Anda di halaman 1dari 5

MATERIAL CETAK A. Penetapan Waktu Setting 1.

Judul : Material cetak tepat,

2.Tujuan Praktikum : Mahasiswa mampu memanipulasi material cetak dengan

mengukur waktu setting dan mengukur perubahan dimensi yang terjadi pada material cetak jenis hidrokoloid irreversibel. A. Penetapan waktu setting 3. material : 1. Material cetak alginat 2. Aquadest 3. Kertas tissu 4.Alat : 1. Mangkuk karet dan spatula 2. timbangan 3. gelas ukur 4. cawan petri 5. Alat ukur waktu setting (batang waktu) 6. Stopwatch 5. Cara kerja : 1. Adonan material cetak dibuat dengan perbandingan 10 gr bubuk dan 25 ml aquadest 2. Aquadest dimasukkan kedalam mangkuk karet kemudian bubur material cetak dimasukkan. Waktu awal setting dihitung dengan stopwatch mulai dari saat mencampur aquadest dengan bubuk material cetak 3. Campuran tersebut diaduk dengan cara memutar sambil ditekankan ke dinding mangkuk karet. Pengadukan dilakukan kurang lebih selam 30 detik

4. Adonan alginat dituangkan kedalam cawan petri,kemudin permukaan adonan diratakan dengan spatula. 5. Alat ukur waktu setting (batang akrilik) disentuhkan pada permukaan donan material cetak yang kemudian ditarik dengan cepat 6. Batang akrilik dikerinhkan dengan tissu ,kemudian percobaan pada poin 5 diulangi stiap 10 detik sampai material cetak alginat tidak melekat lagi pada alat ukur. 7. Waktu setting dihitung dari awal pencampuran bubuk alginat dengan aquadest hingga adonan material cetak tidak melekat pada alat ukur.

6. Hasil

Sesuai dengan petunjuk pabri, 25gr alginate di campur dengan 10ml air. Adonan diaduk selama 30 detik hingga homogeny, kemudian dimasukkan ke cawan petri. Kemudian setiap 10 detik batang akrilik disentuhnkan pada adonan alginate hingga adonan tidak menempel pada batang akrilik. Catatan waktu akhir dari pengadukkan hingga alginat tidak menempel pada batang adalah 3 menit 22 detk dengan menyentukan batang akrilik sebanyak 12kali ke adonan.

7. Pembahasan Dalam literature, waktu gelasi optimal adalah antara 3 dan 4 menit pada tempratur ruangan (20C). Ini berarti hasil pengamatan sesuai dengan teori, yakni 3 menit 22 detik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi setting time adalah sebagai berikut : 1. Rasio W/P

Apabila rasio W>P, maka akan memperlambat setting time, Apabila rasio W<P, maka akan mempercepat setting time,

Rasio yang digunakan dalam pengamatan ini mengikuti rasio yang diajurkan pabrik, sehingga mendapat waktu setting yang optimal. 2. Temperatur air Semakin tinggi suhu air semakin cepat pula waktu setting, Semakin rendah suhu air semakin lambat waktu setting.

Dalam pengamatan ini, tempratur air yang digunakan adalah tempratur air normal, sehingga mendapat waktu setting yang optimal. 3. Faktor situasional yaitu cara pengadukan. Semakin besar intensitas pengadukan dalam satu menit, maka semakin cepat waktu settingnya. Semakin sedikit intensitas pengadukan dalam satu menit, maka semakin lambat waktu setting-nya. Dalam pengamatam ini, kami melakukan pengadukan selama 30 detik sesuai dengan cara kerja yang terdapat di modul dengan intensitas tidak terlalu cepat.

8. Kesimpulan Waktu setting alginat bergantung dari W/P, tempratur air, dan intensitas pengadukan. Dengan mengikuti W/P yang dianjurkan pabrik, penggunaan temratur air normal dan intesitas pengadukan yang tidak telalu cepat, akan mendapat hasil waktu setting yang optimal.

B. Penetapan perubahan dimensi 3. Material : 1. Material cetak alginat 2. Aquadest 4. Alat : 1. Jangka sorong 2. Model gigi 3. lempeng kaca 4. Mangkuk karet

5. sendok cetak ukuran 1 atau 2 5.cara kerja : 1. Study model diletakkan pada lempeng kaca 2. Adonan material cetak dibuat seperti pekerjaan A 3. Adonan material cetak diisikan kedalam sendok cetak , lalu dicetakkan ke studi model. 4.Setelah material cetak mengeras ,sendok cetak dilepaskan 5. Pada hasil cetakan buat dua titik acuan dan ukur dengan memakai alat jangka sorong 6. Prosedur yang sama dilakukan sekali lagi untuk cetakan yang kedua 7. Satu sampel alginat diletakkan diletakkan diatas plat kaca dan dibiarkan ditempat yang terbuka selam 30 menit sedangkan sampel lainnya dimasuk kan ke dalam mangkuk karet yang berisi air dan dibiarkan selam 30 menit 8. jarak dari dua titik acuan yang telah dibuat diukur kembali 9. Hitung besarnya perubahan dimensi yang terjadi pada bahan cetak

6. Hasil

Kedua sampel alginate diberi tanda titik pada bagian lingual seperti pada gambar diatas. Dengan jarak pada sampel alginate pertama 11,4mm dan sampel alginate kedua 12mm. Setelah 30 menit, diukur kembali, jarak pada sampel alginate pertama yang didiamkan di uadara terbuka

menjadi 10,8 mm, sedangkan pada sampel alginate kedua yang direndam dalam air menjadi 13,1mm.

7. Pembahasan Reaksi bubuk alginate dengan air: kalsium sulfat dihidrat menyediakan ion Ca untuk reaksi silang sehingga menyamarkan sol ke gel. Ion kalsium dilepaskan dari kalsium sulfat dihidrat yang sebagian larut dalam air.
CaSO4) 2H2O 2Ca2 + 2SO42- + H2O Reaksi silang dapat digambarkan secara reaksi umum NanAlg + n/2 CaSo4 n/2 Na2SO4 + Can/2 Alg

Pada sampel alginate pertama yang didiamkan diudara terbuka terjadi perubahan dimensi berupa pengerutan sebanyak 6mm. Pengerutan pada alginate ini berhubungan dengan sineresis dan penguapan karena sample alginate menurut reaksi diatas mengandung air. Hal ini dapat terjadi karena perubahan suhu. Pada sampel alginate kedua yang direndam dalam air terjadi perubahan dimensi berupa pengembangan sebanyak 7 mm. Hal ini merupakan akibat imbibisi, sehingga volume air dalam sampel alginate bertambah. Hal-hal diatas mebukitikan bahwa alginate memiliki sifat yang kurang stabil.

8. Kesimpulan Alginate akan mengkerut jika didiamkan diudara terbuka akibat sineresis dan penguapan, sedangkan jika direndam dalam air akan mengembang akibat imbibisi.