Anda di halaman 1dari 39

+

KESEIMBANGAN CAIRAN, ELEKTROLIT DAN ASAM-BASA


I GUSTI AYU BELLA/ 1206238614 Salemba 12-B/FG 4

SKENARIO
Akibat berjalan dengan tergesa-gesa di panas terik, Anita terengah-engah ketika tiba di ruang praktikum. Tubuhnya bermandi keringat. Ia minum, dan dihabiskannya sekaligus sekitar 400ml air putih bekalnya. Praktikum belum selesai, Anita minta ijin untuk buang air kecil.

+
Istilah sulit: Tidak ditemukan Kata kunci:
tergesa-gesa panas

terik

terengah-engah bermandi minum buang

keringat

sekaligus 400 ml air kecil

Identifikasi Masalah

Mengapa tergesa-gesa di bawah terik matahari menyebabkan Anita terengah-engah? Apa hubungan terengah-engah akibat tergesa-gesa dengan bermandi keringat? Mengapa Anita setelah bermandi keringat menghabiskan air sebanyak 400 ml sekaligus? Mengapa setelah Anita minum 400 ml air seklaigus, Anita buang air kecil? Apakah setelah minum 400 ml air sekaligus kadar cairan tubuh Anita normal? Apakah mekanisme pembuangan urin Anita (jangka waktu cepat) tergolong normal?

ANALISIS MASALAH
Terengah-engah Apa hubungannya?

Anita tergesa-gesa berjalan di bawah terik matahari

Berkeringat

Haus

Buang air kecil cepat

Minum 400 ml sekaligus

HIPOTESIS

Tergesa-gesa di bawah terik matahari menyebabkan kadar CO2 dalam darah meningkat sehingga Anita terengah-engah Kadar CO2 yang meningkat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh yang ditandai dengan pengeluaran keringat yang berlebih Anita meminum air sebanyak 400 ml secara sekaligus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang Terlalu banyaknya air yang diminum Anita secara sekaligus menyebabkan adanya mekanisme yang terganggu sehingga Anita buang air kecil dalam jangka waktu yang cepat

SASARAN PEMBELAJARAN(1)
Bagaimana

kompartemen dan komposisi cairan

tubuh?
Bagaimana

keasaman cairan tubuh dan sistem buffer tubuh?

Apa

saja yang termasuk larutan elektrolit dan non elektrolit?


saja yang termasuk larutan isotonik, hipotonik dan hipertonik?

Apa

SASARAN PEMBELAJARAN(2)
Bagaimana

metabolisme sel dalam mengatur keseimbangan cairan tubuh? (elektrolit dan asambasa) sistem ekskresi berhubungan dengan keseimbangan cairan tubuh? mekanisme ekskresi urin menjadi lebih cepat setelah Anita meminum air sebanyak 400 ml sekaligus?

Bagaimana

Bagaimana

+
CAIRAN

KESEIMBANGA N

ELEKTROLIT

ASAM-BASA

KOMPARTEMEN DAN KOMPOSISI CAIRAN TUBUH (1)


CAIRAN INTRASEL (CIS)

CAIRAN EKSTRASEL (CES)

PLASMA

LIMFE

CAIRAN INTERSTISIUM

CAIRAN TRANSSEL

KOMPARTEMEN DAN KOMPOSISI CAIRAN TUBUH (2)


CIS= Cairan di dalam sel CES= Cairan yang mengelilingi sel Plasma= bagian cair dari darah (1/5 CES) Cairan interstisium= cairan ruang antarsel (4/5 CES) Limfe= cairan interstisiumplasma melalui sistem pembuluh limfe Cairan trans-sel= cairan yang disekresikan sel ke rongga tubuh (cth: CCS)

Komponen utama cairan tubuh= H2O (50-70% dari berat tubuh orang dewasa)

Sumber: Sherwood Fisiologi Manusia, Tabel 15-1

ELEKTROLIT

Berupa ion bebas Terdiri dari kation dan anion Kation= elektrolit bermuatan positif Anion= elektrolit bermuatan negatif Elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh= natrium (Na+), kalium (K+), kalsium (Ca +), klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-) Fungsi: menjaga tekanan osmotik tubuh, mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen cairan tubuh, menjaga pH tubuh

