Anda di halaman 1dari 2

Menunda Pikun dengan Merajut

Dahulu kegiatan merajut banyak dilakukan oleh orang-orang Eropa. Di Negara Eropa merajut merupakan sesuatu yang dianggap anggun dan sangat berkelas. Oleh karena itu, pada zaman dahulu karya-karya hasil rajutan selalu diminati. Contoh benda-benda yang dapat dihasilkan karena merajut yaitu sweater, sarung tangan, syal, topi, tas, rok, lukisan, taplak meja, dan masih banyak lagi. Di Indonesia kegiatan merajut ini identik dilakukan oleh para nenek dan ibu hamil, namun sekarang kegiatan merajut banyak dilirik oleh kaum muda karena merajut salah satu kesenian yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Kegiatan merajut bagi beberapa orang dilakukan sebagai hobi. Dengan mengisi waktu luang, merajut bisa mengendurkan otot yang tegang dan membuat pikiran menjadi tenang kembali setelah melakukan kesibukan sehari-hari, tetapi tetap melatih beberapa bagian tubuh seperti tangan dan jari jari. Namun selain dilakukan sebagai hobi, kegiatan ini juga bisa mendatangkan keuntungan bagi yang memiliki bakat bisnis. Hasil akhir dari kegiatan merajut dapat dijual dan mendatangkan keuntungan finansial. Manfaat lain adalah dari segi kesehatan tubuh dan pikiran. Merajut ternyata dapat menunda pikun. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang merupakan psikiater saraf dari Mayo Clinic di Minnesotta, Amerika Serikat, dalam penelitian tersebut merajut adalah aktivitas yang bisa mencegah kepikunan pada usia 70 hingga 80 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa membuat kerajinan tangan bisa menurunkan resiko pikun. Banyak orang berargumen cepat lupa karena kesibukan atau rutinitas yang memaksa kerja otak, maka faktor lupapun cepat menggerogoti padahal usia masih muda. Namun alasan itu salah, sebenarnya banyak orang yang pelupa karena tidak memiliki perhatian dan kosentrasi pada otak. Merajut merupakan latihan otak yang sangat efektif untuk mencegah pikun, karena dalam merajut dituntut untuk mampu menggabungkan simpul-simpul, menghitung berapa kali benang harus dililitkan, berapa kali membuat jenis simpul yang sama, panjang pendeknya lilitan harus mengikuti pola tertentu dan hal itu sangat membutuhkan ingatan. Sebab jika hitungan hilang maka rusaklah semua. Oleh karena itu dengan melakukan latihan kognitif sederhana seperti merajut, mengisi TTS, dan merenda dapat melindungi diri terhadap kehilangan memori di masa depan. Selain dapat melindungi diri dari kehilangan memori, gerakan berulang dari merajut mengaktifkan wilayah yang sama di otak seperti yoga, yang telah terbukti membantu

mencegah rasa sakit dan depresi. Merajut dapat dilakukan juga sebagai terapi untuk melatih kesabaran, konsentrasi dan pengendalian diri, sebagai kegiatan yang dapat membantu proses pemulihan penyakit kronis, kanker, trauma otak, juga anak penderita AttentionDeficit/Hyperactivity Disorder atau yang dikenal sebagai ADHD, yaitu gangguan perilaku yang ditandai dengan gangguan-gangguan konsentrasi, impulsif dan hiperaktif, menurunkan tekanan darah tinggi, membebaskan diri dari stres, dan melatih sendi pada penderita arthritis. Kegiatan merajut bisa menjadi hobi yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Dengan merajut badan yang lelah akibat rutinitas yang monoton menjadi segar kembali dan rutinitas menjadi lebih mengasyikan. Semua orang bisa melakukannya dan banyak manfaatnya. Selamat membuat rajutan !