Anda di halaman 1dari 59

Lampiran

No

1.

: Pencantuman Materi Muatan Teknis Rancangan Perda Kabupaten Mojokerto tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kesesuaiannya dengan Undang UndangNomor26Tahun2007tentangPenataanRuang,RencanaTataRuangWilayahNasionalbesertaRencanaRincinya,KebijakanNasionalBidangPenataanRuang,RencanaTata RuangWilayahProvinsi,PedomanPenyusunanRenanaTataRuangdanPeraturanPerundangUndanganBidangPenataanRuangLainnya. Nomor:um.02.06RC/537 Tanggal :7Juni2011 PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional MuatanRancangaPerdaRTRW BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. CatatanPenyempurnaan KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis TUJUAN,KEBIJAKANDANSTRATEGIPENATAANRUANG 1.1 TujuanPenataanRuang Pasal6 Tujuan penataan ruang adalah mewujudkan ruang wilayah Kabupaten Mojokerto sebagai basis tanamanpanganregional, industri,perdagangandan jasa,sertapariwisatayangberdayasaingdan memperhatikankeberlanjutanterhadaplingkunganhidupsertapemerataanpembangunan. 1.2 KebijakandanStrategiPenataanRuang Pasal7 Kebijakanpenataanruangwilayahkabupatenmeliputi: a. pengembangankawasanagropolitan; b. pengembangan kawasan industri, perdagangan dan jasa serta kegiatan pariwisata yang mendukungsektorpertanian; c. pengembangansistempusatkegiatansecaraberimbangantarawilayahUtaradanSelatan; d. pelaksanaanmitigasidanpengembanganmanajemenrisikopadakawasanrawanbencana; e. pengembangan interkoneksi antara prasarana dan sarana lokal dengan nasional, dan regional untukmendukungpotensiwilayah; f. peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang dapat mendukung peningkatan dan pemerataan pelayanan masyarakat, sertapelestarianlingkungan; g. pemulihan kawasan lindung yang telah beralih fungsi dan pencegahan meluasnya alih fungsi kawasanlindung; h. pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan budi daya untuk mendukung perekonomian wilayahsesuaidayadukunglingkungan; i. penentuan kawasan strategis yang mendukung pengembangan sektor ekonomi potensial, pengembanganwilayahUtara,dandayadukunglingkunganhidup;dan j. peningkatanfungsikawasanuntukpertahanandankeamanannegara. Pasal8 (1) Strategi pengembangan kawasan agropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a meliputi: a. mengembangkanpusatagropolitanuntukmendorongpertumbuhankawasanperdesaan; b. mengoptimalkankawasanpertanian; c. menekanpenguranganluasanlahansawahberirigasiteknis;dan d. mempertahankansecaraketatsertameningkatkanproduktivitaslahanpertanian. (2) Strategipengembanganindustri,perdagangandanpariwisatayangmendukungsektorpertanian sebagaimanadimaksuddalamPasal7hurufbmeliputi: 1

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

mengembangkanpariwisatareligi,alam,danbuatan; mengendalikan perkembangan industri dengan titik berat pada industri pendukung dan pengolahanhasilpertanian; c. memantapkanperandanmeningkatkankegiatanperdagangantradisional; d. menyelaraskankegiatanperdagangantradisionaldanmodern;dan e. mengendalikanperkembangankegiatandisekitarkawasanperdagangandanjasa. (3) Strategi pengembangan wilayah secara berimbang antara wilayah Utara dan Selatan sebagaimanadimaksuddalamPasal7hurufcmeliputi: a. memantapkan, meningkatkan, dan mengendalikan perkembangan kegiatan di wilayah Selatan; b. meningkatkan kegiatan di wilayah utara dan mengembangkan potensi yang belum berkembangoptimal; c. mengembangkansistem pusatkegiatansecara hirarkis melaluipenentuanPKLp,PPK,dan PPL,terintegrasidenganPKLyangsudahditentukandalamRTRWprovinsi; d. memantapkan fungsi pusat kegiatan dan menetapkan wilayah pelayanan sesuai potensi, permasalahan,danprospeknya;dan e. mengembangkansaranasosialekonomisesuaistandarpelayananminimaldanfungsipusat kegiatan. (4) Strategi pelaksanaan mitigasi dan pengembangan manajemen risiko pada kawasan rawan bencanasebagaimanadimaksuddalamPasal7hurufdmeliputi: a. menetapkan zona bahaya dan zona aman pada kawasan rawan bencana letusan gunung berapi,tanahlongsor,danbanjir; b. mengembangkan sistem pencegahan sesuai sifat dan jenis bencana, serta karakteristik wilayah; c. mengembangkansistemmitigasibencana; d. mengembangkanupayakesiapsiagaandalammenghadapibencana;dan e. mengembangkansistempenangananpascabencana. (5) Strategipengembanganinterkoneksiprasaranadansaranalokalterhadapprasaranadansarana nasional, regional, dan lokal untuk mendukung potensi wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal7hurufemeliputi: a. meningkatkansistemtransportasiyangmenghubungkanwilayahUtaradanSelatan; b. mengembangkansistemtransportasiterpaduantaratransportasijalandankeretaapi; c. menata sistem transportasi yang meningkatkan kemudahan keterhubungan antara transportasilokaldengansimpulsimpultransportasiregional,nasional,daninternasional; d. mengembangkan sistem transportasi yang menjangkau tiap bagian wilayah dan yang menghubungkankawasanperdesaanperkotaan; e. mengembangkanprasaranadansaranapengangkutanbarangdaridankesentraproduksi danpusatpemasaran; f. mengembangkanprasaranadansaranapengangkutanbarangdaridankepusatpemasaran danwilayahpelayanannya; 2

a. b.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

mengembangkanprasaranadansaranatransportasiyangmemudahkanbagidistribusihasil pertaniandansektorlainnya; h. mengembangkan prasarana dan sarana transportasi yang memudahkan pencapaian menujudandaridaerahtujuanwisata; i. menetapkanjalansesuaidenganfungsi,kapasitas,dantingkatpelayanannya; j. mengembangkan prasarana transportasi kereta api untuk keperluan penyelenggaraan pergerakankomuter; k. memanfaatkankembaliaksesjalurkeretaapiyangsudahmati;dan l. mengembanganjalurkeretaapidoubletrackuntukmeningkatkankinerjakeretaapi. (6) Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang dapat mendukung peningkatan dan pemerataan pelayanan masyarakat,sertapelestarianlingkungansebagaimanadimaksuddalamPasal7huruffmeliputi: a. meningkatkan ketersediaan energi listrik dan pemerataan pelayanan sesuai standar pelayananminimal; b. meningkatkan pelayanan telekomunikasi kepada masyarakat, dengan prioritas pelayanan padawilayahyangmemilikipotensitumbuhnyakegiatanekonomibaru,danwilayahyang secarageografisrendahaksesibilitasnya; c. menjagakeseimbanganketersediaan air denganoptimasipenggunaanairbakuirigasi, air minum,sertamemeliharadaerahairsungai; d. mengendalikanpencemaranterkaitdenganperlindunganmutuairtanahdanudara; e. meningkatkancakupanwilayahpelayananSistemPenyediaanAirMinum(SPAM)danSPAM bukanjaringanperpipaandiperkotaandanperdesaan; f. mengembangkan dan mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan; g. mengembangkan, meningkatkan dan menangani sanitasi lingkungan untuk permukiman dengansanitasiindividualdan/atausistemkomunaldiwilayahperkotaandanperdesaan; h. mengembangkan, meningkatkan dan menangani sistem pengolahan limbah khususnya industrikecildanrumahtangga;dan i. melakukan pembangunan sistem drainase yang terpadu dengan pembangunan prasarana lainnya. (7) Strategipemulihankawasanlindungyangtelah beralih fungsi danpencegahan meluasnyaalih fungsikawasanlindungsebagaimanadimaksuddalamPasal7hurufgmeliputi: a. meningkatkanluasankawasanhutanlindung; b. mengendalikanfungsihutanlindung; c. meningkatkannilaiekonomikawasanlindungsetempat; d. meningkatkan nilai ekonomi kawasan lindung tanpa mengabaikan fungsi perlindungan melaluikegiatanpariwisatayangramahlingkungan; e. mengaturpolapenggunaanlahandisekitarkawasanlindung; f. mengembangkan program pengelolaan hutan bersama masyarakat dengan konsep berkelanjutan; 3

g.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

2.

g. meningkatkankerjasamaantarwilayahdalampengelolaankawasanhutanlindung; h. mengembangkansistemmonitoringdanevaluasipengelolaankawasanlindung;dan i. meningkatkankawasanRTHperkotaan. (8) Strategi pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan budi daya untuk mendukung perekonomian wilayah sesuai daya dukung lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 hurufhmeliputi: a. mempertahankan dan mengendalikan perubahan fungsi lahan sawah beririgasi teknis sebagailahanpertanianpanganberkelanjutan; b. meningkatkanproduktivitas,diversifikasitanaman,danpengolahanhasilpertanian; c. mengembangkansistempemasaranhasilpertaniansampaiekspor; d. mengembangkankegiatanpertambanganyangramahlingkungan; e. mengembangkankegiatanindustriterutamadiarahkanpadaindustripendukungpertanian, yangramahlingkungan; f. mengembangkan dan meningkatan kegiatan pariwisata alam, buatan, dan sejarah secara terintegrasi;dan g. mengembangkan permukiman yang nyaman, aman, dan seimbang serta mempertimbangkandayadukunglingkungan. (9) Strategi penentuan kawasan strategis yang mendukung pengembangan sektor ekonomi potensial, pengembangan wilayah Utara, dan daya dukung lingkungan hidup sebagaimana dimaksuddalamPasal7hurufimeliputi: a. mendorong pengembangan sentra ekonomi agropolitan di wilayah selatan serta perdagangandanjasadiwilayahtengah; b. mendorongpengembangankawasanindustridanpermukimandiwilayahutara; c. mendorong pengembangan pariwisata terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan kawasanbersejarahdanpotensialam; d. mendorong pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat di daerah sulit air dan kekeringan;dan e. mengendalikankualitaslingkunganhidup. (10) Strategi peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara sebagaimana dimaksuddalamPasal7hurufjmeliputi: a. menetapkan kawasan strategis nasionaldengan fungsikhusus pertahanandan keamanan negara; b. mengembangkan budi daya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan strategis nasionaluntukmenjagafungsipertahanandankeamanannegara; c. mengembangkankawasanlindungdan/ataukawasanbudidayatidakterbangundisekitar kawasanstrategisnasionaldengankawasanbudidayaterbangun;dan d. membantumemeliharadanmenjagaasetasetPertahanan/TNI. RENCANASTRUKTURRUANGWILAYAH Pasal9 (1) Rencanastrukturruangwilayahkabupatenmeliputi:

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

a. sistempusatpelayanan;dan b. sistemjaringanprasaranawilayahkabupaten. (2) Rencana struktur ruang wilayah kabupaten digambarkan dalam Peta Rencana Struktur Ruang dengantingkatketelitian1:50.000sebagaimanatercantumdalamLampiranIyangmerupakan bagiantidakterpisahkandariperaturandaerahini. (3) Seluruh Kecamatan di Kabupaten Mojokerto akan diatur lebih lanjut dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ditetapkan dengan peraturan daerah tersendiri paling lama 36 (tiga puluhenam)bulansejakpenetapanRTRWKabupatenMojokerto. 2.1SistemPusatPelayanan Pasal10 SistempusatpelayanansebagaimanadimaksuddalamPasal9ayat(1)hurufameliputi: a. sistemperkotaan;dan b. sistemperdesaan. Pasal11 SistemperkotaansebagaimanadimaksuddalamPasal10hurufameliputi: a. penetapanpusatpusatperkotaandanwilayahpelayanan; b. rencanafungsipusatpelayanan;dan c. pengembanganfasilitaskawasanperkotaan. Pasal12 (1) PusatpusatperkotaandanwilayahpelayanansebagaimanadimaksuddalamPasal11hurufa meliputi: a. KabupatenMojokertomerupakanbagiandariPKNKawasanPerkotaanGresik,Bangkalan, Mojokerto,SurabayadanLamongan(GERBANGKERTOSUSILA); b. PKLpperkotaan Mojosaridenganwilayahpelayanan meliputiPPKNgoro,PPKPungging, PPKKutorejo,PPKBangsal,danPPKDlanggu; c. PKLp perkotaan Jetis dengan wilayah pelayanan meliputi PPK Dawarblandong, PPK Gedeg,danPPKKemlagi; d. PKLpperkotaanSookodenganwilayahpelayananmeliputiPPKTrowulan,PPKMojoanyar, PPKPuridanPPKJatirejo;dan e. PKLpperkotaanPacetdenganwilayahpelayananmeliputiPPKGondang,danPPKTrawas; (2) RencanafungsipusatpelayanansebagaimanadimaksuddalamPasal11hurufbmeliputi: a. PKLp perkotaan Mojosari dengan fungsi pusat pelayanan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan,permukiman,kesehatan,perdagangandanjasa; b. PKLp perkotaan Jetis dengan fungsi industri, pertanian, perikanan, peternakan, dan lingkunganhidup; c. PKLpperkotaanSookodenganfungsipermukiman,pendidikan,kesehatan,perdagangan danjasa;dan d. PKLpperkotaanPacetdenganfungsilingkunganhidup,agroindustri,pertanian,pariwisata dankeagamaan; (3) Pengembangan fasilitas kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

meliputi: a. PKLp perkotaan Mojosari berupa pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto, pusat permukimanskalaregional,pusatperdagangandanjasaskalaregional,pusatpendidikan skala regional, pusat kesehatan skala regional, pusat pelayanan pariwisata, dan pusat pelayanantransportasiskalakabupaten; b. PKLpperkotaanJetisberupapusatindustriskalanasionaldanregional,pusatpemasaran hasilpertanian,perikanandanpeternakan; c. PKLp perkotaan Sooko berupa pusat permukiman skala kabupaten, pusat pelayanan pendidikan skala dasar hingga menengah, pusat pelayanan kesehatan skala lokal, dan pusatperdagangandanjasaskalaregionaldanlokal;dan d. PKLp perkotaan Pacet berupa pusat produksi pertanian, pusat pelayanan agropolitan, pusatpelayanankeagamaan,sertasebagaipusatpelayananpariwisata; Pasal13 (1) Rencana pengembangan sistem perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf b dilakukandenganmembentukPPL. (2) PengembanganPPLdikabupatenmeliputi: a. PPLDesaBeratwetan,PPLDesaBatankrajan,danPPLDesaTerusandiKecamatanGedeg; b. PPL Desa Mojorejo, PPL Desa Mojolebak, PPL Desa Sidorejo, PPL Desa Canggu, dan PPL DesaNgabardiKecamatanJetis; c. PPL Desa Pandankrajan, PPL Desa Japanan, dan PPL Desa Mojokumpul di Kecamatan Kemlagi; d. PPLDesaSimongagrok,PPLDesaCinandang,PPLDesaPucuk,danPPLDesaTemuirengdi KecamatanDawarblandong; e. PPLDesaModongan,danPPLDesaNgingasrembyongdiKecamatanSooko; f. PPLDesaBalangwono,PPLWatesumpakdanPPLTemonKecamatanTrowulan; g. PPLDesaKumitir,PPLJatirejo,PPLSumberagung,danPPLPadangasriKecamatanJatirejo; h. PPLDesaBanjaragung,PPLMlatendanPPLPlososariKecamatanPuri; i. PPLDesaJabon,danPPLJumenengKecamatanMojoanyar; j. PPL Desa Modopuro, PPL Watukenongo, PPL Banjartanggul, dan PPL Sumbertanggul KecamatanMojosari; k. PPLDesaPeterongandanPPLNgorowoKecamatanBangsal; l. PPLDesaKedunglengkong,PPLJrambedanPPLSegunungKecamatanDlanggu; m. PPL Desa Kepuharum, PPL Wonodadi, PPL Kepuharum, dan PPL Sumberbaringin KecamatanKutorejo; n. PPLDesaWatukenongo,PPLKembangringgit,danPPLBanjartanggulKecamatanPungging; o. PPLDesaJasem,PPLWatesnegoro,PPLWotanmasjedong,danPPLKutogirangKecamatan Ngoro; p. PPLDesaPetak,PPLTanjungkenongo,PPLKemiridanPPLClaketKecamatanPacet; q. PPLDesaSeloliman,PPLSukosari,PPLPenangungandanPPLBelikKecamatanTrawas;dan r. PPLDesaCentong,PPLBening,PPLKebontungguldanPPLDilemKecamatanGondang. 6