+ KATION (1)
Natrium:
Berlebih Sebagai

di ruang ekstraselular penyeimbang cairan di ruang ekstrasel antara saraf dan otot

Komunikasi

Kalium:
Berlebih

di ruang intraseluler polarisasi dan repolarisasi dari otot dan

Mengatur

saraf

KATION (2)
Kalsium:
Membentuk

garam bersama dengan fosfat, carbonat


fungsi saraf dan otot

dan fluoride
Meningkatkan

+ ANION (1)
Chloride (Cl -) :
Kadar

berlebih di ruang ekstrasel

Membantu Komponen

proses keseimbangan natrium


utama dari sekresi kelenjar gaster

ANION (2)
Bicarbonat (HCO3 -) :
Bagian

dari bicarbonat buffer sistem


asam karbonat untuk menurunkan pH

membentuk Berfungsi

untuk menjadi energi pada metabolisme

sel
Bersama

dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang

GARAM
Kation

dan Anion bersatu membentuk garam secara terkontrol oleh ginjal

Diekskresikan

melalui urin
Diekskresikan

secara tak terkontrol melalui keringat dan tinja

NON-ELEKTROLIT
Zat

terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan asam-asam organik

Contoh:

PERUBAHAN VOLUME CAIRAN TUBUH


Disebabkan oleh adanya pergerakan air yang dipengaruhi oleh:
Permeabilitas Proses

membran

transpor
cairan tubuh

Konsentrasi

MEMBRAN
Memisahkan

setiap kompartemen cairan

Bersifat

selektif permeabel
komposisi kompartemen

Mempertahankan Memungkinkan

gerakan nutrien plasma sel atau produk sisa sel plasma

PROSES TRANSPOR
Difusi

Transpor
Filtrasi

aktif

Osmosis

KONSENTRASI CAIRAN(1)
OSMOLALITAS pengukuran konsentrasi tubuh (rasio zat terlarut terhadap air) dengan besarannya ditunjukkan dalam miliosmol (1:1000 osmol) per kilogram air
Penurunan

osmolalitas cairan ekstraselular (CES) gerakan air dari cairan ekstraselular (CES) ke cairan intraselular (CIS) volume CIS meningkat osmolalitas CES gerakan air dari CIS ke CES volume CES meningkat

Peningkatan

KONSENTRASI CAIRAN(2)
TONISITAS
Istilah lain osmolalitas efektif

Tonisitas tidak hanya tergantung pada jumlah zat terlarut tetapi juga pada permeabilitas membran terhadap zat terlarut tersebut.
Larutan

isotonik adalah larutan yang osmolalitasnya sama efektifnya dengan cairan tubuh (kira-kira 280300 mOsm/kg). Contoh: normal saline/larutan natrium klorida (NaCl 0,9%)

KONSENTRASI CAIRAN(3)
Larutan

hipotonik adalah larutan yang mempunyai osmolalitas efektif lebih kecil dair cairan tubuh. Contoh: larutan NaCl 0,45% hipertonik adalah larutan yang mempunyai osmolalitas efektif lebih besar dari cairan tubuh. Contoh: larutan NaCl 3%

Larutan

LARUTAN ASAM-BASA DALAM TUBUH

pH darah pada arteri: 7,45


pH darah pada vena: 7,35 pH darah rata-rata; 7,4

Sumber: Sherwood, Fisiologi Manusia, Gambar 15-6, Hal 621

SISTEM BUFFER ASAM-BASA TUBUH


Ada 4 mekanisme sistem buffer utama dalam cairan tubuh.
Sistem Sistem Sistem Sistem

Buffer Asam Karbonat Natrium Bikarbonat Buffer Fosfat Buffer Protein Buffer Hb

Sistem Asam Karbonat Basa Bikarbonat


Buffer

utama dalam CES.

