Anda di halaman 1dari 32

DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS

BAB IV
DEFLECTION AND CURVED BARS APPARATUS
4.1 Dasar Teori
4.1.1 Definisi Defleksi
Gambar 4.1 defleksi pada beam
Sumber :http://www.batan.go.id/ppin/lokakarya/LKSTN_16/13_Utaya_2rev.pdf
Defleksi adalah perubahan bentuk pada balok pada arah Y akibat adanya
pembebanan vertical yang diberikan pada balok atau batang.Deformasi pada balok
dapat dijelaskan berdasarkan defleksi balok dari posisinya sebelum mengalami
pembebanan.Defleksi diukur dari permukaan netral awal ke posisi netral setelah terjadi
deformasi. Defleksi ada 2 yaitu :
a. Deflkesi Vertikal (w)
Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (tarik, tekan)
hingga membentuk sudut defleksi, dan posisi batang vertikal, kemudian kembali ke
posisi semula.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
90
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.2 : defleksi vertikal
Sumber : http://www.wikipedia.com/defleksi.html
b. Defleksi Horisontal (p)
Perubahan bentuk suatu batang akibat pembebanan arah vertikal (bending) posisi
batang horizontal, hingga membentuk sudut defleksi, kemudian kembali ke posisi
semula.
Gambar 4.3 :defleksi horizontal
Sumber : http://iktutaryanto.blogspot.com/2010/05/kekuatan-bahan-untuk-defleksi-
dengan.html
Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya defleksi yaitu :
1. Kekakuan batang
Semakin kaku suatu batang maka lendutan batang yang akan terjadi pada batang
akan semakin kecil
2. Besarnya kecil gaya yang diberikan
Besar-kecilnya gaya yang diberikan pada batang berbanding lurus dengan
besarnya defleksi yang terjadi. Dengan kata lain semakin besar beban yang dialami
batang maka defleksi yang terjadi pun semakin kecil
3. Jenis tumpuan yang diberikan
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
91
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Jumlah reaksi dan arah pada tiap jenis tumpuan berbeda-beda. Jika karena itu
besarnya defleksi pada penggunaan tumpuan yang berbeda-beda tidaklah sama.
Semakin banyak reaksi dari tumpuan yang melawan gaya dari beban maka defleksi
yang terjadi pada tumpuan rol lebih besar dari tumpuan pin (pasak) dan defleksi yang
terjadi pada tumpuan pin lebih besar dari tumpuan jepit.
Jenis-Jenis Tumpuan
1. Engsel
Engsel merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertikal dan gaya
reaksi horizontal. Tumpuan yang berpasak mampu melawan gaya yang bekerja dalam
setiap arah dari bidang. Jadi pada umumnya reaksi pada suatu tumpuan seperti ini
mempunyai dua komponen yang satu dalam arah horizontal dan yang lainnya dalam
arah vertical. Tidak seperti pada perbandingan tumpuan rol atau penghubung,maka
perbandingan antara komponen-komponen reaksi pada tumpuan yang terpasak tidaklah
tetap. Untuk menentukan kedua komponen ini, dua buah komponen statika harus
digunakan
Gambar 4.4 : Tumpuan engsel
Sumber : http://bambangpurwantana.staff.ugm.ac.id/KekuatanBahan
2. Rol
Rol merupakan tumpuan yang hanya dapat menerima gaya reaksi vertical. Alat
ini mampu melawan gaya-gaya dalam suatu garis aksi yang spesifik. Penghubung yang
terlihat pada gambar dibawah ini dapat melawan gaya hanya dalam arah AB rol.
Padagambar dibawah hanya dapat melawan beban vertical.Sedang rol-rol hanya dapat
melawan suatu tegak lurus pada bidang cp.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
92
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.5 : Tumpuan Rol
Sumber : http://bambangpurwantana.staff.ugm.ac.id/KekuatanBahan
3. Jepit
Jepit merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertical, gaya reaksi
horizontal dan momen akibat jepitan dua penampang. Tumpuan jepit ini mampu
melawan gaya dalam setiap arah dan juga mampu melawan suaut kopel atau momen.
Secara fisik,tumpuan ini diperoleh dengan membangun sebuah balok ke dalam suatu
dinding batu bata. Mengecornya ke dalam beton atau mengelas ke dalam bangunan
utama. Suatu komponen gaya dan sebuah momen.
Gambar 4.6 : Tumpuan Jepit
Sumber :http://bambangpurwantana.staff.ugm.ac.id/KekuatanBahan
4.1.2 Perbedaan Defleksi Dan Deformasi
Deformasi adalah perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu
benda.Berdasarkan definisi tersebut deformasi dapat diartikan sebagai perubahan
kedudukan atau pergerakan suatu titik pada suatu benda hingga mengalami sifat elastis
dan plastis.Sedangkan Pada defleksi mengarah ke perubahan bentuk akibat pembebanan
vertical dan horizontal, tetapi kembali lagi ke posisi semula tanpa mengalami daerah
plastis.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
93
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.7 deformasi pada sebuah balok
Sumber :http://blog.ub.ac.id/shabazz/2011/12/01/
4.1.3 Macam-Macam Deformasi
Gambar 4.8 grafik tegangan regangan
Sumber :http://blog.ub.ac.id/shabazz/2011/12/01/
1. Deformasi Plastis
Deformasi plastis adalah jika suatu benda diberi beban atau gaya dan setelah
beban itu dilepas atau dihilangkan benda tersebut tidak akan berubah ke bentuk semula.
2. Deformasi Elastis
Deformasi Elastis adalah jika suatu benda diberi gaya atau bebandan setelah
beban itui dilepas atau dihilangkan benda tersebut kembali ke bentuk semula.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
94
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
4.1.4 Teori Castigliano
Metode castigliano adalah metode untuk menentukan perpindahan dari sebuah
sistem linear-elastis berdasarkan pada turunan parsial dari prinsip struktur energy adalah
gaya dikalikan perpindahan yang dihasilkan,sehingga gaya dirumuskan dengan
perubahan energi dibagi dengan perpindahan yang dihasilkan.
Ada 2 teorema dalam teori castigliano,yaitu :
1. Teori pertama castigliano ( untuk gaya dalam struktur elastis )
Metode ini digunakan untuk menghitung perpindahan gaya yang beraksi yang
menyatakan Jika energi regangan dari struktur elastic linear dinyatakan sebagai fungsi
persamaan gaya Qi,maka turunan parsial dari energi regangan terhadap perpindahan
memberikan persamaan gaya Qi.
Dirumuskan dengan :
Qi = u
qi
Dimana, U = Energi regangan
2. Teori kedua Castigliano ( untuk perpindahan dlam struktur elastic linear )
Metode ini digunakan untuk menghitung perpindahan,yang menyatakanJika
energy regangan dari struktur elastic linear dinyatakan sebagai fungsi persamaan
gayaQi, maka turunan parsial dari energi regangan terhadap persamaan gaya
memberikan persamaan gaya memberikan persamaan perpindahan qi searah terhadap
Qi.
Dirumuskan dengan :
qi = u
Qi
Sebagai contoh : untuk beam kantilever lurus dan tipis dengan beban P di ujung,dan
perpindahan pada ujungnya dapat ditemukan dengan tori kedua castigliano :
=
=
=
Dimana,E adalah modulus young dan I adalah momen Inersia penampang dan M (L) =
p x l adalah pernyataan untuk momen pada titik berjarak L dari ujung,maka :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
95
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
=
=
4.1.5 Momen
Momen gaya merupakan besaran yang dapat menyebabkan benda berotasi,
merupakan besaran yang dipengaruhi oleh gaya dan lengan. Untuk memutar baut
diperlukan lengan d dan gaya F. Besar momen gaya didefinisikan sebagai hasil
kaliantara gaya yang bekerja dengan lengan yang saling tegak lurus. Persamaan momen
adalah sebagai berikut:
M = F . L
Momen inersia (Satuan SI : kg m
2
) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk
berotasi terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Momen
inersia berperan dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan
menentukan hubungan antara momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan
percepatan sudut, dan beberapa besaran lain.Definisi sederhana momen inersia
(terhadap sumbu rotasi tertentu) dari sembarang objek, baik massa titik atau struktur
tiga dimensi, diberikan oleh rumus:
Dimana m adalah massa dan r adalah jarak tegak lurus terhadap sumbu rotasi.Besar
momen inersia pada beberapa benda dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
96
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.9 tabel macam momen inersia
Sumber :http://lipengyap.tripod.com/prinsipinersia/id1.html
Momen inersiapenampang adalah salah satu parameter geometriyang sangat
penting dalam analisis struktur. Rumus inersia terhadap sumbu x adalah:
Untuk sumbu y :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
97
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Dari rumus dasar itu dapat digunakan untuk menentukan rumus momen inersia
penampang untuk bentuk geometri lain. Beberapa rumus yang inersia penampang dapat
dilihat pada table di bawah ini :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
98
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
99
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.10 Tabel inersia
Sumber : Hand Book MEKANIKA TEKNIK hal 136 137
4.2 Tujuan Pengujian
1. Untuk mengetahui defleksi vertical dari bermacam macam batang lengkung
ketika mendapatkan sebuah pembebanan
2. Untuk mengetahui defleksi horizontal dari bermacam macam batang lengkung
ketika mendapatkan sebuah pembebanan
3. Untuk mengetahui pengaruh penambahan beban terhadap defleksi yang terjadi
4.3 Spesifikasi Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah Deflection of Curved Bars
Apparatus.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
100
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.11 : Deflection of Curved Bars Apparatus
Sumber : Modul Praktikum Fenomen Dasar Mesin
Specimen :
Bahan : Baja 25,4 x 3,2 mm
E = 2 X 10
7
gr/mm
Specimen 1 : a = 75mm R= 75mm b = 75mm
Specimen 2 : a = 0 R = 150 mm b = 0
Specimen 3 : a = 0 R = 75 mm b = 75 mm
Specimen 4 : a =150mm R = 75 mm b = 150 mm
Beban tergantung = 0,16 R = 0
4.4 Cara Pengambilan Data
1. Pasang specimen ( 2) dan klem ( 1)
2. Kendorkan blok ( 3 ) dan tempatkan ulang jika perlu untuk menempatkan
specimen. Kunci pada posisi yang tersedia
3. Pasang beban ( 4 ) pada specimen. Tempatkan dial indicator dan ( 6 )
berhubungan dengan beban ( 4 )
4. Indicator harus menunjukan angka nol. Pembebanan di lakukan dengan
memberikan beban pada beban tergantung
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
101
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
5. Kemudian catat perubahan yang terjadi. Tambahkan beban dan catat perubahan
yang terjadi
4.5 Hasil Pengujian
4.5.1 Data Hasil Pengujian
Tabel 4.1 Data Hasil Pengukuran Deflection of Curved Bars Apparatus
4.5.2 Contoh Perhitungan
Spesimen 1 :
Dimana : a = 75mm
R = 75mm
b = 75mm
1
]
1