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

2.2SistemJaringanPrasarana Pasal14 Rencana sistem jaringan prasarana wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf b meliputi: a. sistemprasaranautama;dan b. sistemprasaranalainnya. SistemJaringanTransportasiDarat Pasal16 (1) RencanajaringantransportasidaratsebagaimanadimaksuddalamPasal15hurufameliputi: a. jaringanjalan; b. jaringanprasaranalalulintasangkutanjalan;dan c. jaringanpelayananlalulintasangkutanjalan. (2) Rencanajaringanjalansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: jaringanjalanbebashambatan; a. b. jaringanjalanarteriprimer; c. jaringanjalankolektorprimer;dan d. jaringanjalankabupaten. (3) Rencana pengembangan jalan bebas hambatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a merupakanbagiandariperencanaanpengembangansistemjalanbebashambatanberuparuas jalan bebas hambatan Surabaya Mojokerto Kertosono dengan panjang kurang lebih 33.8 (tigapuluhtigakomadelapan)kilometer. (4) Rencanajaringanjalanarteriprimersebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufbmeliputi: a. Batas Kabupaten JombangBatas Kabupaten Mojokerto sepanjang kurang lebih 12,702 (kuranglebihduabelaskomatujuhratusdua)kilometer; b. Batas Kabupaten JombangGemekan sepanjang kurang lebih 5,626 (lima koma enam ratusduapuluhenam)kilometer; c. GemekanJampirogo sepanjang kurang lebih 2,374 (dua koma tiga ratus tujuh puluh empat)kilometer; d. JampirogoMlirip sepanjang kurang lebih 10,342 (sepuluh koma tiga ratus empat puluh dua)kilometer; e. MliripKrian sepanjang kurang lebih 10,870 (sepuluh koma delapan ratus tujuh puluh) kilometer; f. MojokertoMojosarisepanjangkuranglebih9,700(sembilankomatujuhratus)kilometer; g. JalanGajahmadadiKecamatanMojosarisepanjangkuranglebih3,144(tigakomaseratus empatpuluhempat)kilometer; h. JalanBrawijayadiKecamatanMojosarisepanjangkuranglebih0,947(nolkomaSembilan ratusempatpuluhtujuh)kilometer; Jalan Hayam Wuruk di Kecamatan Mojosari sepanjang kurang lebih 1,456 (satu koma i. empatratuslimapuluhenam)kilometer;dan j. Mojosaribatas Kabupaten Pasuruan sepanjang kurang lebih 12,600 (dua belas koma

Jaringan jalan dikonfirmasi pada DitjenBinaMarga,KementerianPU 7

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

enamratus)kilometer. Rencanajaringanjalankolektorprimersebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufcmeliputi: a. ruasjalanMojokertoGedegLamongan; b. ruasjalanMojokertoMlirip;dan c. ruasjalanMojokertoJampirogo. Rencanajaringanjalankabupatensebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufdmeliputiruas jalandiKabupatenMojokertodengantotalpanjangkuranglebih864,107(delapanratusenam puluh empat koma seratus tujuh) kilometer sebagaimana tersebut dalam Lampiran II peraturandaerahini. RencanapengembanganjalandiKabupatenMojokerto,meliputi: a. peningkatanjalankolektorprimermelaluijalanyangmenghubungkanwilayahKabupaten MojokertodenganwilayahKabupatenGresik,KabupatenSidoarjo,KabupatenPasuruan, KabupatenJombang,KabupatenLamongandanKotaMojokerto; b. peningkatan jalan lokal primer, melalui jalan yang menghubungkan kawasan perkotaan dengan PPK, PPL, dan kawasan fungsional seperti kawasan perdagangan, industri, pariwisata,perkantorandankawasanagropolitan; c. pengembangan dan peningkatan jalan kolektor dan lokal yang menuju kawasan pariwisata,industri,agropolitandankawasanterisolir; d. peningkatanjalanporosdesadanjalanmenujudaerahterisolir;dan e. pengembanganjalanlingkarperkotaanMojosari. Rencanaprasaranalalulintasdanangkutanjalansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufb adalahpengembanganterminalpenumpangdanterminalbarang,meliputi: a. mengembangkanterminaltipeBdiKecamatanPungging; mengembangkanterminaltipeCdiDesaLespadanganKecamatanGedeg,DesaPohjejer b. KecamatanGondang,danDesaPenanggunganKecamatanTrawas;dan c. peningkataninfrastrukturpendukungdanpelayananterminalyangmemadai. Rencanajaringanpelayananlalulintasdanangkutanjalansebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufcberupapengembanganprasaranadansaranaangkutanumummassalmeliputi: a. menata dan mengatur trayek angkutan kota dengan menetapkan hirarki trayek berdasarkan klasifikasi jenis trayek yang ada dengan mempertimbangkan wilayah pelayananyangterdiridaritrayekutama,trayekcabangdantrayekranting; b. meningkatkandanmendorongberkembangnyapelayananangkutanyangbaik,amandan murah; c. meningkatkan pembangunan haltehalte pada titiktitik strategis yang dilalui trayek regionaldisetiapwilayahperkotaan; d. meningkatkan mutu pengusaha dan pengemudi kendaraan umum dalam mewujudkan lalulintasyangtertib,amandanlancar;dan e. pengisianunitkendaraanangkutanpadasemuatrayekangkutanumum,terutamapada trayektrayekyangbelumterisisehinggaadanyaketerpaduanrutediseluruhwilayah.

Terminal dikonfirmasi pada Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Trayek angkutan dikonfirmasi pada Ditjen Perhubungan Darat, KementerianPerhubungan

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

SistemJaringanPerkeretaapian Pasal17 (1) Rencana jaringan perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf b, meliputi arahanpengembanganjalurperkeretaapianumum,pengembanganprasaranaperkeretaapian untukkeperluanpenyelenggaraanperkeretaapiankomuter,sertakonservasirelmati. (2) Rencana pengembangan jalur perkeretaapian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi arahanpengembanganjalurgandaperkeretaapian(doubletracking)KrianMojokerto; (3) Rencana pengembangan prasarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. penyelenggaraan kereta api komuter jurusan SurabayaMojokertoJombang dengan stasiunkedatangandankeberangkatandaristasiunKotaMojokerto; b. meningkatkansistemkeamanandankeselamatanperlintasankeretaapi;dan c. pengembanganstasiunDamarsidiKecamatanMojoanyaryangterkoneksidengansistem transportasiregionaldannasional. SistemPrasaranaLainnya Pasal18 RencanasistemprasaranalainnyasebagaimanadimaksuddalamPasal14hurufbmeliputi: a. rencanasistemjaringanprasaranaenergi/kelistrikan; b. rencanasistemjaringantelekomunikasi; c. rencanasistemjaringansumberdayaair;dan d. rencanasistemjaringanprasaranalainnya. RencanaSistemJaringanEnergi/Kelistrikan Pasal19 (1) Rencana sistem jaringan prasarana energi/kelistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 hurufameliputienergilistrikdanenergilainnya. (2) Rencanapengembanganpelayananenergilistriksebagaimanadimaksudpadaayat(1)berupa pengembanganenergilistrikdanpengembanganjalurpipagas. (3) Rencana pengembangan pelayanan energi listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2), meliputi: a. pengembangan pembangkit listrik berada di wilayah Kecamatan Jetis, Kecamatan Kemlagi,KecamatanGedeg,danKecamatanDawarblandong; b. pengembanganSUTETyangmelewatiKecamatanGedeg,KecamatanKemlagi,Kecamatan JetisdanKecamatanDawarblandong; c. pengembangan SUTT yang melewati Kecamatan Bangsal, Kecamatan Kutorejo, KecamatanPuri,KecamatanMojoanyar,KecamatanPungging,danKecamatanMojosari; d. penambahan dan perbaikan sistem jaringan listrik pada daerahdaerah yang belum terlayani;dan e. pengembangan energi baru dan terbarukan oleh pemerintah kabupaten yang meliputi energimikrohidrodiKecamatanPacet,KecamatanTrawas,danKecamatanJetis. (4) Rencanapengembanganjalurpipagassebagaimanadimaksudpadaayat(2)meliputi:

Jaringan dan jalur Perkeretaapian dikonfirmasi pada Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan

Jaringan Energi dan kelistrikan dikonfirmasi pada Kementerian ESDM

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

JalurpipagasKecamatanTrowulanKecamatanSooko;dan Jalur pipa gas Kecamatan KutorejoKecamatan MojosariKecamatan PunggingKecamatan Ngoro. (5) Rencanapengembangansistemjaringanprasaranaenergilainnyasebagaimanadimaksudpada ayat(2)meliputi: a. pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Pacet, KecamatanTrawas,KecamatanGondang,KecamatanJatirejo,danKecamatanJetis; b. pengembanganbiogaskotoranternakdiseluruhkawasanperdesaan;dan c. pengembangan ketersediaan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan Stasiun Pengisian danPengangkutanBulkElpiji(SPPBE)sesuaikapasitaskebutuhanelpiji. RencanaSistemJaringanTelekomunikasi Pasal20 (1) Sistem jaringan prasarana telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b meliputijaringankabeldannonkabel (2) Rencanajaringankabelsebagaimanadimaksudpadaayat(1)meliputi: a. peningkatan kapasitas sambungan telepon kabel pada kawasan perdagangan dan jasa, industri, fasilitas umum dan sosial, terminal, permukiman dan kawasan yang baru dikembangkan;dan b. penyediaansaranawarungtelepondanteleponumumpadalokasistrategis,yangsering diaksespublikataukawasanpusatkegiatanmasyarakat. (3) Rencana jaringan non kabel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa pengembangan menaratelekomunikasibersama. (4) Penataandanpengaturanlokasipembangunanmenaratelekomunikasibersamasebagaimana dimaksudpadaayat(3)diaturdenganperaturanBupati. RencanaSistemJaringanSumberDayaAir Pasal21 (1) Rencana sistem jaringan prasarana sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 hurufcmeliputi: a. jaringansumberdayaairlintasprovinsi; b. wilayahsungailintaskabupaten; c. wilayahsungaikabupaten; d. jaringanirigasi; e. jaringanairbakubersih;dan sistempengendalianbanjir. f. (2) Jaringan sumber daya air lintas propinsi sebagaimana dimaksud padaayat 1 huruf a meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Kabupaten Mojokerto sepanjang kurang lebih 47,25 (empat puluh tujuh koma dua puluh lima) kilometer yang termasuk dalam wilayah sungai strategisnasional. (3) Wilayahsungailintaskabupatensebagaimanadimaksudpadaayat1hurufbmeliputi: a. SungaiSadaryangmelewatiKabupatenMojokertodanKotaMojokerto;

a. b.

Jaringantelekomunikasidikonfirmasi kepadaKementerianKomunikasidan Informatika

Wilayah Sungai dan Jaringan Irigasi dikonfirmasi pada Ditjen SDA, KementerianPU 10

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(4)

b. SungaiPorongyangmelewatiKabupatenMojokertodanKabupatenSidoarjo; c. SungaiLamongyangmelewatiKabupatenMojokertodanKabupatenGresik;dan d. SungaiSurabayayangmelewatiKabupatenMojokertodanKotaSurabaya. Wilayahsungaikabupatensebagaimanadimaksudpadaayat1hurufcmeliputi: a. SungaiJanjingsepanjangkuranglebih18(delapanbelas)kilometer; b. SungaiSumberPasinansepanjangkuranglebih10(sepuluh)kilometer; c. SungaiCumplengsepanjangkuranglebih13(tigabelas)kilometer; d. SungaiGembolosepanjangkuranglebih25(duapuluhlima)kilometer; e. SungaiJubelsepanjangkuranglebih3(tiga)kilometer; f. SungaiSumberWonodadisepanjangkuranglebih8(delapan)kilometer; g. SungaiSumberKembarsepanjangkuranglebih11(sebelas)kilometer; h. SungaiSumberGlogoksepanjangkuranglebih9(sembilan)kilometer; i. SungaiSumberNgrayungsepanjangkuranglebih6(enam)kilometer; j. SungaiTekuksepanjangkuranglebih16(enambelas)kilometer; k. SungaiBangsalsepanjangkuranglebih12(duabelas)kilometer; l. SungaiBanyaksepanjangkuranglebih10,50(sepuluhkomalimapuluh)kilometer; m. SungaiJudegsepanjangkuranglebih10,25(sepuluhkomaduapuluhlima)kilometer; n. SungaiSubontorosepanjangkuranglebih6,50(enamkomalimapuluh)kilometer; o. SungaiKintelansepanjangkuranglebih12(duabelas)kilometer; p. SungaiCemporatsepanjangkuranglebih10(sepuluh)kilometer; q. Sungai Curah Klengkeng sepanjang kurang lebih 8,50 (delapan koma lima puluh) kilometer; r. SungaiSumberWarusepanjangkuranglebih11(sebelas)kilometer; s. SungaiBrangkalsepanjangkuranglebih15(limabelas)kilometer; t. SungaiRikanalNgotoksepanjangkuranglebih7(tujuh)kilometer; u. SungaiPikatansepanjangkuranglebih26(duapuluhenam)kilometer; v. SungaiKromongsepanjangkuranglebih8(delapan)kilometer; w. SungaiLandeansepanjangkuranglebih16(enambelas)kilometer; x. SungaiKalangsepanjangkuranglebih5(lima)kilometer; y. SungaiKluruhsepanjangkuranglebih9(sembilan)kilometer; z. SungaiJurangtelotsepanjangkuranglebih12(duabelas)kilometer; aa. SungaiPatungsepanjangkuranglebih8(delapan)kilometer; bb. SungaiGaluhsepanjangkuranglebih18(delapanbelas)kilometer; cc. SungaiMantingsepanjangkuranglebih10(sepuluh)kilometer; dd. SungaiMarmoyosepanjangkuranglebih16(enambelas)kilometer; ee. SungaiSidoringinsepanjangkuranglebih9,50(sembilankomalimapuluh)kilometer; ff. SungaiGedegsepanjangkuranglebih4(empat)kilometer; gg. SungaiWonoayusepanjangkuranglebih10(sepuluh)kilometer; hh. SungaiKedungSumursepanjangkuranglebih8(delapan)kilometer; ii. SungaiKwagensepanjangkuranglebih5(lima)kilometer;dan

11

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(5)

jj. SungaiKedungwonosepanjangkuranglebih15(limabelas)kilometer. Rencanajaringanirigasisebagaimanadimaksudpadaayat1hurufdmeliputi: a. daerahirigasi(DI)yangmenjadikewenanganPemerintahseluaskuranglebih7.657(tujuh ribuenamratuslimapuluhtujuh)hektaryangterdiriatasDIMenturus,DIPadiPomahan, danDIDeltaBrantas; b. DIyangmenjadi kewenanganpemerintahprovinsi dengan luas total kurang lebih 6.605 (enamribuenamratuslima)hektar,meliputi: 1. DIdalamwilayahkabupatenseluaskuranglebih1.055(seribulimapuluhlima)hektar terdiridariDIKromongII; 2. DILintasKabupatenseluaskuranglebih5.550(limaribulimaratuslimapuluh)hektar terdiri dari DI Tawangsari, DI Kejagan, DI Kweden, DI Mernung, DI Subantoro, DI Sinoman,DIPenewon,DIJatikulon,DICandilimo,danDILebakSumengko; c. DIyangmenjadikewenanganKabupatenseluaskuranglebih16.291(enambelasribudua ratus sembilan puluh satu) hektar terdiri dari 332 (tiga ratus tiga puluh dua) DI sebagaimanatersebutdalamLampiranIIIPeraturanDaerahini; d. peningkatan jaringan irigasi sederhana dan irigasi setengah teknis dengan luas kurang lebih16.291(enambelasribuduaratussembilanpuluhsatu)hektaryangterdiridari332 (tigaratustigapuluhdua)DaerahIrigasi; (6) Rencanasistemjaringanairbakuuntukairbersihsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufe meliputi: a. pemeliharaandanperlindungankelangsunganfungsiterhadapsumbersumbermataair, daerahresapanair,dandaerahtangkapanair; b. peningkatan pelayanan dan pengelolaan air bersih oleh PDAM dengan pengembangan sistemjaringanairbersihhinggakewilayahperdesaan; c. pengembangansistempenyediaanairminumuntukmeningkatkanefisiensidancakupan pelayananairminum; d. pengembanganperpipaanpadawilayahperkotaanditiapkecamatan; e. pengembangan Water Sanitary Low Income Communities (WSLIC) dan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) pada seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto; dan f. pemanfaatanpotensiairtanahpadawilayahUtarasungai. (7) Rencanasistempengendalibanjirsebagaimanadimaksudpadaayat(1)huruffmeliputi: a. pemeliharaandannormalisasiSungaiSadar; b. pemeliharaan dan rehabilitasi sungaisungai eksisting beserta dengan bangunan pengairannya; c. pembangunan embungembung di wilayah Utara, meliputi Kecamatan Dawarblandong danKecamatanKemlagi;dan pembangunan dam pengendali banjir di wilayah Selatan, meliputi KecamatanPungging, d. KecamatanMojoanyar,KecamatanBangsal,danKecamatanMojosari. RencanaSistemJaringanPrasaranaLainnya

Data dan nomenklatur dikonfirmasi pada Ditjen Cipta Karya, KementerianPU

12

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Pasal22 RencanasistemjaringanprasaranalainnyasebagaimanadimaksuddalamPasal18hurufdmeliputi: a. sistemjaringanpersampahan; b. sistemjaringanprasaranaairminum; c. sistemjaringanairlimbah; d. sistemjaringandrainase;dan e. jalurevakuasibencana. Pasal23 (1) Rencana sistem jaringan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dilakukan dengan prinsip mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang(recycle)meliputi: a. pengembangandanpenataanlokasiTempatPemrosesanAkhir(TPA); b. pengembangandanpenataanlokasiTempatPenampunganSementara(TPS); c. pengembanganTempatPengolahanSampahTerpadu(TPST);dan d. rencanapengelolaansampahskalarumahtangga. (2) PengembangandanpenataanlokasiTPAsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: a. pembangunanTPAregionaldiKecamatanKemlagi;dan b. penataan prasarana dan sarana penunjang sistem sanitary landfill TPA Mojosari di KecamatanMojosari. (3) PengembangandanpenataanlokasiTPSsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbmeliputi: a. penyediaanTPSmeliputi: 1. KecamatanJatirejo; 2. KecamatanGondang; 3. KecamatanTrawas; 4. KecamatanNgoro; 5. KecamatanPungging; 6. KecamatanKutorejo; 7. KecamatanBangsal; 8. KecamatanMojoanyar; 9. KecamatanDlangu; 10. KecamatanPuri; 11. KecamatanTrowulan; 12. KecamatanGedeg; 13. KecamatanKemlagi; 14. KecamatanDwarblandong. b. peningkatanpengelolaanTPSditiapkecamatan (4) PengembanganTPSTsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufcberupapengembanganTPST diKecamatanMojosari. (5) Rencanapengelolaansampahskalarumahtanggasebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufd berupapeningkatanpartisipasisetiaprumahtangga.

