Anda di halaman 1dari 3

LARUTAN ELEKTROLIT

Sudah kita ketahui bahwa larutan (solution) ialah campuran homogen (serbasama) dua atau lebih zat. Di dalamnya ada dua komponen, yaitu pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Komponen pelarut biasanya adalah zat yang komposisinya lebih banyak dibandingkan dengan zat lainnya dalam suatu larutan. Pengecualian hal ini adalah bahwa air selalu dianggap pelarut walaupun jumlahnya lebih sedikit dari komponen lain, karena air merupakan pelarut universal. Contohnya ialah larutan alkohol 70%, yang terdiri atas 70% alkohol dan 30% air. Elektrolit ialah zat yang dalam fase cairnya atau fase terlarutnya dapat meneruskan arus listrik. Adalah August Svante Arrhenius pada akhir tahun 1800-an yang menamakan elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang terdiri atas air sebagai pelarut dan zat elektrolit sebagai zat terlarut. Larutan elektrolit dapat meneruskan arus listrik (Solutions of Electrolytes Can Conduct Electricity) Semua zat terlarut yang larut dalam air tergolong salah satu dari dua katagori : elektrolit atau nonelektrolit. Suatu elektrolit adalah zat yang jika larut dalam air menghasilkan larutan yang dapat meneruskan arus listrik. Zat yang tergolong non-elektrolit tidak meneruskan arus listrik ketika larut dalam air. Larutan elektrolit dapat meneruskan arus listrik karena di dalamnya terdapat ion-ion. Ion-ion inilah yang dapat meneruskan arus listrik. Ion adalah partikel yang bermuatan listrik. Ion positif disebut kation, dan ion negatif disebut anion. Ion-ion dalam larutan terbentuk karena zat terlarut terurai oleh air. Penguraian zat terlarut dalam larutan mencakup dua istilah: dissosiasi ialah penguraian senyawa ionik menjadi ion-ionnya, dan ionisasi ialah penguraian senyawa kovalen polar menjadi ion-ion. Perhatikan persamaan dissosiasi NaCl di bawah.
H2O

NaCl (s)

Na+ (aq ) + Cl (aq)

Ion natrium dan ion klor sudah ada dalam kristal NaCl. Tetapi, begitu NaCl ditambahkan ke dalam air kristal tersebut larut, artinya ion-ion berpindah dari struktur kristal dan menyebar di sekitar molekul air. Jika dua elektroda dicelupkan ke dalam larutan NaCl, ion Na+ akan berpindah menuju salah satu elektroda dan ion Cl menuju elektroda yang lainnya. Pergerakan ini memungkinkan arus listrik mengalir melalui larutan. Oleh karena itu, larutan NaCl akan berfungsi sebagai elektrolit dan meneruskan arus listrik karena keberadaan ion Na+ dan ion Cl. Makin banyak ion yang terdapat dalam larutan ketika garam ni dilarutkan, makin kuat sifat elektrolit larutan tersebut.

Gambar 1 : Dissosiasi dan hidrasi ion Na+ dan Cl dalam air. Hidrasi ialah proses dimana ion dikelilingi molekul-molekul air. (Gambar dari CK12, High School Chemistry, p. 749) Larutan Elektrolit Halaman 1

Manakah zat di bawah ini yang akan menghasilkan larutan elektrolit dan meneruskan arus listrik? (a) CaF2 (aq) (b) C6H12O6 (aq) (c) KOH (aq) Penyelesaian: (a) dan (c) merupakan lartan yang mengandung kation dan anion yang akan terpisah ketika terlarut dalam air. Karena ion-ion terpisah dan tersebar dalam air, maka kedua larutan merupakan larutan elektrolit dan meneruskan arus listrik. CaF2(s) Kalsium uorida KOH (s) Kalium hidroksida Ca2+ (aq ) + 2 F (aq) K+ (aq) + OH (aq)