+ + + +
1
]
1

,
_


2 2 2
1
2
2 2
2
2
R b ab
bR abR
EI
W R
a
EI
WR
p

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
102
NO
Beban
(gr)
SPESIMEN : 1 SPESIMEN : 3
DEFLEKSI
VERTIKAL (mm)
DEFLEKSI
HORIZONTAL
(mm)
DEFLEKSI
VERTIKAL (mm)
DEFLEKSI
HORIZONTAL
(mm)
I II Rata2 I II Rata2 I II Rata2 I II Rata2
1 50 0,09 0,13 0,11 0,04 0,07 0,055 0,01 0,03 0,02 0,08 0,07 0,075
2 100 0,29 0,25 0,27 0,11 0,10 0,105 0,06 0,06 0,06 0,09 0,1- 0,095
3 150 0,32 0,36 0,34 0,16 0,19 0,175 0,10 0,12 0,11 0,14 0,15 0,145
4 200 0,62 0,56 0,59 0,29 0,26 0,276 0,13 0,16 0,145 0,23 0,19 0,21
5 250 091 0,82 0,865 0,42 0,36 0,39 0,19 0,19 0,19 0,25 0,25 0,25
6 300 1,04 0,97 1,005 0,50 0,46 0,48 0,22 0,24 0,23 0,28 0,30 0,29
7 350 1,06 1,06 1,06 0,49 0,50 0,495 0,25 0,25 0,25 0,33 0,31 0,32
8 400 1,36 1,33 1,345 0,65 0,62 0,635 0,29 0,30 0,295 0,37 0,37 0,37
9 450 1,59 1,40 1,495 0,74 0,66 0,7 0,34 0,33 0,335 0,42 0,40 0,41
10 500 1,75 1,61 1,68 0,81 0,76 0,785 0,36 0,35 0,355 0,46 0,49 0,475
R
b
a
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
( )( ) ( )( )
1
]
1