Data dan nomenklatur dikonfirmasi pada Ditjen Cipta Karya, KementerianPU 13

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Pasal24 (1) Rencana pengembangan sistem jaringan prasarana air minum sebagaimana dimaksud dalam Pasal22hurufbmeliputi: a. rencanajaringanperpipaan;dan b. rencanajaringannonperpipaan. (2) Pengembangansistemjaringanperpipaansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufaberupa peningkatan dan pengembangan prasarana jaringan perpipaan air minum di seluruh wilayah kecamatandankawasanperdesaanyangrawankekeringan. (3) Jaringan non perpipaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan pada wilayah yangtidakterlayanijaringanperpipaanmeliputi: a. penggalianataupengeboranairtanah;dan b. pengeboran air tanah dalam secara terbatas dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungansesuaidenganketentuanperaturanperundangundangan. Pasal25 (1) SistemjaringanairlimbahsebagaimanadimaksuddalamPasal22hurufcmeliputi: a. sistemairlimbahsetempat;dan b. sistemairlimbahterpusat. (2) Rencanapengembangansistemairlimbahsetempatsebagaimanadimaksudpadaayat(1)huruf ameliputi: a. pemenuhan fasilitas septic tank pada masingmasing Kepala Keluarga (KK) pada wilayah perkotaan; b. pengembangan jamban komunal pada kawasan permukiman padat masyarakat berpenghasilanrendahdanareafasilitasumum;dan c. mewajibkan pengembangan daerah pemukiman baru dan kota baru untuk menyediakan sistemsewer,yangdapatberupasewerdangkalatausmallboreyangsesuaidengankondisi daerah. (3) Rencana pengembangan sistem air limbah terpusat sebagaimana dimaksud pada huruf d meliputi: a. pengelolaanlimbahindustriberadadikawasanindustri;dan b. pengelolaanlimbahindustrikecildanataumikroyangtersebardiseluruhkecamatan. (4) Rencana sistem pengelolaan limbah industri di kawasan industri sebagaimana dimaksud pada ayat(3)hurufameliputi: a. pembangunan pusat pengelolaan limbah industri di Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Mojoanyar,danKecamatanNgoro;dan b. pembangunanIPALbersamabagiindustrikecil. (5) Pengelolaanlimbahindustrikecildanataumikroberupapengolahanlimbahindustridifasilitasi pemerintahdaerah. Pasal26 RencanasistemjaringandrainasesebagaimanadimaksuddalamPasal22hurufdmeliputi:

Pengelolaan air limbah dikonfirmasi pada Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU dan Kem LingkunganHidup

14

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

3.

pengembangan sistem pematusan pada jalan arteri dan kolektor primer yang terdapat pada desadesapusatperkotaandanpadapusatpermukiman; b. perbaikan teknis prasarana drainase dengan cara normalisasi saluran, rehabilitasi saluran, penambahansaluranbaru,danpembangunanbangunanpenunjangprasaranadrainase; c. penyusunan rencana induk sistem drainase wilayah kabupaten dan rencana penanganan kawasantertentuyangrawanbanjir; d. pembuatan saluran drainase tersendiri pada setiap kawasan fungsional terhubung ke saluran primertanpamembebanisalurandiwilayahpermukiman; e. mengoptimalkan daya resap air ke dalam tanah untuk mengurangi beban saluran drainase denganpenghijauandankewajibanpembuatansumurresapan;dan f. koordinasi pengelolaan saluran drainase khususnya pada saluran drainase permanen di kawasanperkotaan. Pasal27 (1) RencanapengembanganjalurevakuasibencanasebagaimanadimaksuddalamPasal22hurufe terintegrasi dengan ruang evakuasi bencana yang memanfaatkan ruang dan bangunan publik yangada. (2) Rencanajalurevakuasibencanaalamsebagaimanadimaksudpadaayat(1)terdiriatas: jalurevakuasibencanaletusangunungberapimeliputi: a. 1. jalanlokalDesaPacetkeruangevakuasibencanadiKecamatanPacet; 2. jalanlokalDesaWiyukeruangevakuasibencanadiKecamatanPacet; 3. jalanlokalDesaKemirikeruangevakuasibencanadiKecamatanPacet; 4. jalanlokalDesaPetakkeruangevakuasibencanadiKecamatanPacet; 5. jalanlokalDesaTrawaskeruangevakuasibencanadiKecamatanTrawas; 6. jalanlokalDesaSelotapakkeruangevakuasibencanadiKecamatanTrawas; 7. jalanlokalDesaTamiajengkeruangevakuasibencanadiKecamatanTrawas;dan 8. jalanlokalDesaBelikkeruangevakuasibencanadiKecamatanTrawas. b. ruangevakuasibencanasebagaimanadimaksudpadaayat(2)meliputi: 1. gedungserbagunakecamatan; 2. gedungsekolah;dan 3. alunalun. RENCANAPOLARUANGWILAYAHKABUPATENMOJOKERTO Pasal28 (1) Rencanapolaruangkabupatenmerupakanrencanadistribusiperuntukanruangdalamwilayah kabupatenyangmeliputikawasanlindungdankawasanbudidaya. (2) Rencana pola ruang wilayah kabupaten digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 1 : 50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dariperaturandaerahini. 3.1 KawasanLindung Pasal29 PolaruanguntukkawasanlindungsebagaimanadimaksuddalamPasal28ayat(1)meliputi:

a.

15

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

a. kawasanhutanlindung; b. kawasanyangmemberikanperlindunganterhadapkawasanbawahannya; c. kawasanperlindungansetempat; d. kawasansuakaalam,pelestarianalamdancagarbudaya; e. kawasanrawanbencanaalam; f. kawasanlindunggeologi;dan g. kawasanlindunglainnya. a. KawasanHutanLindung Pasal30 Kawasan hutan lindung di Kabupaten Mojokerto seluas kurang lebih 17.860,95 (tujuh belas ribu delapan ratus enam puluh koma sembilan lima) hektar terdapat di Kecamatan Dawarblandong, Kecamatan Gondang, Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Jetis, Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Ngoro, KecamatanPacet,KecamatanTrawas,danKecamatanTrowulan. b. KawasanYangMemberikanPerlindunganTerhadapKawasanbawahannya Pasal31 (1) Kawasanyangmemberikanperlindungankawasanbawahannyasebagaimanadimaksuddalam Pasal29hurufbmeliputikawasanresapanair. (2) Kawasanresapanairdi KabupatenMojokerto seluaskuranglebih736 (tujuh ratustigapuluh enam)hektarterdapatdiseluruhwilayahKabupatenMojokerto. (3) Peningkatanmanfaatlindungpadakawasanresapanairdilakukandengancara: a. pembuatansumursumurresapan; b. pelestarianhutanpadakawasanhulusampaidenganhilir;dan c. pengolahansistemteraseringdanvegetasiyangmampumenahandanmeresapkanair. c. KawasanPerlindunganSetempat Pasal32 (1) KawasanperlindungansetempatsebagaimanadimaksuddalamPasal29hurufcmeliputi: a. sempadansungai; b. kawasansekitardanauatauwaduk; c. kawasansekitarmataair; d. kawasanlindungspiritualdankearifanlokallainnya; e. sempadanirigasi; f. RTH;dan g. ruangdalambumi. (2) Kawasansempadansungaisebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: a. kawasansempadansungaiterletakpadakawasansepanjangDASyangadadiKabupaten. b. ketentuansempadansungaisebagaimanadimaksudpadaayat(2)meliputi: 1. sempadanberjarak100(seratus)meterdikirikanansungaibesardan50(limapuluh) meterdikirikanananaksungaiyangberadadiluarpemukiman. 2. sempadan sungai berjarak antara 10 (sepuluh) sampai 15 (lima belas) meter yang beradadikawasanpermukiman

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepada Ditjen Planologi Kehutanan, KementerianKehutanan

16

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Kawasan sekitar danau atau waduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa daratan dengan jarak 50 (lima puluh) meter sampai dengan 100 (seratus) meter dari titik pasang air danau tertinggi pada Waduk Tanjungan dan Waduk Pandankarajan di Kecamatan Kemlagi. (4) Kawasansekitarmataairsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufcberupakawasandengan jarak200(duaratus)metersekelilingmataairdiluarkawasanpermukimandan100(seratus) meter sekeliling mata air di dalam kawasan permukiman terletak di Kecamatan Dawarblandong, Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Jetis, Kecamatan Trowulan, Kecamatan Gondang,KecamatanKutorejo,KecamatanDlangu,KecamatanPacet,danKecamatanTrawas. (5) Kawasanlindungspiritualdankearifanlokallainnyasebagaimanadimaksudpadaayat(1)huruf d berupa peninggalan situs Kerajaan Mojopahit terletak di Kecamatan Trowulan, Kecamatan Trawas,KecamatanSooko,danKecamatanPuri. (6) Kawasan sempadan irigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e berupa kawasan sepanjangkanankirisaluranirigasiprimerdansekunder. (7) RTHsebagaimanadimaksudpadaayat(1)huruffditetapkandenganproporsipalingsedikit30 (tigapuluh)persendariluaskawasanperkotaanseluaskuranglebih725(tujuhratusduapuluh lima)hektarmeliputi: a. RTH publik meliputi taman kota, taman pemakaman umum, dan jalur hijau sepanjang jalan,sungai,danpantai,denganproporsipalingsedikit20(duapuluh)persen;dan b. RTH privat meliputi kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanamitumbuhandenganproporsipalingsedikit10(sepuluh)persen. (8) Rencanaruangdalambumisebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufgmeliputi: a. wilayahwilayahyangsudahdiketahuicadangannyadan/atauwilayahyangtengahdalam masa penyelidikan pendahuluan/eksplorasi/eksploitasi dan secara legal telah ada izin atau kontraknya maka harus dilindungi secara hukum di dalam tata ruang sebagai kawasanperuntukanpertambangan; b. wilayah yang berpotensi bahan tambang harus diberikan alokasi ruang dalam bentuk wilayahprospekusahapertambangansebagaiarahanprospekpertambangankedepan; dan c. wilayahprospekpertambangantidakdipengaruhiolehkendalasektorbudidaya,namun dalampengusahaannyatetapmengikutiketentuanperundangundanganyangberlaku. d. KawasanSuakaAlam,PelestarianAlamdanCagarBudaya Pasal33 (1) Kawasansuakaalam,pelestarianalam,dancagarbudayasebagaimanadimaksuddalamPasal 29hurufdmeliputi: a. tamanhutanraya; b. tamanwisataalam;dan c. kawasancagarbudayadanilmupengetahuan. (2) TamanHutanRayasebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputiTamanHutanRayaR. SoerjodiKecamatanPacet,KecamatanTrawas,danKecamatanJatirejo.

(3)

17

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Taman Wisata Alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdapat di Taman Wisata AlamBuahberadapadaKecamatanGondangdanKecamatanPacet. (4) Kawasan Cagar Budaya dan ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berupasitusPurbakalameliputi: a. CandiBajangRatu,CandiTikus,danCandiBrahudiKecamatanTrowulan; b. KawasanSitusKutogirangdiKecamatanNgoro; c. CandiBrangkaldanCandiPasantrendiKecamatanNgoro;dan d. KawasanSitusKendaliSododiKecamatanTrawas. e. KawasanRawanBencanaAlam Pasal34 (1) KawasanrawanbencanaalamsebagaimanadimaksuddalamPasal29hurufemeliputi: a. kawasanrawanlongsor;dan b. kawasanrawanbanjir; (2) Kawasan rawan longsor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdapat di Kecamatan Gondang,KecamatanJatirejo,KecamatanNgoro,KecamatanPacet,danKecamatanTrawas; (3) Kawasanrawanbanjirsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbterdapatdiKaliTekukdi Kecamatan Bangsal, Kali Brangkal di Kecamatan Sooko, Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong,DamAhmadYanidiKecamatanTrowulan,KaliGlogokdiKecamatanMojosari, KaliSadardiKecamatanMojoanyar,KaliSadardanKaliJanjingdiKecamatanPungging. Pasal35 (1) KawasanlindunggeologisebagaimanadimaksuddalamPasal29huruffmeliputi: a. kawasancagaralamgeologi;dan b. kawasanrawanbencanaalamgeologi. (2) Kawasancagaralamgeologi sebagaimana dimaksudpada ayat(1)hurufaberupasumber air panasdiKecamatanPacet. (3) Kawasanrawanbencanaalamgeologisebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbmeliputi; a. kawasanrawangerakantanahterletakdiKecamatanDawarblandong,KecamatanKemlagi, KecamatanJetis,danKecamatanGedeg;dan b. kawasan rawan letusan Gunung Welirang terdapat di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas. Pasal36 Kawasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf g, berupa kawasan perlindunganplasmanutfahyangberadadiTamanHutanRayaR.Soeryo. KawasanBudiDaya Pasal37 PolaruanguntukkawasanbudidayasebagaimanadimaksudpadaPasal28ayat(1)terdiriatas: a. kawasanperuntukanhutanproduksi; b. kawasanhutanrakyat; c. kawasanperuntukanpertanian;

(3)

18

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

d. kawasanperuntukanperikanan; e. kawasanperuntukanpertambangan; f. kawasanperuntukanindustri; g. kawasanperuntukanpariwisata; h. kawasanperuntukanpermukiman;dan i. kawasanperuntukanlainnya. a. KawasanPeruntukanHutanProduksi Pasal38 (1) Kawasanperuntukkanhutanproduksisebagaimanadimaksudpasal37hurufameliputi: a. kawasanhutanproduksiterbatas; b. kawasanhutanproduksitetap;dan c. kawasanhutanproduksiyangdapatdikonversi. (2) Kawasanhutanproduksiterbatassebagaimanayangdimaksudpadaayat(1)hurufaterletak diKecamatanPacet,KecamatanTrawas,KecamatanGondang,danKecamatanJatirejo. (3) Kawasanhutanproduksitetapsebagaimanayangdimaksudpadaayat(1)hurufbterletakdi KecamatanKemlagi,KecamatanDawarblandong,danKecamatanGedeg. (4) Kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf c terletak di Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, Kecamatan Gondang,danKecamatanJatirejo. b. KawasanHutanRakyat Pasal39 (1) KawasanhutanrakyatsebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufbmeliputikawasanyang dapatdiusahakansebagaihutanpadatanahyangdibebanihakmilik. (2) Kawasan hutan rakyat di Kabupaten Mojokerto tersebar di seluruh wilayah Kecamatan KabupatenMojokerto. c. KawasanPeruntukanPertanian Pasal40 (1) KawasanperuntukanpertaniansebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufcterdiriatas: a. kawasanpertaniantanamanpangan; b. kawasanhortikultura; c. kawasanperkebunan;dan d. kawasanpeternakan; (2) Kawasan pertanian tanaman pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terletak di seluruhwilayahKabupatenMojokertoseluaskuranglebih29.518(duapuluhsembilanribulima ratusdelapanbelas)hektar. (3) Kawasanholtikulturasebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbterletakdiseluruhwilayah KabupatenMojokertoseluaskuranglebih10.510(sepuluhribulimaratussepuluh)hektar. (4) Kawasan perkebunan dimaksud pada ayat (1) huruf c terletak di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto,seluaskuranglebih10.079(sepuluhributujuhpuluhsembilan)hektar. (5) Kawasanpeternakansebagaimanadimaksudmeliputi:

