Anda di halaman 1dari 3

Anemia karena penyakit kronik Etiologi

Anemia jenis ini disebabkan karena infeksi, inflamasi kronis maupun keganasan.anemia ini umumnya ringan atau sedang disertai rasa lemah dan penurunan berate badan dan disebut anemia pada penyakit kronis

Patofisiologi
a. Pemendekan massa hidup eritrosit Diduga anaemia yang terjadi merupakan bagian dari stress hematologi, dimana terjadi produksi sitokin yang berlebihan karena kerusakan jaringan akibat infeksi, inflamasi atau kanker. Sitokin tersebut menyebabkan sekuestrasi makrofag sehingga mengikat lebih banyak zat besi , meningkatkan detruksi eritrosit di limpa, menekan produksi eritropoietin di ginjal, serta menyebabkan perangsangan yang inadekuat pada eritropoiesis di sumsum tulang b. Penghancuran eritrosit Beberapa penelitian menyebutkan bahwa masa hidup eritrosit pada sekitar 20-30% pasien. Defek ini terjadi di ekstrakorpuskular, karena bila eritrosit pasien ditransfusikan ke resipien normal , maka dapat hidup normal. Aktivasi makrofag oleh sitokin menyebabkan peningkatan daya fagosistosis makrofag dan sebagai bagian dari filter limpa kurang toleran terhadap perubahan ataukerusakan minor dari eritrosit. c. Produksi Eritrosit Ganguan metabolisme zat besi. Kadar besi yang rendah meskipun cadangan besi cukup menujjukkan adanya ganguan metabolism zat besi pada penyakit kronis. Hal ini memberikan konsep bahwa anemia disebabkan karena penurunan kemampuan Fe dalam sintesis Hb. Penelitian akhir menunjjukkan parameter Fe yang tergangu mungkin lebih penting untukdiagnosis daripada pathogenesis anemia tersebut Gambaran klinis Karena anemia terjadi umumnya derajat ringan dan sedang, sering kali gejalannya tertututpoleh gejala penyakit dasarnya, karena kadar Hb sekitar 7-11 gr/dl umumnya asimtomatik. Meskipun demikian apabila demam atau debilitas fisik meningkat, pengurangan kapasitas tramsport O2 jaringan akan memperjelas gejala anemianya atau memperberat keluhan sebelumnya

Pada pemeriksaan fisik umumnya didapatkan konjungtiva yang pucat tanpa kelainan yang khas dari anemia jenis ini dan diagnosisnya biasannya tergantung bdari hasil pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium

Fe plasma

70-90

30

TIBC

250-400

<200

Persen saturasi Kandungan Fe di makrofag Feritin serum Reseptor tramsferin serum

30 ++ 20-200 8-28 normal

15 +++ 150 8-28 Anemia penyakit kronis

Diagnosis dan diagnosis banding meskipun banyak pasien dengan infeksi kronis ,inflamasi dan keganasan menderita anemia ,anemia tersebut dikatakan anemia penyakit kronis jika anemiannya sedang. Selularitas sumsum tulang normal atau meningkat serta feritin serum yang meningkat beberapa penyebaba anemia berikut ini merupaka diagnosis banding atau mengaburkan diagnostic anemia pada penyakit kronis 1. 2. 3. 4. 5. 6. Anemia delusional Thalasemia minor Perdarahan kronis Ganguan ginjal Metastasis pada sumsusm tulang Drug induce hemolisis

Pengobatan

Terapi utama pada anemia penyakit kronis adalah mengobati penyakit dasarnya. Terdapat beberapa pilihan utuk mengobati anemia jenis ini 1. Transfusi Merupakan pilhan pada kasus-kasus yang disertai ganguan hemodinamik. Tidak ada batasan yang pasti pada kadar berpa kita harus member transfusi 2. Eritropoietin Data menunjjukkan bahwa pemberian eritropoeitin bermanfaat dan sudah disepakati untuk diberikan pada pasien anemi akibat kanker,gagal ginjal, myeloma multiple, arthritis rheumathoid dan pasien HIV. Selain dapat menghindari transfusi beserta efek sampingnya , pemberian eritropoietin mempunyai beberapa keuntungan yaitu mempunyai efek anti inflamasi dengan cara menekan produksi TNF- dan interferon