+ + + +
1
]
1

,
_


2
75 . 75
2
75 . 75
75 . 75 75 . 75 . 75
632 , 69 10 . 2
50
2
75
1
2
14 , 3
75
632 , 69 10 . 2
75 . 50
2 2
2
7 7
2
=0,061647 mm
[ ]
2 2 2
2 2 2
2 2
4 2 3
bR ab b a
EI
W
aR
R a
EI
WR
EI
Wa
w + + +
1
]
1

+ + +

( )( ) ( )( )
1
]
1

+ + + 75 . 75 . 2
2
75 . 14 , 3
2
75 . 14 , 3
632 , 69 10 . 2
75 . 50
632 , 69 10 . 2 3
75 . 50
2 2
7 7
2
( )( )
[ ]
2 2 2
7
75 . 75 75 . 75 . 2 75 . 75
632 , 69 10 . 2
50
+ + +
=0,111497 mm
Spesimen 3 :
Dimana : a = 0
R =75mm
B = 75mm
1
]
1

+ +
2 2
2
2
3
R b
bR
EI
W
EI
WR
p
( )( ) ( )( )
1
]
1

+ +
2
75 . 75
75 . 75
632 , 69 10 . 2
50
632 , 69 10 . 2 2
75 . 50
2
2
7 7
3
= 0,030293mm
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
103
R
b
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
[ ]
2
2
4
bR
EI
W R
EI
WR
w +
1
]
1



( )( ) ( )( )
[ ]
2
7
2
7
75 . 75
632 , 69 10 . 2
50
4
75 . 14 , 3
632 , 69 10 . 2
75 . 50
+
1
]
1

=0,027037mm
4.5.3 Grafik dan Pembahasan
1. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Horisontal (P) Spesimen 1
Tabel 4.2Hubungan antara beban dengan defleksi Horisontal (P) Spesimen 1
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-bx)
2
(Y-i-jx-kX
2
)
2
1 50
0,05
5
0,0616
47 2,75 2500 125000 6250000 137,5
0,125741
16
0,00045
25 0,0003662
2 100
0,10
5
0,1232
93 10,5
1000
0 1000000
1000000
00 1050
0,092781
16
0,00015
02
0,0001681
34
3 150
0,17
5
0,1849
4 26,25
2250
0 3375000
5062500
00 3937,5
0,055037
16
0,00066
47
0,0006464
69
4 200
0,27
6
0,2465
87 55,2
4000
0 8000000 1,6E+09 11040
0,017848
96
6,904E-
05
5,24308E-
05
5 250 0,39
0,3082
33 97,5
6250
0
1562500
0
3,906E+
09 24375
0,000384
16
0,00049
12
0,0005563
88
6 300 0,48
0,3698
8 144
9000
0
2700000
0 8,1E+09 43200
0,004956
16 0,00082
0,0009036
4
7 350
0,49
5
0,4315
26
173,2
5
1225
00
4287500
0
1,501E+
10
60637,
5
0,007293
16
0,00159
13
0,0015072
04
8 400
0,63
5
0,4931
73 254
1600
00
6400000
0
2,56E+1
0
10160
0
0,050805
16
0,00027
5
0,0002868
92
9 450 0,7
0,5548
2 315
2025
00
9112500
0
4,101E+
10
14175
0
0,084332
16
3,785E-
06
7,06271E-
06
10 500
0,78
5
0,6164
66 392,5
2500
00
1,25E+0
8
6,25E+1
0
19625
0
0,140925
16
2,235E-
07
6,80736E-
06

275
0
4,09
6
3,3905
65 1471
9625
00
3,78E+0
8
1,583E+
11
58397
8
0,580104
4
0,00451
8
0,0045012
29
Contoh perhitungan statistik defleksi horizontal spesimen 1 :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
104
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
mm
n
Y
y 4096 , 0
10
096 , 4

Regresi Linear (Y = a + bX)


( ) ( ) ( )( )
( )
( )( ) ( )( )
( ) ( )
-0,0498
2750 926500 10
1471 2750 962500 4,096
2 2 2
2

X X n
XY X X Y
a
( )( )
( )
( ) ( )( )
( ) ( )
5 0,00167054
2750 926500 10
096 , 4 2750 1471 10
2 2 2

X X n
Y X XY n
b
Y = 0,001670545 0,0498 X
( ) ( ) ( )
( )
0,9922118
0,5801044
0,004518 0,5801044
2
2 2
2

y Y
b a Y y Y
r
Regresi Polinomial (Y = I + jX + kX
2
)
Y = ni + jX + kX
2
10 i + 2750 j + 9,625x10
5
k (i)
XY = iX + jX
2
+ kX
3
2750 i + 9,625x10
5
j + 378125000 k (ii)
X
2
Y = iX
2
+ jX
3
+ kX
4
9,625x10
5
i + 378125000 j + 1,583x10
11
k(iii)
Dari persamaan I,ii dan iii diperoleh harga :
i = -0,04588 : j = 0,001631; k = 7,1212x10
-8
Y = -0.01589 + 0,000901X-3,636x10^-7X
2
( ) ( ) ( )
( )
0,9922407
0,5801044
0,0045012 0,5801044
2
2
2 2
2

y Y
kX jX i Y y Y
r
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
105
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.12 Grafik Hubungan Beban dengan Defleksi Horizontal Spesimen 1
Specimen 1 memiliki ukuran a = 75 mm, R = 75 mm, b = 75 mm diberi
pembebanan pada curved bars apparatus sehingga mengalami deflesksi horizontal.
Defleksi horizontal dalam hal ini adalah perubahan posisi batang akibat pembebanan
terhadap arah horizontal.
Spesimen 1 :
Grafik di atas menunjukan hubungan antara defleksi horizontal yang terjadi
akibat beban yang diberikan pada curved bars apparatus. Defleksi aktual paling besar
terjadi saat pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar 0,785 mm. Defleksi teoritis
paling besar terjadi saat pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar 0,616 mm.
Semakin besar beban yang diberikan, defleksi yang terjadi juga semakin besar. Hal ini
sesuai dengan rumus
1
]
1