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianKehutanan

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianKehutanan Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianPertanian

19

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

peternakanternakbesarterletakdiKecamatanJatirejo,KecamatanMojosari,Kecamatan Sooko,danKecamatanGedeg; b. peternakan ternak kecil terletak di Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging,KecamatanMojosari,KecamatanSooko,danKecamatanKemlagi; c. peternakan unggas terletak di Kecamatan Trawas, Kecamatan Pungging, Kecamatan Kutorejo,danKecamatanDawarblandong. (6) LahanPertanianPanganBerkelanjutan(LP2B)diseluruhKecamatan,seluaskuranglebih30.000 (tigapuluhribu)hektar. d. KawasanPeruntukanPerikanan Pasal41 KawasanperuntukkanperikanansebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufdmeliputi: a. perikananbudidayaairpayauterletakdiKecamatanMojosaridanKecamatanMojoanyar;dan b. perikanan budi daya air tawar terletak di Kecamatan Kemlagi, Kecamatan Jetis, Kecamatan Trowulan,KecamatanPuri,danKecamatanGondang. e. KawasanPeruntukanPertambangan Pasal42 KawasanperuntukanpertambangansebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufemeliputi: a. pertambangan batuan terdapat di Kecamatan Ngoro, Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Gedeg, danKecamatanJetis;dan b. pengembangan wilayah pertambangan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan bidangpertambangan. f. KawasanPeruntukanIndustri Pasal43 (1) KawasanperuntukanindustrisebagaimanadimaksuddalamPasal37huruffmeliputi: a. industribesar; b. industrimenengah;dan c. industrikecildanrumahtangga. (2) Industri besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdapat di Kecamatan Ngoro, KecamatanJetis,KecamatanMojoanyar,KecamatanKemlagidanKecamatanDawarblandong. (3) Industrimenengahsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbmeliputi: a. zona industri pergudangan sepanjang ruas Jalan By Pass Mojokerto terletak di Desa KenantenKecamatanSookodanDesaBalongmojoKecamatanPuri; b. zona industri terletak sepanjang ruas Jalan Raya PacingDlanggu di Kecamatan Bangsal danKecamatanDlanggu; c. zonaindustriterletakdisepanjangruasJalanRayaMojosariPacetKecamatanKutorejo; d. zona industri terletak di sepanjang ruas Jalan Raya MojosariTrawas Kecamatan Pungging; e. zonaindustriterletakdisepanjangruasJalanRayaPurwojatiKecamatanNgoroKalipuro KecamatanPungging; f. zonaindustriterletakdiDesaSukoanyarKecamatanNgoro;

a.

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianESDM

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianPerindustrian

20

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

g. zonaindustriterletakdiDesaPunggingKecamatanPungging; h. zonaIndustriterletakdisepanjangruasJalanRayaJasemNgoroKecamatanNgoro;dan i. zonaindustriterletakdisepanjangruasJalanDomasJambuwokKecamatanTrowulan. (4) Industri kecil dan rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c tersebar di seluruhwilayahKecamatan. g. KawasanPeruntukanPariwisata Pasal44 (1) KawasanperuntukanpariwisatasebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufgmeliputi: a. kawasanwisataalam; b. kawasanbudaya;dan c. kawasanwisatabuatan (2) Kawasan wisata alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berupa kawasan wisata alampegununganterletakdiKecamatanPacetdanKecamatanTrawas. (3) Kawasan pariwisata budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terletak di KecamatanTrowulan,KecamatanPuri,KecamatanTrawas,danKecamatanPacet. (4) Kawasanpariwisatabuatansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufcterletakdiKecamatan Kemlagi. (5) Rencanapengembangankawasanperuntukanpariwisatameliputi: a. pengembanganjalurwisataterdiriatas: 1. koridorjalurBarat,DesaBejijongKecamatanTrowulan; 2. koridorjalurUtara,DesaTanjunganKecamatanKemlagi; 3. koridorjalurTimur,DesaMliripKecamatanJetis;dan 4. koridorjalurSelatan,DesaJatirejoKecamatanJatirejo. b. menetapkanprioritaspengembanganpariwisatameliputi: 1. kawasanprioritaspengembanganwisataalamdipusatkandiKecamatanPacet; 2. kawasan prioritas pengembangan wisata budaya dipusatkan di Kecamatan Trowulan;dan 3. kawasan prioritas pengembangan wisata rekreasi dipusatkan di Kecamatan Kemlagi. c. pengembanganprasaranadansaranapariwisatameliputi: 1. pengembanganfasilitaspenunjangwisata; 2. pengembangan sistem jaringan air minum, penerangan, dan jaringan telekomunikasi;dan 3. peningkatan fungsi dan sistem transportasi yang menghubungkan pintu gerbang wisatadenganobjekwisata. d. penataan dan pengendalian kawasan wisata dan sekitarnya diatur secara khusus dalam perencanaantataruangkawasanwisata. h. KawasanPeruntukanPermukiman Pasal45 (1) KawasanperuntukanpermukimansebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufhmeliputi:

21

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

4.

a. permukimanperkotaan;dan b. permukimanperdesaan. (2) Kawasanpermukimanperkotaansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: a. permukimandiperkotaanMojosari;dan b. permukimanperkotaanyangmerupakanbagiandariibukotakecamatan. (3) Kawasanpermukimanperdesaanmeliputi: a. kawasanpermukimanperdesaanyangterletakpadawilayahpegunungan,datarantinggi, dandataranrendah;dan b. kawasan perdesaan berbentuk kawasan agropolitan di Kecamatan Trawas, Kecamatan Gondang,danKecamatanPacet. KawasanPeruntukanLainnya Pasal46 (1) KawasanperuntukanlainnyasebagaimanadimaksuddalamPasal37hurufimeliputi: a. kawasanpengembangansektorinformal;dan b. kawasanpertahanandankemananannegara. (2) Kawasan pengembangan sektor informal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diarahkanpadapengembangankawasankhususuntukperdagangandanjasameliputi: a. kawasan perdagangan dan jasa skala regional untuk melayani wilayah Kabupaten MojokertodiarahkandipusatperkotaanMojosari;dan b. kawasanperdaganganskalakecamatanterletakdikawasanperkotaan. (3) Kawasan pertahanan dan kemananan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a. SekolahPolisiNegera(SPN)diKecamatanBangsal;dan b. BataliyonLintasUdara503diKecamatanMojosari. PENETAPANKAWASANSTRATEGISKABUPATEN Pasal47 (1) Kabupaten Mojokerto ditetapkan termasuk dalam bagian KSN Kawasan Perkotaan GERBANGKERTOSUSILA. (2) KSPdarisudutkepentingansosialdanbudayadiKabupatenMojokertoditetapkandiKawasan MojopahitPark. (3) PenetapanKSKberdasarkan: a. darisudutkepentinganpertumbuhanekonomi; b. darisudutkepentingansosialdanbudaya;dan c. darisudutkepentinganfungsidandayadukunglingkunganhidup. (4) Kawasan strategis kabupaten akan disusun lebih lanjut dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategisyangditetapkandenganperaturandaerah. (5) Rencana mengenai kawasan strategis digambarkan dalam Peta Rencana Kawasan Strategis dengan tingkat ketelitian 1 : 50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakanbagiantidakterpisahkandariperaturandaerahini. Pasal48

Data dan nomenklatur dikonfirmasi kepadaKementerianPertahanan

22

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Penetapan KSK dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47ayat(3)hurufameliputi: a. kawasan agropolitan terdapat di Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, dan Kecamatan Gondang; b. kawasan pertambangan berupa pertambangan batuan terdapat di Kecamatan Ngoro, KecamatanJatirejo,KecamatanGedeg,danKecamatanJetis; c. kawasan Industrial Estate terdapat di Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Dawarblandong,KecamatanKemlagi,danKecamatanJetis; d. kawasanindusriterbatasmeliputi: 1. zonaindustripergudangandisepanjangruasJalanByPassMojokertodiDesaKenanten KecamatanSookodanDesaBalongmojoKecamatanPuri; 2. zona industri di sepanjang ruas Jalan Raya PacingDlanggu di Kecamatan Bangsal dan KecamatanDlanggu; 3. zonaindustridisepanjangruasJalanRayaMojosariPacetKecamatanKutorejo; 4. zonaindustridisepanjangruasJalanRayaMojosariTrawasKecamatanPungging; 5. zona industri di sepanjang ruas Jalan Raya Purwojati Kecamatan NgoroKecamatan Kalipuro,danKecamatanPungging; 6. zonaindustriterletakdiDesaSukoanyarKecamatanNgoro; 7. zonaindustriterletakdiDesaPunggingKecamatanPungging; 8. zonaindustridisepanjangruasJalanRayaJasemNgorodiKecamatanNgoro;dan 9. zonaindustridisepanjangruasJalanDomasJambuwokdiKecamatanTrowulan. e. kawasan cepat tumbuh di Kecamatan Gedeg, Kecamatan Sooko, Kecamatan Pacet, dan KecamatanMojosari; f. kawasanpengembangankotabarumeliputi: 1. KawasanPerkotaanInterchangeMlirip/KotaMandiriCangguKecamatanJetis; 2. KawasanPerkotaanInterchangePagerluyungKecamatanGedeg; 3. Kawasan Perkotaan Dawarblandong sebagai pendukung Kawasan Industri Jetis, KecamatanDawarblandong;dan 4. KawasanPerkotaanAirlanggaCitydiKecamatanNgoro g. pembangunan pasar dan pusat riset serta pengembangan agro processing di Kecamatan Trawas;dan h. kawasanpengembanganpariwisatameliputi: 1. wisataalamdipusatkandiKecamatanTrawasdanKecamatanPacet; 2. wisatabudayaterletakdiKecamatanTrowulan;dan 3. wisatabuatandipusatkandiCekDamTanjunganKecamatanKemlagi. Pasal49 PenetapanKSKdarisudutkepentingansosialdanbudayasebagaimanadimaksuddalamPasal47ayat (3) huruf b berupa kawasan strategis perlindungan benda cagar budaya terdapat di Kecamatan Trowulan,KecamatanTrawas,KecamatanPuri,danKecamatanPacet. Pasal50 23

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

5.

6.

Penetapan KSK dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup sebagaimana dimaksuddalamPasal47ayat(3)hurufcmeliputi: a. kawasan wisata alam di kawasan agropolitan Kecamatan Trawas, Kecamatan Pacet, dan KecamatanGondang; b. kawasanrawanbencanameliputi: 1. kawasanrawangunungberapiterletakdiKecamatanTrawasdanKecamatanPacet; 2. kawasanrawanlongsorterletakdiKecamatanKemlagi,KecamatanGondang,Kecamatan Pacet,KecamatanTrawas,KecamatanNgoro,danKecamatanDawarblandong;dan 3. kawasanrawanbanjirterletakdiKecamatanMojoanyar,KecamatanBangsal,Kecamatan Sooko, Kecamatan Pungging, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Dawarblandong, dan KecamatanTrowulan. ARAHANPEMANFAATANRUANGWILAYAHKABUPATEN Pasal51 (1) Arahan pemanfaatan ruang wilayahkabupatenmerupakanperwujudanstrukturruang, pola ruang,dankawasanstrategiskabupaten. (2) Arahanpemanfaatanruangkabupatenterdiriatas: a. indikasiprogramutama; b. indikasisumberpendanaan; c. indikasiinstansipelaksanakegiatan;dan d. indikasiwaktupelaksanaan. (3) Indikasiprogramutamasebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufameliputi: a. indikasiprogramutamaperwujudanstrukturruang; b. indikasiprogramutamaperwujudanpolaruang;dan c. indikasiprogramutamaperwujudankawasanstrategiskabupaten. (4) Indikasi sumber pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, pembiayaan masyarakat dan/atau sumberlainyangsahsesuaiketentuanperaturanperundangundangan. (5) Indikasiinstansipelaksanakegiatansebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufcterdiriatas Pemerintah,PemerintahProvinsi,PemerintahKabupaten,dan/ataumasyarakat. (6) Indikasi waktu pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d terdiri atas 4 (empat)tahapanmeliputi: a. tahappertama,tahun20112015diprioritaskanpadapengembangan; b. tahapkedua,tahun20162020diprioritaskanpadapengembangandanpeningkatan; c. tahapketiga,tahun20212025diprioritaskanpeningkatandanpemantapan;dan d. tahapkeempat,tahun20262031diprioritaskanpadapemantapan. (7) Indikasiprogramutama,indikasisumberpendanaan,indikasiinstansipelaksanakegiatan,dan waktupelaksanaandapatdilihatpadalampiranVIyangmerupakanbagiantidakterpisahkan dariperaturandaerahini. KETENTUANPENGENDALIANPEMANFAATANRUANGWILAYAH 24

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Pasal52 Ketentuanpengendalianpemanfaatanruangdiselenggarakanmelaluipenetapan: a. ketentuanumumperaturanzonasi; b. ketentuanperizinan; c. ketentuanpemberianinsentifdandisinsentif;dan d. arahansanksi. 6.1KetentuanUmumPeraturanZonasi Pasal53 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a disusun sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang berdasarkan rencana tata ruang untuk setiapzonapemanfaatanruang. (2) Ketentuanumumperaturanzonasimemuat: a. ketentuan umum kegiatan yang diperbolehkan, kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat,dankegiatanyangtidakdiperbolehkan; b. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruang; c. ketentuanumumprasaranadansaranaminimumyangdisediakan;dan d. ketentuankhusussesuaidengankaraktermasingmasingzona. (3) Dalam ketentuan umum peraturan zonasi sesuai dengan rencana rinci tata ruang dimaksud, meliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasisistempusatkegiatan; b. ketentuanumumperaturanzonasisistemjaringantransportasi; c. ketentuanumumperaturanzonasisistemjaringanenergi/kelistrikan; d. ketentuanumumperaturanzonasisistemjaringantelekomunikasi; e. ketentuanumumperaturanzonasisistemjaringansumberdayaair; f. ketentuanumumperaturanzonasisistemprasaranalainnya; g. ketentuanumumperaturanzonasikawasanlindung; h. ketentuanumumperaturanzonasikawasanbudidaya;dan i. ketentuanumumperaturanzonasikawasanstrategiskabupaten. KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemPusatKegiatan Pasal54 KetentuanumumperaturanzonasipadasistempusatkegiatansebagaimanadimaksuddalamPasal 53ayat(3)hurufameliputi: a. ketentuan umum peraturan zonasi pada PKLp dengan kegiatan berskala kabupaten sesuai denganpenetapanbataskawasanperkotaansebagaiPKLp; b. ketentuanumumperaturanzonasipadaPPK,kegiatanberskalakecamatan,denganpenetapan batasperkotaankecamatandimasingmasingibukotakecamatan;dan c. ketentuan umum peraturan zonasi pada PPL, kegiatan berskala beberapa desa, dengan penetapanbatasPPLdimasingmasingdesapusatpertumbuhanataupusatagrobisnis. Pasal55 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi PKLp sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 huruf a 25

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(2)

(3)

meliputi; a. ketentuanumumperaturanzonasipusatpemerintahan; b. ketentuanumumperaturanzonasiperkantoran; c. ketentuanumumperaturanzonasiperdagangandanjasa; d. ketentuanumumperaturanzonasipelayanankesehatan; e. ketentuanumumperaturanzonasiperumahan; f. ketentuanumumperaturanzonasiindustri; g. ketentuanumumperaturanzonasipariwisata;dan h. ketentuanumumperaturanzonasipertanian. Ketentuanumumperaturanzonasipusatpemerintahandiarahkandenganketentuansebagai berikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan perkantoran pemerintahan dan swasta, serta kegiatan pembangunan prasaranadansaranaumumpendukungperkantoransepertisaranapejalankakiyang menerus, sarana olahraga, sarana peribadatan, sarana perparkiran, sarana kuliner, sarana transportasi umum, ruang terbuka, dan jaringan utilitas perkantoran yang dilengkapiaksesibilitasbagipenyandangcacat; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk mendukung kegiatan perkantoran pemerintahan dan swasta sesuai dengan penetapanKDB,KLB,danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar70(tujuhpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar6,0(enam);dan 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen e. ketentuanumumprasaranadansaranayangdisediakansesuaidengankebutuhan. Ketentuanumumperaturanzonasiperkantorandiarahkandenganketentuan: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan perkantoran pemerintahan dan swasta, serta kegiatan pembangunan prasaranadan saranaumumpendukungperkantoranseperti saranapejalankakiyang menerus, sarana olahraga, sarana peribadatan, sarana perparkiran, sarana kuliner, sarana transportasi umum, ruang terbuka, dan jaringan utilitas perkantoran yang dilengkapiaksesibilitasbagipenyandangcacat; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk mendukung kegiatan perkantoran pemerintahan dan swasta sesuai dengan penetapanKDB,KLB,danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 26