(b) bukan senyawa ionik melainkan senyawa kovalen. Artinya, ketika terlarut dalam air akan tetap tergabung bersama sebagai molekul dan merupakan non-elektrolit. C6H12O6 (s) Glukosa C6H12O6 (aq) molekul glukosa terpisah

Gambar 2 menunjukkan metode yang mudah dan langsung untuk membedakan larutan elektrolit dan non-elektrolit. Sepasang elektroda inert dicelupkan ke dalam gelas kimia (beaker) berisi air. Untuk menyalakan bola lampu arus listrik harus mengalir dari satu elektroda ke elektroda lain, sehingga menyempurnakan sirkuit (rangkaian). Air murni merupakan konduktor listrik yang buruk (a). Tetapi, jika kita tambahkan sedikit Natrium klorida (NaCl), bola lampu akan menyala begitu garam terlarut dalam air. NaCl padat adalah senyawa ionik yang akan terurai menjadi ion Na+ dan Cl saat terlarut dalam air. Ion Na+ tertarik ke elektroda negatif dan ion Cl tertarik ke elekroda positif. Perpindahan ini menyebabkan arus listrik yang sebanding dengan aliran elektron sepanjang kawat logam. Dengan membandingkan kecerahan nyala lampu untuk jumlah molar zat terlarut yang sama kita bisa membedakan elektrolit lemah (b) dan elektrolit kuat (c). Pada elektrolit kuat diasumsikan bahwa zat terlarut 100% terdissosiasi menjadi ion-ion. Artinya tidak ada NaCl yang tidak terdissosiasi dalam larutan.

Gambar 2. (a) Non-elektrolit, (b) elektrolit lemah, (c) elektrolit kuat. (Gambar dari Chang, General Chemistry 6th, p. 98)

Larutan Elektrolit

Halaman 2

*H2SO4 memiliki dua ion H+ yang dapat terionisasi 1 Air murni adalah elektrolit yang teramat lemah (Tabel dari Chang, General Chemistry 6th, p. 99)

Dari tabel di atas kita mengetahui bahwa selain garam, asam dan basa juga merupakan elektrolit. Kita membedakan elektrolit kuat dan elektrolit lemah bedasarkan banyak atau sedikitnya zat terlarut yang terurai menjadi ion. Hal ini disebut derajat dissosiasi (untuk senyawa ionik) atau derajat ionisasi (untuk senyawa kovalen polar, yaitu perbandingan jumlah mol zat yang terurai dengan jumlah mol zat mulamula. Besaran ini dilambangkan dengan (alpha). Nilai berkisar antara 0 sampai dengan 1. Elektrolit kuat memiliki = 1, elektrolit lemah memiliki antara 0 dan 1 (0<<1), sedangkan non-elektrolit memiliki = 0. Diagram di bawah menggambarkan tiga senyawa (a) AB2, (b) AC2, dan (c) AD2 yang terlarut dalam air. Manakah yang merupakan elektrolit paling kuat dan mana elektrolit paling lemah? (Molekul air tidak digambarkan, agar lebih sederhana)

Keyword (kata kunci) Larutan Larutan Elektrolit Ionisasi Garam Pertanyaan Latihan 1. Tuliskan reaksi pelarutan zat-zat berikut! (a) NaOH (s) (b) LiOH (s) (c) C5H10O4(s) (d) NH4Cl(s) (e) MgCl2(s) 2. Manakah senyawa yang diyakini elektrolit jika dilarutkan dalam air? (a) HNO3 (b) C12H22O11 (c) N2O (d) CH4 3. Manakah senyawa yang BUKAN elektrolit? (a) AgCl (b) PbSO4 (c) C2H6 (d) HClO3 Pelarut Elaktrolit kuat Hidrasi Ion Zat terlarut Elektrolit lemah Asam Kation Elektrolit Dissosiasi Basa Anion

Larutan Elektrolit

Halaman 3