+ + + +
1
]
1

,
_


2 2 2
1
2
2 2
2
2
R b ab
bR abR
EI
W R
a
EI
WR
p

Dimana : p : defleksi horizontal
W : beban yang diberikan
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
106
R
b
a
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
E : modulus young
I : inersia
Dari rumus tersebut menunjukan bahwa defleksi berbandung lurus dengan beban
(massa). Defleksi teoritis memiliki E dan I yang konstan sehingga grafik cenderung
lurus. Pada grafik diatas menunjukan bahwa defleksi actual di atas defleksi teoritis. Hal
ini disebabkan oleh :
a. Perubahan pada modulus young yang disebabkan karena batang sering dikenai
pembebanan statis. Modulus young adalah perbandingan tegangan dan regangan
pada daerah elstis sebuah material.
b. Momen inersia penampang pada batang yang berubah. Momen inersia
penampang adalah parameter geometri penampang. Perubahan momen inersia
penampang disebabkan adanya perubahan dimensi benda karena pembebanan
statis.
2. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Horisontal (P) Spesimen 3
Tabel 4.3 Hubungan antara beban dengan defleksi Horisontal (P) Spesimen 3
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
No X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-bx)
2
(Y-i-jx-kX
2
)
2
1 50
0,07
5
0,0302
93 3,75 2500 125000 6250000 187,5
0,0357
21
0,000101
8
6,47293E-
05
2 100
0,09
5
0,0605
86 9,5
1000
0
100000
0
1000000
00 950
0,0285
61
0,000200
3
0,00022002
8
3 150
0,14
5
0,0908
8
21,7
5
2250
0
337500
0
5062500
00
3262,
5
0,0141
61
7,046E-
05
6,48513E-
05
4 200 0,21
0,1211
73 42
4000
0
800000
0 1,6E+09 8400
0,0029
16
0,000152
9
0,00017919
5
5 250 0,25
0,1514
66 62,5
6250
0
156250
00
3,906E+
09
1562
5
0,0001
96
6,595E-
05
8,99624E-
05
6 300 0,29
0,1817
59 87
9000
0
270000
00 8,1E+09
2610
0
0,0006
76
1,504E-
05 2,7483E-05
7 350 0,32
0,2120
52 112
1225
00
428750
00
1,501E+
10
3920
0
0,0031
36
0,000107
4
8,72526E-
05
8 400 0,37
0,2423
45 148
1600
00
640000
00
2,56E+1
0
5920
0
0,0112
36
2,122E-
05
1,81915E-
05
9 450 0,41
0,2726
39
184,
5
2025
00
911250
00
4,101E+
10
8302
5
0,0213
16 7,83E-05
9,08267E-
05
10 500
0,47
5
0,3029
32
237,
5
2500
00
1,25E+
08
6,25E+1
0
1187
50
0,0445
21
0,000141
8
9,72913E-
05

275
0 2,64
1,6661
25
908,
5
9625
00
3,78E+
08
1,583E+
11
3547
00
0,1624
4
0,000955
2
0,00093981
1
Contoh perhitungan statistik defleksi horizontal spesimen 3 :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
107
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
264 , 0
10
2,64

n
Y
y
Regresi Linear (Y = a + bX)
( ) ( ) ( ) ( )
( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
7 0,02066666
2750 962500 10
908,5 2750 962500 2,64
2 2 2
2

X X n
XY X X Y
a
( )( )
( )
( ) ( )( )
( ) ( )
8 0,00088484
2750 962500 10
64 , 2 2750 908,5 10
2 2 2

X X n
Y X XY n
b
Y =
7 0,02066666
+
8 0,00088484
X
( ) ( ) ( )
( )
3 0,99411997
0,16244
2 0,00095515 0,16244
2
2 2
2

y Y
b a Y y Y
r
Regresi Polinomial (Y = I + jX + kX
2
)
Y = ni + jX + kX
2
10 i + 2750 j + 962500k (i)
XY = iX + jX
2
+ kX
3
2750 i + 962500j + 378125000k (ii)
X
2
Y = iX
2
+ jX
3
+ kX
4
962500i + 378125000j + 1,583x10
11
k (iii)
Dari persamaan I,ii dan iii diperoleh harga : i = 0,024417: j = 0,000847; k = 6,8182x10
8
Y = 0,024417 + 0,000847x +6,8182x10
8
x
2
( ) ( ) ( )
( )
4 0,99421441
0,16244
1 0,00093981 0,16244
2
2
2 2
2

y Y
kX jX i Y y Y
r
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
108
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.13 Grafik Hubungan Beban dengan Defleksi Horizontal Spesimen 3
Specimen 3 memiliki ukuran a : 0 mm, R : 75 mm, b : 75 mm diberi bebanpada
curved bars apparatus sehingga mengalami defleksi horizontal.
Spesimen 3:
Pada specimen 3 terjadi defleksi horizontal yang relative kecil karena panjang a
= 0 sehigga besar defleksi dipengaruhi nilai b dan R. Karena a = 0, rumus defleksinya
juga akan berubah menjadi seperti berikut :
1
]
1