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(4)

(5)

(6)

1. KDBpalingtinggisebesar60(tujuhpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar4,0(empat);dan 3. KDHpalingrendahsebesar30(tigapuluh)persen e. ketentuanumumprasaranadansaranayangdisediakansesuaidengankebutuhan. Ketentuan umum peraturan zonasi perdagangan dan jasa diarahkan dengan ketentuan sebagaiberikut: kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan perdagangan skala regional, a. perkantoran,perhotelan,penginapan,danrekreasi; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untukmendukungkegiatanperdagangandanjasasesuaidenganpenetapanKDB,KLB, danKDHyangditetapkan; c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputiindustrimenengah,kegiatankegiatanyang mengganggukenyamanan,dankeamanansertamenimbulkanpencemaran; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar80(delapanpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar6,0(enam);dan 3. KDHpalingrendahsebesar10(sepuluh)persen e. ketentuanumumprasaranadansaranaminimumyangdisediakanmeliputi: 1. prasarana dan sarana pejalan kaki yang menerus, prasarana taman, prasarana parkir,prasaranayang mendukung pengembangancyber city, sarana peribadatan, ruangterbukauntuksektorinformal,saranakulinerdansaranatransportasiumum; 2. pusatperdagangandanjasabernuansamodern,sertamembentuksuperblockdan mixuse;dan 3. sarana media ruang luar komersial harus memperhatikan tata bangunan dan tata lingkungan. Ketentuan umum peraturan zonasi pelayanan kesehatan diarahkan dengan ketentuan sebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan untuk prasarana dan sarana kesehatan sesuai dengan skala pelayanan yang ditetapkan, dan penghijauan sertakegiatanpembangunanfasilitaspenunjangpelayanankesehatan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat meliputi pemanfaatan ruang secara terbatas untuk mendukung kegiatan kesehatan sesuai denganKDB,KLB,danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb;dan d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar70(tujuhpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,0(dua);dan 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen. Ketentuanumumperaturanzonasiperumahandiarahkandenganketentuansebagaiberikut: 27

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(7)

kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan perumahan, kegiatan pembangunanprasaranadansaranalingkunganperumahansesuaidenganpenetapan amplop bangunan, penetapan tema arsitektur bangunan, penetapan kelengkapan bangunan lingkungan, dan penetapan jenis dan syarat penggunaan bangunan yang diizinkan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat meliputi pemanfaatan ruang secara terbatas untuk mendukung kegiatan permukiman beserta prasaranadansaranalingkungan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuanumumperaturanzonasiindustridiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunanindustridanfasilitaspenunjangindustridenganmemperhatikankonsep eco industrial park meliputi perkantoran industri, terminal barang, pergudangan, tempatibadah,fasilitasolahraga,wartel,danjasajasapenunjangindustrimeliputijasa promosidaninformasihasilindustri,jasaketenagakerjaan,jasaekspedisi,dansarana penunjang lainnya meliputi IPAL terpusat untuk pengelolaan limbah bahan berbahaya danberacun; b. kegiatanindustrisebagaimanadimaksudpadahurufatidakdiperbolehkandilaksanakan diPKLpMojosari; c. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untukmendukungkegiatanindustrisesuaidenganpenetapanKDB,KLB,danKDHyang ditetapkan; d. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb; e. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar60(enampuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,1(duakomasatu); 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen; 4. persentase koefisien dasar bangunan sebesar 60 (enam puluh) persen dan ruang terbukahijausebesar10(sepuluh)persen; 5. pada kawasan industri diizinkan untuk kegiatan lain yang berupa hunian, rekreasi, serta perdagangan dan jasa dengan luas total tidak melebihi 10 (sepuluh) persen totalluaslantai;dan 6. lokasi zona industri polutif tidak bersebelahan dengan kawasan permukiman dan kawasanlindung. f. ketentuan umum prasarana dan sarana yang yang disediakan meliputi perkantoran industri,terminalbarang,tempatibadah,fasilitasolahraga,pemadamkebakaran,IPAL, rumahtelkom,danjasajasapenunjangindustrisepertijasapromosidaninformasihasil industri,jasaketenagakerjaan,danjasaekspedisi. 28

a.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

Ketentuanumumperaturanzonasipariwisatadiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan pariwisata dan fasilitas penunjang pariwisata, kegiatan pemanfaatan potensi alam dan budaya masyarakat sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, kegiatan perlindungan terhadap situs peninggalan kebudayaan masa lampau(heritage); b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang secara terbatas untuk menunjang kegiatan pariwisata sesuai dengan penetapan KDB, KLB,danKDHyangditetapkan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. (9) Ketentuanumumperaturanzonasipertaniandiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang berupa kegiatan pertanian, pembangunan prasarana dan sarana penunjang pertanian, kegiatan pariwisata,kegiatanpenelitiandanpenghijauan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat tidak mengubahfungsilahan pertanian pangan berkelanjutandantidakmengganggufungsi utamakawasanpertanian;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Pasal56 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 huruf b meliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasiperkantoranpemerintahan; b. ketentuanumumperaturanzonasiperdagangandanjasa; ketentuanumumperaturanzonasiperumahan; c. d. ketentuanumumperaturanzonasipendidikan; e. ketentuanumumperaturanzonasipariwisata;dan f. ketentuanumumperaturanzonasipertanian. (2) Ketentuanumumperaturanzonasiperkantoranpemerintahansebagaimanadimaksudpada ayat(1)hurufadiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan berupa kegiatankegiatan pelayanan umum kantor kecamatan dan pelayanan umum kantor kelurahan, penghijauan, pembangunan prasaranadansaranaperkantoranpemerintahan; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untukmendukungkegiatanperkantoranpemerintahansesuaidenganpenetapanKDB, KLB,danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa kegiatankegiatan yang menimbulkan gangguandankenyamanankegiatanpelayananumum;dan d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 29

(8)

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(3)

(3)

(4)

1. KDBpalingtinggisebesar60(enampuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,0(dua);dan 3. KDHpalingrendahsebesar30(tigapuluh)persen. e. prasarana dan sarana minimum yang disediakan berupa prasarana penunjang kantor kecamatan,kantorkelurahan,saranaperparkiran,saranaibadah,dansaranaolahraga. Ketentuanumumperaturanzonasiperdagangandanjasasebagaimanadimaksudpadaayat (1)hurufbdiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputikegiatanperdagangandanjasa; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untukmendukungkegiatanperdagangandanjasasesuaidenganpenetapanKDB,KLB, danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatankegiatan yang mengganggu kenyamanandankemanansertamenimbulkanpencemaran; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar70(tujuhpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,0(dua); 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen;dan 4. sarana media ruang luar komersial harus memperhatikan tata bangunan dan tata lingkungan. e. prasaranadansarana minimum yang disediakansepertiprasaranadan saranapejalan kaki yang menerus, prasarana taman, prasarana parkir, sarana peribadatan, ruang terbukauntuksektorinformal,saranakulinerdansaranatransportasiumum;dan Ketentuanumumperaturanzonasiperumahansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufc diarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan perumahan, kegiatan pembangunanprasaranadansaranalingkunganperumahansesuaidenganpenetapan amplop bangunan, penetapan tema arsitektur bangunan, penetapan kelengkapan bangunan lingkungan dan penetapan jenis dan syarat penggunaan bangunan yang diizinkan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat meliputi pemanfaatan ruang secara terbatas untuk mendukung kegiatan permukiman beserta prasaranadansaranalingkungan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuanumumperaturanzonasikawasanpendidikansebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufddiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatanyangdiperbolehkanpadakawasanpendidikanmeliputipembangunangedung pendidikan,pembangunanprasaranadansaranapenunjangkawasanpendidikanuntuk sekolahlanjutanpertama,danpenghijauan; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang 30

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

untuk mendukung kawasan pendidikan sesuai dengan penetapan KDB, KLB, dan KDH yangditetapkan;dan c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatankegiatanyangdapatmenimbulkan kebisingan, mengganggu kemananan dan kenyamanan kegiatan pendidikan untuk sekolahlanjutanpertama;dan d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar60(enampuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2(dua)lantai;dan 3. KDHpalingrendahsebesar30(tigapuluh)persen (5) Ketentuanumumperaturanzonasi pariwisata sebagaimanadimaksudpadaayat (1)huruf e diarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan pariwisata dan fasilitas penunjang pariwisata, kegiatan pemanfaatan potensi alam dan budaya masyarakat sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, kegiatan perlindungan terhadap situs peninggalan kebudayaan masa lampau(heritage); b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang secara terbatas untuk menunjang kegiatan pariwisata sesuai dengan penetapan KDB, KLB,danKDHyangditetapkan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. (6) Ketentuan umum peraturan zonasi pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f diarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang berupa kegiatan pertanian, pembangunan prasarana dan sarana penunjang pertanian, kegiatan pariwisata,kegiatanpenelitiandanpenghijauan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat tidak mengubahfungsilahan pertanianpanganberkelanjutandan tidakmengganggufungsi utamakawasanpertanian;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. pasal57 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi PPL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 huruf d meliputi a. ketentuanumumperaturanzonasiperkantoranpemerintahan; b. ketentuanumumperaturanzonasiperdagangandanjasa; c. ketentuanumumperaturanzonasiperumahan; d. ketentuanumumperaturanzonasipendidikan; e. ketentuanumumperaturanzonasiindustripertanian; f. ketentuanumumperaturanzonasipariwisata;dan 31

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(2)

(3)

(7)

g. ketentuanumumperaturanzonasipertanian. Ketentuanumumperaturanzonasiperkantoranpemerintahansebagaimanadimaksudpada ayat(1)hurufadiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan berupa kegiatankegiatan pelayanan umum kantor kecamatan dan pelayanan umum kantor kelurahan, penghijauan, pembangunan prasaranadansaranaperkantoranpemerintahan; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untukmendukungkegiatanperkantoranpemerintahansesuaidenganpenetapanKDB, KLB,danKDHyangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa kegiatankegiatan yang menimbulkan gangguandankenyamanankegiatanpelayananumum;dan d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar60(enampuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,0(dua);dan 3. KDHpalingrendahsebesar30(tigapuluh)persen. e. prasarana dan sarana minimum yang disediakan berupa prasarana penunjang kantor desa,kantorkelurahan,saranaperparkiran,saranaibadah,dansaranaolahraga. Ketentuanumumperaturanzonasiperdagangandanjasasebagaimanadimaksudpadaayat (1)hurufbdiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputikegiatanperdaganganskalalokal; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanpemanfaatanruanguntuk mendukungkegiatanperdagangandanjasasesuaidenganpenetapanKDB,KLB,danKDH yangditetapkan; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatankegiatan yang mengganggu kenyamanandankemanansertamenimbulkanpencemaran; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar70(tujuhpuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2,0(dua); 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen;dan 4. sarana media ruang luar komersial harus memperhatikan tata bangunan dan tata lingkungan. e. prasarana dansarana minimumyangdisediakanseperti prasaranadansaranapejalan kaki yang menerus, prasarana taman, prasarana parkir, sarana peribadatan, ruang terbukauntuksektorinformal,saranakulinerdansaranatransportasiumum;dan Ketentuanumumperaturanzonasikegiatanperumahansebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufcdiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan perumahan, kegiatan pembangunanprasaranadan saranalingkunganperumahansesuaidenganpenetapan amplop bangunan, penetapan tema arsitektur bangunan, penetapan kelengkapan bangunan lingkungan dan penetapan jenis dan syarat penggunaan bangunan yang 32

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(8)

(9)

diizinkan; kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat meliputi pemanfaatan ruang secara terbatas untuk mendukung kegiatan permukiman beserta prasaranadansaranalingkungan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuanumumperaturanzonasikawasanpendidikansebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufddiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatanyangdiperbolehkanpadakawasan pendidikanmeliputipembangunangedung pendidikan,pembangunanprasaranadansaranapenunjangkawasanpendidikanuntuk sekolahlanjutanpertama,danpenghijauan; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanpemanfaatanruanguntuk mendukung kawasan pendidikan sesuai dengan penetapan KDB, KLB, dan KDH yang ditetapkan;dan c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatankegiatanyangdapatmenimbulkan kebisingan, mengganggu kemananan dan kenyamanan kegiatan pendidikan untuk sekolahlanjutanpertama;dan d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar60(enampuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2(dua)lantai;dan 3. KDHpalingrendahsebesar30(tigapuluh)persen Ketentuan umum peraturan zonasi industri pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufediarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan industri dan fasilitas penunjang industri pengolahan hasil pertanian meliputi perkantoran industri, terminal barang, pergudangan, tempat ibadah, fasilitas olahraga, wartel, dan jasajasa penunjang industri meliputi jasa promosi dan informasi hasilindustri,jasaketenagakerjaan,jasaekspedisi,dansaranapenunjanglainnya; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanpemanfaatanruanguntuk mendukung kegiatan industri sesuai dengan penetapan KDB, KLB, dan KDH yang ditetapkan; c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatanselainsebagaimanadimaksudpada hurufadanhurufb; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. KDBpalingtinggisebesar50(limapuluh)persen; 2. KLBpalingtinggisebesar2(dua); 3. KDHpalingrendahsebesar20(duapuluh)persen; 4. persentase koefisien dasar bangunan sebesar 50 (enam puluh) persen dan ruang terbukahijausebesar10(sepuluh)persen; 5. pada kawasan industridiizinkanuntuk kegiatan lainyangberupahunian,rekreasi, b. 33

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

serta perdagangan dan jasa dengan luas total tidak melebihi 10 (sepuluh) persen totalluaslantai;dan 6. lokasizonaindustritidakbersebelahandengankawasanpermukimandankawasan lindung. e. ketentuan umum prasarana dan sarana yang yang disediakan meliputi perkantoran industri, tempat ibadah, fasilitas olahraga, pemadam kebakaran, IPAL, rumah telkom, dan jasajasa penunjang industri seperti jasa promosi dan informasi hasil industri, jasa ketenagakerjaan,danjasaekspedisi. (10) Ketentuan umum peraturan zonasi pariwisata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f diarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan pembangunan pariwisata dan fasilitas penunjang pariwisata, kegiatan pemanfaatan potensi alam dan budaya masyarakat sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan,kegiatanperlindunganterhadapsituspeninggalankebudayaanmasalampau (heritage); b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanpemanfaatanruangsecara terbatasuntukmenunjangkegiatanpariwisatasesuaidenganpenetapanKDB,KLB,dan KDHyangditetapkan;dan c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatanselainsebagaimanadimaksudpada hurufadanhurufb. (11) Ketentuan umum peraturan zonasi pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g diarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pemanfaatan ruang berupa kegiatan pertanian, pembangunan prasarana dan sarana penunjang pertanian, kegiatan pariwisata,kegiatanpenelitian,dankegiatanpenghijauan; b. kegiatan selain yang dimaksud pada huruf a diperbolehkan dengan syarat tidak mengubah fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan tidak mengganggu fungsi utamakawasanpertanian;dan c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatanselainsebagaimanadimaksudpada hurufadanhurufb. KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemJaringanTransportasi Pasal58 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi pada sistem jaringan transportasi sebagaimana dimaksud dalamPasal53ayat(3)hurufb,meliputi: a. ketentuanumumperaturan zonasiuntukjaringanjalanarteriprimer /kolektor primer/ lokalprimer;dan b. ketentuanumumperaturanzonasiuntukjaringanjalurkeretaapi. (2) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan jalan arteri primer disusun dengan memperhatikan: a. jalan arteri primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 60 (enam 34

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(3)

(4)