Fungsi:

Mengembalikan rasio molekul asam karbonat dan basa bikarbonat Mempertahankan pH agar kembali ke keadaan normal
Rasio

molekul asam karbonat : molekul basa bikarbonat = 1:20 dengan pH 7,4

Sistem Buffer Fosfat


Mengubah

asam kuat menjadi asam lemah dan basa kuat menjadi basa lemah secara intraseluler urin yang baik

Bekerja

Penyangga Contoh:

epitalium tubulus ginjal

Sistem Buffer Protein


Sistem

buffer CIS utama

Meliputi

protein intraseluller (dominan) dan protein

plasma
Penyangga

yang baik mengandung gugus asam dan basa yang dapat menyerahkan atau menyerap H+

Sistem Buffer Hb
Berfungsi

sebagai buffer pembentukan H+ saat terjadinya transpor CO2 diantara jaringan dan paruparu di sel darah merah

Terjadi Bila

tidak ada sistem buffer ini, darah akan bersifat terlalu asam akibat menyerap CO2 di jaringan

ASIDOSIS

Keadaan apabila pH darah dibawah pH normal sehingga tingkat keasaman darah meningkat
ASIDOSIS RESPIRATORIK Disebabkan oleh gangguan sistem pernapasan Dikompensasi oleh : sistem buffer, ginjal mengekskresi lebih banyak H+ Contoh: penyakit paru, depresi pusat pernafasan, gangguan saraf kemampuan bernafas << ASIDOSIS METABOLIK Disebabkan selain oleh gangguan sistem pernapasan Dikompensasi oleh: -sistem buffer menyerap H+ -paru-paru : mengeluarkan CO2 -ginjal Contoh: diare berat, diabetes melitus, aktivitas berat (olahraga)

ALKALOSIS

Keadaan apabila pH darah diatas pH normal sehingga tingkat kebasaan darah meningkat
ALKALOSIS RESPIRATORIK ALKALOSIS METABOLIK

Disebabkan oleh hiperventilasi Disebabkan oleh defisiensi pengeluaran CO2 berlebih asam-asam non karbonat Contoh: demam, rasa cemas Dikompensasi oleh: _sistem buffer -mengerem penyebab hipersensitivitas -ginjal menahan H+ dan ekskresi HCO3- lebih banyak Contoh: muntah, Dikompensasi oleh: -sistem buffer -ginjal menahan H+ dan ekskresi HCO3- lebih banyak

METABOLISME SEL & KESEIMBANGAN ASAM BASA

Metabolisme sel mempengaruhi keseimbangan asam basa


Contoh sederhana:

Saat seseorang beraktivitas berat sel-sel melakukan metabolisme (bernafas) kadar O2 menurun glikolisis anaerob menghasilkan asam laktat [H+] arteri meningkat pH arteri rendah bersifat asam

Kompensasi:

SSP mengatur agar ventilasi paru-paru meningkat sehingga CO2 sebagai pengikat H+ banyak dihembuskan

SISTEM EKSKRESI & KESEIMBANGAN (1)


GINJAL
Mempersedikit

jumlah urin apabila terjadi penurunan volume CES begitu pula sebaliknya
garam melalui urin secara terkontrol

Mengeluarkan

Merupakan
Mengatur Menahan Contoh:

mekanisme regulasi asam-basa terkuat

pengeluaran H+ melalui urin dan mengeliminasi HCO3-

kompensasi asidosis dan alkalosis

SISTEM EKSKRESI & KESEIMBANGAN (2)


PARU-PARU
Mengeluarkan Mengatur

CO2

pH namun hanya 75% dari keadaan

normal

KESIMPULAN(1)
Berdasarkan

pemicu, Anita tergesa-gesa di bawah terik matahari aktivitas meningkat sel-sel melakukan metabolisme (bernafas) kadar O2 menurun glikolisis anaerob menghasilkan asam laktat [H+] arteri meningkat pH arteri rendah bersifat asam ventilasi paru >> hembusan CO2 >> TERENGAH-ENGAH
di bawah terik matahari suhu lingkungan tinggi tubuh mengeluarkan keringat sebagai termoregulasi

Tergesa-gesa

KESIMPULAN(2)
Pengeluaran

keringat berlebih cairan tubuh << penurunan volume CES diatasi oleh ginjal (mempersedikit urin) dan mekanisme haus (cairan pengganti) meminum air sebanyak 400 ml secara sekaligus hidrasi berlebihan Hipotonisitas kelebihan H2O diekskresikan melalui urin dalam jangka waktu yang cepat agar tubuh kembali isotonis

Anita

Hipotonisitas

DAFTAR PUSTAKA

http://www.pssplab.com/journal/01.pdf diakses pada 25 November 2012 pukul 21.52 Horne, Mima M., Pamela L. Swearingen. 2001. Keseimbangan Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sherwood, Lauralee. 2012. Fisiologi Manusia Edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta : EGC.