+ +
2 2
2
2
3
R b
bR
EI
W
EI
WR
p
Dimana : p : defleksi horizontal
W : beban yang diberikan
E : modulus young
I : inersia
Pada grafik diatas,defleksi aktual paling besar terjadi saat pembebanan 500 gram
dengan defleksi sebesar 0,475 mm. Defleksi teoritis paling besar terjadi saat
pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar 0,303 mm. Grafik di atas menunjukkan
bahwa defleksi berbanding lurus dengan massa(beban) sesuai dengan rumus di atas.
Defleksi teoritis memiliki E dan I yang konstan sehingga grafik cenderung lurus.
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa defleksi actual di atas defleksi teoritis, hal ini
disebabkan oleh :
a. Perubahan pada modulus young yang disebabkan karena batang sering dikenai
pembebanan statis. Modulus young adalah perbandingan tegangan dan regangan
pada daerah elstis sebuah material.
b. Momen inersia penampang pada batang yang berubah. Momen inersia
penampang adalah parameter geometri penampang. Perubahan momen inersia
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
109
R
b
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
penampang disebabkan adanya perubahan dimensi benda karena pembebanan
statis.
3. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Vertikal (W) Spesimen1
Tabel 4.4 Hubungan antara beban dengan defleksi Vertikal (W) Spesimen 1
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-bx)
2
(Y-i-jx-kX
2
)
2
1 50 0,11
0,1114
97 5,5 2500 125000 6250000 275
0,0897601
6
0,005817
5 0,0054962
2 100 0,27
0,2229
94 27
1000
0 1000000
1000000
00 2700
0,0194881
6
0,023331
2 0,023114134
3 150 0,34
0,3344
91 51
2250
0 3375000
5062500
00 7650
0,0048441
6
0,019381
7 0,019480969
4 200 0,59
0,4459
88 118
4000
0 8000000 1,6E+09 23600
0,0325441
6
0,093446
9 0,09410114
5 250
0,86
5
0,5574
85
216,
25
6250
0
1562500
0
3,906E+
09
54062,
5
0,2073891
6
0,247171
7 0,248589873
6 300
1,00
5
0,6689
82
301,
5
9000
0
2700000
0 8,1E+09 90450
0,3545011
6
0,306513
2 0,308092276
7 350 1,06
0,7804
79 371
1225
00
4287500
0
1,501E+
10
12985
0
0,4230201
6
0,275739
6 0,276862522
8 400
1,34
5
0,8919
76 538
1600
00
6400000
0
2,56E+1
0
21520
0
0,8749731
6
0,527921
1 0,52843868
9 450
1,49
5
1,0034
73
672,
75
2025
00
9112500
0
4,101E+
10
30273
8
1,1780931
6
0,628935
5 0,627806517
1
0 500 1,68
1,1149
71 840
2500
00
1,25E+0
8
6,25E+1
0
42000
0
1,6139161
6 0,800179 0,796361535

275
0 8,76
6,1323
38 3141
9625
00
3,78E+0
8
1,583E+
11
12465
25 4,7985296
2,928437
5 2,928343847
Contoh perhitungan statistik defleksi vertikal spesimen 1 :
876 , 0
10
8,76

n
Y
y
Regresi Linear (Y = a + bX)
( ) ( ) ( ) ( )
( )
( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( )
-0,1
2750 962500 10
3141 2750 962500 8,76
2 2 2
2

X X n
XY X X Y
a
( )( )
( )
( ) ( ) ( )( )
( ) ( )
0,003549
2750 962500 10
8,76 2750 3141 10
2 2 2

X X n
Y X XY n
b
Y = - 0,1+ 0,003549X
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
110
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
( ) ( ) ( )
( )
9 0,99035335
2,62324
5 0,02530545 2,62324
2
2 2
2

y Y
b a Y y Y
r
Regresi Polinomial (Y = I + jX + kX
2
)
Y = ni + jX + kX
2
10 i + 2750 j + 9,625x10
5
k (i)
XY = iX + jX
2
+ kX
3
2750 i + 9,625x10
5
j + 378125000k (ii)
X
2
Y = iX
2
+ jX
3
+ kX
4
9,625x10
5
i + 378125000j + 1,583x10
11
k (iii)
Dari persamaan I,ii dan iii diperoleh harga : i = -0,08708 : j = 0,00342 ; k = 2,3485x10
7
Y = -0,08708 + 0,00342x + 2,3485x10
7
x
2
( ) ( ) ( )
( )
2 0,99042274
2,62324
7 0,02512344 2,62324
2
2
2 2
2

y Y
kX jX i Y y Y
r
Gambar 4.14 Grafik Hubungan Beban dengan Defleksi Vertikal Spesimen 1
Specimen 1 memiliki ukuran a :75mm, R : 75 mm, b : 75mm diberi pembebanan
pada curved bars apparatus sehingga mengalami defleksi vertical.
Spesimen 1 :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
111
R
b
a
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Pada grafik tersebut menunjukan hubungan antara defleksi vertical yang terjadi
(actual & teoritis) akibat beban yang diberikan pada curved bars apprattus.Defleksi
aktual paling besar terjadi saat pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar 1,68 mm.
Defleksi teoritis paling besar terjadi saat pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar
1,12 mm. semakin besar beban yang diberikan,defleksi yang terjadi juga semakin
besar. Hal ini sesuai dengan rumus :
[ ]
2 2 2
2 2 2
2 2
4 2 3
bR ab b a
EI
W
aR
R a
EI
WR
EI
Wa
w + + +
1
]
1