(5)

puluh)kilometerperjamdenganlebarbadanjalanpalingsedikit11(sebelas)meter; jalan arteri primer mempunyai kapasitas yang lebih besar dari volume lalu lintas rata rata; c. padajalanarteriprimerlalulintasjarakjauhtidakbolehtergangguolehlalulintasulang alik,lalulintaslokal,dankegiatanlokal; d. jumlah jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi sedemikian rupa sehingga ketentuan sebagaimanadimaksudpadaayat(1),ayat(2),danayat(3)harustetapterpenuhi; e. lebarruangpengawasanjalanarteriprimerminimal15(limabelas)meter; f. persimpangan sebidang pada jalan arteri primer dengan pengaturan tertentu harus memenuhiketentuansebagaimanadimaksudpadaayat(1),ayat(2),danayat(3);dan g. jalanarteriprimeryangmemasukikawasanperkotaandan/ataukawasan: 1. pengembanganperkotaantidakbolehterputus. 2. ketentuan pelarangan alih fungsi lahan yang berfungsi lindung di sepanjang sisi jalannasional;dan 3. penetapangarissempadanbagunandisisijalannasional/provinsi/kabupatenyang memenuhiketentuanruangpengawasanjalan. Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan jalan kolektor primer disusun dengan memperhatikan: a. jalankolektorprimerdidesainberdasarkankecepatanrencanapalingrendah40(empat puluh)kilometerperjamdenganlebarbadanjalanpalingsedikit9(sembilan)meter; b. jalankolektorprimermempunyaikapasitasyanglebihbesardarivolumelalulintasrata rata; c. jumlahjalanmasukdibatasidandirencanakansehinggaketentuansebagaimana d. dimaksudpadaayat(1)danayat(2)masihtetapterpenuhi; e. persimpangan sebidang pada jalan kolektor primer dengan pengaturan tertentu harus tetapmemenuhiketentuansebagaimanadimaksudpadaayat(1),ayat(2),danayat(3); f. jalan kolektor primer yang memasuki kawasan perkotaan dan/atau kawasan pengembanganperkotaantidakbolehterputus;dan g. lebarruangpengawasanjalankolektorprimerminimal10(sepuluh)meter. Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan jalan lokal primer disusun dengan memperhatikan: a. jalanlokalprimerdidesainberdasarkankecepatanrencanapalingrendah20(duapuluh) kilometerperjamdenganlebarbadanjalanpalingsedikit7,5(tujuhkomalima)meter; b. jalanlokalprimeryangmemasukikawasanperdesaantidakbolehterputus;dan c. lebarruangpengawasanjalanlokalprimerminimal7(tujuh)meter. Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan jalur kereta api disusun dengan memperhatikan: a. pemanfaatan ruang di sepanjang sisi jaringan jalur kereta api dilakukan dengan tingkat intensitas menengah hingga tinggi yang kecenderungan pengembangan ruangnya dibatasi; b. 35

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

ketentuan pelarangan pemanfaatan ruang pengawasan jalur kereta api yang dapat mengganggukepentinganoperasidankeselamatantransportasiperkeretaapian; c. pembatasan pemanfaatan ruang yang peka terhadap dampak lingkungan akibat lalu lintaskeretaapidisepanjangjalurkeretaapi; d. pembatasanjumlahperlintasansebidangantarajaringanjalurkeretaapidanjalan;dan penetapan garis sempadan bangunan di sisi jaringan jalur kereta api dengan e. memperhatikandampaklingkungandankebutuhanpengembanganjaringanjalurkereta api. KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemEnergi/Kelistrikan Pasal59 Ketentuan umum peraturan zonasi pada sistem jaringan energi/kelistrikan sebagaimana dimaksud dalamPasal53ayat(3)hurufcmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pembangunanpembangkitlistrikdenganmemperhatikanjarakamandarikegiatanlain; 2. penetapanarealkonservasidisekitarlokasiSUTTdanSUTETyaitusekitar20(duapuluh) meterpadasetiapsisitianglistrik;dan 3. penetapan sempadan SUTT 66 (enam puluh enam) kilovolt tanah datar dan sempadan SUTT150(seratuslimapuluh)kilovolttanahdatar. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. jaringan transmisi tenaga listrik disusun dengan memperhatikan ketentuan pelanggaran pemanfaatanruangbebasdisepanjangjalurtransmisisesuaidenganketentuanperaturan perundangundangan; 2. kegiatan pengembangan di sekitar lokasi SUTT dan SUTET yang melewati Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Bangsal, Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Gondang, Kecamatan Trowulan, dan KecamatanPuri; 3. dalamkondisidibawahjaringantinggiterdapatbangunanmakaharusdisediakanjaringan pengamanan; 4. lapanganterbukapadakawasanluarkotapalingsedikit7,5(tujuhkomalima)meterdari SUTTdan11(sebelas)meteruntukSUTET; 5. lapanganolahragapalingsedikit13,5(tigabelaskomalima)meterdariSUTTdan15(lima belas)meteruntukSUTET; 6. jalan raya paling sedikit 9 (sembilan) meter dari SUTT dan 15 (lima belas) meter untuk SUTET; 7. pohon/tanaman paling sedikit 4,5 (empat koma lima) meter dari SUTT dan 8,5 (delapan komalima)meteruntukSUTET; 8. bangunantidaktahanapipalingsedikit13,5(tigabelaskomalima)meterdariSUTTdan15 (limabelas)meteruntukSUTET; 9. bangunan perumahan, perdagangan jasa, perkantoran, pendidikan dan lainnya paling sedikit4,5(empatkomalima)meterdariSUTTdan8,5(delapankomalima)meteruntuk b. 36

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

SUTET; 10. SUTT lainnya, penghantar udara tegangan rendah dan jaringan telekomunikasi paling sedikit4,5(empatkomalima)meterdariSUTTdan8,5(delapankomalima)meteruntuk SUTET; 11. jembatanbesi,rangkabesipenghantarlistrik,danlainnyapalingsedikit4(empat)meter dariSUTTdan8,5(delapankomalima)meterdariSUTET; 12. pompa bensin/tangki bensin paling sedikit 20 (dua puluh) meter dari SUTT dan 50 (lima puluh)meterdariSUTETdenganproyeksipenghantarpalingluarpadabidangdataryang melewatikakitiang;dan 13. tempat penimbunan bahan bakar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari SUTT dan SUTET dengan proyeksi penghantar paling luar pada bidang datar yang melewati kaki tiang. c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: 1. di bawah jaringan tegangan tinggi tidak boleh ada fungsi bangunan yang langsung digunakanmasyarakat;dan 2. SPPBE tidak diletakkan di kawasan permukiman dan disesuaikan dengan peraturan perundangan; KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemJaringanTelekomunikasi Pasal60 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksuddalamPasal53ayat(3)hurufemeliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasiuntukjaringankabel;dan b. ketentuanumumperaturanzonasiuntukjaringannonkabel; (2) Ketentuanumumperaturanzonasiuntukjaringankabelsebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufadiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan prasarana dan sarana sistemjaringantelekomunikasidanfasilitaspenunjangsistemjaringantelekomunikasi; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada huruf a yang tidak membahayakan keamanan dan keselamatan manusia, lingkungan sekitarnya dan yang tidak mengganggu fungsi sistem jaringan telekomunikasi;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang membahayakan keamanan dan keselamatan manusia, lingkungan sekitarnya dan yang dapat mengganggu fungsi sistemjaringantelekomunikasi. (3) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan non kabel sebagaimana dimaksud pada ayat(1)hurufbdiarahkandenganketentuansebagaiberikut: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan prasarana dan sarana telekomunikasidanfasilitaspenunjangsistemjaringantelekomunikasi; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanyangtidakmengganggu sejauhradissesuaitinggimenara; 37

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan membangun menara telekomunikasiyangberadapadabangunanyangmenyediakanfasilitashelipad; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. jarak antar menara BTS pada wilayah yang datar minimal 10 (sepuluh) kilometer, dan pada wilayah yang bergelombang/berbukit/pegunungan minimal 5 (lima) kilometer; 2. menaratelekomunikasiuntukmendukungsistemtrasmisiradiomicrowave,apabila merupakan menara rangka yang dibangun di atas permukaan tanah maksimum tingginya72(tujuhpuluhdua)meter; 3. menara telekomunikasi untuk sistem telekomunikasi yang dibangun di atas permukaantanahmaksimumtingginya50(limapuluh)meter;dan 4. menaratelekomunikasidilarangdibangunpadalahandengantopografilebihdari 800(delapanratus)meterdpldanlerenglebihdari20(duapuluh)persen. e. ketentuanumumprasaranadansaranaminimumyangdisediakanmeliputipentanahan (grounding), penangkal petir, catu daya, lampu halangan penerbangan (aviation obstructionlight),danmarkahalanganpenerbangan(aviationobstructionmarking). KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemJaringanSumberDayaAir Pasal61 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jaringan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalamPasal53ayat(3)huruffmeliputiarahanperaturanzonasiuntukjaringansungai. (2) Ketentuanumum peraturanzonasiuntuk jaringansungaisebagaimanadimaksud padaayat (1)diarahkandenganketentuansebagaiberikut: kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan normalisasi sungai, dan kegiatan a. pengamanansungai; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada huruf a yang tidak mengganggu fungsi konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air dan fungsi sistem jaringansumberdayaair; kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang dapat menggangu fungsi c. sungaisebagaisumberairsertajaringanirigasi,sistempengendalianbanjir,dansistem pengamananpantaisebagaiprasaranasumberdayaair; d. ketentuanumumintensitaspemanfaatanruangmeliputi: 1. daerah sempadan yang tidak dibebaskan dengan persentase luas RTH minimal 15 (limabelas)persen; 2. garissempadansungaibertangguldiluarkawasanperkotaanpalingsedikit5(lima) meterdandidalamkawasanperkotaanpalingsedikit3(tiga)meterdisebelahluar sepanjangkakitanggul; 3. garis sempadan sungai tak bertanggul di luar kawasan perkotaan untuk sungai besar paling sedikit 100 (seratus) meter dan sungai kecil paling sedikit 50 (lima puluh)meterdihitungdaritepisungai; 38

c.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

4. garis sempadan sungai tak bertanggul di dalam kawasan perkotaan paling sedikit 10 (sepuluh) meter untuk sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 3 (tiga)meter; 5. garissempadansungaitakbertangguldidalamkawasanperkotaanpalingsedikit15 (limabelas)meteruntuksungaiyangmempunyaikedalamanantara3(tiga)meter sampaidengan20(duapuluh)meter;dan 6. garissempadansungaitakbertangguldidalamkawasanperkotaanpalingsedikit30 (tiga puluh) meter untuk sungai yang mempunyai kedalaman lebih dari 20 (dua puluh)meter. KetentuanUmumPeraturanZonasiSistemJaringanPrasaranaLainnya Pasal62 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk sistem infrastruktur perkotaan sebagaimana dimaksuddalamPasal53ayat(2)hurufgmeliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanpersampahan; b. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanprasaranaairminum; c. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanairlimbah; d. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringandrainase;dan e. ketentuanumumperaturanzonasiuntukjalurevakuasibencana. (2) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk sistem jaringan persampahan sebagaimana dimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasiuntukTPS; b. ketentuanumumperaturanzonasiuntukTPST;dan c. ketentuanumumperaturanzonasiuntukTPA. (3) Ketentuanumum peraturan zonasi untuk TPS sebagaimanadimaksud pada ayat(2)hurufa meliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pengoperasian TPS berupa pemilahan danpengumpulansampah; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pertanian non pangan, kegiatan penghijauan, kegiatan permukiman dalam jarak yang aman dari dampak pengelolaan persampahan, dan kegiatan lain yang tidak mengganggu fungsi kawasan peruntukanTPS; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang dapat mengganggu operasionalisasipersampahandanmengganggufungsikawasanperuntukanTPS; d. intensitas pemanfaatan ruang meliputi persentase luas lahan terbangun sebesar 10 (sepuluh) persen dan luas lahan minimal 100 (seratus) meter persegi untuk melayani pendudukpendukung2500(duaribulimaratus)jiwa;dan e. prasarana dan sarana minimum yang disediakan meliputi ruang pemilahan, gudang, tempat pemindah sampah yang dilengkapi dengan landasan container dan pagar tembokkeliling. (4) KetentuanumumperaturanzonasiuntukTPSTsebagaimanadimaksudpadaayat(2)hurufb 39

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(5)

(6)

diarahkanmeliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pengoperasian TPST berupa pengolahan, pemrosesan akhir sampah, dan pengurugan berlapis bersih (sanitary landfill); b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pertanian non pangan, kegiatan penghijauan, kegiatan permukiman dalam jarak yang aman dari dampak pengelolaan persampahan, dan kegiatan lain yang tidak mengganggu fungsi kawasan peruntukanTPST; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang dapat mengganggu operasionalisasipersampahandanmengganggufungsikawasanperuntukanTPST; d. intensitas pemanfaatan ruang meliputi persentase luas lahan terbangun sebesar 10 (sepuluh)persen,danluaslahanminimal300(tigaratus)meterpersegiuntukmelayani pendudukpendukung30.000(tigapuluhribu)jiwa;dan e. prasarana dan sarana minimum yang disediakan meliputi ruang pemilahan 30 (tiga puluh) meter persegi, pengomposan sampah organik 200 (dua ratus) meter persegi, gudang100(seratus)meterpersegi,tempatpemindahsampahyangdilengkapidengan landasancontainer60(enampuluh)meterpersegidanpagartembokkeliling. KetentuanumumperaturanzonasiuntukTPAsebagaimana dimaksudpadaayat(2)hurufc meliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputikegiatanpengoperasianTPAberupapemilahan, pengumpulan,pengolahan,pemrosesanakhirsampah,danpenguruganberlapisbersih (sanitarylandfill),pemeliharaanTPAsampah,danindustriterkaitpengolahansampah; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan pertanian non pangan, kegiatan penghijauan, kegiatan permukiman dalam jarak yang aman dari dampak pengelolaan persampahan, dan kegiatan lain yang tidak mengganggu fungsi kawasan peruntukanTPA; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang dapat mengganggu operasionalisasipersampahandanmengganggufungsikawasanperuntukanTPA; d. intensitas pemanfaatan ruang meliputi persentase luas lahan terbangun sebesar 20 (duapuluh)persen;dan e. prasaranadansaranaminimumyangdisediakanmeliputilahanpenampungan,sarana danperalatanpemrosesansampah,jalankhususkendaraansampah,kantorpengelola, tempatparkirkendaraan,tempatibadah,tempatolahragadanpagartembokkeliling. Ketentuan umum peraturan zonasi jaringan prasarana air minum sebagaimana dimaksud padaayat(1)hurufbmeliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan bangunan pengambilan air, penghijauan, dan pembangunan prasarana dan sarana sistem penyediaan air minum; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada huruf a yang tidak mengganggu keberlanjutan fungsi penyediaan air 40

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(7)

(8)

(9)

(10)

minum, mengakibatkan pencemaran air baku dari air limbah dan sampah, dan mengakibatkankerusakanprasaranadansaranapenyediaanairminum; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan yang mengganggu keberlanjutan fungsipenyediaanairminum,mengakibatkanpencemaranairbakudariairlimbahdan sampah, dan mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana penyediaan air minum; dan d. intensitaspemanfaatanruangmeliputipersentaseluaslahanterbangunpadazonaunit air baku maksimal sebesar 20 (dua puluh) persen, persentase luas lahan terbangun pada zona unit produksi maksimal sebesar 40 (empat puluh) persen; dan persentase luaslahanterbangunpadazonaunitdistribusimaksimalsebesar20(duapuluh)persen. Ketentuanumumperaturanzonasijaringanairlimbahsebagaimanadimaksudpadaayat(1) hurufcmeliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanairlimbahsetempat;dan b. ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanairlimbahterpusat. Ketentuanumumperaturanzonasiuntuksistemjaringanairlimbahsetempatsebagaimana dimaksudpadaayat(7)hurufameliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi pembangunan prasarana dan sarana air limbah dalamrangkamengurangi,memanfaatkankembali,danmengolahairlimbah; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksudpadahurufayangtidakmengganggufungsisistemjaringanairlimbah; kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi pembuangan sampah, dan kegiatan lain c. yangdapatmengganggufungsisistemjaringanairlimbah;dan d. intensitas pemanfaatan ruang meliputi persentase luas lahan terbangun maksimal sebesar10(sepuluh)persen. Ketentuan umum peraturan zonasi sistem jaringan air limbah terpusat sebagaimana dimaksudpadaayat(7)hurufbmeliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi pembangunan prasarana dan sarana air limbah dalamrangkamengurangi,memanfaatkankembali,danmengolahairlimbahindustri; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud pada huruf a yang tidak mengganggu fungsi sistem jaringan air limbah industri;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi pembuangan hasil industri, dan kegiatan lainyangdapatmengganggufungsisistemjaringanairlimbahindustri. Ketentuan umum peraturan zonasi untuk sistem jaringan drainase sebagaimana dimaksud padaayat(1)hurufdmeliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan prasarana dan sarana sistem jaringan drainase dalam rangka mengurangi genangan air dan mendukung pengendalianbanjir; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksudpadahurufayangtidakmengganggufungsisistemjaringandrainase;dan 41

