Sekolah) Salah satu bentuk peran serta masyarakat di institusi pendidikan adalah Usaha Kesehatan Kesehatan (UKS) selaku penggerak UKS adalah dokter kecil, kader kesehatan remaja (KKR) dan guru yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan UKS. Berikut ini adalah data sekolah yang telah melaksanakan program UKS perKelurahan se-Kecamatan Johar Baru tahun 2012

26

Tabel 1.19 Data Sekolah yang Melaksanakan Program UKS Se-Kecamatan Johar Baru Tahun 2012 TK Puskesmas Kecamatan Johar Baru Kelurahan Johar Baru I Kelurahan Johar Baru II Kelurahan Johar baru III Kelurahan Tanah Tinggi Kelurahan Kampung 4 10 0 4 0 40 8 9 2 7 25 77,8 1 1 1 1 100 100 1 3 1 1 100 33.3 4 3 1 2 25 66,7 27 5 18,5 12 10 83,3 7 7 100 8 1 12,5 2 0 0 Total TK 11 8 TK UKS 8 0 Cakupan (%) 72,7 0 Total SD 10 6 SD SD UKS 8 6 Cakupan (%) 80 100 Total MI 1 6 MI MI UKS 1 4 Cakupan (%) 100 66,7 Total MTs/ SMP 4 5 MTs/SMP MTs/ Cakupan SMP (%) UKS 3 5 75 100 Total MA/ SMA 3 2 MA/SMA MA/ Cakupan SMA (%) UKS 3 2 100 100

26

77,8

71,4

42,9

28,6

27

Rawa Kelurahan Galur

100

100

100

100

Sumber Data : Laporan Tahunan Program UKS Kecamatan Johar Baru Tahun 2012

28

1.1.3.3 Keadaan Tenaga Pelaksana Program Promosi Kesehatan Kecamatan Johar baru pada tahun 2010 mempunyai tenaga promkes sebanyak 10 orang yang terdiri dari lulusan S2, S1 FKM, S1 Kep., Akper dan SPK. Dalam melaksanakan program promkes petugas dibantu oleh tenaga sukarela dari masyarakat yaitu kader kesehatan. Mereka yang menjalankan posyandu yang merupakan ujung tombak pelaksanaan program promkes di masyarakat. Data kader Posyandu seKecamatan Johar baru dapat dilihat pada tabel dibawah: Tabel 1.20 Jumlah Kader Posyandu se-Kecamatan Johar Baru Tahun 2012 Kader NO 1 2 3 4 5 6 7 Puskesmas Kec. Johar baru Kel. Johar Baru I Kel. Johar Baru II Kel. Johar Baru III Kel. Kampung Rawa Kel. Tanah Tinggi Kel. Galur Jumlah Penduduk 29.531 21699 253.167 144 1466 25.912 43302 Ada 149 80 89 41 124 83 137 % Pencapaian (Target %) 0,5 0,3 0,03 0,2 0,2 0,3 0,3 Aktif 162 76 82 36 107 81 127 % Pencapaian (Target 100%) 92 95 92,1 87,8 86,3 97,6 92,7

Sumber: LB3 Gizi tahun 2011 1.1.3.4 Perangkat Kerja Untuk kelancaran tugas dalam kegiatan promkes, selain alat kantor, ada perangkat kerja untuk mendukung kegiatan.

Tabel 1.21 Ketersediaan Alat Promkes di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Tahun 2010 No. 1 Alat Kamera digital Target 5 Ada 3 29 Pencapaian (%) 60

2 3 4 5 6 7 8 9 10

Komputer/Laptop Printer Infocus Meja Kerja Kursi kerja Rak buku Filling cabinet Kipas angin AC Jumlah

10 3 3 10 10 5 2 5 2 55

9 5 1 8 8 3 1 6 2 45

90 166 33,3 80 80 60 50 120 100 83,6

Tabel 1.22 Program Kegiatan Dasar Pada Program Promosi Kesehatan di Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru Tahun 2012 No. 1. 2. 1.2 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Penyuluhan Penyuluhan Dalam Gedung Penyuluhan Luar Gedung Identifikasi Masalah Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak delapan kali. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak delapan kali. Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak tujuh kali. Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak delapan kali. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 15 kali. Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 10 kali. Frekuensi penyuluhan AIDS dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak empat kali. Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak empat kali. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 21 kali. Target (kali) 175 175 Cakupan (kali) 141 41 Selisih (kali) 34 134

30

10. 11. 12. 13.

Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 22 kali. Frekuensi penyuluhan Keganasan atau Kanker dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 10 kali.

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 16 kali. Frekuensi penyuluhan Kusta/Franbosia dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi & Mulut dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan kecacingan dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak lima kali. Frekuensi penyuluhan Lain-lain dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan KIA di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali. Frekuensi penyuluhan KB di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali. Frekuensi penyuluhan Gizi di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali. Frekuensi penyuluhan Imunisasi di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 13 kali.

31

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Frekuensi penyuluhan Diare di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 12 kali. Frekuensi penyuluhan AIDS di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Hepatitis di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan ISPA di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Keganasan/Kanker di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Air & Kesehatan Lingkungan di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali.

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41.

Frekuensi penyuluhan TBC di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali. Frekuensi penyuluhan Kusta di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali Frekuensi penyuluhan Kecacingan di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali.

32

42.

Frekuensi penyuluhan Lain-lain di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak sepuluh kali.

1.3 1.

Rumusan Masalah. Frekuensi penyuluhan Gizi dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak tujuh kali, lebih dari target delapan kali.

2.

Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 15 kali, lebih dari target delapan kali.

3.

Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 10 kali, lebih dari target delapan kali.

4.

Frekuensi penyuluhan AIDS dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak empat kali, kurang dari target delapan kali.

5.

Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak empat kali, kurang dari target tujuh kali.

6.

Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 21 kali, lebih dari target delapan kali.

7.

Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 22 kali, lebih dari target delapan kali.

8.

Frekuensi penyuluhan Keganasan atau Kanker dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali., lebih dari target tujuh kali.

9.

Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, lebih dari target tujuh kali.

10.

Frekuensi penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak 10 kali, lebih dari target delapan kali. 33

11.

Frekuensi penyuluhan TBC dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak 16 kali, lebih dari target delapan kali.

12.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi & Mulut dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak nol kali, lebih dari target tujuh kali.

13.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

14.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

15.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja dalam gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

16.

Frekuensi penyuluhan Kecacingan dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak lima kali, kurang dari target tujuh kali.

17.

Frekuensi penyuluhan lain-lain dalam gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cilincing periode bulan Januari-Juli tahun 2011 sebanyak nol kali, lebih dari target tujuh kali.

18. 19.

Frekuensi penyuluhan KIA di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali, lebih dari target delapan kali. Frekuensi penyuluhan KB di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali, kurang dari target delapan kali.

20.

Frekuensi penyuluhan Gizi di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak enam kali, lebih dari target delapan kali.

21.

Frekuensi penyuluhan Imunisasi di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak 13 kali, lebih dari target delapan kali.

34

22.

Frekuensi penyuluhan Demam Berdarah di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, lebih dari target delapan kali.

23.

Frekuensi penyuluhan AIDS di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

24.

Frekuensi penyuluhan Hepatitis di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

25.

Frekuensi penyuluhan ISPA di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, lebih dari target delapan kali.

26.

Frekuensi penyuluhan Rokok dan Narkoba di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

27.

Frekuensi penyuluhan Keganasan/Kanker di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

28.

Frekuensi penyuluhan Penyakit Degeneratif di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

29.

Frekuensi penyuluhan Air & Kesehatan Lingkungan di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

30.

Frekuensi penyuluhan TBC di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

31.

Frekuensi penyuluhan Kusta di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

32.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

35

33.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Mata di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target delapan kali.

34.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Jiwa di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

35.

Frekuensi penyuluhan Kesehatan Kerja di luar gedung di wilayah Puskesmas seKecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, kurang dari target tujuh kali.

36.

Frekuensi penyuluhan Kecacingan di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak lima kali, kurang dari target tujuh kali.

37.

Frekuensi penyuluhan Lain-lain di luar gedung di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Johar Baru periode bulan Januari-Agustus tahun 2012 sebanyak nol kali, lebih dari target tujuh kali.

36