+ + +

Dimana : w : defleksi vertikal
W : beban yang diberikan
E : modulus young
I : inersia
Defleksi teoritis memiliki E dan I yang konstan sehingga grafik cenderung lurus.
Pada grafik diatas menunjukan bahwa defleksi actual di atas defleksi teoritis. Hal ini
disebabkan oleh:
a. Perubahan pada modulus young yang disebabkan karena batang sering dikenai
pembebanan statis. Modulus young adalah perbandingan tegangan dan regangan
pada daerah elstis sebuah material.
b. Momen inersia penampang pada batang yang berubah. Momen inersia
penampang adalah parameter geometri penampang. Perubahan momen inersia
penampang disebabkan adanya perubahan dimensi benda karena pembebanan
statis.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
112
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
4. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Vertikal (W) Spesimen 3
Tabel 4.5 Hubungan antara beban dengan defleksi Vertikal (W) Spesimen 3
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-bx)
2
(Y-i-jx-kX
2
)
2
1 50 0,02
0,0270
37 1 2500 125000 6250000 50
0,05953
6
0,002016
8
0,0022047
29
2 100 0,06
0,0540
73 6
1000
0 1000000
1000000
00 600
0,04161
6
0,002415
9
0,0024833
61
3 150 0,11
0,0811
1 16,5
2250
0 3375000
5062500
00 2475
0,02371
6 0,001883
0,0018535
63
4 200
0,14
5
0,1081
47 29
4000
0 8000000 1,6E+09 5800
0,01416
1
0,002770
6
0,0026639
67
5 250 0,19
0,1351
83 47,5
6250
0
1562500
0
3,906E+
09 11875
0,00547
6
0,002691
4
0,0025517
81
6 300 0,23
0,1622
2 69
9000
0
2700000
0 8,1E+09 20700
0,00115
6
0,003149
6
0,0029983
92
7 350 0,25
0,1892
57 87,5
1225
00
4287500
0
1,501E+
10 30625
0,00019
6
0,006458
3
0,0062949
8
8 400
0,29
5
0,2162
93 118
1600
00
6400000
0
2,56E+1
0 47200
0,00096
1
0,006337
1
0,0062829
64
9 450
0,33
5
0,2433
3
150,
75
2025
00
9112500
0
4,101E+
10
67837
,5
0,00504
1
0,007030
6
0,0071453
72
1
0 500
0,35
5
0,2703
67
177,
5
2500
00
1,25E+0
8
6,25E+1
0 88750
0,00828
1
0,011683
6
0,0121300
19

275
0 1,99
1,4870
17
702,
75
9625
00
3,78E+0
8
1,583E+
11
27591
3 0,16014 0,046437
0,0466091
29
Contoh perhitungan statistik defleksi vertikal spesimen 3 :
199 , 0
10
1,99

n
Y
y
Regresi Linear (Y = a + bX)
( )( ) ( )( )
( )
( )( ) ( )( )
( ) ( )
0,00833 -
2750 962500 10
702,75 2750 962500 1,99
2 2 2
2

X X n
XY X X Y
a
( )( )
( )
( ) ( )( )
( ) ( )
0,000754
2750 962500 10
99 , 1 2750 75 , 702 10
2 2 2

X X n
Y X XY n
b
Y =
0,00833 -
+
0,000754
X
( ) ( ) ( )
( )
2 0,99446582
0,11789
4 0,00065242 0,11789
2
2 2
2

y Y
b a Y y Y
r
Regresi Polinomial (Y = I + jX + kX
2
)
Y = ni + jX + kX
2
10 i + 2750 j + 9,625x10
5
k (i)
XY = iX + jX
2
+ kX
3
2750 i + 9,625x10
5
j + 378125000k (ii)
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
113
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
X
2
Y = iX
2
+ jX
3
+ kX
4
9,625x10
5
i + 378125000 j + 1,583x10
11
k (iii)
Dari persamaan I,ii dan iii diperoleh harga : i = -0,0275: j = 0,000946; k = -3,4848x10
-7
Y = -0,0275 + 0,000946x - 3,4848x10
-7
x
2
( ) ( ) ( )
( )
2 0,99786524
0,11789
7 0,00025166 0,11789
2
2
2 2
2

y Y
kX jX i Y y Y
r
Gambar 4.15 Grafik Hubungan Beban dengan Defleksi Vertikal Spesimen 3
Specimen 3 memiliki ukuran a : 0 mm, R : 75 mm, b : 175 mm diberi beban
pada curved bars apparatus sehingga mengalami defleksi vertical.
Spesimen 3 :
Pada specimen 3 terjadi defleksi vertical yang relative kecil karena panjang a = 0
sehigga besar defleksi dipengaruhi nilai b dan R. Karena a = 0, rumus defleksinya juga
akan berubah menjadi seperti berikut :
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
114
R
b
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
[ ]
2
2
4
bR
EI
W R
EI
WR
w +
1
]
1



Dimana : w : defleksi vertikal
W : beban yang diberikan
E : modulus young
I : inersia
Pada grafik diatas,defleksi aktual paling besar terjadi saat pembebanan 500 gram
dengan defleksi sebesar 0,355 mm. Defleksi teoritis paling besar terjadi saat
pembebanan 500 gram dengan defleksi sebesar 0,27 mm. Grafik di atas menunjukkan
bahwa defleksi berbanding lurus dengan massa(beban) sesuai dengan rumus di atas.
Defleksi teoritis memiliki E dan I yang konstan sehingga grafik cenderung lurus.
Pada grafik diatas menunjukkan bahwa defleksi actual di atas defleksi teoritis, hal ini
disebabkan oleh :
c. Perubahan pada modulus young yang disebabkan karena batang sering dikenai
pembebanan statis. Modulus young adalah perbandingan tegangan dan regangan
pada daerah elstis sebuah material.
d. Momen inersia penampang pada batang yang berubah. Momen inersia
penampang adalah parameter geometri penampang. Perubahan momen inersia
penampang disebabkan adanya perubahan dimensi benda karena pembebanan
statis.
5. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Horizontal Pada Beberapa
Bentuk Specimen
Tabel 4.6 Hubungan antara beban dengan defleksi Horisontal (P) Spesimen 2
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
115
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Tabel4.7Hubungan antara beban dengan defleksi Horisontal (P) Spesimen 4
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-
bx)
2
(Y-i-jx-
kX
2
)
2
1 50
0,08
5
0,0608
25
4,2
5 2500 125000
625000
0 212,5
0,0320
41
0,0004
04 0,000326
2 100
0,18
5
0,1216
5
18,
5
1000
0
100000
0 1E+08 1850
0,0062
41
0,0057
53 0,00565
3 150
0,22
5
0,1824
75
33,
8
2250
0
337500
0
5,06E+
08
5062,
5
0,0015
21
0,0051
27 0,005176
4 200 0,31 0,2433 62
4000
0
800000
0
1,6E+0
9 12400
0,0021
16
0,0126
26 0,012856
5 250
0,39
5
0,3041
24
98,
8
6250
0
156250
00
3,91E+
09
24687
,5
0,0171
61
0,0234
46 0,023866
6 300
0,45
5
0,3649
49 137
9000
0
270000
00
8,1E+0
9 40950
0,0364
81
0,0285
2 0,028982
7 350
0,52
5
0,4257
74 184
1225
00
428750
00
1,5E+1
0
64312
,5
0,0681
21
0,0378
83 0,038282
8 400 0,61
0,4865
99 244
1600
00
640000
00
2,56E+
10 97600
0,1197
16
0,0554
1 0,055571
9 450 0,69
0,5474
24 311
2025
00
911250
00
4,1E+1
0
13972
5
0,1814
76
0,0735
23 0,073154
1
0 500
0,75
5
0,6082
49 378
2500
00
1,25E+
08
6,25E+
10
18875
0
0,2410
81
0,0852
11 0,084021