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan pembuangan sampah, pembuanganlimbah,dankegiatanlainyangdapatmengganggufungsisistemjaringan drainase. (11) Ketentuan umum peraturan zonasi untuk jalur evakuasi bencana sebagaimana dimaksud padaayat(1)hurufemeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanberupakegiatanpembangunanprasaranadansaranajalur evakuasi bencana, kegiatan penghijauan, dan perlengkapan fasilitas jalan dan/atau pedestrian; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanpembangunanyangtidak mengganggufungsiprasaranadansaranajalurevakuasibencana; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan pembangunan yang dapat mengganggufungsidanperuntukanjalurevakuasibencana;dan d. prasarana dan sarana minimum yang disediakan meliputi sarana komunikasi umum yangsiappakaidanjalanlingkungandenganperkerasan. KetentuanUmumPeraturanZonasiKawasanLindung Pasal63 (1) KetentuanumumperaturanzonasikawasanlindungsebagaimanadimaksuddalamPasal53 ayat(3)hurufgterdiriatas: a. ketentuanumumperaturanzonasikawasanhutanlindung; b. ketentuan umum peraturan zonasi kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasanbawahannya; c. ketentuanumumkawasanperlindungansetempat; d. ketentuan umum peraturan zonasi kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya; e. ketentuanumumperaturanzonasikawasanbencanaalam;dan f. ketentuanumumperaturanzonasikawasanlindunggeologi. (2) Ketentuanumumperaturanzonasikawasanhutanlindungsebagaimanadimaksudpadaayat (1)hurufameliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pengembalianfungsikawasanhutanlindungyangterjadinyaalihakibatfungsi; 2. pelestariankeanekaragamanhayatidanekosistem; 3. melakukan program pembinaan, penyuluhan kepada masyarakat dalam upaya pelestariankawasanlindungdankawasanrawanbencana;dan 4. mengembalikan fungsi lindung kawasan yang telah terganggu fungsi lindungnya secara bertahap dan berkelanjutan sehingga dapat mempertahankan keberadaan kawasanhutanlindunguntukkepentinganhidrologis. b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat melakukan berbagai usaha dan/atau kegiatan penunjang kawasan lindung yang tidak mengganggu fungsi alam dan tidak mengubahbentangalamsertaekosistemalam;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan melakukan berbagai usaha dan/atau kegiatan yang 42

c.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(3)

(4)

mengganggufungsilindungdikawasanhutanlindung. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasanbawahannyasebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanberupapenyediaansumurresapanatauwadukpadalahan terbangunyangsudahada; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. kegiatan budi daya tidak terbangun yang memiliki kemampuan tinggi dalam menahanlimpasanairhujan; 2. kegiatanwisataalamdengansyarattidakmengubahbentangalam;dan 3. kegiatanpendidikandanpenelitiandengansyarattidakmengubahbentangalam. c. kegiatanyang tidakdiperbolehkan melakukanseluruhjeniskegiatanyangmengganggu fungsiresapanair. Ketentuanumumperaturanzonasikawasanperlindungansetempatsebagaimanadimaksud padaayat(1)hurufcmeliputi: a. ketentuanumumperaturanzonasipadasempadansungaimeliputi: 1. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: a) pemanfaatanruanguntukRTH; b) kegiatan pemasangan papan reklame, papan penyuluhan dan peringatan, ramburambupengamanan,sertasaranabantunavigasipelayaran;dan c) kegiatanpemasanganjaringankabellistrik,kabeltelepon,danpipaairminum. 2. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: a) kegiatanwisataalamdengansyarattidakmengganggukualitasairsungai;dan b) pendirian bangunan dibatasi hanya untuk menunjang fungsi pengelolaan sungaidantamanrekreasi. 3. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: a) mendirikanbangunanpadakawasansempadansungai;dan b) kegiatanyangmengancamkerusakandanmenurunkankualitassungai. b. ketentuanumumperaturanzonasisempadansaluranirigasimeliputi: 1. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputisaluranirigasiyanglangsungmengairisawah; 2. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputisaluranirigasiyangmelewati kawasan permukiman dan perdesaan dapat digunakan sebagai saluran drainase; dan 3. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: a) kegiatanalihfungsilindungyangmenyebabkankerusakankualitasairirigasi; b) pendirian bangunan sepanjang sempadan irigasi yang tidak memiliki kaitan denganpelestarianataupengelolaanirigasi;dan c) kegiatanyangmenyebabkanalihfungsilindungdankerusakankualitassumber air. c. ketentuanumumperaturanzonasikawasansekitarmataairmeliputi: 1. kegiatan yang diperbolehkan melakukan penghijauan dengan jenis tanaman 43

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(5)

(6)

tahunanyangproduksinyatidakdilakukandengancarapenebanganpohon; kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratberupapemanfaatansumbermataair untukkegiatanusahayangtidakmengganggufungsimataair; 3. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: a) kegiatan penggalian atau kegiatan lain yang sifatnya mengubah bentuk kawasansekitarmataairdan/ataudapatmengakibatkantertutupnyasumber mataair;dan b) kegiatanyangdapatmengganggufungsikawasansekitarmataair. Ketentuanumumperaturanzonasikawasansuakaalam,pelestarianalamdancagarbudaya sebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufdmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. kegiatanuntukkepentinganpenelitiandanpengembanganilmupengetahuandan pendidikan;dan 2. pelestariankeanekaragamantumbuhandansatwabesertaekosistemnyadidalam kawasancagaralam. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. kegiatanwisatayangtidakmerusaklingkungan; 2. pendirian bangunan yang menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, dan wisata; dan 3. kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat untukpengembanganilmupengetahuan. c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: 1. kegiatan yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah, bangunan arkeologi, monumen nasional, serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu;dan 2. kegiatan yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat dan merusakkekayaanbudaya. Ketentuanumumperaturanzonasikawasanbencanaalamsebagaimanadimaksudpadaayat (1)hurufemeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pemanfaatan dataran banjir bagi RTH dan pembangunan fasilitas umum dengan kepadatanrendah; 2. pemasangan pengumuman lokasi dan jalur evakuasi dari permukiman penduduk; dan 3. penyediaanjalurevakuasidanruangevakuasibencana. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. pendirian bangunan untuk kepentingan pemantauan ancaman bencana dan kepentinganumum;dan 2. kegiatan budi daya dengan teknis rekayasa teknologi yang sesuai dengan karakteristik. 2. 44

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: 1. kegiatan permukiman dan pembangunan prasarana utama di kawasan rawan gerakantanahsecarageologis;dan 2. kegiatan yang mengganggu fungsi lindung kawasan rawan letusan gunung berapi dengantingkatrisikotinggi. (7) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud pada ayat(1)huruffmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanberupakegiatanpendidikan,penelitiandanwisatageologi; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat berupa pendirian bangunan yang menunjangkegiatanpendidikan,penelitian,danwisatageologi;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa kegiatan yang mengganggu dan/atau menimbulkandampaknegatifbentangalam. KetentuanUmumPeraturanZonasiKawasanBudiDaya Pasal64 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan budi daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal53ayat(3)hurufhmeliputi: a. kawasanhutanproduksidanhutanrakyat; b. kawasanperuntukanpertanian; c. kawasanperuntukanperikanan; d. kawasanperuntukanpertambangan; e. kawasanperuntukanindustri; f. kawasanperuntukanpariwisata; kawasanperuntukanpermukiman;dan g. h. kawasanperuntukanpertahanandankeamanannegara. (2) Ketentuanumumperaturanzonasikawasanperuntukanhutanproduksidanhutanrakyat sebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufameliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. kegiatanpengembanganhutansecaraberkelanjutan; 2. kegiatanreboisasiataupenghijauandanrehabilitasihutan;dan 3. pengembangankegiatanpadalahanyangmemilikikesesuaianlahan. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyarat 1. pemanfaatanhasilhutansecaraterbatas;dan 2. pendirianbangunanuntukmenunjangkegiatanpemanfaatanhasilhutan. c. kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa kegiatan pengembangan budi daya lainnyayangmengurangiluashutan. (3) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksudpadaayat(1)hurufbmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pusat pengembangan pemasaran produk pertanian, peternakan, 45

c.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(4)

(5)

pengembangansapiperahdanpasaragrobisnis;dan 2. pengembanganpembibitanternakperdesaan(VillageBreedingCentre). b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. perubahanfungsisawahdiijinkanpadakawasanperkotaandenganperubahan maksimum50(limapuluh)persen; 2. perubahan fungsi sawah pada kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dengan penggantian lahan seluas 2 (dua) kali luas lahan yang akandialihfungsikandalam1(satu)pelayanandaerahirigasiyangsama; 3. perubahan fungsi sawah pada kawasan perdesaan diijinkan pada sepanjang jalanarteri,jalankolektor,danjalanlokalprimer,denganbesaranperubahan maksimum20(duapuluh)persendariluasansawahyangada; 4. perubahan fungsi sawah pada kawasan perdesaan sebagaimana dimaksud pada angka 3 harus dilakukan peningkatan irigasi setengah teknis menjadi irigasi teknis, dengan penggantian lahan seluas 2 (dua) kali luas lahan yang akandialihfungsikandalam1(satu)pelayanandaerahirigasiyangsama; 5. kegiatan pertanian tegalan, kebun campur dan sawah tadah hujan dengan komoditaspalawija,hortikulturadalamskalakecil; 6. kegiatan pertanian tegalan, kebun campur dan sawah tadah hujan boleh dialihfungsikan untuk kawasan terbangun dengan berbagai fungsi sesuai denganrencanatataruang;dan 7. kawasan perkebunan dapat dialihfungsikan untuk kegiatan penunjang agrowisatadanpenelitianterkaitperkebunan. c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi alih fungsi lahan pertanian tanaman panganberkelanjutandanperkebunanuntukkegiatanlain. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan perikanan sebagaimana dimaksudpadaayat(1)hurufdmeliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan pendirian bangunan untuk mendukung sarana perikanan; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat berupa kegiatan selain huruf a yang tidakmengganggukawasanperuntukanperikanan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa kegiatan budi daya yang mengganggu kualitasairsungaidanwadukuntukperikanandarat. Ketentuan umum peraturan zonasi untuk kawasan peruntukan pertambangan sebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufemeliputi: a. kegiatanyang diperbolehkan berupa kegiatanpenambanganmineral di Kecamatan Ngoro,KecamatanGedeg,danKecamatanJetis; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. kawasan bekas penambangan yang digunakan untuk kawasan hijau dan/atau kegiatan budi daya lainnya dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkunganhidup; 46

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(6)

(7)

(8)

setiap kegiatan usaha pertambangan harus menyimpan dan mengamankan tanahatasuntukkeperluanrehabilitasilahanbekaspenambangan;dan 3. padakawasanyangteridentifikasipertambanganminyakdangasyangbernilai ekonomitinggi,kegiataneksplorasidan/ataueksploitasitambangharussesuai denganketentuanperaturanperundangundangan. c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuanumumperaturanzonasikawasanperuntukanindustrisebagaimanadimaksud padaayat(1)huruffmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. penyediaanruanguntukzonapenyanggaberupasabukhijaudanRTH; 2. perumahankaryawan,fasilitasumumskalalokalsebagaipendukung kegiatan industri; 3. penyelenggaraanIPAL; 4. pengembangankawasansentraindustrirumahtanggaterutamapadakawasan perdesaandanperkotaan;dan 5. pengembangan fasilitas perekonomian berupa koperasi pada setiap pusat kegiatanperkotaandanperdesaan. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratberupapembangunanperumahanbaru sekitarkawasanperuntukanindustri;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan pariwisata sebagaimana dimaksudpadaayat(1)hurufgmeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pengembangan kegiatan untuk usaha jasa dan sarana pendukung pariwisata; dan 2. kegiatanperlindunganterhadapsituspeninggalanmasalampau(heritage) b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyarat 1. pendirianbangunanhanyauntukmenunjangkegiatanpariwisata; 2. pengembangan fasilitas pendukung dan akomodasi kegiatan agrowisata maksimal2,5(duakomalima)persendaritotalpengelolaanlahanagrowisata; 3. optimalisasipemanfaatanlahanlahantiduryangsementaratidakdiusahakan; 4. pengembangan perumahan dan permukiman di luar zona utama pariwisata dantidakmengganggubentangalamdandayatarikpariwisata; 5. pengembangankegiatankomersialsesuaidenganskaladayatarikpariwisata; c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan permukiman sebagaimana dimaksudpadaayat(1)hurufhmeliputi: 47

2.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. pengembangankegiatanindustrikecildanrumahtangga;dan 2. pengembangan permukiman perdesaan sebagai hunian berbasis agraris memanfaatkan lahan pertanian, halaman rumah, dan lahan kurang produktif sebagaibasiskegiatanusaha. b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. pengembangan permukiman ditunjang dengan pengembangan fasilitas perdagangan dan jasa, hiburan, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan pemerintahan; 2. pengembangan pada lahan yang sesuai dengan kemiringan lereng, ketersediaan,danmutusumberairminum; 3. pengembangan permukiman baru pada kawasan bebas dari potensi banjir/genangan; 4. temaarsitekturbangunanmenggunakanunsurbudayasetempat;dan 5. pengembangan permukiman kawasan khusus berupa penyediaan tempat peristirahatanpadakawasanpariwisatadankawasanpermukimanbarusesuai denganrencanatataruang. c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanberupapengembangankawasanterbangunyang beradadan/atauberbatasandengankawasanlindung. (9) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan negarasebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufimeliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputikegiatanpembangunanuntukprasaranadan saranapenunjangaspekpertahanandankemanannegarasesuaidenganketentuan peraturanperundangundangan; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputikegiatanselainyangdimaksud padahurufaberupapemanfaatanruangsecaraterbatasdanselektifsesuaidengan ketentuanperaturanperundangundangan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain yang dimaksud pada hurufadanhurufbberupakegiatanpemanfaatanruangkawasanbudidayatidak terbangun di sekitar kawasan pertahanan dan keamanan negara yang ditetapkan sebagaizonapenyangga. KetentuanUmumPeraturanZonasiKawasanStrategisKabupaten Pasal65 (1) Ketentuan umum peraturan zonasi pada kawasan strategis kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (3) huruf i meliputi ketentuan umum peraturan zonasi kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, ketentuan umum peraturan zonasi kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budaya, ketentuan umumperaturanzonasikawasanstrategisdarisudutkepentinganfungsidandayadukung lingkunganhidup. (2) Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan strategis dari sudut kepentingan 48

a.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(3)

(4)

pertumbuhanekonomisebagaimanadimaksudpadaayat(1)meliputi: a. kegiatan yang diperbolehkan berupa pembangunan prasarana dan sarana penunjangkawasanstrategisekonomi; b. kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat berupa penambahan fungsi ruang tertentu pada ruang terbuka di kawasan sepanjang masih dalam batas ambang penyediaanruangterbuka;dan c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputikegiatanselainsebagaimanadimaksud padahurufadanhurufb. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budayasebagaimanadimaksudpadaayat(1)meliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanmeliputi: 1. kegiatan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan danpendidikan;dan 2. kegiatanperlindunganterhadapsituspeninggalanmasalampau(heritage) b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratmeliputi: 1. pengembangan bangunan tidak boleh melebihi ketinggian dua per tiga dari candiyangada; 2. pengembanganbangunandisekitarkawasandibatasipengembangannya;dan 3. pengembangan kegiatan penunjang pariwisata tanpa menghilangkan identitas dankarakterkawasan. c. kegiatanyangtidakdiperbolehkanmeliputi: 1. perubahanruangyangdapatmengganggufungsidasarnya;dan 2. kegiatan yang intensitasnya tinggi sehingga mengganggu estetika dan fungsi monumentalcandi. Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan dayadukunglingkunganhidupsebagaimanadimaksudpadaayat(1)meliputi: a. kegiatanyangdiperbolehkanberupapembuatansumursumurresapan; b. kegiatanyangdiperbolehkandengansyaratberupakegiatanpercepatanrehabilitasi lahan;dan c. kegiatan yang tidak diperbolehkan meliputi kegiatan selain sebagaimana dimaksud padahurufadanhurufb.