275
0
4,23
5
3,3453
69
147
0
9625
00
3,78E+
08
1,58E+
11
57555
0
0,7059
55
0,3279
03 0,327885
:
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
116
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-
bx)
2
(Y-i-jx-kX
2
)
2
1 50
0,04
5
0,0608
25
2,2
5 2500 125000
62500
00 112,5
0,1329
33
0,0001
27 8,35E-05
2 100
0,10
5
0,1216
5
10,
5
1000
0
100000
0 1E+08 1050
0,0927
81
0,0001
5 0,000168
3 150 0,31
0,1824
75
46,
5
2250
0
337500
0
5,06E+
08 6975
0,0099
2
0,0119
29 0,012007
4 200 0,38 0,2433 76
4000
0
800000
0
1,6E+0
9
1520
0
0,0008
76
0,0091
57 0,009362
5 250 0,44
0,3041
24 110
6250
0
156250
00
3,91E+
09
2750
0
0,0009
24
0,0052
08 0,005415
6 300
0,48
5
0,3649
49 146
9000
0
270000
00
8,1E+0
9
4365
0
0,0056
85
0,0011
31 0,001229
7 350 0,61
0,4257
74 214
1225
00
428750
00
1,5E+1
0
7472
5
0,0401
6
0,0056
41 0,005803
8 400
0,69
5
0,4865
99 278
1600
00
640000
00
2,56E+
10
1112
00
0,0814
53
0,0058
65 0,005919
9 450
0,67
3
0,5474
24 303
2025
00
911250
00
4,1E+1
0
1362
83
0,0693
8
0,0008
38 0,00088
10 500
0,75
5
0,6082
49 378
2500
00
1,25E+
08
6,25E+
10
1887
50
0,1193
01
0,0009
29 0,001063

275
0
4,49
8
3,3453
69
156
3
9625
00
3,78E+
08
1,58E+
11
6054
45
0,5534
14
0,0409
74 0,04193
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.16 Grafik Hubungan Pengaruh Beban dengan Defleksi Horisontal pada
Bermacam-macam Spesimen
Pada grafik hubungan antara pembebanan dengan defleksi horizontal dari
berbagai specimen. Semakin besar beban yang diberikan maka defleksi yang terjadi
semakin besar.
Pada grafik tersebut, defleksi horizontal specimen 1 lebih besar daripada
specimen 2,3,4 karena dilihat dari bentuknya yang masing masing nilai a, b, dan R
nya mempunyai nilai yang sama yaitu 75 mm. Kemudian diikuti oleh specimen 2 dan 4
yang memiliki harga defleksi lebih kecil dari specimen 1. Kemudian defleksi paling
rendah dialami oleh specimen 3. Hal ini disebabkan karena pada specimen 3 memiliki
panjang lengan sama dengan nol, sehingga jarak antara lengan pembebanan menjadi
lebih kecil sehingga defleksinya pun mengecil
1
]
1

+ + + +
1
]
1

,
_


2 2 2
1
2
2 2
2
2
R v ab
bR abR
EI
W R
a
EI
WR
p

Dimana : p : defleksi horizontal
W : beban yang diberikan
E : modulus young
I : inersia
Pada rumus tersebut dapat diketahui bahwa pada specimen 1 yang mempunyai
dimensi a = 75 mm, b = 75 mm, R =75 mm memiliki nilai defleksi horizontal yang
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
117
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
paling besar yaitu P = 0,61644666 mm pada pembebanan maksimal 500 gr.
Sedangkan pada specimen 2 yang memiliki dimensi a = 0, R =150 mm, b =0 dan
spesimen 4 yang memiliki dimensi a = 150, R = 0, b = 150 mm memiliki nila P
(defleksi horizontal) yang sama besar namun lebih kecil dari specimen 1. Specimen 3
yang memiliki dimen a = 0, R = 75mm, b = 75mm. memiliki harga defleksi paling kecil
Pada perbandingan specimen 1 dan 2. Specimen 2 memiliki defleksi yang lebih
kecil dibandingkan dengan specimen 1. Hal ini disebabkan specimen 2 memiliki jari
jari kelengkungan yang lebih besar dari specimen 1 sebesar 75 mm, sehingga pada
specimen 1 beban yang diberikan lebih terdistribusi secara merata pada jari jari
kelengkungan yang lebih besar hal ini menyebabkan defleksi specimen 2 lebih kecil
dari specimen 1.
6. Hubungan Antara Beban Dengan Defleksi Vertikal Pada Beberapa Bentuk
Specimen
Tabel4.8Hubungan antara beban dengan defleksi Vertikal (W) Spesimen 2
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
N
o X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-
bx)
2
(Y-i-jx-
kX
2
)
2
1 50
0,05
5 0,1 2,75 2500 125000
62500
00 137,5
0,1257
41
0,0004
53 0,000366
2 100
0,15
5
0,1
9 15,5
1000
0
100000
0 1E+08 1550
0,0648
21
0,0014
25 0,001371
3 150 0,38
0,2
9 57
2250
0
337500
0
5,1E+0
8 8550
0,0008
76
0,0321
19 0,032247
4 200
0,50
5
0,3
8 101
4000
0
800000
0
1,6E+0
9 20200
0,0091
01
0,0487
04 0,049177
5 250 0,57
0,4
8 142,5
6250
0
156250
00
3,9E+0
9 35625
0,0257
28
0,0408
7 0,041448
6 300
0,65
5
0,5
7 196,5
9000
0
270000
00
8,1E+0
9 58950
0,0602
21
0,0414
68 0,04205
7 350
0,81
5
0,6
7
285,2
5
1225
00
428750
00
1,5E+1
0
99837,
5
0,1643
49
0,0784
61 0,079061
8 400 0,91
0,7
6 364
1600
00
640000
00
2,6E+1
0
14560
0 0,2504
0,0850
2 0,085228
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
118
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
9 450
0,99
5
0,8
6
447,7
5
2025
00
911250
00
4,1E+1
0
20148
7,5
0,3426
93
0,0858
81 0,085464
1
0 500
1,06
5
0,9
5 532,5
2500
00
1,25E+
08
6,3E+1
0
26625
0
0,4295
49
0,0781
35 0,076946