Pasal66 (1) DikawasanbudidayadapatditetapkankegiatanselainsebagaimanadimaksuddalamPasal37, dengan ketentuan tidak mengganggu fungsi utama kawasan yang bersangkutan dan tidak melanggar ketentuan umum peraturan umum zonasi pola ruang sebagaimana diatur dalam peraturandaerahini. (2) Pemanfaatan ruang di kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan setelah adanya kajian komprehensif dan rekomendasi dari BKPRD Kabupaten Mojokerto. 49

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

6.2KetentuanPerizinan Pasal67 (1) Ketentuan perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b merupakan acuan bagi pejabat yang berwenang dalam pemberian izin pemanfaatan ruang berdasarkan rencana strukturruangdanpolaruangyangditetapkandalamperaturandaerahini. (2) Izinpemanfaatanruangsebagaimanadimaksudpadaayat(1)terdiriatas: a. izinprisip; b. izinlokasi; c. izinpenggunaanpemanfaatantanah; d. izinmendirikanbangunan;dan e. izinlainberdasarkanperaturanperundangundangan. (3) Segala bentuk kegiatan dan pembangunan prasarana harus memperoleh ijin pemanfaatan ruangyangmengacupadaRTRWkabupaten. (4) Setiap orang atau badan hukum yang memerlukan tanah dalam rangka penanaman modal wajibmemperolehijinpemanfaatanruangdariBupati. (5) Pelaksanaan prosedur izin pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh instansi yang berwenang denganmempertimbangkanrekomendasihasilforumkoordinasiBKPRD. (6) Setiappemanfaatanruangharusmendapatizinsesuaidenganperuntukanwilayahberdasarkan zonasiyangditetapkan. IzinPrinsip Pasal68 (1) Izin prinsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) huruf a merupakan persetujuan pendahuluanyangdiberikankepadaorangataubadanhukumuntukmenanamkanmodalatau mengembangkan kegiatan atau pembangunan di wilayah kabupaten, yang sesuai dengan arahankebijakandanalokasipenataanruangwilayah. (2) Izinprinsipdipakaisebagaikelengkapanpersyaratanteknispermohonanizinlainnya,yaituizin lokasi, izin penggunaan pemanfaatan tanah, izin mendirikan bangunan, dan izin lain berdasarkanperaturanperundangundangan.. (3) KetentuanlebihlanjutmengenaiizinprinsipakanditetapkandenganperaturanBupati. IzinLokasi Pasal69 (1) Izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) huruf b merupakan izin yang diberikan kepada orang atau badan hukum untuk memperoleh tanah/pemindahan hak atas tanah/menggunakantanahyangdiperlukandalamrangkapenanamanmodal. (2) Izinlokasidiberikandenganketentuansebagaiberikut: a. untukluas1(satu)hektarsampai25(duapuluhlima)hektardiberikanijinselama1(satu) tahun; b. untuk luas lebih dari 25 (dua puluh lima) hektar sampai dengan 50 (lima puluh) hektar diberikanijinselama2(dua)tahun;dan

50

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

c. untukluaslebihdari50(limapuluh)hektardiberikanijinselama3(tiga)tahun. (3) KetentuanlebihlanjutmengenaiizinlokasiakanditetapkandenganperaturanBupati. IzinPenggunaanPemanfaatanTanah Pasal70 (1) Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) hurufcmerupakanizinyangdiberikankepadapengusahauntukkegiatanpemanfaatanruang dengankriteriabatasanluasantanahlebihdari5.000(limaribu)meterpersegi. (2) Ketentuanlebihlanjutmengenaiizinpenggunaanpemanfaatantanahakanditetapkandengan peraturanBupati. IzinMendirikanBangunan Pasal71 (1) Izin mendirikan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) huruf d merupakan izin yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan persyaratanadministratifdanpersyaratanteknis. (2) Ketentuanlebihlanjutmengenaiizinmendirikanbangunanakanditetapkandenganperaturan Bupati. IzinLainBerdasarkanPeraturanPerundangundangan Pasal72 (1) Izin lain berdasarkan peraturan perundanundangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) huruf e merupakan ketentuan izin usaha pertambangan, perkebunan, pariwisata, industri,perdagangandanpengembangansektorallainnya,yangdisyaratkansesuaiperaturan perundangundangan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai izin lain berdasarkan peraturan perundangundangan ditetapkandenganperaturanBupati. 6.3KetentuanUmumInsentifdanDisinsentif Pasal73 (1) InsentifsebagaimanadimaksuddalamPasal52hurufcmerupakanperangkatatauupayauntuk memberikanimbalanterhadap pelaksanaankegiatanyangsejalandenganrencanatataruang wilayahberupa: a. keringanan pajak atau retribusi, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang,danpenyertaanmodal; b. pembangunanataupenyediaaninfrastrukturpendukung; c. kemudahanprosedurperizinan;dan d. pemberianpenghargaankepadamasyarakat,swastadan/atauunsurpemerintahdaerah. (2) Disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c merupakan perangkat untuk mencegah, membatasi pertumbuhan, atau mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan rencanatataruangwilayahberupa: a. pengenaan pajak atau retribusi yang tinggi disesuaikan dengan besarnya biaya yang dibutuhkanuntukmengatasidampakyangditimbulkanakibatpemanfaatanruang;dan

51

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

b. pembatasanpenyediaaninfrastruktur,pengenaankompensasi,danpenalti. Insentif dan disinsentif diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat secara perorangan maupun kelompok dan badan hukum atau perusahaan swasta, dan unsur pemerintahdidaerah. (4) Ketentuaninsentifyangdiberikanimbalanterhadappelaksanaankegiatanyangsejalandengan rencanatataruangsebagaimanadimaksuddalampadaayat(1)meliputi: a. insentif yang diberikan kepada masyarakat yang lahannya dijadikan lahan pertanian berkelanjutan;dan b. insentif yang diberikan kepada pengusaha dan swasta dalam pelaksanaan kegiatan yang sejalandenganrencanatataruang. (5) Insentifyangdiberikankepadamasyarakatberupa: a. pemberiankompensasi; b. urunsaham; c. pembangunansertapengadaaninsfrastruktur;dan d. penghargaan. (6) Insentifyangdiberikankepadapengusahadanswastaberupa: a. keringananpajak; b. pemberiankompensasi; c. imbalan; d. sewaruang; e. urunsaham; f. penyediaaninsfrastruktur; g. kemudahanprosedurperizinan;dan h. penghargaan. (7) Disinsentif sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan kepada masyarakat, pengusaha dan swasta dalam pelaksanaan kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang. (8) Disinsentif yang diberikan kepada masyarakat, pengusaha dan swasta dalam pelaksanaan kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiriatas: a. pembatasanpenyediaaninfrastruktur; b. pengenaankompensasi; c. izintidakdiperpanjang;dan d. pinalti. (9) Ketentuanlebihlanjutmengenaibentukdantatacarapemberianinsentifdandisinsentifdiatur denganperaturanBupati. 6.4ArahanSanksi Pasal74 (1) Arahan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf d merupakan pengenaan sanksi untuk mewujudkan tertib tata ruang dan tegaknya peraturan perundangundangan bidang (3) 52

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

penataanruang. Arahansanksimerupakanacuandalampengenaansanksiterhadap: a. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana struktur ruang dan pola ruang wilayahkabupaten; b. pelanggranketentuanarahanperaturanzonasikabupaten; c. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan yang diterbitkan berdasarkan RTRW kabupaten; d. pemanfaatan ruang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang ditertibkan berdasarkanRTRWkabupaten;dan e. pelanggaran ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan ruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten. f. pemanfaatan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum. g. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. (3) Jenis sanksi yang dapat dikenakan berupa sanksi administratif, sanksi perdata, dan sanksi pidana. Pasal75 (1) SanksiadministrastifsebagaimanadimaksuddalamPasal74ayat(3)terdiriatas: a. peringatantertulis; b. penghentiansementarakegiatan; c. penghentiansementarapelayananumum; d. penutupanlokasi; e. pencabutanizin; f. pembatalanizin; g. pembongkaranbangunan; h. pemulihanfungsiruang;dan/atau i. dendaadministratif. (2) Peringatantertulissebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufadilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTRWkabupaten; 4. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 6. pemanfaatan ruang yang menghalangi akses terhadap kawasan yang oleh peraturanperundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 7. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. (2) 53

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(3)

(4)

(5)

pemberian surat peringatan tertulis dengan penerbitan surat peringatan tertulis sebanyakbanyaknya3(tiga)kali; c. penerbitan surat peringatan tertulis dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu tertentu. Penghentiansementarakegiatansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufbdilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 4. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten;dan 5. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum. b. penghentian sementara kegiatan dilakukan sampai terpenuhinya kewajiban pelanggar untukmenyesuaikanpemanfaatanruangdenganRTRWkabupatendan/atauketentuan teknispemanfaatanruang. Penghentian sementara pelayanan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 4. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten;dan 5. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum. b. penghentiansementarapelayananumumdirincijenisjenispelayananumumyangakan dihentikan; c. penghentian sementara pelayanan umum dilakukan sampai terpenuhinya kewajiban pelanggar untuk menyesuaikan pemanfaatan ruang dengan RTRW kabupaten dan/atau ketentuanteknispemanfaatanruang. Penutupanlokasisebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufddilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTRWkabupaten; 4. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang 54

b.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

(6)

(7)

(8)

diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 6. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 7. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. b. penutupan lokasi akan dilakukan secara paksa apabila pelanggar mengabaikan surat perintahpenutupanlokasidaripejabatyangberwenang; c. lokasi yang ditutup tidak dibuka kembali sampai dengan pelanggar memenuhi kewajibannya untuk menyesuaikan pemanfaatan ruang dengan RTRW kabupaten dan/atauketentuanteknispemanfaatanruang. Pencabutanizinsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufedilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 4. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 6. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. b. pencabutan izin akan dilakukan apabila pelanggar mengabaikan perintah untuk menghentikankegiatanpemanfaatanruangsecarapermanen. Pembatalanizinsebagaimanadimaksudpadaayat(1)huruffdilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 4. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 6. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. b. pembatalan izin diterbitkan berdasarkan lembar evaluasi yang berisikan arahan pola pemanfaatanruangdalamRTRWkabupaten. Pembongkaranbangunansebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufgdilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 5. 55

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTRWkabupaten; 4. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 6. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 7. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. b. pembongkaran bangunan akan dilakukan secara paksa apabila pelanggar mengabaikan suratperintahpembongkaranbangunan. (9) Pemulihanfungsisebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufhdilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTRWkabupaten; 4. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 6. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 7. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. b. pemulihanfungsidilakukanolehpelanggardenganjangkawaktutertentu; c. pemulihanfungsidilakukanolehpejabatyangberwenangsecarapaksaapabilapelanggar dalamjangkawaktutertentutidakmelakukanpemulihanfungsi. (10) Dendaadministratifsebagaimanadimaksudpadaayat(1)hurufidilakukan: a. pengenaanterhadap: 1. pemanfaatanruangyangtidaksesuaidenganrencanastrukturruang; 2. pelanggaranketentuanarahanperaturanzonasi; 3. pemanfaatan ruang tanpa izin pemanfaatan ruang yang diterbitkan berdasarkan RTRWkabupaten; 4. pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan izin pemanfaatan ruang yang diterbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 5. pelanggaranketentuanyangditetapkandalampersyaratanizinpemanfaatanruang yangditerbitkanberdasarkanRTRWkabupaten; 6. pemanfaatanruangyangmenghalangiaksesterhadapkawasanyangolehperaturan perundangundangandinyatakansebagaimilikumum;dan 56

2. 3.

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

b.

7. pemanfaatanruangdenganizinyangdiperolehdenganproseduryangtidakbenar. denda administrasi dapat dikenakan secara tersendiri atau bersamasama dengan pengenaansanksiadministratif

7.

Pasal76 Ketentuan lebih lanjut mengenai pengenaan sanksi perdata dan sanksi pidana diatur berdasarkan ketentuanperaturanperundangundangan. PERANMASYARAKATDANKELEMBAGAAN 7.1PeranMasyarakat Pasal77 Peranmasyarakatdalampenataanruangdilakukanantaralainmelalui: a. partisipasidalampenyusunanrencanatataruang; b. partisipasidalampemanfaatanruang;dan c. partisipasidalampengendalianpemanfaatanruang. Pasal78 BentukperanmasyarakatdalampenyusunanrencanatataruangsebagaimanadimaksuddalamPasal 75hurufaberupa: a. memberikanmasukanmengenai: 1. persiapanpenyusunanrencanatataruang; 2. penentuanarahpengembanganwilayahataukawasan; 3. pengindentifikasianpotensidanmasalahpembangunanwilayahataukawasan; 4. perumusankonsepsirencanatataruang;dan/atau 5. penetapanrencanatataruang. b. kerjasamadenganPemerintah,pemerintahdaerah,dan/atausesamaunsurmasyarakatdalam perencanaantataruang. Pasal79 BentukperanmasyarakatdalampemanfaatanruangsebagaimanadimaksuddalamPasal75hurufb berupa: a. memberikanmasukanmengenaikebijakanpemanfaatanruang; b. kerjasamadenganPemerintah,pemerintahdaerah,dan/atausesamaunsurmasyarakatdalam pemanfaatanruang; c. kegiatanmemanfaatkanruangyangsesuaidengankearifanlokaldanrencanatataruangyang telahditetapkan; d. peningkatanefisiensi,efektivitasdankeserasian dalampemanfaatanruangdarat,ruangudara danruangdidalambumidenganmemperhatikankearifanlokalsertasesuaidenganketentuan peraturanperundangundangan; e. kegiatan menjaga kepentingan pertahanan dan keamanan negara serta memelihara dan meningkatkankelestarianfungsilingkunganhidupdansumberdayaalam;dan f. kegiatan investasi dalam pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Pasal80 57

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

8.

Bentuk peran masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal75hurufcberupa: a. masukanterkaitarahandan/atauperaturanzonasi,perizinan,pemberianinsentifdandisinsentif sertapengenaansanksi; b. keikutsertaan dalam memantau dan mengawasi pelakasanaan rencana tata ruang yang telah ditetapkan; c. pelaporan kepada instansi dan/atau pejabat yang berwenang dalam hal menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran kegiatan pemanfaatan ruang yang melanggar rencana tata ruangyangtelahditetapkan;dan d. pengajuan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap pembangunan yangdianggaptidaksesuaidenganrencanatataruang. Pasal81 (1) Peran masyarakat dalam penataan ruang dapat disampaikan secara langsung dan/atau tertulis;dan (2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat disampaikan kepada Menteri/pimpinanlembaganonkementerianterkaitdenganpenataanruang,Gubernur,dan Bupati. Pasal82 Dalam rangka meningkatkan peran masyarakat, pemerintah daerah membangun sistem informasi dan komunikasi penyelenggaraan penataan ruang yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakatsesuaidenganketentuanperaturanperundangundangan. Pasal83 Pelaksanaan tata cara peran masyarakat dalam penataan ruang dilaksanakan sesuai dengan peraturanperundangundangan. 7.2Kelembagaan Pasal84 (1) Pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan secara terpadu dan komprehensif melaluisuatukoodidinasidankerjasamaantarapemerintahkabupatendanpihakpihaklain yangterkaitdenganpemanfaatanruangdanpelaksanaankegiatanpembangunan; (2) Dalam rangka mengkoordinasikan penyelenggaraan penataan ruang dan kerja sama antarsektor/antardaerahbidangpenataanruangdibentukBKPRD;dan (3) Tugas,susunanorganisasi,dantatakerjaBKPRDsebagaimanadimaksudpadaayat(2)diatur dengankeputusanBupati. KETENTUANLAINLAIN Pasal85 (1) Jangka waktu RTRW Kabupaten Mojokerto adalah 20 (dua puluh) tahun sejak tanggal ditetapkandanditinjaukembali1(satu)kalidalam5(lima)tahun;dan (2) Dalamkondisilingkunganstrategistertentuyangberkaitandengan bencanaalamskalabesar yang ditetapkan dengan peraturan perundangundangan dan/atau perubahan batas teritorial negara,wilayahprovinsi,dan/atauwilayahkabupatenyangditetapkandenganundangundang,

58

No

MuatanRancangaPerdaRTRW

PenelaahanMateriMuatanTeknisRancanganPerda terhadap:1.UUPR,2.RTRWN,3.KebijakanNasional BidangPenataanRuang,4.RTRWP,5.NSPK,6. KonsistensiMuatanRaperdaRTRWdenganMateri Teknis

CatatanPenyempurnaan

9.

10.

RTRWKabupatenMojokertodapatditinjaukembalilebihdari1(satu)kalidalam5(lima)tahun. KETENTUANPERALIHAN Pasal86 (1) Denganberlakunya peraturandaerahini,maka semuaperaturanpelaksanaanyangberkaitan dengan penataan ruang daerah yang telah ada tetap dinyatakan berlaku sepanjang tidak bertentangandengandanbelumdigantiberdasarkanperaturandaerahini. (2) Denganberlakunyaperaturandaerahinimaka: a. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan peraturandaerahinitetapberlakusesuaidenganmasaberlakunya; b. izinpemanfaatanyangtelahdikeluarkantetapitidaksesuaidenganketentuanperaturan daerahiniberlakuketentuan: 1. untukyangbelumdilaksanakanpembangunannya,izintersebutdisesuiakandengan fungsikawasanberdasarkanperaturandaerahini; 2. untuk yang sudah dilksanakan pembangunannya, dilakukan penyesuaian dengan masatransisiberdasarkanketentuanperaturanperundangundangan;dan 3. untukyang sudahdilaksanakanpembangunannya dantidak memungkinkanuntuk dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan berdasarkan peraturan daerah ini, izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagaiakibatpembatalanizintersebutdapatdiberikanpenggantianyanglayak. c. pemanfaatan ruang di kabupaten yang diselenggarakan tanpa izin dan bertentangan dengan ketentuan peraturan daerah ini akan ditertibkan dan disesuaikan dengan peraturandaerahini;dan d. pemanfaatanruangyangsesuaidenganketentuanperaturandaerahiniagardipercepat untukmendapatkanizinyangdiperlukan. KETENTUANPENUTUP Pasal87 Padasaatberlakunyaperaturandaerahini,makaPeraturanDaerahKabupatenMojokertoNomor15 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mojokerto Tahun 1999/2000 2009/2010dicabutdandinyatakantidakberlaku. Pasal88 Halhalyangbelumdiaturdalamperaturandaerahinimengenaipelaksanaanpenataanruangdiatur lebihlanjutdenganperaturanBupati. Pasal89 Peraturandaerahinimulaiberlakupadatanggaldiundangkan. Agarsetiaporangdapatmengetahuinya,memerintahkanpengundanganperaturansaerahinidengan penempatannyadalamLembaranDaerahKabupatenMojokerto.

59