275
0
6,10
5
5,2
5
2144,
75
9625
00
3,78E+
08
1,6E+1
1
83818
7,5
1,4734
81
0,4925
36 0,493358
Tabel4.9Hubungan antara beban dengan defleksi Vertikal (W) Spesimen 4
Keterangan : X = Beban Y = P aktual Y' = P teoritis
No X Y Y' XY X
2
X
3
X
4
X
2
Y (Y-y)
2
(Y-a-
bx)
2
(Y-i-jx-
kX
2
)
2
1 50 0,19
0,1
6 9,5 2500 125000
62500
00 475
0,0054
76
0,0156
48 0,01514
2 100 0,4
0,3
2 40
1000
0
100000
0 1E+08 4000
0,0184
96
0,0845
93 0,084197
3 150 0,55
0,4
9 82,5
2250
0
337500
0
5,1E+
08 12375
0,0817
96
0,1572
96 0,157567
4 200 0,73
0,6
5 146
4000
0
800000
0
1,6E+
09 29200
0,2171
56
0,2834
11 0,284501
5 250 0,93
0,8
1 232,5
6250
0
156250
00
3,9E+
09 58125
0,4435
56
0,4735
11 0,475389
6 300 1,11
0,9
7 333
9000
0
270000
00
8,1E+
09 99900
0,7157
16
0,6787
76 0,681025
7 350
1,25
5
1,1
4
439,2
5
1225
00
428750
00
1,5E+
10
15373
7,5
0,9820
81
0,8549
52 0,856845
8 400
1,43
5 1,3 574
1600
00
640000
00
2,6E+
10
22960
0
1,3712
41
1,1244
35 1,125158
9 450 1,66
1,4
6 747
2025
00
911250
00
4,1E+
10
33615
0
1,9488
16
1,5404
57 1,538765
10 500 1,83
1,6
2 915
2500
00
1,25E+
08
6,3E+
10
45750
0
2,4523
56
1,8684
4 1,862853

275
0
10,0
9
8,9
2
3518,
75
9625
00
3,78E+
08
1,6E+
11
13810
63
8,2366
9
7,0815
2 7,08144
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
119
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
Gambar 4.17 Grafik Hubungan Pengaruh Beban dengan Defleksi Vertikal pada
Bermacam-macam Spesimen
Pada grafik hubungan pengaruh beban dengan defleksi vertical berbagai
specimen dapat dilihat, semakin besar beban yang diberikan, efleksi yang terjadi
semakin besar pula.
Dalam grafik tersebut, defleksi specimen 4 lebih besar daripada specimen
lainnya karena dilihat dari bentuknya yang memiliki nilai sudut 90% atau tidak
memiliki jari jari sehingga ketika diberi beban maka beban tersebut akan terpusat pada
ujung sudut 90%. Sedangkan pada specimen 1, bahan memiliki jari jari 75 mm, a = 75
mm, dan b = 75 mm, memilikidefleksi yang lebih kecil dari specimen 4 karena pada
specimen 1, beban terdistribusi secara merata pada jeri jari kelengkungan 75 mm.
Pada specimen 2 yang memiliki nilai R yang lebih besar yakni 150 mm dan nilai
a dan b yang lebih kecil yakni 0 mm, mengalami defleksi yang lebih kecil dari specimen
4 dan 1, karena specimen memiliki jari jari 150 mm sehingga beban dapat lebih
terdistribusi secara meratapada kelengkungan yang lebih besar. Akibatnya harga
defleksi lebih kecil daripada specimen yang memiliki jari jari kelengkungan yang
lebih kecil.
Specimen 3 yang memiliki dimensi a =0, R = 75 mm, dan b = 75 mm,
mengalami defleksi yang paling kecil. Hal ini disebabkan panjang specimen tersebut
paling kecil. Ini menyebabkan defleksi yang terjadi lebih kecil daripada specimen
lainnya. Hal tersebut juga dapat dilihat dengan rumus berikut.
[ ]
2 2 2
2 2 2
2 2
4 2 3
bR ab b a
EI
W
aR
R a
EI
WR
EI
Wa
w + + +
1
]
1

+ + +

Dimana : w : defleksi vertikal
W : beban yang diberikan
E : modulus young
I : inersia
Dari rumusan tersebut dapat dilihat bahwa harga a, b, dan R suatu specimen
pada pembebanan yang sama akan berpengaruh pada defleksi yang dialaminya.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
120
DEFLECTION OF CURVED BARS APPARATUS
4.6 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :
jika sebuah batang lengkung diberi pembebanan, maka batang tersebut
akan mengalami deformasi, baik deformasi vertical maupun horizontal.
Semakin besar beban yang diterima sebuah benda, maka defleksinya
semakin besar.
Defleksi aktual lebih besar daripada defleksi teoriris.hal itu dikarenakan
adanya perubahan pada Modulus Young (E) dan inersia penampang
batang (I).
Saran :
Sebaiknya jenis specimen diperbanyak sehingga praktikan dapat lebih
mengetahui bentuk dan besar defleksi pada berbagai jenis bentuk batang.
Sebaiknya tumpuan yang digunakan tidak hanya tumpuan jepit saja
sehingga dapat diketahui pengaruh tumpuan terhadap defleksi yang
terjadi.
LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2012
121